Docstoc
EXCLUSIVE OFFER FOR DOCSTOC USERS
Try the all-new QuickBooks Online for FREE.  No credit card required.

KEPOLARAN SENYAWA KOVALEN

Document Sample
KEPOLARAN SENYAWA KOVALEN Powered By Docstoc
					LAPORAN PRAKTIKUM Nama Kelas No. Absen Tanggal : Lilis Arifiyanti R. : 4314000027 : Kimia : 19 April 2009

SMA MARDISISWA KOTA SEMARANG 2009

I. Tujuan: Menentukan harga perubahan entalpi (∆H) reaksi. II. Landasan Teori Jika perubahan entalpi atau kalor yang terlibat reaksi kimia dapat ditentukan dengan menggunakan perhitungan matematis, maka pda beberapa reaksi kimia jumlsh kalor reaksi dapat diukur melallui suatu percobaan di dalam laboratorium. Pengukuran kalor reaksi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut kalorimeter. Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang diberikan atau diambil dalam suatu proses tertentu. Sebuah termometer sederhana terdiri dari bejana terisolasi, alat pengaduk, dan termometer. Pada umumnya, bejana kalorimeter dibalut menngunakan sejenis bahan isolator panas, seperti polistiren dan stirofoam . bahan bahan tersebut dapat digunakan untuk mengurangi pertukaran kalor diantara sistem dengan lingkungan, sehingga tekanan di dalam kalorimeter relatif tetap,. Hal ini karena, pengukuran kalor menggunakan kalorimeter harus dilakukan pada tekanan tetap. Bagaimana cara mengukur kalor dengan kalorimater? Untuk memahami cara mengukur kalor dengan kalorimater ini, simaklah penjelasan berikut ini! Untuk mengukur kalor dengan kalorimater, sumber panas disimpan di dalam kalorimater tersebut dan air diaduk sampai tercapai keadaaan kesetimbangan, kemudian kenaikan suhunya dicatat dengan membaca termometer. Dalam hal ini, jumlah kalor yang dilepaskan oleh sistem dalam kalorimeter tersebut dapat dihitung. Tekanan dalam kalorimeter relatif tetap, Maka perubahan kalor sistem sama dengan perubahan entalpinya. Hal ini dinyatakan dengan persamaan berikut. ∆H = Q Karena bejana kalorimeter dinalut dengan menggunakan bahan isolator, maka dianggap tidak ada kalor yang diserap dan dilepaskan oleh sistem dari dan ke lingkungan, sehingga kalor sistem sama dengan nol. Qreaksi + Qkalorimeter + Qlarutan = Qsistem Qreaksi + Qkalorimeter + Qlarutan = 0 Qreaksi = - (Qkalorimeter + Qlarutan ) Kalor kalorimeter dipengaruhi oleh kapasitas kalornya. Jika kapasitas kalornya relatif kecil (kalor kalorimeter dapat diabaikan), maka persamaan di atas dapat dituliskan sebagai berikut. Qreaksi = -Q larutan Qlarutan = m c ΔT dengan: Q = kalor (joule) m = massa larutan (g) c = kalor jenis (J/go C) ΔT = T akhir – Tawal = perubahan suhu (oC atau K)

Catatan: Kalor Jenis adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu satu gram zat terssebut sebesar satu derajat celcius pada suhu tetap. Perhitungan di atas jika kapasitas kalorimeter diabaikan, tetapi jika besaran itu diperhitungkan. Dalam hal ini, besarnya kalor kalorimeter dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut. Qkalorimeter = Ck ΔT Dengan: Ck = kapasitas kalorimeter(J/ oC atau J/K) Sehingga Qreaksi = - (Qkalorimeter+ Qlarutan) Pada kenyataannya,jumlah kalor yang diserapoleh kalorimeter relatif lenih kecil dibandingkan kalor yang diserap larutan, sehingga pada beberapa kalorimeter,harga C ΔT dapat diabaikan. Pengukuran kalor dengan menggunakan kalorimeter seperti yang dibahas di atas, Pada umumnya dilakukan untuk reaksi-reaksi yang melibatkan sistem dalam bentuk larutan.Akan tetapi untuk reksi kimia yang melibatkan pembakaran atau reaksi untuk menentukan jumlah jumlah energi yang mengandung makanan digunakan kalorimeter yang lebih teliti, yaitu kalorimeter bom. Pada dasarnya, sebuah kalorimeteer bom terdiri dari sebuah ruangan tempat terbakarnya zat, air yang diisikan ke dalam ruangan, pengaduk, termometer, dan kawat kontak. Reaksi pembakaran yang terjadi di dalam bom akan menghasilkan kalor yang diserap oleh air dan bom tersebut pada suhu sama, sehingga suhu air naik. Karensa tidak ada perpindahan kalor antara sistem dengan lingkungan selama reaksi tersebut, maka: Q reksi = - (Qkalorimeter + Qair) - (Cbom ΔT + m cair ΔT) Dengan: Cbom = kapasiras kalor kalorimeter (J/oC atau J/K) Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. Pada dasarnya, kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian cukup tinggi dapat diperoleh dipasaran.

III. Alat dan Bahan: Alat: Kalorimeter Gelas kimia 50 ml dan 100 ml Termometer Bahan: Larutan NaOH 0,1 M Larutan HCl 0,1 M IV. Cara Kerja: 1. Isi kalorimeter dengan 50 larutan NaOH 0,1 M dan ukurlah suhunya(T1). 2. Isi gelas kimia dengan 50 ml larutan HCl 0,1 M, ukurlah suhunya(T2). 3. Masukkan larutan HCl tadi ke dalam kalorimeter, aduk dan catat kenaikan suhunya hinga suhunya tetap(T3). V. Data Pengamatan: T1 = 27oC T2 = 28oC T3 = 33,5oC VI. Pembahasan: Percobaan ini dilakukan manggunakan larutan NaOH san HCl0,1 M masingmasing sebanyak 50 ml. Sebelum dicampurkan, suhu masing-masing larutan diukur menggunakan termometer. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa suhu larutan NaOH sebelum dicampur adalah 27 oC, sedangkan suhu HCl sebelum dicampur adalah 28 oC. Setelah dicampur dalam kalorimeter dan diaduk beberapa menit, suhu campuran menjadi konstan yaitu 33 oC. Reaksi yang terjadi: NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(s) + H2O(l) Untuk mengukur perubahan entakpinya kita bisa menghitungnya menggunakan rumus Qlarutan = m x C x Δt, dimana ΔH = - Qlarutan. Jika massa jenis air dianggap 1 geam/ml dan kapasitas kalorimeter 4,2 J kg -1 oC-1, maka perubahan entalpi untuk reaksi tersebut dapat dihitung sebagai berikut. NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(s) + H2O(l) M 5 mmol 5 mmol R 5 mmol 5 mmol 5 mmol 5 mmol S 5 mmol 5 mmol (T 1  T 2 (27  28 Tawal = = = 27,5oC 2 2 Takhir = 33,5oC ΔT = 33,5 – 27,5 = 6oC Qlarutan = m x C x Δt = (50+50) x 4,2 x 6 = 2520 J Sehingga ΔH untuk 5 mmol larutan = - Qlarutan = - 2520 J Untuk 1 mol larutan ΔH-nya adalah 1mol 1000mmol   2520 =   2520 = - 504000 J = - 504 kJ/mol 5mmol 5mmol

Tanda minus menunjukkan bahwa pada reaksi tersebut dilepaskan kalor yaitu sebesar 504 kJ/mol. Agar hasil percobaan yang diperoleh lebih sempurna sebaiknya digunakan alat dan bahan yang masih bagus. Praktikan juga harus jebih jeli dalam membaca alat ukur yang ada seperti termometer. VII. Kesimpulan: Sesuai dengan hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Kalorimeter dapat digunakan untuk mengukur perubahan entalpi suatu reaksi. 2. Pada reaksi penetralan asam klorida oleh NaOH dilepaskan energi sebesar 504 kJ/mol. VIII. Daftar Pustaka: 1. Sunardi. 2008. Kimia Bilingual Untuk Kimia/MA Kelas XI. Yrama Widya. Bandung. 2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kalorimeter 3. ……

Mengetahui, Guru Pembimbing

Semarang, 24 April 2009 Praktikan

Ari Hendriayana, S.Pd

Lilis Arifiyanti R.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:11191
posted:1/31/2010
language:Indonesian
pages:5