Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

PERHITUNGAN NILAI ME SSN DENGAN KUALIFIKASI

VIEWS: 594 PAGES: 12

									Kinerja   Simulasi analisa
   SSN    penilaian

          Apakah kebijakan SSN berhasil?
A. PENDAHULUAN

Pemberian Nilai Raport SSN pada tahun 2005, 2006, dan 2007 kepada seluruh SMP yang ditetapkan
sebagai rintisan SSN secara nasional telah menimbulkan dampak yang sangat positif di lapangan.
Sekolah mampu meningkatkan kinerjanya berdasarkan SNP yang telah ditetapkan (delapan SNP)
dari tahun ke tahun minimal selama tiga tahun menjadi rintisan SSN pusat (Direktorat Pembinaan
SMP). Demikian juga di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota juga mengapresiasi dan
memberikan pembinaan sesuai kewenangannya. Namun demikian, juga terjadi berbagai dampak
lain yang kurang tepat akibat kurang dipahaminya konsep evaluasi pendidikan secara memadai dan
proporsional. Tulisan ini memberikan gambaran secara sederhana dan singkat tentang bagaimana
proses penilaian pusat terhadap sekolah rintisan SSN, sehingga terjadi kenaikan kualifikasi atau
bahkan penurunan kualifikasi, misalnya dari “Baik” menjadi “Amat Baik” atau dari “Baik” menjadi
“Cukup”, dan sebagainya. Diharapkan dengan penjelasan singkat ini dapat memberikan masukan
atau informasi yang proporsional dalam kerangka pembinaan sekolah-sekolah yang menuju rintisan
SSN atau setelah menjadi SSN oleh semua pihak. Salah satu kasus yang sering dipertanyakan sekolah
atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota adalah: “Mengapa kualifikasi nilai SSN yang tahun
sebelumnya “Baik” justru tahun berikutnya turun menjadi “Cukup”, pada hal nilai murninya
meningkat?”. Dengan uraian singkat ini, diharapkan kasus-kasus tersebut atau yang sejenis dapat
diberikan pemahaman, baik secara akademik mapun pragmatis.



B. TUJUAN:

   1. Untuk memberikan penjelasan tentang pengkualifikasian/pengkategorian sekolah
      berdasarkan nilai SSN;
   2. Untuk memberikan pemahaman secara statistik tentang terjadinya penurunan
      kualifikasi, meskipun nilainya meningkat;
   3. Untuk mengetahui tingkat KEBERHASILAN kebijakan SSN secara nasional;
   4. Untuk mengetahui tingkat kemajuan sekolah berdasarkan nilai kinerja sekolah SSN


Misalnya diperoleh hasil penilaian dari ME SSN dua tahun terakhir:

 No.          Nama Sekolah            Hasil ME Tahun 2006             Hasil ME Tahun 2007
  1              SMP N 1                      300                             320
  2              SMP N 2                      320                             330
  3              SMP N 3                      310                             340
  4              SMP N 4                      315                             325
  5              SMP N 5                      305                             315
                  Xrata2                      310                             326
  SD/simpangan baku (dengan rumus)              8                              10




                                                2
C. DASAR ANALISA DAN PENENTUAN KUALIFIKASI SEKOLAH

  Pada dasarnya pendekatan penilaian/evaluasi dalam dunia pendidikan ada dua, yaitu
  pendekatan Penilaian Acuan Norma (PAN) dan pendekatan Penilaian Acuan Patokan (PAP).
  Pendekatan PAN adalah penilaian suatu gejala yang menggunakan suatu NORMA atau KRITERIA
  tertentu. Norma atau kriteria tersebut adalah untuk menentukan suatu gejala tersebut “masuk”
  dalam kelompok yang mana. Sehingga pendekatan PAN ini lebih cocok dipergunakan untuk
  melakukan penilaian pada bidang-bidang sosial. Karena sesuai dengan karakteristiknya, bidang
  sosial memiliki rentang gejala yang bervariasi atau variasinya tinggi. Ada kelompok sosial yang
  masuk dalam kelompok tinggi, kelompok sedang, kelompok kurang, dan sebagainya. Oleh
  karena dunia pendidikan termasuk bidang sosial, maka pendekatan PAN ini banyak dipakai untuk
  mengukur tingkat keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan.
  Sedangkan pendekatan penilaian PAP adalah pendekatan yang banyak dipergunakan dalam
  bidang eksata, teknik, sains, kedokteran, penerbangan, dan sebagainya yang sejenis. Hal ini
  karena pendekatan penilaian PAP lebih mengutamakan pada suatu patokan yang dipergunakan
  untuk menentukan lulus tidaknya, berhasil tidaknya, dan sebagainya pada suatu program.
  Bidang-bidang yang dinilai dengan PAP ini berkarakteristik relatif homogen atau variasi gejala
  (nilai, prestasi, kinerja, dll) relatif kecil. Misalnya penilaian kelulusan calon dokter atau calon
  enginering, maka keputusan untuk menentukan lulus tidaknya menggunakan suatu patokan nilai
  tertentu, misalnya 90. Di sini hanya ada dua pilihan, lulus (go) atau tidak lulus (no go). Tidak ada
  rentang/variasi dalam penilaian kelompok/individu orang, yang ada hanya lulus dan tidak lulus.
  Brdasarkan pemahaman konsep di atas, maka dalam melakukan penilaian SSN dengan
  menggunakan pendekatan PAN. Alasannya di samping dijelaskan di atas, maka: SMP merupakan
  kelompok sosial yang memiliki karakteristik prestasi, kinerja, kondisi, dll sangat tinggi. Meskipun
  semua telah dinyatakan sebagai SSN, akan tetapi sekolah-sekolah tersebut tetap rentang atau
  variasi pencapaian SNP juga bermacam-macam.
  Dengan menggunakan pendekatan PAN ini, maka akan diketahui :
  a. Kelompok SSN yang kinerjanya amat baik, baik, cukup, kurang, dan seterusnya;
  b. Akan diketahui rata-rata kinerja sekolah pada tiap tahunnya
  c. Akan diketahui kualifikasi kinerja sekolah dalam tiap kelompoknya
  d. Diketahui apakah terjadi penurunan atau peningkatan nilai kinerja dan sekaligus level
       kualifikasi kinerjanya
  Untuk mngetahui semuanya itu, maka langkah-langkah yang ditempuh antara lain adalah:
  1. Menyusun daftar nilai kinerja (x)
  2. Mencari rata-rata kelompok
  3. Mencari simpangan baku/standar deviasi (SD), dengan rumus sebagai berikut:




      Catatan:
      Dengan menggunakan rumus di atas diperoleh besarnya SD nilai SSN angkatan 2006 = 8
      dan tahun 2007 = 10 (lihat tabel atas).




                                                 3
4. Menentukan panduan/pedoman/model kualifikasi, apakah menggunakan pendekatan
   kelompok: excelen, superior, good, average, poor, atau weak. Khusus untuk analisis ini
   menggunakan pedoman tingkatan (kelas) kualifikasi berdasarkan tingkatan kemampuan,
   kecerdasan, kebodohan, dan prestasi (kinerja) yaitu kelompok average.
5. Sebagaimana diketahui bahwa secara konsep untuk menentukan tingkatan atau leveling
   kualifikasi dalam suatu kelompok sangat ditentukan oleh karakteristik tiap kelompok.
   Pengelompokan ini dibedakan dalam kelompok: Excelen, Superior, Good, Average, Poor, dan
   Weak.
   a. Kelompok excelen: maka makin pinter dalam kelompok ini, maka perbedaan (variasi)
       kepinteran (rentang nilai) sangat tipis, misal kelompok itu cenderung nilainya bagus
       semua, maka akan terjadi perbedaan nilai antara satu dengan lainnya sedikit/kecil,
       misal perbedaan hanya selisih 1, 2, dst. Untuk kelompok ini dapat dilihat dalam gambar
       dalam bentuk diagram di bawah ini:



                        excelen                                   excelen
                                                     102
         x7
         x6                                          100
         x5                                           98
         x4                                           96
         x3                          excelen                                        excelen
                                                      94
         x2                                           92
         x1
                                                      90
              90   95    100   105                         x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7




                    superior                                     superior
                                                     105
         x7
         x6                                          100

         x5                                           95
         x4                                           90
                                     superior                                      superior
         x3                                           85
         x2
                                                      80
         x1
                                                      75
              60   80    100   120                         x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7




                                            4
              good                                     good
                                        120
x7
                                        100
x6
x5                                       80
x4                                       60
x3                              good                                   good
                                         40
x2                                       20
x1
                                          0
     0   50     100     150                   x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7




          average                                   average
                                        120
x7
                                        100
x6
x5                                       80
x4                                       60
                              average                                average
x3                                       40
x2                                       20
x1
                                          0
     0    100         200                     x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7




              poor                                    poor
                                        120
x7
x6                                      100
x5                                       80
x4                                       60
x3                              poor     40                          poor
x2                                       20
x1
                                          0
     0   50     100     150                   x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7




                                  5
                                   weak                                        weak
                                                                120
               x7
                                                                100
               x6
               x5                                                80
               x4                                                60
                                                   weak                                        weak
               x3                                                40
               x2
                                                                 20
               x1
                                                                  0
                     0      50      100   150                         x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7



         b. Dengan melihat gambar-gambar di atas, maka dapat dijelaskan bahwa kelompok
            superior adalah suatu kelompok yang memiliki nilai dengan rentang yang lebih besar
            daripada kelompok excelen, kelompok good rentang nilainya lebih besar daripada
            superior, kelompok average rentang nilainya lebih besar daripada kelompok good,
            kelompok poor rentang nilai lebih besar daripada kelompok average, dan kelompok
            weak memiliki rentang nilai lebih besar daripada kelompok poor atau memiliki rentang
            nilai paling besar diantara semua kelompok lainnya.
         c. Khusus kelompok Weak ini, rentang perbedaan nilai sangat jauh, misal dalam kelompok
            tersebut ada yang nilainya 100 (dari skala nilai 1-100,) tapi ada juga yang nilainya 1.
            Atau misalnya dari 100 sekolah, ada yang 50% nilainya di bawah 10 tetapi 50% nya
            dengan nilai di atas 95. Dengan demikian rentang atau perbedaan niai sangat jauh.
         d. Model yang umum dipergunakan untuk analisis dalam kondisi kelompok relatif
            hiterogen, maka dipergunakan model kelompok average, yaitu perbedaan atau rentang
            variasi nilai normal (tidak besar/tidak jauh sekali).
         e. Misalnya kasus di atas akan dicari perbedaan nilai dan kualifikasinya dengan pedoman
            kelompok average, dapat digambarkan dalam analisa di bawah ini.


D. CONTOH KASUS

  Misalnya telah dilaksanakan ME untuk SSN pada tahun 2006 dan 2007 kepada lima sekolah SSN.
  Dari hasil ME tersebut diperoleh nilai kinerja sekolah masing-masing dapat dilihat dalam tabulasi
  di bawah ini.

  1. Data Nilai Kinerja SSN pada Tahun 2006 dan 2007:

   No.              Nama Sekolah          Hasil ME Tahun 2006    Hasil ME Tahun 2007    Keterangan
    1                 SMP N 1                     300                    320              Naik 20
    2                 SMP N 2                     320                    330              Naik 10
    3                 SMP N 3                     310                    340              Naik 30
    4                 SMP N 4                     315                    325              Naik 10
    5                 SMP N 5                     305                    315              Naik 10
                             Xrata2               310                    326             Naik: 16
   SD/simpangan baku (dengan rumus)                 8                     10


                                                     6
2. Pertanyaan:
   a. Berapa nilai rata-rata kinerja sekolah SSN pada tahun 2006 dan 2007?
   b. Berapa kenaikan rata-rata secara nasional (dari tahun 2006 ke tahun 2007)?
   c. Berapa rentang nilai (nilai interval) yang dihasilkan dalam kelompok sekolah dengan
      NORMA/KRITERIA/KUALIFIKASI Amat Baik, Baik, Cukup, Kurang?
   d. Berapa sekolah yang termasuk dalam norma/kriteria/kualifikasi Amat Baik, Baik, Cukup,
      Kurang?
   e. Berapa sekolah yang kualifikasinya naik, tetap, dan turun?
   f. Mengapa bisa terjadi perubahan kualifikasi?


3. Penentuan Norma/Kriteria/Kualifikasi
   Berdasarkan pendapat para ahli, maka secara konsep idealnya terdapat lima (5)
   kelompok sekolah yang termasuk dalam kriteria/norma/kualifikasi sekolah, yaitu
   amat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Namun demikian, untuk
   kepentingan dan tujuan tertentu dapat dikelompokkan ke dalam tiga atau empat
   kelompok.

   a. Misalnya dengan 3 kualifikasi:

                   X > Xrata2 + 1,5 SD         amat baik
   Xrata2 + 0,5 SD < X ≤ Xrata2 + 1,5 SD       baik
                     X ≤ Xrata2 + 0,5 SD       cukup


   b. Misalnya dengan 4 kualifikasi:

                   X   > Xrata2 + 1,5 SD       amat baik
   Xrata2 + 0,5 SD <    X ≤ Xrata2 + 1,5 SD    baik
   Xrata2 - 0,5 SD <   X ≤ Xrata2 + 0,5 SD     cukup
                   X   ≤ Xrata2 - 0,5 SD       kurang


   c. Misalnya dengan 5 kualifikasi:

                   X   > Xrata2 + 1,5 SD       amat baik
   Xrata2 + 0,5 SD <    X ≤ Xrata2 + 1,5 SD    baik
   Xrata2 - 0,5 SD <   X ≤ Xrata2 + 0,5 SD     cukup
   Xrata2 - 1,5 SD <   X ≤ Xrata2 - 0,5 SD     kurang
                   X   ≤ Xrata2 - 1,5 SD       sangat kurang



4. Analisa Data Hasil ME SSN Tahun 2006 dan 2007

Sebagai gambaran dari kasus nilai ME di atas akan diketahui kualifikasinya dengan acuan
kualifikasi (norma/kriteria) dalam empat kelompok, adalah sebagai berikut:




                                               7
     Acuan yang dipergunakan sebagai dasar analisa:

                     X    > Xrata2 + 1,5 SD               amat baik
     Xrata2 + 0,5 SD <     X ≤ Xrata2 + 1,5 SD            baik
     Xrata2 - 0,5 SD <    X ≤ Xrata2 + 0,5 SD             cukup
                     X    ≤ Xrata2 - 0,5 SD               kurang


a. Perhitungan Hasil ME tahun 2006::

Bila diperoleh nilai SSN (X):       X > Xrata2 + 1,5 SD
                                    X > 310 + (1,5x8)
                                    X > 310 + 12
                                    X > 322  amat baik,
                                             Jadi bila nilai SSN lebih besar dari 322, maka kualifikasinya Amat Baik

Bila diperoleh nilai SSN (X):       Xrata2 + 0,5 SD < X ≤ Xrata2 + 1,5 SD
                                    310 + (0,5x8) < X ≤ 310 + (1,5x8)
                                    310 + 4 < X ≤ 310 + 12
                                    314 < X ≤ 322 Baik
                                              Maksudnya adalah: nilai SSN lebih besar 314, dan lebih kecil atau sama
                                              dengan 322 atau ditulis: Nilai SSN (X) antara 315 – 322  Baik, jadi bila
                                              nilai SSN terletak antara 315 - 322, maka kualifikasinya Baik

Bila diperoleh nilai SSN (X):       Xrata2 - 0,5 SD < X ≤ Xrata2 + 0,5 SD
                                    310 - (0,5X8) < X ≤ 310 + (0,5x8)
                                    310 – 4 < X ≤ 310 + 4
                                    306 < X ≤ 314  Cukup
                                              Maksudnya adalah: nilai SSN lebih besar 307, dan lebih kecil atau sama
                                              dengan 314 atau ditulis: Nilai SSN (X) antara 307 – 314  Cukup, jadi bila
                                              nilai SSN terletak antara 307-314, maka kualifikasinya Cukup.

               Bila diperoleh nilai SSN (X):               X ≤ Xrata2 - 0,5 SD           kurang
                                                          X ≤ 310 - (0,5x8)
                                                          X ≤ 310 - 6
                                                          X ≤ 306  Kurang
                                               jadi bila nilai SSN ≤ 306, maka kualifikasinya Kurang



     Hasil perhitungan dan kualifikasinya:
     No.       Rentang Nilai                   Kualifikasi
                    SSN
       1          X > 322                      Amat Baik
       2         315 -322                        Baik
       3         307 - 314                      Cukup
       4           ≤ 306                        Kurang


     Kesimpulan menentukan kualifikasi nilai SSN:
     No.         Nama Sekolah              Hasil ME Tahun 2006               Kualifikasi Nilai
      1            SMP N 1                         300                           Kurang
      2            SMP N 2                         320                             Baik
      3            SMP N 3                         310                           Cukup
      4            SMP N 4                         315                           Cukup
      5            SMP N 5                         305                           Kurang



                                                             8
b. Perhitungan Hasil ME tahun 2007::

      No.            Nama Sekolah                        Hasil ME Tahun 2007
       1                SMP N 1                                  320
       2                SMP N 2                                  330
       3                SMP N 3                                  340
       4                SMP N 4                                  325
       5                SMP N 5                                  315
                         Xrata2                                  326
        SD/simpangan baku (dengan rumus)                          10


     Acuan yang dipergunakan sebagai dasar analisa:

                     X    > Xrata2 + 1,5 SD              amat baik
     Xrata2 + 0,5 SD <     X ≤ Xrata2 + 1,5 SD           baik
     Xrata2 - 0,5 SD <    X ≤ Xrata2 + 0,5 SD            cukup
                     X    ≤ Xrata2 - 0,5 SD              kurang


Bila diperoleh nilai SSN (X):       X > Xrata2 + 1,5 SD
                                    X > 326 + (1,5x10)
                                    X > 326 + 15
                                    X > 341 amat baik,
                                             Jadi bila nilai SSN lebih besar dari 341, maka kualifikasinya Amat Baik

Bila diperoleh nilai SSN (X):       Xrata2 + 0,5 SD < X ≤ Xrata2 + 1,5 SD
                                    326 + (0,5x10) < X ≤ 326 + (1,5x10)
                                    326 + 5 < X ≤ 326 + 15
                                    331 < X ≤ 341 Baik
                                              Maksudnya adalah: nilai SSN lebih besar 332, dan lebih kecil atau sama
                                              dengan 341 atau ditulis: Nilai SSN (X) antara 333 – 341  Baik, jadi bila
                                              nilai SSN terletak antara 333 - 341, maka kualifikasinya Baik

Bila diperoleh nilai SSN (X):       Xrata2 - 0,5 SD < X ≤ Xrata2 + 0,5 SD
                                    326 - (0,5X10) < X ≤ 326 + (0,5x10)
                                    326 – 5 < X ≤ 326+ 5
                                    321 < X ≤ 331  Cukup
                                              Maksudnya adalah: nilai SSN lebih besar 322, dan lebih kecil atau sama
                                              dengan 331 atau ditulis: Nilai SSN (X) antara 322 – 331  Cukup, jadi bila
                                              nilai SSN terletak antara 322 - 331, maka kualifikasinya Cukup.

               Bila diperoleh nilai SSN (X):               X ≤ Xrata2 - 0,5 SD           kurang
                                                          X ≤ 326 - (0,5x10)
                                                          X ≤ 326 - 5
                                                          X ≤ 321  Kurang
                                               jadi bila nilai SSN ≤ 321, maka kualifikasinya Kurang



     Hasil perhitungan dan kualifikasinya:
        No.        Rentang Nilai SSN                  Kualifikasi
         1              X > 341                       Amat Baik
         2             333 - 341                         Baik
         3             322 - 331                        Cukup
         4               ≤ 321                         Kurang



                                                          9
          Kesimpulan menentukan kualifikasi nilai SSN:
            No.       Nama Sekolah             Hasil ME Tahun 2007                  Kualifikasi Nilai
             1          SMP N 1                        320                              Kurang
             2          SMP N 2                        330                              Cukup
             3          SMP N 3                        340                                Baik
             4          SMP N 4                        325                              Cukup
             5          SMP N 5                        315                              Kurang


      5. Perbandingan Nilai SSN antara Tahun 2006 dengan 2007:

No.       Nama        Hasil ME   Kualifikasi   Hasil ME        Kualifikasi    Kenaikan Nilai SSN        Perubahan Kualifikasi
         Sekolah       Tahun       Nilai        Tahun            Nilai                                         Nilai
                        2006                     2007
 1      SMP N 1          300      Kurang          320           kurang         Kenaikan nilai 20          Kualifikasi tetap
 2      SMP N 2          320       Baik           330           Cukup          Kenaikan nilai 10          Kualifikasi turun
 3      SMP N 3          310      Cukup           340            Baik          Kenaikan nilai 30           Kualifikasi naik
 4      SMP N 4          315      Cukup           325           Cukup          Kenaikan nilai 10          Kualifikasi tetap
 5      SMP N 5          305      Kurang          315           Kurang         Kenaikan nilai 10          Kualifikasi tetap
Rata-rata nilai SSN      310                      326                        Kenaikan rata-rata 10



E. KESIMPULAN:

      1. Dalam rangka pembinaan sekolah untuk pencapaian SNP, maka diperlukan adanya
         penilaian (ME) yang dapat menggambarkan kondisi tiap sekolah. Ukuran kondisi
         sekolah tersebut antara lain dengan melihat kinerja sekolah. Sehingga penilaian
         sekolah dilakukan untuk mengetahui posisinya dalam kelompok melalui nilai
         kinerjanya. Hal ini akan membantu pengambil kebijakan untuk melakukan
         pembinaan sesuai dengan karakteristik kelompok sekolah (kelompok amat baik, baik,
         cukup, dan kurang) dilihat dari nilai kinerjanya.
      2. Dengan melihat analisis data nilai SSN tahun 2006 dan 2007 di atas dapat diambil
         kesimpulan bahwa telah diperoleh kelompok sekolah baik, cukup, dan kurang. Tidak ada
         sekolah yang mencapai kelompok amat baik. Namun demikian, kebijakan adanya program
         SSN oleh Depdiknas adalah termasuk BERHASIL, hal ini dapat dilihat dari indikator nilai
         kinerja, yaitu telah terjadi kenaikan rata-rata nilai kinerja secara signifikan, yaitu pada tahun
         2006 rata-rata nilai kinerja 310 dan pada tahun 2007 rata-rata nilainya menjadi 326, berarti
         ada kenaikan 16 poin.
      3. Dengan kenaikan arata-rata nasional tersebut, maka sekolah dengan kenaikan nilai kinerja
         SSN relatif besar akan cenderung menaikkan kualifikasinya, dan sekolah dengan kenaikan
         nilai relatif kecil atau turun nilanya, maka akan cenderung mempertahankan kualifikasinya
         atau bahkan bisa menjadi turun kualifikasi. Dengan kata lain, sangat mungkin terjadi bahwa
         meskipun nilai murni kinerja SSN meningkat akan tetapi kualifikasinya justru TURUN,
         karena adanya peningkatan rata-rata yang signifikan dalam kelompok sekolah (nasional).
      4. Dengan demikian, bagi Direktorat Pembinaan SMP dapat mengambil kebijakan
         bahwa kebijakan SSN adalah sangat tepat dan berhasil dengan baik secara nasional.
         Implikasinya, kebijakan SSN ini pantas untuk dilanjutkan, dikembangkan, dan
         ditingkatkan terus menerus. Bahkan diharapkan semua sekolah dapat memenuhi
         SNP atau menjadi SSN semua.

                                                          10
Sebagai jawaban pertanyaan di atas:

a. Berapa nilai rata-rata kinerja sekolah SSN pada tahun 2006 dan 2007?
   Jawaban: Tahun 2006 = 310 dan tahun 2007 = 326.
b. Berapa kenaikan rata-rata secara nasional (dari tahun 2006 ke tahun 2007)?
   Jawab: 326 – 310 = 16
c. Berapa rentang nilai (nilai interval) yang dihasilkan dalam kelompok sekolah dengan
   NORMA/KRITERIA/KUALIFIKASI Amat Baik, Baik, Cukup, Kurang untuk masing-masing tahun?
   Jawab:

         Rentang Nilai Tahun 2006:
           No.     Rentang Nilai SSN           Kualifikasi
            1           X > 322                Amat Baik
            2          315 -322                   Baik
            3          307 - 314                 Cukup
            4            ≤ 306                  Kurang


         Rentang Nilai Tahun 2006:
           No.     Rentang Nilai SSN           Kualifikasi
            1           X > 341                Amat Baik
            2          333 - 341                  Baik
            3          322 - 331                 Cukup
            4            ≤ 321                  Kurang


d. Berapa sekolah yang termasuk dalam norma/kriteria/kualifikasi Amat Baik, Baik, Cukup, Kurang?
   Jawab:
   Jumlah sekolah yang masuk dalam masing-masing kelompok pada tahun 2006:
           No.     Rentang Nilai SSN           Kualifikasi                 Kualifikasi
            1           X > 322                Amat Baik                        
            2          315 -322                   Baik                         1
            3          307 - 314                 Cukup                         2
            4            ≤ 306                  Kurang                         2


     Rentang Nilai Tahun 2006:
           No.     Rentang Nilai SSN           Kualifikasi                 Kualifikasi
            1           X > 341                Amat Baik                        
            2          333 - 341                  Baik                         1
            3          322 - 331                 Cukup                         2
            4            ≤ 321                  Kurang                         2


e. Berapa sekolah yang kualifikasinya naik, tetap, dan turun?
   Jawab: Jumlah sekolah yang kualifikasinya naik: 1 sekolah, yang tetap: 3 sekolah, dan yang
   kualifikasinya turun: 1 sekolah.

f.   Mengapa bisa terjadi perubahan kualifikasi?
     Jawab:
     - Karena terjadinya kenaikan rata-rata nilai kinerja secara signifikan. Bagi sekolah dengan
        kenaikan nilai kinerja SSN relatif besar akan cenderung menaikkan kualifikasinya, dan
        sekolah dengan kenaikan nilai relatif kecil atau turun nilanya, maka akan cenderung
        mempertahankan kualifikasinya atau bahkan bisa menjadi turun kualifikasi.

                                                  11
12

								
To top