Perencanaan Strategis Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan PAD

Description

Workshop Capacity Building DPRD–Mitra Pembangunan Daerah; Jakarta, 12 November 2008

Reviews
Shared by: Dadang Solihin
Categories
Stats
views:
1745
rating:
2(3)
reviews:
0
posted:
11/12/2008
language:
pages:
0
BAPPENAS Perencanaan Strategis Pemerintah  Perencanaan Strategis Pemerintah Daerah dalam Meningkatkan PAD Drs. H. Dadang Solihin, MA Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah‐ Bappenas Workshop Capacity Building DPRD–Mitra Pembangunan Daerah Jakarta, 12 November 2008 k b www.dadangsolihin.com 2 Materi Workshop Materi Workshop Tujuan Pembangunan Daerah Tujuan Pembangunan Daerah Wadah Perwakilan Rakyat • Analisis Potensi Pendapatan Daerah a s s o e s e dapa a ae a Daya Tarik Investasi Daerah – Keamanan, Politik dan Sosial Budaya  – Ek Ekonomi Daerah  iD h – Kelembagaan – Tenaga Kerja g j – Infrastruktur Fisik Kriteria Perda yang Kondusif terhadap Iklim Usaha dan Investasi Strategi Daerah dalam Menarik Investasi Strategi Daerah dalam Menarik Investasi Tujuan Pembangunan Daerah Tujuan Pembangunan Daerah 1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah  antar sub daerah  antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat  daerah. d h 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam  agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa  agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan). • • www.dadangsolihin.com 3 www.dadangsolihin.com 4 Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Wadah Perwakilan Rakyat Wadah Perwakilan Rakyat Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat DPRD sebagai organisasi politik Negara yang berpihak dan berjuang untuk kepentingan rakyat Berbagai partai politik yang seharusnya menjadi organisasi politik sipil tertinggi dari rakyat LSM dan berbagai bentuk asosiasi yang menjadi wadah fungsional atas p j perjuangan kepentingan tertentu g p g Berbagai organisasi kemasyarakatan yang dibentuk mulai dari tingkat dusun sampai tingkat nasional www.dadangsolihin.com Pemda Kebijakan dan  Program  Pembangunan g Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan DPRD Parpol LSM Produk‐produk  Fungsi DPRD Program partai  dan janji  kampanye p y Kebijakan dan  program khusus  LSM Ormas Agenda lobi dan  tekanan politik Mana yang paling dekat dengan  M li d k d rakyat dan secara nyata sering  memperjuangkan kepentingan  y rakyat?  Organisasi mana yang terkait  langsung memperjuangkan  kepentingan rakyat?  Lembaga dan organisasi mana  yang mempunyai sumberdaya  pembangunan yang dapat  didayagunakan untuk secara  nyata dan cepat memenuhi  kebutuhan hidup rakyat?  Organisasi mana yang mempunyai  Organisasi mana yang mempunyai dasar pijakan kuat dan konkrit di  lingkungan rakyat? Sosial Kesejahteraan sosial  bagi seluruh warga Arena Pembangunan Ekonomi Lingkungan Pertumbuhan dan  pemerataan Lingkungan yang sehat  dan lestari Kelembagaan Pembuatan keputusan  partisipatif Pemda KDH, Sekda, SKPD  DPRD Lembaga Intermediary Parpol Pimpinan Partai,  Biro‐biro dalam  Bi bi d l Partai LSM Ormas Berbagai bentuk  dan jenis Ormas d j i O Pimpinan, Komisi,  Fraksi, Kaukus F ki K k Berbagai bentuk  dan jenis LSM d j i LSM Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur Warga Negara dan Kepentingan‐kepentingannya Gender Laki Ekonomi Kaya Miskin Domisili Tetap www.dadangsolihin.com Tidak Tetap Keamanan Mapan Rentan Organisasi Kelompok Individual  6 5 Perempuan Sumber: ADEKSI, KAS, GTZ, ProLH (2005) Kelompok Median Mereka adalah para pemain politik di tingkat  'meso' atau tengah yang cerdas dalam melihat  peluang untuk melakukan perubahan.  l k l k k b h Motif gerakan dan sasaran mereka seringkali  sangat ditentukan pada pemenuhan insentif yang  mereka harapkan; bisa insentif politik atau  ekonomi.  Mereka dapat bergerak seperti 'bola liar' karena  p g p mampu masuk dalam berbagai kalangan dengan  mudah.  Mereka juga bisa menjadi  penunggang bebas Mereka juga bisa menjadi 'penunggang bebas'  atau free rider terhadap berbagai organisasi dan  program yang sesuai dengan minat dan  p g kepentingan mereka.  Pada umumnya, mereka muncul dari 'kelas  menengah' di lingkungan ekonomi atau pun  lingkungan intelektual.  lingkungan intelektual. www.dadangsolihin.com 7 Pendukung Pemilu Pendukung Pemilu Pada umumnya mereka  mendapatkan akses pemanfaatan  fasilitas publik dan sumberdaya  pembangunan secara lebih baik  pembangunan secara lebih baik dibandingkan dengan masyarakat  kebanyakan.  Karena posisi yang berada di  lapisan tengah, mereka dapat  diakses baik oleh para penguasa  diakses baik oleh para penguasa formal maupun masyarakat luas,  sebab keduanya punya  ketergantungan terhadap  k h d kelompok median ini.  www.dadangsolihin.com 8 Fungsi DPRD menurut UU Fungsi DPRD menurut UU 1. Legislasi: kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), yaitu  menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga  e ba as da e ye uju / e o a ape da ya g d usu a o e e se u membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh eksekutif. Anggaran: kewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD  menjadi APBD, melalui proses pembahasan Arah Kebijakan Umum,  pembahasan rancangan APBD yang diajukan oleh kepala daerah, dan  b h APBD di j k l hk l d h d menerapkan Perda tentang APBD. g g p g p Pengawasan: kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan terhadap  pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan pelaksanaan APBD,  mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah dalam  pelaksanaan  pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah. pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah. Sumber: UU 32/2004 Orientasi Dasar Politik DPRD Orientasi Dasar Politik DPRD 1. Agenda politik yang sangat nyata dan  langsung memenuhi kebutuhan  warga. Penanggulangan kemiskinan; Peningkatan aksesibilitas dan  k k bl d kualitas pendidikan dan  kesehatan; Pemberantasan korupsi dan  reformasi birokrasi. reformasi birokrasi. 2. 3. www.dadangsolihin.com 9 www.dadangsolihin.com 10 Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 2. Argumentasi politik yang dibangun adalah  sangat mendasar dan tidak klise. sangat mendasar dan tidak klise Dengan membawa dukungan politik nyata  dari warga, anggota DPRD akan dapat  memperkuat pijakan mereka dalam proses  politik yang berlangsung dalam berbagai  sidang DPRD.  sidang DPRD Dengan informasi dan pengetahuan yang  langsung diperoleh dari warga masyarakat,  para anggota DPRD akan mampu  membawakan semua kepentingan warga ke  dalam proses pembuatan Peraturan Daerah,  dalam proses pembuatan Peraturan Daerah penentuan APBD dan pengawasan politik. Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 3. Pemikiran yang selalu mencari upaya  perbaikan. b ik Anggota DPRD akan selalu  dituntut untuk berpikir positif dit t t t k b iki itif dan konstruktif dalam  melaksanakan tugas dan  melaksanakan tugas dan fungsinya.  Sering tanpa disadari kebiasaan  g p ini justru meningkatkan  kapasitas modal politik yang  memang dibutuhkan oleh  anggota DPRD dan struktur  politik pendukungnya. politik pendukungnya www.dadangsolihin.com 12 www.dadangsolihin.com 11 Orientasi Dasar Politik DPRD . . . 4. Membangun dan memperkokoh sistem  umpanbalik yang cepat dan efektif. b lik d f k if Para anggota DPRD dan partai  politiknya dapat selalu melakukan  litik d t l l l k k up‐date terhadap informasi dan  program kerjanya.  program kerjanya. Partai politik yang diwakili oleh  anggota DPRD tersebut juga secara  gg j g terus menerus mengevaluasi diri  apakah mereka mempunyai akar  yang kuat di tingkat akar rumput  atau justru berkembang menjadi  partai politik yang mengambang. partai politik yang mengambang www.dadangsolihin.com 13 DPRD sebagai Lembaga Perwakilan DPRD sebagai Lembaga Perwakilan Rakyat telah memilih secara langsung calon anggota  Rakyat telah memilih secara langsung calon anggota legislatifnya, yang memperlihatkan bahwa kewenangan dan  kekuasaan yang diperoleh anggota DPRD sebenarnya adalah  kepercayaan dari rakyat yang harus dilaksanakan dan  dipertanggungjawabkan kepada rakyat.  Proses tersebut memperkuat bahwa rakyat telah memberikan  mandat politik, berupa kekuasaan perwakilan yang bersifat  sementara, kepada para anggota DPR, DPRD  Propinsi dan  sementara kepada para anggota DPR DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.  www.dadangsolihin.com 14 Siklus Representasi Wakil Rakyat p y Mandat politik yang bersifat sementara mengandung arti bahwa  rakyat hanya memberikan sebagian hak‐haknya untuk diwakili oleh  k h b k b h kh k kd kl l h anggota DPRD yang terpilih dalam proses pengambilan keputusan.  Rakyat masih dapat menggunakan haknya secara langsung untuk  R k t ih d t k h k l t k mempengaruhi proses pengambilan keputusan.  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka  Jika wakil rakyat dianggap tidak dapat mewakili kepentingan mereka yang memilihnya, maka kekuasaan perwakilan itu dapat dicabut  p p y g oleh para pemilih melalui mekanisme Pemilu lima tahun yang akan  datang.  Dalam jeda waktu di antara dua pemilihan umum, apabila seorang  wakil rakyat tidak dapat mewakili kepentingan para pemilihnya,  maka secara politik yang bersangkutan akan mengalami  delegitimasi di mata publik.  d l iti i di t blik www.dadangsolihin.com 15 Siklus Representasi Wakil Rakyat RAKYAT PEMILU Representasi Rakyat  (keterwakilan) Hubungan dengan Pemilih Hubungan dengan media dan kelompok kepentingan Sumber daya (anggaran, staf, riset dan informasi) DPRD Fungsi Legislasi MEMBUAT  MEMBUAT KEPUTUSAN  POLITIK Fungsi Anggaran Fungsi Pengawasan Perlindungan hak‐ hak Individu dan  masyarakat Sumber: NDI, LGSP Peningkatan Kesejahteraan  Individu dan Masyarakat www.dadangsolihin.com 16 Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Dalam pelaksanaan mandat rakyat, dewan selayaknya dapat  Dalam pelaksanaan mandat rakyat dewan selayaknya dapat menghasilkan keputusan politik/ kebijakan publik yang  berdampak positif melalui instrumen fungsi‐fungsi DPRD, yaitu  fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan.  Semua pelaksanaan fungsi tersebut merupakan inti dari politik  perwakilan.  DPRD sebagai representasi rakyat menjalankan amanah  keterwakilan, yang mengharuskan seorang wakil rakyat bersikap  k kl h k kl k b k dan bertindak sesuai dengan kehendak rakyat, yang  diartikulasikan melalui peran kelompok‐kelompok dalam  diartikulasikan melalui peran kelompok‐kelompok dalam masyarakat maupun individu‐invidu warga negara. Indikator Pelaksanaan Mandat yang Baik Secara substansial  perlindungan hak  peningkatan kesejahteraan dalam berbagai aspek  Secara prosedural  mengikuti prosedur hukum yang benar mengikuti prosedur hukum yang benar melibatkan masyarakat di dalam prosesnya Komunikasi dan hubungan dengan konstituen, media serikat,  Komunikasi dan hubungan dengan konstituen media serikat Ormas, LSM, perguruan tinggi, dan lain‐lain. Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain  Sistem pendukung (supporting system) memadai antara lain mencakup anggaran, staf, riset dan informasi.  www.dadangsolihin.com 17 www.dadangsolihin.com 18 Analisis Potensi Pendapatan Daerah Analisis Potensi Pendapatan Daerah 1. Apa saja yang merupakan  sumber Pendapatan Daerah? Dana Transfer DAU Dana Transfer DAU Apakah Daerah berpotensi  memiliki DAK Apakah memiliki SDA yang dapat  dibagihasilkan Apakah memiliki Pajak  Apakah memiliki Pajak Penghasilan yang signifikan Jenis‐Jenis PAD Analisis Potensi Pendapatan Daerah Analisis Potensi Pendapatan Daerah . . . 2. Bagaimana memperkirakan Potensinya? 2 B i ki k P t i ? DAU dan DAK:  Potensi PAD: 1) Kenali setiap jenis Pajak Daerah Kenali setiap jenis Pajak Daerah 2) Kenali Setiap Jenis Retribusi Daerah ) y g p g j 3) Kenali indikator utama yang mempengaruhi Jenis Pajak Daerah  tersebut 4) Kenali indikator utama yang mempengaruhi jenis retribusi  ( g p y p y g ) daerah (Kaitkan dengan pelayanan publik yang diberikan) 5) Buat analisa potensi pajak dan kaitkan dengan pertumbuhan  ekonomi daerah berdasarkan Formula berdasarkan potensi dan formula berdasarkan potensi dan formula Bagi Hasil SDA dan Pajak:  Bagi Hasil SDA dan Pajak: www.dadangsolihin.com 19 www.dadangsolihin.com 20 Daya Tarik Investasi Daerah Daya Tarik Investasi Daerah Keamanan, Politik dan Sosial Budaya (27,4%) Keamanan Politik dan Sosial Budaya (27 4%) Keamanan Kemanan Usaha  Keamanan Masyarakat  Dampak Unjuk Rasa  Dampak Unjuk Rasa Politik  Hubungan Eksekutif‐Legislatif  Hubungan Antar Partai Politik  15% Sumber: KPPOD, 2005 , 27,4% 22,6% 18,3% 13% Sosial Budaya Keterbukaan Masyarakat thd. Dunia Usaha  Keterbukaan Masyarakat thd. Tenaga Kerja dari Luar Daerah Keterbukaan Masyarakat thd Tenaga Kerja dari Luar Daerah Etos Kerja Masyarakat  Kemudahan Memperoleh Hak Penguasaan Tanah  Potensi Konflik di Masyarakat Potensi Konflik di Masyarakat 21 www.dadangsolihin.com 22 www.dadangsolihin.com Ekonomi Daerah (22,6%) Ekonomi Daerah (22 6%) Potensi Ekonomi  PDRB Perkapita  PDRB Perkapita Pertumbuhan Ekonomi  Indeks Kemahalan Konstruksi  Kelembagaan (15%) Kelembagaan (15%) Kepastian Hukum  Konsistensi Peraturan  Penegakan Keputusan Peradilan  g p Kecepatan Aparat Keamanan  Pungutan Liar di Luar Birokrasi  Aparatur dan Pelayanan  Respon Pemda thd.  Permasalahan Dunia Usaha Birokrasi Pelayanan Dunia  Usaha  Informasi Potensi Ekonomi  Daerah  Penyalahgunaan Wewenang  oleh Aparat  Struktur Ekonomi  Pertumbuhan Sektor Primer  Pertumbuhan Sektor Sekunder  Pertumbuhan Sektor Tersier  Kepemimpinan Lokal  Kepemimpinan Kepala Daerah  Inisiatif Kepala Daerah  Hubungan Kepala Daerah  dengan Pengusaha Kebijakan Daerah dan Perda  Kejelasan Tarif  Kejelasan Prosedur  Proses Perumusan Perda  Kebijakan Ketenagakerjaan www.dadangsolihin.com 23 www.dadangsolihin.com 24 Tenaga Kerja (18,3%) Tenaga Kerja (18 3%) Kualitas Tenaga Kerja  Produktivitas Tenaga Kerja  Pendidikan Tenaga Kerja  Infrastruktur Fisik (13%) Infrastruktur Fisik (13%) Ketersediaan Infrastruktur Fisik di f k i ik Ketersediaan Jalan Darat  Ketersediaan Pelabuhan Laut  Ketersediaan Pelabuhan Udara  K t di P l b h Ud Ketersediaan Sambungan Telepon  Ketersediaan Supplay Listrik  Ketersediaan Tenaga Kerja  Ketersediaan Tenaga Kerja Tenaga Kerja Usia Produktif  Tenaga Kerja Pencari Kerja  Biaya Tenaga Kerja Biaya Tenaga Kerja Formal  Biaya Tenaga Kerja Aktual  www.dadangsolihin.com 25 Kualitas Infrastruktur Fisik  Kualitas Jalan Darat  Kualitas Pelabuhan Laut  Kualitas Pelabuhan Laut Kualitas Pelabuhan Udara  Kualitas Sambungan Telepon  g g Kualitas Tegangan Listrik  www.dadangsolihin.com 26 What are problems in Indonesia for  foreign investors? Business‐unfriendly labor  B i f i dl l b disputes  Relatively bad socio‐political  y p image  Sharp increase of wages in  the past years with labor  the past years with labor productivity kept low.  Rampant KKN including non‐ transparent legal/ judicial  transparent legal/ judicial system Confusion related to the  ‘decentralization’ policies Deteriorating social  infrastructure Sumber: Prof. Kinoshita (2004) www.dadangsolihin.com 27 Why more FDI in China and other Asian  nations and less in Indonesia? • B Better Socio‐Economic Situation and Less Labor Disputes  S i E i Si i dL L b Di China, Thailand, Malaysia • Bigger Market Potential by entrance to WTO China Bigger Market Potential by entrance to WTO  • Good Social Infrastructure  Singapore, Malaysia, China,  Thailand • Better Rule of Law  Singapore, Malaysia, Thailand • Quickly Expanding Industrial Clusters China Thailand Quickly Expanding Industrial Clusters  China, Thailand  (esp. auto‐related industries), Malaysia  • Qualified Human Capital China India Singapore Qualified Human Capital  China, India, Singapore,  Vietnam www.dadangsolihin.com 28 All measures should be done at the same  time • To call for Indonesian people to change mindset to really  welcome FDI. • To improve labor issues and taxation. • To improve social security • To strengthen law and order including judicial reform.  • To avoid illegal taxation/ charges taken by many provinces • To improve and set up social infrastructure i d i li f • To make ministers a good single team • Most important thing Political leadership or a strong will of Most important thing: Political leadership or a strong will of  the government to realize the above Ketidakpastian Investasi di Daerah Ketidakpastian Investasi di Daerah • D Daerah dengan potensi PAD rendah cenderung menerapkan  hd t i PAD d h d k Perda distortif • Penyusunan Perda tidak partisipatif y p p • Ketidakpastian pengelolaan daerah otorita, dan  kawasan  industri • Perebutan aset usaha di daerah Perebutan aset usaha di daerah • Perbedaan mencolok kebijakan antar daerah • Konflik pada usaha berbasis lahan luas p • Kebimbangan tentang level pemerintahan yang harus diikuti  dalam pengelolaan aktivitas perekonomian (ketenagakerjaan,  perijinan, pungutan, dll.) perijinan pungutan dll ) • Dll. www.dadangsolihin.com 29 www.dadangsolihin.com 30 Kriteria Perda yang Kondusif terhadap Iklim  Usaha dan Investasi 1) Kriteria Perda yang Kondusif  terhadap Iklim Usaha dan Investasi . . . 5) 2) 3) 4) Memiliki kesesuaian dengan Peraturan‐Peraturan yang lebih  tinggi yang berlaku (UU, PP, Kepres, Kepmen, dll) tinggi yang berlaku (UU PP Kepres Kepmen dll) Tidak mengakibatkan hambatan lalu‐lintas distribusi barang  dan atau jasa  yang bersifat tarif maupun non tarif (tidak  dan atau jasa yang bersifat tarif maupun non tarif (tidak bertentangan dengan free internal trade principle). Tidak mengakibatkan pungutan berganda (Double Taxation)  Tidak mengakibatkan pungutan berganda (Double Taxation) dengan Pajak Pusat (PPh, PPN, PBB, dll)) atau dengan Pajak/  Retribusi Daerah lainnya. Besaran tarifnya berada dalam batas kewajaran sehingga tidak  mengakibatkan ekonomi biaya tinggi. www.dadangsolihin.com 31 6) 7) Tidak diskriminatif. Perda yang tidak mengakibatkan  penguasaan ekonomi pada kelompok‐kelompok orang (tidak  berpotensi menciptakan struktur pasar yang monopolis dan  oligopolis). Menjamin kepastian standar pelayanan (Perda‐Perda yang  Menjamin kepastian standar pelayanan (Perda‐Perda yang berkaitan dengan perizinan), meliputi: kesederhanaan  prosedur, kepastian atau batasan waktu pelayanan, tarif, dan  institusi yang berwenang. Tidak mengharuskan atau mewajibkan investor untuk  menjalin kemitraan dengan mitra lokal dari daerah yang  menjalin kemitraan dengan mitra lokal dari daerah yang bersangkutan. www.dadangsolihin.com 32 Strategi Daerah dalam Menarik Investasi Strategi Daerah dalam Menarik Investasi 1. 1 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Identifikasi potensi ekonomi daerah Identifikasi potensi ekonomi daerah Restrukturisasi organisasi pemerintah daerah Pelayanan investasi satu atap Pengembangan situs potensi daerah b d h Keikutsertaan dalam pameran investasi Studi banding pelayanan investasi Pelibatan masyarakat dalam penyusunan kebijakan Menggali peluang dan menetapkan unggulan daerah y g p g j Menyinergikan peluang dan kebijakan antar daerah Membangun prasarana dasar dan SDM Mengefektifkan promosi, pelayanan dan bimbingan pelaksanaan  p penanaman modal 12. Menyinkronisasikan kebijakan antara Pusat dan Daerah 13. Kesediaan meninjau ulang Perda yang bermasalah Pendapatan Daerah dan PAD (1) Pendapatan Daerah dan PAD (1) • Pendapatan (“income”) Daerah tidak sama dengan  Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Income” Daerah adalah total  dari PAD dan Pendapatan Masyarakat PAD dan Pendapatan Masyarakat. • Peningkatan pendapatan masyarakat jauh lebih penting  daripada hanya sekedar peningkatan PAD dalam jangka  d d h k d k d l k pendek. • Peningkatan pendapatan masyarakat dalam jangka panjang  pada akhirnya akan meningkatkan PAD secara otomatis. www.dadangsolihin.com 33 www.dadangsolihin.com 34 Pendapatan Daerah dan PAD (2) Pendapatan Daerah dan PAD (2) • Peningkatan pendapatan masyarakat dalam jangka panjang  akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan  kemandirian daerah. kemandirian daerah • Desentralisasi dan Otonomi Daerah diharapkan dapat  meningkatkan kualitas pelayanan publik sehingga kapasitas  meningkatkan kualitas pelayanan publik sehingga kapasitas masyarakat akan meningkat  pada gilirannya diharapkan  akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta  memiliki kontribusi dalam meningkatkan kemandirian daerah. Meningkatkan Pendapatan Daerah (1) Meningkatkan Pendapatan Daerah (1) A. KERANGKA ANGGARAN (1) 1. Fokus untuk penyediaan fasilitas  pelayanan publik dan  menyediakan barang publik yang mampu meningkatkan  di k b blik i k tk kapasitas masyarakat (daya saing)  urusan wajib. 2. Fokus untuk membiayai sektor/bidang/komoditas yang  2 Fokus untuk membiayai sektor/bidang/komoditas yang menjadi andalan untuk menggerakkan perekonomian  daerah yang bisa mendorong dan memfasilitasi kebutuhan  y g g masyarakat (termasuk dunia usaha) untuk dapat lebih  berpartisipasi  urusan pilihan. www.dadangsolihin.com 35 www.dadangsolihin.com 36 Meningkatkan Pendapatan Daerah (2) Meningkatkan Pendapatan Daerah (2) A. KERANGKA ANGGARAN (2) 3. Fokus untuk pengembangan kelembagaan dan perbaikan  mekanisme/prosedur pengelolaan pembangunan untuk  meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan  pembangunan  mendorong kompetisi, partisipasi,  b d k kemitraan, transparansi, dan akuntabilitas. 4. Proporsi alokasi anggaran untuk membiayai pelayanan  publik dan penyediaan barang publik harus lebih besar dibandingkan dengan pembiayaan operasional aparat  dib di k d bi i l t pemda dan DPRD. www.dadangsolihin.com 37 Meningkatkan Pendapatan Daerah (3) Meningkatkan Pendapatan Daerah (3) B. KERANGKA REGULASI 1. Fokus untuk menghasilkan berbagai peraturan daerah  yang mampu memberikan insentif b i l k k b ik i tif bagi pelaku ekonomi  i (masyarakat lokal dan investor luar) dalam menjalankan  kegiatan usaha ekonomi produktif di daerah.  kegiatan usaha ekonomi produktif di daerah 2. Fokus untuk menghasilkan berbagai peraturan daerah  y g yang mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif p p y g dan jaminan perlindungan dunia usaha. www.dadangsolihin.com 38 Tantangan ke Depan (1) Tantangan ke Depan (1) Kepentingan peningkatan pengelolaan perencanaan  (dan pembangunan) harus dikedepankan  Tantangan ke depan semakin berat dengan globalisasi; k d ki b d l b li i Dukungan informasi awal perencanaan sangat  penting. Bagi daerah, kepastian ketersediaan semua  sumber pendanaan juga harus ditingkatkan;  Integritas perencanaan dan penganggaran perlu  dirumuskan dalam kerangka yang lebih dari panjang  dari satu tahun anggaran (MTEF dan ABK); Tantangan ke Depan (2) Tantangan ke Depan (2) Mendorong kerjasama antar pemerintah daerah atau antara  pemerintah daerah dengan dunia usaha secara konstruktif  dan saling menguntungkan; dan saling menguntungkan; Meningkatkan kualitas proses penyusunan kebijakan dan  perencanaan yang melibatkan seluruh stakeholder. perencanaan yang melibatkan seluruh stakeholder – Penerapan partisipasi secara benar melahirkan hal‐hal  y g yang luar biasa yang tadinya dianggap mustahil. y g y gg p Proses monitoring dan evaluasi perlu diinternalisasi di dalam  proses perencanaan. www.dadangsolihin.com 39 www.dadangsolihin.com 40 Dadang Solihin’s Profile Dadang Solihin currently is Director for Regional Development  Dadang Solihin currently is Director for Regional Development Performance Evaluation at Indonesian National Development  Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree in Economics from  y , p p y University of Colorado, USA. His previous post is Director for System  and Reporting of Development Performance Evaluation at Bappenas.  TERIMA KASIH www.dadangsolihin.com 41 Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia‐Pacific Studies,  g , Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University  of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe, included Shanghai International Program  He got various training around the globe, included Shanghai International Program for Development Evaluation Training (2008), Public Officials Capacity Building  Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced  g g gy g , International Training Programme of Information Technology Management, at  Karlstad City, Sweden (2005). the Training Seminar on Land Use and Management,  Taiwan (2004). Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur,  Malaysia (2003). Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002).  Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001). and  Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He  published more than five books regarding local autonomous.  You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile  at +62812 932 2202 www.dadangsolihin.com 42

Related docs
premium docs
Other docs by Dadang Solihin