Docstoc

Diaper Rash

Document Sample
Diaper Rash Powered By Docstoc
					                           RUAM DI BALIK POPOK | CAKMOKI | 2010   1




                  RUAM DI BALIK POPOK




                              Ruam popok atau Diaper
                              Rash merupakan gangguan
DIAPER RASH                   kulit pada bayi dan anak di
                              area yang tertutup popok.
Hatmoko
                              Bagaimana mencegahnya ?
Samarinda, 2010
                               cakmoki | Samarinda | 2010
                                                      RUAM DI BALIK POPOK | CAKMOKI | 2010   2


KODE ICD-10 : L22 : Daper Rash

                                                   Ruam popok ( diaper rash, diaper
                                                   dermatitis, napkin dermatitis ) masih
                                                   kerap kita jumpai dalam keseharian,
                                                   terutama pada bayi. Para orang tua
                                                   sudah tidak asing lagi dengan ruam
                                                   popok, suatu gangguan kulit berupa
                                                   bercak merah pada kulit di area yang
                                                   tertutup popok, yakni: pantat, perut
                                                   bagian bawah, pelipatan paha, area
kemaluan dan dubur (anogenital). Ruam popok atau irritant diaper dermatitis (IDD)
merupakan bercak merah pada kulit yang tertutup popok karena iritasi oleh pelbagai
faktor.

Meski ruam popok tidak bahaya, namun tak jarang membuat anak terganggu karena rasa
gatal, perih, risih dan kadang terasa sakit, sehingga anak menjadi gelisah dan rewel.

Ruam popok atau irritant diaper dermatitis (IDD) merupakan bercak merah pada kulit
yang tertutup popok karena iritasi oleh pelbagai faktor.

Pada ruam popok yang ringan, pada umumnya akan sembuh dalam beberapa hari dengan
pemberian bedak atau bahkan tanpa diobati.


ANGKA KEJADIAN

Incidence rate (angka kejadian) ruam popok berbeda-beda di setiap negara, bergantung
pada hygiene, pengetahuan orang tua (pengasuh) tentang tata cara penggunaan popok dan
menurut saya mungkin juga berhubungan dengan faktor cuaca. Kimberly A Horii, MD
(asisten profesor spesialis anak Universitas Misouri) dan John Mersch, MD, FAAP
menyebutkan bahwa 10-20 % Diaper dermatitis dijumpai pada praktek spesialis anak di
Amerika. Sedangkan prevalensi pada bayi berkisar antara 7-35%, dengan angka terbanyak
pada usia 9-12 bulan. Sementara itu Rania Dib, MD menyebutkan ruam popok berkisar 4-
35 % pada usia 2 tahun pertama.
                                                      RUAM DI BALIK POPOK | CAKMOKI | 2010     3


FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB

Beberapa faktor penyebab terjadinya ruam popok ( diaper rash, diaper dermatitis, napkin
dermatitis ), antara lain:

    Iritasi atau gesekan antara popok dengan kulit.

    Faktor kelembaban.

    Kurangnya menjaga hygiene. Popok jarang diganti atau terlalu lama tidak segera
    diganti setelah pipis atau BAB (feces).

    Infeksi mikro-organisme (terutama infeksi jamur dan bakteri)

    Alergi bahan popok.

    Gangguan pada kelenjar keringat di area yang tertutup popok.

Ruam popok yang disebabkan oleh iritasi dan faktor kelembaban, pada umumnya dapat
disembuhkan dengan bedak dan mengganti popok sesering mukin terutama jika basah dan
kotor oleh urine atau feces. Sedangkan ruam popok yang disebabkan oleh infeksi mikro-
organisme, seyogyanya berobat ke dokter terdekat untuk mendapatkan obat yang tepat
sesuai penyebabnya.


BERBAGAI BENTUK GANGGUAN KULIT PADA RUAM POPOK

Beberapa gangguan kulit yang berhubungan dengan ruam popok, diantaranya:

    Intertrigo, yakni iritasi atau lecet pada kulit dikarenakan kulit basah dan lembab serta
    gesekan dengan popok, sehingga permukaan kulit menjadi lebih mudah terkelupas.

    Miliaria atau biang keringat, yakni timbulnya bintik-bintik merah pada permukaan
    kulit karena penyumbatan kelenjar keringat (kelenjar eccrine).

    Dermatitis kontak (contact dermatitis), merupakan reaksi alergi terhadap bahan
    popok. Dapat juga karena reaksi alergi terhadap campuran urine dan feces yang
    dibiarkan terlalu lama melekat di popok. Selain itu, perubahan PH oleh urine dan feces
    pada kulit diduga memicu terjadinya reaksi alergi.
                                                     RUAM DI BALIK POPOK | CAKMOKI | 2010     4


    Candidal diaper dermatitis, yakni ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur
    Candida albicans. Sekitar 40-70% ruam popok yang berlangsung lebih 3 hari
    dapat memicu terjadinya kolonisasi jamur kandida.

    Bacterial diaper dermatitis, yakni ruam popok yang disebabkan oleh infeksi kuman
    (bakteri), terutama Staphylococcus, Streptococcus dan Enterobacteriaceae. Jenis ruam
    popok karena infeksi kuman yang kerap dijumpai adalah impetigo dan sesulitis
    (cellulitis) serta folikulitis (folliculitis).

    Granuloma gluteal infantum, merupakan gangguan kulit pada ruam popok yang
    jarang terjadi. Biasanya timbul karena terlalu lama iritasi dan infeksi mikro-organisme
    yang tidak diobati.


PENGOBATAN

Pada prinsipnya, pengobatan ruam popok bergantung kepada penyebabnya. Ruam popok
yang disebabkan iritasi dan miliaria, tidak memerlukan obat khusus. Cukup dengan
menjaga agar popok tetap kering dan memelihara hygiene.

Pada ruam popok yang disebabkan oleh infeksi mikro-organisme, atau iritasi dan miliaria
yang luas, obat-obat yang lazim digunakan, antara lain:

    Bedak salisil dan bedak yang mengandung antihistamin. Hanya digunakan pada iritasi
    (intertigo) dan miliaria atas anjuran dokter. Pastikan bedak tidak berhamburan agar
    tidak mengganggu pernafasan si kecil.

    Anti jamur. Digunakan pada ruam popok karena infeksi jamur (candidal diaper
    dermatitis). Pilih anti jamur berbentuk bedak (merk dagang, misalnya: daktarin
    powder dan mycorine powder), diberikan selama 3-4 minggu.

    Anti infeksi topikal (salep, krim). Digunakan pada ruam popok yang disebabkan oleh
    infeksi bakteri ringan, misalnya bacitracin salep. Adapun untuk infeksi yang lebih
    berat, dapat digunakan anti infeksi oral (diminum), misalnya kombinasi amoksisilin
    dengan asam klavulanat dan diberikan pula anti infeksi topikal.

    Steroid. Digunakan pada ruam popok yang disebabkan reaksi alergi, dioleskan 2 kali
    sehari hingga sembuh atau selama 2 minggu.
                                                       RUAM DI BALIK POPOK | CAKMOKI | 2010   5


Walaupun ruam popok bukanlah penyakit yang serius, jika dalam 2-3 hari tidak kunjung
sembuh, maka langkah terbaik adalah konsultasi ke dokter. Penggunaan anti jamur, anti
infeksi dan steroid hendaknya hanya atas rekomendasi dokter.


TIPS MENCEGAH DAN MENGATASI RUAM POPOK
    Apapun jenis popok yang digunakan, pastikan popok tetap bersih dan kering.

    Hindari pemakaian popok yang ketat.

    Ganti popok segera setelah si kecil buang air kecil atau BAB.

    Gunakan air mengalir untuk membersihkan feces (tinja) dengan bilasan lembut.
    Usahakan tidak menggosok area dubur dan pantat agar tidak iritasi. Biarkan area
    pantat mengering oleh udara terbuka.

    Jika si kecil mengalami ruam popok, dapat menggunakan krim pelindung kulit yang
    mengandung petrolatum dan zinc oxide. Oleskan secara lembut dan tipis sebagai
    pelindung kulit si kecil.

    Konsultasikan ke dokter bila ruam popok tidak sembuh dalam 3 hari.

                                   Semoga bermanfaat.



Link terkait:
    Wikipedia : Diaper Rash

    Pediatrics, Diaper Rash

    Overview of Diaper Dermatitis

    MedicineNet: Diaper Rash

    Infections Diaper Rash

    Baby Diapering Care

    Impetigo

                           :: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

				
DOCUMENT INFO
Description: Diaper Rash in Indonesian. PDF 550 KB