Docstoc

Perang badar kubro

Document Sample
Perang badar kubro Powered By Docstoc
					1

DOA

ِ‫حَسبيَ ا ُ َ ِ َـ َ إ َ هو َلي ِ تو َل ُ وه َ ر ُ العرش‬ ْ َ ْ ‫ْ ِ هلل ال إل ه ِال ُ َ ع َ ْه َ َّك ْت َ ُو َّب‬ )×7( .ِ ‫العظي‬ ‫ْ َ ِ ْم‬
“Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada Tuhan (yang ber-hak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Tuhan yang menguasai „Arsy yang agung.” (Dibaca tujuh kali waktu pagi dan sore).
“Barangsiapa membacanya ketika pagi dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mencukupkan baginya dari perkara dunia dan akhirat yang menjadi perhatiannya.” H.R. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ dan Abu Dawud secara mauquf 4/321. Syu’aib dan Abdul Qadir Al-Arnauth berpendapat, isnad hadits tersebut shahih. Lihat Zaadul Ma’ad 2/376.

BRAIN-NEWS diterbitkan oleh KOMPAD (Komunitas Simpatisan Jihad). Penasehat: Hud. Pimpinan Redaksi: Ya’qub. Dewan Redaksi: Muhammad, Ibrahim, Musa, Nuh, Isa. Alamat: http://brain-news.blogspot.com. E-mail: satrio8@gmail.com 2

LATAR BELAKANG PEPERANGAN. Perang Badar Kubro diawali dengan peristiwa Dzul Usyairah. Peristiwa Dzul Usyairah adalah salah satu usaha Rasulullah memantau dan memblokade jalur perdagangan kaum Quraisy Makkah ke Syam sebagai bentuk balasan terhadap tindakan intimidasi kaum Quraisy terhadap kaum muslimin di Madinah. Peristiwa Dzul Usyairah terjadi pada Jumadil Ula sampai Jumadil Akhirah 2 H yang dipimpin Rasulullah bersama 150/200 muhajirin yang memiliki misi menghadang kafilah dagang Quraisy yang hendak pergi ke Syam, namun tatkala pasukan islam sampai di Dzul Usyairah, rombongan Quraisy telah melewati wilayah itu beberapa hari sebelumnya. Namun kafilah inilah yang kemudian dicari-cari beliau sekembalinya kafilah dagang ini dari Syam, dan kemudian menjadi penyebab meletusnya perang Badar Kubro. Bendera perang pasukan islam berwarna putih yang dibawa oleh Hamzah bin Abdul Mutholib. 3

Maka setelah rombongan Quraisy bisa lepas dari hadangan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dalam perjalanannya dari Makkah ke Syam, maka beliau menanti saat kepulangan mereka dari Syam ke Makkah. Untuk ini Rasulullah mengutus Thalhah bin Ubaidillah dan Sa‟id bin Zaid ke utara untuk menyelidiki, mereka tiba di Al Haura‟ dan berada di sana untuk beberapa lama. Maka ketika kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan sudah lewat, keduanya segera kembali ke Madinah dan mengabarkan berita ini kepada Rasulullah. Kafilah dagang Quraisy ini membawa 1000 onta yang mengangkut harta benda yang tidak kurang dari 5000 dinar emas dan dikawal kurang dari 40 orang. PERSIAPAN ISLAM. PASUKAN

Setelah mendapat kabar tersebut Rasulullah mengadakan persiapan untuk menghadang kafilah dagang quraisy, beliau menyiapkan 313 sampai 317 shahabat yang terdiri dari 82 hingga 86 dari muhajirin, 61 dari Aus dan

170 dari Khazraj dengan membawa hanya 2 ekor kuda dan 70 ekor onta. 1 ekor onta dinaiki 2 atau 3 orang, Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam naik seekor onta bersama Ali bin Abi Thalib dan Martsad bin Abu Martsab Al Ghonawy. Beliau mengangkat Ibnu Ummi Maktum sebagai wakilnya di Madinah tapi kemudian diganti olah Abu Lubabah. Bendera komando tertinggi yang berwarna putih diserahkan kepada Mus‟ab bin Umair Al Qursi Al Abdary. Pasukan muslimin dibagi menjadi 2 batalion : 1. Bataliyon muhajirin, benderanya diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib. 2. Bataliyon benderanya diserahkan Sa‟ad bin Mu‟adz. anshar, kepada

Badar sampai akhirnya tiba di Shafra‟. Dari sini beliau mengirim Basbas bin Amr dan Adi bin Abu Az-Za‟ba‟ Al Juhanni ke Badar untuk mencari berita tentang kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan. PERSIAPAN QURAISY. PASUKAN

Komando front kanan diserahkan kepada Az-Zubair bin Al Awam dan front kiri diserahkan kepada Al Miqdad, pertahanan garis belakang diserahkan kepada Qais bin Sha‟sha‟ah, komando tertinggi berada di tangan Rasulullah. Pasukan Islam melawati jalur utama menuju Makkah hingga tiba di sumur Ar-Rauha, kemudian mengambil arah ke kanan menuju 4

Setelah Abu Sufyan mengetahui bahwa Rasulullah dan para shahabat ingin menghadang kafilah dagangnya, maka dia mengirim utusan ke Makkah untuk meminta bantuan pertolongan. Kemudian kaum kafir Quraisy menyiapakan 1300 orang, 100 kuda, 600 baju besi dan onta yang cukup banyak jumlahnya, komando teringgi dipegang Abu Jahal bin Hisyam. Kemudian mereka bersiap menghadang Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan shahabat ke Badar dengan penuh angkuh, hal ini digambarkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firmanNya,           

   
“… orang-orang yang keluar dari kampungnya dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan”. (Al-Anfal: 47)

1000 orang, mereka terus berjalan mendekati Badar dan bersembunyi di balik bukit pasir di pinggiran Wadi Badar. Sementara itu kabar tentang lolosnya kafilah dagang Abu Sufyan terdengar juga oleh Rasulullah melalui mata-mata yang dikirim beliau, dan ini membuat beberapa shahabat kecewa dan menjadi kecil hati, dikarenakan buruan mereka lepas. Kondisi genting ini ditambah dengan kabar bahwa 1000 pasukan kafir Quraisy dengan persenjataan lengkap sedang menuju Badar. Maka Rasulullah menyelenggarakan majelis tinggi permusyawaratan militer untuk mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya dan juga memompa semangat sebagian shahabat yang mulai turun dan takut terjun dalam pertempuran. Dalam majelis ini Abu Bakar dan Umar bin Khathab sama sekali tidak kendor semangatnya bahkan memperteguh dukungannya kepada Rasulullah. Al miqdad bin Amr bahkan berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah majulah terus seperti yang diperintahkan Allah subhanahu wa ta'ala kepadamu. Dami Allah, kami tidak akan berkata kepada engkau sebagaimana perkataan Bani Israil kepada Musa, „Pergilah engkau sendiri bersama Rab-mu lalu berperanglah kalian berdua. Sesungguhnya kami ingin 5

KAFILAH DAGANG ABU SUFYAN BERHASIL BALIK KE MAKKAH. Setelah Abu Sufyan mengetahui bahwa Rasulullah telah menanti di Badar, maka Abu Sufyan mengalihkan arah perjalanannya menuju ke barat melewati jalur alternatif ke Makkah untuk menghindari hadangan Rasulullah. Akhirnya merekapun bisa sampai ke Makkah dengan selamat, lalu mengirim surat ke pasukan Makkah yang sudah tiba di Al Juhfah. Beberapa pasukan Makkah pun menjadi bimbang untuk meneruskan perjalanan memerangi Rasulullah dikarenakan kafilah dagang Abu Sufyan telah selamat sampai di Makkah, dan akhirnya merekapun kembali ke Makkah. Mereka adalah Al Akhnas bin Syariq dan semua rombongan dari Bani Zuhrah. Maka pasukan Makkahpun berkurang menjadi

duduk menanti di sini saja‟. Tapi pergilah engkau bersama Rab-mu lalu berperanglah kalian berdua, dan kami akan berperang bersama kalian berdua. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, kalaupun engkau pergi membawa kami ke dasar sumur yang gelap, maka kamipun siap bertempur bersama engkau hingga engkau bisa mencapai tampat itu”. Itulah keputusan 3 komandan dari muhajirin yang menunjukkan loyalitas terhadap Rasulullah dan memompa kembali semangat tempur para shahabat muhajirin. Setelah mendapat dukungan komandan muhajirin, Rasulullah pun meminta wakil dari shahabat anshar untuk menyampaik an pendapatnya. Maka komandan anshar sekaligus pembawa bendera yaitu Sa‟ad bin Mu‟adz berkata, “Kami sudah beriman kepada engkau. Kami sudah membenarkan engkau. Kami sudah bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah kebenaran. Kami sudah memberikan sumpah dan janji kami 6

untuk patuh dan taat. Maka majulah terus wahai rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam seperti yang engkau kehendaki. Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran, andai kata engkau bersama kami terhalang lautan lalu engkau terjun ke dalam lautan itu, kamipun akan terjun bersama engkau. Dan tak seorangpun diantara kami yang akan mundur. Kami suka jika besok engkau berhadapan dengan musuh bersama kami. Sesungguhnya kami dikenal orang-orang yang sabar dalam peperangan dan jujur dalam pertempuran. Semoga allah memperlihatkan kepadamu sesuatu yang engkau senangi dari diri kami. Maka majulah bersama kami dengan barakah Allah subhanahu wa ta'ala.” Seketika itu Rasulullah merasa gembira dan berbesar hati, dan semangatnya beserta seluruh pasukan islam mengebu-gebu. Rasulullah pun bersabda, “Majulah kalian dan terimalah kabar gembira, karena Allah subhanahu wa ta'ala telah menjanjikan salah satu dari dua pihak kepadaku. Demi Allah, seakan-akan

saat ini aku bisa melihat tempat kematian mereka”. Setelah itu Rasulullah meninggalkan Dzafiran untuk melanjutkan perjalanan. Beliau melewati jalan bukit AlAshafir, kemudian cepa-cepat menuju Ad-Dabbah dan meninggalkan Al-Hanan di sebalah kanannya dan akhirnya tiba di dekat Badar. USAHA MENCARI DATA AKURAT TENTANG KEKUATAN PASUKAN MAKKAH. Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar Ash-Shidiq menyamar untuk mencari tahu posisi pasukan Makkah. Beliau berdua pun berhasil mengetahui tempat peristirahatan pasukan Makkah dengan bertanya pada orang arab tua. Dalam penyamarannya ini beliau berdua ditanya asalnya, maka Rasulullah menjawab, “Kami berasal dari setetes air”. Dan jawaban ini membuat orang arab itu kebingungan memahami maksud jawaban Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tersebut. Menindak lanjuti data yang didapatkan, maka pada sore harinya beliau mengirim Ali bin Abu Thalib, Az-Zubair bin Al-Awwam dan Sa‟ad bin Abi Waqqash, 7

dengan beberapa orang lagi untuk melengkapi data tentang musuh. Kemudian mereka bertemu dengan dua pasukan Makkah yang sedang mengambil air di mata air Badar, dan kedua orang itupun ditangkap dan diserahkan kepada Rasulullah. Kedua orang Makkah itu sempat mengelak ketika ditanya apakah mereka termasuk dari pasukan Makkah, namun akhirnya mereka mengaku setelah mendapat pukulan yang bertubi-tubi dari beberapa shahabat, mereka berkata, “Kami memang pesuruh Abu Sofyan”. Setelah itu terjadi dialog menarik antara mereka dengan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bertanya, “Kabarkanlah kepadaku tentang posisi pasukan Quraisy!” “Mereka berada di balik bukit pasir yang bisa engkau lihat jika memandang ke arah Al-UdwatulQushwa.” Jawab mereka berdua. “Berapa jumlah mereka?” Tanya beliau. “Banyak sekali.” “Tepatnya berapa?” “Kami tidak tahu persis.” “Berapa ekor binatang yang mereka sembelih setiap harinya?”

“Sehari sembilan ekor dan besokny lagi sepuluh ekor.” “Berarti jumlah mereka sembilan ratus hingga seribu orang.” Setelah mengorek keterangan ini, maka Rasulullah segera membawa pasukannya ke mata air Badar agar bisa menghalangi pasukan Makkah untuk menguasai mata air ini. Kemudian Rasulullah sampai di samping mata air pada petang hari, dan berhenti di dekat mata air. Setelah sebelumnya berencana mengambil tempat yang agak jauh dari mata air, rencana ini membuat Al-Hubab bin AlMundzir usul agar di pindah ke tempat yang lebih dekat dengan mata air kalau keputusan Rasulullah tersebut bukan wahyu dari Allah subhanahu wa ta'ala. Lalu separoh malam digunakan untuk membuat sebuah kolam untuk keperluan mereka dan menimbun kolamkolam yang lain agar tidak bisa dimanfaatkan oleh pasukan Makkah. Setelah itu para shohabat membuat tempat khusus bagi Rasulullah untuk memberikan komando sekaligus sebagai tempat antisipasi adanya 8

serangan yang mendadak serta kemungkinan jika mereka terdesak dan sebelum memastikan kemenangan, dan tempat ini dijaga oleh beberapa pemuda anshar sekaligus untuk melindungi Rasulullah. Ini adalah usulan dari Sa‟ad bin Muadz yang diterima oleh Rasulullah. PERSIAPAN AKHIR PASUKAN MADINAH DAN PASUKAN MAKKAH. Pada malam itu Rasulullah berkeliling dan mempelajari medan di sekitar arena yang akan dijadikan sebagai ajang pertempuran esok hari. Pada malam itu beliau lebih banyak mendirikan shalat di dekat pohon. Sedangkan pasukan Madinah tidur di bawah naungan langit dengan optimisme esok hari mendapat kemenangan. Sementara itu pasukan Makkah menghabiskan malam itu di AlUdwatul-Qushwa, baru pada pagi harinya tiba di lembah Badar. Mereka tdak berani mendekat ke mata air karena telah dikuasai oleh pasukan islam, kecuali Hakim bin Hizam yang akhirnya masuk Islam sebelum

perang terjadi --Hakim akhirnya
menjadi shahabat yang selalu di sisi Rasulullah dalam setiap peperangan--.

Setelah itu pasukan Makkah mengutus Umair bin Wahb AlJuhamy untuk menyelidiki dan menaksir jumlah pasukan Madinah, dan Umair memastikan jumlahnya sekitar 300 pasukan. Pada saat itu ada aksi penentangan terhadap Abu Jahl yang ngotot untuk berperang. Mereka yang menentang adalah Utbah bin Rab‟iah yang mendapat masukan juga dari Hakim bin Hizam yang kembali dengan bersama beberapa orang. Tapi tekat Abu Jahal untuk berperang sudah bulat. Namun pendapat Utbah ternyata membuat beberapa orang menjadi ragu-ragu untuk berperang, padahal pada saat yang sama pasukan Madinah telah siap tempur dengan tanpa ada keraguan sedikitpun. Setelah rasulullah merasa semua telah siap maka rasulullah melakukan gladi bersih, beliau membariskan seluruh pasukan muslim kemudian meluruskan dan menataa barisan. Lalu baliau menyampaikan beberapa petunjuk khusus tentang peperangan, “jika kalian merasa jumlah musuh terlalu besar, maka lepaskanlah anak 9

panah kepada mereka. Dahuluilah merekah dalam melepaskan anak panah. Kalian tak perlu buru-buru menghunus pedang kecuali setelah mereka dekat dengan kalian.” Setelah itu beliau kembali ke tenda bersama abu bakar. Sementara sa‟ad bin mu‟adz bertanggung jawab memimpin satuan pasukan yang bertugas melindungi beliau. Di waktu yang sama Abu Jahal juga melakukan gladi bersih terhadap pasukannya. Dan pada kesempatan ini Abu Jahal juga memanjatkan doa kepada Allah dengan mengharap kemenangan seraya berkata, “Ya Allah apakah kami harus memutuskan tali kekerabatan dan menanggung akibat yang balum kami katahui secara pasti? Maka hancurkanlah dia pada pagi hari ini. Ya Allah, siapakah yang lebih Engkau cintai dan ridhoi di sisi-Mu, maka berilah ia kemenangan pada hari ini.” Tentang perkataan Abu Jahal ini Allah berfirman,             

             
“ Jika kamu (orang-orang musyrikin) mencari keputusan, Maka Telah datang Keputusan kepadamu; dan jika kamu berhenti. Maka Itulah yang lehih baik bagimu; dan jika kamu kembali niscaya kami kembali (pula), dan angkatan perangmu sekali-kali tidak akan dapat menolak dari kamu sesuatu bahayapun, biarpun dia banyak dan Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang beriman.

dibantu oleh Hamzah dan Ali berhasil membunuh Utbah bin Rabi‟ah, walaupun kaki Ubaidah putus tertebas pedang yang akhirnya beliau syahid 4 hari setelah perang Badr selesai. Duel selanjutnya adalah antara Hamzah bin Abdul Muthalib dengan Syaibah bin Rabi‟ah dan Ali bin Abi Thalib berhadapan dengan Al Walid bin Utbah, duel ini dimenangkan oleh Hamzah dan Ali tanpa kesulitan. Sebelum pertempuran terbuka secara umum tak henti-hentinya rasulullah berdoa kepada Allah, “Ya Allah penuhilah apa yang engkau janjikan kepadaku. Ya allah, sesungguhnya aku mengingat-Mu akan sumpah dan janji-Mu.” Setelah duel ini pasukan Makkah mengambil inisiatif menyerang sedang pasukan Madinah tetap berdiri di temapat semula dengan sikap defensif. Namun cara ini cukup ampuh untuk menjatuhkan korban di kalangan kaum musyrik. Tatkala pertempuran semakin berkobar dan mencapai puncaknya, baliau bersabda lagi. “Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini tentu engkau tidak akan disembah lagi. Ya allah, kecuali jika Engkau menghendaki 10

(Al-Anfal: 19)

Pertempuran Pecah. Yang pertama kali menyulut bara peperangan adalah seorang laki-laki yang kasar dan buruk akhlaknya yang keluar dari barisan pasukan quraisy yang bernama Al Aswad bin Abdul Asad Al Makhzumy. Lalu kaedatangannya disambut oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Duel ini dimenangkan oleh Hamzah, Al Aswad mati setelah kakinya putus dibagian betis ditebas oleh pedang Hamzah. Kemudian duelpun berlanjut. Ubaidah bin Al Harits dari pihak muslim dengan susah payah dan

untuk tidak disembah selamanya setelah hari ini.” Lalu Allah mewahyukan kepada para malaikat,                          
“(ingatlah), Ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, Maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang Telah beriman". kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, Maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.”

            
“(ingatlah), Ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". (Al-Anfal: 9)

Ketika malaikat mulai turun tiba-tiba Rasulullah diserang kantuk dalam sekejap saja. Kamudian baliau mengabarkan kepada Abu Bakar bahwa Jibril telah datang dengan menaiki kudanya. Setelah itu beliau mengeluarkan perintah agar pasukan Islam mengambil inisiatif menyerang dan Rasulullah memompa samangat mereka dengan kalimat pamungkas beliau “Bangkitlah menuju jannah yang luasnya seluas langit dan bumi”. Maka semangat mereka semakin berkobar, terlebih ketika para shahabat melihat Rasulullah terjun ke kancah pertempuran sambil mengenakan baju besi dan

(Al-Anfal: 12)

Lalu Allah kepada Rasulullah,

mewahyukan

11

berteriak dengan suara lantang membacakan ayat    
“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang".”

(Al-Qamar: 45)

Pada saat itu pasukan musyrik kocar kacir, kepala orang musyrik yang terputus tanpa tahu siapa yang membabatnya, lalu terdengar suara lecutan cambuk di atasnya. Dan ini adalah bentuk bantuan dari para malaikat. Bahkan seorang iblis yang berbentuk Suraqah bin Malik lari dari kancah pertempuran karena melihat sekian banyak malaikat yang turun dari langit untuk membantu pasukan Islam. Maka kekalahan telak diterima pasukan Makkah. Dan ketika pertempuran telah usai 70 orang quraisy tewas dan 70 orang tertawan yang kebanyakkan pemuka quraisy. 24 pemuka quraisy lalu dilemparkan oleh para shahabat kedalam sumur yang kotor dan bau sebagaimana perintah Rasulullah. Sedang orangorang musyrik yang selamat melarikan diri ke makkah dengan kepala tertunduk dan tidak tahu bagaimana cara masuk ke makkah 12

dikarenakan malu. Abu Sufyan juga termasuk yang selamat, lalu menceritakan kejadian badar kepada Abu Lahab, “Selagi kami berhadapan dengan golongan orang, justru kami menyerahkan pundakpundak kami kepada mereka. Mereka menyerang dan menawan kami sekendak hatinya. Demi Allah, sekalipun bagitu aku tidak mencela siapapun. Kami harus berhadapan dengan orang-orang yang berpakaian putih sambil menunggang kuda yang perkasa berseliweran diantara langit dan bumi. Demi Allah, kuda-kuda itu tidak meninggalkan jejak sedikitpun dan tidak menginjak apapun.” Sedang dari pasukan muslim, 6 muhajirin syahid dan 8 anshar syahid. Dan ini adalah kemenangan pertama dalam peperangan besar pertama Islam yang terjadi pada bulan ramadhan 2 H. perjalanan perang badar ini diabadikan Al Qur‟an,               

    
“Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu Kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baikbaik agar kamu bersyukur.” (Al-

Anfal:26)
Dinukil dari ” Ar-Rahikqul-Mahtum, Bahtsum Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibina Afdhalish-Shalati WasSalam”.

13

Dia Allah Maha Menyaksikan seluruh amal hamba-hambaNya dan akan memberi balasan dengan sempurna terhadap semua amal.” kelompok mukmin merekalah kelompok yang ketika mendapatkan perintah untuk menghambakan diri dan beribadah kepada Robbnya mereka segera tunduk, mendengar dan ta'at. Sedangkan kelompok yang lain adalah yang menentang dan menolak untuk menghambakan diri kepada Robbnya, mereka mendengar kemudian menyelisihinya, padahal mereka tidak semata-mata tercipta kecuali untuk beribadah kepada Allah Tabaroka wa Ta'ala. Allah berfirman         Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat:56) Dan merekapun tidak diperintah melainkan untuk mengibadahi Robb semesta alam dengan ikhlas seperti dalam FirmanNya; 14

            
Alhamdulillahirabbil „alamin wasshalatu wassalam alaa Rasulillah. Di antara keputusan dan ketetapan Allah Tabaraka wa Ta'ala Yang Maha Adil Dan Maha Bijaksana, dibaginya manusia dan jin ke dalam dua kelompok, Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini, "Dialah Allah pencipta kalian dengan sifat seperti ini, dan Allah menghendaki demikian kepada kalian, maka wajib adanya mukmin dan kafir, dan Dia Allah Maha Mengetahui siapa yang mendapatkan hidayah dan siapa yang mendapatkan kesesatan, dan

                  Artinya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus,dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayinah:5) Setelah jelas ayat di atas maka tidak ada kelompok yang ketiga melainkan Allah Satukan bersama di antara mereka sepertihalnya orang munafik. Allah Tabaroka wa Ta'ala satukan kesudahannya di tempat yang sama, seperti tersebut dalam firman Allah 15

Tabaroka wa Ta'ala;                                       Artinya: “Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga

mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (QS. An Nisa‟:140) Begitupula dengan orang yang beriman terhadap sebagian ajaran Islam dan mengkufuri sebagian yang lain, Allah berfirman;                               

  Artinya: “Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah Balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.” (QS. Al Baqarah:85) Oleh sebab itu Allah perintahkan kaum mukminin untuk masuk ke dalam islam secara kaafah menyeluruh dan sempurna, Allah Tabaroka wa Ta'ala berfirman;                  Artinya: “Hai orang-orang yang 16

beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah:208) Sampai di sini sangat jelas bagi kita bahwa tidak ada kelompok yang lain kecuali ahlul iman dan ahlul kufri, inilah qoidah penting untuk memupuk sifaf wala dan baro‟, sifat tidak akan pernah tunduk kepada kekafiran dan akan tegak di atas jalan jihad untuk selamanya. Tidak memahaminya sangat mungkin seseorang muslim menjadikan orang kafir sebagai walinya, tunduk kepada mereka, mengatakan bahwa orang kafir tidak semuanya jahat dan semua bentuk ketundukan kepada kekafiran bahkan mereka mencari kemuliaan dari sisi orang-orang kafir, naudzubillah min dzalik. Padahal perbuatan itu jelas diharamkan Allah Tabaroka wa Ta'ala. Allah Ta'ala berfirman;           17

         Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu Mengadakan alasan yang nyata bagi Allah Ahlul iman mereka adalah (untuk auliyaaullah dan sudah menjadi menyiksa kewajiban Allah Ta'ala untuk mu) ?.” menolong dan melindungi serta (QS. An memasukannya kedalam jannah, Nisa‟:44) sedangkan ahlul kufri mereka adalah auliyaaussyaithon, Ahlul sedangkan Allah tidak iman mereka menyelisihi janjiNya. adalah auliyaaullah dan sudah menjadi kewajiban Allah Ta'ala untuk menolong dan melindungi serta memasukannya kedalam jannah, sedangkan ahlul kufri mereka adalah auliyaaussyaithon, sedangkan Allah tidak menyelisihi janjiNya. Allah Tabaroka wa Ta'ala berfirman;    

                         Artinya: “Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah:267) Harus diingat bagi seorang mukmin bahwa terkadang bentuk pertolongan yang Allah berikan kepada para walinya berbentuk kesusahan dan penderitaan bahkan kematian, kemudian dengan 18

semuanya itu semakin menambah dekat dan dicintai oleh Allah Ta'ala. Begitupula dengan kemenangan dan kesenangan yang didapatkan oleh orang kafir semua itu bukan bukti kebenaran mereka melainkan bentuk istidroj dari Allah ta'ala, terkadang keajaiban menimpa semuanya baik auliyaaullah atau auliyaausyaithon tetapi ada sebuah qoidah "auliyyaullah wakaromatihim waauliyaausyaithon waistidrozihim." Bagi seorang kekasih Allah adalah karomah sedangkan bagi kekasih syaithon adalah merupakan istidroj,Allah berfirman;                      Artinya: “Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka, bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka[1] adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi

tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka; dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (QS. Ali Imran:178) [1] Yakni: dengan memperpanjang umur mereka dan membiarkan mereka berbuat dosa sesuka hatinya. Maka berilah kabar gembira para wali Allah bahwa semua yang mereka alami baik bentuknya kesenangan atau kesusahan itu adalah bentuk pertolongan dan kasih sayangNy Allah Ta'ala manakala terus diteguhkan di jalan Nya, sedangkan bagi wali syaithon ketahuilah bahwa tempat kembalinya adalah neraka yang penuh dengan siksaaan dan seburuk-buruknya tempat kembali. Wallahu A'lam bissowab.

19

saya dari „Atha‟, Abu Hurairah berkata, “Bersabda Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam, „Allah Ta‟ala berfirman: (Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka telah Aku nyatakan perang kepadanya....)‟” HR. AlBukhari, bab ke-38 (at-Tawadhu‟), no. 6502. Rawi Muhammad bin „Utsman bin Karamah, beliau termasuk salah seorang dari guru-guru al-Bukhari. Beliau banyak tercantum bersama guru-gurunya dalam periwayatan hadits, misalnya bersama Khalid bin Makhlad, sebagaimana yang tertera dalam hadits ini. Al-Bukhari sendiri cukup banyak meriwayatkan hadits dari gurunya ini tanpa perantara siapa pun, di antaranya hadits yang terdapat pada bab alIsti‟adzah min al-Jubn, dalam kumpulan doa-doa (kitab adda‟awat) yang ditulis oleh alBukhari dalam Shahihnya. „Atha‟, beliau adalah Ibnu Yasar, demikianlah yang termaktub dalam beberapa referensi. Ada juga yang mengatakan bahwa beliau adalah Ibnu Abi Rabbah. Akan tetapi, pendapat pertama yang lebih benar, komentar al-Khatib. Ibnu „Adi berkata tentang sanad hadits ini, “Hadits ini gharib 20

‫حّثين حمّذ به عثمان‬ ‫م‬ ‫ذ‬ ‫به كرامت حّثنا خالذ‬ ‫ذ‬ ‫به مْلذ حّثنا‬ ‫ذ‬ ‫َخ‬ ‫سلْمان به بالل حّثين‬ ‫ذ‬ َ ‫شرٍك به عبذ اهلل به‬ (( ‫أبٌ منٍ عه عطاء‬ ‫ر‬ :‫عه أبٌ ىرٍرة قال‬ ‫قال رسول اهلل صلي اهلل‬ ‫علَو وسلم: " إن اهلل‬ َ ّ ‫تعاىل قال: من َاَى‬ ‫َْ ع د‬ ‫لْ ِليً فقْ آذنته‬ ُُْ ‫ِي و ّا ََد‬ ‫ِاحلرب .... )) رواه‬ َِْ ‫ب‬ 38 ‫البخارً، باب‬ .6502 ‫(التواضع)، رقم‬
Menceritakan kepada saya Muhammad bin „Utsman bin Karamah, Khalid bin Makhlad menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Bilal menceritakan kepada kami , Syarik bin Abdullah bin Abu Namr telah bercerita

jiddan. Andai al-Bukhari tidak memasukkannya ke dalam Shahihnya, pastilah para pakar hadits akan menganggapnya termasuk ke dalam kumpulan hadits-hadits munkar yang berasal dari Khalid bin Makhlad. Karena tidak ada yang meriwayatkan redaksi hadits ini dengan sanad ini selain al-Bukhari, bahkan dalam Musnad Ahmad pun tidak ada.” Namun, Ibnu Hajar kurang sependapat dengan ucapan Ibnu „Adi tersebut. Kemudian Ibnu Hajar menambahkan, sebenarnya Syarik, guru dari guru Khalid bin Makhlad juga banyak diperbincangkan para pakar hadits. Akan tetapi, terdapat jalur lain yang membuktikan bahwa hadits ini memang memiliki asal yang jelas dan dapat dipercaya. Seperti hadits yang berasal dari „Aisyah yang dicantumkan Ahmad dalam azZuhd. Ibnu Abi Dunya dan Abu Nu‟aim juga mencantumkan hadits serupa dalam al-Hilyah. Lalu, hadits ini juga dapat ditemukan dalam azZuhd milik al-Baihaqi. 21

Syarh (‫)إّ اَ تعاىل‬ ‫ن هلل‬ Al-Kirmani berkata, “Ini termasuk dalam rangkaian haditshadits qudsi.” Dalam redaksi dari jalur lain, terdapat keterangan bahwa Rasulullah memperoleh riwayat ini melalui perantaraan Jibril, yaitu hadits yang diriwayatkan oleh Anas. (ًّ‫)َْ َاَى ِْ ِل‬ ‫مه ع د لٌ و َا‬ Dalam riwayat Ahmad, disebut “ ًّ‫”َْ آَى ِْ ِل‬ ‫مه ر لٌ و َا‬ (Siapa yang menyakiti wali-Ku). Dalam riwayat mauquf yang berasal dari Wahb bin Munabbih diungkapkan, “Siapa yang menghina wali-Ku dari kalangan orang beriman, ia telah menabuh genderang perang dengan-Ku.” Wali Allah adalah orang yang mengenal Allah dengan baik, yang tekun dalam ketaatan kepada Allah, dan yang benar-benar ikhlas dalam beribadah kepada-Nya. Terdapat sedikit masalah, mungkinkah wali Allah memiliki musuh?! Permusuhan itu selalu

suka akan hal ini. Kedua, permusuhan yang bukan berasal dari wala‟ dan bara‟, seperti permusuhan yang timbul karena perkara duniawi. Berkata Ibnu Hubairah dalam al-Ifshah, “Saya tidak melihat ada arti lain dari kata ِْ ‫َْ َاَى‬ ٌ‫مه ع د ل‬ ‫و َا‬ ًّ‫ ِل‬selain permusuhan yang timbul dari rasa cinta kepada Allah. Hal ini tidak mutlak. Akan terjadi kasus-kasus yang merupakan pengecualian dari kaidah ini. Seperti cekcok yang terjadi antara dua orang wali Allah dengan tujuan untuk mengungkap kebenaran atau untuk menghilangkan ketidakjelasan. Seperti perselisihan yang terjadi antara Abu Bakar dan Umar, dan antara Abbas dan Ali, atau kejadian lain yang serupa dengan itu.” Al-Fakihani memiliki tafsirannya sendiri dengan ungkapan beliau, “Timbulnya permusuhan dalam koridor wala‟ dan bara‟ disebabkan rasa hasad yang muncul dari satu pihak terhadap pihak lain yang mencintai Allah.” (َِْ‫)ِا‬ ‫ب حلرب‬ Dalam riwayat Mu‟adz diungkapkan denga kata “Dia telah menantang Allah untuk berperang.” 22

berasal dari dua pihak yang berlawanan, padahal wali-wali Allah selalu bersikap toleran dan lemah lembut terhadap orang-orang yang menyelisihi mereka? Jawabannya, permusuhan itu tidak mesti harus berupa pertengkaran atau terbatas hanya dalam perkara mu‟amalah duniawi saja. Namun, permusuhan juga bisa tumbuh dari rasa benci yang dihasilkan oleh fanatisme kesukuan; seperti kaum Rafidhah yang membenci Abu Bakar, atau ahlul bid‟ah yang membenci ahlus sunnah. Permusuhan bisa terbentuk dari dua sisi yang berbeda. Pertama, dari sisi wala‟ dan bara‟, yaitu permusuhan karena dan kepada Allah. Seperti orang Fasik yang bermaksiat secara terangterangan, dia membenci wali-wali Allah karena mereka selalu mengingatkannya akan laranganlarangan Allah, orang Fasik tidak

Dalam hadits Abu Umamah dan Anas disebutkan, “Ia telah menantang-Ku.” Perang berasal dari permusuhan, permusuhan timbul dari perselisihan. Puncak dari perang adalah kehancuran yang menimpa salah satu pihak yang berperang atau keduanya. Namun, jika perang itu terjadi dan Allah sebagai lawan, kehancuran hanya akan menimpa pihak musuh Allah, siapa yang mampu mengalahkan Allah?! Dengan kata lain, orang yang memusuhi wali Allah, tak ubahnya dia mencampakkan dirinya pada kehancuran. Kunangkunang yang menabrakkan dirinya dengan kobaran api. Al-Fakihani berkata, “Terdapat ancaman yang amat mengerikan dalam hadits ini. Karena, siapa saja yang diperangi oleh Allah, pasti akan dimusnahkan-Nya. Ungkapan yang digunakan dalam hadits ini adalah majaz yang sangat tinggi dan dalam. Maknanya, siapa saja yang membenci orang yang mencintai Allah, berarti dia telah berselisih dengan Allah. Siapa saja yang berselisih dengan Allah, akan dimusuhi oleh Allah; dan siapa saja yang dimusuhi-Nya, pasti akan dihancurkannya. Apabila berlaku 23

untuk mereka yang memusuhi Allah, hal ini juga berlaku untuk mereka yang mencintai Allah. Artinya, siapa yang melindungi dan menolong wali Allah, Allah pasti akan memuliakannya.” Ath-Thufi berkata, “Ketika wali Allah dekat kepada Allah dengan ketaatan dan taqwa, Allah pun akan mendekat kepadanya dengan membawa perlindungan dan pertolongan. Ketentuan Allah yang tidak mungkin dibantah, bahwa musuh dari musuh adalah teman, dan teman musuh adalah musuh. Musuh wali Allah adalah musuh Allah. Siapa yang memusuhi wali Allah, sama saja dengan memeranginya; siapa yang memerangi wali Allah, sama saja dengan memerangi Allah.” Wallahu a‟alam. [iBRaHiM] Fath al-Bari, Ibnu Hajar al‘Asqalani, jilid 11, hlm. 414-417.

Profil pada tema edisi kali ini adalah Nabiyullah Ibrahim ‘alaihi s-salam. Kisah tentang beliau banyak ditemui pada kisah-kisah 25 nabi dan rasul. Di sini, penulis tidak memaparkan kisah keseluruhan beliau. Namun kita akan coba menyoroti dari sisi dakwah dan permusuhan nyata antara dirinya dengan raja Namrud dan kaumnya, alias antara mukmin dan kafir. Sekilas Ibrahim AS. tentang Nabi

Ia adalah putera Aaazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S.Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan "Babylon" yang pada waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama "Namrud bin Kan'aan." Kerajaan Babylon pada masa itu termasuk kerajaan yang makmur, rakyat hidup serba kecukupan. Akan tetapi mereka masih berada dalam kejahiliyahan. Mereka tidak mengenal Rabb Pencipta mereka, sedang persembahan mereka adalah patung-patung yang mereka pahat sendiri. Raja mereka Namrud bin Kan'aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan besi

dan kekuasaan mutlak. Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dapat dilanggar dan ditawar. Kekuasaan besar yang berada di tangannya itu menjadikan ia tidak puas dengan kedudukannya sebagai raja. Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan. Ia berfikir jika rakyatnya mau dan rela menyembah patung-patung yang tidak dapat memberi manfaat dan madharat, mengapa bukan dia saja yang disembah sebagai tuhan!? Di tengah-tengah masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi Ibrahim dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Ia sebagai calon Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada kaumnya. Millah Ibrahim dan hakikat permusuhan antara mukmin vs kafir Dalam QS. An-Nahl: 123 Allah ‘azza wajalla memerintahkan nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam untuk mengikuti millah Ibrahim yang hanif. Perintah Allah atas Rasulullah berarti perintah bagi pengikutnya selama

24

tidak ada dalil yang menjelaskan. Sedangkan Millah Ibrahim adalah:1 Memurnikan ibadah kepada Allah saja dengan segala makna yang di kandung oleh kata ibadah.2 Berlepas diri dari syirik dan para pelakunya.

Sedangkan bentuk perlawanan dan permusuhan orangorang mukmin atas orang-orang kafir itu melalui beberapa tahapan:3 Pertama: Mendakwahi mereka kepada Islam. Dengan dakwah tersebut manusia akan terbelah menjadi dua camp, mukmin atau kafir. Setelah itu hubungan antara orang mukmin dengan orang kafir akan melahirkan sikap lain, yaitu: Kedua: Berlepas diri (baro’ah) dari orang-orang kafir yang masih hidup maupun yang telah mati. Baro’ah dari orang-orang kafir yang masih hidup adalah dengan menampakkan permusuhan dan kebencian terhadap mereka, tidak mengikuti hawa nafsu dan manhaj (methode) mereka, menyingkir dan tidak bercampur baur dengan mereka. Adapun ber-baro’ah dari orang-orang kafir yang telah mati adalah dengan tidak memintakan ampun mereka (QS. 9:113-114), tidak menguburkan mereka di pemakaman orang-orang muslim, juga tidak mewarisi dan mewariskan kepada mereka. Ketiga: ‘Uzlah (mengasingkan diri) dan hijrah. Setelah dakwah dan baro’ah dari orang-orang kafir telah dilakukan maka wajib untuk menyingkir dan hijrah dari bumi mereka jika hal memungkinkan.

-

Seruan ini merupakan inti dari dakwah seluruh nabi dan rasul ‘alaihimu s-salam (QS. 16:36)…dan inilah makna laa ilaaha illallah. Yaitu pemurnian, tauhid, dan pengesaan Allah ‘azza wa jalla dalam ibadah serta loyalitas terhadap dien dan para wali-waliNya, dan kufur serta bara’ah dari segala yang diibadahi selain-Nya dan juga memusuhi musuh-musuh-Nya.

Millah Ibrahimm, Syaikh Al-Maqdisy. Seorang hamba tidak akan mampu menghadapi syirik dan para pelakunya, dan tidak akan kuat untuk bara’ dari mereka serta menampakkan permusuhan terhadap kebatilan mereka kecuali dengan ibadah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ibadah. Sungguh Allah ta’ala telah memerintahkan Nabi-Nya Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk membaca Al-Qur’an dan qiyamullail di Mekkah dan Dia memberitahukan kepadanya bahwa hal itu adalah bekal yang membantunya untuk memikul beban dakwah yang amat berat, dan perintah itu sebelum firman-Nya: Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. (QS. Al Muzammil,73:5)
1 2

Al-‘Umdah Fie I’daadi l-‘Uddah, Dr. Abdul Qodir bin Abdul Aziz.
3

25

Keempat: Jihad fie sabilillah. Yaitu kepada orang-orang yang ‘ngeyel’ dan menolak dakwah Islam. Potret Nabi Ibrahim vs Namrud dan kaumnya di dalam AlQur’an Allah ‘azza wajalla telah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai suri tauladan yang baik dalam almuwallah wal mu’adah (perwalian dan permusuhan), Allah berfirman, “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:"Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja….“ (QS. 60:4) Potret permusuhan nyata antara Nabi Ibrahim vs Namrud beserta kaumnya terekam apik dalam Al-Qur’anu l-Karim, salah satunya dalam surat Al-Anbiya’: 5171. Nampak jelas di sana bahwa beliau bersikap sebagaimana sikap yang mesti dilakukan seorang mukmin terhadap musuhnya. Al-wala’ wal Baro’ beliau jelas, permusuhannya dan kebenciannya dengan mereka terang-terangan dan tidak disembunyikan, baik terhadap kesyirikan dan kekufuran maupun

terhadap pelakunya. Dan dahsyatnya permusuhan antara para Rasul dengan kaumnya tidaklah terjadi kecuali setelah terang-terangan mencela dien mereka, membodohbodohkan ajaran mereka dan menghina tuhan-tuhan mereka. Sehingga antara kebenaran dan kebatilan itu menjadi jelas meski pengusiran dan nyawa taruhannya. Keempat tahapan perlawanan orang mukmin atas orang kafir di atas, sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Dr. Abdul Qodir bin Abdul Aziz, betulbetul Nabi Ibrahim lakukan dan tegakkan. Tindakan beliau menunjukkan akan perpaduan indah antara ikhtiyar dan tawakal yang benar. Beginilah Al-Quranu l-Karim mengkisahkan, “Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan)nya. (51) (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya:"Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?" (52) Mereka menjawab:"Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya". (53) Ibrahim berkata:"Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata". (54)

26

Mereka menjawab:"Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main" (55) Ibrahim berkata:"Sesungguhnya Rabb kamu ialah Rabb langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu" (56) Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. (57) Maka Ibrahim membuat berhalaberhala itu hancur berpotongpotong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. (58) Mereka berkata:"Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zhalim". (59) Mereka berkata:"Kami dengar ada seorang prmuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim". (60) Mereka berkata:"(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan". (61) Mereka bertanya:"Apakah kamu, yang melakuakan perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, hai Ibrahim?" (62)

Ibrahim menjawab:"Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara" (63) Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata:"Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya(diri sendiri)", (64) kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata):"Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara". (65) Ibrahim berkata:"Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa'at sedikitpun dan tidak(pula) memberi mudharat kepada kamu" (66)
Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami (67) Mereka berkata:"Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak". (68) Kami berfirman:"Hai api menjadi dinginlah, dan menjaddi keselamatanlah bagi Ibrahim", (69) mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan itu mereka orang-orang yang paling merugi. (70) Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (71)

27

The

Lion

Of

The

Desert

"Akan selalu ada segolongan dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, mereka tidak akan dimudharatkan oleh orang–orang yang menghina dan menyalahi mereka sampai datang keputusan Allah." ( HR. Muslim ) Adalah Umar Mukhtar. Seorang tokoh dan figur yang memiliki semangat juang tinggi, intelektual, cerdas dan berdedikasi tinggi pada agamanya. Dilahirkan tahun 1861, Umar memulai hidupnya menjadi seorang sufi dan memasuki tarekat yang bernama Sanusiyah sampai beliau meninggal. Tarekat yang unik. Ia tidak meninggalkan dunia tetapi peduli terhadap persoalan dunia. Tarekat ini sering berperang melawan ketidakadilan. Ini mengingatkan kita dengan do‟a Abu Bakar, “Ya Allah! Jadikanlah dunia ini di tangan kami bukan di hati kami”. Awal Perjuangan Libya Tahun 1911 kapal-kapal perang Itali berlabuh di pantai 28

Tripoli, Libya. Mereka membuat permintaan kepada kekhalifahan Turki Ustmaniyah untuk menyerahkan Tripoli kepada Italia. Kalau tidak kota itu akan dihancurkan. Bersama rakyat Libya, kekhalifahan menolaknya mentah– mentah permintaan itu. Mereka menganggap hal ini sebuah penghinaan. Akibatnya, titisan bangsa Romawi ini pun mengebom kota Tripoli tiga hari tiga malam. Peristiwa ini menjadi seri perjuangan mujahidin Libya, bersama tentara Turki melawan pasukan Italia. Tahun 1912, Sultan Turki menandatangani sebuah perjanjian damai yang sejatinya sebagai simbol menyerahnya Turki kepada Italia. Perjanjian itu diadakan di kota Lausanne, Switzerland. Itulah awal pemerintahan kolonial Italia berkuasa di Libya. Namun, perjanjian ini ditolak rakyat Libya. Mereka tetap melanjutkan perang jihad. Di beberapa wilayah, mereka masih tetap dibantu oleh tentara Turki yang tidak mematuhi

perintah dari Jenderal Turki di pusat kekhalifahan, Istanbul. ‘Sang Alim’ yang Peduli Umat Kecaman yang menimpa muslim Libya membuat Umar harus meninggalkan semua pengajiannya, demi kebutuhan umat. Sang Alim melayangkan pikiran, kita sejenak pada sosok Abdullah ibn Mubarak. Ulama besar yang peduli dengan kondisi yang bergolak saat itu. Umar Mukhtar merupakan seorang komandan perang yang juga master dalam strategi perang gerilya di padang pasir. Ia memanfaatkan pengetahuannya tentang peta geografi Libya, untuk memenangi pertempuran. Terlebih pasukan Italia „buta‟ dengan padang pasir. Beliau benar-benar memanfaatkan keterbatasan itu sebagai area menjadi sebuah titik kemenangan. Karena ia menyadari, ia bergerak dalam ruang lingkup hukum alam atau sunnatullah. “Jangan pernah melawan sunnatullah pada alam, sebab ia pasti akan mengalahkanmu. Tapi gunakanlah sebagiannya untuk menundukkan sebagian yang lain, niscaya kamu akan sampai tujuan”, kaedah indah yang dipakai imam syahid Hasan Al-Banna. 29

Umar Mukhtar memiliki sekitar 6000 pasukan. Beliau juga membentuk pasukan elit kecil yang mempunyai mobility dan keterampilan perang yang tinggi. Keistimewaanya, berani tampil menjemput syahid. Pasukan ini mirip Brigade Izzuddin Al-Qassam yang miliki HAMAS di Palestina. Tahun 1921 Umar Mukhtar tertangkap, karena pengkianatan salah seorang pasukannya. Tetapi berkat kepiawaiannya berdiplomasi dalam bahasa Inggris, Umar pun cepat dibebaskan oleh tentara musuh. Di tahun yang sama, Libya diperintah oleh Gubernur Jenderal Guiseppe Volvi. Ia mendeklarasikan akan “memperjuangkan hak-hak Italia dengan darah”. Lima belas ribu pasukan Italia pun disebar di kota Libya untuk membunuh para penduduk awam. Angkatan udara italia pun juga ikut berbicara. Kepala operasi ketentaraan ini adalah Pietro Badoglio dan Rudolfo Graziani. Nama terakhir ini tidak mengecualikan seorang pun dari pendukung-pendukung Umar yang tertangkap. Semuanya harus dibantai. Hal ini mendorong Umar beserta pasukannya kembali angkat senjata. Kemenangan pun diperoleh. Italia kalang kabut. Mereka ambil sikap, menangkapi

rakyat biasa Libya. Karena itu, Mujahidin Libya harus menjalani peperangan yang sangat panjang. Umar berganti titel; komandan perang untuk seluruh wilayah Libya. Terlebih, ia seorang „lulusan‟ penjara Italia, sekolah yang semakin membesarkan cintanya membela Islam. Peperangan yang berkisar pada tahun 1923– 931, menyebabkan Italia menderita kerugian yang amat sangat. Italia kalah perang di mana-mana. Setelah mendapat laporan dari Libya, Benito Musollini turun tangan. Ia mengirim 400.000 pasukannya ke Libya. Perang menjadi sangat tidak seimbang. Ibarat David versus Goliath. Pasukan Umar Mukhtar „hanya‟ 10.000 orang. Di dalam al-Quran disebutkan bahwa bandingan pasukan muslim melawan pasukan kafir 1:10. Sangat wajar 10.000:400.000 mengakibatkan kekalahan mujahidin Libya. Syahid ‘Sang Idola’ Menjemput

tertangkap. Sebuah pukulan telak kepada rakyat Libya. Beliau pun diadili dalam pengadilan yang tidak ada keadilan di dalamnya. Akhirnya, 16 September 1931 Umar Mukhtar mendapatkan karunia Ilahiyah yang mengabadikannya; tiang gantungan. Sebuah icon paling penting dalam sejarah tirani abad ke-20. Simbol yang sangat akrab di telinga kaum muslimin khususnya. Ratusan ribu rakyat Libya pun tak kuasa menahan tangisnya. Sedih karena sang idola telah tiada. Tetapi terharu melihat sang idola tersenyum menemui Robb-nya. Mereka semua mempunyai alasan untuk menitikkan air mata kesedihan. Sebagaimana kesedihan yang dirasakan wanita-wanita Madinah ketika mendengar berita kematian Khalid bin Walid di Syam. Sebab, orang-orang seperti itu memang layak ditangisi. ‘Sang Pemimpin’ dan Rahasia di Balik Kesuksesannya Italia sangat terkenal dengan kekuatan militer. Terlebih, ia di bawah arahan Benito Musollini; diktator Italia yang menganut Fasis. Teman akrabnya, Adolf Hittler; diktator Jerman yang menganut Nazi. Membuat kocar kacir kekuatan yang „maha dahsyat‟ 30

Hukum Sunnatullah berlaku. Apalagi Mujahidin Libya telah berperang selama 20 tahun. Italia? mereka selalu berdarah segar, terkecuali para pemimpinnya. Tahun 1931, Umar Mukhtar

seperti itu tidaklah mudah. Bahkan sangat berat. Tetapi tidak bagi Umar dan pasukannya. Mereka seringkali menjungkalkan benteng pertahanan milik Italia. Sang pemimpin memiliki daya karismatik yang tinggi di mata rakyat Libya. Beliau mungkin sesuai dengan cara Umar bin Khatab r.a memaknai nilai seorang pemimpin di mata Allah. Ia berpesan kepada para pejabat di masa kekhalifahannya, “Ketahuilah kedudukan Anda di mata Allah dengan cara melihat tingkat penerimaan masyarakat kepada Anda!” Beliau memiliki keyakinan bahwa Allah hanya akan mau memenangkan agama-Nya dengan usaha-usaha manusia, bukan dengan mukjizat demi mukjizat. Di sinilah kunci kemenangan mujahidin Libya. Pasukan Umar Mukhtar sering memenangi peperangan meskipun dalam rasio pasukan yang jauh berbeda. Sang pemimpin mengajarkan kepada kita bertarung dengan ruh dan semangat. Ketika „itu‟ hilang dalam diri, maka segeralah bersiap–siap mengubur kemenangan. Umar Mukhtar adalah seorang manusia seperti halnya kita. Ia juga selalu dirundung banyak masalah. Pasti!. 31

Kesedihan, kecemasan dan ketakutan. Bahkan keputusasaan serta keterpurukan pun mendera jiwanya. Pekerjaan-pekerjaan tersebut pastilah menyedot energi fisik, jiwa spiritual, dan pemikirannya. Namun, ia tahu bagaimana melawan ketakutan dan kesedihan. Memunculkan harapan di atas keputusasaan. Mereka selalu tampak santai dalam kesibukan, tenang di bawah tekanan, bekerja dalam kesulitan, optimis di depan tantangan, dan gembira dalam segala situasi. Itu semua hanya berangkat dengan modal keyakinan iman dalam jiwanya. Ia memiliki tradisi spiritualitas yang khas. Selalu berharap akan pertolongan dan kemenangan dari Allah. Itu semua terlukis dalam bentuk ibadah nadhahnya kepada sang Khalik dan perbuatan „saleh‟ lainnya. Karena itu, ia abadi dalam kenangan manusia. Menjadi bintang abadi di langit sejarah. Wallahua‟lam bisshawwab.

memungkinkan dengan cara yang lain. Sedang bila kaum muslimin mampu menghadapi musuh dengan tanpa membakar maka tidak boleh. Berdasarkan hadits bahwa Nabi ` memerintahkan untuk membakar dua orang laki-laki dari orang kafir, kemudian beliau bersabda, "Sesungguhnya api itu tidak digunakan untuk menyiksa kecuali oleh Allah mak ajika kalian mendapatkan keduanya bunuhlah." HR Bukhari no. 3016). Ulama fikih sepakat boleh menenggelamkan orang-orang kafir ketika pertempuran bila tidak mampu mengalahkan mereka kecuali dengan menenggelamkan atau juga itu bagian dari balasan yang setimpal. Ulama fikih sepakat boleh menyerang musuh menggunakan manjanik, peluru, rudal atau sejenisnya. Para mujahin selayaknya mengetahui setiap hal terbaru tentang persenjataan; cara menggunakannya dan menangkalnya. Karenanya, dibolehkan bagi mujahidin memiliki senjata kimia untuk mengimbangi kekuatan musuh dan menggentarkan mereka. Dan mereka boleh menggunakannya terlebih dua keadaan berikut: 1- Ada kepentingan untuk menggunakannya. Seperti bila tidak memungkinkan mengalahkan musuh kecuali dengan menggunakannya atau tidak ada cara lain untuk melawan kekua tan mereka kecuali dengan menggunakannya. 2- Untuk memberikan serangan balasan yang setimpal. Berdasarkan keumuman firman Allah, "Bila kalian menyerang mereka, seranglah sebagaimana kalian diserang…"

Ulama fikih sepakat tidak boleh mencincang mayat-mayat orang kafir. Dasarnya hadits Samurah bin Jundab radliyallahu „anhu, "Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam melarang kami mencincang." (HR Bukhari no. 4192) Adapun bila dengan mencincang mayat musuh mendatangkan maslahat bagi mujahidin atau sebagai balasan setimpal maka dibolehkan. Ini sebagaimana di tetapkan oleh ulama fikih. Ulama fikih berpendapat boleh bagi seorang mujahid menceburkan dirinya dalam sesuatu yang menurut perkiraannya besar kemungkinan ia akan mendapat bahaya, bila itu mendatangkan maslahat bagi kaum muslimin dan kehancuran bagi musuh. Tentang amaliah isytisyhâdiyyah, menurut pendapat ulama yang rajih ia merupakan bentuk jihad fî sabîlillâh yang paling agung dan bagian dari bentuk irhâb yang disyariatkan dan diisyaratkan dalam AlQur'an. Sedang penyebutan amaliah ini dengan amaliah bunuh diri salah. Karena ia amaliah isytisyhâdiyyah, (memburu syahid), pembelaan dan keberanian. Ulama fikih sepakat membakar orang-orang kafir pertempuran bila memang boleh dalam tidak

32

ditujukan terhadap lebih dari 30 sasaran. [fadly/alm/arrahmah.com] SABTU BERDARAH: LEBIH DARI 205 SYAHID DAN 750 TERLUKA DALAM SERANGAN ISRAEL DI GAZA Oleh Fadly pada Sun 28 Dec 2008, 05:07 AM Gaza (arrahmah) - Jumlah korban warga Palestina terus bertambah sehingga mencapai 205 terbunuh dan 750 terluka dalam serangkaian serangan brutal Israel di Jalur Gaza, Sabtu waktu zhuhur (27/12). Serangan tersebut terjadi pada saat para pelajar baru keluar dari sekolah mereka. Menurut Kepala ambulans dan emergensi dari Kementrian Kesehatan di Gaza, jumlah korban tewas akibat serangkaian pengeboman Israel di Jalur Gaza saat ini mencapai lebih dari 205 orang. Para saksi mata mengatakan, keadaan yang terjadi benar-benar seperti perang sungguhan. Israel melancarkan serangan ke berbagai lokasi yang mengakibatkan warga berguguran syahid (insya Allah) dalam jumlah besar di waktu bersamaan. Saksi mata menambahkan, pesawat tempur Israel dengan jenis F-16 melancarkan serangan ke arah pemukiman di utara, tengah, dan selatan Jalur Gaza. Serangan AMERIKA SERIKAT SALAHKAN HAMAS DALAM SERANGAN ISRAEL Oleh Fadly pada Sat 27 Dec 2008, 11:04 PM Gaza (arrahmah) - Amerika Serikat menyalahkan Hamas dalam serangan udara Israel di wilayah Gaza yang mengakibatkan ratusan warga Palestina terbunuh dan terluka. "Serangan roket Hamas yang berterusan harus dihentikan. Hamas harus menghentikan aktivitas terorisnya agar masa depan warga Palestina terjamin," kata Gordon Johndroe, jurubicara Agen Sekuriti Nasional (NSA) dalam statemennya. "Semua yang berkaitan dengan Hamas akan menjadi target. Anda bisa menafsirkan itu terserah Anda," kata jurubicara militer Israel seperti yang dikutip oleh Reuters. Pasukan Pertahanan Israel mengatakan operasi akan "terus berlanjut, diperluas, dan lebih diintensifkan sebagaimana yang diperlukan." Serangkaian serangan udara Israel menghantam Gaza hari Sabtu, yang mengakibatkan sedikitnya 155 warga Palestina terbunuh dan 200 lebih terluka. Hamas langsung melakukan serangan balasan dengan menembakkan roket yang mengakibatkan seorang warga Israel tewas dan empat lainnya lukaluka. [fadly/arrahmah.com]

33

HAMAS: KAMI MENYERAH!

TAK

AKAN

Oleh Fadly pada Sun 28 Dec 2008, 06:57 AM GAZA - Korban serangan Israel ke Palestina semakin bertambah menjadi 208 orang. Namun, Hamas yang menjadi sasaran penyerangan Israel tidak akan menyerah sejengkal pun. "Kami tak akan meninggalkan tanah air kami. Kami tak akan mengibarkan bendera putih dan tak akan berlutut kecuali pada Tuhan," ujar pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh seperti dilansir dari Reuters, Minggu (28/12/2008). Haniyeh pun menegaskan bahwa Hamas tak akan pernah menyerah dan mengisyaratkan bahwa penyerangan Israel akan sia-sia tanpa hasil. "Ada darah di mana-mana, banyak yang terluka dan menjadi martir di tiap rumah dan tiap jalan. Gaza hari ini dihiasi darah. Martir itu bisa bertambah dan bisa lebih banyak lagi yang terluka. Tapi Gaza tak akan pernah hancur dan tak akan pernah menyerah," tegas Haniyeh. Israel memulai penyerangan pada Sabtu 27 Desember 2008 kemarin, yang menyasar sekelompok polisi Hamas. Saat penyerangan terjadi, Hamas sedang mengadakan upacara pelantikan taruna polisi yang telah lulus. Korban Bertambah

Sementara data resmi yang dikeluarkan Palestinya menyatakan korban tewas serangan Israel mencapai 208 orang, dan korban luka mencapai 700 orang. Sedangkan di pihak Israel, tercatat 1 orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan roket balasan Hamas. [fadly/detikcom] HAMAS LANCARKAN SERANGAN BALASAN, 5 ISRAEL TEWAS DAN TERLUKA Oleh Fadly pada Sat 27 Dec 2008, 10:46 PM Gaza (arrahmah) - Pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza hari ini yang menewaskan lebih dari 155 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya, tidak membuat perlawanan surut. Hamas tidak tinggal diam, mereka langsung membalas serangan udara oleh Israel tersebut dengan menembakkan roket-roket Qassam ke wilayah Israel. Seorang warga Israel dikabarkan tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan roket itu. "Hamas akan terus melakukan perlawanan sampai titik darah yang terakhir," kata jurubicara Fawzi Barhoum. [fadly/arrahmah.com] ISRAEL AKAN TERUS SERANG GAZA Oleh Fadly pada Sun 28 Dec 2008, 06:36 AM KOTA GAZA -- PM Israel Ehud Olmert mengatakan operasi pesawat

34

pembom Israel di jalur Gaza mungkin akan berlangsung beberapa lama. BBC dalam situsnya mewartakan, pesawat-pesawat pembom F-16 Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya 200 orang, demikian petugas medis setempat. Kebanyakan mereka yang tewas adalah polisi dari gerakan militan Hamas yang mengontrol Gaza, namun perempuan dan anak-anak juga menjadi korban, kata pejabat di Gaza. Sekitar 700 lainnya terluka, ketika roket menghantam markas dan bangunan milik Hamas, demkian tambah para pejabat tadi. PM Israel Ehud Olmert mengatakan operasi itu mungkin akan berlangsung beberapa lama, tetapi ia berjanji untuk menghindari krisis kemanusiaan di wilayah itu. ''Tidak akan berakhir dalam beberapa hari,'' katanya dalam sebuah pernyataan televisi, sambil didampingi Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni. Israel mengatakan mereka hanya menjawab meningkatnya serangan roket dari Gaza dan akan melakukan pengeboman sepanjang diperlukan. Serangan itu merupakan yang paling gencar dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Gencatan senjata antara Israel dengan Hamas berakhir pekan lalu. Hamas berikrar akan terus melakukan perlawanan sampai titik darah yang terakhir Kelompok-kelompok militan Palestina sering menembakkan roket ke kota-kota Israel dari balik perbatasan Gaza. Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengakui pihaknya menyerang "agen-agen teror Hamas" serta kamp latihan dan gudang senjata. Di Tepi Barat, Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas - dari faksi Fatah yang diusir dari Gaza oleh Hamas pada tahun 2007 mengutuk serangan itu dan mendesak semua pihak untuk menahan diri. Namun Hamas langsung membalas serangan udara oleh Israel tersebut, dengan menembakkan roket-roket Qassam ke wilayah Israel. Seorang wanita tewas akibat serangan roket itu di kota Israel, Netivo. "Hamas akan terus melakukan perlawanan sampai titik darah yang terakhir," kata jurubicara Fawzi Barhoum. Israel juga tegas pada posisinya, dengan mengatakan operasi "akan dilanjutkan, diperluas dan diperdalam jika diperlukan". Korban bertambah

35

Laporan-laporan tentang korban di Gaza bertambah tidak lama setelah serangan Israel itu diberitakan. Hamas, yang berkuasa di Gaza, awalnya mengatakan setidaknya 40 orang tewas ketika sebuah rudal menghantam kantor-kantor keamanan Hamas di Gaza City dan sekitarnya. Jumlah korban yang tewas dan lukaluka terus bertambah di saat berbagai laporan tentang korban masuk. Mesir membuka jalur penyeberangan perbatasannya dengan ke Jalur Gaza di Rafah untuk menerima dan merawat para korban yang luka-luka di bagian selatan Jalur Gaza. Sebagian besar yang tewas dan terluka dikatakan berada di Gaza City, di mana markas keamanan utama Hamas hancur akibat serangan tersebut. Namun korban juga dilaporkan jatuh di daerah-daerah lainnya di Gaza, termasuk di kota Khan Younis di bagian selatan, tempat kantor berita Reuters mengatakan setidaknya 20 orang diduga terbunuh. Serangan udara Israel itu adalah yang paling gencar yang diluncurkan Israel di Gaza dalam beberapa waktu belakangan ini, dan terjadi di saat kabar beredar bahwa serangan udara akan diikuti dengan serangan darat. Wartawan BBC mengatakan Paul Wood di Yerusalem mengatakan

para pejabat keamanan Israel sudah memberikan penjelasan tentang kemungkinan operasi darat di Gaza dalam beberapa hari ini. Namun sebagian besar laporan terpusat pada kemungkinan serangan darat, dan Perdana Menteri Ehud Olmert diperkirakan tidak akan memberi otorisasi bagi operasi militer setidaknya sampai hari Minggu. (fadly/republika) Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI), Ekmaleddin Ehsan-Oghlu dan Sekjen Liga Arab , Amr Mousa, secara tegas mengecam tindakan brutal Zionis Israel terhadap warga Jalur Gaza yang mengugurkan lebih dari 200 warga di kawasan ini. Oghlu meminta pelaksanaan segera sidang Komite Pelaksana OKI di tingkat menteri untuk membahas brutalitas Zionis Israel akhir-akhir ini. Hal yang sama juga ditekankan oleh Amr Mousa. Sekjen Liga Arab meminta digelarnya sidang darurat untuk membahas kondisi akhir-akhir ini di Gaza. Sementara dari dunia Arab, pemimpin Libya Muammar Gaddafi yang pertama kali melontarkan kecaman atas serangan brutal Zionis Israel ke Jalur Gaza. Ia menyerukan dunia Arab mengambil sikap tegas terhadap Israel dan mendesak agar perbatasan-perbatasan di Gaza dibuka. Di saat yang sama, helikopterhelikopter Israel masih melayanglayang diatas wilayah Gaza setelah membantai lebih dari 200 warga

36

Gaza. Diperkirakan jumlah warga Gaza yang gugur syahid akan bertambah karena masih ada ratusan orang yang mengalami lukaluka berat dan ringan.
Namun, militer Israel menyatakan masih akan melakukan operasi militer lagi ke Gaza dan kemungkinan serangan yang akan dilakukan lebih besar dari serangan kemarin. Israel menargetkan serangannya ke utara dan selatan Gaza, terutama kota Khan Younis dan Rafah yang diklaim sebagai basis utama Hamas. BBC melaporkan, rumah-rumah sakit di Gaza penuh dengan para korban. Padahal rumah-rumah sakit itu tidak memiliki banyak persediaan obat-obatan akibat blokade Israel ke Jalur Gaza. Sedangkan masjid-masjid di Gaza melalui pengeras suara menghimbau warga Gaza yang selamat untuk mendonorkan darahnya guna membantu para korban luka. Duka Gaza adalah duka bagi umat Islam sedunia. Menjelang tahun baru umat Islam, saudara-saudara kita dizalimi oleh rezim ilegal Zionis Israel. Selayaknya kita memanjatkan doa buat warga Gaza dan merenungkan kembali seberapa jauh kita mengingat penderitaan saudara seiman kita di Jalur Gaza. [Hanin Mazaya/hidayatullah/era] OPERASI MILITER MUJAHIDIN DAULAH ISLAM KAUKASUS : 15 ANGGOTA OMON TERBUNUH Oleh Prince of Jihad pada Mon 22 Dec 2008, 02:37 PM Kaukasus (Arrahmah.Com) Sebuah video dirilis oleh ImamTV, mengetengahkan sebuah operasi militer yang dilakukan oleh Mujahidin Daulah Islam Kaukasus. Video yang berdurasi 18

menit 42 detik ini dikeluarkan dalam bahasa Arab dan Rusia dengan tanggal rilis, 27 Dzulhijjah 1429 atau bertepatan dengan tanggal 25 November 2008. OMON adalah satuan polisi khusus dari kalangan murtadin yang biasa memerangi mujahidin dan kaum Muslimin di Kaukasus. Seranganserangan aktif yang dilancarkan oleh mujahidin Daulah Islam Kaukasus belakangan ini, Alhamdulillah berhasil merontokkan kebengisan OMON Gang yang sudah menjadi momok bagi masyarakat sekitar. Sementara itu, Amir Daud, komandan Daulah Islam Kaukasus Front Utara juga mengabarkan kegembiraan atas keberhasilan mujahidin melakukan operasi sabotase ke FSB Gang di distrik Naurskaya, Jum’at, 21 Dzulhijjah 1429 H. Hasilnya, 3 orang kafir Rusia tewas terbunuh di tempat kejadian. Beliau (Amir Daud) juga membongkar kebohongan murtadin Kadyrov, yang mencoba menyembunyikan situasi sebenarnya di Provinsi Nokhchicho, dimana kaum muslimin di daerah tersebut masih didzolimi dan dibantai, murtadin kenyang menghisap darah kaum muslimin. Sementara mereka bermandikan kemewahan, dan masyarakat terjerat kemiskinan. Amir Daud, Komandan Daulah Islamiyah Kaukasus Front Utara ini berjanji bahwa tahun depan (1430 H/2009M) akan menjadi tahun ‘terpanas’ dan bumi akan menjadi neraka untuk kafir-kafir Rusia dan murtadin antek-antek mereka.

37

FOTO TRAGEDI BERDARAH GAZA

38


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:470
posted:1/31/2010
language:Arabic
pages:38