PEMANTAUAN KUALITAS UDARA

Document Sample
PEMANTAUAN KUALITAS UDARA Powered By Docstoc
					                    Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 162-167


                       DAMPAK BISING DAN KUALITAS UDARA
                        PADA LINGKUNGAN KOTA DENPASAR

                                Anak Agung Gede Sugiarta
            Jurusan Agro Sains Teknologi Fakultas Pertanian Universitas Udayana

                                          Abstract
This study was aimed to investigate impacts of noise and air quality composition on the
environmental quality of Denpasar City. Tests were carried out on 4 stations in the city where
considered to be having high transportation load and critical quality parameters of air
including Pb and CO. Results of this study indicated that the highest noise level was observed
at Gunung Agung Street (72.5 dB), but a higher composition of Pb (0.843 μg/m3) and CO (1280
μg/m3) were observed in the front of Ngurah Rai Sport Center, Denpasar. For the dust, its was
found to be over the threshold.

Key words : noise, air quality, Pb, CO

1. Pendahuluan                                                 Hasil penelitian ini diharapkan
1.1. Latar Belakang                                   dapat memberikan sumbangan informasi
     Kota Denpasar merupakan salah satu               data untuk : Pengaruh pemakaian bensin
pusat kota yang teramai di Bali. Sebagai              tanpa timbal terhadap kualitas udara di
salah satu tujuan wisata Kota dan Puri,               Kota Denpasar, sebagai tindak lanjut dari
Denpasar sangat mengandalkan keindahan                Rekomendasi dari SLHD Kota Denpasar
dan keunikan lingkungan alam dan budaya,              pada 2005, dan memberikan gambaran
yang didukung oleh program “Desa                      yang pasti kepada Pemerintah Kota
Lestari”. Terkait dengan keunikan tadi,               Denpasar mengenai penurunan pencemaran
pariwisata Kota Denpasar sangat rentan                udara oleh timbal (Pb) dan peningkatan
oleh isu-isu lingkungan seperti sanitasi              kebisingan serta analisis pencegahan,
lingkungan, pencemaran lingkungan, serta              penanggulangan dan pemulihan kebisingan
kerusakan lingkungan yang mengganggu                  dan kualitas udara serta usaha-usaha
keindahan dan kelestarian alam lingkungan             pelestarian lingkungan di Kota Denpasar.
Kota Denpasar yang berpengaruh pada
budayanya. Karena itu sangat penting                  2. Metode Penelitian
dilakukan tindakan-tindakan pencegahan,               2.1.    Waktu dan Tempat Penelitian
pengendalian        dan     penanggulangan            Penelitian ini dilakukan pada tanggal 31
pencemaran dan kerusakan lingkungan,                  Mei 2006 di beberapa tempat. Pengambilan
serta pemulihan kerusakan kualitas                    sampel kualitas udara dilakukan seperti
lingkungan baik darat, perairan, dan udara.           berikut.Di SMA N 2 Denpasar (Jln.
1.2. Tujuan                                           Sudirman Denpasar)
         Penelitian ini pada dasarnya                      1) Di depan Kantor Camat Denpasar
ditujukan untuk mengetahui peningkatkan                       Barat (Jln. Gunung Agung);
kualitas udara Kota Denpasar pasca                         2) Di depan Kantor Walikota
pemberlakuan bensin tanpa timbal (Pb)                         Denpasar (Jln. Gadjah Mada);
untuk      kehidupan      meliputi    upaya                3) Di depan GOR Ngurah Rai,
pengukuran dan pemantauan kualitas udara,                     Denpasar (Jln. Melati – Jl. Mawar)
identifikasi tempat pencemaran yang
diperkirakan      tinggi,   dan      analisis         2.2.   Alat dan Bahan Penelitian
pengendalian pada sumber pencemar                            Alat yang dipegunakan untuk
termasuk       usaha-usaha      pencegahan,           pengambilan sampel udara (data primer)
penanggulangan,         pemulihan,       dan          pada    masing-masing     lokasi   adalah
pelestarian lingkungan untuk Kebisingan               IMPINGEL yang dimiliki oleh UPTD Balai
dan kualitas udara.                                   Hiperkes Propinsi Bali, Sound Level Meter
1.3. Manfaat Penelitian                               (SLM) yang dimiliki oleh PPLH-Unud,


                                                                                            162
                    Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 162-167


Pompa hisap dengan kecepatan tertentu,                    Untuk parameter bising dapat disajikan
Filter holder dengan model tertentu, Filter               dalam Tabel 1 berikut :
dengan spesifikasi tertentu, Timbangan                (2) Parameter Kualitas Udara
analitik, Exsikator dan lain-lain. untuk data             Untuk parameter kualitas udara, yang
sekunder      seperti    jumlah    kendaraan              berupa Debu, Timbal (Pb), Carbon
operasional, jumlah pemakaian BBM dan                     Monoksida (CO), Sulfur Dioksida
lain-lain diperoleh dari pemerintah Kota                  (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2) dan
Denpasar dalam hal ini Dinas Lingkungan                   Ozon (O3) dapat disajikan dalam Tabel
Hidup Kota Denpasar. Bahan yang                           2 berikut .
dipergunakan antara lain :, Larutan HNO3
pekat, Larutan NHO3 1%, Larutan                       3.2 Pembahasan
Hydroxylamine Hidrocloride 20%, Larutan               1) Parameter Kebisingan
KCN 10%, Larutan Ditizone dalam                                Untuk parameter Kebisingan, dari
cloroform, Kertas indicator, Larutan standar          hasil analisis pengujian kualitas udara,
lead nitrate dan lain-lain.                           terlihat bahwa konsentrasinya pada empat
                                                      lokasi pengambilan sampel yaitu di lokasi
2.3.    Metode Analisis Sampel                        depan Kantor Camat Denpasar Barat (Jln.
        Metode analisa sampel yang                    Gunung Agung), di depan Kantor Walikota
dipergunakan     untuk    masing-masing               Denpasar (Jln. Gadjah Mada), di depan
parameter adalah sebagai berikut : Debu               GOR Ngurah Rai dan di SMA N 2
dengan menggunakan metode Gravimetri,                 Denpasar (Jln. Sudirman Denpasar),
Timbal (Pb) dengan menggunakan metode                 ternyata konsentrasi parameter kebisingan
Dithizon, Karbon Monoksida (CO) dengan                semua berada dibawah standar baku mutu
menggunakan metode Titrimetri dengan                  lingkungan yang diperbolehkan (Keputusan
Iodium pentoksida, Belerang Dioksida                  Gubernur Bali No. 515 Tahun 2000, untuk
(SO2) dengan menggunakan metode West                  debu total adalah sebesar 75 dB), pada
Gueka, dan Nitrogen Dioksida (NO2)                    periode pengukuran tanggal 31 Mei 2006 .
dengan menggunakan metode Saltzman                             Kebisingan yang tertinggi sebesar
                                                      72,5 dB terjadi di Depan Kantor Camat
2.4.     Teknik Penyajian dan Analisis                Denpasar Barat (Jl. Gunung Agung) dan
         Data                                         yang terendah sebesar 68,3 dB terjadi di
         Sampel yang telah diambil (data              Depan GOR Ngurah Rai (Jl. Melati – Jl.
Primer) di tiap-tiap lokasi akan dianalisis di        Mawar).      Adanya      peningkatan    dan
laboratorium Hiperkes dan hasil analisis              perbedaan kebisingan di lokasi masing-
dibandingkan dengan Keputusan Gubenur                 masing dalam atmosfer/udara ambien
Bali No. 515 Tahun 2000 tentang Standar               sebagian     besar     disebabkan    karena
Baku Mutu Lingkungan pada Lampiran                    konstribusi ramainya kendaraan bermotor,
VIII : Baku Mutu Udara Ambien. Untuk                  mengingat semua lokasi pengambilan
sampel kebisingan langsung diambil di                 sampel yang berada ditepi jalan utama
lapangan dengan SLM yakni dengan                      pusat kota yang banyak dilalui oleh
mengambil 15 kali uji kebisingan dalam 1              kendaraan bermotor terutama kendaraan
menit lalu dirata-ratakan untuk memperoleh            besar (seperti mobil penumpang, bus, truk
1 nilai sampel Kebisingan.                            dan kendaraan berat lainnya). Sebagian
                                                      besar kebisingan ini diakibatkan karena
3. Hasil dan Pembahasan                               kepadatan arus lalu lintas di masing-masing
3.1 Data Primer Kualitas Udara                        lokasi dan jam serta hari sibuk untuk kerja
        Hasil Pengukuran                              (melakukan aktifitas kantor).
        Berdasarkan analisis 4 (empat)
sampel yang telah dilaksanakan di                     2) Parameter Kualitas Udara
Lapangan dan di laboratorium, diperoleh               a. Debu
hasil yang disajikan seperti di bawah ini .                 Untuk parameter Kualitas udara
(1)     Parameter Bising                              yaitu debu total, dari hasil analisis
                                                      pengujian kualitas udara, terlihat bahwa


                                                                                             163
                   Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 162-167


konsentrasinya    pada     empat      lokasi         mengandung timbal walaupun kecil sekali
pengambilan sampel yaitu di lokasi depan             kandungannya dalam bahan bakar (0.014
Kantor Camat Denpasar Barat (Jln. Gunung             μg/m3), karena sifat dari gas Timbal adalah
Agung), di depan Kantor Walikota                     bersifat akumulatif (Kurniawan, 2001).
Denpasar (Jln. Gadjah Mada), di depan                Logam berat yang berwarna kelabu
GOR Ngurah Rai Denpasar (Jln. Melati)                keperakan dan sangat beracun yang
dan di SMA N 2 Denpasar (Jln. Sudirman               dihasilkan dari pembakaran bahan bakar
Denpasar), ternyata konsentrasi parameter            kendaraan      bermotor.        Peningkatan
debunya semua berada diatas standar baku             kandungan Pb dalam darah akan dapat
mutu lingkungan yang diperbolehkan                   menyebabkan orang merasa pusing-pusing,
(Keputusan Gubernur Bali No. 515 Tahun               mual bahkan muntah, dan pada ibu hamil
2000, untuk debu total adalah sebesar 230            akan dapat mengakibatkan keguguran.
μg/m3.
        Adanya kandungan debu dalam                  c. Carbon Monoksida (CO)
atmosfer/udara ambien sebagian besar                         Konsentrasi gas Karbon Monoksida
disebabkan karena konstribusi zat pencemar           (CO) pada ke-4 lokasi sampling semuanya
partikulat yang bersumber dari kendaraan             masih berada di bawah standar baku mutu
bermotor,    mengingat     semua      lokasi         yang diperbolehkan ( SK Gubernur Bali No
pengambilan sampel yang berada ditepi                515 Tahun 2000, konsentrasi gas CO yang
jalan utama pusat kota yang banyak dilalui           diperbolehkan 30.000 μg/m3). Konsentrasi
oleh    kendaraan    bermotor      terutama          CO yang tertinggi sebesar 1280 μg/m3 di
kendaraan besar (seperti mobil penumpang,            Depan GOR Ngurah Rai (Jl. Melati – Jl.
bus, truk dan kendaraan berat lainnya).              Mawar) dan yang terendah sebesar 1013,33
Sebagian besar partikel halus ini berasal            μg/m3 di Depan Kantor Walikota Denpasar
dari senyawa Sulfur dan senyawa Nitrogen             (Jl. Gajah Mada). Adanya konsentrasi gas
yang dalam selang waktu beberapa jam atau            Karbon Monoksida di udara ambien lebih
beberapa hari berubah dari gas menjadi               banyak disebabkan dari konstribusi asap
padat.                                               kendaraan bermotor yang banyak melintas
        Berdasarlkan      hasil     analisis         di lokasi sampling. Menurut Kurniawan
pengujian kualitas udara untuk semua                 (2001), sebagian besar gas CO yang ada di
parameter debu pada 4 lokasi sampling                udara perkotaan berasal dari kendaraan
menunjukkan nilai sudah di atas standar              bermotor (80%) dan ini menunjukkan
baku mutu lingkungan yang diperbolehkan              korelasi yang positif dengan kepadatan lalu
yaitu Keputusan Gubernur Bali No. 515                lintas dan kegiatan lain yang ikut sebagai
Tahun 2000.                                          penyumbang gas CO di Atmosfer. Pada
                                                     bahan bakar yang banyak mengandung
b. Timbal (Pb)                                       karbon (seperti bensin dan solar) terbakar
       Untuk parameter Timbal (Pb), dari             dengan tidak sempurna maka akan
4 (empat) lokasi pengambilan sampel                  menghasilkan suatu senyawa berupa gas
konsentrasi Timbalnya menunjukkan nilai              yang tidak berwarna dan tidak berbau yang
dibawah standar baku mutu lingkungan                 sering kita kenal dengan sebutnya gas CO
yang diijinkan (Keputusan Gubernur Bali              (karbon Monoksida). Selain dari asap
No. 515 Tahun 2000 konsentrasi Timbal/Pb             kendaraan bermotor sumber pencemar lain
yang diperbolehkan sebesar 2 μg/m3).                 terhadap gas CO ini adalah hasil
Konsentrasi timbal yang tertinggi sebesar            pembakaran pada pembakaran sampah
0,843 μg/m3 di Depan GOR Ngurah Rai (Jl.             pertanian dan pembakaran limbah padat
Melati – Jl. Mawar) dan yang terendah                lainnya. Dampak dari peningkatan kadar
sebesar 0,555 μg/m3 di Depan Kantor                  CO dalam darah akan dapat mengikat kadar
Walikota Denpasar (Jl. Gajah Mada).                  oksigen dalam darah dan dapat mengurangi
Adanya konsentrasi dari Timbal di udara              pasokan oksigen keseluruh tubuh, yang
merupakan konstribusi dari gas buang                 pada akhirnya akan dapat menyebabkan
kendaraan bermotor yang dalam bahan                  rasa pusing bahkan pingsan.
bakarnya     terutama   bensin     masih


                                                                                            164
                                              Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 162-167


Tabel 1. Hasil Analisis Parameter Fisika
                     Hari                                            Baku                 Hasil Pengujian
    No.                          Parameter    Metode      Satuan
                 Pengukuran                                          mutu        I          II       III            IV
      1        31 Mei ‘ 06         Bising      SLM          dB        75       72,3        72,5     71,5  68,3
                                                                 3
    2         31 Mei ‘ 06     Debu           Gravimetri    μg/m      230     398,551* 320,221* 326,087* 289,885*
Sumber : Data Primer PPLH UNUD, 2006

Tabel 2. Hasil Analisis Parameter Kimia
          Hari Peng-                                                                           Baku                        Hasil Pengujian
 No.                             Parameter                Metode                 Satuan
            ukuran                                                                             mutu           I              II         III      IV
  1 31 Mei ‘ 06           Timbal (Pb)               Dithizon Ektraktion           μg/m3             2      0,697          0,615       0,555    0,843
  2 31 Mei ‘ 06           Carbon Monoksida (CO) Iodium Pentoksida                 μg/m3        30.000     1173,34        1088,63    1013,33   1280,00
  3 31 Mei ‘ 06           Sulfur Dioksida (SO2)     West Gueka                    μg/m3           900      27,19          22,90      22,93     18,73
  4 31 Mei ‘ 06           Nitrogen Dioksida (NO2) Saltzman                        μg/m3           400     56,227         38,110      37,370   67,036
                                            Jam Pengukuran                                                 08.15          09.35      10.45     12.05
Sumber : Data Primer PPLH UNUD, 2006

Keterangan Lokasi sampling :
I. Di SMA N 2 Denpasar (Jln. Sudirman Denpasar)
II. Di depan Kantor Camat Denpasar Barat (Jln. Gunung Agung)
III. Di depan Kantor Walikota Denpasar (Jln. Gadjah Mada)
IV. Di depan GOR Ngurah Rai, Denpasar (Jln.Melati – Jl.Mawar)




                                                                                                                                                        165
                   Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 162-167


d. Sulfur Dioksida (SO2)                             diatmosfer kira-kira adalah 3 hari,
        Parameter kimia lainnya adalah               sedangkan waktu tinggal NO adalah 4 hari,
Sulfur Dioksida, dari hasil analisis sampel          dan gas ini bersifat akumulasi di udara yang
udara terlihat bawah konsentrasi gas SO2 di          bila     bercampur      dengan      air   akan
keempat lokasi sampling masih di bawah               menyebabkan terjadinya hujan asam.
standar baku mutu lingkungan yaitu 900                         Untuk dampak kebisingan dapat
μg/m3 (Keputusan Gubernur Bali No. 515               memberikan efek : 1) efek fisikal yaitu
Tahun 2000). Gas Sulfur Dioksida ini                 kerusakan yang terjadi pada alat
terbentuk ketika sulfur bubuk berwarna               pendengaran (auditary effect), 2) efek
kuning keemasan yang terdapat dalam batu             psikologis yaitu kerusakan pada bagian
bara dan Bahan bakar terbakar. Sumber lain           fungsi-fungsi tubuh seperti ; tekanan darah
dari gas Sulfur Diokasida ini selain asap            meningkat, insomania, pencernaan menjadi
kendaraan bermotor adalah dari pemanasan             mual-mual, dan selalu gelisah, 3) efek
dalam rumah tangga dan pembakaran                    emosi yaitu perubahan emosional sebagai
sampah/arang kayu. Setelah berjam-jam                ekpresi akan kebisingan berupa rasa jengkel
atau berhari-hari tercampur di udara, sulfur         atau rasa terganggu, bahkan dapat
dioksida ini membentuk partikel yang amat            menimbulkan cacat mental, dan 4) efek
halus yang disebut sulfat dan dapat                  operasional      yaitu    kebisingan     dapat
menembus bagian terdalam paru-paru dan               mengurangi daya kerja baik fisik maupun
bercampur dengan air didalam paru-paru               mental berupa gangguan komunikasi
membentuk asam belerang, tetapi bila                 maupun penurunan ketajaman pikiran.
diudara sulfat ini akan bereaksi dengan air                    Terkait akan hasil penelitian di atas
di atmosfer dan akan mengakibatkan                   terhadap kebisingan dan kualitas udara,
terjadinya hujan asam. Selain pengaruhnya            secara keseluruhan dapat dilakukan
terhadap kesehatan manusia, Sulfur                   beberapa cara/langkah untuk pencegahan
Dioksida juga berpengaruh terhadap                   dan        penanggulangan          peningkatan
tanaman dan hewan. Pengaruh SO2                      kebisingan dan penurunan kualitas udara
terhadap hewan hampir menyerupai                     yaitu :
pengaruh SO2 pada manusia. Pada tumbuh-              (1) Melakukan pengaturan arus lalu lintas
tumbuhan, Sulfur Dioksida berpengaruh                     agar tidak terlalu padat atau menumpuk
terjadinya perubahan warna daun dari hijau                pada satu jalur padat;
dapat berubah menjadi kuning atau                    (2) Membuat Pedestarian pada jalur lalu
terjadinya bercak-bercak putih pada daun                  lintas yang padat seperti ; di Jalan
tanaman.                                                  Gajah Mada, Jalan P.B. Sudirman,
                                                          Jalan Kamboja, dan lain-lain;
e. Nitrogen Dioksida (NO2)                           (3) Melakukan pengaturan jam kerja yang
        Dari hasil analisis kualitas udara                berbeda-beda untuk masing-masing
konsentrasi gas Nitrogen Dioksida (NO2) di                instansi     sehingga     tidak    terjadi
keempat lokasi pengambilan sampel masih                   kepadatan lalu lintas pada jam-jam
berada dibawah standar baku mutu                          tertentu saja;
lingkungan (Keputusan Gubernur Bali No.              (4) Turut membantu pemerintah Kota
515 Tahun 2000 yaitu sebesar 400 μg/m3).                  Denpasar dan dukungan berbagai
Adanya konsentrasi gas Nitrogen Dioksida                  kalangan dan sekolah untuk turut
di udara selain disebabkan dari asap                      melaksanakan hari tanpa kendaraan
kendaraan bermotor/transportasi (sebesar                  bermotor;
39,3 %) juga dari proses pembakaran                  (5) Untuk Dinas Perhubungan, perlu
sampah, arang kayu dan pembakaran gas                     dilakukan pengujian asap yang ketat
alam. Konsentrasi NO2 di udara dalam                      terhadap semua kendaraan umum dan
suatu tempat bervariasi sepanjang hari                    pribadi     serta   pembatasan      umur
tergantung dari sinar matahari dan mobilitas              kendaraan yang laik operasi di Kota
kendaraan dan aktivitas penduduknya. Dari                 Denpasar (misalkan Kendaraan umum
perhitungan kecepatan emisi NOx diketahui                 maksimal 10 tahun dari tahun produksi
bahwa waktu tinggal rata-rata NO2                         pertama kalinya);


                                                                                               166
                   Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 162-167


(6) Melakukan        penghijauan      masal          mengurangi kebisingan, maka perlu
    dimasing-masing ruas jalan protokol              dilakukan upaya-upaya pengelolaan dan
    sehingga tercipta udara yang bersih dan          pemantauan serta penetapan kebijakan yang
    nyaman bagi pejalan kaki                         medukung program tersebut, yang antara
                                                     lain adalah sebagi berikut .
4. Simpulan dan Saran                                1) Perlu dilakukan koordinasi dengan
4.1.     Simpulan                                         dinas perhubungan Kota Denpasar
         Dari hasil pengukuran terhadap                   umur membatasi umur kendaraan yang
kualitas lingkungan untuk komponen udara                  beroperasi di jalan umum sehingga
dan kebisingan, hasil analisis laboratorium               dapat mengurangi emisi gas buang;
secara menyeluruh untuk semua parameter -            2) Melibatkan pihak swasta, Sekolah-
parameter di wilayah pemerintah Kota                      sekolah Menengah Atas dan Perguruan
Denpasar dapat disimpulkan bahwa :                        Tinggi Negeri dan Swasta untuk ikut
1) Kualitas Udara di Kota Denpasar untuk                  melaksanakan hari tanpa mobil.
     parameter Kualitas udara yaitu debu
     total, konsentrasinya di udara ambient          Daftar Pustaka
     sudah melebihi standar Baku Mutu                Indah, P. 2000. Metode dan Teknik Analisa
     Lingkungan       untuk semua lokasi                     Komponen Udara. Materi kursus :
     sampling di Kota Denpasar, sedangkan                    AMDAL B, BPG Yangbatu,
     untuk parameter lainnya yaitu : Timbal                  Denpasar – Bali.
     (Pb), Carbon Monoksida (CO), Sulfur             Kurniawan, B. 2001. Pengendalian
     Diokasida     (SO2), dan Nitrogen                       Pencemaran Udara. Lokakarya :
     Dioksida (NO2), Konsentrasi gas-gas                     Monitoring       Kualitas  Udara
     tersebut masih dibawah standar Baku                     Ambien, 30-31 Oktober 2001,
     Mutu Lingkungan.                                        Wisma Shanti Graha, Sudirman-
2) Konsentrasi gas-gas polutan pada Hari-                    Denpasar.
     hari tertentu, terjadi perbedaan yang           SLHD. 2004. Status Lingkungan Hidup
     signifikan, hal ini disebabkan oleh                     Daerah, Kota Denpasar.
     banyaknya jumlah kendaraan roda                 Sugiarta, A.A.G. 2002. Dampak Koalitas
     empat (4) yang beroperasional dan                       Udara. Materi kursus: AMDAL A,
     kendaran bermotor lainnya yang ada di                   BPG Yangbatu, Denpasar-Bali
     Kota Denpasar (0,1%).                           Sugiarta, A.A.G. 2004. “Dampak Bensin
3) Perlu dilakukan kegiatan-kegiatan                         Tanpa Timbal (Pb) terhadap
     pencegahan dan penanggulangan secara                    Kualitas Udara Kota Denpasar”.
     menyeluruh oleh Pemerintah Kota                         Journal Lingkungan Hidup : Bumi
     Denpasar dan masyarakat untuk                           Lestari. Volume 4 Nomor 2,
     mengurangi peningkatan kebisingan                       Periode Agustus 2004
     dan penurunan kualitas udara di Kota            Srikandi, F. 1992. Polusi Udara dan Air.
     Denpasar.                                               Penerbit : Kanisius, Yogyakarta,
                                                             bekerjasama dengan Pusat Antar
4.2.   Saran                                                 Universitas Pangan dan Gizo,
       Untuk menjaga kualitas udara yang                     Institut Pertanian Bogor.
dicanangkan dalam program langit biru dan




          Gambar 1. Pengukuran Kualitas Udara di Depan Kantor Walikota Denpasar
                                   (Jln. Gadjah Mada)



                                                                                          167