Proses Pembuatan Plastik by qau19822

VIEWS: 26,577 PAGES: 38

									Proses
Pembuatan
Plastik
    Oleh :
Sampah Plastik???
• Sampah plastik adalah bahan buangan yang terbuat dari
  plastik yang sudah tidak terpakai dan tidak bermanfaat
  lagi bagi kehidupan manusia.
• Sampah plastik dapat menjadi berguna kembali setelah
  sampah plastik tersebut didaur ulang.
Daur Ulang Plastik
 Daur ulang plastik adalah melakukan proses dasar daur ulang untuk
 mengolah sampah plastik menjadi pellet atau bijih plastik yang
 merupakan bahan dasar pembentuk plastik menurut produk yang
 diinginkan.

 Dalam proses ini, jenis bahan baku yang digunakan menentukan
 jenis bijih plastik yang dihasilkan.
Bahan Baku Daur Ulang

 Bahan baku daur ulang dengan kualitas satu
 merupakan plastik yang belum pernah didaur
 ulang sebelumnya atau hanya pernah sekali
 saja didaur ulang.
Jenis Bahan Baku
Berdasarkan warna dan struktur kimia plastik:
1. LPDE neutral (kantong dan lembaran plastik berwarna
    putih maupun transparan).
2. LPDE black (kantong dan lembaran plastik berwarna
    hitam maupun sedikit campuran warna yang lain)
3. LLDPE
Produk
Produk yang dihasilkan melalui proses daur
ulang berupa pellet atau bijih plastik dengan
ukuran 4-6 mm.
Tahapan Proses
  Tahapan proses daur ulang digolongkan menjadi 2
  bagian besar, yaitu:
  • Bagian proses sortir bahan baku yang
    menggunakan tenaga manusia.
  • Bagian proses yang menggunakan mesin.
Produksi Bijih Plastik
1.   Sortir
     merupakan proses pemisahan yang pertama kali
     dilakukan. Pada proses ini dilakukan pekerjaan untuk
     memisahkan bahan baku yang datang dan membuang
     material/ benda asing yang tidak diharapakan masuk
     ke dalam proses.
2. Pemotongan
 Proses ini dilakukan untuk mengurangi ukuran material
 dan mempermudah proses selanjutnya, dengan cara
 memotong atau merajang plastik dalam bentuk asalnya
 (kantong atau lembaran plastik).
3.Pencucian
Tujuan : agar tidak menggangu proses
    penggilingan.
Terdiri dari 2 tahap, yaitu:
1. Prewashing
    Untuk memisahkan material-material asing terutama
    agar tidak ikut dalam proses selanjutnya
    Menggunakan media cair sebagai sarana untuk
    mencuci material dan membawa
     material asing keluar dari
     proses.
 2. Pencucian Tahap 2:
     Menggunakan mesin friction water.
     Materi dicuci kembali oleh ulir
     menanjak yang berputar pada
putaran tinggi sehinggga hasil dari friksi
dapat     melepaskan material asing
yang masih     terdapat pada bahan.
     Masih menggunakan media air untuk
     membawa material asing keluar dari
     proses.
4.Pengeringan
•   Secara mekanik yaitu dengan memeras material
    dengan gerakan memutar sehingga air dapat keluar
•   Dengan menguapkan air pada suhu tertentu agar
    bahan benar-benar terbebas dari suhu yang melekat
5.Pemanasan
• Material yang telah bersih dari pengotor dilelehkan
  dengan proses pemanasan material pada suhu 2000C.
• Suhu panas dihasilkan oleh heater.
• Selanjutnya lelehan dialirka untuk menuju proses
  penyaringan
6.Penyaringan
• Dilakukan dengan lembaran besi yang dilobangi sebesar
  kira-kira 4mm di seluruh permukaannya.
• Diharapkan lelehan plastik akan melewati saringan ini
  untuk menghasilkan lelehan plastik berbentuk silinder
  panjang yang nantinya akn dipotong-potong.
7.Pendinginan
 Setelan berbentuk silinder, material dilewatkan pada air
 dingin sebagai media pendingin.
8.Pencetakan/Penggilingan
• Pencetakan bijih plastik dilakukan dengan membentuk
  lelehan plastik menjadi berbentuk mie dengan diameter
  4 mm.
9.Pembungkusan dan Pemeriksaan
• Dilakukan [embungkusan terhadap material kering
  dalam karung plastik
• Pemeriksaan untuk mengetahui apakah proses produksi
  berjalan baik.
Proses Pembuatan Kantong
Plastik
 Pembuatan kantong plastik menggunakan metode
 ekstruksi. Pellet (bijih besi) dimasukkan lewat corong,
 kemudian didorong ke screw baja dan dialirkan di
 sepanjang bejana barrel untuk dipanaskan. Pada ujung
 ekstruder, lelehan melalui die untuk menghasilkan
 ekstrudat dengan bentuk sesuai keinginan.
Bagian-bagian Screw
• Bagian umpan berlekuk saluran terdalam.
• Bagian kompresi berfungsi untuk melelehkan,
  mencampur, dan mengempa resin, serta mendorong
  balik udara yang terikut ke bagian umpan.
• Bagian metering memberi tekanan balik dan mengukur
  penyaluran lewat die sehingga output seragam dan
  terkontrol.
Persiapan Bahan
 Dilakukan pengujian MFI (Melt Flow Index) untuk
 menguji viskositas material. Semakin tinggi berat
 molekul material maka semakin rendah nilai MFInya.
 Bahan dengan nilai MFI kecil akan membutuhkan suhu
 yang lebih besar untuk kemudahan alirannya.
Persiapan Bahan (2)
 Jika bahan baku yang digunakan adalah pellet atau bijih
 plastik hasil daur ulang maka pengujian MFI tidak
 diperlukan. Material yang digunakan tidak murni dan
 tidak diketahui komposisi yang sebenarnya. Untuk
 menghasilkan produk yang baik, langkah yang dilakukan
 adalah trial and error dan pengontrolan yang intens.
Pencampuran I
 Bijih plastik yang sudah dipersiapkan
 dicampurkan dengan zat aditif yaitu pigmen
 sebagai pewarna kantong plastik nantinya.
 Pencampuran dilakukan dengan mixer dalam
 tabung mixer.
Pengeringan Pellet
 Proses pengeringan dilakukan terhadap campuran
 homogen pellet dan pigmen menggunakan oven dryer.
 Material dimasukkan ke dalam oven, selanjutnya oven
 dryer ditutup dan diset pada temperatur sesuai
 kebutuhan dan sesuai material yang sedang
 dikeringkan.
PENCAMPURAN II
• Proses pencampuran untuk mendapatkan campuran
  yang homogen antara material polimer dengan aditif
  yang sudah berupa lelehan polimer. Pencampuran ini
  berlangsung dalam mesin ekstrusi
• Pencampuran ini terdiri atas dua macam pencampuran
  yaitu:
Pencampuran Kering dan
Pencampuran Panas
• Pencampuran Kering (Dry Blending)
Pencampuran antara material bijih plastik dengan aditif
  yang digunakan menjadi homogen tanpa menggunakan
  panas dan kontak hanya terjadi pada permukaan saja.
4.Pencampuran Panas (Hot
Blending)
Proses Pencampuran antara material bijih plastik
  dengan aditif agar menjadi homogen menggunakan
  panas untuk memperoleh dispersi panas yang lebih
  baik. Beberapa alat yang menggunakan prinsip ini
  adalah extruder, banbury mixer, dan granulator.
5. Pembuatan kantong plastik
• Campuran plastik yang sudah melalui proses ekstrusi
  dengan menggunakan ekstruder yang dilengkapai
  dengan die akan membentuk lembaran plastik berbentuk
  tabung. Pembuatan lembaran plastik ini menggunakan
  air cooling ring(pendingin). Lembaran – lembaran ini
  kemudian digulung baru dimasukkan dalam mesin cetak
  untuk membentuk kantong plastik.

								
To top