Docstoc

Mengenal bunga rosella

Document Sample
Mengenal bunga rosella Powered By Docstoc
					Manfaat Bunga Rosella
Oleh : J. Haryadi
Sejarah Singkat Tanaman Rosella ( Hibiscus Sabdariffa Linn) memiliki lebih dari 300 spesies yang tumbuh dan tersebar di daerah tropis dan non tropis. Umumnya tumbuhan ini ditanam sebagai tanaman hias dan beberapa diantaranya dipercaya memiliki kasiat medis, salah satu diantaranya adalah Rosella Merah atau Rosella. Setiap daerah mempunyai sebutan sendiri untuk tanaman ini. Misalnya di Malaysia, Rosella disebut Asam Paya, Asam Kumbang atau Asam Susur. Sedangkan di India Barat disebut dengan nama Jamaican Sorrel. Di Jepang di sebut Kezeru, di Arab disebut Karkade, di Sudan, Rosella diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan. Lain lagi di Afrika, biji Rosella dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu Di Indonesia sendiri beragam sebutan untuk bunga Rosella ini. Ada yang menyebutnya Teh Rosella, Hibiscus Tea, Teh Mekkah, Teh Yaman. Di Jawa Tengah orang menyebutnya Merambos Hijau. Di Pagar Alam (Sumatera Selatan) orang menyebutnya Kesew Jawe. Orang Padang menyebutnya Asam Jarot. Di Muara Enim (Sumatera Selatan) masyarakat menyebutnya Asam Rejang. Sekitar tahun 1576, M. de L’Obel , seorang ahli tumbuh-tumbuhan yang berasal dari Belanda menemukan bunga Rosella ( Hibiscus Sabdariffa Linn) ditanam di halaman sebuah rumah di Pulau Jawa. Beberapa orang berpendapat kalau bunga Rosella berasal dari India Timur. Diduga tanaman ini dibawa oleh pedagang India ketika mereka datang ke Indonesia sekitar abad ke-14. Saat itu tanaman ini belum begitu dikenal seperti sekarang, mungkin karena belum diketahui khasiatnya. Informasi lain menyebutkan, para budak dari Afrika mempunyai andil dalam menyebarkan pertumbuhan bunga Rosella ini ke berbagai negara di dunia seperti Sudan, Mexico, Jamaica, Brazil, Panama, hingga beberapa negara bagian Amerika dan Australia. Selanjutnya bunga Rosella ini namanya menjadi tenar hampir ke seluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Bunga Rosella ini juga dikenal dengan sebutan Teh Merah. Pada tahun 2006, dilakukan penelitian tentang manfaat medis dari Rosella Merah dan diperoleh hasil terdapat 1,7 mm mol/prolox antioksidan. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan kumis kucing yang antioksidannya teruji klinis meluruhkan batu ginjal. Manfaat Bunga Rosella Hasil penelitian menunjukkan, kelopak bunga Rosella banyak mengandung beberapa senyawa, yaitu asam sitrat, asam malat, vitamin C, antosian, protein dan flavonoid. Kandungan flavonoid bernama gossypetine, hibiscetine dan sabdaretine menpunyai kerja

sebagai antioksidan, yaitu aktivitas yang dapat melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah perusak sel tubuh yang menyebabkan sel mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Daun, buah, dan bijinya juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, dan pereda nyeri Kelopak Rosella juga dapat mengatasi panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan jantung, sembelit, mengurangi resiko osteoporosis, dan mencegah kanker darah. Cara yang sangat populer, bunga Rosella yang sudah dikeringkan bisa dimanfaatkan dengan cara diseduh air panas dan ditambah gula secukupnya seperti halnya menyeduh air teh.Bunga Rosella segar juga dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk makanan seperti puding, campuran salad, selai, sirup dan bahan pewarna manisan. Selain rasanya yang enak, Rosella yang satu ini memang memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap seperti :  Diuretik (melancarkan air seni)  Onthelmintic(membasmi cacing)  Anti bakteri  Antiseptik  Anti radang  Menurunkan panas  Meluruhkan dahak  Menurunkan tekanan darah  Mengurangi kekentalan darah  Menstimulasi gerak peristaltik usus Sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Chau-Jong Wang, seorang ilmuwan dari Chung San Medical University di Taiwan, menemukan sebuah metode baru untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Hasil penelitiannya menyebutkan bunga Rosella ini mampu mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah. Rosella juga memiliki potensi untuk mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL). Penelitian Chau-Jong Wang terbukti bahwa kelopak bunga Rosella mempunyai efek antihipertensi, kram otot dan anti infeksi-bakteri. Dalam eksperimen tersebut ditemukan juga bahwa ekstrak kelopak bunga Rosella dapat mengurangi efek alkohol pada tubuh kita, mencegah pembentukan batu ginjal, dan memperlambat pertumbuhan jamur/bakteri/parasit yang menjadi penyebab demam tinggi. Kelopak bunga Rosella juga diketahui membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat kekentalan darah. Hal Ini bisa terjadi karena asam organic, polysakarida dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga Rosella sebagai Farmakologi. Tidak kalah pentingnya kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga rosella, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, rosella juga mengandung protein dan kalsium.

Tumbuhan yang juga dikenal sebagai penghasil serat ini juga dapat diolah menjadi campuran salad, puding, bahkan asinan serta syirup disamping teh Rosella yang sudah sangat terkenal. Sebagai obat tradisional, rosella berkhasiat sebagai antiseptik, aprodisiak, diuretik, pelarut, sedativ, dan tonik. Khasiat Jika Rosella Tea diminum secara rutin 3 gelas per hari ( ± @ 150cc ), dapat mencegah kekurangan nutrisi, karena pada Rosella terdapat kandungan gizi dan asam amino yang cukup lengkap. Jika Rosella Tea diminum secara rutin 5 gelas per hari ( ± @ 150cc ), dalam jangka waktu tertentu, sangat berkhasiat pada : 1. Mengurangi kekentalan darah (viskositas) 2. Merangsang keluarnya empedu dari hati (Choleretic) 3. Mencegah Asteriosklerosis. 4. Menurunkan tekanan darah (Hypertensive) 5. Meningkatkan daya kerja usus (Peristaltic) 6. Mengobati cacingan (Antelmintic) dan anti bakteri 7. Mematikan Mycobacterium Tuberculosis penyebab TBC 8. Anti diabetic 9. Anti kejang (Anti Pasmodic) 10. Mangurangi batuk 11. Meningkatkan stamina (Tonikum) 12. Memperlancar buang air kecil 13. Mencegah serangan jantung 14. Antiseptic usus 15. Mencegah asam urat 16. Mengurangi kencanduan alkohol dan narkoba Catatan : Cara membuatnya sangat mudah, seduh saja sekitar 5-7 kelopak bunga dengan air panas, lalu tunggu kira-kira 5 menit dan siap untuk di minum. Rasa dari minuman ini seperti asam jawa. Kalo yang punya sakit maag harus hati hati dan menambahkan kadar airnya. Kalau mau tambah gula boleh juga, tapi lebih baik dicampur pake madu saja sebagai pemanisnya. Sumber tulisan : 1. http://myrosella.blogspot.com 2. http://pinginpintar.com 3. http://gealgeol.com 4. http://irmaone.wordpress.com 5. http://tehrosela.com/Sejarah_rosela.php 6. http://rumpunilmu.blogspot.com/2009/04/bunga-rosella-merah.html ***

rosella. Dan sampai sekarang belum ada pernyataan bahaya rosella bagi bayi yang sedang menyusu

Teh Rosella Merah Rosella Tea adalah teh herbal yang terbuat dari kelopak bunga Rosella yang dikeringkan, kemudian diminum sebagaimana kita minum seduhan teh. Rosella (Hibiscus Sabdariffa Linn) adalah tanaman perdu yang berasal dari India Timur, kemudian menyebar secara luas didaerah tropis dan sub tropis disemua belahan bumi termasuk Indonesia. anfaat : Selain dimanfaatkan sebagai minuman teh Herbal, juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan membuat sirup herbal, bahan perwarna dan manisan. Khasiat : Apabila Rosella Tea diminum secara rutin 3 gelas (@ 150cc) per hari, dapat mencegah kekurangan nutrisi, karena pada Rosella terdapat kandungan gizi dan asam amino yang cukup lengkap. Apabila Rosella Tea diminum secara rutin 5 gelas (@ 150cc) per hari, dalam jangka waktu tertentu, sangat berkhasiat pada : 1. Mengurangi kekentalan darah (viskositas) 2. Merangsang keluarnya empedu dari hati (Choleretic) 3. Mencegah Asteriosklerosis. 4. Menurunkan terakana darah (Hypertensive) 5. Meningkatkan daya kerja usus (Peristaltic) 6. Mengobati cacingan (Antelmintic) dan anti bakteri 7. Mematikan Mycobacterium Tuberculosis penyebab TBC 8. Anti diabetic 9. Anti kejang (Anti Pasmodic) 10. Mangurangi batuk 11. Meningkatkan stamina (Tonikum) 12. Memperlancar buang air kecil 13. Mencegah serangan jantung 14. Antiseptic usus 15. Mencegah asam urat 16. Mengurangi kencanduan alkohol dan narkoba

TEH ROSELLA atau TEH MERAH dikenal dengan nama beragam : Teh Rosella, Hibiscus tea, Teh Mekkah, Teh Yaman. Disebut juga Karkade (Arab), Kezeru (Jepang), Merambos Hijau (Jateng), Asam kesur (Meranjat), Kesew Jawe (Pagar Alam), Asam Jarot (Sp. Padang), Asam Rejang (Muara Enim) dan Hisbiscus Sabdariffa L. (Latin) Tiap 100 gr mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1 dan B2. Kandungan vitamin C 3 kali lipat anggur hitam, 9 kali lipat jeruk sitrus, 10 kali lipat lebih besar dari buah belimbing dan 2,5 kali lipat dibanding vitamin C dalam jambu biji (kelutuk). Selain itu Teh Rosella mengandung KALSIUM tinggi ( 486 mg / 100 gr) , Magnesium serta Omega 3. Teh Rosella juga diperkaya Vitamin A, Iron, Potasium, Beta Caroteen & Asam Esensial Manfaat dari Teh Rosella ini antara lain :

  

Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh. Menormalkan kadar GULA DARAH , ASAM URAT dan KOLESTEROL dalam tubuh. Baik untuk PEROKOK karena dapat mengurangi dampak negatif dari Nikotin serta dapat membasmi virus TBC dan mengurangi ketergantungan terhadap NARKOBA seta mencegah KANKER.

     

Mengatasi BATUK, Sakit Tenggorokan, Mengobati Sariawan. Mengawetkan kehalusan kulit dan Mengurangi Keriput. Dapat menurunkan berat badan, cocok untuk program diet. Melindungi dari infeksi kuman, anti bakteri , anti virus serta dapat mengobati keracunan. Bagi Anak-anak bermanfaat mempercepat pertumbuhan OTAK, karena mengandung OMEGA-3 dan memacu pertumbuhan DHA. Memperbaiki metabolisme tubuh, memperlambat menopouse dan tulang keropos / pengapuran tulang.

Sumber : myrosella.blogspot.com

Tanaman Rosella memiliki lebih dari 300 spesies yang tersebar pada daerah tropis dan non tropis. Biasanya, digunakan sebagai tanaman hias dan beberapa diantaranya dipercaya memiliki kasiat medis, salah satu diantaranya adalah rosella merah atau rosella (Hibiscus Sabdariffa). Pada tahun 2006, dilakukan penelitian tentang manfaat medis dari rosela merah (Hibiscus sabdariffa) dan diperoleh hasil terdapat 1,7 mmmol/prolox antioksidan. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan kumis kucing yang antioksidannya teruji klinis meluruhkan batu ginjal. Khasiat dari bunga Rosella diantaranya sebagai berikut :

           

Bersifat detoksifikasi, menetralkan racun Menurunkan tekanan darah Menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes Menghambat tumbuhnya kanker Menjaga stamina Menurunkan kolesterol dalam darah Menyeimbangkan berat badan Mengurangi panas dalam dan susah BAB Menurunkan tingkat penggumpalan lemak di hati Mengurangi pusing / migraine Mengandung multivitamin, termasuk vit.C dan Beta karoten Membantu memulihkan dari ketergantungan obat

Trus, cara buatnya gampang aja, tinggal seduh 5-7 kelopak bunga dengan air panas, tunggu 5 menit, siap minum. Rasa dari minuman ini seperti asam jawa. Kalo yang punya sakit maag harus hati hati dan menambahkan kadar airnya. Kalau mau tambah gula boleh juga, tapi lebih baik dicampur pake madu saja sebagai pemanis, lebih sehaaatt..

Sumber : pinginpintar.com =========

EFEK SAMPING BUNGA ROSELLA
Akhi-akhir ini pemakaian rosella menunjukan peningkatan di kalangan masyarakat. Mereka menggunakan kelopak bunga tanaman tersebut itu dibuat minuman. Hasil penelitian menunjukan, kelopak bunga rosella banyak mengandung beberapa senyawa, yaitu : asam sitrat, asam malat, vitamin C, antosian, protein dan flavonoid. Kandungan flavonoid bernama gossypetine, hibiscetine dan sabdaretine menpunyai kerja sebagai antioksidan, yaitu aktivitas yang dapat melawan radikal bebas. Radikal bebas adalah perusak sel tubuh yang menyebabkan sel mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Secara tradisional, rosella dipakai sebagai pelancar air seni, dan oleh karena itu secara tidak langsung dapat membantu menurunkan tekanan darah yang tinggi. Nah, pelancar air seni itu juga yang kemudian dilebih-lebihkan orang sebagai berkhasiat menurunkan berat badan. Apalagi, sampai sekarang tidak ada informasi khasiat rosella sebagai penurun berat badan. Oleh sebab itu, hendaknya anda menggunakan rosella sebagai minuman alternative untuk menjaga kesehatan tubuh secara umum dan tidak bertujuan menurunkan berat badan atau yang lainnya. Jangan pula terkecoh dengan pendapat bahwa sesudah badan turun maka kita tidak boleh bebas makan apa saja. Hal ini penting untuk dipahami, mengingat berat badan yang stabil hanya akan tercapai melalui pengaturan pola makan dan aktivitas sehari-harinya. Sekali lagi, minum rosella baik sebagai sumber oksidan. Anda dapat mengkonsumsi dengan cara : 2 atau 3 buah kelopak segar disiram 200 ml air panas, diamkan beberapa saat sampai air berwarna merah. Saring dan dapat langsung diminum. Minumlah tiga kali seminggu. Bagi yang mempunyai sakit lambung, sebaiknya minum sesudah makan, bagi yang punya penyakit ginjal, jangan terlalu sering minum the rosella. Dan sampai sekarang belum ada pernyataan bahaya rosella bagi bayi yang sedang menyusu

By, Gushar Sumber :gealgeol.com ===============
SEKILAS tentang SEJARAH teh merah bunga rosella Namanya tenar hampir di seluruh penjuru dunia. Belakangan, tanaman ini juga mulai populer di Indonesia. Seberapa besarkah khasiatnya? Sebut saja namanya Rosella, atau yang lebih dikenal dengan nama teh merah, sejatinya tanaman ini sudah lama ada di Indonesia. Hanya saja, ia disebut dengan nama yang berbeda di setiap daerah. memang banyak orang yang beranggapan berbeda tentang asal mula rosella tersebut. Ada yang bilang bahwa rosella berasal dari afrika, namun ada juga yang bilang rosella berasal dari india. Namun yang jelas bahwa sesungguhnya rosella telah banyak ditemukan di indonesia sejak beberapa abad yang lalu. Hanya saja masyarakat indonesia belum begitu mengenal manfaat atau khasiat dari rosellatersebut. Barulah pada akhir-akhir ini diketahui bahwa teh merah rosella memiliki manfaat yang banyak sekali, namun tidak mengakibatkan efek samping seperti pada teh yang lainnya. Menengok sekilas cerita beberapa abad yang lalu, keberadaan bunga Rosella saat ini bagaikan perantau yang pulang kembali ke kampung halaman. Pada tahun 1576 seorang ahli botani asal Belanda bernama M. de L’Obel menemukan tanaman ini ditanam di halaman sebuah rumah di Pulau Jawa. Ada yang berpendapat, Rosella berasal dari India. Diduga tanaman ini dibawa oleh pedagang India saat datang ke Indonesia sekitar abad ke-14. Mungkin karena belum diketahui khasiatnya, dulu Rosella belum dikenal seperti sekarang. Benih tanaman bunga Rosella dibawa oleh para budak dari afrika dan kemudian tumbuh di berbagai belahan dunia, di antaranya Sudan, Mexico, Jamaica, Brazil, Panama, hingga beberapa negara bagian Amerika dan Australia. Bunga Rosella kering yang dimanfaatkan dengan cara diseduh seperti teh sangat populer. Bunga Rosella segar juga dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk makanan seperti puding, campuran salad, hingga selai dan sirup. Selain rasanya yang enak, rosella yang satu ini memang memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap seperti:

     

diuretik (melancarkan air seni) onthelmintic(membasmi cacing) anti bakteri antiseptik anti radang menurunkan panas

    
nyeri

meluruhkan dahak menurunkan tekanan darah mengurangi kekentalan darah menstimulasi gerak peristaltik usus Daun, buah, dan bijinya juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, dan pereda



Kelopak Rosella juga dapat mengatasi panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan jantung, sembelit, mengurangi resiko osteoporosis, dan mencegah kanker darah. PENELITIAN : Kaya Antioksidan Di Indonesia, penelitian tentang uji komponen zat gizi dan aktivitas antioksidan pada kelopak Rosella pernah diteliti oleh Ir Didah Nurfaridah pada tahun 2005. Dalam penelitiannya tersebut, ditemukan bahwa kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering Rosella jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing dan bunga knop. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga Rosella meliputi gossypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin. Antosianin merupakan pigmen alami yang memberi warna merah pada seduhan kelopak bunga Rosella, dan bersifat antioksidan.


bebas.

“Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat menghambat radikal Beberapa penyakit kronis yang ditemui saat ini banyak yang disebabkan oleh radikal bebas yang berlebihan. Di antaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, hingga kanker,” ujar Didah. Perbandingan kadar antosianin yang bersifat antioksidan dapat dilihat dari kepekatan warna merah pada rosella.”Semakin pekat warna merah pada bunga Rosella, rasanya akan semakin asam. Dan kandungan antosianinnya semakin banyak. Dengan demikian, kandungan antioksidannya juga semakin banyak,”.



Sayangnya, kadar antioksidan dalam bunga Rosella menjadi berkurang jika dikeringkan dengan proses pemanasan (dipanggang dalam oven). Kadar senyawa berkhasiat yang terkandung dalam kelopak Rosella berada pada tingkat tertinggi jika dikonsumsi dalam bentuk segar.



Antikanker dan Antihipertensi Di antara banyak khasiatnya, Rosella diunggulkan sebagai herba antikanker dan hipertensi. Ini sesuai dengan uji pra klinis yang dilakukan oleh Yun Ching Chang, seorang peneliti dari Institute of Biochemistry and Biotechnology, Chung Shan Medical University di Taiwan. Yun Ching Chang menemukan bahwa pigmen alami dari kelopak kering Rosella terbukti efektif dalam menghambat dan sekaligus mematikan sel kanker HL-60 (kanker darah atau leukemia). Pigmen ini jugs berperan dalam proses apoptosis (bunuh diri) sel kanker.



Sementara itu, Maureen Williams, ND, seorang dokter naturopati dari Bastyr University di Seattle, Amerika Serikat, telah melakukan studi terhadap 70 orang dengan tingkat penyakit hipertensi ringan hingga sedang yang berada dalam kondisi sehat dan tidak melakukan pengobatan apa pun sejak sebulan sebelum penelitian diujikan. Secara acak, sebagian orang diminta untuk mengonsumsi teh Rosella sebanyak satu setengah liter sebelum sarapan setiap hari. Sebagian lagi mengonsumsi 25 mg obat antihipertensi. Setelah empat minggu, ternyata tekanan darah diastolik berkurang hingga sepuluh angka untuk 79% orang yang mengonsumsi teh Rosella dan 84% pada orang yang mengonsumsi obat antihipertensi. Belum pernah dilaporkan efek samping yang serius akibat konsumsi kelopak Rosella selain jantung berdebar. Namun Peter Hardwick dari jurnal Australian Food Plants Study Group Newsletter mengatakan bahwa ada spesies lain dari Rosella yang disebut Native Rosella (Hibiscus heterophyllus) yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal jika dikonsumsi. Bunga segarnya mirip Rosella (Hibiscus sabdariffa). Oleh karena itu, hati-hati, jangan sampai salah pilih, jangan sampai tertipu dengan harga yang murah tapi tidak aman dikonsumsi. Pastikan anda mendapatkan teh merah bunga rosella dari distributor resmi kami, karena produk kami sudah benar-benar teruji, dan sudah mendapatkan sertifikasi dari Dinas Kesehatan. 100 % Asli, aman, berkhasiat, dan tanpa efek samping.

By : irmawan Sumber : irmaone.wordpress.com -==========

Dari manakah Awalnya Rosela? ( Sejarah Rosela )
Pada tahun 1576 seorang ahli botani asal Belanda bernama M. de L’Obel menemukan tanaman ini ditanam di halaman sebuah rumah di Pulau Jawa. Padahal Rosella berasal dari India. Diduga tanaman ini dibawa oleh pedagang India saat datang ke Indonesia sekitar abad ke-14. Mungkin karena belum diketahui khasiatnya, dulu Rosella belum dikenal seperti sekarang. Jadi, bagaimana kok tanaman ini dianggap berasal dari Afrika? Rosella memang banyak tumbuh di sana juga. Penyebarannya tidak lepas dari peran para budak Afrika. Benih tanaman Rosella dibawa oleh para budak dan kemudian tumbuh di berbagai belahan dunia, di antaranya Sudan, Mexico, Jamaica, Brazil, Panama, hingga beberapa negara bagian Amerika dan Australia. Rosella yang selama ini dikenal sebagai bunga telah mengalami semacam salah kaprah penyebutan. Yang dimaksud bunga tidak lain sebenarnya adalah kelopak

buah. Karena bentuknya seperti bunga (terlebih jika telah dikeringkan), maka orang menyebutnya bunga Rosella. Padahal, bahan pembuat teh itu lebih tepat disebut kelopak. Kelopak Rosella bisa dikonsumsi dalam bentuk segar maupun dalam bentuk seduhan seperti teh. Di Mexico, bagian selatan California, dan Thailand, kelopak Rosella kering yang dimanfaatkan dengan cara diseduh seperti teh sangat populer dengan sebutan Jamaica, atau aqua de Jamaica. Di Senegal, teh Rosella dikenal dengan nama jus de bissap. Masyarakat Gambia menyebutnya wanjo, zobo, atau tsobo. Di Turki, kelopak Rosella kering yang disajikan dalam bentuk teh disebut Karkade. Kelopak Rosella segar juga dimanfaatkan menjadi berbagai bentuk makanan seperti puding, campuran salad, hingga selai dan sirup. Selain rasanya yang enak, kelopak bunga yang satu ini memang memiliki efek farmakologis yang cukup lengkap seperti diuretik (melancarkan air seni), onthelmintic(membasmi cacing), antibakteri, antiseptik, antiradang, menurunkan panas, meluruhkan dahak, menurunkan tekanan darah, mengurangi kekentalan darah, dan menstimulasi gerak peristaltik usus. Daun, buah, dan bijinya juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, dan pereda nyeri. Kelopak Rosella juga dapat mengatasi panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan jantung, sembelit, mengurangi resiko osteoporosis, dan mencegah kanker darah.

Sumber : http://tehrosela.com/Sejarah_rosela.php =============
Sejarah Ringkas Bunga Rosella Bunga Rosella ada yang mengatakan berasal dari India tetapi ada juga pendapat yang mengatakan Rosella berasal dari Afrika Barat. Bunga Rosella diperkenalkan di Asia tenggara melalui Malaysia sejak lebih dari tiga abad yang lampau. Di Malaysia, Rosella disebut Asam paya, Asam kumbang atau Asam susur. Di India Barat disebut dengan Jamaican sorrel. Di Afrika, biji Rosella dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Di Sudan, Rosella diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan. Di Indonesia sendiri, bunga Rosella baru diperkenalkan sekitar 5 tahun lalu tepatnya di Jawa Timur, dan 2 tahun belakangan produk yang dihasilkan dari bunga Rosella ini sudah mulai banyak masuk ke Sumatera termasuk ke kota Padang dalam bentuk serbuk teh Rosella yang dapat dibeli di apotik maupun cuka bunga rosella yang baru diperkenalkan tahun 2009 ini.

Manfaat Bunga Rosella Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Chung San Medical University di Taiwan, Chau-Jong Wang, baru-baru ini menemukan satu metode baru untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Dimana bunga ini mampu mengurangi jumlah plak yang menempel pada dinding pembuluh darah. Tidak hanya itu, Rosella juga memiliki potensi untuk mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL). Dari penelitian terbukti bahwa kelopak bunga Rosella mempunyai efek anti-hipertensi, kram otot dan anti infeksi-bakteri. Dalam eksperimen ditemukan juga bahwa ekstrak kelopak bunga Rosella mengurangi efek alkohol pada tubuh kita, mencegah pembentukan

batu ginjal, dan memperlambat pertumbuhan jamur/bakteri/parasit penyebab demam tinggi. Kelopak bunga Rosella juga diketahui membantu melancarkan peredaran darah dengan mengurangi derajat kekentalan darah. Ini terjadi karena asam organic, poly-sakarida dan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak kelopak bunga Rosella sebagai Farmakologi. Tidak kalah pentingnya kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga rosella, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, rosella juga mengandung protein dan kalsium. Tumbuhan yang juga dikenal sebagai penghasil serat ini juga dapat diolah menjadi campuran salad, puding, bahkan asinan serta syirup disamping teh Rosella yang sudah sangat terkenal. Sebagai obat tradisional, rosella berkhasiat sebagai antiseptik, aprodisiak, diuretik, pelarut, sedativ, dan tonik.

Sumber : http://rumpunilmu.blogspot.com/2009/04/bunga-rosella-merah.html


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:15321
posted:1/31/2010
language:Indonesian
pages:11