Docstoc

Bahan Bacaan bakteri mapelBiologi

Document Sample
Bahan Bacaan bakteri mapelBiologi Powered By Docstoc
					Dalam klasifikasi sistem lima Kingdom, semua organisme prokariot (tidak memiliki membran
inti) dikelompokkan ke dalam Kingdom monera. Empat Kingdom yang lain yaitu protista,
fungi, plantae, animalia.
Klasifikasi terus berkembang. Para ilmuwan telah menemukan bahwa terdapat dua
kelompok yang berbeda pada organisme prokariot. Dua kelompok tersebut adalah bakteri
(dikenal sebagai eubacteria) dan archae (dikenal sebagai archaebacteria). Sebagian besar
organisme prokariot dikelompokkan dalam aubacteria. Eubacteria memiliki beberapa ciri
yang berbeda dengan archabacteria.
Seorang ilmuwan bernama Carl Woese dari University Of illinois, orang yang pertama kali
mengusulkan klasifikasi sistem enamkingdom. Keenam Kingdom tersebut yaitu eubacteria,
archabacteria, protista, fungi, plantae, dan animalia. Pada bab ini akan dibahas eubacteria
dan archabacteria.
EUBACTERIA
Eubacteria berasal dari awalan eu (sejati) dan bacteria (bakteri). Eubacteria (bakteri sejati)
merupakan kelompok makhluk hidup yang sehari-hari kita kenal sebagai bakteri.
Bakteri (Yunani, bakterion = batang kecil) ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Belanda
bernama Anthony Van Leeuwenhoek. Kemudian orang ini menerbitkan aneka ragam bentuk
bakteri pada tahun 1684. Sejak saat itu, ilmu yang mempelajari bakteri disebut bakteriologi.
Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan tersebar luas
dibandingkan makhluk hidup lainnya. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di
gurun pasir, salju atau es, hingga lautan. Bagi manusia, bakteri ada yang menguntungkan
dan ada yang merugikan. Bakteri memiliki ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup
lain. Bakteri adalah organisme uniseluler, prokariot, dan umumnya tidak memiliki klorofil.
Berikut ini kita akan membahas ciri bakteri secara rinci.
Ciri Sel
Ciri sel tubuh bakteri meliputi ukuran, bentuk, struktur, dan fungsi.
Ukuran dan bentuk sel.
Ukuran tubuh bakteri bervariasi, dari berdiameter 0,12 mikron sampai yang panjangnya
ratusan mikron (1µm = 1/1000mm). Namun, rata-rata sel bakteri berukuran 1-5 mikron.
Bakteri dapat dilihat dengan mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Bakteri yang paling
renik adalah mycoplasma yang berukuran 0,12 mikron. Sebaliknya, bakteri yang paling besar
adalah Thiomargarita yang berukuran 200 mikron.
Bentuk dasar sel bakteri beraneka ragam, yaitu kokus (bulat), basil (batang), dan spirila
(spiral). Selain bentuk dasar tersebut, juga terdapat bentuk kokobasil (antara kokus dan
basil) dan bentuk filamen. Contoh berbentuk kokobasil adalah Coxiella burneti (penyebab
demam). Contoh bakteri berbentuk filamen adalah kelompok Actinomycetes.


Bakteri kokus dan basil ada yang membentuk suatu koloni atau kumpulan yang
berdempetan setelah terjadi pembelahan sel. Kumpulan sel-sel bakteri tersebut
memiliki bentuk yang bermacam-macam. Bakteri yang berbentuk spirila tidak
membentuk kumpulan, namun memiliki beberapa bentuk sel.
Bakteri kokus
Bakteri kokus memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut. Lihat Gambar 4.3.
   Monokokus, yaitu berupa sel bakteri kokus tunggal. Contohnva Chlamydia
trachomatis (penyebab penyakit mata).
    Diplokokus, yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan. Contohnya Neisseria
gonorrhoeae (penyebab penyakit kelamin raja singa) clan Diplococcus pneumoniac
(penyebab penyakit pneumonia).
   Tetrakokus, yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
Contohnya Pediococcus cerevisiae.
   Sarkina, yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus. Contohnya
Thiosarcina rosea (bakteri belerang).
   Streptokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk
rantai. Contohnya Streptococcus mutans (penyebab gigi berlubang).
  Stafilokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara
bergerombol seperti buah anggur. Contohnya Staphylococcus aureus (penyebab penyakit
radang paru-paru).
Bakteri basil
Bakteri basil memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut.
Monobasil, yaitu berupa sel bakteri basil tunggal. Contohnya Escherichia coil (bakteri usus
besar manusia) dan Propionibacterium
Bakteri spirila
Bakteri spirila memiliki bentuk-bentuk sebagai berikut.
   Spiral, yaitu bentuk sel bergelombang. Contohnva Thiospirillopsis floridana
(bakteri belerang).
   Spiroseta, yaitu bentuk sel seperti sekrup. Contohnya Treponema pallidum
(penyebab penyakit kelamin sifilis).
   Vibrio, yaitu bentuk sel seperti tanda koma.
Contohnya Vibrio cholerac (penyebab penyakit kolera).
Struktur dan Fungsi Sel
Struktur dan fungsi sel bakteri dapat dibagi menjadi struktur dan fungsi dasar serta struktur
tambahan. Struktur dan fungsi dasar dimiliki hampir semua jenis bakteri Sedangkan struktur
dan fungsi tambahan dimiliki oleh jenis bakteri tertentu.
Struktur dan fungsi dasar pada sel bakteri meliputi dinding sel, membran plasma,
sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.
Dinding sel
Dinding set berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Dinding sel bakteri
tersusun dari peptidoglikan, yaitu gabungan protin dan polisakarida. Berdasarkan
perbedaan ketebalan lapisan peptidoglikan dinding sel, bakteri dapat dibedakan atas
bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.


   Bakteri Gram positif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan
lapisan peptidoglikan yang tebal. Bakteri ini akan berwarna ungu jika
diwarnai dengan pewarnaan Gram. Contohnya Neisseria gonorrheae, Treponema
pallidum, Vibrio cholerae, dan Bacillus subtilis.
  Bakteri Gram negatif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan
peptidoglikan yang tipis. Bakteri ini akan berwarna merah muda atau merah, jika
diwarnai dengan pewarnaan Gram. Contohnya Propionibacterium acnes, Streptococcus
mutans,
Staphylococcus aureus, clan Escherichia colt.
Membran plasma
Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma. Membran plasma
tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein. Membran plasma bersifat selektif permeabel
dan berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.


Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan sel. Sitoplasma bakteri tidak mengandung banyak organel seperti
pada sel eukariotik. Sitoplasma bakteri antara lain mengandung ribosom, DNA, dan granula
penyimpanan.
Ribosom
Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma. Ribosom tersusun dari protein dan
RNA (ribonucleic acids: asam ribonukleat). Ribosom berfungsi pada sintesis protein.
DNA
DNA (deoxiribonucleic acids : asam deoksiribonukleat) adalah materi pembawa
informasi genetik. DNA bakteri berupa rantai tunggal berbentuk melingkar
(nukleoid). Beberapa bakteri memiliki tambahan DNA melingkar lain y ang lebih kecil
yang disebut plasmid.


Granula Penyimpanan
Granula penyimpanan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Umumnya bakteri
menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkannya.
Struktur dan fungsi tambahan pada sel bakteri meliputi bagian kapsul, flagelium, pilus dan
fimbria, kromosom, vakuola gas, serta endospora.
Kapsul atau lapisan lendir
Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu. Jika
lapisan tersebut tebal disebut kapsul, dan jika tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan
lendir tersusun dari polisakarida dan air. Keduanya berfungsi untuk membantu sel bakteri
melekat pada suatu permukaan atau dengan sel bakteri lainnya. Contohnya bakteri
penyebab gigi berlubang (Streptococcus muttans) yang menempel pada permukaan gigi.
Kapsul juga berfungsi untuk pertahanan bakteri dari sel-sel fagosit (Contohnya sel darah
putih dan antibodi manusia atau hewan). Hal ini dapat terjadi ketika bakteri berada dalam
tubuh manusia atau hewan. Selain itu, kapsul juga berfungsi melindungi sel bakteri saat
mengalami kekeringan
Flagelum
Flagelum (jamak: flagela) atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral
yang menonjol dari dinding sel. Flagelum tersusun dari protein. Flagelum pada bakteri ada
yang berjumlah satu (monotrik), banyak flagelum di satu sisi (lofotrik) satu atau banyak
flagelum di kedua ujung (amfitrik), atau tersebar diseluruh permukaan sel (peritrik)
Flagelum berfuigsi sebagai alat gerak pada beberapa jenis bakteri yang berbentuk batang
dan spiral. Flagelum memungkinkan bakteri bergerak menuju kondisi lingkungan yang
menguntungkan atau menghindar dari lingkungan yang mengandung senyawa kimia
belerang. Bakteri yang melakukan fotosintesis bergerak menuju lingkungan dengan
intensitas cahaya yang optimal bagi kehidupannya.
Pilus dan fimbria
   Pilus (jamak: pill) adalah struktur berbentuk seperti rambut hales yang menonjol
dari dinding set (Gambar 4.11). Pilus mirip dengan flagelum namun lebih pendek, kaku,
dan berdiameter lebih kecil. Pilus tersusun dari protein. Pilus berfungsi sebagai
penghubung saat bakteri melakukan konjugasi (pertukaran materi genctik). Selain itu, piles
juga berfungsi sebagai pelekat antara sel bakteri yang satu dengan set bakteri lainnya.
Pilus hanya terdapat pada bakteri Gram negatif, contohnya Escherichia coli. Fimbria
(jamak: fimbriae) merupakan struktur sejenis piles namun lebih pendek daripada piles.
Klorosom
   Klorosom adalah struktur yang berada tepat berada di bawah membran plasma.
Klorosom mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis.
Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis, contohnya
Chlorobium (bakteri hijau).
Vakuola gas
  Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan melakukan fotosintesis.
Vakuola gas memungkinkan bakteri mengapung di air untuk memperoleh cahaya matahari.
Dengan demikian, fotosintesis dapat terjadi.
Endospora
Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri Gram positif.
Endospora terbentuk di dalam set bakteri jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan
bagi kehidupan bakteri. Dengan demikian, endospora berfungsi sebagai pertahanan diri.
Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding
endospora tebal dan tersusun dari protein. Tebalnya dinding endospora menyebabkan
endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi, dan zat kimia. jika
kondisi lingkungan menguntungkan, endospora tumbuh menjadi set bakteri baru.
Contoh bakteri yang dapat menghasilkan endospora adalah Bacillus anthracis,
Clostridium tetani (penyebab tetanus), dan Closridium botulinum (penyebab keracunan
makanan kaleng).
Cara Hidup
 Seperti organisme lainnya, bakteri membutuhkan makanan agar dapat tumbuh dan
berkembang biak. Bakteri memperoleh makanan dengan cara yang beragam. Selain itu,
bakteri juga membutuhkan energi yang diperoleh dari proses perombakan makanannya.
Proses perombakan makanan ada yan g me mb u t u h kan o ks ige n d an ad a yan g
t id a k membutuhkan oksigen. Cara bakteri memperoleh makanan dan kebutuhannya
akan oksigen dapat dijadikan dasar pengelompokan bakteri. Berdasarkan cara memperoleh
makanan, bakteri dibedakan menjadi bakteri heterotrof dan bakteri autotrof. Sebagian
besar bakteri adalah heterotrof.
Bakteri Heterotrof
 Bakteri heterotrof (Yunani, hetero – yang lain, trophos memakan) adalah bakteri yang
makanannya berupa senyawa organik dari senyawa lain. bakteri heterotrof terbagi menjadi
bakteri saprofit dan bakteri parasit
Bakteri saprofit
   Bakteri saprofit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari sisa-sisa organisme
atau produk organisme lain. Sisa-sisa organisme, misalnya daun yang gugur dan kotoran
hewan, sedangkan produk organisme, misalnya susu dan daging. Sisa organisme atau
produk organisme yang mengandung bakteri akan mengalami proses penguraian.
Bakteri saprofit merupakan salah satu organisme pengurai (dekomposer) di alam. Contoh
bakteri saprofit adalah Escherichia coli, Lactobacillus bulgaricus (bakteri untuk pembuatan
yoghurt), dan Mycobacterium (bakteri pengurai sampah).
Bakteri parasit
   Bakteri parasit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya. Inang
tempat hidup bakteri adalah tumbuhan, hewan, atau manusia. Jika
menimbulkan penyakit pada inangnya, bakteri disebut sebagai bakteri patogen.
Contoh bakteri parasit adalah Mycobacterium tuberculosis (penyebab penyakit TBC pada
manusia), Bacillus anthraces (penyebab penyakit antraks pada hewan ternak), dan
Clostridium t et an i (pen ye b ab te t an u s).
Bakteri Autotrof
    Ba kt er i au t o t r o f (Y u n an i, au t o = d iri , t ro p h o s memakan) adalah bakteri yang
mampu membuat makanannya sendiri. Bakteri autotrof dibedakan dalam dua
kelompok berdasarkan anal energi untuk mensintesis makanannya, yaitu bakteri
fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.
Bakteri fotoautotrof
Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang menggunakan energi cahaya matahari
untuk membuat makanannya. Jenis pigmen utama bakteri autotrof adalah klorofil dan
karoten. Contoh bakteri fotoautotrof adalah Thiocystis sp. Bakteri ini memperoleh
makanannya melalui proses fotosintesis
Bakteri kemoautotrof
   Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia untuk
mensintesis makanannya. Energi kimia diperoleh dari proses oksidasi senyawa
anorganik. Contoh bakteri kemoautotrof adalah sebagai berikut:
          Nitrosomonas dan Nitrosococcus (bakteri nitric) yang mengoksidasi
           senyawa amonia menjadi ion nitric.
          Nitrobacter (bakteri nitrat) yang mengoksidasi ion nitric menjadi ion
           nitrat.
          Gallionella (bakteri besi) yang mengoksidasi ion fern menjadi ion feri.
          Hydrogenobacter (bakteri hidrogen) yang mengoksidasi mengoksidasi
           gas hidrogen menjadi air.
   Berdasarkan kebutuhan oksigen untuk merombak makanannya agar
memperoleh energi, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri
anaerob.
Bakteri Aerob
    Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk
memperolch energinya. Contoh bakteri aerob adalah Nitrosomonas, Nitrosococcus,
trosococcus, dan Nitrobacter.




  Nitrosomonas dan Nitrosococcus (bakteri nitrit) adalah bakteri                            yang
mengoksidasi amonia (Nil). Prosesnya adalah sebagai berikut.
2NH 3 + 30 2                   2HNO 2 + 2H 2 0 + energi
(amonia)                                (nitrit)
Nitrobacter (bakteri nitrat) adalah bakteri yang mengoksidasi ion nitrit
(HNO 2 ). Prosesnya adalah sebagai berikut.
2HNO2 + O2 - 2HNO3
(nitrit)       (nitrat)
Bakteri Anaerob
   Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas
untuk memperolch energinva. Energy diperoleh dari proses perombakan senyawa
organik tanpa
menggunakan oksigen yang disebut fermentasi. Bakteri anaerob dibedakan
menjadi anaerob obligat dan anaerob fakultatif.
Bakteri anaerob obligat
Bakteri anaerob obligat hanya dapat hidup jika tidak ada oksigen. Oksigen
merupakan racun bakteri anaerob obligat. Contohnya adalah Micrococcus
deintrificans, Clostridium botulinum, dan Clostridium tetani.
Bakteri anaerob fakultatif
   Bakteri anaerob fakultatif dapat hidup jika ada oksigen maupun tidak ada oksigen.
Contoh bakteri anaerob fakultatif adalah Escherichia colli dan Lactobacillus.
Reproduksi
    Bakteri umumnya melakukan reproduksi atau berkembang biak secara aseksual
(Vegetatif=tak kawin) dengan membelah diri. Pembelahan set pada bakteri adalah
pembelahan biner, yaitu setiap sel membelah menjadi dua. Beberapa jenis bakteri dalam
lingkungan yang sesuai dapat membelah setiap 20 menit.
    Selain reproduksi secara aseksual, bakteri juga melakukan reproduksi secara seksual,
yaitu dengan pertukaran materi genetik dengan bakteri lainnya. Pertukaran materi genetik
disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA. Rekombinasi genetik menghasilkan
dua sel bakteri yang masing-masing memiliki kombinasi materi genetik dari dua sel induk.
Rekombinasi genetik pada bakteri dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu transformasi,
transduksi, dan konjugasi.
Transformasi
    Transformasi adalah masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan mengubah sifat
sel bakteri. Bakteri yang melakukan transformasi contohnya adalah Streptococcus
pneumoniae, Neisseria gonorrhoeae, Bacillus, dan Rhizobium.
Transduksi
   Transduksi adalah pemindahan materi genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya
dengan perantara organisme, lain yaitu bakteriofage (virus bakteri).
Konjugasi
   Konjugasi adalah pemindahan materi genetik secara langsung melalui kontak sel
dengan membentuk struktur seperti jembatan di antara dua sel bakteri yang berdekatan.
Konjugasi umumnya terjadi pada bakteri Gram negatif, misalnya Escherichia coli.


Habitat
   Bakteri hidup pada berbagai habitat. Bakteri ditemukan di mana-mana, misalnya di
tanah, air, udara, sisa makhluk hidup, dan dalam tubuh organisme lain. Umumnya bakteri
hidup pada lingkungan yang lembab atau agak basah, dengan temperatur 25 - 37°C.
Lingkungan tersebut merupakan kondisi optimal untuk perkembangbiakan bakteri
dengan cepat.
Klasifikasi Eubacteria
    Eubacteria dikelompokkan menjadi lima filum, yaitu Proteobacteria, Cyanobacteria,
Spirochetes, Chlamydias, dan bakteri Gram-Positif.
Proteobacteria
    Proteobacteria   merupakan     kelompok  terbesar    bakteri.  Proteobacteria
dikelompokkan menjadi bakteri ungu yang bersifat fotoautotrof atau fotoheterotrof,
proteobacteria kemoautrotrof, dan proteobacteria kemoheterotrof. Bakteri ungu
mengandung klorofil yang terdapat pada membran plasma. Beberapa jenis bakteri ungu
memiliki flagela.
   Sebagian besar bakteri ungu anaerob obligat dan hidup di endapan kolam, danau,
atau lumpur. Contoh bakteri ungu adalah Chromatium.
    Proteobacteria kemoautotrof hidup bebas atau bersimbiosis dengan makhluk hidup
lain. Beberapa jenis berperan penting dalam siklus biogeokimia di dalam suatu ekosistem,
yaitu mengikat nitrogen (mengubah N2 di atmoster menjadi senyawa nitrogenyang dapat
digunakantumbuhan). Contoh proteobacteria adalah Rhizobium. Rhizobium hidup
bersimbiosis dalam akar tanaman kacang-kacangan.
Cyanobacteria
    Cyanobacteria sering disebut juga ganggang hijau-biru atau ganggang lendir. Disebut
ganggang hijau-biru karena Cyanobacteria memiliki klorofil seperti halnya ganggang hijau.
Disebut ganggang lendir karena pada bagian luar dinding selnya terdapat lapisan lendir.
Pada beberapa jenis Cyanobacteria, lapisan lendir dapat membantu gerakan secara
meluncur. Berbeda dengan kelompok bakteri yang lain, Cyanobacteria tidak memiliki alat
gerak dan dapat melakukan fotosintesis.
   Cyanobacteria berukuran 1-60 µm. Cyanobacteria hidup soliter atau berkoloni. Koloni
Cyanobacteria dapat berbentuk benang, lembaran, atau bola berongga.
   Pada Cyanobacteria bentuk benang, misalnya Anabaena, terdapat tiga macam SCI
utama, yaitu heterokista, akinet, dan baeosit. Heterokista merupakan sel berdinding tebal
yang berguna untuk mengikat nitrogen. Akinet adalah sel berdinding tebal yang berfungsi
untuk pertahanan diri. Sedangkan baeosit adalah set-set bulat kecil basil reproduksi.
Baeosit juga berfungsi untuk melakukan fotosintesis.
   Sitoplasma Cyanobacteria tidak memiliki banyak organel serta tidak memiliki
membran inti (prokariot). Membran fotosintetiknya (membran tilakoid) mengandung
pigmen klorofil, karoten, dan pigmen tambahan. Pigmen tambahan berupa fikosianin
yang berwarna biro dan fikocritrill yang berwarna merah. Pigmen-pigmen tersebut yang
menyebalkan warna Cyanobacteria beraneka ragam dari hijau, merah, ungu, sampai
kehitaman. Tubuh Cyanobacteria juga memiliki vakuola gas yang memungkinkannya
mengapung dekat permukaan air, yang memiliki intensitas cahaya matahari yang tinggi.
Cyanobacteria membutuhkan cahaya matahari untuk proses fotosintesis.
   Cyanobacteria hidup secara fotoautotrof dengan mengasimilasi senyawa sederhana
misalnya CO, ion nitrat atau amonium, dan beberapa ion anorganik laitinva. Perbedaan
Cyanobacteria dengan bakteri fotoautotrof adalah Cyanobacteria menghasilkan 02 dalam
proses fotosintetisnya sedangkan bakteri fotoautotrof tidak menghasilkan 02


    Reproduksi Cyanobacteria adalah secara aseksual dengan Reproduksi Cyanobacteria
adalah secara aseksual dengan cara membelah diri (pembelahan biner), fragmentasi
bagian Dari filamen (hormogonia), dan pembentukan akinet (spora). Pembelahan biner
dilakukan oleh Cyanobacteria bersel satu, sedangkan fragmentasi pada bagian
hormogonia dilakukan oleh Cyanobacteria yang berbentuk benang. Pada kondisi
lingkungan yang buruk, akinet berbentuk agar Cyanobacteria dapat bertahan hidup. Jika
lingkungan telah membaik akinet dapat membentuk filamen baru.
    Cyanobacteria dapat ditemukan pada berbagai lingkungan. Cyanobacteria dapat
terlihat dengan mata telanjang berupa lapisan tipis berwarna hijau biru, merah, atau ungu
kehitaman.
Pada saat tertentu, Cyanobacteria yang hidup di air muncul berlimpah sehingga
menyebabkan air tampak berwarna seperti warna Cyanobacteria tersebut.
Beberapa jenis Cyanobacteria yang dapat mengikat nitrogen berperan sebagai tumbuhan
perintis pada habitat miskin nutrisi, misalnya pantai berpasir atau gurun. Salah satu
Cyanobacteria, synechococcus lividus dapat hidup di habitat yang ekstrim , misalnya di
habitat dengan tingkat keasaman dan temperatur yang tinggi. Sedangkan jenis lain ada yang
hidup bersimbiosis dengan organisme lain.
Simbiosis antara Cyanobacteria dengan organisme lain saling memberi keuntungan.
Cyanobacteria terutama berperan dalam memberikan nutrisi organik pada organisme
simbiotiknya. Sedangkan organisme simbiotiknya memberikan kelembaban dan nutrisi
organik pada Cyanobacteria.
Spirochetes
Spirochetes bukan merupakan kelompok yang besar dari eubacteria. Namun,
keberadaannya mempengaruhi kehidupan manusia karena beberpa jenis menyebabkan
penyakit.
Spirochetes berbentuk spiral dengan panjang 5-250µm. Spirochetes merupakan bakteri
gram negatif. Spirochetes memiliki suatu struktur unik yang disebut filamen aksial. Filamen
aksial meruppakan semacam serabut di sepanjang tubuh, di dalam selubung terluar, tetapi
di luar dinding sel. Filamen aksial berfungsi untuk membuat gerakan berputar. Dan
habitatnya bervariasi. Ada yang hidup bebas di lumpur atau air, sebagai parasit dalam tubuh
manusia, atau hidup dalam lambung hewan memamah biak.
Chlamydias
Chlamydias merupakan kelompok bakteri yang memiliki ukuran paling kecil. Bentuk tubuh
chlamydias tidak beraturan. Bakteri ini hanya dapat hidup sebagi parasit dalam sel-sel
makhluk hidup lain. Kelompok bakteri ini merupakan prokariot yang unik karena memiliki
dua bentuk sel dalam siklus hidupnya. Kedua bentuk sel tersebut yaitu badan dasar dan
badan inisial. Badan dasar masuk ke dalam sel inang dan berkembang menjadi badan inisial.
Badan inisial tumbuh dan membelah diri dilepaskan dari sel inang yang disertai pecahnya sel
inang.
Bakteri Gram-Positif
Beberpa bakteri gram positif membentuk endospora (struktur formasi yang bersifat tahan
terhadap panas). Endospora di bentuk ketika lingkungan miskin akan zat makanan. Sel induk
pecah dan endospora dilepaskan. Endospora dapat bertahan dalam keadaan lingkungan
yang ekstrim, misalnya suhu rendah atau tinggi. Pada kondisi lingkungan yang membaik,
endospora menjadi aktif dan membelah diri membentuk sel-sel seperti induknya.dormasi
endosp[ora dapat bertahan selama seribu tahun.
ARCHAEBACTERIA
Archaebacteria memiliki susunan, struktur, metabolisme dan urutan asam nukleat yang
berbeda dengan Eubacteria.oleh karena itu Archabacteria dikelompokkan sebagai Kingdom
terpisah dari eubacteria meskipun kedua Kingdom tersebut sama-sama prokariotik.
Bakteri metanogen
Bakteri metanogen adalah bakteri yang metana dari gas hidrogen dan CO2 atau asam
asetat. Metana disebut juga sebagai biogas. Bakteri metanogen hidup di rawa sebagai
pengurai. Contohnya adalah methanobacterium.
Bakteri halofil
Bakteri halofil adalah bakteri yang hidup dilingkungkan dengan kadar garam tinggi. Bakteri
halofil hidup optimal pada lingkungan dengan kadar garam 20%. Beberapa jenis bakteri
halofil membutuhkan lingkungan dengan kadar garam 10 kali lebih tinggi dari kadar garam
air laut.
Bakteri termoasidofil
Bakteri ini hidup di lingkungan ekstrim yang panas dan asam. Kondisi optimal untuk bakteri
ini adalah pada temperatur 60-80 ̊ C dengan pH 2-4. Bakteri ini terdapat pada daerah yang
mengandung asam sulfat misalnya di kawah vulkanik. Archabacteria belum banyak
diketahui. Hal ini karena archabacteria merupakan Kingdom terbaru yang diteliti oleh para
biologiwan.


                        Bakteri dalam kehidupan manusia
Dalam kehidaupan manusia, bakteri ada yang berperan menguntungkan dan ada yang
merugikan
Bakteri yang menguntungkan
Beberapa peran yang menguntungkan dari Kingdom eubacteria dan archabacteria adalah
sebagai berikut :
Eubacteria
     Pembusukan sisa-sisa makhluk hidup
     Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi
     Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen
     Penyubur tanah
     Penghasil antibiotik. Bacillus subtillis penghasil anti biotik pengobatan infeksi bakteri
      gram positif,streptomyces griceus penghasil anti biotik streptomisin untuk pengobatan
      bakteri gram negatif termasuk bakteri penyebab TBC, dan lain-lain.

     Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang. Sebagai contoh dalam bidang
      kedokteran dihasilkan obat-obatan dan produk kimia bermanfaat yang sintetis oleh
      bakteri, misalnya enzim, vitamin dan hormon.

     Pembuatan zat kimia, misalnya aseton dan butanol oleh clostridiumacetobutylisum

Archaebacteria
     Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehingga
      menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas. Contohnya methanobacterium

Bakteri yang merugikan
Beberapa bakteri yang merugikan dari Kingdom uebacteria dan archabacteria adalah
sebagai berikut :

Eubacteria
   Pembusukan makanan, contohnya clostridium botulinum
   Penyebab penyakit pada manusia
   Penyebab penyakit pada hewan
   Penyakit pada tanam budi daya
   Dan lain-lain
Archabacteria
     Penyebab kerusakan makanan yang diawetkan dengan garam
Penanggulangan terhadap bakteri yang merugikan
Bakteri yang merugikan manusia antara lain bakteri yang dapat merusak makanan dan
bakteri yang menimbulkan penyakit. Untuk menanggulangi bakteri perusak makanan dapat
dilakukan antara lain dengan pengawetan dan pengolahan makanan. Sedangkan untuk
menanggulangi bakteri yang menimbulkan penyakit dilakukan dengan cara menjaga
kebersihan dan kesehatan serta imunisasi.
Pengawetan dan pengolahan makanan
Pengawetan dan pengolahan makanan adalah usaha membuat makanan tidak mudah di
rusak oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Makanan yang diawetkan dan diolah menjadi
makanan tersebut bukan merupakan tempat hidup yang optimum bagi bakteri.
Pengawetan makanan antara lain dilakukan dengan cara pemanisan, pengeringan,
pengasapan dan lain-lain. Makanan yang diawetkan adalah kerupuk,daging asap, acar, dan
lain-lain.
Pengolahan makanan yang dilakukan dengan cara pemanasan dapat membunuh sebagian
besar mikroorganisme penyebab penyakit yang terdapat pada makanan dan minuman.
Bentuk pemanasan makanan dan minuman dapat dilakukan dengan cara dimasak seperti
biasa atau dengan cara khusus.
Pasteurisasi adalah pemanasan dengan suhu 63-72 derajat celcius selama 15-30 menit.
Pasteurisasi dilakukan pada susu untuk membunuh bakteri patogen, misalnya salmonella.
Selain itu, pasteurisasi juga dapat mempertahankan rasa dan aroma khas susu.
Sterilisasi adalah pemanasan dengan menggunakan udara panas atau uap air panas
bertekanan tinggi. Sterilisasi dengan menggunakan udara panas menggunakan oven pada
temperatur 170-180 ̊C. Cara ini digunakan untuk mensterilisasi peralatan gelas. Sterilisasi
dengan uap panas bertekanan tinggi dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut
autoklaf pada temperatur 115-134 ̊C. Autoklaf digunakan untuk mensterilkan bahan dan
peralatan.
Sterilisasi umumnya dilakukan pada industri makanan dan minuman, misalnya minuman
kaleng. Dalam penelitian bidang mikrobiologi, sterilisasi juga digunakan untuk memperoleh
biakan murni suatu jenis bakteri.
Kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan
Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme timbul karena cara hidup yang kurang
menjaga kebersihan. Penyakit juga lebih mudah menyerang pada orang yang fisiknya lemah.
Hal tersebut menyebabkan diperlukannya upaya untuk menjaga kesehatan agar terhindar
dari berbagai macam penyakit. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan dan
kesehatan antara lain :
     Menjaga kebersihan lingkungan
     Menjaga kebersihan badan dengan mandi dan mencuci tangan sebelum makan
     Melakukan olahraga secara teratur
     Makan makanan yang bergizi
     Cukup istirahat

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: mikro
Stats:
views:20374
posted:2/13/2010
language:Indonesian
pages:10