Docstoc

sidang

Document Sample
sidang Powered By Docstoc
					                                                        Realistic Mathematic Education
                                              BAB I
                                        PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
    1. Rendahnya mutu pendidikan matematika.
    2. Anggapan bahwa materi matematika sulit
    3. Proses pembelajaran yang kurang optimal
    4. Metode yang digunakan oleh guru di SMP Negeri 7 Yogyakarta masih konvensional
    5. Siswa kurang diberi kesempatan mengaitkan pengalaman kehidupan nyata dengan ide-ide
        matematika dalam kelas
    6. Upaya yang harus dilakukan untuk menciptakan pembelajaran yang optimal.
B. Identifikasi Masalah
    1. Banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan materi ke dunia nyata.
    2. Pembelajaran metematika kurang bermakna
    3. Model pembelajaran yang digunakan masih konvensional.
    4. Siswa kurang memahami konsep
    5. Objek matematika yang abstrak
    6. Realistic mathematic Education merupakan suatu solusi untuk mengatasi masalah dalam
        pembelajran.
C. Pembatasan Masalah
    Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah pembelajaran matematika dengan
pendekatan Realistic Mathematics Edukation (RME) dapat meningkatkan prestasi belajar pada siswa
kelas VIII SMP NEGERI 7 Yogyakarta tahun ajaran 2006/2007.

D. Rumasan Masalah
    Apakah pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dapat meningkatkan prestasi
belajar matematika siswa SMP Negeri 7 Yogyakarta?

E. Tujuan Masalah
    Berdasarkan rumusan masalah yang telah ditentukan, maka tujuan yang ingin dicapai dari
penelitian ini yaitu

       Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran Realistic Mathematics Education
        (RME) pada mata pelajaran matematka di SMP Negeri 7 Yogyakarta.
       Untuk mengetahui bahwa pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dapat
        meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMP Negeri 7 Yogyakarta.
F. Manfaat Penelitian

    1. Bagi Kepala Sekolah
        Sebagai masukan dalam pembinaan guru-guru untuk meningkatkan prestasi belajar
        siswa di sekolah.
    2. Bagi Guru
        a. Sebagai masukan yang berguna untuk meningkatkan prestasi belajar metematika
            siswanya.



                                                               Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                    Realistic Mathematic Education
       b. Sebagai instropeksi terhadap kegiatan pengelolaan pembelajaran matematika yang
           telah dilaksanakan dan dapat meningkatkan kemapuan dalam mengelola proses
           pembelajaran.
       c. Sebagai alternatif bagi guru dalam pengambilan model pembelajaran matematika
           di SMP Negeri 7 Yogyakarta.


                                               BAB II
                                        KAJIAN PUSTAKA
A. Teori Belajar
   1. Teori Belajar dari Piaget
   2. Paham Kontruktivisme
       Prinsip-prinsip kontruktivisme adalah (1) pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri, baik
   secara personal maupun sosial, (2) pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke siswa,
   kecuali hanya dengan keaktifan siswa sendiri untuk menalar, (3) murid aktif mengkontruksi terus-
   menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep menuju konsep ilmiah, (4) guru sekedar
   membantu penyediakan sarana dan situasi agar proses konstruksi siswa berjalan mulus ( Suparno
   dalam Sutarto Hadi, 1997 : 14)
B. Pendidikan Matematika Realistik (PMR)
   1. Sejarah PMR
       Institut Freudenthal didirikan pada tahun 1971, berada dibawah Utrrech University, Belanda.
   Nama institut diambil dari nama pendirinya, yaitu Profesor Hans Freudenthal (1905-1990),
   seorang penulis, pendidik, dan matematikawan berkebangsaan Jerman/Belanda.
   2. Prinsip – Prinsip Pendidikan Matematika Realistik
       Menurut Suryanto&Sugiman (2006 : 9). Ada tiga prinsip kunci bagi pendidikan matematika
   realistik, yaitu sebagai berikut:
   a. Guided re invention
   b. Didactical Phenomenology
   c. Self developed Models
       Menurut De Lange (1996 :118) tentang penggunaan masalah kontekstual yang realistik, ada
   beberapa prinsip yang perlu diperhatikan yaitu sebagai berikut:
   a. Titik awal pembelajaran harus benar–benar hal yang realistik (pernah dialami oleh siswa dan
       benar-benar nyata),
   b. Harus dapat dipertanggung jawabkan dari segi tujuan pembelajaran dan urutan pembelajaran.
   c. Urutan pembelajaran harus dapat memuat bagian yang melibatkan kegiatan aktivitas yang
       diharapkan memberikan kesempatan bagi siswa, atau membantu siswa untuk menciptakan
       dan menjelaskan model simbolik dari kegiatan matematis informalanya
   d. Siswa harus terlibat secara interaktif, menjelaskan, dan memberikan alasan pekerjaan
       memecahkan masalah kontekstual (solusi perolehannya),
   e. Struktur dan konsep matematis yang muncul dari pemecahan masalah realistik itu mengarah
       ke intertwining (pengaitan) antara bagian–bagian materi pelajaran yang relevan.




                                                                 Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                             Realistic Mathematic Education
     3. Ciri – Ciri Pendidikan Matematika Realistik
        Menurut Asmin (2002 : 5) pendekatan matematika realistik adalah pendekatan pembelajaran
     yang memiliki ciri–ciri sebagai berikut:
     a. Matematika dipandang sebagai kegiatan sehari–hari manusia,
     b. Belajar matematika berarti bekerja dengan matematika.
     c. Siswa diberi kesempatan untuk menemukan konsep–konsep matematis, dibawah bimbingan
        guru.
     d. Pembelajaran terfokus pada siswa.
     e. Aktivitas belajar meliputi kegiatan memecahkan masalah kontekstual yang realistik,
        mengorganisasikan pengalaman matematis, dan mendiskusikan                hasil – hasil pemecahan
        masalah itu.
     4. Karakteristik RME
        Karakteristik RME adalah menggunakan konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan
     konstruksi siswa, interaktif, dan keterkaitan. Karakteristik RME sebagai berikut:
     a. Menggunakan Konteks “Dunia Nyata”
     b. Menggunakan Model-model (matematisasi)
     c. Menggunakan Produksi dan Konstruksi (constructions and productions)
     d. Menggunakan Interaktif (interactivity)
     e. Menggunakan Keterkaitan (Intertwining)
     5. Penerapan PMR dalam pembelajaran
     a. Memulai pembelajaran dengan mengajukan masalah soal yang ”rill” bagi siswa dengan
        pengalaman dan tingkat pengetahuannya, sehinnga siswa segera terlibat dalam pelajran
        secara bermakna.
     b. Permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai
        dalam pembelajaran tersebut.
     c. Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informal terhadap
        persoalan / masalah yang diajukan.
     d. Pengerjaan berlangsung secara interaktif: siswa menjelaskan dan memberikan alasan
        terhadap jawaban yang diberikannya, memahami jawaban temannya, menyatakan ke tidak
        setujuan, mencari alternatif penyelesaian yang lain, dan melakukan refleksi terhadap setiap
        langkah atau terhadap hasil pelajaran.
C.    Pembelajaran Matematika SMP
     Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern,
mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia.

     1. Tujuan Pembelajaran Matematika

        Mata pelajaran matematika bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:

        a. Memahami        konsep     matematika,    menjelaskan     keterkaitan      antar      konsep        dan
            mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam
            pemecahan masalah




                                                                    Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                          Realistic Mathematic Education
       b. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam
          membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan
          matematika

       c. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model
          matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh

       d. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk
          memperjelas keadaan atau masalah

       e. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa
          ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan
          percaya diri dalam pemecahan masalah.
     2. Bangun Ruang Sisi Datar
     a. Kubus
        1) Pengertian kubus
            Kubus adalah benda berdimensi tiga yang dibatasi oleh 6 persegi panjang yang
            sepasang-sepasang sisinya saling sejajar Wono Setya Budi (2002 : .2)
        2) Unsur-unsur kubus
            a) Sisi kubus                                       d) Bidang diagonal kubus
            b) Titik sudut                                      e) Diagonal ruang
            c) Diagonal sisi (diagonal bidang)
     b. Balok
        1) Pengertian balok
            Menurut Wono Setya Budi (2002 : 2) balok adalah benda dimensi tiga yang dibatasi oleh
            enam persegi panjang sisi-sisinya saling sejajar.
        2) Unsur-unsur balok
            a) Sisi balok                                          d) Diagonal bidang sisi
            b) Rusuk                                               e) Bidang diagonal
            c) Titik sudut                                         f)   Diagonalruang
     c. Prisma
        Prisma tegak adalah bangun ruang yang dibatasi oleh dua bidang yang kongruen dan
        sejajar, serta bidang-bidang lain berbentuk segiempat yang tegak lurus terhadap kedua
        bidang itu.
     d. Limas
        Limas adalah bangun ruang yang dibatasi oleh bidang alas berbentuk segitiga atau
        segibanyak dan beberapa buah bidang lain berbentuk segitiga yang bertemu pada satu titik
        puncak.
D.   Pembelajaran Bangun Ruang Sisi Datar dengan PMR
     Proses pembelajaran matematika dengan mengunakan pendekatan matematika relaistik adalah
proses pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan prinsip-prinsip pembelajaran realisik. Adapun
langkah-langkah dalam pembelajaran matematika realistik adalah:
     1. Mulai dengan mengajukan masalah realistik / kontekstual
     2. Terjemahkan masalah itu ke dalam masalah matematika


                                                                 Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                          Realistic Mathematic Education
     3. Selesaikan masalah tersebut secara matematis untuk mendapatkan solusi matematis.
         (Sutarto Hadi : 40)
E.   Prestasi Belajar
     1. Prestasi Belajar
       Prestasi belajar merupakan hasil usaha yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan
       kegiatan belajar baik di sekolah maupun di luar sekolah.
     2. Prestasi Belajar Matematika
         Prestasi belajar dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa yang dimaksud prestasi
     belajar adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya.
F.   Kerangka Berpikir
       Dalam proses pembelajaran ada dua unsur yang sangat penting yaitu siswa dan guru. Proses
pembelajaran menggunakan pendekatan konvensional menekankan bahwa guru aktif menerangkan
materi dan siswa mendengarkan sehingga pembelajaran pasif. Pembelajaran matematika akan
optimal jika pembelajaran bermakna dan siswa dapat menyerap informasi yang dipelajari sesuai
dengan struktur kognitif siswa sehingga siswa dapat mengaitkan informasi barunya dengan struktur
kognitif yang dimiliki. Untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna perlu digunakan model
pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar sehingga siswa mendapatkan
pengetahuannya. Ketika mereka mampu mengoptimalkan                aktifitas mereka dalam belajar, baik
aktifitas mental maupun aktifitas indrawi karena pada dasarnya mereka sendirilah yang
mengkonstruksi pengetahuan yang mereka pelajari.
       Keadaan tersebut merupakan tanggung jawab guru untuk menciptakan kondisi belajar yang
dapat membuka wawasan berfikir yang beragam dari siswa, sehingga siswa dapat menyerap konsep
matematika secara optimal. Pendekatan realistic mathemaics education dapat digunakan sebagai
alternatif penyelesaiannya. Pembelajaran realistic mathematics education menekankan agar siswa
aktif menemukan sendiri konsep yang dipelajari dan guru sebagai fasilitator, agar pembelajaran dapat
berjalan secara produktif dan bermakna sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
       Menurut filsafat konstruktivis berpikir yang lebih baik adalah lebih penting daripada mempunyai
jawaban yang benar atas suatu persoalan yang dipelajari. Seseorang yang mempunyai cara berpikir
baik, dalam arti bahwa cara berpikirnya dapat digunakan untuk menghadapi fenomena baru dalam
menghadapi persoalan baru, sehingga dari penjelasan diatas pendekatan realistic mathematics
education dapat menjadi solusi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
G.   Hipotesis Tindakan
       Hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian ini adalah “pembelajaran realistic
mathematics education (RME)       dapat meningkatkan prestasi belajar matematika                 pada pokok
bahasan bangun ruang sisi datar siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Yogyakarta tahun 2006/2007”
                                               BAB III

                                       METODE PENELITIAN

A.   Jenis Penelitian
     Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini disusun untuk memecahkan
suatu masalah, diuji cobakan dalam situasi sebenarnya dengan melihat kelebihan dan kekuranganya
serta melakukan perubahan yang berfungsi sebagai peningkatan.              Upaya peningkatan tersebut


                                                                   Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                             Realistic Mathematic Education
dilakukan dengan melaksakan tindakan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang diangkat dari
kegiatan sehari-hari kelas.
B.    Desain Penelitian
      Model penelitian pada penelitian ini adalah model siklus mengacu pada proses pelaksanaan
yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggrat.             Beberapa tahap dalam penelitian ini yaitu:
      1. Perencanaan (planning)                               3. Pengamatan (observing)
      2. Tindakan (Acting)                                    4. Refleksi (reflecting)
C.    Tempat dan waktu penelitian
      Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 7 Yogyakarta pada semester II dari bulan 14 Maret
sampai 7 April 2007.
D.    Subjek Penelitian
      Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 7 Yogyakarta. Banyak siswa dalam kelas VIII.D
adalah 40 siswa terdiri dari 19 Putra dan 21 Putri.
E.    Metode Pengumpulan Data
      Metode pengumpulan data adalah cara-cara untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian.
Penelitian ini menggunakan beberapa metode, yaitu:
     1. Observasi atau pengamatan                           4. Rekaman foto, slide tape dan video
     2. Wawancara                                           5. Tes hasil belajar
     3. Dokumentasi                                         6. Angket
F.    Instrumen Penelitian
      Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar pekerjaannya mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih baik cermat,
lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Jenis instrumen penelitian adalah angket, ceklis
(chek-list) atau datar centang, pedoman wawancara, pedoman pengamatan (Suharsini A, 2002 : 137).
G.    Rancangan penelitian
      1. Pra penelitian
         a. Observasi kelas                                       c. Pengamatan
         b. Wawancara
      2. Rancanagan penelitian siklus
         a. Rancangan perencanan                                  c. Rancangan Pengamatan
         b. Rancangan Tindakan                                    d. Refleksi
      Siklus ini akan berhenti ketika hasil dari setiap siklus sudah konstan ketika tujuan dari
pembelajaran sudah tercapai, mengalami kejenuhan artinya dalam proses pembelajaran sudah
konsisten atau siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran yang di ajarkan dan memenuhi KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimmal).


H.    Teknik Analisis Data
        Analisis dilakukan sejak awal hingga akhir pengumpulan data di akhir penelitian. Data dalam
penilitian ini yaitu berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Untuk data kualitatif menggunakan
rekaman pembelajaran (direkam dengan video dan hasil foto), dan juga lembar observasi. Untuk data
kuantitatif dianalisis sedemikian sehingga dapat memberikan gambaran pada proses pembelajaran.




                                                                   Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                                Realistic Mathematic Education
Kriteria penilaian lembar observasi
                              1                           Rumus yang digunakan
Sangat baik    :X     Mi + 1   Sdi = X  3,25            X maks        =4
                              2                           X min         =1
                                  1                                            1                     1
Baik           : Mi  X < Mi + 1 Sdi                      Sdi              =     ( X maks - X min) =   ( 4 - 1)
                                  2                                            6                     6
               = 2,5  X < 3,25                                            = 0,5
                       1                                                       1                     1
Cukup          : Mi - 1 Sdi  X < Mi                      Mi               =     ( X maks + X min) =   ( 4 + 1)
                       2                                                       2                     2
               = 1,75  X < 2,5                                           = 2,5
                            1                             Sdi = Simpangan baku ideal yang dapat dicapai
Kurang         : X < Mi - 1     = X < 1,75                       oleh instrumen
                            2
                                                          Mi = mean ideal yang dapat dicapai oleh instrumen




                                               BAB IV
                                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Diskripsi Sekolah
       Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 7 Yogyakarta sebagai tempat
penelitian.   SMP Negeri 7 Yogyakarta terletak di Desa Tegalrejo Kecamatan Tegalrejo, Daerah
Istimewa Yogyakarta, SMP Negeri 7 Yogyakarta mempunyai 15 kelas yaitu kelas VII lima kelas,
Kelas VIII lima kelas dan kelas IX lima kelas dan setiap kelas ada 40 siswa, mempunyai lima guru
matematika dan semuanya sarjana.

B. Data Penelitian
       Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kualitatif yaitu hasil rekaman, foto dan
lembar observasi, dan hasil tes/latihan.

C. Hasil penelitian
   1. Proses Pembelajaran Matematika Realistik yang Dilakukan oleh Guru
          Pelaksanaan proses pembelajaran matematika realistik dikelas VIII.D SMP Negeri 7
   Yogyakarta pada tanggal 14 maret sampai tanggal 7 April 2007 yang bertujuan untuk
   meningkatkan prestasi belajar siswa yang meliputi keaktifan siswa, kemandirian siswa, tanggung
   jawab siswa dan kemampuan siswa dilakukan dengan tiga siklus

   2. Hasil Pengamatan Tindakan Kelas
       a. Siklus 1
          Hasil pengamatan pada tindakan kelas siklus 1 adalah sebahai berikut: (1) kelancaran dalam
   proses pembelajaran cukup baik yang meliputi kecepatan siswa dalam merespon guru, proses
   pembelajaran yang berjalan dengan baik, kecekatan siswa dalam menggunakan alat peraga; (2)
   Kualitas dalam proses pembelajaran cukup baik yang meliputi: kecepatan siswa dalam
   pemehaman konsep, kecepatan dalam menyelesaikan soal, kecepatan siswa dalam mengerjakan
   soal, macam variasi pernyataan yang diajukan, keaktifan siswa dalam mencatat, adanya sumber
   belajar; (3) Kepribadian siswa masih kurang yang meliputi : menghargai pendapat teman,
   mengakui      kesalahan      sendiri,   menerima   kritikan,   dapat    bekerjasama         dengan       teman,
   mendengarkan penjelasan guru; (4) Antusias cukup baik yang meliputi: semangat dalam mengikuti
   pelajaran, ekspresi dalam mengikuti pelajaran, keberanian dalam mengemukaakan pertanyaan
   sebanyak 12 siswa (30%); (5) kemandirian siswa dalam mengerjakan soal latihan mandiri dan

                                                                      Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                     Realistic Mathematic Education
kelompok cukup baik, siswa yang yang mengalami kenaikan nilai sebanyak 16 siswa (40%); (6)
tanggung jawab siswa dalam mengerjakan PR, siswa yang mendapatkan nilai diatas 60 sebanyak
28 siswa (70%).

 b.   Siklus 2
      Hasil pengamatan pada tindakan kelas siklus 2 adalah sebagai berikut: (1) kelancaran dalam
proses pembelajaran cukup baik yang meliputi kecepatan siswa dalam merespon guru, proses
pembelajaran yang berjalan dengan baik, kecekatan siswa dalam menggunakan alat peraga; (2)
Kualitas dalam proses pembelajaran baik yang meliputi: kecepatan siswa dalam pemehaman
konsep, kecepatan dalam menyelesaikan soal, kecepatan siswa dalam mengerjakan soal, macam
variasi pernyataan yang diajukan, keaktifan siswa dalam mencatat, adanya sumber belajar; (3)
Kepribadian siswa cukup baik yang meliputi : menghargai pendapat teman, mengakui kesalahan
sendiri, menerima kritikan, dapat bekerjasama dengan teman, mendengarkan penjelasan guru; (4)
Antusias cukup baik yang meliputi: semangat dalam mengikuti pelajaran, ekspresi dalam
mengikuti pelajaran, keberanian dalam mengemukaakan pertanyaan sebanyak 21 siswa (52.5%);
(5) kemandirian siswa dalam mengerjakan soal latihan mandiri dan kelompok cukup baik, siswa
yang yang mengalami kenaikan nilai sebanyak 36 siswa (90%); (6) tanggung jawab siswa dalam
mengerjakan PR, siswa yang mendapatkan nilai diatas 60 sebanyak 38 siswa (95%).

 c. Siklus 3
      Hasil pengamatan pada tindakan kelas siklus I adalah sebagai berikut: (1) kelancaran dalam
proses pembelajaran baik yang meliputi kecepatan siswa dalam merespon guru, proses
pembelajaran yang berjalan dengan baik, kecekatan siswa dalam menggunakan alat peraga; (2)
Kualitas dalam proses pembelajaran baik yang meliputi: kecepatan siswa dalam pemehaman
konsep, kecepatan dalam menyelesaikan soal, kecepatan siswa dalam mengerjakan soal, macam
variasi pernyataan yang diajukan, keaktifan siswa dalam mencatat, adanya sumber belajar; (3)
Kepribadian siswa baik yang meliputi: menghargai pendapat teman, mengakui kesalahan sendiri,
menerima kritikan, dapat bekerjasama dengan teman, mendengarkan penjelasan guru; (4)
Antusias baik yang meliputi: semangat dalam mengikuti pelajaran, ekspresi dalam mengikuti
pelajaran, keberanian dalam mengemukaakan pertanyaan sebanyak 26 siswa (65%); (5)
kemandirian siswa dalam mengerjakan soal latihan mandiri dan kelompok baik, siswa yang yang
mengalami kenaikan nilai sebanyak 38 siswa (95%);           (6) tanggung jawab siswa dalam
mengerjakan PR, siswa yang mendapatkan nilai diatas 60 sebanyak 39 siswa (95.5%).

3. Hasil Belajar Siswa Setelah Proses Pembelajaran Realistik
 a. Siklus 1
       Hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran matematika realistik pada siklus 1 ini
 diperoleh dari nilai rata-rata latihan soal mandiri, kelompok dan tugas mandiri (PR) diatas 60
 sebelum tindakan sebanyak 21 siswa, berdasarkan pembelajaran secara keseluruhan pada
 tindakan kelas siklus 1 sekitar 25 siswa. Kemampuan belajar matematika diperoleh dari
 perbandingan jumlah siswa yang memperoleh nilai rata-rata diatas 60 dengan jumlah siswa
 keseluruhan. Sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan, kempuan belajar matematika siswa
 sebesar 52.5%, setelah dilakukan pemberian tindakan pada siklus 1 mencapai 70%.




                                                            Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                             Realistic Mathematic Education
        b. Siklus II
             Hasil belajar siswa sudah menunjukan adanya peningkatan. Hal ini terlihat dari sebagian
        besar siswa sudah dapat menguasai materi ajar yang telah disampaikan oleh guru dan siswa
        sudah dapat mengerjakan soal latihan dengan tepat. Berdasarkan pembelajaran secara
        keseluruhan pada tindakan kelas siklus 2, kemampuan siswa khususnya dalam sup pokok
        menenenukan jaring-jaring kubus, balok, prisma dan limas meningkat dari siklus 1 adalah 25
        siswa (62.5%) menjadi 38 siswa (95%).
        c. Siklus 3
             Hasil belajar siswa terhadap materi yang diajarkan juga mengalami peningkatan, hal ini
        terlihat dari hampir seluruh siswa dapat mengerjakan soal latihan dengan tepat. Berdasarkan
        pembelajaran secara keseluruhan pada tindakan kelas siklus 3, kemampuan siswa khususnya
        dalam sub pokok bahasan menemukan rumus luas permukaan kubus dan balok meningkat
        tinggi yaitu dari putaran 2 sekitar 38 siswa (95%) menjadi 39 siswa (95.5%).
D. Pembahasan
1. Permasalahan 1 : Bagaimana proses pembelajaran matematika realistik dilakukan oleh guru?
   Pada penelitian ini guru kelas VIII SMP bertindak sebagai guru kelas yang memberi tindakan.
Adapun langkah-langkah proses pembelajaran matematika realistik adalah sebagai berikut:
   a. Memberitahukan tujuan pembelajaran, inti materi ajar dan kegiatan yang akan dilakukan.
   b. Menyampaikan materi ajar secara sisrimatis dan menggunakan alat peraga
   c. Guru menyuruh siswa untuk segera membentuk kelompok belajar (kelompok belajar dibentuk
         secara heterogen).
   d. Guru membagikan LKS pembelajaran sesuai dengan masalah kontekstual dalam kehidupan
         sehari-hari.
   e. Guru menjelaskan situasi dan kondisi dari soal dengan cara memberikan petunjuk atau berupa
         saran yang sifatnya terbatas terhadap bagian-bagian tertentu yang belum dipahami siswa
   f.    Melalui belajar secara individu dan kerjasama, dapat menciptakan iklim belajar yang
         mendorong siswa untuk aktif belajar.
   g. Guru memberi waktu dan kesempatan kepada siswa untuk membandingkan jawaban soal dan
         mengemukakan pendapat mereka mengenai solusi permasalah yang benar.
   h. Guru selalu mengingatkan siswa untuk mengulangi materi ajar yang sudah dibahas dan
         memberikan tugas mandiri.
    Langkah-langkah proses pembelajaran matematika realistik tidak selalu diterapkan dalam setiap
tindakan kelas. Dalam setiap siklus guru selalu memberitahukan tujuan pembelajaran dan
menyampaikan materi ajar secara sistimatis dengan bantuan alat peraga, serta memberikan masalah
yang kontektual dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan langkah-langkah lain memberikan petunjuk
atau satan terhadap permasalahan, mendorong keaktifan, kemandirian dan tanggungjawab siswa
serta waktu dan kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk menyelesaikan permasalahan hanya
dilakukan guru pada kesempatan tertentu dimana langkah-langkah itu diperlukan.
2. Permasalahan 2 : Apakah model pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik dapat
   meningkatkan prestasi belajar siswa?




                                                                    Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                                        Realistic Mathematic Education

                                   Grafik Peningkatan Kemampuan Siswa

                           50
            Jumlah Siswa   40                                              kemampuan
                           30                                              siswa
                                                                           Series2
                           20
                                                                           Series3
                           10
                           0                                               Series4

                                Sebelum dan Sesudah Penelitian             Series5

                                                                           Series6

                                                                           Series7

                                      Gambar 3. Garafik Peningkatan Presrasi Siswa
                                                                       Series8

   Dari gambar grafik dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut:
                                                           Series9

   a. Kemampuan siswa kelas VIII SMP ini selalu naik secra bertahap.
                                                           Series10

   b. Kemampuan siswa sebelum pembelajaran 21 siswa (52.5%), siklus1 meningkat 25 siswa
       (70%), pada siklus 2 meningkat 38 siswa (95%) dan pada siklus 3 meningkat lagi 39 siswa
       (95.5 %).
   Berdasarkan peningkatan banyaknya siswa yang mampu memperoleh nilai diatas standar tersebut
menunjukan bahwa pembelajaran matematika dengan pendekatan matematika realistik dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.


                                                           BAB V
                                         KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN
A. Kesimpulan
     Sejumlah temuan selama kegiatan penelitian tindakan kelas, terutama dari proses yang
dikembangkan dapat disimpulkan sebagai berikut:

   1. Proses pembelajaran matematika realistik yang dilakukan guru adalah sebagai berikut:
       a. Memberitahukan tujuan pembelajaran, inti materi ajar dan kegiatan yang akan dilakukan.
       b. Menyampaikan bahan ajar yang secara sistimatis dan menggunakan alat peraga.
       c. Guru membangun hubungan baik dengan menjalin rasa simpati dan saling pengertian.
       d. Guru memberikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
       e. Guru menjelaskan situasi dan kondisi dari soal dengan cara memberikan petunjuk atau
                berupa saran yang sifatnya terbatas terhadap bagian-bagian tertentu yang belum dipahami
                siswa.
       f.       Melalui belajar secara individu dan kerjasama, dapat menciptakan iklim belajar yang
                mendorong siswa untuk aktif belajar.
       g. Guru memberikan waktu dan kesempatan kepada siswa untuk membendingkan jawaban
                soal dan menemukakan dapat mereka mengenai solusi permasalahan yang benar.
       h. Guru melalui mengingatkan siswa untuk mengulangi materi ajar yang sudah dibahas dan
                memberikan tugas rumah.
   2. Model pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan prestasi
       belajar matematika. Ini terbukti dengan meningkatnya kemampuan siswa yaitu sebelum



                                                                              Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                           Realistic Mathematic Education
       pembelajaran 21 siswa (52.5%), siklus I meningkat 25 siswa (70%), pada siklus kedua
       meningkat 38 siswa (95%) dan pada siklus III meningkat lagi 39 siswa (95.5 %).
B. Implikasi
     Kesimpulan butir pertama memberikan implikasi, bahwa dengan bekal kemampuan yang tinggi
dan pengalaman mengajar yang cukup lama serta mendengarkan saran dari pihak lain, guru
matematika mampu melaksanakan perubahan pembelajaran kearah yang lebih baik. Perubahan ini
akan membawa pengaruh yang besar dalam pembelajaran. Pengaruh yang tampak adalah dalam
pembelajaran matematika yaitu siswa terlihat aktif, mandiri dan lebih bertanggung jawab serta siswa
lebih paham terhadap materi yang telah diajarkan. Hal ini akan berdampak positif pada hasila belajara
yaitu perubahan yang nantinya akan dicapai oleh siswa.

     Kesimpulan butir kedua memmberikan implikasi, bahwa perubahan terjadi dalam proses
pembelajaran akan membawa pengaruh yang berarti dalam pembelajaran. Pengaruh yang tampak
adalah meningkatnya intensitas belajar siswa yang mana terlihat dalam proses pembelajaran
matematika dengan pendekatan matematika realistik yaitu siswa lebih aktif dalam bertanya,
mengeluarkan ide dan maju ke depan, lebih mandiri dalam mengerjakan soal latihan serta lebih
betanggung jawab dalam mengerjakan PR/tugas.

     Kesimpulan butir ketiga memberikan implikasi, bahwa gaya mengajar guru dengan
menggunakan pendekatan matematika realistik yang dicobakan dalam penelitian ini memiliki peranan
utama dalam meningkatkan hasil belajar siswa, dalam proses belajara mengajar terjadi interaksi
antara guru dangan siswa, interaksi tersebut diukur dalam dinilai melalui latihan soal. Tindak mengajar
yang dilakukan oleh guru dan tindak belajar yang telah dilakukan oleh siswa digunakan untuk
mengukur kemampuan siswa atau keberhasilan guru dalam menyampaikan materi ajar pada siswa.

     Sementara itu faktor lain yang ikut mendukung peningkatan prestasi belajar matematika antara
lain dengan keaktifan, kemandirian, dan bertanggung jawab siswa dalam proses pembelajaran rendah
serta kemampuan siswa untuk menguasai materi ajar juga rendah, karena masih diterapkanya
pembelajaran konvensional. Oleh karna itu pengembangan perilaku siswa tersebut dapat dilakukan
dengan melalui pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan prestasi
belajar matematika siswa.

C. Saran
     Berdasarkan temuan penelitian tindakan kelas ini, maka dalam usaha peningkatan prestasi
belajar matematika melalui pendekatan matematika realistik pada pembelajaran matematika di SMP
dianjurkan saran sebagai berikut :

   1. Bagi Kepala Sekolah
       a. Kepala sekolah harus menjadi pemimpin perbaikan pembelajaran dengan melibatkan para
           guru. Hubungan antara guru dan Kepala Sekolah dapat berkembang melalui kerja
           kolaboratif.
       b. Kepala sekolah dapat melaksanakan pemantauan proses pembelajaran di kelas. Hal ini
           dapat digunakan untuk mengetahui situasi pembelajaran di kelas dan masalah-masalah
           yang muncul dari masing-masing kelas.
       c. Kepala seolah harus mau menerima dan mendengarkan segala masukan dari guru dengan
           masalah pembelajaran.

                                                                  Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                                            Realistic Mathematic Education
   2. Bagi Guru Kelas
       a. Kerja kolabiratif dalam penelitian tindakan kelas dapat dipakai menjadi wahana
           pembelajaran matematika. Melalui kerja kolaboratif, guru kelas akan memiliki gambaran
           pembelajaran matematika yang efektif, karena penelitian tindakan kelas berdasarkan
           permasalah yang kongkrit sehingga gurulah yang paling bisa melakukanya.
       b. Guru perlu melakukan pemantauan tingkah laku siswa selama proses pembelajaran. Hal
           ini akan membantu guru untuk memahami setiap masalah yang muncul dan dapat dipakai
           untuk upaya peningkatan intensitas belajara siswa dalam pembelajaran matematika.
       c. Kegiatan perbaikan proses pembelajaran matematika di SMP sebagai tempat penelitian
           tindakan dapat dijadikan catatan penting bagi guru. Karena proses pembelajaran
           matematika SMP sekarang masih cenderung konvensional.
   3. Bagi Siswa
       a. Setiap siswa hendaknya dapat menjalin hubungan baik dengan guru agar proses belajar
           mengajar terasa nyaman dan menyenangkan.
       b. Siswa hendaknya lebih aktif dalam mengikut pelajaran matematika di kelas.
   4. Bagi Peneliti Beikutnya
       Penelitian tindakan kelas dalam rangka pengembangan pembelajaran matematika perlu
       peningkatan secara terus menerus dengan mengelola variable-variabel bentuk proses
       pembelajaran, yaitu faktor saran penunjang lainnya. Kerja penelitian ini ada baiknya diawali
       pada fokus permasalahan yang paling dominan dan memerlukan penanganan segera.




                                              ABSRTAK
FIRAWATI. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Realistic Mathematics
Education (RME) Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar Siswa Kelas VIII SMP Negeri 7
Yogyakarta (2007). Skripsi. Yogyakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas PGRI
Yogyakarta, Juni 2007.

         Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran
Realistic Mathematics Education (RME) pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 7
Yogyakarta. Di samping itu juga bertujuan untuk mengetahui bahwa pembelajaran Realistic
Mathematics Education (RME) dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SMP Negeri 7
Yogyakarta.
      Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 7 Yogyakarta pada tahun pelajaran 2006/2007. Metode
penelitian adalah penelitian tindakan kelas dengan model siklus oleh Kemmis dan Taggrat dengan
beberapa tahap yaitu Perencanaan (planning), Tindakan (Acting), Pengamatan (observing), Refleksi
(reflecting). Dengan jumlah sempel sebesar 40 orang. Analisis dilakukan sejak awal hingga akhir
pengumpulan data penelitian. Data dalam penilitian ini yaitu berupa data kualitatif dan data kuantitatif.
Untuk data kualitatif menggunakan rekaman pembelajaran dan juga lembar observasi. Untuk data
kuantitatif menggunakan dokumen dan hasil tes dengan menghitung mean (rata-rata) dari daftar nilai
siswa dan juga rata-rata dari hasil kerja siswa.
      Hasil penelitian menyimpulkan bahwa model pembelajaran dengan pendekatan matematika
realistik dapat meningkatkan prestasi belajar matematika. Ini terbukti dengan meningkatnya
kemampuan siswa yaitu sebelum pembelajaran 21 siswa (52.5%), siklus I meningkat 25 siswa (70%),
pada siklus kedua meningkat 38 siswa (95%) dan pada siklus III meningkat lagi 39 siswa (95.5 %).




                                                                   Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007
                                  Realistic Mathematic Education


PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI
PEMBELAJARAN Realistic Mathematics Education (RME) POKOK
        BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR
     SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 YOGYAKARTA
                 TAHUN 2006/ 2007

                        SKRIPSI




                         Oleh:
                        Firawati
                   No. Mhs. 03410106




      PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIAKA

      FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

            UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

                         2007




                                        Ujian Skripsi oleh Firawati UPY Mat 2007

				
DOCUMENT INFO