Docstoc

Inovasi sekolah sbg sistem

Document Sample
Inovasi sekolah sbg sistem Powered By Docstoc
					       INOVASI
SEKOLAH SEBAGAI SISTEM

                  Oleh:
Prof. Slamet PH, MA, MEd, MA, MLHR, Ph.D
          ISI MATERI:
• Peristilahan: kehidupan,
  perubahan, kreativitas, dan inovasi
• Sekolah sebagai sistem
• Inovasi sekolah
      PERISTILAHAN

• Kehidupan adalah perubahan,
  jika tidak ada perubahan,
  tidak ada kehidupan
• Sekolah termasuk kehidupan
  karena memiliki sifat untuk
  berubah
• Perubahan adalah kejadian berubah-
  nya sesuatu menjadi sesuatu yang lain
• Kreativitas adalah proses berpikir yang
  menghasilkan daya cipta (asli, baru)
  dan kehidupan merupakan evolusi
  kreatif
• Inovasi adalah upaya sistematis untuk
  melakukan        perubahan      terhadap
  sesuatu yang sudah ada dengan cara
  menambah, mengembangkan, memo-
  difikasi, dsb. atas dasar daya cipta
    SEKOLAH SEBAGAI SISTEM
Secara visual, sekolah sebagai          sistem
dapat digambarkan sebagai berikut. Jika
kita ingin menganalisis, kita mulai dari
outcome,       output,   proses,   input, dan
berakhir pada konteks. Sebaiknya, jika kita
ingin    melakukan     langkah    -   langkah
pemecahan persoalan         atau menyiapkan,
maka arahnya terbalik, yaitu dimulai dari
konteks,      input,   proses,   output, dan
berakhir     pada    outcome. Inilah       cara
berpikir sistem yang runtut.
          Kualitas dan Inovasi




Konteks   Input         Proses    Output    Outcome




                                     Efektifitas
                  Produktifitas
             Efisiensi Internal
            Efisiensi Eksternal
          Tabel 1. Sekolah sebagai Sistem
Komponen                   Sub-komponen

Konteks         1. Tuntutan pengembangan diri
                   dan peluang tamatan
                2. Dukungan pemerintah, DPR, dan
                   masyarakat
                3. Kebijakan pemerintah
                4. Landasan hukum
                 5. Kemajuan ipteks
                6. Nilai & harapan masyarakat
                 7. Tuntutan otonomi
                 8. Tuntutan globalisasi
Komponen               Sub-komponen

            1. Visi, misi, tujuan, sasaran
            2. Kurikulum
            3.   Pendidik dan Tenaga Kependidikan
 Input      4.   Peserta didik
            5.   Sarana dan prasarana
            6.   Dana
            7.   Regulasi
            8.   Organisasi
            9. Administrasi
           10. Peran serta masyarakat
           11. Budaya sekolah
Komponen             Sub-komponen



 Proses    1. Proses belajar mengajar




           1. Prestasi akademik
           2. Prestasi non akademik
 Output
           3. Angka mengulang
           4. Angka putus sekolah
Komponen          Sub-komponen



           1. Kesempatan pendidikan
Outcome
           2. Kesempatan kerja

           3. Pengembangan diri tamatan.
 Catatan:
• Manajemen sekolah berada pada seluruh
  komponen sekolah sebagai sistem, yaitu pada
  konteks, input, proses, output, dan outcome,
  karena manajemen berurusan dengan sistem,
  mulai dari perencanaan, pengorganisasian,
  pelaksanaan,     pengkoordinasian     hingga
  sampai pengontrolan/pengevaluasian.
• Kepemimpinan berada pada komponen
  manusia,    baik    pendidik    dan   tenaga
  kependidikan, maupun pada peserta didik,
  karena kepemimpinan berurusan dengan
  orang.
        INOVASI TUJUAN
 Tujuan yang akan dicapai oleh
  sekolah agar mencakup daya fikir,
  daya qolbu, daya pisik (kecerdasan
  majemuk),       penguasaan     ilmu
  pengetahuan dan teknologi serta
  seni dan dijaga keseimbangannya
 Selain itu, jaga keseimbangan
  antara disiplin dan kreativitas,
  deduktif dan induktif, bersaing dan
  kerjasama, holistik dan atomistik,
  pribadi dan sosial, tuntutan dan
  prakarsa.
      INOVASI KURIKULUM
• Kurikulum (apa yang diajarkan) agar
  dipilih    mana     yang    “harus”,
  “seharusnya”, dan “yang dapat”
  diajarkan untuk mencapai standar
  kompetensi lulusan
• Kurikulum yang dikembangkan agar
  memberi peluang untuk melakukan
  diversifikasi, pengayaan, pendalam-
  an, perluasan, dan/atau penambah-
  an
             INOVASI
 PENDIDIK & TENAGA KEPENDIDIKAN
• Kompetensi, komitmen dan kesejahteraan
  pendidik     dan     tenaga    kependidikan
  ditingkatkan atas dasar hasil evaluasi
• Peningkatan kompetensi, komitmen dan
  kesejahteraan guru dilakukan dengan “40
  cara untuk menjadi guru agung”
• Untuk kepala sekolah, lakukan inovasi
  dengan menerapkan 25 kompetensi kepala
  sekolah, 13 urusan sekolah,            matrik
  manajemen sekolah, dan manajemen mutu
  terpadu (lihat slide berikut)
KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH
1. Memiliki Landasan dan Wawasan
   Pendidikan
2. Memahami Sekolah sebagai Sistem
3. Memahami Manajemen Berbasis
   Sekolah
4. Merencanakan Pengembangan
   Sekolah
5. Mengelola Kurikulum
6.   Mengelola Pendidik dan Tenaga
     Kependidikan
7.   Mengelola Sarana dan Prasarana
8.   Mengelola Kesiswaan
9.   Mengelola Keuangan
10. Mengelola Hubungan Sekolah-
    Masyarakat
11. Mengelola Kelembagaan
12. Mengelola Sistem Informasi
    Sekolah
13. Memimpin Sekolah
14. Mengembangkan Budaya Sekolah
15. Memiliki dan Melaksanakan Kreatifitas,
    Inovasi dan Jiwa Kewirausahaan
16. Mengembangkan Diri
17. Mengelola Waktu
18. Menyusun dan Melaksanakan Regulasi
    Sekolah
19. Memberdayakan Sumberdaya Sekolah
20. Melakukan Koordinasi/Penyerasian
21. Mengambil Keputusan secara
    Terampil
22. Melakukan Monitoring dan Evaluasi
23. Melaksanakan Supervisi (Penyeliaan)
24. Menyiapkan, Melaksanakan dan
    Menindaklanjuti Hasil Akreditasi
25. Membuat Laporan Akuntabilitas
    Sekolah;
         INOVASI
    MANAJEMEN SEKOLAH
• Melaksanakan urusan-urusan
  sekolah secara utuh dan benar
• Menerapkan matrik MBS secara
  utuh dan benar
• Menerapkan manajemen mutu
  terpadu secara progresif
 MENERAPKAN URUSAN-URUSAN SEKOLAH
       SECARA UTUH DAN BENAR
• Urusan PBM (Pokok)
• Urusan-Urusan Pendukung PBM :
 1. Urusan Kurikulum
 2. Urusan Ketenagaan
 3. Urusan Kesiswaan
 4. Urusan Sarana dan Prasarana
 5. Urusan Regulasi Sekolah
 6. Urusan Keuangan dan Akuntansi
 7. Urusan Administrasi
 8. Urusan Organisasi
 9. Urusan Promosi Sekolah/Hubungan Masyarakat
10. Urusan Komite Sekolah
11. Urusan Pengembangan Budaya/Kultur Sekolah
12. Urusan Kekepalasekolahan
                    MATRIK MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

               Fungsi   Perenca   Pengorgani   Pelaksa   Pengkoor   Pengevaluasi
                        naan      sasian       naan      dinasian   an
 Urusan
PBM                         √          √           √         √           √

Kurikulum                   √          √           √         √           √

Ketenagaan                  √          √           √         √           √

Kesiswaan                   √          √           √         √           √

Sarana & prasarana          √          √           √         √           √

Keuangan                    √          √           √         √           √

Regulasi Sekolah            √          √           √         √           √

Administrasi                √          √           √         √           √

Organisasi                  √          √           √         √           √

Humas/Komite                √          √           √         √           √
Sekolah
Kultur Sekolah              √          √           √         √           √

Kekepalasekolahan           √          √           √         √           √
         MENERAPKAN
    MANAJEMEN MUTU TERPADU

• Fokus perhatian pada peserta didik;
• Keterlibatan total warga sekolah dalam
  meningkatkan mutu (teamwork yang
  kompak, cerdas, dinamis, harmonis, dan
  lincah); dan
• Perbaikan/peningkatan/pengembangan
  secara terus menerus.
     Perbaikan Secara Terus
            Menerus

             Rencana


Refleksi &
                        Implementasi
  Revisi


             Evaluasi
     INOVASI KEPEMIMPINAN
• Menerapkan    paradigma    kepemim-
  pinan visioner dan kepemimpinan
  situasional  yang    dilandasi  oleh
  humanisme
• Menerapkan konsep bahwa “hati
  kepemimpinan adalah kepemimpinan
  hati”
• Memberdayakan, menjadi teladan,
  membimbing,     memfasilitasi,  dan
  memotivasi yang dipimpin
        INOVASI PESERTA DIDIK
• Pendidikan    karakter   diterapkan    di
  sekolah
• Kegiatan    OSIS     ditekankan     pada
  pengembangan       kepemimpinan      dan
  manajemen
• Pengembangan      bakat,    minat    dan
  kemampuan dilakukan secara terencana
  dan terpadu
• Mekanisme persaingan dan solidaritas
  diterapkan secara seimbang
• Peningkatan prestasi, usaha, motivasi,
  dan kepuasan peserta didik dilakukan
  secara kontinyu
        INOVASI
 SARANA DAN PRASARANA
• Dimensi kecukupan
• Dimensi relevansi
• Dimensi kemutakhiran
• Pemanfaatan teknologi dan
  lingkungan
          INOVASI DANA
• RPS merupakan dasar bagi
  penyusunan RAPBS (pendanaan/
  biaya sekolah)
• Perlu upaya diversifikasi sumber
  dana
• Perlu upaya peningkatan efisiensi
  penggunaan dana
• Melaksanakan akuntabilitas
  penggunaan dana secara benar
   INOVASI REGULASI SEKOLAH
• Penyusunan regulasi sekolah sesuai
  dengan status sekolah (Sekolah
  Potensial, SSN, dan SBI)
• Regulasi sekolah harus bersifat
  memberdayakan,        memfasilitasi,
  dan bukan menghambat
• Regulasi sekolah: seleksi siswa
  baru, disiplin sekolah, tata tertib
  sekolah, dsb.
  INOVASI ORGANISASI SEKOLAH
• Melakukan restrukturisasi sekolah sesuai
  dengan      fungsinya    sebagai sekolah
  Potensial, SSN, atau SBI
• Memperjelas: (1) visi, misi, dan tujuan,
  (2) pembagian tugas dan fungsi, (3)
  struktur organisasi, (3) hierarki otoritas,
  (4) kewenangan dan tanggungjawab, (5)
  mekanisme koordinasi, (6) aturan,
  prosedur, dan mekanisme kerja, (7)
  hubungan struktural dan fungsional
     INOVASI ADMINISTRASI
• Melakukan inovasi administrasi
  sekolah dengan memanfaatkan jasa
  elektronik
• Menerapkan Peraturan Pemerintah
  tentang e-government
            INOVASI
     PERANSERTA MASYARAKAT
• Berdayakan      peranserta    masyarakat
  melalui Komite Sekolah agar memberikan
  kontribusi    dalam    bentuk   material,
  finansial, intelektual, moral, dan/atau
  akses
• Koordinasikan sekolah, keluarga dan
  masyarakat agar sejalan dalam mendidik
  anak-anak
• Membangun jaringan dengan sekolah
  sekolah lain yang berkualitas tinggi,
  perguruan tinggi, dsb. dalam rangka
  mempelajari praktek-praktek yang baik
  dan kerjasama
     INOVASI BUDAYA SEKOLAH
 Budaya sekolah adalah konfigurasi nilai-nilai
  yang dianut sebagai sumber penggalangan
  konformisme sikap dan perilaku bagi warga
  sekolah;
 Inovasi-inovasi budaya (nilai-nilai) sekolah
  misalnya: kedisiplinan, empati, simpati,
  penekanan pada pembelajaran, solidaritas
  (teamwork, kerjasama, sinergi), optimisme,
  komunikasi yang baik, tanggungjawab,
  respek, berpikir sistem, profesionalisme,
  proaktif,   pro-perubahan,     harmonisme,
  kejujuran, dan ekspektasi yang tinggi
  terhadap peserta didik
    INOVASI PEMBELAJARAN

Merancang,         melaksanakan,         dan
mengembangkan pendekatan pembelajar-
an yang mampu menggugah kreativitas
dan inovasi peserta didik, misalnya:
PAKEM, pembelajaran kontekstual, dan
konstruktivisme
Menyelenggarakan pembelajaran yang
memperhatikan          keselarasan       dan
keseimbangan antara: (a) kreativitas dan
disiplin, (b) persaingan dan kerjasama, (c)
berpikir holistik dan atomistik, (d) berpikir
induktif dan deduktif, (e) tuntutan dan
prakarsa
Mengembangkan pembelajaran sebagai
sistem (Gambar 1);
Pembelajaran        inovatif   menghendaki
pembelajaran bergerak dari pemahaman,
ke penghayatan hingga sampai ke
penerapan (Gambar 2);
Bergeserlah pembelajaran dari abstrak ke
riil, dari tekstual ke aktual, dari verbal ke
konkret, dari artifisial ke realita, dan dari
maya ke nyata (Gambar 3);
Pilihlah     strategi  pembelajaran     yang
variatif (Gambar 4);
Laksanakan penilaian pembelajaran yang
mencakup proses, tidak hanya hasil.
PROSES BELAJAR MENGAJAR YANG INOVATIF
Idealnya, penyelenggaraan pembelajaran
pada pendidikan dasar dan menengah
mengikuti prinsip-prinsip sebagai berikut: (1)
proses       belajar     mengajar       mampu
mengakrabkan,          menghayatkan         dan
menerapkan nilai-nilai (religi, teori, ekonomi,
kuasa, seni, solidaritas termasuk moral),
norma-norma untuk mengkonkretisasikan
nilai-nilai tersebut, dan standar-standar; (2)
proses belajar mengajar harus pro-perubahan
yaitu yang mampu menumbuhkan dan
mengembangkan daya kreasi, inovasi, nalar
dan eksperimentasi untuk menemukan
kemungkinan baru, “a joy of discovery”,
yang tidak tertambat pada tradisi dan
kebiasaan proses belajar di sekolah yang
lebih mementingkan memorisasi dan
recall; (3) penggunaan pendekatan proses
belajar mengajar yang beragam agar
mampu mengaktualkan potensi peserta
didik, baik intelektual, emosional, spiritual,
estetikal maupun kinestetikalnya; (4)
proses belajar mengajar yang bermatra
individual-sosial-kultural perlu dikembang-
kan sekaligus agar sikap dan perilaku
peserta didik sebagai makhluk individual
tidak terlepas dari kaitannya dengan
kehidupan masyarakat lokal, nasional,
regional dan global; (5) proses belajar
mengajar     mampu    membangun       karakter
peserta didik yang berjati diri warga Negara
Indonesia serta berwawasan internasional; (6)
penggunaan     media    pembelajaran     yang
bervariasi sesuai dengan karakteristik peserta
didik dan bahan ajarnya; (7) proses belajar
mengajar yang mendorong keingintahuan (a
sense of curiosity and wonder), keterbukaan
pada      kemungkinan-kemungkinan        baru,
prioritas pada fasilitasi kemerdekaan dan
kreativitas dalam mencari jawaban atau
pengetahuan baru (meskipun jawaban itu
salah atau pengetahuan baru dimaksud belum
dapat    digunakan);   dan   (8)   penerapan
pendekatan yang diwarnai oleh eksperimentasi
untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan
baru.
            GAMBAR 1: PEMBELAJARAN SEBAGAI SISTEM

 INPUT                     PROSES              OUTPUT


 Tujuan

Evaluasi

 Materi

Pengajar                     P.B.M       HASIL BELAJAR
                     • Perilaku Guru     • Peningkatan Daya Fikir
 Siswa               • Perilaku Siswa    • Peningkatan Daya
                                           Kalbu
 Metode
                                         • Peningkatan Daya Fisik
 Media                                   • Penguasaan Ilmu

 Waktu

Lingkunga
    n
  Gambar 2: Logos, Etos, dan Patos

    LOGOS                 ETOS               PATOS


(Pengenalan Nilai) (Internalisasi Nilai)   (Penerapan Nilai)




 Pengetahuan           Penghayatan          Perbuatan
                                           (Pengamalan)
       GAMBAR 3:
KONVENSIONAL VS INOVATIF

 Konvensional   Inovatif

   Abstrak        Riil
   Tekstual      Aktual
    Verbal      Konkret
   Artifisial   Realita
    Maya         Nyata
GAMBAR 4: STRATEGI PEMBELAJARAN

                                           JENIS REALITA
                                    ASLI                  TIRUAN
                   KONKRET   • Praktik            • Simulasi
                             • Bekerja            • Role Playing
                             • Eksperimen         • Reflektif
JENIS PENGALAMAN




                             •   Pengamatan       •   Film Fiksi
                   PANDANG




                             •   Film Nyata       •   Buku
                             •   Peragaan         •   Fiksi
                             •   Study Tour       •   VCD
                                                  •   Animasi
                   ABSTRAK




                                              Verbal
                                            (kata-kata)
• Merintis/mengembangkan e-learning
• Mengembangkan diktat/paket belajar
  mandiri
• Mengembangkan program-program
  pengayaan, akselerasi, remedial, dsb.
  untuk melayani siswa-siswa unggul
  dan berkebutuhan khusus
• Melaksanakan evaluasi otentik dan
  menghindari     “detotalisasi”     hasil
  belajar yang hanya sekadar untuk
  memenuhi ujian nasional. Ujian
  nasional penting, tetapi tidak cukup.
        INOVASI OUTPUT
Melakukan inovasi output sekolah
yang mencakup dimensi kualitas
dasar (daya pikir, daya qolbu, daya
pisik),   dan    dimensi    kualitas
instrumental yang meliputi ilmu
pengetahuan dan teknologi serta seni
secara seimbang
             PESAN INOVATIF
• Lakukan perubahan sekecil apapun
• Perubahan memerlukan perubahan pada
  bawahan, atasan dan dirimu
• Pikirkanlah apa yang selama ini belum
  dipikirkan oleh orang lain (prinsip kreatif,
  inovatif)
• Hari esok harus lebih kreatif dari pada hari
  ini (ikuti asas evolusi kreatif dalam gejala
  kehidupan)
• Cara efektif untuk menemukan bagaimana
  kesuksesan itu dicapai adalah dengan
  memperlajari cara berpikir, bersikap, dan
  bertindak para orang yang terbukti hebat
  pada apa yang mereka kerjakan

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2799
posted:2/12/2010
language:Indonesian
pages:44