laporan praktikum Imas masturoh

Document Sample
laporan praktikum Imas masturoh Powered By Docstoc
					A. JUDUL       : Sistem Ekskresi

B. TUJUAN :

  -   Mengetahui sifat fisik urine

  -   Menguji glukosa secara kuantitaf sebagai kontrol

  -   Mengetahui kandungan khlorida yang terkandung dalam urine

  -   Mengetahu endapan-endapan yang terkandung dalam urine

C. LANDASAN TEORI

          Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa hasil metabolisme yang sudah

  tidak digunakan lagi oleh tubuh. Proses ekskresi dapat dikeluarkan bersama urine,

  keringat, atau pernapasan.

          Pada sistem ekskresi manusia, sisa-sisa metabolisme diserap dari darah,

  kemudian diproses dan akhirnya dikeluarkan lewat alat-alat ekskresi melalui paru-

  paru, hati, kulit dan ginjal.

  1. Paru-paru

      Karbondioksida dan air yangdihasilkan oleh setiap metabolisme karbohidrat

      dan lemak dikeluarkan dari sel-sel jaringan tubuh dan masuk ke dalam aliran

      darah. Sel darah merah pada alveolus paru-paru mengikat O2 dan ditranfer ke

      jaringan. Setelah membebaskan O2 atau sel-sel darah merah menangkap

      karbondioksida, dengan proses pertukaran klorida. Karbondioksida larut

      menjadi asam karbonat dengan bantuan enzim karbonat arhidrase. Asam

      karbonat  HCO3 + H+. ion hidrogen diikat oleh hemoglobin, CO2 diangkut

      sebagian besar sebagai HCO3- dalam plasma darah dan 25% diikat oleh

      hemoglobin sebagai senyawa karbon.
2. Hati

   Merupakan kelenjar yang terbesar yang terdapat di dalam tubuh. Kelenjar ini

   mengeluarkan zat warna empedu, hemoglobin dari sel darah merah diuraikan

   menjadi hemin + Fe + Globulin. Zat besi diambil dan disimpan dalam hati,

   kemudian dikembalikan ke sumsum tulang globin yagn dipergunakan lagi

   untuk metabolisme protein dan untuk pembentukan hemoglobin baru. Hemim

   diubah menjadi zat warna empedu (bilirubin). Bilirubin yagn berwarna hijau

   biru selanjutnya di oksidasi menjadi urobilin, yang berwarna kuning coklat

   yang memberi warna pada feses dan urine.

3. Kulit

   Merupakan tempat keluarnya keringat yang tidak dipengaruhi oleh saraf.

   Keluarnya keringat akibat pengaruh rangsang yagn menghasilkan keringat

   lebih banyak. Bila pengaliran pembuluh darah lebih banyak, maka lebih

   banyak pula kemungkinan penyaringan oleh kelenjar keringat. Kelenjar

   tersebut akan menyerap air dan garam-garam mineral dari daerah kapiler dan

   selanjutnya dikeluarkan melalui kulit sebagai keringat. Keringat yang

   diluarkan dipermukaan kulit akan menyerap panas tubuh sehingga tubuh

   menjadi kerap.

4. Ginjal

   Merupakan alat ekskresi yang paling penting, berjumlah sepasang terdapat di

   rongga perut, bentuknya seperti ercis (kacang garut), panjangnya kira-kira
   10 cm. Tersusun atas lapisan luar disebut korteks dan lapisan dalam disebut

   medula. Dari masing-masing ginjal, urine dihasilkan oleh pembuluh uretes ke

   kandung urine (vesica urinaria) dan melalui uretra dikeluarkan dari tubuh.

Proses pembentukan urine :

Darah yang akan disaring masuk lewat arteriol efferent.

a. Di badan malpighi glomerulus berperan sebagai alat penyaring yang dapat

   dilalui oleh air dan zat yang ukuran molekulnya kecil (asam amino, glukosa,

   garam, urea). Zat yang ukuran molekulnya besar seperti sel-sel darah dan

   protein darah (albumin, globulin, fibrinogen) tidak dapat lewat, selanjutnya

   masuk kapsula bowman. Dari hasil penyaringan ini terbentuk urine primer

   (filtrat geomerulus) di dalam fitrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi

   tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh.

b. Di dalam tubulus kontortus proksimal zat-zat urine primer yang masih

   berguna akan diserap (reabsorpsi). Dari peristiwa ini dihasilkan urine

   sekunder (filtra tubulus) yang banyak mengandung urea dan sedikit garam.

c. Pada tubulus kontortus distal darah menambahkan zat-zat pada waktu itu yang

   tidak dipergunakan lagi (augimentasi) seperti keatinin H+, k+ dan amoniak,

   kelebihan air Na+, Cl- sehingga terbentuklah urine yang sesungguhnya. Urine

   yang selanjutnya disalurkan ke tubulus kolektifus  velvis  uretes 

   kandung kemih  uretra.
D. Alat dan Bahan

   Alat :

   -   Beacker glass

   -   Tabung reaksi

   -   Gelas ukur

   -   Objek glass

   -   Pipet tetes

   -   Klep penjepit

   -   Perangkat pemanas

   -   Mikroskop

   Bahan :

   -   Urine

   -   Larutan benedict

   -   Larutan AgNO3

   -   Air

E. Cara Kerja

   1. Menguji sifat fisik urine

       1. Menyediakan urine secukupnya dalam beacker glass

       2. Memeriksa urine, berdasarkan warna, bau-bau dan kekentalan

       3. Menggolongkan apakah urine tersebut termasuk urine normal atau

             abnormal.
           Sifat               Urine Normal                Urine Abnormal
    1.   Warna          Kuning muda (kecoklaan)      Warna gelap/coklat
    2.   Bau            Harum                        Anyir amoniak
    3.   Kekentalan     Jernih                       Berkabut
    4.   pH             6 (4,8 – 7,5)                Asam-Basa (berbeda banyak)

2. Menguji Kuantitatif Glukosa

   1. Menyediakan beacker glass 1000 ml kemudian mengisinya dengan air

         secukupnya dan memanaskannya dalam pemanas spirtus

   2. Menyediakan tabung reaksi, kemudian memasukkan 5 ml benedict lalu

         ditambah 10 tetes urine

   3. Menjepit tabung reaksi tersebut dengan klep penjepit

   4. Memasukkan tabung reaksi tersebut pada beacker glass yang telah diisi

         air, lalu dipanaskan dan mendiamkannnya selama 5 menit

   5. Mengamati perubahan warna yang terjadi pada tabung reaksi yang telah

         diisi dengan urine + benedict, kemudian mencatat hasilnya.

                 Warna                     Kadar Glukosa             Hasil
    Bening, keruh, putih hijau                    0            Negatif
    Kuning kehijauan                          0,5 – 1,5        Positif lemah
    Kuning jingga                             1,5 – 4,0        Positif sedang
    Merah                                       > 4,1          Positif kuat

3. Menguji Kandungan Khlorida

   1. Menyediakan tabung reaksi, kemudian mengisinya dengan 5 ml urine dan

         beberapa tetes AgNO3

   2. Menjepit tabung reaksi kuat-kuat dengan klep penjepit tabung
      3. Memasukkan tabung reaksi pada beacker glass yang berisi air yang telah

          dipanaskan tadi

      4. Mengamati perubahan warna, dan endapan yang terjadi

   4. Menguji adanya endapan urine

      1. Meneteskan endapan tersebut pada object glass

      2. Mengamati endapan tersebut di bawah mikroskop, kemudian menggambar

          bentuk endapan yang terjadi.

F. Hasil Pengamatan

   1. Menguji sifat fisik urine

              Setelah terjadi pemeriksaan terhadap urine yang sedang diamati, maka

      sifat fisik urine tersebut :

      1. Warna urine : kuning muda (kecoklatan)

      2. Bau urine       : harum

      3. Kekentalan      : jernih

      Dengan ciri-ciri tersebut maka urine yang diamati digolongkan pada urine

      normal.

   2. Menguji kuantitatif glukosa

              Setelah 5 ml benedict + 10 tetes urine dipanaskan, maka perubahan

      warna yang terjadi adalah bening, keruh putih, hijau, hal ini membuktikan

      bahwa kadar glokosa dalam urine tersebut adalah 0, hasilnya bahwa urine

      tersebut negatif, artinya tidak mengandung penyakit diabetes mellitus atau

      tidak terdapat gangguan pada fungsi ginjalnya.
  3. Menguji kandungan khlorida

            Setelah 5 ml urine + beberapa tetes AgNO3 dipanaskan, maka

     perubahan warna yang terjadi kuning kecoklatan dengan endapan putih.

  4. Pengujian adanya endapan urine

            Endapan yang terjadi setelah diamati di bawah mikroskop adalah

     endapan bentuk CaSO4.



                                   Endapan CaSO4


G. Pembahasan

         Dalam sistem ekskresi, proses pengeluaran zat-zat yang tidak berguna

  dibantu oleh kulit, paru-paru, ginjal dan saluran pencernaan, membentuk suatu

  sistem urinaria yang berfungsi untuk mengekskresikan sampah-sampah dan zat

  lain yang berlebihan (H2O3, garam-garam mineral, sampah metabolisme yang

  mengandung nitrogen). Bentuk sampah tersebut adalah berupa urine yang kita

  keluarkan sehari-hari. Proses pembentukan urine di mulai dengan penyaringan

  dalam badan malpighi (ginjal) proses penyaringan urine terutama dipengaruhi

  oleh tekanan darah dan dipengaruhi pula oleh pengerutan dan pengembangan

  arterial yang menuju dan meninggalkan glomerolus. Volume urine yang

  dikeluarkan bergantung pada banyak cairan yang diminum, jumlah garam yang

  harus dikeluarkan dalam darah, agar tekanan osmosis tetap.
       Pada pengamatan tentang sifat-sifat fisik urine, dari urine yang telah

diamati menunjukkan bahwa urine tersebut adalah urine normal. Sifat urine yang

normal artinya bahwa pada urine tersebut tidak terdapat gangguan yang biasanya

disebabkan karena urine mengandung amoniak yang bersifat racun.

       Pengamatan tentang pengujian secara kualitatif glukosa, pada urine yang

diamati menunjukkan bahwa urine tersebut kadar glukosanya 0, sehingga hasil

dari urine tersebut negatif artinya tidak mengandung penyakit diabetes atau

kencin manis. Biasanya pada penyakit kencing manis terdapat pengeluaran

glukosa dari darah dan diikuti dengan kenaikan volume urine. Dalm urine

biasanya tidak terdapat protein dan glukosa, bila dalam urine terdapat protein dan

glukosa akan menunjukkan adanya gangguan dalam ginjal.

       Pengujian tentang kandungan khlorida dalma urine, pada urine yang

diamati terdapat endapan yang mengandung CaSO4. Hal ini menunjukkan dalam

urine terebut mengandung urine yang normal.

       Banyak sedikitnya urine seseorang yang dikeluarkan tiap harinya,

biasanya dipengaruhi oleh zat-zat diuretik (kopi, teh, dan alkohol) yang dapat

menghambat reabsorpsi ion Na+, sehingga konsentrasi ADH berkurang,

reabsorpsi air terhambat dan volume urine meningkat. Suhu dapat mengurangi

pengeluaran volume urine. Jika kita minum air banyak maka konsentrasi air di

darah tinggi, yang dapat meningkatkan volume urine. Emosi juga dapat

merangsang peningkatan dan penurunan urine.
H. Kesimpulan

         Dari percobaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan

  bahwa :

  1. Dilihat dari hasil pengamatan terhadap urine, khususnya mengenai sifat fisik

     urine, ternyata urine normal mempunyai ciri-ciri tertentu yaitu urine berwarna

     kuning muda (kecoklatan), baunya harum dan kekentalannya jernih.

  2. Jika dalam urine kadar glukosanya 0 dan berwarna bening, keruh, putih hijau,

     maka seseorang tidak mengandung penyakit diabetes mellitus (kencing manis)

     dan jika urine tersebut mengandung kadar glukosa maka kemungkinan

     seseorang mengandung penyakit kencing manis.

  3. Jika dalam urine mengandung khlorida dan berwarna kuning kecoklatan serta

     terdapat endapan CaSO4 maka urine tersebut normal.

  4. Banyak sedikitnya urine seseorang yang dikeluarkan tiap hari dipengaruhi

     oleh zat-zat diuretik (kopi, teh dan alkohol), suhu, konsentrasi darah dan

     emosi seseorang.
                              DAFTAR PUSTAKA


D.A. Pratiwi, 1997, Biologi SMU 2, Cetakan kedua, Jakarta : Erlangga.

Djamhur Winatasasmita, 1986, Fisiologi Hewan dan Tumbuhan, Cetakan kedua,
     Jakarta : Karunika Jakarta Universitas Terbuka.

Moh. Amien, 1997, Biologi 2, Cetakan ketiga, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen
      Pendidikan dan Kebudayaan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:10039
posted:2/6/2010
language:Indonesian
pages:10