Karya Tulis Ilmiah Kebidanan (Pencegahan Infeksi pada Persalinan)

Document Sample
Karya Tulis Ilmiah Kebidanan (Pencegahan Infeksi pada Persalinan) Powered By Docstoc
					                                                           BAB I

                                                     PENDAHULUAN


                   A. Latar Belakang

                           WHO (World Health Oraganization) memperkirakan lebih dari 585.000 ibu

                       pertahunnya meninggal saat hamil atau bersalin. Di Asia Selatan, wanita

                       berkemungkinan 1:18 meninggal akibat kehamilan / persalinan selama kehidupan

                       Negara Afrika 1:4, sedangkan di Amerika Utara 1:6.366 lebih dari 50% kematian

                       di negara berkembang sebenarnya dapat dicegah dengan teknologi yang ada serta

                       biaya relatif rendah (Saifuddin, 2006:3).

                           Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) menempati angka tertinggi di Asia

                       Tenggara, yaitu sebesar 307 per seratus ribu kelahiran hidup. Itu berarti ada 50

                       ribu meninggal setiap harinya, menurut data tahun 2003, (www.beritaindonesia

                       .com)

                           Di Propinsi Lampung Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka

                       Kematian Bayi (AKB) tergolong tinggi secara nasional. Menurut data Survei

                       Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), AKI di Propinsi Lampung 307

                       diantaranya meninggal dari 100 ribu kelahiran hidup. Sementara Angka

                       Kematian Bayi (AKB) mencapai 55 per 1.000 kelahiran atau dalam setiap 1000

                       bayi yang lahir, 55 diantaranya meninggal dunia (Lampung- - bkkbn online).




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                           Persalinan yang bersih dan aman sebagai pilar ketiga Safe Motherhood yang

                       di kategorikan sebagai pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, pada tahun

                       1997 baru mencapai 60 % (Saifuddin, 2006 : 7). Pencegahan infeksi merupakan

                       aspek ketiga dari Lima Benang Merah yang terkait dalam asuhan perasalinan

                       yang bersih dan aman dan juga merupakan salah satu usaha untuk melindungi ibu

                       dan bayi baru lahir (Depkes RI 2004 : 1-1).

                           Tindakan pencegahan infeksi adalah bagian esensial dari asuhan lengkap yang

                       diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir dan harus dilaksanakan secara rutin

                       pada saat menolong persalinan dan kelahiran, saat memberikan asuhan dasar

                       selama kunjungan antenatal/pasca persalinan/bayi baru lahir/saat menatalaksana

                       penyulit. Tindakan ini harus diterapkan dalam setiap aspek asuhan untuk

                       melindungi ibu, bayi baru lahir, keluarga, penolong persalinan dan tenaga

                       kesehatan lainnya. Juga upaya-upaya menurunkan resiko terjangkit atau

                       terinfeksi mikroorganisme yang menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya

                       (Buku Acuan APN, 2004 : 1-8). Mengingat bahwa infeksi dapat ditularkan

                       melalui darah, sekret vagina, air mani, cairan amnion dan cairan tubuh lainnya

                       maka setiap petugas yang bekerja di lingkungan yang mungkin terpapar hal-hal

                       tersebut mempunyai resiko untuk tertular bila tidak mengindahkan prosedur

                       penegahan infeksi (Saifuddin, 2006:15).

                           Berdasarkan pre survei yang penulis lakukan di Klinik Bersalin Griya

                       Medika, Banjar Agung, Tulang Bawang. Jumlah ibu bersalin periode Januari –

                       Desember 2007 adalah 169 orang. Dengan jumlah ibu bersalin normal adalah 68




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                       orang (40,2%) dan jumlah ibu bersalin dengan penyulit adalah 101 orang

                       (59,8%) antara lain, kasus Post Partum Haemorhagi adalah 24 orang (14,2%),

                       Ketuban Pecah Dini adalah 21 orang (12,4%) , Pre Eklampsi adalah 16 orang

                       (9,5%), Seksio Sesarea adalah 12 orang (7,1%), Ante Partum Haemorhagi adalah

                       8 orang (4,7%), Letak Sungsang adalah 6 orang (3,5%), Retensio Plasenta adalah

                       6 orang (3,5%), Post Date adalah 5 orang (3%), Eklampsi adalah 2 orang (1,1%),

                       Ekstraksi Vacum 1 orang (0,6%). (Laporan Bulanan Periode Januari – Desember

                       2007 Klinik Bersalin Griya Medika)

                           Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa jumlah ibu bersalin dengan

                       penyulit di Klinik Bersalin Griya Medika, Banjar Agung Tulang Bawang periode

                       Januari – Desember 2007 cukup tinggi, yaitu 101 orang (59,8%). Dengan adanya

                       hal tersebut penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana penatalaksanaan

                       pencegahan infeksi untuk meminimalkan resiko terjadinya infeksi pada ibu

                       bersalin di Klinik Bersalin Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang, yang

                       meliputi : Prosedur cuci tangan, pemakaian sarung tangan, pengelolaan cairan

                       antiseptik, pemrosesan alat bekas pakai, dan pengelolaan sampah medik belum

                       sepenuhnya dilakukan sesuai dengan pedoman pencegahan infeksi.

                           Dengan adanya hal tersebut yang diperoleh dari pra survei, maka penulis

                       tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Penatalaksanaan Pencegahan

                       Infeksi pada Proses Pertolongan Persalinan di Klinik Griya Medika, Banjar

                       Agung Tulang Bawang Tahun 2008”




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                   B. Rumusan Masalah

                           Dengan melihat latar belakang di atas, maka yang menjadi permasalahan

                       adalah “Bagaimana penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan

                       persalinan di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun 2008.


                   C. Ruang Lingkup Penelitian

                       Dalam penelitian penulis membatasi ruang lingkup penelitian yaitu :

                       1. Jenis Penelitian               : Deskripsi

                       2. Subjek Penelitian              : Bidan dan perawat yang terlibat pada proses

                                                           pertolongan    persalinan   di   Klinik   Griya

                                                           Medika Banjar Agung Tulang Bawang pada

                                                           tahun 2008

                       3. Objek Penelitian               : Pentalaksanaan pencegahan infeksi pada

                                                          proses pertolongan persalinan

                       4. Lokasi Penelitian              : Klinik Griya Medika, Jl. Ethanol

                                                          No.208 Unit 2 Banjar Agung, Tulang Bawang

                       5. Waktu Penelitian               : Februari - Juni 2008

                       6. Alasan Penelitian              : Karena banyak kasus-kasus yang berhubungan

                                                           dengan persalinan yang terdapat di Klinik

                                                           Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang

                                                           yang dapat memberi pengaruh terhadap resiko

                                                           terjadinya infeksi.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                   D. Tujuan Penelitian

                       1. Tujuan Umum

                           Untuk mengetahui penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses

                           pertolongan persalinan di Klinik Bersalin Griya Medika Banjar Agung Tulang

                           Bawang


                       2. Tujuan Khusus

                           -   Untuk mengetahui gambaran tentang prosedur cuci tangan oleh Bidan dan

                               Perawat

                           -   Untuk mengetahui gambaran tentang pemakaian sarung tangan oleh Bidan

                               dan Perawat

                           -   Untuk mengetahui gambaran tentang pengelolaan cairan aniseptik oleh

                               Bidan dan Perawat

                           -   Untuk mengetahui gambaran tentang pemrosesan alat bekas pakai oleh

                               Bidan dan Perawat

                           -   Untuk mengetahui gambaran tentang pengelolaan sampah medik oleh

                               Bidan dan Perawat


                   E. Manfaat Penelitian

                       1. Bagi Peneliti

                           Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan

                           penelitian tentang pencegahan infeksi dan penerapan ilmu yang didapat

                           selama ini.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                       2. Bagi Lahan Praktek Klinik Bersalin Griya medika Banjar Agung Tulang

                           Bawang

                              Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan khususnya tentang

                               penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan

                               di Klinik Bersalin Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang

                              Untuk menerapkan prosedur pencegahan infeksi pada proses pertolongan

                               persalinan di Klinik Bersalin Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang

                       3. Bagi Instansi Pendidikan

                           Sebagai bahan kegiatan terhadap teori yang telah diperoleh mahasiswi selama

                           mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di AKBID Wira Buana Metro.

                           sekaligus sebagai bahan atau sumber bacaan di perpustakaan institusi

                           pendidikan.

                       4. Bagi Peneliti Lain

                           Dapat dijadikan bahan perbandingan untuk melakukan penelitian-penelitian

                           lain atau yang serupa berkaitan dengan pencegahan infeksi pada proses

                           pertolongan persalinan dan dapat disempurnakan lagi.


                   F. Keterbatasan Penelitian

                           Penelitian hanya dilakukan pada 6 responden yaitu bidan dan perawat yang

                       terlibat pada proses pertolongan persalinan saat di Klinik Griya Medika Banjar

                       Agung Tulang Bawang dikarenakan waktu penelitian yang terbatas.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                             BAB II

                                                  TINJAUAN PUSTAKA




                   A. Telaah Pustaka

                       1. Pengertian Pencegahan Infeksi

                                  Pencegahan infeksi adalah bagian esensial dari asuhan lengkap yang

                           diberikan kepada ibu dan bayi baru lahir dan harus dilaksakan secara rutin

                           pada saat menolong persalinan dan kelahiran secara rutin pada saat menolong

                           persalinan dan kelahiran, saat memberikan asuhan dasar selama kunjungan

                           antenatal atau pasca persalinan/bayi baru lahir atau saat menatalaksana

                           penyulit. Tindakan ini harus diterapkan dalam setiap aspek asuhan untuk

                           melindungi ibu, bayi baru lahir, keluarga, penolong persalinan dan tenaga

                           kesehatan lainnya. Juga upaya-upaya menurunkan resiko terjangkit atau

                           terinfeksi mikroorganisme yang menimbulkan penyakit-penyakit berbahaya

                           (Depkes RI, 2004 : 1-8).


                       2. Prinsip-Prinsip Pencegahan Infeksi

                           Pencegahan infeksi yang efektif didasarkan pada prinsip-prinsip berikut :

                              Setiap orang (ibu, bayi baru lahir, penolong persalinan) harus dianggap

                               dapat menularkan penyakit karena infeksi yang terjadi bersifat

                               asimptomatik (tanpa gejala)

                              Setiap orang harus dianggap beresiko terkena infeksi




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                              Permukaan tempat pemeriksaan, peralatan dan benda-benda lain yang

                               akan dan telah bersentuhan dengan kulit tak utuh/selaput mukosa atau

                               darah, harus diangap terkontaminasi sehinga setelah selesai digunakan

                               harus dilakukan proses pencegahan infeksi secara benar.

                              Jika tidak diketahui apakah permukaan, peralatan atau benda lainnya telah

                               diproses dengan benar, harus dianggap telah terkontaminasi.

                              Resiko infeksi tidak bisa dihilangkan secara total, tapi dapat dikurangi

                               hingga sekecil mungin dengan menerapkan tindakan-tindakan pencegahan

                               infeksi yang benar dan konsisten. (Depkes RI, 2004 : 1-9)


                   B. Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi

                           Ada berbagai praktek pencegahan injeksi yang membantu mencegah

                       mikroorganisme berpindah dari satu individu ke individu lainnya (ibu, bayi lahir,

                       dan para penolong persalinan) dan menyebarkan infeksi, penatalaksanaan

                       pencegahan infeksi antara lain sebagai berikut :

                       a. Cuci tangan

                       b. Memakai sarung tangan

                       c. Pengelolaan cairan antiseptik

                       d. Pemprosesan alat bekas pakai

                       e. Mengelola sampah medik.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                           a. Cuci tangan

                              Cuci tangan adalah prosedur yang paling penting dari pencegahan

                              penyebaran infeksi yang menyebabkan kesakitan dan kematian ibu dan

                              bayi baru lahir.

                              Prosedur cuci tangan :

                              1) Lepaskan perhiasan di tangan dan pergelangan.

                              2) Basahi tangan dengan air bersih dan mengalir.

                              3) Gosok dengan kuat kedua tangan, gunakan sabun biasa atau yang

                                  mengandung anti mikroba selama 15 sampai 30 detik (pastikan

                                  menggosok sela – sela jari). Tangan yang terlihat kotor harus dicuci

                                  lebih lama.

                              4) Bilas tangan dengan air bersih yang mengalir.

                              5) Biarkan tangan kering dengan cara diangin – anginkan atau keringkan

                                  dengan kertas tisu yang bersih dan kering atau handuk pribadi yang

                                  bersih dan kering.

                              6) Bila menggunakan sabun padat (misalnya sabun batangan), gunakan

                                  dalam potongan-potongan kecil dan tempatkan sabun dalam wadah

                                  yang berlubang-lubang untuk mencegah air menggenangi sabun

                                  tersebut.

                              7) Jangan mencuci tangan dengan jalan mencelupkannya ke dalam wadah

                                  berisi air meskipun air tersebut sudah ditambah larutan antiseptik.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                              Mikroorganisme dapat bertahan hidup dan berkembang biak dalam larutan

                              tersebut.

                              8) Bila tidak tersedia air mengalir :

                                  a) Gunakan ember tertutup dengan keran yang bisa ditutup pada saat

                                      mencuci tangan dan dibuka kembali jika akan membilas.

                                  b) Gunakan botol yang sudah diberi lubang agar air bisa mengalir.

                                  c) Minta orang lain menyiramkan air ke tangan.

                                  d) Gunakan pencuci tangan yang mengandung anti mikroba berbahan

                                      dasar alkohol (campurkan 100 mL 60-90% alkohol dengan 2 mL

                                      gliserin. Gunakan kurang lebih 2 mL dan gosok kedua tangan

                                      hingga kering, ulangi tiga kali).

                              9) Keringkan tangan anda dengan handuk bersih dan kering. Jangan

                                  menggunakan handuk yang juga digunakan oleh orang lain. Handuk

                                  basah / lembab adalah tempat yang baik untuk mikroorganisme

                                  berkembang biak.

                              10) Bila tidak ada saluran air untuk membuang air yang sudah digunakan,

                                  kumpulkan air di baskom dan buang ke saluran limbah atau jamban di

                                  kamar mandi. (Depkes RI, 2004 : 1 – 10).




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                           b. Pemakaian Sarung Tangan

                              Pakai sarung tangan sebelum menyentuh sesuatu yang basah (kulit tak

                              utuh, selaput mukosa, darah atau cairan tubuh lainnya) atau peralatan,

                              sarung tangan atau sampah yang terkontaminasi.


                              Jika sarung tangan diperlukan, ganti sarung tangan untuk menangani

                              setiap ibu atau bayi baru lahir setelah terjadi kontak langsung untuk

                              menghindari kontaminasi silang atau gunakan sarung tangan yang berbeda

                              untuk situasi yang berbeda pula. Sarung tangan sekali pakai lebih

                              dianjurkan, tapi jika sarananya sangat terbatas, sarung tangan bisa

                              digunakan berulang kali jika dilakukan dekontaminasi, cuci dan bilas,

                              desinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi. Jika sarung tangan sekali pakai

                              digunakan berulang kali, jangan diproses lebih dari tiga kali karena

                              mungkin telah terjadi robekan / lubang yang tidak terlihat atau sarung

                              tangan dapat robek pada saat sedang digunakan.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                              Tabel 1.    Distribusi Tindakan Yang Memerlukan Sarung Tangan.

                                                              Sarung         Sarung Tangan
                                                                                                 Sarung
                                 Prosedur / Tindakan       Tangan Yang         Desinfeksi
                                                                                               Tangan Steril
                                                            Diperlukan       Tingkat Tinggi
                               Memeriksa tekanan darah         Tidak             Tidak               Tidak
                               atau suhu, menyuntik
                               Mengambil contoh darah              Ya            Tidak               Tidak
                               / pemasangan IV
                               Menghisap lendir dari               Ya                Ya              Tidak
                               jalan napas bayi baru
                               lahir
                               Memegang dan                        Ya            Tidak               Tidak
                               membersihkan peralatan
                               yang terkontaminasi
                               Memegang sampah yang                Ya            Tidak               Tidak
                               terkontaminasi
                               Membersihkan percikan               Ya            Tidak               Tidak
                               darah atau cairan tubuh
                              Sumber : Depkes RI, 2004


                           c. Pengelolaan Cairan Antiseptik

                              Cara pencegahan kontaminasi larutan antiseptik dan desinfektan :

                              1) Hanya       menggunakan     air    matang   untuk    mengencerkan     (jika

                                  pengenceran diperlukan).

                              2) Jika yang tersedia kemasan antiseptik besar, untuk pemakaian sehari –

                                  hari tuangkan ke dalam wadah lebih kecil (untuk mencegah penguapan

                                  dan kontaminasi).

                              3) Buat jadwal rutin yang tetap (misalnya tiap minggu) untuk

                                  menyiapkan larutan dan membersihkan wadah pemakaian sehari – hari

                                  (resiko kontaminasi pada cairan yang disimpan lebih dari satu

                                  minggu).




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                              4) Berhati – hati untuk tidak mengkontaminasi pinggiran wadah pada saat

                                  menuangkan larutan ke wadah yang lebih kecil (pinggiran wadah

                                  larutan utama tidak boleh bersentuhan dengan wadah yang lebih

                                  kecil).

                              5) Mengosongkan dan mencuci wadah dengan sabun dan air serta

                                  membiarkannya kering dengan cara diangin – anginkan setidaknya

                                  sekali seminggu (tempelkan label bertuliskan tanggal pengisian ulang).

                              6) Menuangkan larutan antiseptik ke gulungan kapas atau kasa (jangan

                                  merendam gulungan kapas atau kasa di dalam wadah ataupun

                                  mencelupkannya ke dalam larutan antiseptik).

                              7) Menyimpan larutan di tempat yang dingin dan gelap. (Depkes RI,

                                  2004 : 1-14)


                           d. Pemrosesan Alat Bekas Pakai

                              Pemrosesan peralatan (terbuat dari logam, plastik, dan karet) serta benda –

                              benda lainnya dengan upaya pencegahan infeksi, direkomendasikan untuk

                              melalui tiga langkah pokok yaitu :

                              1. Dekontaminasi

                              2. Pencucian dan pembilasan

                              3. Disinfeksi tingkat tinggi atau sterilisasi




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                              1) Dekontaminasi

                                  Dekontaminasi adalah       langkah pertama yang penting              dalam

                                  menangani peralatan, perlengkapan, sarung tangan, dan benda – benda

                                  lainnya yang terkontaminasi. Untuk perlindungan lebih jauh, pakai

                                  sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari

                                  lateks, jika menangani peralatan yang sudah digunakan atau kotor.

                                  Segera    setelah   digunakan,   masukkan      benda    –    benda    yang

                                  terkontaminasi ke dalam larutan klorin 0,5% selama 10 menit. Daya

                                  kerja larutan klorin akan cepat mengalami penurunan sehingga harus

                                  diganti paling sedikit setiap 24 jam, atau lebih cepat jika terlihat telah

                                  kotor atau keruh.


                                                           % Larutan Konsentrat
                                  Jumlah Bagian Air                               1
                                                         % Larutan Yang Diinginkan
                                  Contoh : Untuk membuat larutan klorin 0,5% dari larutan klorin 5,25%
                                                        5,25%
                                  1. Jumlah Bagian Air        1  10,5  1  9,5
                                                         0,5%
                                  2. Tambahkan 9 bagian (pembulatan ke bawah dari 9,5) air ke dalam
                                    1 bagian larutan klorin konsentrat (5,25%)


                                     Catatan : Air Tidak Perlu Dimasak

                                  Sumber : Depkes RI, 2004 : 1-17


                                  Gambar 1: Rumus Untuk Membuat Larutan Klorin 0,5% dari Larutan
                                            Konsentrat Berbentuk Cair




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                              2) Pencucian dan pembilasan.

                                  Pencucian adalah cara paling efektif mikroorganisme pada peralatan /

                                  perlengkapan yang kotor atau sudah digunakan. Baik sterilisasi

                                  maupun disinfeksi tingkat tinggi menjadi kurang efektif tanpa proses

                                  pencucian sebelumnya jika benda-benda yang terkontaminasi tidak

                                  dapat dicuci segera setelah dikontaminasi, bilas peralatan dengan air

                                  untuk mencegah korosi dan menghilangkan bahan-bahan organik, lalu

                                  cuci tangan dengan seksama secepat mungkin.

                                  Perlengkapan / bahan – bahan untuk mencuci peralatan :

                                  a) Sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga

                                      dari lateks.

                                  b) Sikat halus (boleh menggunakan sikat gigi).

                                  c) Tabung suntik (minimal ukuran 10 ml, untuk membilas bagian

                                      dalam kateter, termasuk kateter penghisap lendir).

                                  d) Wadah plastik atau baja antikarat (stainless steel).

                                  e) Air bersih.

                                  f) Sabun atau deterjen.

                                  Tahap – tahap pencucian dan pembilasan :

                                  a) Pakai sarung tangan karet yang tebal pada kedua tangan.

                                  b) Ambil peralatan bekas pakai yang sudah didekontaminasi.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                  c) Agar tidak merusak benda – benda yang terbuat dari plastik atau

                                      karet, jangan dicuci segera bersamaan dengan peralatan yang

                                      terbuat dari logam.

                                  d) Cuci setiap benda tajam secara terpisah dan hati – hati :

                                      (1) Gunakan sikat dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa

                                          darah dan kotoran.

                                      (2) Buka engsel gunting dan klem.

                                      (3) Sikat dengan seksama terutama di bagian sambungan dan

                                          pojok peralatan.

                                      (4) Pastikan tidak ada sisa darah dan kotoran yang tertinggal pada

                                          peralatan.

                                      (5) Cuci setiap benda sedikitnya tiga kali (atau lebih jika perlu)

                                          dengan air dan sabun atau deterjen.

                                      (6) Bilas benda – benda tersebut dengan air bersih.


                                  e) Ulangi prosedur tersebut pada benda – benda lain.

                                  f) Jika peralatan akan didesinfeksi tingkat tinggi secara kimiawi

                                      tempatkan peralatan dalam wadah yang bersih dan biarkan kering

                                      sebelum memulai proses DTT.

                                  g) Peralatan yang akan didesinfeksi tingkat tinggi dengan cara

                                      dikukus atau direbus, atau disterilisasi di dalam otoklaf atau oven

                                      panas kering, tidak usah dikeringkan sebelum proses DTT atau

                                      sterilisasi dimulai.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                  h) Selagi masih memakai sarung tangan, cuci sarung tangan dengan

                                      air dan sabun dan kemudian bilas secara seksama dengan

                                      menggunakan air bersih.

                                  i) Gantungkan sarung tangan dan biarkan kering dengan cara diangin

                                      – anginkan.


                                  Untuk mencuci kateter (termasuk kateter penghisap lendir), lakukan

                                  tahap – tahap berikut ini :

                                  a) Pakai sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah

                                      tangga dari lateks pada kedua tangan.

                                  b) Lepaskan       penutup wadah penampung lendir (untuk kateter

                                      penghisap lendir).

                                  c) Gunakan tabung suntik besar untuk mencuci bagian dalam kateter

                                      sedikitnya tiga kali (atau lebih jika perlu) dengan air dan sabun

                                      atau deterjen.

                                  d) Bilas kateter menggunakan tabung suntik dan air bersih.

                                  e) Letakkan kateter dalam wadah yang bersih dan biarkan kering

                                      sebelum dilakukan proses DTT.




                              3) Desinfeksi Tingkat Tinggi (DTT) dan Sterilisasi




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                  Disinfeksi adalah    tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan

                                  hampir semua mikroorganisme penyebab penyakit pada benda-benda

                                  mati / instrumen.

                                  Disnfeksi Tingkat Tinggi adalah tindakan yang dilakukan untu

                                  menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri

                                  dengan cara merebus atau secara kimiawi.

                                  Sterilisasi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan

                                  semua mikroorganisme (Bakteri, jamur, parasit dan virus) termasuk

                                  endospora bakteri pada benda-benda mati atau instrumen. (Depkes RI,

                                  2004 : 1 – 9)

                                  DTT dapat dilakukan dengan cara merebus, mengukur / secara

                                  kimiawi (Depkes RI, 2004 : 1 – 20)


                                  DTT dengan cara merebus :

                                  a) Gunakan panci dengan penutup yang rapat.

                                  b) Gunakan air setiap kali mendesinfeksi peralatan.

                                  c) Rendam peralatan sehingga semuanya terendam di dalam air.

                                  d) Mulai panaskan air.

                                  e) Mulai hitung waktu saat air mulai mendidih.

                                  f) Jangan tambahkan benda apapun ke dalam air mendidih setelah

                                      penghitungan waktu dimulai.

                                      (1) Rebus selama 20 menit.

                                      (2) Catat lama waktu perebusan peralatan di dalam buku khusus.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                      (3) Biarkan peralatan kering dengan cara diangin-anginkan

                                          sebelum digunakan atau disimpan (jika peralatan dalam

                                          keadaan lembab maka tingkat pencapaian desinfeksi tingkat

                                          tinggi tidak terjaga).

                                      (4) Setelah peralatan kering, gunakan segera atau simpan dalam

                                          wadah desinfeksi tingkat tinggi dan berpenutup. Peralatan bisa

                                          disimpan sampai satu minggu asalkan penutupnya tidak

                                          dibuka. (Depkes RI, 2004: 1-20)


                                  DTT dengan uap panas :

                                  a) Setelah sarung tangan didekontaminasi dan dicuci, maka sarung

                                      tangan ini siap DTT dengan uap tanpa diberi talek.

                                  b) Gunakan panci perebus yang memiliki tiga susun nampan

                                      pengukus.

                                  c) Gunakan bagian atas sarung tangan sehingga setelah DTT selesai,

                                      sarung tangan dapat dipakai tanpa membuat kontaminasi baru.

                                  d) Letakkan sarung tangan pada baki atau nampan pengukus yang

                                      berlubang di bawahnya. Agar mudah dikeluarkan dari bagian atas

                                      panci pengukus, letakkan sarung tangan dengan bagian jarinya ke

                                      arah tengah panci. Jangan menumpuk sarung tangan (lima sampai

                                      sepuluh pasang sarung tangan bisa diletakkan di panci pengukus,

                                      tergantung dari diameter panci).




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                  e) Ulangi proses tersebut hingga semua nampan pengukus terisi

                                      sarung tangan. Susun tiga nampan pengukus di atas panci perebus

                                      yang berisi air. Letakkan sebuah panci perebus kosong di sebelah

                                      kompor.

                                  f) Letakkan penutup di atas panci pengukus paling atas dan panaskan

                                      air hingga mendidih. Jika air mendidih perlahan, hanya sedikit uap

                                      air yang dihasilkan dan suhunya mungkin tidak cukup tinggi untuk

                                      membunuh mikroorganisme. Jika air mendidih terlalu cepat, air

                                      akan menguap dengan cepat dan bahan bakar akan terbuang.

                                  g) Jika uap mulai keluar dari celah-celah di antara panci pengukus,

                                      mulailah penghitungan waktu. Catat lamanya pengukusan sarung

                                      tangan dalam buku khusus.

                                  h) Kukus sarung tangan selama 20 menit.

                                  i) Angkat nampan pengukus paling atas yang berisi sarung tangan

                                      dan goyangkan perlahan-lahan agar air yang tersisa pada sarung

                                      tangan dapat menetes keluar.

                                  j) Letakkan nampan pengukus di atas panci perebus yang kosong di

                                      sebelah kompor.

                                  k) Ulangi langkah tersebut hingga semua nampan pengukus yang

                                      berisi sarung tangan tersusun di atas panci perebus yang kosong.

                                      Letakkan penutup di atasnya hingga sarung tangan menjadi dingin

                                      dan kering tanpa terkontaminasi.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                  l) Biarkan sarung tangan kering dengan diangin-anginkan sampai

                                      kering di dalam panci selama 4-6 jam. Jika diperlukan segera,

                                      biarkan sarung tangan menjadi dingin selama 5-10 menit dan

                                      kemudian gunakan dalam waktu 30 menit pada saat masih basah

                                      atau lembab (setelah 30 menit bagian jari sarung tangan akan

                                      menjadi lengket dan membuat sarung tangan sulit dipakai atau

                                      digunakan). (Depkes RI, 2004 : 1-20)

                                  m) Jika sarung tangan tidak akan dipakai segera, setelah kering,

                                      gunakan cunam penjepit atau pinset desinfeksi tingkat tinggi untuk

                                      memindahkan sarung tangan. Letakkan sarung tangan tersebut

                                      dalam wadah desinfeksi tingkat tinggi lalu tutup rapat (sarung

                                      tangan bisa disimpan di dalam panci pengukus yang berpenutup

                                      rapat). Sarung tangan tersebut bisa disimpan sampai satu minggu.


                                  DTT Kimiawi :

                                  a) Letakkan peralatan yang kering, sudah didekontaminasi dan dicuci

                                      ke dalam wadah. Kemudian isi wadah tersebut dengan larutan

                                      kimia. Ingat : jika peralatan masih dalam kondisi basah sebelum

                                      direndam dalam larutan kimia       maka dapat terjadi pengeceran

                                      tambahan terhadap larutan tersebut dan membuatnya menjadi

                                      kurang efektif.

                                  b) Pastikan bahwa peralatan terendam seluruhnya dalam larutan

                                      kimia.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                  c) Rendam peralatan selam 20 menit.

                                  d) Catat lama waktu peralatan direndam dalam larutan kimia di buku

                                      khusus.

                                  e) Bilas peralatan dengan air matang dan angin-anginkan sampai

                                      kering di wadah desinfeksi tingkat tinggi yang berpenutup.

                                  f) Setelah kering peralatan dapat digunakan dengan segera atau

                                      disimpan dalam wadah desinfeksi tingkat tinggi yang berpenutup

                                      rapat. (Depkes RI, 2004 : 1-21)


                                  DTT kateter secara kimiawi :

                                  a) Siapkan larutan klorin 0,5 %.

                                  1) Pakai sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah

                                      tangga dari lateks pada kedua tangan.

                                  b) Letakkan kateter yang sudah dicuci dan kering di dalam larutan

                                      klorin. Gunakan tabung suntik steril atau desinfeksi tingkat tinggi

                                      yang besar untuk membilas bagian dalam kateter dengan larutan

                                      klorin. Ulangi pembilasan tiga kali. Pastikan kateter terendam

                                      dalam larutan.

                                  c) Biarkan kateter terendam selama 20 menit.

                                  d) Gunakan tabung suntik desinfeksi tingkat tinggi atau steril yang

                                      besar dan air yang direbus sedikitnya 20 menit untuk membilas

                                      kateter.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                  e) Biarkan kateter kering dengan cara diangin-anginkan dan

                                      kemudian segera digunakan atau disimpan dalam wadah desinfeksi

                                      tingkat tinggi yang bersih. (Depkes RI, 2004 : 1-22)


                                  Selain DTT, petugas dapat menggunakan metode sterilisasi pada

                                  instrumen logam dan sarung tangan, yaitu :

                                  a) Sterilisasi dengan otoklaf 106 kPa pada temperatur 1210C selama

                                      30 menit jika instrumen terbungkus dan 20 menit jika tidak

                                      terbungkus.

                                  b) Panas kering pada temperatur 1700C selama 60 menit.

                                  c) Instrumen disimpan dalam wadah steril yang berpenutup rapat.


                                  Langkah – langkah pemrosesan alat bekas pakai tersebut dapat dilihat

                                  pada gambar 2 sebagai berikut :




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                  DEKONTAMINASI
                                             Rendam dalam larutan klorin 0,5 %
                                                    Selama 10 menit




                                                   CUCI DAN BILAS
                                                Gunakan deterjen dan sikat
                    Pakai sarung tangan tebal untuk menjaga agar tidak terluka oleh benda-benda tajam




                     Metode yang dipilih                                Metode alternatif
                      STERILISASI                                DESINFEKSI TINGKAT TINGGI



                       Otoklaf             Panas Kering         Rebus / Kukus                    Kimiawi

                        106 kPa              170 0C                 Panci                      Rendam 20
                         121 0 C            60 menit             tertutup 20                     menit
                       30 menit                                     menit
                           jika
                      terbungkus
                     20 menit jika
                          tidak
                      terbungkus




                                 DINGINKAN DAN KEMUDIAN SIAP DIGUNAKAN
                         (Peralatan yang sudah diproses biasa disimpan dalam wadah tertutup yang
                        didesinfeksi tingkat tinggi sampai satu minggu jika wadahnya tidak dibuka)


                   Sumber : Depkes RI, 2004 : 1-16


                                       Gambar 2. Pemrosesan Peralatan Bekas Pakai

                   Tabel 2 : Distribusi Efektivitas Tindakan Dalam Pemrosesan Alat Bekas Pakai




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                       Pencucian
                                                    Pencucian
                                                                       (deterjen
                                      Dekontaminasi  (hanya                        DTT         Sterilisasi
                                                                          dan
                                                       air)
                                                                      pembilasan)
                   Efektivitas        Membunuh          Hingga 50     Hingga 80   95 %         100 %
                   (menghilangkan     virus AIDS dan    %             %
                   atau menon-        Hepatitis
                   aktifkan mikro
                   organisme)
                   Waktu kerja        Rendam selama Cuci              Cuci hingga    Rebus     Kukus :
                   yang di            10 menit      hingga            terlihat       kukus     20-30
                   perlukan agar                    bersih            bersih         atau      menit 106
                   proses berjalan                                                   secara    kPa,
                   aktif                                                             kimiawi   121 0C
                                                                                     20        Panas
                                                                                     menit     kering :
                                                                                               60 menit
                                                                                               pada suhu
                                                                                               170 0 C.
                   Sumber : Depkes RI, 2004


                           e. Pengelolaan Sampah Medik

                              Sampah terdiri dari yang terkontaminasi dan tidak terkontaminasi. Sesuai

                              dengan tujuan yang ingin dicapai maka penelitian ini difokuskan kepada

                              sampah terkontaminasi (darah, nanah, urin, kotoran manusia, dan benda-

                              benda yang tercemar oleh cairan tubuh) yang berpotensi untuk

                              menginfeksi siapapun yang melakukan kontak atau menangani sampah

                              tersebut, termasuk anggota masyarakat.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                              Pengelolaan sampah terkontaminasi meliputi :

                              1) Setelah selesai melakukan suatu tindakan dan sebelum melepaskan

                                  sarung tangan, letakkan sampah terkontaminasi (kasa, gulungan kapas,

                                  perban, dan lain – lain) ke dalam tempat sampah kedap air / kantong

                                  plastik sebelum dibuang.

                              2) Hindarkan      terjadinya    kontak   sampah    terkontaminasi   dengan

                                  permukaan luar kantong.

                              3) Pembuangan benda – benda tajam yang terkontaminasi dengan

                                  menempatkannya dalam wadah tahan bocor (misalnya botol air

                                  mineral dari plastik atau botol infus), kotak karton yang tebal atau

                                  wadah yang terbuat dari logam.

                              4) Singkirkan sampah terkontaminasi dengan cara dibakar. Jika hal ini

                                  tidak memungkinkan, kubur bersama wadahnya.

                              5) Bersihkan percikan darah dengan larutan klorin 0,5% kemudian seka

                                  dengan kain atau pel.

                              6) Bungkus atau tutupi linen bersih dan simpan dalam kereta dorong atau

                                  lemari tertutup untuk mencegah kontaminasi debu.

                              7) Bersihkan tempat tidur, meja, dan troli dengan kain yang dibasahi

                                  klorin 0,5% dan deterjen.

                              8) Seka celemek dengan klorin 0,5%.

                              9) Bersihkan lantai dengan lap kering, jangan disapu. Seka lantai dengan

                                  campuran klorin 0,5% dan deterjen.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                 10) Gunakan sarung tangan karet tebal atau sarung tangan rumah tangga

                                    dari lateks.

                                 11) Bersihkan dinding, gorden, dan tirai sesering mungkin untuk

                                    mencegah terkumpulnya debu. Bila terpecik darah segera bersihkan

                                    dengan klorin 0,5%. (Depkes RI, 2004: 1-24)


                   C. Kerangka Konsep

                       Menurut Notoatmodjo (2005 : 69) bahwa “kerangka konsep penelitian pada

                       dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep – konsep yang ingin diamati

                       atau diukur melalui penelitian – penelitian yang akan dilakukan”.


                       Adapun kerangka konsep penelitian ini adalah sebagai berikut :

                       Variabel independen                                    Variabel dependen

                            1.    Cuci tangan
                            2.    Pemakaian sarung tangan                      Pencegahan infeksi pada
                            3.    Pengelolaan cairan septik                      proses pertolongan
                            4.    Pemrosesan alat bekas pakai                        persalinan
                            5.    Pengelolaan sampah medik



                       Gambar 3 : Kerangka Konsep Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi pada proses
                       pertolongan persalinan di Klinik Bersalin Griya Medika




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                   D. Definisi Operasional Variabel
                       Definis operasional untuk membatasi ruang lingkup atau pengertian variabel-

                       variabel diamati / diteliti untuk mengarahkan kepada pengukur atau pengamatan

                       terhadap variabel-variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrumen/alat

                       ukur (Notoatmodjo, 2005 : 46).

                       Adapun definisi operasional dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

                       Tabel 3. Definisi Operasional Variabel Penatalaksanaan Pencegahan
                                Infeksi Pada Proses pertolongan Persalinan di Klinik Bersalin
                                Griya Medika
                                                Definisi                        Alat
                          Variabel                                Cara Ukur                Hasil Ukur    Skala
                                             Operasional                        Ukur
                        Pencegahan       Prosedur         yang
                        Infeksi          dilakukan       untuk
                                         mencegah terjadinya
                                         infeksi pada saat
                                         persalinan
                        a. Cuci tangan   Cara-cara        yang    Observasi   Checklist   - Baik        Nominal
                                         dilakukan       untuk                            - Kurang
                                         membersihkan
                                         tangan        dengan
                                         menggunakan        air
                                         bersih           yang
                                         mengalir dan sabun.
                        b. Pemakaian     Penggunaan sarana        Observasi   Checklist   - Baik        Nominal
                           sarung        proteksi      berupa                             - Kurang
                           tangan        sarung tangan pada
                                         saat     memberikan
                                         asuhan kebidanan.
                        c. Pengelolaan   Cara-cara        yang    Observasi   Checklist   - Baik        Nominal
                           cairan        dilakukan       dalam                            - Kurang
                           antiseptik    Penggunaan        dan
                                         penyimpanan cairan
                                         antiseptik
                        d. Pemrosesan    Cara-cara        yang    Observasi   Checklist   - Baik        Nominal
                           alat bekas    dilakukan       untuk                            - Kurang
                           pakai         membersihkan dan
                                         menjaga     sterilitas
                                         instrumen medik.
                        e. Pengelolaan   Cara-cara        yang    Observasi   Checklist   - Baik        Nominal
                           sampah        dilakukan       untuk                            - Kurang
                           medik         membersihkan dan
                                         memproses sampah
                                         terkontaminasi.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                          BAB III

                                                 METODE PENELITIAN



                       A. Rancangan Penelitian

                           Menurut Notoatmodjo, metode penelitian deskriptif adalah suatu metode

                           penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran

                           atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif.

                           Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, dimana

                           penelitian hanya untuk mengetahui gambaran tentang penatalaksanaan

                           pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan.



                       B. Populasi dan Sampel

                              1. Populasi

                                  Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti

                                  (Notoatmodjo, 2005). Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi

                                  adalah bidan dan perawat yang terlibat dalam proses persalinan di

                                  Klinik Bersalin Griya Medika, yaitu sejumlah 6 orang.

                              2. Sampel

                                  Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti. Jika

                                  subjeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga

                                  penelitiannya merupakan penelitian populasi. Tetapi jika jumlah

                                  subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                  (Arikunto, 2006). Menurut Sugiyono (2005) sampling jenuh adalah

                                  teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan

                                  sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif

                                  kecil, kurang dari 30 orang.



                                  Dalam penelitian ini sampel yang diambil adalah seluruh jumlah

                                  populasi yaitu 6 orang. Teknik penentuan sampel yang digunakan

                                  adalah sampling jenuh.



                       C. Variabel Penelitian

                           Variabel adalah ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota-anggota suatu

                           kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok lain. Definisi

                           lain mengatakan bahwa variabel adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri,

                           sifat, atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh satuan penelitian tentang

                           suatu konsep pengertian tertentu ( Notoatmodjo,2005).



                           Dalam penelitian ini varaibel yang digunakan adalah variabel dependen

                           tentang penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan

                           persalinan di Klinik Bersalin Griya Medika, Banjar Agung Tulang Bawang

                           dan variabel independen terdiri dari :




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                           1. Prosedur cuci tangan

                              Pada variabel ini terdapat 5 item pengamatan. Pada setiap item bila cara

                              kerja dilakukan diberi score 1 dan bila tidak dilakukan diberi score 0. bila

                              semua cara kerja dilakukan diberi score 5.

                           2. Pemakaian sarung tangan

                              Pada variabel ini terdapat 5 item pengamatan. Pada setiap item bila cara

                              kerja dilakukan diberi score 1 dan bila tidak dilakukan diberi score 0. bila

                              semua cara kerja dilakukan diberi score 5.

                           3. Pengelolaan cairan antiseptik

                              Pada variabel ini terdapat 9 item pengamatan. Pada setiap item bila cara

                              kerja dilakukan diberi score 1 dan bila tidak dilakukan diberi score 0. bila

                              semua cara kerja dilakukan diberi score 9.

                           4. Pemrosesan alat bekas pakai

                              Sterilisasi

                              Pada variabel ini terdapat 15 item pengamatan. Pada setiap item bila cara

                              kerja dilakukan diberi score 1 dan bila tidak dilakukan diberi score 0. bila

                              semua cara kerja dilakukan diberi score 15.

                           5. Pengelolaan sampah medik

                              Pada variabel ini terdapat 10 item pengamatan. Pada setiap item bila cara

                              kerja dilakukan diberi score 1 dan bila tidak dilakukan diberi score 0. bila

                              semua cara kerja dilakukan diberi score 10.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                       D. Alat ukur/Instrument Penelitian

                           Untuk dapat mengukur variabel penelitian ini, penulis menggunakan

                           instrumen yang berupa lembar observasi yang berisi penatalaksanaan

                           pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan di Klinik Griya

                           Medika Ganjar Agung Tulang Bawang.



                       E. Analisis Data

                                  Teknik analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini

                           menggunakan perhitungan statistik sederhana yaitu persentase atau proporsi

                           (Eko Budiarto, 2001). Persentase atau proporsi akan menjadi distribusi

                           frekuensi relatif jika data yang digunakan adalah data kualitatif. Data yang

                           dipergunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, maka digunakan

                           analisis data menggunakan distribusi frekuensi relatif yang dirumuskan

                           sebagai berikut :

                                        F
                                   P     x 100%
                                        n

                                  Keterangan :

                                  P       : Persentase.

                                  F       : Total penatalaksanaan yang dilakukan responden

                                  n       : Jumlah seluruh responden

                                  (Eko Budiarto, 2002)




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                       Setelah dilakukan langkah-langkah tersebut, dilakukan analisa data dengan

                       menggunakan ketentuan sebagai berikut :

                       1. Baik            : Jika nilai di atas rata-rata responden lebih dari atau sama

                                           dengan rata-rata responden

                       2. Kurang          : jika nilai di bawah rata-rata responden.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                          BAB IV

                                      HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



                   A. Hasil Penelitian

                       a. Gambaran Umum Klinik Griya Medika

                           1. Sejarah Singkat Klinik Griya Medika

                                  Klinik Griya Medika Unit II Tulang Bawang berdiri pada tanggal 1

                           Juni 2004 dengan surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang

                           Bawang Nomor 445/SIT-BP 013/DK-TB/VI/2004. Klinik Griya Medika

                           merupakan suatu badan usaha berupa balai pengobatan dan klinik bersalin

                           yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk suatu jenis

                           penyakit tertentu mulai dari pelayanan dasar sampai dengan spesialistik sesuai

                           kemampuan. Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan adalah pelayanan

                           kesehatan rawat jalan, rawat inap dan tindakan gawat darurat yang mencakup

                           palayanan medik dan penunjang medik.


                                  Klinik Griya Medika berada di Jalan Ethanol No. 208 Unit II Banjar

                           Agung Tulang Bawang yang berdiri di atas tanah seluas 2800 m2. Fasilitas

                           yang ada di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang adalah

                           pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, pemeriksaan

                           penunjang diagnostic, ambulance dan pelayanan kesehatan lainnya.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                    35


                       b. Struktur Organisasi Klinik Griya Medika Tulang Bawang

                           Berdasarkan gambar tersebut, struktur organisasi klinik Griya Medika Tulang

                   Bawang Terdiri dari :

                           a. direktur

                           b. Kepala Klinik

                           c. Bidang Tata Usaha

                           d. Dokter Konsulen

                           e. Dokter Umum



                   Sarana dan prasarana klinik Griya Medika Tulang Bawang

                   1. Instalasi Gawat Darurat.

                   2. Unit Rawat Jalan

                   3. Unit Kebidanan dan Penyakit Kandungan

                   4. Instalasi Rawat Inap

                   5. Ruang Oprasi

                   6. Instalasi Farmasi

                   7. Instalasi Laboraturium Klinik

                   8. Unit Radiologi

                   9. Unit Administrasi.

                   Sarana dan Prasarana

                   1. Kamar IGD                  : 1 unit dengan 2 tempat tidur

                   2. VK                         : 1 unit dengan 2 tempat tidur




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                               36


                   3. Kamar VIP                  : 2 unit masing-masing 2 tempat tidur

                   4. Kamar Kelas III            : 1 unit dengan 2 tempat tidur

                   5. Kamar Kelas IV             : 1 unit dengan 2 tempat tidur

                   6. Kamar Kelas V              : 1 unit dengan 2 tempat tidur

                   7. Kamar Kelas VI             : 1 unit dengan 2 tempat tidur

                   8. Kamar Post Operasi         : 1 unit dengan 2 tempat tidur

                   9. Gudang                     : 1 unit

                   10. Kamar mandi               : 10 unit



                   Ketenagaan klinik Griya Medika

                   1. Dokter Ahli                : 2 orang

                   2. Dokter Umum                : 2 orang

                   3. Bidan                      : 4 orang

                   4. Perawat                    : 9 orang

                   5. Kesehatan Lingkungan       : 2 orang

                   6. Administrasi               : 1 orang

                   7. Cleaning Service           : 2 orang

                   8. Supir                      : 1 orang




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                             37




                   b. Hasil Penelitian Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses
                      Pertolongan Persalinan di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang
                      Bawang Tahun 2008

                         1. Prosedur Cuci Tangan

                            Tabel 4. Hasil Penelitian Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses
                                     Pertolongan Persalinan tentang prosedur cuci tangan di Klinik Griya
                                     Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun 2008

                                                                                                         Jumlah
             Variabel      Item Observasi              A         B       C       D        E       F
                                                                                                        Nilai %
             Prosedur    1. Petugas melepaskan
               Cuci         perhiasan di tangan            0     0       1       1        0       1      3        50
              Tangan        dan pergelangan
                         2. Petugas membasahi
                            tangan dengan air              1     1       1       1        1       1      6        100
                            bersih dan mengalir
                         3. Petugas menggosok
                            kedua tangan dengan
                            kuat dan
                            menggunakan sabun              1     1       1       0        1       1      5        83,3
                            selama 15 – 30 detik
                            (termasuk sela – sela
                            jari)
                         4. Petugas membilas
                            tangan dengan air              1     1       1       1        1       1      6        100
                            bersih
                         5. Petugas
                            mengeringkan
                            tangan dengan cara:
                            a. Diangin-angin
                                kan                        1     0       1       1        1       1      5        83,3
                            b. Dilap       dengan
                                tisue
                            c. Dilap       dengan
                                handuk pribadi
              Jumlah                                   4         3       5        4       4       5      25
                 %                                     80        60     100      80       80     100    100
              Kategori                               Kurang    Kurang   Baik   Kurang   Kurang   Baik   Baik

                   Nilai total                      = 25
                   Nilai rata-rata responden = 25/6 = 4,1




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                        38


                               Berdasarkan tabel di atas, ternyata penatalaksanaan pencegahan infeksi

                       dalam hal prosedur cuci tangan, untuk penatalaksanaan no. 2 dan 4 semua

                       responden 6 orang (100%) melakukannya. Sedangkan penatalaksanaan no. 1

                       dilaksanakan oleh 3 orang responden dengan persentase 50%. Sedangkan yang

                       tidak melakukannya 3 orang responden dengan persentase 50%. Penatalaksanaan

                       no. 3 dan 5 dilaksanakan oleh 5 orang responden dengan persentase 83,3%,

                       sedangkan yang tidak melaksanakan 1 orang responden dengan persentase 16,7%.

                       Secara keseluruhan nilai rata-rata penatalaksanaan pencegahan infeksi dalam hal

                       prosedur cuci tangan yang dilakukan petugas di klinik Griya Medika Banjar

                       Agung Tulang Bawang yaitu 5 penatalaksanaan. Jadi ada 1 penatalaksanaan yang

                       belum mencapai nilai rata-rata penatalaksanaan yaitu penatalaksanaan no.1

                               Penatalaksanaan prosedur cuci tangan untuk responden C dan F termasuk

                       kategori baik dalam dengan nilai 5 dan 5. Ada 4 responden yaitu petugas A, B, D,

                       dan E yang masih kategori kurang dengan nilai 4, 3, 4 dan 4.

                       2. Pemakaian Sarung Tangan

                           Tabel 5. Hasil Penelitian Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses
                                    Pertolongan Persalinan Pemakaian Sarung Tangan di Klinik Griya
                                    Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun 2008

                                                                                                    Jumlah
               Variabel        Item Observasi            A   B       C        D       E        F
                                                                                                   Nilai %
               Pemakaia   1.   Sarung tangan yang
               n Sarung        akan          digunakan
                Tangan         kembali telah melewati
                               proses dekontaminasi,     1   1       1        1       1        1    6     100
                               pencucian           dan
                               pembilasan, serta DTT
                               / sterilisasi




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                                39


                          2.     Petugas menggunakan
                                 sarung tangan pada
                                 saat menghisap lendir      1      1       1        1       1      1      6      100
                                 dari jalan napas bayi
                                 baru lahir.
                          3.     Petugas menggunakan
                                 sarung tangan pada
                                 saat memegang dan
                                                            1      1       0        1       1      1      5      83,3
                                 membersihkan
                                 peralatan
                                 terkontaminasi.
                          4.     Petugas menggunakan
                                 sarung tangan pada
                                 saat        memegang       1      1       1        0       1      1      5      83,3
                                 sampah
                                 terkontaminasi.
                          5.     Petugas menggunakan
                                 sarung tangan pada
                                 saat     membersihkan      1      1       0        1       1      1      5      83,3
                                 percikan darah / cairan
                                 tubuh.
               Jumlah                                       5      5        3       4       5      5      27
                  %                                        100    100      60       80     100    100    540
               Kategori                                    Baik   Baik   Kurang   Kurang   Baik   Baik   Baik
                   Nilai total                     = 27
                   Nilai rata-rata responden = 27/6 = 4,5


                          Berdasarkan tabel di atas, ternyata sebagian besar penatalaksanaan pencegahan

                   infeksi dalam hal pemakaian sarung tangan semua responden (6) 100%

                   melakukannya yaitu untuk penatalaksanaan no. 1, 2, dan 5. penatalaksanaan no. 3 dan

                   4 yang melaksanakan 5 orang responden dengan persentase 83,3%, sedangkan yang

                   tidak melaksanakan 1 orang responden dengan persentase 16,7%. Secara keseluruhan

                   nilai rata-rata penatalaksanaan pencegahan infeksi dalam hal pemakaian sarung

                   tangan oleh petugas di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang yaitu 5

                   penatalaksanaan dan secara keseluruhan dalam katagori baik.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                        40


                          Penatalaksanaan pemakaian sarung tangan untuk responden A, B, E dan F

                   termasuk kategori baik dengan nilai masing-masing 5, 5, 5 dan 5. Terdapat 2

                   responden yang masih dalam kategori kurang dengan nilai 3 dan 4, yaitu responden C

                   dan D.

                        3. Pengelolaan Cairan Antiseptik

                            Tabel 6. Hasil Penelitian Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses
                                     Pertolongan Persalinan Pengelolaan Cairan Antiseptik di Klinik
                                     Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun 2008

                                                                                                    Jumlah
               Variabel      Item Observasi            A     B      C        D        E        F
                                                                                                   Nilai %
               Pengelola 1. Petugas          hanya
               an Cairan     menggunakan         air
               Antiseptik    matang          untuk
                             mengencerkan              0     0       0       0        0        0    0        0
                             cairan      antiseptik
                             (jika    pengenceran
                             diperlukan).
                          2. Petugas
                             menggunakan cairan
                             antiseptik      dalam
                             wadah / kemasan           1     1       1       1        1        1    6    100
                             yang lebih kecil
                             untuk      pemakaian
                             sehari – hari.
                          3. Petugas menyiapkan
                             larutan            dan
                             membersihkan
                             wadah larutan yang        0     0       1       1        0        1    3        50
                             digunakan sehari –
                             hari secara rutin
                             setiap minggu.
                          4. Petugas          tidak
                             mengkontaminasi
                             pinggiran      wadah
                             pada               saat   1     1       1       0        1        1    5    83,3
                             menuangkan larutan
                             ke wadah yang lebih
                             kecil.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                               41


                          5. Petugas
                             mengosongkan dan
                             mencuci        wadah      0        0       0       0        0       0      0           0
                             dengan sabun dan air
                             setiap minggu.
                          6. Petugas
                             mengeringkan
                                                       0        0       0       0        0       0      0           0
                             wadah dengan cara
                             diangin – anginkan
                          7. Petugas
                             menempelkan label
                             berisi        tanggal     0        0       0       0        0       0      0           0
                             pengisian ulang pada
                             wadah.
                          8. Petugas menuangkan
                             larutan antiseptik ke
                                                       1        1       1       1        1       1      6       100
                             gulungan kapas /
                             kasa.
                          9. Petugas menyimpan
                             larutan di tempat
                                                       1        1       1       1        1       1      6       100
                             yang dingin dan
                             gelap.
               Jumlah                                  4        4       5       4        4       5      26
                  %                                   44,4     44,4    55,5    44,4     44,4    55,5   888,6
               Kategori                              Kurang   Kurang   Baik   Kurang   Kurang   Baik   Baik
                   Nilai total                  = 26
                   Nilai rata-rata responden = 26/6 = 4,3

                          Berdasarkan tabel di atas ternyata untuk penatalaksanaan no. 2, 8 dan 9 semua

                   responden 6 orang (100%) melakukannya. Untuk penatalaksanaan no. 3 dilaksanakan

                   oleh 3 orang responden dengan persentase 50%, sedangkan yang tidak melaksanakan

                   3 orang responden dengan persentase 50%. Penatalaksanan no. 4 dilaksanakan oleh 5

                   orang responden dengan persentase 83,3% sedangkan yang tidak melaksanakan 1

                   orang responden dengan persentase 16,7%. Untuk penatalaksanaan no. 1, 5, 6 dan 7

                   tidak ada responden yang melaksanakannya yaitu 0%. Secara keseluruhan nilai rata-

                   rata penatalaksanaan pencegahan infeksi dalam hal pengelolaan cairan antiseptik

                   yang dilakukan oleh petugas di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                        42


                   yaitu 3 penatalaksanaan. Jadi ada 4 penatalaksanaan yang belum mencapai nilai rata-

                   rata penatalaksanaan yaitu penatalaksanaan no. 1, 5, 6 dan 7.

                          Penatalaksanaan cairan antiseptik untuk responden C dan D termasuk kategori

                   baik dengan nilai masing-masing 5 dan 5. Ada 4 responden yaitu petugas A, B, D

                   dan E termasuk dalam kategori kurang dengannilai masing-masing 4, 4, 4 dan 4


                       4. Pemrosesan Alat Bekas Pakai dengan Prosedur Sterilisasi

                           Tabel 7. Hasil Penelitian Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses
                                    Pertolongan Persalinan Pemrosesan Alat Bekas Pakai dengan
                                    Prosedur Sterilisasi di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang
                                    Bawang Tahun 2008

                                                                                                    Jumlah
               Variabel      Item Observasi            A     B       C        D       E        F
                                                                                                   Nilai %

                               Dekontaminasi
                          1. Petugas menggunakan
                             sarung tangan karet
                             yang tebal / sarung       0     1       0        0       1        1    3        50
                             tangan rumah tangga
                             dari lateks.
                          2. Petugas          segera
                             memasukkan benda –
                             benda              yang
                                                       1     1       0        0       1        1    4    66,7
                             terkontaminasi       ke
                             dalam larutan klorin
                             0,5%.
                          3. Petugas      merendam
                             instrumen selama 10       1     0       0        0       0        1    2    33,3
                             menit.
                          4. Petugas      mengganti
                             larutan klorin tiap 24
                             jam atau bila larutan
                                                       1     1       0        0       1        1    4    66,7
                             telah terlihat kotor /
                             keruh.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                       43



                                 Pencucian dan
                                   Pembilasan
                         5.    Petugas menggunakan
                               sarung tangan karet
                               yang tebal / sarung        0   1      1        1       1        1   5    83,3
                               tangan rumah tangga
                               dari lateks.
                         6.    Benda – benda yang
                               akan dicuci sudah
                                                          1   1      0        0       1        1   4    66,7
                               didekontaminasi
                               terlebih dahulu.
                         7.    Benda – benda yang
                               terbuat dari plastik /
                               karet dicuci terpisah      1   1      1        1       1        1   6        100
                               dengan peralatan dari
                               logam.
                         8.    Petugas       membuka
                               engsel gunting dan         1   1      1        1       1        1   6        100
                               klem
                         9.    Petugas menggunakan
                               sikat dengan air dan
                               sabun             untuk
                                                          0   0      0        1       0        1   2    33,3
                               menghilangkan       sisa
                               darah dan kotoran dari
                               instrumen
                         10.   Petugas mencuci setiap
                               benda sedikitnya 3 kali    0   0      0        0       0        0   0        0
                               dengan air dan sabun.
                         11.   Petugas       membilas
                               benda – benda yang
                                                          1   1      1        1       1        1   6        100
                               telah dicuci dengan
                               bersih
                         12.   Selagi masih memakai
                               sarung tangan, petugas
                               mencuci sarung tangan
                               dengan air dan sabun
                                                          1   1      1        1       1        1   6        100
                               kemudian         dibilas
                               secara seksama dengan
                               menggunakan          air
                               bersih.

                         Sterilisasi
                         13. Petugas menggunakan
                             oven panas kering
                                                          1   1      1        1       1        1   6        100
                             pada temperatur 170 0C
                             selama 60 menit.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                            44


                          14. Petugas      melakukan
                              sterilisasi selama 20
                                                          1      1       1        1       1      1      6        100
                              menit jika instrumen
                              tidak terbungkus.
                          15. Petugas     menyimpan
                              instrumen        dalam
                                                          1      1       1        1       1      1      6        100
                              wadah             steril
                              berpenutup rapat.
               Jumlah                                     11     12      8        9       12     14     66
                  %                                      73,3    80     55,3      60      80    93,3   441,9
               Kategori                                  Baik   Baik   Kurang   Kurang   Baik   Baik   Baik
                   Nilai total                    = 66
                   Nilai rata-rata responden = 66/6 = 11

                          Berdasarkan tabel di atas ternyata untuk penatalaksanaan no. 7, 8, 11, 12, 13, 14

                   dan 15 semua responden 6 orang (100%) melakukannya. Penatalaksanaan no. 1 dan 3

                   dilaksanakan oleh 3 orang responden dengan persentase 50%, sedangkan yang tidak

                   melaksanakan juga 3 orang responden dengan persentase 50%. Penatalaksanaan no.

                   2, 4, dan 6 dilaksanakan oleh 4 orang responden dengan persentase 66,7%, sedangkan

                   yang tidak melaksanakan ada 2 orang responden dengan persentase 33,3%.

                   Penatalaksanaan no. 5 dilaksanakan oleh 5 orang responden dengan persentase

                   83,3%, sedangkan yang tidak melaksanakan ada 1 orang responden dengan

                   persentase 16,7%. Penatalaksanaan no. 9 dilaksanakan oleh 2 orang responden

                   dengan persentase 33,3%, sedangkan yang tidak melaksanakan ada 4 orang

                   responden dengan persentase 66,7%. Penatalaksanaan no.10 tidak ada responden

                   yang melaksanakannya yaitu 0%. Secara keseluruhan nilai rata-rata penatalaksanaan

                   pencegahan infeksi dalam hal pemrosesan alat bekas pakai dengan prosedur sterilisasi

                   di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang yaitu 5 penatalaksanaan. Jadi

                   ada 7 penatalaksanaan yang belum mencapai nilai rata-rata penatalaksanaan yaitu no.

                   1, 2, 3, 4, 5, 6, 9 dan 10.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                        45


                             Penatalaksanaan pemrosesan alat bekas pakai dengan prosedur sterilisasi untuk

                   responden A, B, E dan F termasuk kategori baik dengan nilai masing-masing 11, 12,

                   12, dan 14. Terdapat 2 responden yang masih dalam kategori kurang yaitu responden

                   C dan D dengan nilai masing-masing 8 dan 9.


                        5. Pengelolaan Sampah Medik
                              Tabel 8. Hasil Penelitian Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi Pada Proses
                                       Pertolongan Persalinan Pengelolaan Sampah Medik dengan Prosedur
                                       Sterilisasi di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang
                                       Tahun 2008

                                                                                                       Jumlah
            Variabel         Item Observasi            A      B        C        D        E      F
                                                                                                      Nilai %
             Pengelol   1.    Petugas
               aan            menggunakan
             Sampah           sarung tangan pada
                                                       1      1        1        1        1       1     6     100
              Medik           saat       menangani
                              sampah
                              terkontaminasi.
                        2.    Sampah
                              terkontaminasi
                              dimasukkan         ke
                              dalam          tempat    1      1        1        1        1       1     6     100
                              sampah kedap air /
                              kantong        plastik
                              sebelum dibuang.
                        3.    Petugas mencegah
                              terjadinya     kontak
                              antara        sampah
                                                       1      1        0        0        0       1     3     50
                              terkontaminasi
                              dengan permukaan
                              luar kantong.
                        4.    Petugas membuang
                              benda – benda tajam
                              yang terkontaminasi
                              dengan
                                                       1      1        1        1        1       1     6     100
                              menempatkannya
                              dalam wadah tahan
                              bocor / kotak karton
                              tebal / wadah logam.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                            46


                        5.  Petugas
                            membersihkan
                            percikan darah
                            dengan larutan                  0     0        0        0        0       1      1     16,7
                            klorin 0,5%
                            kemudian menyeka
                            dengan kain / pel
                        6. Petugas
                            membungkus           /
                            menutupi         linen
                            bersih             dan          1     1        1        0        1       1      5     83,3
                            menyimpan dalam
                            kereta dorong /
                            lemari tertutup.
                        7. Petugas
                            membersihkan
                            tempat tidur, meja,
                                                            0     0        0        1        0       1      2     33,3
                            dan troli dengan kain
                            yang dibasahi klorin
                            0,5% dan deterjen.
                        8. Petugas       menyeka
                            celemek       dengan            0     0        0        0        0       1      1     16,7
                            klorin 0,5%
                        9. Petugas
                            membersihkan lantai
                            dengan lap kering
                            kemudian       diseka           0     0        0        0        0       1      1     16,7
                            dengan      campuran
                            klorin 0,5% dan
                            deterjen.
                        10. Petugas
                            membersihkan
                            dinding, gorden, dan            0     0        0        0        0       1      1     16,7
                            tirai dengan klorin
                            0,5% secara teratur
             Jumlah                                     5          5        4       4         4      10     32
                %                                      50         50       40       40       40     100    320
             Kategori                                 Kurang    Kurang   Kurang   Kurang   Kurang   Baik   Baik
                   Nilai total                       = 32
                   Nilai rata-rata responden = 32/6 = 5,3




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                    47


                         Berdasarkan tabel di atas, penatalaksanaan no. 1, 2 dan 4 semua responden 6

                   orang (100%) melakukannya. Penatalaksanaan no.3 dilaksanakan oleh 3 orang

                   responden dengan persentase 50%,sedangkan yang tidak melaksanakan 3 orang

                   responden dengan persentase 50%.Penatalaksanaan no. 5,8,9 dan 10 hanya

                   dilaksanakan oleh 1 orang responden dengan persentase 16,7%, sedangkan yang tidak

                   melaksanakan 5 orang dengan persentase 83,3%. Penatalaksanaan no. 6 dilaksanakan

                   oleh 5 orang responden dengan persentase 83,3%, sedangkan yang tidak

                   melaksanakan 1 orang responden dengan persentase 16,7%. Penatalaksanaan no. 7

                   dilaksanakan oleh 2 orang responden dengan persentase 33,3%, sedangkan yang tidak

                   melaksanakan ada 4 orang responden dengan persentase 66,7%. Secara keseluruhan

                   nilai rata-rata penatalaksanaan pencegahan infeksi dalam hal pengelolaan sampah

                   medik di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang yaitu 3

                   penatalaksanaan. Jadi ada 5 penatalaksanaan yang belum mencapai nilai rata-rata

                   penatalaksanaan yaitu no. 5, 7, 8, 9 dan 10.

                         Penatalaksanaan pengelolaan sampah medik untuk responden F termasuk dalam

                   kategori baik dengan nilai 10. Terdapat 5 responden yang masih dalam kategori

                   kurang yaitu responden A, B, C, D, dan E dengan nilai masing-masing 5, 5, 4, 4, dan

                   4.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                          48


                           Tabel 9. Jumlah Rata-rata Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi pada Proses
                                    Pertolongan Persalinan di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang
                                    Bawang Tahun 2008

                                                                                      Jumlah rata-rata
                                                              Jumlah rata-rata
                                                                                      penatalaksanaan
                                     Variabel                 penatalaksanaan
                                                                                         yang tidak
                                                               yang dilakukan
                                                                                         dilakukan
                           Penatalaksanaan pencegahan
                           infeksi       pada     proses
                           pertolongan persalinan
                           1. Prosedur Cuci Tangan                    5                        1
                           2. Pemakaian Sarung Tangan                 5                        1
                           3. Pengelolaan Cairan                      3                        3
                               Antiseptik
                           4. Pemrosesan Alat Bekas                   5                        1
                               Pakai dengan Prosedur
                               Sterilisasi
                           5. Pengelolaan Sampah                      3                        3
                               Medik
                                 Jumlah rata-rata                     21                       9
                                 Penatalaksanaan

                           Tabel 10. Distribusi Frekuensi Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi pada
                                     Proses Pertolongan Persalinan Tentang Prosedur Cuci Tangan di
                                     Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun 2008
                                     Berdasarkan Nilai Rata-rata Penatalaksanaan

                                 Penatalaksanaan Pencegahan
                                                                       Jumlah
                           No Infeksi pada proses Persalinan                         Frekuensi     %
                                                                      Responden
                                 tentang prosedur cuci tangan
                           1    Baik                                        2            5, 5      33,3
                           2    Kurang                                      4         4, 3, 4, 4   66,7
                                Jumlah                                      6                      100

                           Dari tabel di atas penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses

                           pertolongan persalinan tentang prosedur cuci tangan, responden dengan

                           kategori baik yaitu 2 orang (33,3%) dan responden dengan kategori kurang

                           yaitu 4 orang (66,7%).




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                          49



                           Tabel 11. Distribusi Frekuensi Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi pada
                                     Proses Pertolongan Persalinan Tentang Pemakaian Sarung Tangan
                                     di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang Tahun
                                     2008 Berdasarkan Nilai Rata-rata Penatalaksanaan

                                Penatalaksanaan Pencegahan
                              Infeksi pada Proses Pertolongan          Jumlah
                           No                                                        Frekuensi     %
                               Persalinan Tentang Pemakaian           Responden
                                       Sarung Tangan
                           1 Baik                                           4         5, 5, 5, 5   66,7
                           2 Kurang                                         2            3, 4      33,3
                              Jumlah                                        6                      100


                           Dari tabel di atas penetalaksanaan pencegahan infeksi pada proses

                           pertolongan persalinan tentang pemakaian sarung tangan, responden dengan

                           kategori baik yaitu 4 orang (66,7%) dan responden dengan kategori kurang

                           yaitu 2 orang (33,3%).

                           Tabel 12. Distribusi Frekuensi Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi pada
                                     Proses Pertolongan Persalinan Tentang Pengelolaan Cairan
                                     Antiseptik di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang
                                     Tahun 2008 Berdasarkan Nilai Rata-rata Penatalaksanaan

                               Penatalaksanaan Pencegahan
                              Infeksi pada Proses Pertolongan Jumlah
                           No                                                       Frekuensi      %
                              Persalinan Tentang Pengelolaan Responden
                                     Cairan Antiseptik
                           1 Baik                                2                      5, 5       33,3
                           2 Kurang                              4                   4, 4, 4, 4    66,7
                               Jumlah                            6                                 100

                           Dari tabel di atas penetalaksanaan pencegahan infeksi pada proses

                           pertolongan persalinan tentang pengelolaan cairan antiseptik, responden




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                          50


                           dengan kategori baik yaitu 2 orang (33,3%) dan responden dengan kategori

                           kurang yaitu 4 orang (66,7%).

                           Tabel 13. Distribusi Frekuensi Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi pada
                                     Proses Pertolongan Persalinan Tentang Pemrosesan Alat Bekas
                                     Pakai dengan Prosedur Sterilisasi di Klinik Griya Medika Banjar
                                     Agung Tulang Bawang Tahun 2008 Berdasarkan Nilai Rata-rata
                                     Penatalaksanaan

                                  Penatalaksanaan Pencegahan
                                Infeksi pada Proses Pertolongan
                                                                  Jumlah
                           No Persalinan Tentang Pemrosesan Alat                        Frekuensi           %
                                                                 Responden
                                 Bekas Pakai dengan Prosedur
                                           Sterilisasi
                           1 Baik                                    4                 11, 12, 12, 14     66,7
                           2 Kurang                                  2                     8, 10          33,3
                               Jumlah                                6                                    100

                           Dari tabel di atas penetalaksanaan pencegahan infeksi pada proses

                           pertolongan persalinan tentang pemrosesan alat bekas pakai dengan prosedur

                           sterilisasi, responden dengan kategori baik yaitu 4 orang (66,7%) dan

                           responden dengan kategori kurang yaitu 2 orang (33,3%).

                           Tabel 14. Distribusi Frekuensi Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi pada
                                     Proses Pertolongan Persalinan Tentang Pengelolaan Sampah
                                     Medik di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang
                                     Tahun 2008 Berdasarkan Nilai Rata-rata Penatalaksanaan

                               Penatalaksanaan Pencegahan
                              Infeksi pada Proses Pertolongan Jumlah
                           No                                                         Frekuensi         %
                              Persalinan Tentang Pengelolaan Responden
                                       Sampah Medik
                           1 Baik                                1                        10            16,7

                           2    Kurang                                     5         5, 5, 4, 4, 4      83,3
                                Jumlah                                     6                            100




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                            51


                           Dari tabel di atas penetalaksanaan pencegahan infeksi pada proses

                           pertolongan persalinan tentang pengelolaan sampah medik, responden dengan

                           kategori baik yaitu 1 orang (16,7%) dan responden dengan kategori kurang

                           yaitu 5 orang (83,3%)

                           Tabel 15. Jumlah keseluruhan penatalaksanaan pencegahan infeksi pada
                                     proses Pertolongan Persalinan di Klinik Griya Medika Banjar
                                     Agung Tulang Bawang Tahun 2008

                          Prosedur   Pemakaian     Pengelolaan   Pemrosesan    Pengelolaan      Jumlah
                                                                                                               Ka
             Responden       cuci      sarung        cairan       alat bekas     sampah
                                                                                             Nilai   %       tegori
                           tangan      tangan       antiseptik      pakai         medik
                  A           4           5             4             11            5          29    16,5    Baik
                  B           3           5             4             12            5          29    16,5    Baik
                  C           5           3             5              8            4          25    14,2   Kurang
                  D           4           4             4              9            4          25    14,2   Kurang
                  E           4           5             4             12            4          29    16,5    Baik
                  F           5           5             5             14           10          39    22,1    Baik
              Jumlah          25         27             26            66           32          176   100      -
              Rata-rata
                              4           5               4          11            5           29     -          -
              responden



                       Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa secara keseluruhan terdapat 4 orang

                       responden dengan persentase 66,7% yang berada di atas atau sama dengan nilai

                       rata-rata responden dan 2 responden dengan persentase 33,3% yang berada di

                       bawah nilai rata-rata responden.


                   1. Pembahasan

                       1. Prosedur Cuci Tangan

                           Flora kuman di kulit terdiri dari mikro organisme yang menetap dan

                           sementara. Beberapa micro organisme didapat melalui kontak langsung

                           dengan orang lain atau peralatan selama bekerja sehari-hari. Organisme ini




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                      52


                           disebut dengan flora peralihan dan mudah dihilangkan dengan mencuci

                           tangan. Anjuran cuci tangan yang baik adalah pada alir mengalir

                           menggunakan sabun kemudian mengeringkan dengan menggunakan handuk

                           pribadi (tisue)


                           Dari hasil penelitian terhadap 6 responden yang melakukan penatalaksanaan

                           pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan tentang prosedur cuci

                           tangan, 5 responden dalam kategori baik dan 1 responden dalam kategori

                           kurang.


                       2. Pemakaian Sarung Tangan

                           Sebagai tindakan pencegahan, sarung tangan harus digunakan oleh seluruh

                           staf yang kontak dengan darah atau cairan tubuh. Sarung tangan hanya dipakai

                           1 orang klien untuk menghindarkan kontaminasi silang. Jika memungkinkan

                           pergunakan sarung tangan untuk sekali pakai. Jika menggunakan sarung

                           tangan pakai ulang, maka sarung tangan harus melalui proses dekontaminasi

                           setelah dipakai, kemudian dicuci selanjutnya sarung tangan disterilisasi atau

                           di DTT. Untuk sarung tangan pakai ulang sebaiknya tidak lebih dari 3 kali

                           pakai ulang karena memungkinkan terjadi kebocoran kecil yang tidak tampak

                           dengan mata telanjang.


                           Dari hasil penelitian di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang

                           ternyata penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang pemakaian sarung




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                     53


                           tangan, 4 responden dalam kategori baik dan 2 responden dalam kategori

                           kurang.

                       3. Pengelolaan Cairan Antiseptik

                           Zat     antiseptik   dirancang   untuk   menyingkirkan    sebanyak   mungkin

                           mikroorganisme tanpa merusak atau mengiritasi kulit atau lapisan mukosa

                           dimana zat tersebut digunakan. Karena kulit tidak mungkin disterilisasi,

                           menyiapkan kulit dengan larutan antiseptik meminimalkan jumlah mikro

                           organisme yang mungkin akan mengkontaminasi luka pembedahan dan

                           menyebabkan terjadinya infeksi.


                           Semua jenis antiseptik dapat tercemar. Mikro organisme yang mencemari

                           antiseptik diantaranya stafilokokus, basil gram negatif dan beberapa

                           indospora. Organisme ini dapat menyebabkan infeksi jika digunakan mencuci

                           tangan atau digunakan pada kulit pasien. Pencemaran larutan antiseptik dapat

                           dicegah dengan cara sebagai berikut :

                                Jika kemasan antiseptik yang ada besar, maka untuk pemakaian sehari-

                                 hari tuang dalam wadah kecil (hal ini untuk rendaman antiseptik karena

                                 hal ini akan menyebabkan kontaminasi).

                                Buat jadwal rutin yang tetap untuk menyiapkan larutan antiseptik dan

                                 bersihkan wadah pemakaian sehari-hari.

                                Cuci wadah pakai ulang hingga bersih dengan sabun dan air kemudian

                                 keringkan sebelum diisi kembali.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                       54


                              Beri label wadah pakai ulang dengan tanggal setiap kali selesai dicuci,

                               dikeringkan kembali

                              Larutan antiseptik sebaiknya disimpan ditempat yang dingin dan gelap.


                           Dari hasil penelitian di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang

                           ternyata penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang pengelolaan cairan

                           antiseptik semua responden dalam kategori baik.


                       4. Pemrosesan Alat Bekas Pakai

                           Pemrosesan      alat   bekas   pakai    dengan   upaya   pencegahan   infeksi

                           direkomendasikan untuk melalui tiga langkah pokok, yaitu :

                           1) Dekontaminasi

                           2) Pencucian dan pembilasan

                           3) Sterilisasi atau disinfeksi tingkat tinggi


                           Dekontaminasi

                           Dekontaminasi adalah langkah awal yang penting dalam penanganan

                           peralatan, perlengkapan, sarung tangan dan benda-benda lain yang

                           terkontaminasi. Segera setelah pemakaian rendam alat-alat dalam larutan

                           klorin 0,5% selama 10 menit. Ini akan dengan cepat membunuh virus

                           Hepatitis   B      dan   HIV/AIDS. Pastikan       bahwa benda-benda yang

                           terkontaminasi, telah terendam seluruhnya dalam larutan klorin. Daya kerja




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                           55


                           larutan klorin akan cepat mengalami penurunan sehingga harus diganti paling

                           sedikit setiap 24 jam, atau lebih cepat jika terlihat telah kotor atau kerut.



                           Pencucian dan Pembilasan

                           Pencucian adalah cara yang paling efektif untuk menghilangkan sebagian

                           besar mikroorganisme pada peralatan/perlengkapan yang kotor atau yang

                           sudah digunakan. Baik Sterilisasi atau Disinfeksi Tingkat Tinggi (DTT)

                           menjadi kurang tanpa proses pencucian sebelumnya.


                           Sterilisasi

                           Sterilisasi uap tekanan tinggi adalah metode sterilisi yang paling murah dan

                           efektif, tetapi juga paling sulit dilakukan secara benar (Gruendemann dan

                           Magnum, 2001). Meskipun sterilisasi adalah cara paling efektif untuk

                           membunuh mikroorganisme, sterilisasi tidak selalu memungkinkan dan tidak

                           selalu praktis. DTT adalah satu-satunya alternatif untuk situasi tersebut. DTT

                           bisa dicapai dengan merebus atau mengukus atau secara kimiawi. Untuk

                           peralatan, perebusan seringkali merupakan metode DTT yang paling

                           sederhana dan efesien.


                           Dari hasil penelitian di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang

                           ternyata penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang pemrosesan alat bekas

                           pakai, 4 responden dalam kategori baik dan 2 responden dalam kategori

                           kurang.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                      56


                       5. Pengelolaan Sampah Medik

                           Setelah selesai melakukan suatu tindakan dalam asuhan persalinan dan

                           sebelum melepaskan sarung tangan letakan sampah terkontaminasi (kasa,

                           gulungan kapas, perban, dan lain-lain) ke dalam tempat sampah kedap air /

                           kantung    plastik,   sebelum    dibuang.   Hindarkan     terjadinya   sampah

                           terkontaminasi dengan permukaan luar kantung. Pembuangan secara benar

                           untuk benda-benda tajam terkontaminasi adalah dengan menempatkannya

                           dalam wadah tahan bocor (misalkan botol air mineral dari plastik atau botol

                           infus), kotak karton yang tebal atau wadah yang terbuat dari logam.


                           Dari hasil penelitian di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang

                           ternyata penatalaksanaan pencegahan infeksi tentang pengelolaan sampah

                           medik, 3 responden dalam kategori baik dan 3 responden dalam kategori

                           kurang.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                           BAB V

                                              KESIMPULAN DAN SARAN




                   A. Kesimpulan

                       Setelah membahasa serangkaian analisis data dalam penelitian yang telah

                       dilakukan tentang penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan

                       persalinan di Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang tahun 2008,

                       maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

                       1. Penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan di

                           Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang dalam prosedur cuci

                           tangan termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata penatalaksanaan 5

                           penatalaksanaan. Penatalaksanaan prosedur cuci tangan ada 2 responden

                           dengan kategori baik dan 4 responden dengan kategori kurang.


                       2. Penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan di

                           Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang dalam pemakaian sarung

                           tangan termasuk kategori baik dengan nilai rata-rata nilai penatalaksanaan 5

                           penatalaksanaan. Penatalaksanaan pemakaian sarung tangan ada 4 responden

                           dengan kategori baik dan 2 responden dengan kategori kurang.




                                                            58




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                     35


                       3. Penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan di

                           Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang dalam pengelolaan cairan

                           antiseptik termasuk kategori baik dengan nilai rata-rata penatalaksanaan 3

                           penatalaksanaan. Penatalaksanaan pengelolaan cairan antiseptik ada 2

                           responden dengan kategori baik dan 4 responden dengan kategori kurang.


                       4. Penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan di

                           Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang dalam pemrosesan alat

                           bekas pakai dengan prosedur sterilisasi termasuk kategori baik dengan nilai

                           rata-rata penatalaksanaan 5 penatalaksanaan. Penatalaksanaan pemrosesan alat

                           bekas pakai dengan prosedur sterilisasi ada 4 responden dengan kategori baik

                           dan 2 responden dengan kategori kurang.


                       5. Penatalaksanaan pencegahan infeksi pada proses pertolongan persalinan di

                           Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang dalam pengelolaan

                           sampah medik termasuk kategori baik dengan nilai rata-rata penatalaksanaan

                           3 penatalaksanaan. Penatalaksanaan pengelolaan sampah medik ada           1

                           responden dengan kategori baik dan 5 responden dengan kategori kurang.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                   36


                   B. Saran

                        1. Bagi lahan praktik Klinik Griya Medika Banjar Agung Tulang Bawang.

                            Perlu kesadaran untuk meningkatkan keterampilan pencegahan infeksi sesuai

                            dengan prosedur yang telah ditetapkan tentang penatalaksanaan pencegahan

                            infeksi sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal pada ibu

                            bersalin.


                        2. Tenaga Kesehatan yang Bekerja di Klinik Griya Medika Banjar Agung

                            Tulang Bawang

                            Meningkatkan keterampilan dan menerapkan ilmu yang didapat tentang

                            penatalaksanaan pencegahan infeksi diantaranya : prosedur cuci tangan,

                            pemakaian sarung tangan, pengelolaan cairan antiseptik, pemrosesan alat

                            bekas pakai dengan prosedur sterilisasi, prosedur pengelolaan sampah

                            medik, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan

                            maksimal.


                        3. Lulusan Pendidikan Kesehatan

                            Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang penatalaksanaan

                            pencegahan infeksi diantaranya: prosedur cuci tangan, pemakaian sarung

                            tangan, pengelolaan cairan antiseptik, pemrosesan alat bekas pakai dengan

                            prosedur sterilisasi, prosedur pengelolaan sampah medik.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)
                                                                                                   37


                        4. Bagi Peneliti Lain yang Meneliti Hal-hal yang Berkaitan dengan

                            Penatalaksanaan Pencegahan Infeksi

                            Diharapkan dapat meningkatkan hasil penelitiannya dan dapat mengkaji hal-

                            hal yang belum dapat dimunculkan oleh penulis dalam penelitian ini yang

                            berkaitan dengan pengetahuan dan sikap petugas serta pasien terhadap

                            pencegahan infeksi, sarana pendukung prosedur, dan segala sesuatu yang

                            berkaitan dengan pencegahan infeksi.




Create PDF files without this message by purchasing novaPDF printer (http://www.novapdf.com)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:50264
posted:2/12/2010
language:Indonesian
pages:60
Description: Contoh Karya Tulis Ilmiah Kebidanan.