SUKU ABORIGIN

					Masyarakat dan Kesenian

   Aborigin Australia




      Nama     : ASEP MULYONO
      NIM      : 18094773
      KAMPUS   : BINASARANA INFORMATIKA BEKASI
                      Masyarakat dan Kesenian Aborigin Australia


Pendahuluan
Masa kini, orang di luar Australiaa tidak banyak mengetahui tentang masyarakat dan
kesenian Aborigin. Bahkan di Australia sendiri, masyarakat dan kesenian Aborigin
kurang dihormati dan dilaksanakan secara umum. Ini tidak adil! Karena masyarakat
dan kesenian Aborigin begitu rumit, menarik dan merupakan salah satu kesenian kuno
di Oceania. Dari semua kesenian Aborigin, lukisan, musik dan tarian merupakan
unsur utama kebudayaan dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat
Aborigin. Dalam tulisan ini dijelaskan lebih lanjut mengenai musik dan tarian, karena
lebih mudah untuk dimengerti oleh masyarakat Internasional. Sedangkan pembahasan
mengenai lukisan terlalu rumit untuk dijelaskan pada tulisan ini. Walaupun demikian,
saya harap tulisan ini mendorong orang untuk mengetahui lebih lanjut tentang
masyarakat dan kesenian Aborigin, dan menjadi permulaan untuk mempelajari
tentang topik yang menarik ini.




Latar Belakang
Kelompok Aborigin sudah menduduki Australia selama lebih dari empat puluh ribu
tahun. Mereka berasal dari Asia Tenggara, memasuki benua Australia dari utara.
Pada waktu itu, Australia bersatu dengan pulau Irian. Memang, ada banyak kesamaan
antara kebudayaan kuno Asia Tenggara dan kebudayaan Aborigin.


Karena kelompok Aborigin terpencil dari kebudayaan yang berkembang di negeri
lain, mereka harus mencari solusi untuk beradaptasi dengan lingkungan Australia
yang unik dan keras.    Oleh karena itu, kebudayaan Aborigin sangat dipengaruhi
dengan lingkungan alam Australia, yaitu, pemandangan alam, binatang, dan
sebagainya. Karena luasnya Australia, menyebabkan kelompok-kelompok Aborigin
tersebar, dan menciptakan banyak suku yang berbeda-beda. Lagi pula, pada waktu
orang Eropa datang di Australia, tidak ada suku Aborigin yang homogen. Suku-suku
Aborigin sudah berbeda dalam aspek organisasi sosial, kebudayaan, dan bahasanya.
Misalnya, di Australia tengah, ada lebih dari seratus bahasa, dan beragam dialek.
Tarian, musik, sistem keluarga, lukisan dan upacara-upacara semua berbeda dari satu



                                                                                   2
suku dengan suku lain. Walaupun begitu, perbedaan ini tidak penting karena ada
kesamaan pokok, dan suku-suku Aborigin sering berkerja sama untuk upacara-
upacara, perdagangan dan pernikahan. Dongeng-dongeng, lagu-lagu, sejarah lisan
dan unsur kebudayaan lain juga tersebarkan jauh. Masa kini, variasi wilayah tetap
ada: tidak hanya ada satu suku Aborigin, maka setiap suku Aborigin sering
menekankan perbedaan dan identitasnya.


Kesenian dan ‘Dreamtime’
Satu kepercayaan bagi semua orang Aborigin adalah ‘Dreamtine’ (masa mimpi) atau
‘Dreaming’. Dreamtime ini adalah terjemahan konsep Aborigin yang kira-kira betul,
karena tidak ada kata tepat dalam bahasa Inggris, atau bahasa lain. Setiap suku
Aborigin ada kata sendiri untuk konsep Dreamtime, misalnya Tjukurpa untuk orang
Pitjantjatjara, Aldjerinya untuk orang Arrente, dan Nguthuna untuk orang
Adnyamathanha1.


Kata Dreaming tersebut diterima secara umum oleh orang Aborigin, karena sering
ada wahyu atau petunjuk baik diberikan lewat mimpi. Dreaming bermaksud semua
hal yang diketahui dan dimengerti.   Konsep ini adalah cara yang dipakai orang
Aborigin untuk menjelaskan hidupnya, dan bagaimana dunia dilahirkan. Memang
Dreaming adalah pusat untuk kehidupan, kebudayaan dan kesenian orang Aborigin
karena konsep itu menentukan kepercayaan, dan hubungannya dengan semua ciri-ciri
dunia.


Dreaming sering dijelaskan sebagai suatu masa, tetapi konsep waktu Eropa sebagai
unit masa dulu kurang tepat untuk Dreaming. Dreaming bukan masa dahulu, tetapi
sesuatu yang terus-menerus, dari mana orang berasal, di mana orang dibarukan, dan
ke mana orang dikembalikan. Oleh karena itu, kesenian adalah suatu cara yang
digunakan orang Aborigin untuk berkomunikasi dan memelihara kesatuan dengan
Dreaming. Ketika orang mempertunjukkan sifat-sifat nenekmoyang Dreamingnya
melalui tarian, musik dan lukisan serta ketika mereka memelihara tempat suci, jiwa
nenekmoyangnya diperbarui dan dihormati.




                                                                                3
Kesenian dalam Masyarakat Aborigin Australia
Konsep kesenian bagi masyarakat tradisional Aborigin jauh berbeda dari konsep
kesenian masyarakat Eropa. Dalam masyarakat Aborigin, aktivitas seperti tarian,
nyanyian, gambaran pasir, membuat perabot atau menenun keranjang tidak dianggap
sebagai aktivitas berbeda seperti ‘Art and Design’ di Eropa. Semua aktivitas tersebut
adalah bagian Dreaming dan kehidupan sehari-hari. Lagi pula, tidak ada konsepsi
orang ahli kesenian dan seniman, karena semua orang adalah seniman.


Orang Aborigin secara tradisional mengunakan bahan alami yang tersedia untuk
keseniannya. Di seluruh Australia, lukisan tanah dan gua serta lukisan badan dan
dekorasi sangat penting dan memakai bermacam-macam cara dan gaya. Tarian dan
musik juga penting sekali bagi masyarakat Aborigin sebagai ekspresi kesenian, dan
juga dipengaruhi lingkungan alami.


Masa kini, komunitas-komunitas Aborigin di seluruh Australia masih membuat
lukisan serta menari dan main musik secara tradisional. Walalupun demikian, makin
lama makin banyak kesenian Aborigin dipengaruhi teknik modern. Misalnya, cat
akrilik dan kertas (bukan kulit kayu) digunakan untuk lukisan, dan tarian bisa
dimainkan tidak hanya untuk tuntunan atau tontonan khusus Aborigin, tetapi juga
untuk ditonton para wisatawan.


Musik dan Tarian Aborigin Australia
Musik dan tarian Aborigin penting sekali untuk semua orang Aborigin dalam
kehidupan sehari-harinya. Musik dan tarian ini berhubungan dengan nenekmoyang
Aborigin, totem-totemnya, lingkungan, bintang, burung dan tumbuh-tumbuhan.
Musik dan tarian ada maksud tetap dalam kehidupan seorang Aborigin: untuk
membawakan hujan, gaya menyembuhkan sakit, memenangkan perang dan lain-lain.


Ada tiga jenis musik dan tarian Aborigin. Yang pertama termasuk upacara-upacara
yang suci dan rahasia. Lagu-lagu dan tarian untuk upacara ini tidak untuk hiburan,
tetapi, untuk tuntunan saja.     Upacara-upacara tersebut biasanya memperingati
nenekmoyang atau totem-totem dan khusus untuk laki-laki. Juga ada upacara khusus
perempuan, tetapi tidak ada banyak informasi mengenai itu, karena upacara tersebut
rahasia sekali.


                                                                                   4
Jenis musik dan tarian kedua adalah semi-suci, dan ada banyak contoh jenis ini.
Biasanya lagu-lagu, musik dan tariannya dibuat untuk upacara menuju dewasa bagi
laki-laki muda, pernikahan dan sebagainya.     Musiknya dimainkan oleh laki-laki,
sementara perempuan menari.


Jenis musik dan tarian ketiga adalah ‘non-suci’, yaitu hanya untuk hiburan. Lagu-
lagu dan tarian ini bisa dimainkan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.
Musik dan tarian jenis ini disebarkan luaskan di antara suku-suku. Kadang-kadang
ada suku yang mengunakan bahasa asing untuk memainkan lagu-lagu yang
disebarkan padanya! Suatu macam upacara terkenal sejenis ini adalah ‘corroboree’
yang sebenarnya semalaman untuk tarian dan musik tradisional. Semua laki-laki
(dewasa dan anak) menari selama berjam-jam sementara wanita dan gadis menyanyi.


Bagaimana Musik dan Tarian Aborigin ini?
Musik
Secara tradisional, untuk membuat musik baru, seorang Aborigin akan jalan-jalan
(walkabout) dan mendengarkan bunyi-bunyi binatang – tidak hanya suaranya, tetapi
juga bunyi gerakannya. Dia juga akan mendengarkan suara guntur, daun yang tertiup
angin, dan aliran air.    Inti suara ini terus dimainkan seteliti-telitinya dengan
menggunakan didjeridoo dan alat musik lain.


Alat musik orang Aborigin berbeda antara satu suku dengan suku lainnya. Walaupun
demikian, bumerang, pentung, batang kayu, genderang, giring-giring kayu dan
didgeridoo adalah alat musik biasa untuk hampir semua suku. Lagi pula, bertepuk
tangan, hentakan kaki menambah musiknya.


Untuk lagu-lagu Aborigin, sebuah lagu dinyanyikan sebagai seri yang terbuat dari
beberapa syair pendek. Setiap syair ini menceritakan tentang kejadian atau tempat
yang ada hubungan dengan nenekmoyangnya. Sedangkan ada juga lagu upacara
‘penuh’, yaitu lagunya khusus untuk menceritakan maksud tarian yang sedang
dimainkan. Tetapi, karena Australia luas sekali, banyak lagu tentang satu kejadian
bisa berubah dari satu suku sampai satu suku lain. Walaupun intinya sama, tarian atau
musiknya beda. Makanya, walaupun seorang Aborigin yang mengunjungi suku lain


                                                                                   5
mungkin tidak bisa mengerti bahasa lokalnya, dia bisa mengerti cerita lagu dan tarian
suku itu.


Tarian
Seperti musik, juga ada banyak gaya tarian antara suku-suku yang berbeda.
Umumnya, orang menari dengan banyak gerakan tangan, kaki dan badan yang tetap,
khususnya hentakan kaki. Penari yang paling pintar menari dihormati dan terkenal
jauh dari tempat asalnya.


Dalam upacara, ketika lagu rahasia dinyanyi, tarian menjadi kuat secara mistik.
Penari dan alat-alat yang dipakai menjadi dipenuhi kekuatan gaib dan mistik.
Walaupun unsurnya tidak berbahaya, jumlah tarian dan nyanyian menjadi kuat dan
oleh sebab itu harus dihormati dan dilaksanakan dengan hati-hati. Upacara yang
paling kuat memperbaiki lingkungan alam, dan kehidupan komunitas Aborigin.
Makanya, tempat di mana upacara ini dimainkan dianggap suci sekali dan seharusnya
tidak diubah atau diperkembangan.


Masyarakat dan Kesenian Aborigin Masa Kini
Seperti sudah dijelaskan, masa kini makin lama makin banyak kesenian Aborigin
tradisional berubah dengan penggunakan teknik modern.         Lagi pula, pada masa
dahulu banyak tempat suci bagi orang Aborigin yang dikembangkan oleh orang
‘Barat’ yang tidak menghormati kepercayaan orang Aborigin. Di koran, sering ada
cerita tentang hak tanah, dan konfrontasi antara orang Aborigin-Australia dan orang
Barat-Australia. Kepercayaan Barat, minuman keras, perkembangan kota-kota dan
kesempatan pekerjaan juga merusakan kehidupan orang Aborigin. Makanya, banyak
unsur kebudayaan Aborigin sudah hilang atau tidak bisa dilaksanakan.


Walaupun demikian, masa kini kita bisa melihat bahwa orang Barat-Australia sudah
mulai menghormati tradisi, kebudayaan dan kesenian Aborigin. Di hampir semua
kampus universitas di Australia ada ‘Pusat Aborigin’ di mana mahasiswa bisa belajar
tentang Dreaming dan kebudayaan orang asli Australia. Baik di kota maupun di luar
kota, masyarakat mulai mengerti bahwa pada masa dahulu orang Aborigin tidak
diperlakukan secara adil dan sekarang kami harus memperbaikinya. Dan semua orang
Australia, Barat dan Aborigin harus bekerja sama untuk masa depan Australia. Kami


                                                                                   6
bukan orang yang berbeda, tetapi orang Australia dengan kebudayaan dan kesenian
campuran yang memang menarik dan unik. Semoga di masa depan kebudayaan,
kesenian dan sejarah lisan Aborigin Australia tidak hilang lagi, dan dihormati oleh
semua orang Australia.


Kesimpulan
Masyarakat dan kesenian Aborigin memang rumit tetapi menarik. Kita bisa melihat
bagaimana Dreaming mempengaruhi kebudayaan melalui kesenian. Kehidupan
sehari-hari suku Aborigin berhubungan dengan keseniannya dalam banyak bentuk dan
untuk berbagai fungsi. Upacara-upacara baik mistik maupun non mistik sangat
penting untuk memperbarui dan memelihara hubungan dengan nenek moyang dan
Dreaming. Walaupun masa kini masyarakat dan kesenian Aborigin sudah berubah
dari yang tradisional, tetapi tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat luas
Australia. Maka seharusnya kita menghormati dan memelihara kebudayaan Aborigin
untuk anak cucu kita di masa depan.




                                                                                    7
                                          .


Bibliografi


Aboriginal Art Online.. [lewat www]

       http://www.aboriginalart.com.au/



The Centre for Cross-Cultural Research. [lewat www]

       http://www.anu.edu.au/culture/programs/xcultural-art-soc-pubs.htm



Ellis, Catherine J. (1964) ‘An Approach to the Study of Aboriginal Music’ di

       Aboriginal Music Making. Adelaide: Libraries Board of S.A, pp. 2-7.



Introduction to Australian Aboriginal Art. [lewat www]

       http://www.icte.uq.edu.au/tesol2/outthere/ausabart/intro.htm



The Swan River Aboriginal Group. [lewat www]

       http://www.wrc.wa.gov.au/srt/publications/landscape/resource/nyungar.html




                                                                                   8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6915
posted:2/11/2010
language:Indonesian
pages:8
Description: SEMOGA FILE INI BISA BERMANFAAT