Docstoc

PENGUSAHA SUKSES INDONESIA

Document Sample
PENGUSAHA SUKSES INDONESIA Powered By Docstoc
					          PENGUSAHA SUKSES INDONESIA
Andrie Wongso
 Andrie Wongso (lahir Desember 1954) adalah motivator asal Indonesia, yang lebih
                         dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses.
                         Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman dan
                         kebijaksanaan, dengan gaya bahasa yang sederhana tetapi
                         full power kepada begitu banyak orang, membuat dirinya
                         menyatakan diri sebagai The Best Motivator atau Motivator
                         No. 1 Indonesia. Belum ada media khusus yang
                         memberikan penghargaan ini.
                         Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah
                         keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6
                         SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah
mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak
Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun
kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan
kue ke toko-toko dan pasar.
Di usia 22 tahun, Andrie memutuskan berangkat ke Jakarta demi merubah nasib
dengan satu tekad yakni siap menghadapi apapun di depan dengan berani dan jujur.
Maka dimulailah kerja sebagai salesman produk sabun sampai pelayan toko.
Kesukaannya bermain kungfu dari kecil dan kemampuannya bergaul dengan semua
kalangan membawanya mendirikan perguruan kungfu Hap Kun Do. Saat film-film
laga dari Taiwan merajai layar lebar perfilman Indonesia, Andrie melamar sebagai
bintang film dan diterima oleh perusahaan Eterna Film Hongkong, dengan kontrak
kerja selama 3 tahun. Tahun 1980, untuk pertama kalinya Andrie ke luar negeri.
Setelah melewati 3 tahun merasakan suka dukanya bermain film di Taiwan, Andrie
tahu, dunia film bukanlah dunianya lalu dia memutuskan untuk kembali ke
Indonesia.
Sepulangnya ke Indonesia, dia pun memutuskan tidak akan memperpanjang
kontraknya. Banyak orang menyatakan Andrie gagal karena tidak ada satu film pun
yang diwakilinya sebagai bintang utama. Tetapi Andrie merasa dirinya sukses secara
mental dalam memperjuangkan impian menjadi kenyataan.
Menandai setiap peristiwa yang telah dilalui, Andrie gemar menuangkannya dalam
bentuk kata-kata mutiara di buku hariannya. Saat salah seorang teman kos
mencontek kata-kata yang dibuatnya, dari situlah muncul ide membuat kartu ucapan
kata-kata mutiara, dengan tujuan selain untuk memotivasi diri sendiri, juga untuk
membantu memotivasi orang lain melalui kartu ucapan. Dibantu oleh sang kekasih
Haryanti Lenny (sekarang istri), dimulailah bisnis membuat kartu dengan merk
HARVEST, yang di kemudian hari, mengukuhkan Andrie sebagai raja kartu ucapan.
Kemudian diversifikasi perusahaan pun dilakukan, merambah ke bidang holografi,
perusahaan mainan, pengelola beberapa foodcourt dan untuk menaungi bidang
pendidikan dan kepelatihan, Andrie mendirikan AW motivation training dan AW
Publising, Multimedia serta membuka beberapa outlet AW Success Shop yaitu toko
pertama di Indonesia yang khusus menjual produk-produk motivasi. Sejak tahun
tahun 1989, dia menjadi pembicara/motivator intern PT. Harvindo Perkasa (Harvest
Fans Club di berbagai kota), dan dari sinilah, kemudian ia sering melakukan training
motivasi, tidak hanya untuk Harvindo tapi juga untuk berbagai perusahaan dan
instansi. Kini, ia dijuluki sebagai Motivator No. 1 di Indonesia. Lalu, gelarnya
ditambah TBS, yang artinya Tapi Bisa Sukses. Itulah Andrie Wongso, SDTT, TBS.
Tommy Winata
Bos Grup Artha Graha
                         Bos Grup Artha Graha, Tomy Winata alias Oe Suat Hong,
                        kelahiran Pontianak, 1958, salah seorang pengusaha sukses
                        di negeri ini. TW, panggilan akrabnya, dikenal akrab dengan
                        kalangan militer. Dia seorang yang ulet, memulai usahanya
                        dari bawah, sejak remaja. Maklum, dia yatim-piatu, miskin.
                        Tapi, kini dia seorang konglomerat yang sukses membangun
                        imperium bisnis di bawah Grup Artha Graha.
                        Awalnya, 1972, pada usia 15 tahun, seseorang
                        memperkenalkan TW kepada komandan rayon militer di
                        Kecamatan Singkawang, Kalimantan Barat. Kemudian, buah
                        perkenalan itu, TW dipercaya membangun kantor koramil di
Singkawang.
Sejak itulah hubungan bisnisnya dengan militer terus berlangsung, terutama dengan
beberapa perwira menengah dan tinggi. Dia sering dipercaya mengerjakan proyek,
mulai dari membangun barak, sekolah tentara, menyalurkan barang-barang ke
markas tentara di Irian Jaya dan di tempat-tempat lain seperti Ujungpandang dan
Ambon.
Keuletan dan kebersahajaan penampilannya yang jauh dari kesan mewah, perlente,
tampaknya membuat mitra bisnisnya lebih mempercayainya. Sehingga dalam waktu
sepuluh tahun, TW berhasil mengembangkan imperium bisnisnya. Dia mendirikan
PT Danayasa Arthatama (1989). Perusahaan ini, bermitra dengan Yayasan Kartika
Eka Paksi, milik Angkatan Darat, membangun proyek raksasa Sudirman Central
Business District (SCBD) yang menelan investasi US$ 3,25 miliar, direncanakan
rampung 2007.
Di samping bergerak di bidang properti, bisnis TW juga meliputi perdagangan,
konstruksi, perhotelan, perbankan, transportasi, dan telekomunikasi. Imperium
usahanya sekurangnya terdiri atas 16 perusahaan.

Pria berdarah Taiwan ini memiliki sejumlah kapal pesiar dan ikut mengelola usaha
pariwisata di Pulau Perantara dan Pulau Matahari di Kepulauan Seribu. Dalam kaitan
ini, pada Mei 2000, dalam suatu acara dialog di sebuah stasiun televisi swasta
bersama Presiden Abdurrahman Wahid, ditenggarai di kapal pesiar dan Kepulauan
Seribu itu ada judi besar-besaran. Sehingga Gus Dur bereaksi: “Tangkap Tomy
Winata.”

Tapi, saat pihak aparat, bahkan Komisi B (Bidang Pariwisata) DPRD DKI Jakarta
melakukan inspeksi mendadak ke pulau itu, tidak ditemukan bukti sebagaimana yang
dituduhkan Gus Dur. Ternyata, Pulau Ayer dikelola Pusat Koperasi TNI Angkatan
Laut, bekerjasama dengan PT Global.

Namanya sering dikaitkan dengan mafia judi bersandi 'Sembilan Naga' yang
beroperasi di berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong
Kong, dan Makao. Namun, sampai sekarang belum ada bukti hukum yang
menegaskan bahwa ia adalah raja judi. Bahkan, kepada Majalah Forum, November
2001, TW menegaskan “Sejak dulu dan sampai hari ini, tidak ada bisnis saya yang
bergerak di bidang perjudian. Semua usaha saya legal dan resmi.”

Orang-orang di sekitarnya juga malah menyebutnya sebagai "orang baik" yang suka
menolong kaum miskin. Sikapnya ramah dan terbuka. Bicaranya lugas, humornya
tinggi. Penampilannya jauh dari kesan perlente. Jarang memakai jas dan dasi, laiknya
konglomerat. Ayah lima anak ini lebih suka memakai setelan safari lengan pendek
berwarna gelap.
             Basrizal Koto
              Basrizal Koto (lahir di Pariaman, Sumatera Barat pada tahun 1959)
             adalah pengusaha sukses asal Sumatera Barat, Indonesia. Basrizal atau
             yang biasa dipanggil Basko sukses berbisnis di banyak bidang, antara
             lain: media, percetakan, pertambangan, peternakan, perhotelan, dan
             properti.
             Kehidupan
Basko lahir di Kampung Ladang, Pariaman dari pasangan Ali Absyar dan Djaninar.
Masa kecilnya sangatlah getir, dimana Basko sempat merasakan hanya makan sehari
sekali, di mana untuk makan sehari-hari saja sang ibu harus meminjam beras ke
tetangga. Ayahnya hanyalah bekerja sebagai buruh tani yang mengolah gabah.
Karena susahnya hidup, ia ditinggal ayahnya yang pergi merantau ke Riau.
Ketabahan sang ibu yang dipanggilnya amak dalam menghadapi kehidupan selalu
membekas dihatinya.
Meski sempat bersekolah hingga kelas lima SD, Basko akhirnya berkesimpulan
bahwa kemiskinan harus dilawan bukan untuk dinikmati. Atas seizin ibunya, diapun
memilih pergi merantau ke Riau dibanding melanjutkan sekolah. Sebelum berangkat,
ibunya berpesan agar menerapkan 3 K dalam hidup, yaitu pandai-pandai
berkomunikasi, manfaatkan peluang dan kesempatan, serta bekerjalah dengan
komitmen tinggi. 3 K itulah yang dia terapkan dalam berbisnis. Hal pertama yang
dilakukannya di perantauan adalah datang ke terminal setelah subuh untuk mencari
pekerjaan menjadi kernet. Berkat kemampuannya berkomunikasi, maka hari pertama
dia sudah bisa membantu sopir oplet. Saat pertama jadi kernet, siang-malam dia
bekerja hingga memungkinkan untuk menyewa rumah kontrakan guna menampung
keluarga.
Bisnis
Basko yang panjang akal dan visioner mengawali usahanya dengan berjualan pete.
Meski tidak punya uang tetapi dengan modal kepercayaan, pete yang belum dibayar
dibawanya ke restoran Padang dan dijual dengan selisih harga yang lebih tinggi.
Perjalanan hidupnya penuh warna dan keinginan untuk terus mengubah nasib
mengantarnya menjajal berbagai macam profesi mulai dari kernet, sopir, pemborong,
tukang jahit hingga akhirnya menjadi diler mobil.
Kemahirannya berkomunikasi, membangun jaringan, menepati janji, dan menjaga
kepercayaan akhirnya membawanya sukses menaklukan kemiskinan, membangun
kerajaan bisnis, dan menciptakan lapangan kerja. Jumlah perusahaan yang
dikelolanya kini mencapai 15 perusahaan dan sejak 2006 dia juga terjun ke bisnis
penambangan batu bara di Riau, menyediakan jasa TV kabel dan Internet di Sumatra.
Beberapa perusahaan yang masuk dalam MCB Group miliknya adalah PT Basko
Minang Plaza (pusat belanja), PT Cerya Riau Mandiri Printing (percetakan), PT
Cerya Zico Utama (properti), PT Bastara Jaya Muda (tambang batubara), PT Riau
Agro Mandiri (penggemukan, impor dan ekspor ternak), PT Riau Agro Mandiri
Perkasa (pembibitan, pengalengan daging), PT Indonesian Mesh Network (TV kabel
dan Internet), dan PT Best Western Hotel (Hotel Basko). Proyek terakhir yang
tengah digarapnya adalah pendirian Best Western Hotel dengan 198 kamar. Sebuah
hotel bintang empat plus yang tengah di bangun di Padang, Sumatra Barat.
PENGUSAHA SUKSES
WAYAN SUWIJAYA
Mencetak Uang dari Topeng Barong dan Wayang
Kegandrungan orang kepada karya seni tradisional memberi peluang Wayan untuk
terus meraup keuntungan. Tri Vivi SuryaniSalah besar jika ada yang bilang topeng
seram dan menakutkan tidak bisa dijadikan lahan bisnis! Buktinya, Wayan Suwija
berhasil membalikkan mitos itu dan sukses menggeluti usaha wayang dan topeng
barong. Bagaimana kiatnya agar bisnisnya terus eksis?Usaha yang digeluti Wayan
Suwija, merupakan bisnis yang sudah turun-temurun di kalangan keluarganya.
Makanya tidak heran, semenjak kecil, sekitar umur 6 tahun, Wayan sudah tidak asing
dengan wayang dan berbagai jenis topeng. Bahkan, usai pulang sekolah, tanpa
disuruh pun, ia dengan senang hati akan membantu ayah atau karyawan yang sedang
bekerja.Membuat wayang, ungkap pria bapak dua anak itu, memerlukan ketelitian
dalam pengerjaan. Wayang terbuat dari kulit sapi. Mula-mula, kulit sapi dibersihkan,
kemudian dihaluskan. Dilanjutkan dengan disket untuk membuat pola wayang, yang
diteruskan dengan diukir serta diwarnai. Proses terakhir, kulit sapi yang sudah diukir
itu dirakit dalam proses finishing.
“Banyak sekali jenis wayang yang kami buat. Ada Panca Pandawa, Wisnu Murti,
Lodra Murti, Kayon, Kresna, Rama, Siwa, Acintya dan lainnya. Totalnya ada 125
jenis wayang. Harga wayang yang diperuntukkan anak-anak adalah Rp 15 ribu per
buah, sedang wayang ukuran standar Rp 175 - Rp 600 ribu per buah. Ada juga
wayang untuk orang yang latihan mendalang, harganya Rp 75 ribu per buah.
Bentuknya sederhana saja karena untuk latihan,” ungkap Wayan panjang
lebar.Pengerjaan wayang, bisa makan waktu hingga seminggu. Jika modelnya
gampang, memang satu orang bisa membuat hingga tujuh buah wayang dalam sehari.
Namun jika modelnya rumit, satu wayang bisa dikerjakan dalam tempo
seminggu.Dibantu tujuh karyawan, selain wayang, Wayan pun berkreasi membuat
berbagai macam topeng, yang kesemuanya berjumlah 19 jenis. Topeng buatan
Wayan meliputi Dalem, Sidakarya, Patih, Topeng Tua, Topeng Pedanda, Bondres,
Dukuh, Cungih, Bengor dan Wijil. Selain itu, juga ada topeng barong dan rangda
yang bentuknya begitu menyeramkan karena penampilannya yang sangar dengan
mata melotot dengan gigi bertaring.Masing-masing karyawan, jelas Wayan, sudah
mempunyai spesialisasi tersendiri. Kalau bertugas membuat topeng, maka seterusnya
demikian. Begitu pula jika bagian membikin wayang, maka tidak akan mengerjakan
yang lain lagi
“Sistem gaji yang diberlakukan adalah model borongan. Ya, paling tidak perhari
karyawan akan mendapat Rp 50 ribu. Jam kerja dari jam 8.00 - 16.00 (wita),” Wayan
menjelaskan.Suami dari Wayan Astiti ini lebih jauh menceritakan, untungnya bahan
baku dapat dengan mudah diperoleh sehingga tidak sampai harus memesan di luar
Bali. Bahan untuk membuat topeng, yakni kayu pule, bisa didapat di sekitar tempat
tinggalnya. Kelebihan menggunakan kayu pule, jenisnya amat cocok dibuat topeng.
Selain mudah dibentuk, juga kuat dan mempunyai taksu tersendiri. Kayu pule sudah
lazim dipakai untuk membuat topeng yang disakralkan.Berhubung jenis kayu yang
dipakai membuat topeng bukan jenis sembarangan, tidak heran kalau harganya tidak
murah. Ini pula yang menyebabkan topeng yang sudah jadi harganya juga tergolong
mahal. Tidak hanya itu, tingginya harga topeng juga disebabkan waktu
pengerjaannya yang tergolong lama. Satu topeng barong, misalnya, rata-rata
menghabiskan waktu pengerjaan selama sebulan.“Topeng barong rata-rata dikasih
bandrol harga Rp 2,5 juta. Kualitasnya memang bagus sih. Bahannya kayu pule dan
rambutnya asli rambut manusia. Selain itu juga memakai batu permata. Cat yang
digunakan jenis cat akrilik,” ujar Wayan yang mengaku untung bersihnya setiap
bulan Rp 6 juta.Untuk mendongkrak usahanya, selama ini Wayan membuka art shop
di Taman Budaya Art Centre dan sudah mengikuti ajang kesenian yang digelar
tahunan di Bali selama 9 kali.
ROY LUKITO
Bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses dan memiliki banyak harta yang
melimpah tentunya menjadi keinginan setiap orang. Tidak mustahil, itu semua tentu
saja bisa menjadi kenyataan asalkan dibarengi dengan usaha dan do'a. sebagai contoh
kita lihat para pengusaha lokal yang sukses merintis perusahaannya dari 0 (nol),
perusahaan yang mereka miliki sekarang ini bukanlah warisan dari dari orangtuanya,
tetapi murni hasil dari kerja keras dirinya sendiri. Mungkin sepenggal kisah
pengusaha tas asal Bandung yang satu ini bisa menginspirasi Anda untuk menjadi
seorang entrepreuneur yang sukses. yuk, langsung saja kita simak penggalan
kisahnya.

Rony Lukito, pengusaha tas terbesar di Indonesia ini dulunya adalah seorang anak
dari keluarga yang memperihatinkan. Orangtuanya bukanlah dari kaum berada.
Dimasa remajanya Rony yang tinggal di Bandung adalah sosok pemuda yang rajin
dan tekun, dia bukan seorang lulusan perguruan tinggi negeri atau pun perguaruan
tinggi swasta terfavorit. Melainkan dia hanyalah seorang lulusan STM (Sekolah
Teknologi Menengah), meskipun sebenarnya dia sangat ingin sekali melanjutkan
study-nya di salah satu perguruan tingggi swasta terfavorit di Bandung. Namun
keinginannya itu tidak menjadi kenyataan karena harus terbentur masalah keuangan.

Semenjak bersekolah di STM Rony sudah terbiasa berjualan susu yang dibungkus
dengan plastik-plastik kecil, diikat dengan karet, kemudian susu tersebut ia jual
kerumah-rumah tetangganya dengan menggunakan sepeda motor miliknya. Masa
remaja Rony di Bandung dilewati dengan penuh kesederhanaan yang jauh dari
kehidupan serba ada apalagi yang disebut kehidupan glamour. Sesuatu yang tidak
berlebihan jika banyak orang yang mengatakan bahwa keberhasilan itu memang akan
selalu berpihak kepada orang-orang yang mau bekerja keras dan sungguh-sungguh
ingin merubah nasibnya. Demikian pula Rony yang sejak remaja biasa bekerja, kini
ia berhasil menjadi pengusaha sukses di bisnis tas berkat serangkaian usaha dan kerja
kerasnya. Tidak salah memang jika Rony dikatakan sebagai seorang pengusaha tas
terbesar di Indonesia. Itu memang bukan kalimat yang berlebihan, lihat saja produk
yang di hasilkan dari perusahaan Rony, B&B Incorporations (B&B Inc.) merajai
pasar tas yang ada di Indonesia. Para pengunjung taktiku tentu kenal dengan merek-
merek tas yang sudah populer ini, seperti: Eiger, Export, Neosack, Bodypack,
Nordwand, Morphosa, World Series, Extrem, Vertic, Domus Danica, Broklyn
dll. Mungkin merek tersebut dikalangan anak sekolah dan kuliahan sudah tidak asing
lagi, yang memang produk-produk hasil perusahaan Rony sengaja di targetkan untuk
kalangan pelajar.

Semua merek tas tersebut di distribusikan secara nasional, sehingga wajar bila merek
dagangnya sudah sangat terkenal. Produk Rony juga tersedia di berbagai outlet
modern seperti Toserba Ramayana, Matahari Departemen Store, Robinson, dan
berbagai hypermart seperti Carrefour, hingga jaringan toko-toko buku seperti
Gramedia, dan Gunung Agung belum lagi toko-toko dan grosir tradisional lainnya.

hmmm... luar biasa bukan ?. Bagaimana, apakah Anda sudah tertarik untuk menjadi
seorang entrepreuneur? :) Perusahaan Rony murni dari hasil kerja kerasnya sendiri,
bukanlah warisan dari orangtuanya.
                PENGUSAHA SUKSES LUAR NEGERI
Thomas Jefferson
                            Thomas Jefferson lahir di Shadwell, Gloochland
                            (sekarang Albemarle), Virginia, AS pada 13 April 1743.
                            Anak dari Peter dan Jane Randoph Jefferson, pasangan
                            keluarga berada. Ayahnya, Peter, meninggal pada saat ia
                            berumur 14 tahun dan mewarisinya tanah seluas 2,750
                            acre dan sejumlah budak belian. Jefferson belajar di
                            perguruan tinggi William dan Mary selama dua tahun,
                            tetapi entah mengapa keluar begitu saja sebelum dapat
                            gelar apa pun. Sesudah itu dia pelajari ilmu hukum
selama beberapa tahun dan tahun 1767 dia ditempatkan di badan pengadilan
Virginia.
Tujuh tahun lamanya Jefferson mempraktekkan kebiasaan hukumnya seraya
bergelimang di bidang pertanian. Bersamaan dengan itu dia juga jadi anggota
“Burges”, dewan perwakilan Virginia. Esai penting pertama Jefferson A Summary
View of Rights of British America, tentang pandangan selintas kilas ihwal hak-hak
Amerikanya Inggris. Esai itu ditulisnya tahun 1774. Tahun berikutnya dia dipilih jadi
anggota delegasi Virginia untuk hadiri Kongres Kontinental kedua, dan tahun 1776
mulailah ia membuat corat-coret rancangan Deklarasi Kemerdekaan. Di penghujung
tahun itu pula dia kembali ke dewan perwakilan Virginia dan main perananlah dia di
situ dalam hal pelbagai keputusan penting yang menyangkut perobahan-perobahan
masalah besar. Dua dari usul-usulnya adalah Statute of Virginia for Religion
Freedom dan Bill for More General Diffusion of Knowledge. Yang pertama
menyangkut perundangan perihal kebebasan beragama di Virginia dan yang kedua
menyangkut perundangan tentang penyebaran ilmu pengetahuan secara umum. Yang
kedua ini jelas berkaitan dengan keperluan pendidikan masyarakat.
Usul-usul Jefferson perihal pendidikan antara lain: pemberian pendidikan dasar
kepada semua orang; pendirian sebuah universitas pemerintah buat mereka yang
berbakat layak mendapat pendidikan tinggi; adanya sistem beasiswa. Rencana
pendidikan Jefferson ini tidak diterima oleh negara bagian Virginia saat itu, kendati
rencana serupa belakangan dilaksanakan oleh lain-lain negara tanpa kecuali.
Perundang-undangan menyangkut kemerdekaan beragama sungguh mengesankan
bahkan mengagumkan karena didalamnya terkandung toleransi agama dan sekaligus
ketegasan adanya pemisahan antara agama dan negara. (Sebelumnya, Gereja
Anglikan merupakan agama resmi di Virginia). Memang ada penentangan terhadap
usul Jefferson ini tetapi ujung-ujungnya disetujui juga oleh dewan perwakilan
Virginia (1786). Gagasan serupa juga segera disetujui dalam UU tentang hak-hak
asasi oleh lain-lain negara bagian, dan akhirnya disetujui pula dalam UUD Amerika
Serikat sendiri. Jefferson jadi Gubernur Virginia dari tahun 1779 sampai 1781.
Lantas dia “pensiun” dari kehidupan politik. Selama masa ngaso ini dia menulis satu-
satunya bukunya Notes on the State of Virginia, ihwal negara bagian Virginia. Buku
ini antara lain memuat sikap Jefferson yang tegas dan terang-benderang tentang anti
perbudakannya. Tahun 1782 isteri Jefferson tutup usia sesudah kawin sepuluh tahun
dan beranak enam. Walaupun si duda Jefferson masih cukup muda, tetapi dia tidak
kawin lagi sesudah itu.
                    Gustave Eiffel – Perancang Menara Eiffel
                      Alexandre Gustave Eiffel (15 Desember 1832 – 27 Desember
                      1923; perancis pengucapan / EfEl / di X-SAMPA, dalam bahasa
                      Inggris biasanya diucapkan / ajfEl /) adalah seorang insinyur
                      Perancis dan pengusaha, spesialis struktur logam. Lahir di
                      Dijon, Côte-d‟Or, Perancis, ia paling terkenal dalam
                      membangun Menara Eiffel, dibangun dari 1887-1889 untuk
                      Pameran Universal 1889 di Paris, Perancis. Hal ini kurang
dikenal bahwa ia merancang angker untuk Patung Liberty di New York Harbor,
Amerika Serikat. Ia memperoleh keahliannya dalam konstruksi dengan merancang
besi untuk jembatan. Gustave Eiffel juga merancang La Ruche di Paris, yang akan
seperti Menara Eiffel, menjadi landmark kota. Sebuah lingkaran bertingkat tiga
struktur yang lebih mirip sarang lebah besar, itu diciptakan sebagai struktur
sementara untuk digunakan sebagai anggur rotunda di Great Exposition of 1900.
Eiffel‟s reputasi mengalami kemunduran parah ketika ia terlibat dalam skandal
keuangan putaran Ferdinand de Lesseps dan pengusaha gagal mendukung proyek
Terusan Panama Perancis. Eiffel sendiri tidak ada hubungannya dengan keuangan,
dan penghakiman bersalah kemudian terbalik. Dalam tahun-tahun berikutnya Eiffel
mulai belajar aerodinamis. Eiffel meninggal pada tanggal 27 Desember 1923 di
rumah besarnya di Rue Rabelais di Paris dan dikebumikan di Cimetière de Levallois-
Perret, di Paris. Dalam bahasa Inggris nama keluarga paling sering diucapkan dalam
mode Jerman, bukan dalam mode Perancis.


Akio Morita – Pendiri Perusahaan Sony
                       Akio Morita lahir pada tanggal 26 Januari 1921, di kota
                       Nagoya, dari sebuah keluarga pembuat sake (bir khas jepang).
                       Keluarga Morita telah menggeluti pembuatan bir sake selama
                       hampir 400 tahun di kota Tokoname, dekat Nagoya. Di bawah
                       asuhan ketat ayahnya, Kyuzaemon, Akio sedang dipersiapkan
                       untuk menjadi pewaris bisnis keluarga. Sebagai mahasiswa,
                       Akio sering duduk pada rapat perusahaan dengan ayahnya dan
                       ia akan membantu bisnis keluarga bahkan pada liburan
                       sekolah.
Keluarga yang Morita pada masa itu telah mengenal gaya hidup ala budaya Barat,
seperti mobil dan fonograf listrik. Setiap kali ia dibebaskan dari tugas-tugas rumah
tangga, Akio muda menjadi asyik membongkar gramofon dan menyusunnya
kembali. Dari usia dini, Akio gemar mengutak-atik peralatan elektronik, dan
matematika dan fisika adalah mata pelajaran kesukaannya selama SD dan SMP hari.
Setelah lulus dari Sekolah Tinggi, ia memasuki Departemen Fisika di Osaka Imperial
University. Selama waktu itu, Jepang berada di tengah-tengah Perang Pasifik. Pada
tahun 1944, Akio, yang telah menjadi letnan Angkatan Laut setelah lulus dari
universitas tahun itu, bertemu dengan Masaru Ibuka dalam Angkatan Laut Wartime
Research Committee.
Ketika ia kembali ke rumah keluarga di Nagoya setelah perang, Morita diundang
untuk bergabung dengan fakultas Tokyo Institute of Technology oleh salah satu
profesor. Morita mengemasi barang-barangnya dan bersiap-siap berangkat ke Tokyo,
ketika sebuah artikel tentang laboratorium penelitian didirikan oleh Ibuka muncul di
sebuah kolom surat kabar Asahi disebut, “Blue Pensil.” Dengan berakhirnya perang,
Ibuka telah mendirikan Institut Penelitian Telekomunikasi Tokyo untuk memulai
sebuah awal yang baru. Setelah membaca artikel ini, Morita mengunjungi Ibuka di
Tokyo dan mereka memutuskan untuk mendirikan sebuah perusahaan baru bersama-
sama.
Pada tanggal 7 Mei 1946, Ibuka dan Morita mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK
(Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) dengan sekitar 20 karyawan
dan modal awal 190.000 ¥. Pada waktu itu, Ibuka telah berumur 38 tahun dan Morita
25 tahun. Selama kemitraan mereka yang panjang, mengabdikan Ibuka teknologi
energi untuk penelitian dan pengembangan produk, sementara Morita berperan
penting dalam memimpin Sony dalam bidang pemasaran, globalisasi, keuangan dan
sumber daya manusia. Morita juga mempelopori Sony masuk ke dalam bisnis
perangkat lunak, dan ia memberikan kontribusi kepada keseluruhan manajemen
perusahaan.
Dorongan perusahaan untuk mengembangkan usahanya secara global terlihat dalam
keputusan untuk mengubah nama perusahaan ke Sony pada tahun 1958, suatu
keputusan yang tidak diterima dengan baik baik di dalam atau di luar perusahaan
karena Tsushin Tokyo Kogyo sudah dikenal secara luas. Untuk mengatasi pandangan
seperti itu, Morita menekankan itu perlu untuk mengubah nama perusahaan untuk
sesuatu yang lebih mudah untuk diucapkan dan diingat, agar perusahaan untuk
tumbuh dan meningkatkan kehadiran global. Selain itu, Morita perusahaan beralasan
bahwa suatu hari nanti bisa berkembang menjadi produk selain elektronik dan nama
Tsushin Tokyo Kogyo akan tidak lagi sesuai. Oleh karena itu, ia mengubah namanya
menjadi Sony Corporation dan memutuskan untuk menulis „Sony‟ dalam katakana
alfabet (alfabet Jepang yang biasanya digunakan untuk menulis nama-nama asing),
sesuatu yang tidak pernah terdengar pada saat itu.
Pada tahun 1960, Sony Corporation of America didirikan di Amerika Serikat. Morita
memutuskan untuk pindah ke AS bersama keluarganya dan memimpin dalam
menciptakan saluran penjualan baru untuk perusahaan. Dia percaya bahwa Sony
harus mengembangkan saluran penjualan langsung sendiri, bukan mengandalkan
dealer lokal. Banyak produk yang telah diluncurkan sepanjang sejarah Sony dapat
dikreditkan untuk Morita kreativitas dan ide-ide inovatif. Ide-idenya melahirkan
benar-benar baru gaya hidup dan budaya, dan ini terbukti dari produk-produk
tersebut sebagai Walkman dan perekam kaset video.
Morita juga menunjukkan kemampuannya untuk melepaskan diri dari pemikiran
konvensional di bidang keuangan, ketika Sony mengeluarkan American Depositary
Receipts di Amerika Serikat pada 1961. Ini adalah pertama kalinya bahwa sebuah
perusahaan Jepang telah menawarkan saham di New York Stock Exchange, dan ini
memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan modal tidak hanya di Jepang. Sony
membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan Jepang untuk meningkatkan modal
asing, pada saat praktik umum manajemen Jepang adalah untuk meminjam dana dari
bank.
Dalam bidang sumber daya manusia, Morita menulis buku berjudul Never Mind
Sekolah Records pada 1966 dan menekankan bahwa catatan sekolah tidak penting
dalam melaksanakan pekerjaan. Morita sudut pandang, yang pertama kali diketahui
lebih dari 30 tahun yang lalu, adalah hari ini diikuti oleh banyak perusahaan di
Jepang. Seperti mengubah nama Tsushin Tokyo Kogyo ke Sony menunjukkan,
Morita sangat ingin diversifikasi operasi Sony di luar bisnis elektronik. Pada tahun
1968, perusahaan memasuki bisnis software musik di Jepang dengan mendirikan
CBS / Sony Group Inc bersama-sama dengan CBS, Inc dari US Kemudian pada
tahun 1979, Sony memasuki bisnis keuangan di Jepang dengan pendirian Sony
Prudential Life Insurance Co Ltd, sebuah 50-50 joint venture dengan The Prudential
Life Insurance Co of America. Selanjutnya, Sony diperoleh CBS Records Inc,
kelompok catatan CBS pada tahun 1988. Tahun berikutnya, Sony mengakuisisi
Columbia Pictures Entertainment, Inc, yang memungkinkan perusahaan untuk
menjadi perusahaan hiburan yang komprehensif yang memiliki perangkat lunak
berkualitas baik konten dan kekayaan hardware.Selain mengelola Sony, Morita aktif
dalam membangun jembatan budaya antara Jepang dan di luar negeri sebagai Wakil
Ketua Keidanren (Jepang Federasi Organisasi Ekonomi) dan sebagai anggota dari
Jepang-AS Hubungan Ekonomi Group, lebih dikenal sebagai “Wise Men‟s Group .
La berperan dalam berusaha untuk mengurangi friksi perdagangan antara Jepang dan
Amerika Serikat, dan melalui publikasi karya sastra tersebut sebagai Made in Japan,
ia menjadi, “salah satu yang paling terkenal di Amerika Serikat jepang”
penghargaan Morita yang pertama diberikan Jepang Albert Medal dari Kerajaan
Ernest Rutherford – Penemu Model Atom
                       Ernest Rutherford lahir pada tanggal 30 Agustus 1871, di
                       Nelson, Selandia Baru, Ayahnya James Rutherford dari
                       Skotlandia adalah seorang tukang roda, yang bermigrasi ke
                       Selandia Baru dengan kakek dan seluruh keluarganya pada
                       tahun 1842. Ibunya, née Martha Thompson, adalah seorang
                       guru sekolah di Inggris. Ernest menerima pendidikan awal di
                       sekolah pemerintah Nelson Collegiate School pada usia 16
                       tahun. Pada tahun 1889 ia mendapat beasiswa Universitas dan
                       ia pindah ke Universitas di Selandia Baru, Wellington, di
                       mana ia masuk Canterbury College *.
                       Ia lulus MA pada tahun 1893 di Fakultas Matematika dan
Ilmu Fisika dan kemudian dia melanjutkan dengan penelitian di Collegenya dengan
waktu yang singkat, dan menerima gelar B.Sc. di tahun berikutnya. Pada tahun yang
sama, 1894, ia mendapatkan beasiswa di bidang Sains pada tahun 1851 yang
memungkinkan dia pergi ke Trinity College, Cambridge, sebagai mahasiswa riset di
Cavendish Laboratory di bawah pimpinan JJ Thomson. Pada tahun 1897 ia
dianugerahi titel B.A. dari Penelitian Gelar dan Kesiswaan Trotter Coutts-Trinity
College. Kesempatan datang ketika jabatan Ketua bidang Fisika di McGill
University, Montreal, menjadi kosong, dan pada 1898 ia berangkat ke Kanada untuk
mengambil posisis tersebut.
Rutherford kembali ke Inggris pada tahun 1907 menjadi Profesor Fisika di
Universitas Manchester, menggantikan Sir Arthur Schuster, dan pada 1919 ia
menerima undangan untuk dari Sir Joseph Thomson sebagai Profesor Fisika
Cavendish di Cambridge. Dia juga menjadi Ketua Dewan Penasehat, HM
Pemerintah, Departemen Penelitian Ilmiah dan Industri; Profesor Filsafat Alam,
Royal Institution, London; dan Direktur Laboratorium Mond Royal Society,
Cambridge. Pada kedatangannya di Cambridge bakatnya dengan cepat diakui oleh
Profesor Thomson. Selama penelitian pertamanya di Laboratorium Cavendish, ia
menemukan sebuah detektor untuk gelombang elektromagnetik, suatu fitur penting
yang magnetizing kumparan yang cerdik kecil berisi kumpulan kawat besi magnet.
Dia bekerja bersama-sama dengan Thomson mengamati perilaku ion-ion yangdalam
gas yang telah di berikan sinar-X, dan juga, pada tahun 1897, pada mobilitas ion
dalam hubungannya dengan kekuatan medan listrik, dan pada topik terkait seperti
efek fotolistrik. Pada tahun 1898 ia melaporkan adanya sinar alfa dan beta pada
radiasi uranium dan mengindikasikan beberapa penelitian mereka.
Di Montreal, ada banyak kesempatan untuk riset di McGill, dan karyanya pada
bidang radioaktif, terutama pada emisi sinar alfa, dilanjutkan di Laboratorium
Macdonald. Dengan RB Owens ia mempelajari “emanasi” dari thorium dan
menemukan gas mulia baru, sebuah isotop radioaktif, yang kemudian dikenal sebagai
thoron. Frederick Soddy tiba di McGill pada 1900 dari Oxford, dan ia bekerja sama
dengan Rutherford dalam menciptakan “teori disintegrasi” radioaktivitas yang
menganggap fenomena radioaktif seperti atom – tidak molekuler – proses. Teori ini
didukung oleh sejumlah besar bukti eksperimental, sejumlah zat radioaktif baru
ditemukan dan posisi mereka dalam serangkaian transformasi telah ditetapkan. Otto
Hahn, yang kemudian menemukan atom fisi, bekerja di bawah Rutherford di
Montreal Laboratory di 1905-06.
DONALD TRUMP
Anda pasti sudah familiar dengan nama Donald Trump. Betul kan? Pengusaha
sukses dibidang real estate asal Amerika ini adalah juri sekaligus executive producer
dalam sebuah acara televisi yang pernah diputar salah satu tv swasta di Indonesia
“The Apprentice“. Sosoknya yang unik, gaya rambut, tampangnya, dan gaya
bicaranya membuatnya mudah diingat. Bagaimana cara kaya ala Donald Trump ?
Donald Jhon Trump lahir di New York City, 14 Juni 1946. Ia merupakan anak ke-4
dari 5 bersaudara dari pasangan Fred Trump dan Mary MacLeod. Bakat bisnisnya
diturunkan oleh ayahnya yang juga seorang pengusaha dibidang real estate di New
York. Ia mengawali karir di perusahaan ayahnya, The Trump Organization setelah ia
menyelesaikan pendidikannya di Wharton School at the University of Pennsylvania
pada tahun 1968. Selama bekerja pada perusahaan ayahnya ia banyak belajar
mengenai bisnis properti, bagaimana melakukan deal, dan mendapatkan profit.
Inilah beberapa cara Donald Trump meraih kekayaan :
1. Milikilah Mimpi, Anda harus memiliki mimpi. Dengan memiliki mimpi, Anda
akan semakin tergerak untuk melakukan Action. Misalnya Anda ingin membangun
sebuah sekolah, Anda ingin menjadi orang terkaya di daerah Anda, Anda ingin jadi
pengusaha sukses termuda di kota Anda, dsb.
2. Memiliki Tujuan (Goal yang jelas). Selanjutnya, Anda harus memiliki tujuan
hidup yang jelas dan Anda harus sabar (passionate) pada tujuan Anda.
3. Think Big. Anda harus membiasakan diri Anda untuk berpikir suatu hal yang
besar, dengan berpikir seperti ini, memberikan kekuatan positif bagi diri Anda untuk
melangkah. Donal Trump pernah berkata “As long as you’re going to be thinking
anyway, think big.”
Hambatan terbesar dalam membangun kekayaan adalah memercayai apa yang tidak
bisa dijangkau. Pikirkanlah hal yang besar, maka diri Anda akan menjadi orang yang
besar juga.
4. Ikuti kata Hati Anda. Kata hati Anda memiliki peran yang khusus dalam
berbagai hal yang Anda jalani. Kata hati Anda adalah guide Anda dalam membuat
keputusan sekaligus tulang punggung pemikiran Anda. Mengikuti kata hati Anda
sama mudahnya dengan memberikan suara. Tantanglah diri Anda untuk melihat hal-
hal yang berbeda dan pelajarilah hal itu.
Trump berpesan “Ikuti suara hatimu, meskipun sesuatu itu terdengar bagus dan indah
diatas kertas”
5. Melakukan hal yang Anda sukai. Trump berkata “Saya tidak berhubungan
dengan uang. Saya sudah cukup dengan hal itu, jauh lebih dari yang saya butuhkan.
Saya melakukannya karena ingin melakukannya.”
6. Harus Fokus. Pilihlah satu hal yang paling Anda sukai dan ingin kerjakan.
Dengan memilih satu hal, potensi Anda akan maksimal di bidang tersebut.
7. Terus Belajar. Anda harus secara kontinyu mengembangkan kemampuan Anda
dengan banyak membaca, belajar dari mentor, maupun dengan cara yang lain.
8. Jangan hanya Berorientasi pada Uang. Trump pernah berkata “Bagi saya, uang
tidak akan pernah menjadi motivator. Ia hanya jalan untuk mempertahankan
kemenangan. Bagaimana memainkan permainan itulah kesenangan yang
sesungguhnya”. Dalam sebuah permainan, orang-orang yang membangun kekayaan
karena motivasi uang adalah seorang pemimpi. Sebaliknya, mereka yang senang
memainkan permainan akan menang ketimbang mereka yang duduk sambil
berkhayal.
9. Buatlah Agenda Anda (Time Line). Anda harus memiliki rencana ke depan yang
terencana dan tulislah rencana tersebut berdasarkan target waktu Anda. Lakukan apa
yang Anda tulis dan lakukan evaluasi terhadap apa yang telah Anda capai dan yang
belum tercapai.
10. Berpikir Kreatif. Untuk meraih kesuksesan, Anda tidak harus memiliki semua
sumber daya dan kemampuan. Anda dapat menggunakan metode OPM (Other‟s
People Money), OPT (Other‟s People Time), dan OPE (Other‟s People Experience).

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:118941
posted:2/8/2010
language:Indonesian
pages:10