Docstoc

Petunjuk Pengisian Raport SMK

Document Sample
Petunjuk Pengisian Raport SMK Powered By Docstoc
					             PETUNJUK PENGISIAN
      BUKU LAPORAN HASIL BELAJAR SISWA
        SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN




               DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
    DIREKTORAT PEMBNANA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN


                       JAKARTA 2006
A.    Rasional


      Buku Laporan Hasil Belajar Siswa merupakan salah satu media komunikasi
      antara sekolah dengan orang tua siswa atau wali maupun pihak-pihak lain
      yang berkepentingan dengan hasil belajar siswa pada kurun waktu tertentu.
      Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut, dalam konteks Sekolah
      Menengah Kejuruan, terutama adalah dunia kerja/industri. Keragaman latar
      belakang pembaca, perlu diakomodasi dalam penyajian buku Laporan Hasil
      Belajar Siswa. Diharapkan buku Laporan Hasil Belajar Siswa dapat efektif
      menyampaikan informasi tentang hasil belajar siswa berikut hal-hal terkait
      sebagai pendukungnya.
      Berlakunya kurikulum yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah
      (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) mempunyai implikasi bahwa
      program pembelajaran yang dilaksanakan oleh satu sekolah kemungkinan
      akan berbeda dengan sekolah yang lain. Meskipun pada sekolah dengan
      Program Keahlian yang sama. Perbedaan-perbedaan ini timbul karena
      adanya perbedaan kondisi dan situasi masing-masing sekolah. Upaya
      sekolah menyesuaikan program pembelajaran dengan dengan kondisi dan
      situasinya, tentu dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas dan
      kebermaknaan pembelajaran. Keragaman yang terjadi ini diharapkan tidak
      akan memberi dampak negatif bagi siswa.
      Ketika siswa lulus sekolah dan kemudian mendaftar untuk bekerja di suatu
      lembaga, ada kemungkinan ia akan bertemu dengan siswa dari sekolah lain
      yang bertujuan sama. Lembaga calon penerima tenaga kerja lulusan
      sekolah menengah kejuruan kemungkinan akan mengalami kesulitan pada
      saat mempelajari laporan hasil belajar siswa yang berbeda-beda, sebagai
      salah satu bahan pertimbangan dalam mereka menerima calon tenaga kerja
      baru. Hal yang kurang lebih serupa akan dialami oleh lembaga pendidikan
      tinggi, ketika akan menerima calon mahasiswa dari lulusan SMK. Kesulitan
      memahami dan kemungkian terjadi perbedaan persepsi dalam membaca
      buku Laporan Hasil Belajar Siswa perlu dihindari dengan antara lain
      menyepakati hal-hal tertentu adalah bersifat baku.
      Buku Petunjuk Pengisian buku Laporan Hasil Belajar Siswa ini disusun untuk
      membantu sekolah dalam mengisi dan mengembangkan buku Laporan Hasil
      Belajar Siswa bagi sekolahnya. Buku Laporan Hasil Belajar Siswa yang
      dijadikan obyek petunjuk ini diharapkan dapat menjadi model buku Laporan
      Hasil Belajar Siswa SMK secara nasional.


B.    Penjelasan Umum
      1. Porsi waktu pemelajaran setiap kompetensi/mata pelajaran pada
         Kurikulum SMK tidak dirancang per satuan waktu semester atau tahun,
         tetapi dirancang berdasarkan kebutuhan waktu untuk menguasai

Petunjuk Pengisian Buku Laporan Hasil Belajar Siswa SMK                       1
          kompetensi secara tuntas. Karena itu penyelesaiannya pun tidak boleh
          dipaksakan supaya terkait dengan akhir semester atau akhir tahun.
          Ulangan/tes/ujian dilaksanakan atas dasar penyelesaian program belajar
          yang ditempuh, bukan atas dasar akhir semester atau akhir tahun.
          Konsisten dengan prinsip Kurikulum Berbasis Kompetensi, laporan hasil
          belajar siswa --selanjutnya disebut Laporan Hasil Belajar Siswa -- bisa
          dikeluarkan kapan saja sesuai dengan kebutuhan, melaporkan apa yang
          telah dicapai oleh peserta didik pada saat laporan itu dibuat.
          Jika berdasarkan tuntutan administratif harus dikeluarkan Laporan Hasil
          Belajar Siswa setiap akhir semester/akhir tahun, maka isi yang
          dilaporkan adalah semua hasil belajar yang telah dicapai pada saat
          laporan itu dikeluarkan. Sedangkan kompetensi yang masih ditempuh
          (sedang berjalan) tidak harus dilaporkan.
      2. Pada dasarnya setiap sekolah dapat menentukan bentuk Laporan Hasil
         Belajar Siswa yang sesuai dengan kebutuhannya, tetapi harus
         mempertimbangkan kebermaknaan dan kegunaannya bagi kepentingan
         peserta didik dan para pemegang kepentingan lainnya.
          Selain karena tuntutan administratif yang menuntut sekolah harus
          mengeluarkan rapor setiap akhir semester/akhir tahun, penerbitan
          Laporan Hasil Belajar Siswa ternyata memiliki dampak yang sangat
          berarti bagi kepentingan peserta didik. Antara lain ketika mereka hendak
          pindah sekolah, Laporan Hasil Belajar Siswa yang dibawanya setidak-
          tidaknya harus memiliki kesetaraan dengan rapor yang ada di sekolah
          yang dituju dan komunikatif. Di sisi lain, ternyata ada beberapa lembaga
          pendidikan tinggi (terutama sekolah kedinasan) dan perusahaan/industri
          yang menetapkan Rapor sebagai salah satu persyaratan untuk
          mendaftar sebagai calon mahasiswa/pegawai.
          Bentuk model Laporan Hasil Belajar Siswa yang dikembangkan ini tidak
          jauh berbeda dengan Laporan Hasil Belajar Siswa (rapor) yang selama
          ini digunakan di lapangan. Beberapa bagian yang langsung terkait
          dengan substansi penilaian disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan
          kurikulum berbasis kompetensi.
      3. Sesuai dengan prinsip pemelajaran berbasis kompetensi (competency-
          based education and training), penilaian berbasis kompetensi
          (competency-based assessment) harus mampu mengukur dan menilai
          aspek-aspek kognitif, psikomotorik, dan afektif secara proporsional
          sesuai dengan karakteristik masing-masing kompetensi, tetapi dilakukan
          secara terpadu. Karena itu, nilai yang keluar harus merupakan nilai
          kompetensi    yang    menggambarkan        kemampuan     unjuk    kerja
          (performance) secara utuh, dan bukan nilai aspek-aspek secara parsial.
      4. Kurikulum berbasis kompetensi pada prinsipnya tidak mengenal kenaikan
          kelas atau tingkat, setiap siswa mengikuti program dengan cara maju
          berkelanjutan; yaitu pindah dari satu kompetensi/subkompetensi ke
Petunjuk Pengisian Buku Laporan Hasil Belajar Siswa SMK                         2
          kompetensi/subkompetensi     berikutnya    setelah    kompetensi/
          subkompetensi yang dipelajari dinyatakan kompeten (lulus), sesuai
          kriteria yang ditetapkan.
          Pelaksanaan program pembelajaran siswa ditata dengan mengikuti
          ketentuan sebagai berikut:
          a.    Siswa menempuh program pembelajaran sesuai dengan rencana
                pembelajaran yang telah disusun sebelumnya bersama dengan
                guru/ pembimbing.
          b.    Siswa dapat melanjutkan program pembelajaran terkait berikutnya,
                apabila berdasarkan kriteria ketuntasan hasil belajar, telah mencapai
                predikat kompeten untuk setiap kompetensi/subkompetensi yang
                dipelajari.
          Mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka bentuk laporan
          semester genap dan semester ganjil adalah sama, karena tidak ada
          kenaikan kelas/tingkat.
      5. Makna nilai kompetensi mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan
         Kewarganega-raan dan Sejarah, Pendidikan Jasmani dan Olah Raga,
         serta Matematika pada setiap semester (jika implementasinya dirancang
         berdasarkan satuan semester), boleh jadi berbeda untuk setiap kelompok
         siswa apa lagi antar sekolah, karena setiap sekolah bebas untuk menata-
         ulang rancangan kurikulum implementatifnya. Contohnya, konfigurasi isi
         kompetensi Matematika pada SMK Al-‘Amal bisa saja berbeda dengan
         konfigurasi isi kompetensi Matematika pada SMK Karyanugraha. Namun
         pada akhirnya kompetensi-kompetensi dari mata-mata pelajaran tersebut
         akan sama, karena mengacu pada standar (kurikulum) yang sama.
          Kondisi tersebut secara umum tidak berpengaruh terhadap keseluruhan
          program sekolah kecuali bagi siswa yang ingin pindah sekolah, tetapi
          dapat diatasi dengan cara memberikan penjelasan tambahan terhadap
          Rapor yang dimilikinya, khususnya tentang kompetensi-kompetensi yang
          telah diselesaikan dari mata-mata pelajaran tersebut.

C.    Cara Pengisian
      1. Halaman identitas sekolah cukup jelas, diisi oleh sekolah;
      2. Halaman keterangan tentang diri siswa cukup jelas, diisi oleh sekolah
         berdasarkan data autentik yang berasal dari sekolah sebelumnya
         ditambah keterangan lain yang dapat memperkuat dan tidak
         bertentangan;
      3. Halaman penilaian:
          a. Identitas siswa, program, dan keterangan waktu cukup jelas;
          b. Kolom Mata Pelajaran untuk komponen Adaptif dan Produktif diisi
             sesuai susunan program kurikulum masing-masing program keahlian;

Petunjuk Pengisian Buku Laporan Hasil Belajar Siswa SMK                            3
          c. Kolom Standar Kompetensi diisi dengan Standar Kompetensi yang
             ada dalam Kurikulum sesuai dengan mata pelajaran.
          d. Kolom Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) diisi dengan:
              1) Untuk mata pelajaran kelompok Normatif dan Adaptif, KKM
                 ditentukan dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-
                 rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, dan kemampuan
                 sumberdaya pendukung penyelenggaraan pembelajaran. Sebagai
                 contoh:

                  a). Tingkat kemampuan rata-rata peserta didik didiperoleh dari
                      NEM (untuk kelas I) atau prestasi rata-rata tahun sebelumnya
                      (untuk kelas II dan III).
                       Rata-rata tinggi, nilai : 80 – 100, diberi skor: 3
                       Rata-rata sedang, nilai: 60 – 79, diberi skor: 2
                       Rata-rata rendah, nilai: < 60, diberi skor: 1

                  b). Tingkat kompleksitas kompetensi, merupakan tingkat kesulitan
                      untuk diajarkan
                       Kompleksitas rendah, diberi skor: 3
                       Kompleksitas sedang, diberi skor: 2
                       Kompleksitas tinggi, diberi skor: 1

                  c). Sumberdaya     pendukung      pembelajaran,     antara   lain:
                      ketersediaan SDM dan fasilitas (alat & Bahan)
                       Dukungan tinggi, diberi skor: 3
                       Dukungan sedang, diberi skor: 2
                       Dukungan rendah, diberi skor: 1

                      KKM = {total skor (a+b+c)/maksimal skor (a+b+c)} x 100

                      Misal, a = 3, b = 2, dan c = 2;
                      maka KKM = {(3+2+2)/9} x 100
                            = {7/9} x 100
                            = 77,7
              2) Untuk mata pelajaran produktif, KKM ditentukan dengan batas
                 paling rendah adalah nilai 60. masing-masing sekolah dapat
                 menetapkan KKM masing-masing.
          e. Kolom Nilai terdiri atas sub-kolom Angka dan sub-kolom Huruf.
              1) Nilai ditulis dalam 2 (dua) digit, contoh: 75; diisikan dalm sub-
                 kolom Angka;
              2) Di sub-kolom Huruf ditulis pernyataan nilai dalam bentuk huruf,
                 contoh: Tujuh puluh lima;
              3) Makna nilai dikaitkan dengan predikat kelulusannya ditetapkan
                 sebagai berikut:

Petunjuk Pengisian Buku Laporan Hasil Belajar Siswa SMK                           4
                                     NILAI                    PREDIKAT

                                    90 – 100              Lulus Amat Baik
                                    75 – 89               Lulus Baik
                                     60 – 74              Lulus Cukup
                                     0 – 59               Belum Lulus


              4) Nilai yang dimasukkan adalah nilai terendah subkompetensi
                 masing-masing mata pelajaran/kompetensi;

      f. Kolom Diperoleh pada Semester, diisi dengan semester dimana standar
         kompetensi dinyatakan lulus

      4. Catatan Akhir Semester
          a. Kolom kegiatan belajar di dunia usaha/industri dan instansi relevan
             diisi dengan kegiatan belajar siswa yang memperoleh surat
             keterangan atau sertifikat dari dunia usaha/industri atau instansi yang
             relevan
          b. Kolom Kegiatan Pengembangan Diri diisi dengan nama-nama
             kegiatan paling menonjol yang diambil oleh siswa yang bersangkutan,
             kemudian diberi nilai Baik/Cukup/Kurang dengan cara mencoret yang
             tidak diperlukan.
          c. Kolom Kepribadian diisi dengan aspek-aspek kepribadian yang
             dianggap paling menonjol untuk dinilai, misalnya: Kelakuan,
             Kedisiplinan,  dan     Kerapihan.   Kemudian        diberi    nilai
             Baik/Cukup/Kurang dengan cara mencoret yang tidak diperlukan.
          d. Kolom     Ketidakhadiran adalah     penjelasan tentang alasan
             ketidakhadiran, berupa sakit, izin, atau tanpa keterangan. Diisi
             dengan jumlah hari untuk masing-masing alasan ketidakhadiran
             tersebut.
          e. Catatan untuk perhatian orang tua/wali, diisi catatan wali kelas
             tentang:
              1) rekomendasi perbaikan nilai yang belum mencapai batas lulus;
              2) penjelasan program yang sedang                    ditempuh   tetapi   belum
                 dilaporkan, karena belum selesai, dan
              3) hal-hal khusus tentang proses dan hasil belajar siswa yang
                 dianggap perlu dilaporkan.

      5. Halaman Catatan Akhir Masa Pendidikan
          a. Pada prinsipnya keterselesaian mengikuti program pendidikan
             ditetapkan atas dasar keterselesaian pencapaian semua kompetensi
             yang diprogramkan secara tuntas. Namun karena norma yang berlaku

Petunjuk Pengisian Buku Laporan Hasil Belajar Siswa SMK                                    5
              untuk SMK masa pendidikan 3 atau 4 tahun, maka pada akhir masa
              pendidikan tersebut perlu ada penetapan status sebagai berikut:
              1) Telah menyelesaikan seluruh program pendidikan dan berhak
                 mengikuti ujian akhir pendidikan, atau
              2) Belum menyelesaikan seluruh program pendidikan dan belum
                 berhak mengikuti ujian akhir pendidikan.
          b. Bagi siswa yang pada akhir masa pendidikan belum menyelesaikan
             seluruh program, dicatat program (Mata pelajaran/Kompetensi) apa
             saja yang belum diselesaikan tersebut pada kolom yang disediakan,
             kemudian diberi penjelasan bagaimana penyelesaiannya.

     6. Halaman Keterangan Pindah Sekolah
          a. Halaman ini terdiri atas 2 (dua) bagian, yaitu keterangan keluar dan
             keterangan masuk.
          b. Keterangan keluar diisi oleh kepala sekolah asal yang ditinggalkan
             siswa, caranya cukup jelas.
          c. Keterangan masuk diisi oleh kepala sekolah penerima yang didatangi
             siswa, caranya cukup jelas.
          d. Kepala sekolah asal dan kepala sekolah penerima harus membantu
             memberi kemudahan kepada siswa yang ingin pindah sekolah, sejauh
             memenuhi persyaratan yang berlaku.

     7.   Halaman Catatan Prestasi Khusus
          Diisi dengan catatan hal-hal positif yang ditunjukkan siswa selama
          mengikuti pendidikan dan dinilai luar biasa (tidak setiap siswa dapat
          meraihnya), misalnya:
          a. Juara III Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi/Nasional,
             Juara Harapan Karya Ilmiah Remaja Gunung Kidul, Juara II
             Musabaqoh Tiliwatil Qur’an, dan sejenisnya.
          b. Kemampuan-kemampuan spesifik yang tidak tertuang dalam
             kurikulum dan dinilai sebagai keunggulan siswa dalam kehidupan
             sehari-hari, tetapi tidak bisa dibuktikan dengan sertifikat. Misalnya
             memimpin organisasi kerohanian remaja, mendalang, bermain musik,
             melaksanakan upacara adat, dan sejenisnya.




Petunjuk Pengisian Buku Laporan Hasil Belajar Siswa SMK                         6

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:5757
posted:2/9/2010
language:Indonesian
pages:7