Kabutuhan Fisik Ibu Hamil

					 Kabutuhan Fisik Ibu Hamil
   Trimester I, II, dan III
Kunjungan Ulang, Pekerjaan
 dan Tanda Bahaya dalam
        Kehamilan
              Kelompok 6
 Dian soraya         (08.0624.B)
 Nisrokha            (08.0675.B)
 Nur Afni Hanafiyah (08.0679.B)
 Roby Dzalina Ulfa   (08.0698.B)
 Ulfah Sabatini      (08.0715.B)
KUNJUNGAN ULANG

Kunjungan ulang prenatal adalah waktu
yang tepat untuk memperbaharui kembali
ikatan dengan klien, yang telah diupayakan
pada kunjungan awal, untuk mengevaluasi
data yang telah dikumpulkan dan
menentukan apakah kehamilan
berkembang normal
langkah-langkah yang harus
diikuti saat anda menemui klien.
      Nama
      Umur
      Paritas
      Usia kehamilan berdasarkan penanggalan
      Temua-temua lain yang diperoleh dari :
        Riwayat Obstetrik
        Riwayat keluarga
        Riwayat medis dan perawatan primer
          sebelumnya
        Riwayat kehamilan sekarang
        Pemeriksaan fisik awal
        Pemeriksaan pangul awal
 Masalah-masalah yang telah teridentifikasi
  sebelumnya, penanganan, dan evaluasi
  keefektifan pengobatan, tinjau kembali daftar
  masalah.
 Keinginan dan kekhawatiran khusus, rencana-
  rencana yang telah dibuat dan instruksi-instruksi
  yang telah diberikan
 Pengobatan tertentu, penanganan dan
  kebutuhan diet yang menjadi tanggung jawab
  wanita yang bersangkutan
 Hasil pemeriksaan laboratorium
    Hasil-hasil normal
    Kabutuhan akan uji ulang
    Kebutuhan akan uji dan investigasi lebih
     lanjut
 PEMERIKSAAN FISIK
 Tekanan Darah
Hipertensi kronis
Hipertensi sementara
Preeklampsia
 Peningkatan Berat Badan
 Pemeriksaan Abdomen
     Denyut Jantung Janin
     Tinggi Fundus
     Presentasi
     Edema
PEKERJAAN

Hati-hati! Jika anda memilih tetap bekerja
saat hamil, resiko pre-eklampsia dapat
menghadang. Menurut hasil penelitian
yang dipublikasikan Journal of
Epidemiology and Community Health
Inggris, bekerja ketika hamil meningkatkan
resiko pre-eklampsia mematikan lima kali
lipat.
TANDA-TANDA BAHAYA
     Perdarahan Pervaginam
     Abortus provokatus
     Abortus septik : adanya
      komplikasi pada ibu
     Missed abortion
 Pada TM III perdarahan disebabkan oleh :
Placenta Previa
Perdarahan tanpa nyeri
Perdarahan berulang-ulang
Kepala anak Sangat tinggi
Sering terjadi kelainan letal
Pada PD terasa jaringan
Darah berwarna merah sejajar dengan bekuan
Dapat terjadi estela miksi dan defekasi, aktifitas fisisk kontraksi,
hrakston hicks, koitus.

Solusio placenta
 Perdarahan disertai nyeri
 Perdarahan segar disusul dengan partus
 Warna darah merah kehitaman
 Palpasi sukar karena rahim keras
 Fundus uteri makin lama makin naik
 Bunyi jantung bisaanya tidak ada
 Pada PD teraba ketuban yang tegang terus menerus
Kehamilan Mola

Patologi : sebagian dari vili berubah menjadi
gelembung-gelembung berisi cairan jernih Tanda
dan gejala :
Perdarahan sedang banyak
Serviks terbuka
Uterus lunak dan lebih besar dari usia kehamilan
Hyperemesis lebih lama Kram perut bagian bawah
Tidak ada tanda-tanda adanya janin
Keluar jaringan seperti anggur
Kehamilan Ektopik
 Kehamilan dimana sel telur yang dibuahi
  berimplantasi dan tumbuh diluar
  endometrium kavum uteri
 Gejala : amenorhoe, nyeri perut,
  perdarahan pervaginam sedikit, syok karena
  hypovolemia, nyeru palpasi dan nyeri pada
  toucher, tumor dalam rongga panggul,
  ganggtaan kencing, Hb menurun.
Hyperemesis Gravidarum

   Ringan
   Sedang
   Berat
 Nyeri Perut Bagian Bawah
Diagnosis nyeri perut bagian bawah :
Kista ovarium
Gejala dan tanda : nyeri pent, tumor adreksa pada
PD, rasa tumor di perut bawah, perdarahan vaginal -
ringan
Apendisitis : radang umbai cacing usus buntu
Gejala : nyeri perut bawah, demam, nyeri lepas
Sintitis : disuria, sering berkemih, nyeri perut
Pielonefritis : infeksi akut saluran kemih dengan
gejala disuria, demam tinggi, sering berkemih, nyeri -
perut
Peritronitis : radang selaput perut dalam rongga
panggul, dengan gejala demam, nyeri perut bawah,
bising usus negative
Sakit Kepala yang hebat, Penglihatan
Kabur, Bengkak pada Wajah & Tangan

 Hypertensi
 Tanda :
  Tekanan Darah 140/90 mmHg
  Sistolik meningkat 30 mmHg dan Diastolik
   meningkat 15 mmHg

 Preeklamsia
  Penyakit kehamilan yang disebabkan oleh
   kehamilan itu sendiri
Keluarnya Cairan Pervaginam

    KPD
    KPD artifisial
    Amnionitis
    Vaginitis
Gerak Janin tidak Terasa

 Gawat janin:
  Gerakan janin tidak ada
  DJJ abnormal (<> 100/menit)
  Cairan ketuban bercampur mekonium

 Kematian janin:
  Kematian hasil konsepsi yang masih
   berada dalam uteri tanpa memandang
   umur kehamilannya.
Nyeri Perut yang Hebat
Cara terjadinya :
Ruptur uteri spontan
 Terjadi spontan dan sebagian besar pada persalinan
 Terjadi gangguan mekanisme persalinan sehingga
  menimbulkan ketegangan segmen bawah rahim yang
  berlebihan
Ruptur uteri traumatik
 Terjadi pada persalinan
 Timbulnya ruptur uteri, karena tindakan seperti ekstraksi,
  forsep, vakum
 Ruptur uteri pada bekas luka uterus
 Terjadinya spontan
 Bekas SC
 Bekas operasi pada uterus
Bahaya Fisik

   Malnutrisi Ibu
   Usia Ibu
   Kelahiran kembar
Bahaya Psikologis

    Kepercayaan tradisional
    Tekanan yang dialami ibu
    Sikap-sikap yang kurang
     menyenangkan dipihak
     orang – orang yang berarti