Docstoc

LAPORAN RINGKAS

Document Sample
LAPORAN RINGKAS Powered By Docstoc
					LOKAKARYA PENGEMBANGAN KAWASAN KHUSUS
Dalam penyelenggaraan pembangunan perumahan dan permukiman yang berbasis kawasan yang terintegrasi dengan rencana tata ruang wilayah dan sistem jaringan sarana dan prasarana perkotaan dan perdesaan, dengan memperhatikan aspek keterpaduan prasarana dan keserasian kawasan sehingga dapat diwujudkan permukiman yang lebih efisien dan layak huni, maka diselelenggarakanlah lokakarya selama 3 hari di Hotel Kemang – Jakarta dari tanggal 14 sampai dengan 16 Desember 2005 yang dihadiri oleh peserta dari Bappeda Propinsi, Dinas PU/Perumahan Propinsi, Bappeda Kabupaten/Kota serta Dinas PU/Perumahan Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia, para pelaku pembangunan dari kalangan pengembang, para pemerhati dari LSM, Perguruan Tinggi dan pemerhati lainnya. Sedangkan Penyaji dan Fasilitator berasal dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Departemen Pekerjaan Umum dan departemen tarkait lainnya, Perguruan Tinggi, LSM, Pengembang dan para pemerhati lainnya, dengan materi lokakarya yang meliputi pembahasan pleno untuk substansi umum, dan pembahasan kelompok secara paralel untuk membahas tentang pengembangan kawasan khusus Dari acara lokakarya ini dapat diambil Kesimpulan antara lain sebagai berikut : 1. Bersama Departemen terkait, Kantor Kementerian Negara Perumahan Rakyat perlu menyusun kriteria dan persyaratan untuk dapat menetapkan kawasan khusus yang memerlukan penataan kawasan perumahan. 2. Pengembangan perumahan dan permukiman untuk masyarakat berpenghasilan rendah pada kawasan khusus tidak lepas dari pemikiran penataan kawasan, penyiapan lahan dan penyediaan prasarana, serta pengelolaan kawasan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat tersebut. 3. Pengembangan kawasan perumahan dan permukiman pada kawasan khusus harus memperhatikan aspek kelestarian dan keserasian lingkungan. 4. Kawasan khusus dapat ditetapkan pada tingkat nasional, provinsi atau kabupaten/kota. 5. Kawasan khusus yang ditetapkan pada tingkat nasional merupakan bagian dari kawasan strategis nasional yang memerlukan fasilitasi penataan kawasan perumahan dan permukiman. Dalam kesempatan tersebut Menteri Negara Perumahan Rakyat Bp. Yusuf Asy’ari yang juga hadir pada hari kedua/kamis 15 Desember 2005, dalam acara dialog dengan peserta Lokakarya menyatakan bahwa dalam RPJM ditargetkan pembangunan rumah sebanyak 1.350.000 Unit atau sebanyak 270.000 unit/tahun sedangkan kemampuan kita hanya 100.000/tahun, untuk itu perlu disepakati bersama upaya agar pencapaian target tersebut dapat tercapai. Ditambahkan, bila perlu diusulkan adanya peraturan/Inpres dalam rangka Percepatan Pembangunan Perumahan. Selanjutnya Menteri Bp. Yusuf Asy’ari berjanji akan segera mengkonsultasikannya kepada Bapak Presiden. Pada akhir pembicaraannya Menteri Bp. Yusuf Asy’ari berpesan kepada seluruh peserta lokakarya agar mulai tahun anggaran 2006 diprogramkan pembangunan rusun, rusunawa dan unit kebutuhannya yang berada pada lokasi kasiba/lisiba serta kawasan khusus. Diingatkan pula agar mulai menerapkan prinsip-prinsip manajemen yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling) untuk itu pintu di Kementerian Negara perumahan Rakyat selalu terbuka untuk semua pihak.


				
DOCUMENT INFO