Docstoc

Khotbah-Jumat-Imam-Jemaat-Islam-Ahmadiyah-Sedunia-Hadhrat-Sayyidina-Amirul-Mukminin-Khalifatul-Masih-VMirza-Masroor-Ahmad-atba-Tanggal-5-Juni-2009-d

Document Sample
Khotbah-Jumat-Imam-Jemaat-Islam-Ahmadiyah-Sedunia-Hadhrat-Sayyidina-Amirul-Mukminin-Khalifatul-Masih-VMirza-Masroor-Ahmad-atba-Tanggal-5-Juni-2009-d Powered By Docstoc
					                                                                 ِ‫ر‬          ّ          ْ
                                                             ِ‫ِبسمِ الِ الرحْـٰنِ ال ّحْيم‬
                                    ُ َ          َ                ََ ِ             ْ ُ َ َ َ ‫َد‬
                                ِ‫نَـم ُهُ وَُنصلّى ْعلَى رسولِهِ اْلكَرِْيم وعلَى عَْبدِهِ اْلسِيْحِ اْلوْعوْد‬




Khotbah Jumat Imam Jemaat Islam Ahmadiyah Sedunia Hadhrat
Sayyidina Amirul Mukminin Khalifatul Masih V—Mirza Masroor Ahmad
atba. Tanggal 5 Juni 2009 dari Baitul Futuh London, Inggris Raya



                                      Ayat Kursi


                               «Tasyahud, taawud, dan QS [Al-Fâtiĥah] 1:1—7»

                                                                                                                  
                                                                                                             
                                                                                                                            
                                                                                                                  
                                                                                                                       
                                                                                                                                     
               ٢٥٥ ‫البقـــرة‬
                                                                                                                    

     “«Allâhu lâ ilâha illâ huwa`l-                                                      wahuwa`l-‘aliyyu`l-‘azhîm[u]»—
ĥayyu`l-qayyûm[u], lâ                                                                    Allah, tiada tuhan selain Dia,
ta`khudzuhû sinatu`w-walâ                                                                Yang Maha Hidup, Yang Tegak
naum[un], lahû mâ fi`s-                                                                  atas Zat-Nya sendiri dan
samâwâti wa mâ fi`l-`ardh[i],                                                            Penegak segala sesuatu. Kantuk
maŋ-dza`l-ladzî yasyfa’û ‘indahû                                                         tidak menyerang-Nya dan tidak
illâ bi`idznihî, ya’lamu mâ bainâ                                                        pula tidur. Kepunyaan Dia-lah
aidîhim wa mâ khalfahum, walâ                                                            apa yang ada di seluruh langit
yuĥîthûna bisyai`im-min ‘ilmihî                                                          dan apa yang ada di bumi.
illâ bimâ syâ`[a], wasi’a                                                                Siapakah dapat memberi
kursiyyuhu`s-samâwâti wa`l-                                                              syafaat di hadirat-Nya kecuali
ardh[a], walâ ya`ûhû                                                                     dengan izin-Nya? Dia
ĥifzhuhumâ,                                                                              mengetahui apa yang ada di
hadapan mereka dan di             bermuhasabah sampai di
belakang mereka; dan mereka       mana ia telah
tidak menguasai barang sesuatu
dari ilmu-Nya kecuali apa yang
                                  mengamalkan hukum-
Dia kehendaki. Ilmu-Nya           hukumnya sesuai dengan
meliputi seluruh langit dan       ayat itu dan sampai
bumi; dan tidaklah                dimana ia telah
memberatkan-Nya menjaga           mengadakan perubahan
keduanya; dan Dia Maha Tinggi,
Maha Besar.” (QS [Al-Baqarah]     diri dan sampai di mana ia
2:256)                            telah berusaha
    Setelah melafalkan tasyahud   mensucikan diri. Setelah
dan taawud kemudian tilawat       bermuhasabah dan
ayat-ayat QS 1:1—7 dan 2:256      mengenal keadaan diri, ia
tadi, Hudhur atba. bersabda:
                                  harus berjanji di dalam hati
    AYAT ini dikenal sekali       untuk mengadakan
dengan nama Ayat Kursi.           perubahan dan
    Terdapat dalam sebuah         mensucikan dirinya. Tekad
hadis yang diriwayatkan           serupa itulah yang mampu
oleh Hadhrat Abu Hurairah         menjauhkan syaitan
r.a. bahwa Hadhrat                darinya.
Rasulullah saw. bersabda,             Di antara sepuluh ayat
“Setiap benda mempunyai           yang telah disebutkan tadi,
bagian tertinggi sebagai          ada empat ayat pertama
puncaknya. Dan bagian             dari Alquran Surah Al-
tertinggi sebagai puncak          Baqarah (QS 2:2—5) yang
Alquran adalah Surah Al-          di dalamnya terlukis
Baqarah dan di dalamnya           tentang amal suci ‘orang
terdapat sebuah ayat yang         yang beriman’ (mukmin).
menjadi penghulu bagi             Sesudah itu, ayat kursi
semua ayat yaitu Ayat             ditambah dua ayat
Kursi.”                           berikutnya yang di
    Ada lagi sebuah               dalamnya tergambar sifat-
riwayat, Hadhrat                  sifat Allah swt.. Dan tiga
Rasulullah saw. bersabda,         lagi, ayat terakhir Surah
“Barangsiapa yang tidur           Al-Baqarah (QS 2:285—
setelah membaca sepuluh           287). Ayat terakhir dari
ayat dari Surah Al-               ketiga ayat itu telah saya
Baqarah, maka syaitan             jelaskan tafsirnya pada
tidak akan masuk ke dalam         khotbah jumat yang lalu
rumah itu sampai tiba             (29/5) beserta kutipan
waktu subuh. Di antara            sabda-sabda Hadhrat
sepuluh ayat itu adalah           Masih Mau’ud a.s..
Ayat Kursi.”
    Sabda Hadhrat                     SEBELUM saya
Rasulullah saw. ini bukan         menjelaskan ayat Kursi,
setakat membaca ayat              terlebih dahulu akan saya
saja terus langsung tidur,        jelaskan empat ayat
namun ayat ini dan ayat           permulaan surah Al-
yang lainnya harus dibaca         Baqarah itu. Sebuah
sambil memperhatikan dan          kutipan dari sabda Hadhrat
merenungkan makna dan             Masih Mau’ud a.s. tentang
kandungan tafsirnya.              tafsir keempat ayat berikut
Kemudian, manusia                 ini akan saya bacakan,
mengintrospeksi diri dan          yang memberi bimbingan
kepada kita untuk                                                                              dalil kesempurnaan Kitab
memahami maksud dan                                                                            Alquran dan tantangan
tujuan serta tafsir ayat-                                                                      terhadap lawan telah
ayat itu:                                                                                      diberikan Allah swt.
                                                                                   dimulai dari permulaan
                                                                                     
                                                                                        tiga huruf «ۤ ‫ »اۤل‬ini.ّ
                                                                                                                      ‫م‬
                                                                            
                                                                           
                                                                                                     “Orang-orang yang
                                                                                 beriman kepadanya tidak
 ٢ ‫البقـــرة‬                                                                
                                                                                               boleh merasa takut dari
                                               ٥—
                                                                                               apa pun dan jangan
       «[Pertama]», Hadhrat                                                                    terpengaruh oleh rasa
Masih Mau’ud a.s.                                                                              rendah diri. Sebab, surah
bersabda, “Selama tidak                                                                        ini terdapat di dalam Kitab
ada‘ilal arba’ah (empat                                                                        Allah Yang tidak bisa
keistimewaan) di dalam                                                                         dipahami setiap orang.
sebuah kitab, maka kitab                                                                             “Terdapat tantangan
itu tidak bisa dikatakan                                                                       terbuka terhadap lawan
sebuah kitab yang                                                                              bahwa tidak ada satu
sempurna. Maksud dari                                                                          surah pun di dalam
‘ilal arba’ah adalah empat                                                                     Alquran yang bisa ditiru
keistimewaan dasar. Jika                                                                       sekalipun semua lawan
terdapat keempat asas                                                                          bersatu-padu untuk
keistimewaan itu di dalam                                                                      membuatnya, mereka
sebuah kitab barulah kitab                                                                     samasekali tidak akan bisa
itu disebut kitab yang                                                                         membuatnya. Ringkasnya,
kamil atau sempurna.                                                                           mengapa Alquran disebut
       “Itu sebabnya Allah swt.                                                                Kitab yang Kamil, sebab
telah menguraikan ‘ilal                                                                        Yang telah Menurunkan
arba’a dalam ayat-ayat                                                                         Kitab Alquran ini adalah
Alquran ini, yaitu ada                                                                         Tuhan Yang Kamil, Yang
empat macam. Pertama,                                                                          Memiliki semua Kudrat dan
‘illat fa’il; kedua, ‘illat                                                                    ‘Alimul Ghaib.”
madhi; ketiga, ‘illat suri;                                                                          Yang «kedua», beliau
dan keempat, ‘illat ghaii.                                                                     (Hadhrat Masih Mau’ud)
       “Semua ‘illat itu                                                                       a.s. bersabda, “Perkataan
mencapai                                                                                       yang mengisyaratkan
kesempurnaannya. Maka, «                                                                       kepada ‘Illat Mâdhi yaitu: «
ّ
ۤ ‫[ اۤل‬alif -lâm-mîm]»
‫م‬                                                                                                    ‫ك‬
                                                                                               ُ‫[ ذٰلِكَ اْل ِـ ٰتب‬dzâlika`l-kitâb]»;
mengisyaratkan kepada                                                                          yakni, inilah Kitab yang
[kaidah] ‘Illat Fa’il [dalam                                                                   telah diturunkan Tuhan
tata bahasa Arab], yang                                                                        Yang Kamil, Yang memiliki
artinya: Anâ Allâhu a‘lamu                                                                     semua ilmu yang
—Aku Allah Yang Maha                                                                           sempurna. Bahkan, Allah
Mengetahui, Yang telah                                                                         swt. berfirman, ‘Ilmu-Ku
menurunkan Kitab ini.                                                                          sangat luas tidak terbatas.’
       “Jadi, oleh karena Allah                                                                Manusia tidak bisa meliput
swt. adalah ‘Illat Fa’il,                                                                      ilmu-Nya. Allah swt. telah
maka pelaku Yang telah                                                                         memberi tahu sebagian
Menurunkan Kitab Alquran                                                                       dari ilmu-Nya yang sangat
ini adalah Zat Yang Maha                                                                       luas itu kepada kita
Gagah Perkasa dan Kamil                                                                        melalui Hadhrat Nabi
(sempurna) yang tiada                                                                          Muhammad saw..”
tandingan-Nya. Sehingga,
    Hal «ketiga» yang telah              sebenarnya akan
Hadhrat Masih Mau’ud a.s.                kandungan rahasia
jelaskan adalah,                         Alquran.
“Perkataan yang
mengisyarahkan kepada                        BAIKLAH, sekarang
                           ِ َ
Illati Suri adalah «ِ‫[ لَ رْيبَ فْيه‬lâ   akan saya jelaskan tentang
raiba fîh]», yakni: Kitab ini            Ayat Kursi. Dalam ayat ini
suci tiada keraguan di                   pun, terdapat pokok
dalamnya. Apa pula yang                  pembicaraan tentang
akan diragukan jika Kitab                jamî’u`s-sifât (kumpulan
ini telah turun dari Allah               sifat-sifat) Allah swt. yang
swt. Yang Maha                           mendalam.
Mengetahui, yang                             Pada permulaan, Ayat
kesahihan dan kesucian                   [Kursi]ini dimulai dengan
serta kebersihan isinya                  nama Allah swt.. Apa Allah
tiada tanding, tidak                     itu?
mengandung barang                            Hadhrat Masih Mau’ud
keraguan sedikitpun.                     a.s. bersabda, “Allah
Kesempurnaannya tidak                    adalah nama Zat Tuhan,
mengandung keraguan                      Yang menjadi wujud, Yang
dan sangat kokoh.”                       merangkum semua sifat-
    Selanjutnya beliau a.s.              sifat-Nya. Itulah yang
bersabda tentang hal                     disebut `Ismu ‘Azham,
«keempat», yakni Illat                   yang mengandung berkat-
Gha`ii yang                              berkat sangat Agung.
mengisyaratkan kepada                        “Akan tetapi, bagi orang
perkataan «َ‫هدًى ّل ْلمّقِـي‬
                 ‫ُت‬         ُ            yang sama-sekali tidak
                                         ingat kepada Allah, faedah
[hudal-li`l-muttaqîn]»
                                         serta berkat apa yang
bahwa Kitab ini merupakan
                                         akan ia ambil dari-Nya?
petunjuk sempurna bagi
                                         Maka, apabila seorang
para muttaqi (orang yang
                                         mendakwakan diri sebagai
bertakwa). Melalui Alquran
                                         mukmin yang benar, harus
ini, manusia memperoleh
                                         meyakini Tuhan sebagai
hidayah sebanyak-
                                         sumber semua kekuatan
banyaknya untuk menjadi
                                         dan ia harus beriman
muttaqi.
                                         kepada semua sifat-sifat-
    Dengan merenungkan
                                         Nya yang demikian luas
ajaran Kitab Suci Alquran
                                         melingkupi segala sesuatu
dan mengamalkannya,
                                         tanpa batas sehingga
akan terbuka jalan-jalan
                                         pikiran manusia tidak bisa
baru tentang hidayah dan
                                         menjangkaunya. Bila iman
irfan Ilahi.
                                         sudah mencapai tahapan
    Itulah «empat macam
                                         demikian, maka barulah
perkara» yang harus selalu
                                         manusia akan selalu ingat
kita ingat saat mengkaji
                                         kepada Tuhan.
Kitab Suci Alquran. Kita
                                             “Banyak sekali manusia
harus beriman serta yakin
                                         yang terlibat di dalam
secara sempurna
                                         berbagai macam
kepadanya. Baru, kita akan
                                         keburukan atau timbul
memperoleh bimbingan
                                         kemalasan dan kelengahan
Allah swt. guna mendapat
                                         dalam menjalankan
pengertian yang
                                         perintah-perintah Tuhan
atau dalam menunaikan                   swt. merupakan Jamî’u`s-
hak-hak Allah swt. dan                  sifât dan Pemilik semua
hak-hak sesama hamba-                   qudrat (ketetapan) dan
hamba-Nya karena                        kekuasaan. Setiap orang
manusia sudah tidak ingat               harus menghindar diri dari
lagi kepada Tuhan.                      semua sesembahan palsu.
Manusia tidak tahu bahwa                Hanya Dia-lah satu-stunya
pandangan Tuhan, setiap                 Zat Yang patut disembah.
saat atau setiap detik,                     Bila Anda telah
selalu tertuju kepada                   sungguh-sungguh bersujud
gerak-gerik manusia.”                   kepada Tuhan Yang Esa ini,
    Pada suatu ketika,                  maka Anda akan menjadi
Hadhrat Masih Mau’ud a.s.               penerima berbagai macam
bersabda, “Tuhan                        nikmat dan berkat dari-
berfirman kepada saya                   Nya.
agar saya memberi tahu                      Di dunia ini, setiap
jemaat saya, barangsiapa                benda ada gantinya,
yang telah beriman dan                  namun bagi Allah swt.
imannya tidak dicampuri                 tiada gantinya. Bila orang
dengan keduniaan, dan                   sudah tahu bahwa bagi
imannya itu tidak                       Tuhan tiada ganti, maka
dicampuri kemunafikan                   alangkah bodohnya
dan sifat penakut, yaitu                manusia jika Tuhan Yang
iman yang mempunyai                     tiada gantinya ini
kualitas, orang                         ditinggalkan. Atau
demikianlah yang disukai                merubah prioritas dengan
Allah swt..                             wujud lain sekalipun hanya
    “Allah swt. berfirman,              sementara.
‘Langkah seperti itu                        Bagi seseorang yang
merupakan langkah yang                  tak bertuhan bisa saja ia
memiliki nilai kebenaran.’”             lakukan demikian sambil
    Kita harus berusaha                 berkata “Saya tidak
sekurang-kurangnya                      percaya kepada Tuhan,
meraih ‘iman kepada Allah               mengapa saya harus hadir
swt.’ yang demikian dan                 di hadapan-Nya?”. Namun,
berusaha melangkah demi                 bagi seseorang yang
memperoleh derajat yang                 mengaku diri muslim yang
Hadhrat Masih Mau’ud a.s.                                  ‫له‬          ُ
                                        mengatakan «َ‫»ال لَ إِلٰه ِإ ّ ُـو‬
jelaskan.                               tetapi dia memberikan
                                        prioritas lebih banyak
    PADA permulaan Ayat                 kepada urusan duniawi
[Kursi] yang telah Allah                dibanding kepada Allah,
                     ‫له‬            ُ
swt. firmankan «َ‫ال لَ إِلٰه ِإ ّ ُـو‬   maka nasibnya sungguh
[Allâhu lâ ilâha illâ huwa]»,           malang sekali.
maksudnya adalah “Hanya                     Sehubungan dengan
kepada Tuhan-lah Anda                   itu, Hadhrat Masih Mau’ud
harus pusatkan perhatian,               a.s. bersabda, “Tuhan,
sebab hanya Dia-lah Tuhan               tiada sekutu bagi-Nya.
Yang patut kalian sembah;               Selain Dia, tiada yang
tiada Tuhan lain yang patut             patut disembah dan patut
disembah.”                              ditaati. Hal tersebut
    Telah diterangkan                   dikatakan demikian sebab
dengan jelas bahwa Allah                bila ada sekutu bagi-Nya,
barangkali kekuatan                      Banyak sekali hal yang
musuh akan mengungguli                nampak di hadapan kita
kekuatan-Nya. Dalam                   setiap hari yang tanpa kita
keadaan demikian makrifat             sadari kita berbuat aniaya
Ilahi akan berada pada                terhadap diri sendiri
posisi yang berbahaya.                karena menyekutukan
    “Kedudukan Allah swt.             Tuhan. Kita menjadi lupa
dan makrifat-Nya akan                 bahwa Allah adalah Rabb
berada dalam posisi yang              kita Yang rububiyat-Nya
berbahaya. Apa yang                   tersebar luas memenuhi
                 ‫ل َ له‬
difirmankan «َ‫—ا ُ ل إِلٰه ِإ ّ ُـو‬   semesta langit dan bumi.
selain Dia, tiada yang                   Semoga Allah swt.
patut disembah»,                      menutupi kelemahan kita
maksudnya adalah:                     seperti itu dengan selimut
    “Dia-lah Tuhan Yang               magfirat dan rahmat-Nya
Kamil, Yang sifat-sifat-Nya,          kepada kita.
                                                                         
kemuliaan-Nya,                                                       
kesempurnaan-Nya,                        “…Lâ ilâha illâ anta,
demikian luhur dan agung.             subĥânaka, innî kuntu
Sekalipun, umpamanya                  mina`zh-zhâlimîn[a]—
dari benda-benda yang                 Tiada Tuhan selain Engkau,
nampak, disebabkan sifat-             Engkaulah Maha Suci.
sifat benda itu begitu kamil          Sesungguhnya, aku
dan sangat agung,                     termasuk orang-orang
seseorang ingin                       aniaya.” (QS [Al-`Anbiyâ`]
memilihnya sebagai tuhan              21:88)
atau di dalam hati                       Untuk memperoleh
seseorang timbul perkiraan            bimbingan lurus ke arah
adanya tuhan lain yang                           ‫له‬              ُ
                                      tauhid «َ‫ ,»ال لَ إِلٰه ِإ ّ ُـو‬maka
sifat-sifatnya sangat tinggi          doa ini sangat penting
dan luhur, maka Allah swt.-           sekali dan harus dibaca
lah Pemilik sifat-sifat yang          sebanyak-banyaknya,
paling tinggi.                        yaitu:
    “Tiada yang lain yang                                                
lebih tinggi dan lebih                                               

agung dari Allah. Dia-lah                Artinya, setelah
Tuhan. Walau, hanya                   berfirman «Allah adalah
sedikit menyekutukan-Nya              Tuhan kalian yang patut
dengan sesuatu                        disembah dan Tuhan Yang
merupakan dosa besar.”                Maha Sejati», Dia
    Maka, di dalam hati                               ‫ى ي‬
                                      berfirman, “«‫[ الـ ّ القّوم‬al-
seorang mukmin akan                   ĥayyu`l-qayyûm]», yakni
timbul rasa takut kepada              Tuhan Yang Maha Hidup
Tuhan jika sabda Hadhrat              selama-lamanya dan Maha
Masih Mau’ud a.s. tersebut            Berdiri sendiri di atas Zat-
selalu diingat dalam                  Nya.”
hatinya, “Dia-lah Tuhan.                  ‫ى‬
                                         «ّ ‫[ الـ‬al-Ĥayy] artinya,
Walau, hanya sedikit                  bukan hanya Dia sendiri
menyekutukan-Nya                      Zat Yang Maha Hidup,
dengan sesuatu                        melainkan Dia Pemberi
merupakan dosa besar.”                kehidupan kepada semua
Dia akan selalu                       makhluk-Nya.
bermuhasabah.
              ‫ي‬
    Dan, «‫[ القّوم‬al-Qayyum]»     engkau mendapat
artinya, bukan hanya              kehidupan dan kebaikan
Tuhan Yang Berdiri sendiri        yang kekal.’
pada Zat-Nya, melainkan              “Allah swt. berfirman,
                                                          
Dia Penegak setiap                                                
makhluk dan benda pada                “[Wa tawakkal ‘ala`l-
alam semesta ini.                 hayyi`l-ladzî lâ yamûtu wa
    Hadhrat Masih Mau’ud          sabbiĥ biĥamdihî]—Dan
a.s. bersabda, “Arti harfiah      bertawakallah kepada Dia
           ‫ى ي‬
ayat “«‫ »الـ ّ القّوم‬ini adalah   Yang Maha Hidup kekal dan
Tuhan Yang Maha Hidup             Dia-lah sumber segala
dan Yang Maha Berdiri             kehidupan, Yang tidak
pada Zat-Nya.                     mati. Dan sanjunglah Dia
    “Jadi, jika «Dia-lah Yang     dengan memuji-Nya….
Hidup dan Dialah Berdiri di       ” (QS [Al-Furqân] 25:59)
atas Zat-Nya», maksudnya              Jadi, setiap mukmin,
adalah bahwa setiap               sekalipun dalam keadaan
benda yang nampak                 sangat susah dan sulit,
kepada setiap orang               jangan menaruh keraguan
mendapat kehidupan dari-          sedikitpun tentang Zat
Nya. Setiap benda yang            Allah swt. atau tentang
berada di langit dan bumi         sesuatu sifat-Nya.
ini, telah berdiri karena         Melainkan, [dengan]
Zat-Nya.                          adanya kesulitan tersebut,
    “Sehingga, dengan             [ia] harus memicu diri agar
mengatakan hidup dan              lebih mendekatkan diri
berdiri-Nya Tuhan,                kepada Tuhan Yang Ĥayyu
meyakinkan para mukmin            Qayyum sambil
dengan firman-Nya,                merundukkan kepala di
‘Jangan sekali-kali terlibat      hadapan-Nya.
dalam desakan dan
keserakahan duniawi.                     DAN, Allah swt. dengan
Yakinlah sepenuhnya                                      ّ ‫ُذ ِ ة‬
                                  firman-Nya, “ …َ‫لَ َتأْخ ُه’ سنَ ٌ ول‬
terhadap janji-janji yang         ٌ ْ‫[ ‌…َنو‬lâ ta`khudzuhû
                                  ‫م‬
telah Aku berikan kepada          sinatuw-walâ naum]—…
para mukmin. Kehidupan            Kantuk tidak menyerang-
anak-keturunan engkau             Nya dan tidak pula tidur…)
dan kelanggengan mereka           ”, telah menjelaskan
terpulang kepada sangat           bahwa jangan sekali-kali
eratnya hubungan mereka           timbul pikiran di dalam
dengan Aku dan dengan             benak para mukmin bahwa
Jemaat-Ku juga.                   Tuhan Yang Ĥayyu Qayyum
Disebabkan keadaan                bisa lengah dipengaruhi
sarana duniawi yang tidak         kantuk dan tidur.
menentu, jangan libatkan                 Ingat, sifat Allah swt.
diri hanya sibuk dalam            tidak terbatas dan tidak
memikirkan hal itu.               pula Dia dipengaruhi
Beribadahlah (baca:               kelemahan sehingga hilang
“bekerja keraslah”—Ed.)           kestabilan perhatian-Nya.
terus demi Aku dan                Allah tidak memerlukan
berdoalah selalu kepada-          rehat. Kekuatan dan
Ku. Agar dengannya,               kemampuan-Nya tidak
seperti yang dimiliki oleh                      Bagaimanakah
manusia, karena manusia                 kemenangan itu akan
memerlukan rehat dan                    terjadi? Sebab, jika melihat
tidur.                                  dari sisi dunia dan
   Sesungguhnya, Allah                  memperhatikan sarana-
adalah Pemilik segala                   sarana yang dimiliki oleh
macam kudrat. Karenanya,                Jemaat-Nya, kemenangan
Dia tidak memerlukan tidur              yang dimaksudkan itu
dan tidak pula mengantuk                sangat tidak mungkin dan
karena penat atau lelah.                sulit untuk diperoleh.
Tiada alasan mengapa Dia                Bahkan, nampaknya
harus lalai terhadap                    sangat jauh dan tidak
kehidupan dan                           mungkin.
kelanggengan hidup                              Namun, bila Allah swt.
hamba-hamba-Nya.                        berfirman kepada Hadhrat
   Pada hukum-hukum                     Rasulullah saw. dalam
alami dan sifat-sifat-Nya,              Alquran Karim—“«ّ ‫كَتبَ ال َلَغلَب‬     ‫ُ ِْ ن‬  َ
Allah pun selalu menguji                ‫ُ ُ ْ‌ ن َ ّ ِ ز‬
                                        ٌ ْ‫[ َأنَا وَرسلِى إِ ّ الَ قوِى عَزي‬Kataba`l-
dan mencoba hamba-
                                        Lâhu la`aghlibanna anâ wa
hamba-Nya. Namun, Tuhan
                                        rusulî, inna`l-Lâha
pun telah mengumumkan
                                        qawiyyun-’azîz]―Allah
akan adanya kehidupan
                                        telah menetapkan, Aku
hakiki yang akan dijalani
                                        dan Rasul-Ku amat pasti
para hamba-Nya. Dan
                                        akan menang;
pula, orang-orang yang
                                        sesungguhnya Allah
mati pada jalan-Nya
                                        Mahakuat lagi
mendapat kehidupan yang
                                        Mahaperkasa»” (QS [Al-
kekal. Dan, ketika Tuhan
                                        Mujâdalah] 58:22)—
mengumumkan bahwa
                                        sekalipun keadaan yang
“Para Utusan-Ku dan
                                        sangat tidak
Jemaat-Ku akan hidup dan
                                        memungkinkan, Allah swt.
mendapat kemenangan”,
                                        telah memperlihatkan
Dia telah membuktikan
                                        kebenaran janji-Nya.
kesempurnaan-Nya.
                                                Demikian pula, bila
Jemaat-Nya selalu
                                        Allah swt. berjanji kepada
mendapat kemenangan.
                                        Hadhrat Masih Mau’ud a.s.,
                                        Dia telah memperlihatkan
      SETELAH Tuhan
                                        kebenaran janji-janji-Nya
                    ‫م‬     ّٰ    ‫ل م‬
berfirman “……‫َه’ َا فِ السموٰتِ وَ َا‬
                                        tersebut dan sampai
ِ‫[ ف ْالَرْض‬Lahû mâ fi`s-               sekarang selalu
samâwâti wa mâ fi`l-ardh]               memperlihatkan
—…Kepunyaan Dia-lah apa                 kebenaran-Nya.
yang ada di seluruh langit                      Manusia terpaksa
dan apa yang ada di                     berpikir, melihat
bumi…”, siapa pun tidak                 kenyataan sarana-sarana
boleh ragu tentang                      yang dimiliki oleh Jemaat
kebenaran ‘pernyataan                   ini, mungkinkah janji-janji
Allah swt.’ dalam ayat                  itu akan sempurna? Yakni,
tersebut. Dan, firman-Nya,              zahirnya sangat jauh dan
“Aku dan Rasul-Ku [pasti]               tidak mungkin Jemaat ini
akan mendapat                           akan menang secara
kemenangan.”                            sempurna.
    Namun, Allah swt.         itu sangat penting sekali
berfirman, “…Apa yang         bagi mereka.
ada di seluruh langit dan
apa yang ada di bumi….”               SELANJUTNYA,
Bumi dan Langit ini bukan                           ِ ‫ْ َع‬             َ
                              berfirman “…’‫منْ ذَا اّلذِي يَشْف ُ عْندَه‬
tanpa pemilik. Semua           ‫ل ْن‬
                              ‫[ …،ِإ ّ بِإِذِه‬maŋ-dza`l-ladzî
makhluk yang tinggal di
                              yasyfa’û ‘indahû illâ
dalam dunia ini berada
                              bi`idznihî]—Siapakah yang
dalam genggaman qudrat
                              dapat memberi syafaat
tangan-Nya. Dan, Dia-lah
                              dihadirat-Nya kecuali
Pemilik kekuasaan yang
                              dengan izin-Nya?”, maka
sangat luas dan tak
                              syafaat macam apa pun
mengenal batas. Dan,
                              tidak akan berfaedah di
pandangan-Nya senantiasa
                              hadirat-Nya, kecuali dia
tertuju kepada dunia ini.
                              yang akan diberi ilmu atau
Kehidupan dan kematian,
                              izin oleh Allah.
fana dan baqa, berada di
                                      Terdapat riwayat dalam
tangan-Nya. Semua
                              hadis bahwa Allah swt.
kekayaan di dalam bumi
                              akan memberi ilmu kepada
yang tersembunyi maupun
                              Hadhrat Rasulullah saw.,
yang nampak, berada di
                              kemudian beliau saw. akan
dalam kekuasaan-Nya.
                              memberi syafaat kepada
    Maka, apabila Dia telah
                              umat beliau.
memutuskan bahwa “Rasul
                                      Apa yang dimaksud
dan Jemaat-Ku akan
                              dengan syafaat itu?
mendapat kemenangan”,
                              Tentang ini, terdapat
maka tidak ada kekuatan
                              berbagai macam
di dunia ini yang mampu
                              penjelasan dari Hadhrat
menghalang-halanginya.
                              Masih Mau’ud a.s..
Kekuatan-kekuatan
                                      Beliau a.s. bersabda,
adikuasa atau
                              “Pemberi syafaat yang
pemerintahan besar atau
                              benar dan kamil adalah
orang yang menamakan
                              Hadhrat Rasulullah saw.
diri ‘pembela agama’ pun,
                              yang telah membersihkan
tidak akan mampu
                              kekotoran kaum pagan
menghalanginya.
                              (penyembah berhala),
Keputusan Allah swt. pasti
                              pembuat berbagai macam
akan benar dan sempurna.
                              kejahatan, dan kejahilan,
Padahal, sejak permulaan,
                              menjadi bangsa yang
telah dijelaskan kepada
                              bermartabat sangat tinggi.
para mukmin bahwa
                              Jadi, telah diketahui dari
kemenangan, kehidupan
                              hadis ini bahwa dengan
kekal, dan abadi akan
                              izin dan ilmu Allah swt.,
diperoleh orang-orang
                              beliau saw. akan memberi
yang yakin sepenuhnya
                              syafaat hanya kepada
kepada Tuhan Jamî’u`s-
                              orang-orang yang bersih
Sifât. Dan mereka itulah
                              dari syirik, yaitu orang-
orang-orang yang
                              orang yang beribadah
menunaikan ibadah
                              kepada Keesaan Allah swt.,
kepada-Nya. Maka, inilah
                              orang-orang yang
kewajiban setiap Muslim
                              menjauhkan diri dari
Ahmadi untuk
                              perbuatan buruk dan
memahaminya. Dan, hal
kejahatan. Dan, orang-                                      Masih Mau’ud a.s.
orang yang melakukan                                        bersabda, “Dalam masalah
kesalahan atau kejahatan                                    syafaat, amal perbuatan
sekecil apa pun akan                                        manusia tidak menjadi sia-
mendapat syafaat dari                                       sia, bahkan dianjurkan
beliau saw..                                                untuk selalu melakukan
       Lebih jelas lagi, Hadhrat                            amal-amal saleh.”
Masih Mau’ud a.s.                                               Maka, syafaat Hadhrat
bersabda, “Jangan mengira                                   Rasulullah saw. bermula
bahwa syafaat itu tidak                                     dari kehidupan di dunia ini.
berarti apa-apa. Kita                                       Dan syaratnya, manusia
mengimani bahwa syafaat                                     harus beramal saleh.
adalah benar. Dan,                                          Syafaat tidak bisa
terdapat nas yang nyata                                     ditandingi dengan sistem
dari firman Allah bahwa “ّ ‫ص‬                           ‫َل‬   kafarah.
‫ُ س ع َِ م‬
ٌ ْ‫عَلْيهمْ‌ إِ ّ صلٰوتَكَ سَك ٌ َـمْ‌ وَال َـْي ٌ علي‬
                       ‫َن ل‬           َ ‫َِ ن‬                    ‘Filsafah kafarah’
                                                            menimbulkan keberanian
[shalli ‘alaihim inna
                                                            manusia untuk berbuat
shalâtaka sakul-lahum,
                                                            dosa semakin bertambah.
wa`l-Lâhu samî’un ‘alîm].”
                                                            Sedangkan pada falsafah
       Berikut ini merupakan
                                                            syafaat timbul perhatian
‘falsafah syafaat’. Yakni,
                                                            manusia untuk melakukan
desakan hawa nafsu yang
                                                            amal-amal saleh dan
timbul untuk melakukan
                                                            perhatian untuk
perbuatan dosa-dosa akan
                                                            mengamalkan hukum-
menjadi kembali reda.
                                                            hukum Allah swt. serta
Sebagai natijah dari
                                                            perhatian manusia
syafaat adalah kehidupan
                                                            semakin terpusat kepada
yang penuh dengan dosa
                                                            Allah swt..
akan mengalami
                                                                Dan, pada zaman
‘kehidupan seperti
                                                            sekarang, melalui doa ini,
keadaan mau mati’. Dan,
                                                            izin syafaat telah diberikan
timbulnya ‘desakan-
                                                            kepada Hadhrat Rasulullah
desakan hawa nafsu dan
                                                            saw.. Hadhrat Masih
perasaan-perasaan yang
                                                            Mau’ud a.s bersabda,
memanas’ akan berobah
                                                            “Saya—dan kebanyakan
menjadi reda dan dingin.
                                                            dari orang-orang terhormat
Karenanya, kecenderungan
                                                            di dalam Jemaat saya—
berbuat dosa hilang lenyap
                                                            sangat mengerti bahwa
dan timbullah keinginan
                                                            dengan syafaat saya,
untuk berbuat kebaikan.
                                                            banyak orang-orang
Maksudnya,
                                                            mendapat keselamatan
kecenderungan manusia
                                                            dari berbagai macam
berbuat dosa semakin
                                                            musibah dan penderitaan-
berkurang. Sebaliknya,
                                                            penderitaan penyakit.
mulailah timbul keinginan
                                                                “Akan tetapi, selain dari
melakukan kebaikan.
                                                            menjelaskan tentang
       Jadi, dalam masalah
                                                            syafaat, Allah swt. pun
syafaat, amal perbuatan
                                                            berfirman bahwa Dia
manusia tidak disia-siakan
                                                            mengetahui apa hakikat
bahkan dianjurkan untuk
                                                            sebenarnya tentang [hal]
melakukan amal saleh,
                                                                                    ِ َ ‫ْ م‬
                                                            itu. Firman-Nya, “ْ‫يَعَلمُ َا َبْين َأيْدْيهِم‬
sebagaimana Hadhrat
  َُ َ
ْ‫[ ‌وَمَا خلْفهم‬ya’lamu mâ baina                     Pula, melalui beliau saw.
 aidîhim wa mâ khalfahum]                        telah diberitahukan
 —Dia mengetahui apa                             keadaan tentang zaman
 yang ada di hadapan                             yang akan dating, dan
 mereka dan di belakang                          untuk mendapatkan dan
 mereka.”                                        memahaminya pun telah
       Jadi, Tuhan kita adalah                   diberi tahukan kepada
 ‘Âlimu`l-Ghaib (Maha                            Hadhrat Rasulullah saw..
 Mengetahui yang ghaib).                         Pada zaman itu banyak
 Karenanya, orang-orang                          sekali perkara yang tidak
 yang terlibat dalam                             dapat dipahami para
 kejahatan dan terbenam                          Sahabah r.a. (radhiya`l-
 pada lembah dosa, mereka                        Lâhu ‘anhum—rida Allah
 tidak ada hubungannya                           atas mereka!—Ed.), namun
 dengan Syafaat baik di                          Hadhrat Rasulullah saw.
 dunia ini maupun di                             mendapatkan pemahaman
 akhirat nanti. Demikian                         dan penjelasannya. Tapi,
 yang kita ketahui dari                          tentang yang demikian,
 Alquran Karim.                                  Allah swt. berfirman, “Itu
                                                 semua bukanlah ilmu
        SETELAH itu, sambil                      kamil. Tidak akan ada
mengingatkan                                     yang mampu menguasai
pengetahuan-Nya yang                             atau menjangkau luasnya
sangat luas, Allah swt.                          ilmu pengetahuan-Ku.”
berfirman, “ۤ ِ‫ولَ ُـْيطوْنَ بِشَىءٍ منْ ع ْلم‬
                      ِ‫ْ ّ ِ ه‬       ُ ‫َ ي‬           Namun demikian, Allah
                                                 swt. membukakan jalan-
         ‫لب‬
َ‫[ ِإ َّ ِـا شَآء‬Wa lâ yuĥîthûna                jalan baru bagi orang-
bisai`im-min ‘ilmihî illâ                        orang yang mencari
bimâ syâ`]—Dan mereka                            martabat rohani maupun
tidak menguasai barang                           mencari ilmu pengetahuan
sesuatu dari ilmu-Nya                            agama ataupun yang
kecuali apa yang Dia                             mencari ilmu pengetahuan
kehendaki.”                                      duniawi. Dan, Dia
        Di dalam ayat ini, Allah                 menunjukkan peringkat-
swt. telah menerangkan                           peringkat baru kepada
dengan sangat jelas                              mereka. Dan, bila manusia
bahwa, “Tidak akan ada                           telah sampai kepada
orang yang menguasai                             tingkatan demikian, akan
Ilmu-Ku.” Namun, Hadhrat                         terbuka jalan-jalan baru
Rasulullah saw. sebagai                          bagi mereka. Hal itu
seorang Rasul yang paling                        menjadi dalil bagi
dicintai Allah swt., dan                         kemajuan sains-dan-
tentang beliau, Allah swt.                       teknologi bahwa Allah swt.
berfirman kepada para                            membuka jalan-jalan baru
mukmin, barangsiapa yang                         bagi mereka yang
hendak mencintai Allah ia                        melakukan riset. Dan,
“Harus mengikuti langkah                         pengetahuan tentang alam
kekasih-Ku (Muhammad                             semesta tidak bisa
saw)”, yang kepadanya                            dihitung banyaknya.
telah diserahi segenap                           Demikian pula tingkatan-
ilmu pengetahuan oleh                            tingkatan kerohanian.
Allah swt..                                          Selain itu, ilmu Allah
                                                 swt. sangat luas sekali, tak
terbatas, sehingga tiada               Dia-lah Yang patut kalian
yang mampu                             sembah dan tinggalkanlah
merangkumnya. Bukan                    semua bentuk
hanya Zat Allah swt. tidak             penyembahan terhadap
bisa diliput, bahkan alam              yang lain.
semesta pun yang Dia                      Tatanan/nizam-Nya
ciptakan, tidak bisa diliput           tersebar luas ke segenap
seluruhnya oleh manusia.               penjuru petala langit dan
Allah-lah yang                         bumi. Dan, Dia-lah Yang
memanifestasikan rahasia               bertanggung jawab
atau memberi sebagian                  menjaga dan
ilmu-Nya kepada manusia                memeliharanya. Tiada
sesuai kehendak-Nya. Dan,              yang tersembunyi dari-
sesungguhnya, anugerah                 Nya, semua benda berada
rahasia-Nya itu harus                  di dalam pengawasan-Nya.
membuat manusia lebih                     Nizam-Nya demikian
runduk kepada Tuhan Yang               luas dan kolektif sehingga
Memiliki semua sifat-sifat-            kekuatan manusia tidak
Nya yang ruang lingkupnya              bisa meliput semuanya.
tak terbatas.                          Oleh sebab itu, Dia
                                       berfirman, “Layangkanlah
      SESUDAH itu, Tuhan               pandangan kalian,
                     ّ ‫َِ ْ ه‬
berfirman, “ِ‫وسعَ كُرسِّي ُ السمٰوٰت‬   barangkali kalian bisa
َ‫[ وَْالَرْض‬wasi’a kursiyyuhu`s-       melihat sesuatu
                                       kelemahan atau
 samâwâti wa`l-ardh]—
                                       kekurangan di dalam
 Ilmu-Nya meliputi seluruh
                                       penciptaan Tuhan, akan
 langit dan bumi.”
                                       tetapi, manusia tidak
      Kerajaan-Nya tersebar
                                       berhasil menemukannya.
 ke segenap penjuru langit
                                          “Allah swt. adalah Zat
 dan bumi. Dan, Dia-lah
                                       Yang menjalankan
 Pemberi semua keperluan
                                       Kerajaan-Nya ini dan sejak
 hidup setiap makhluk serta
                                       awal Dia menjalankannya.
 setiap benda yang berada
                                       Dan, Dia jalankan Nizam
 di alam semesta raya itu.
                                       Pemerintahan-Nya ini
 Dan, berapapun
                                       tanpa mengenal lelah dan
 banyaknya alam semesta
                                       tanpa mengenal tidur dan
 itu, Dia-lah yang
                                       kantuk. Apakah semua
 menegakkannya.
                                       perkara tersebut di atas
      [Artinya], ilmu ‘kalian’
                                       tidak mengundang
 (baca: “kita”—Ed.) sangat
                                       perhatian kalian untuk
 terbatas dan Dia-lah Yang
                                       menundukkan kepala di
 memberi ilmu
                                       hadapan Tuhan dan
 pengetahuan kepada
                                       mengurangi pelanggaran?”
 kalian. Sejauh mana kalian
 memperoleh kemajuan
                                          PADA akhirnya Tuhan
 dalam kemahiran atau
                                                       َِ ‫َي‬             ‫َه‬
                                       berfirman, “ُ‫[ و ُـوَ الْعلِ ّ اْلعظْيم‬wa
 kalian berusaha
 memperoleh ilmu                       huwa`l-‘aliyyu`l-‘azhîm]—
 pengetahuan, ilmu itu                 …Dan Dia Maha Tinggi,
 terbatas sampai waktu                 Maha Besar.”
 yang dikehendaki oleh                    Untuk menjalankan
 Tuhan. Oleh karena itu,               semua nizam itu, Tuhan
                                       tidak memerlukan
pembantu atau penolong                        hadapan-Nya dan yang
pun. Itulah Allah, Tuhan                      selalu beribadah kepada-
agama Islam. Dia Pemilik                      Nya. Dan, dengan
semua sifat-sifat yang                        keyakinan kepada Allah
menyatu dan,                                  sebagai Pemilik semua
sesungguhnya, Dia-lah                         sifat-sifat yang paripurna,
Tuhan yang patut                              semoga kita menjadi
disembah.                                     orang-orang yang
   Semoga Allah swt.                          senantiasa meraih berkat
memberi kekuatan                              dan rahmat dari sifat-sifat-
pemahaman kepada kita.                        Nya itu. Amin.•
Dan, semoga dengan itu,
kita bisa mengenal-Nya                        Penerjemah: Hasan Basri
                                              Syahid/Singapura, 15 Juni 2009; editor:
dan menjadi orang-orang                       Rahmat Ali D.M.
yang selalu tunduk di                         «R.ALI.BT@GMAIL.COM»/Cisalada, 20 Juni 2009


                           -------oooOooo-------

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:559
posted:2/9/2010
language:Arabic
pages:13