DATANGNYA HILLARY CLINTON KE JAKARTA

Document Sample
DATANGNYA HILLARY CLINTON KE JAKARTA Powered By Docstoc
					DATANGNYA HILLARY CLINTON KE JAKARTA
Tuesday, 17 February 2009 21:02




Oleh: Zaenal A Budiyono




 




   Masuknya Indonesia dan Asia ke dalam daftar negara pertama yang dikunjungi Menteri
Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) merupakan sebuah tradisi baru.

Pasalnya selama ini kunjungan Menlu AS selalu memprioritaskan kawasan Eropa.Ini sekaligus
makin menguatkan image Obama sebagai ikon pembaharu AS. Agenda Clinton di Jakarta akan
difokuskan pada pembangunan hubungan bilateral yang lebih baik dalam komitmen yang
komprehensif antara Indonesia– AS.

Selain itu masalah-masalah regional dan internasional yang menjadi perhatian kedua negara
akan dibahas juga. Irisan kepentingan antara Jakarta-Washington dalam landscape hubungan
internasional terkini cukup signifikan.




Agenda Strategis
Ada beberapa agenda strategis, di antaranya adalah; pertama, dalam pembangunan demokrasi
dan penghargaan hak asasi manusia (HAM). AS dan Indonesia adalah dua negara demokrasi
terbesar di dunia dengan dua kultur yang berbeda.

Pemilihan umum yang akhirnya dimenangkan Obama lalu menjadi acara populer yang
ditunggu-tunggu jutaan penonton televisi di berbagai penjuru dunia. Demokrasi di AS terlihat
sudah berjalan demikian rapi dan dewasa. Sementara itu, Indonesia pasca- Orde Baru terbukti
mampu melakukan konsolidasi demokrasi, mendorong good governance dan penegakan HAM.

Pemilihan umum langsung dan kebebasan pers menjadi indikator komitmen Indonesia dalam
mengawal demokrasi tersebut.Sejumlah apresiasi datang dari berbagai pihak. Seperti medali
demokrasi dari International Association of Political Consultant (IAPC).

Lalu juga pada 2005, Freedom House melaporkan bahwa Indonesia sebagai negeri Muslim
terbesar yang patut dijadikan model bagi negara-negara muslim lainnya.Indonesia termasuk ke
dalam kategori negeri bebas (free), sejajar dengan negara-negara maju di dunia Barat.

Terakhir,Desember tahun lalu, Indonesia menggelar Bali Democracy Forum (BDF), yang diikuti
31 negara dari Asia dan Australia. Kedua, membangun dialog antara Barat dan dunia
Islam.Saat wawancara televisi di Al-Arabiya, Obama mengakui bahwa terkadang AS membuat
kesalahan, termasuk dalam kebijakan luar negerinya.



                                                                                        1/3
DATANGNYA HILLARY CLINTON KE JAKARTA
Tuesday, 17 February 2009 21:02




Untuk itu ia menegaskan bahwa negara paman sam tersebut bukanlah musuh bagi dunia
Islam.Sebaliknya,AS ingin menuju era baru hubungan Barat-Islam atas dasar saling
menghormati.Untuk menuju ke sana, ada indikasi AS memilih Indonesia sebagai pintu masuk
dalam upaya membuka dialog yang lebih luas ke negara-negara Islam.

Kebijakan George W Bush yang memilih jalan kekerasan di Irak, Palestina dan Afghanistan
mendapat respons negatif dari komunitas muslim dunia. AS seolah menjadi musuh bersama
(public enemy). Keberpihakan AS kepada Israel juga membuat dunia mengecam dan marah.

Kampanye demokrasi di Irak pasca Saddam Hussein juga tak seindah yang digembar-
gemborkan Bush. Sementara aksi ”perang melawan terorisme” di Afghanistan nyatanya juga
tak membuahkan hasil nyata.Osama bin Laden hingga kini tak terjamah.Inikah bukti nyata
kegagalan kebijakan luar negeri AS di Timur Tengah dan dunia Islam? Ketiga, upaya bersama
mengatasi isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Indonesia mempunyai peran yang cukup besar dalam isu ini dengan digelarnya United Nations
Climate Change Conference (UNCCC) Desember 2007, di Bali yang diikuti 189 negara dan
menyepakati Bali Roadmap. Kesepakatan itu merupakan langkah-langkah yang harus
dilakukan oleh semua negara menuju konferensi PBB tentang perubahan iklim global yang
akan diselenggarakan di Kopenhagen, Denmark, 2009.

Selanjutnya, hasil dari konferensi di Kopenhagentersebutakandiratifikasi oleh negara-negara di
dunia untuk menggantikan Kyoto Protocol yang akan berakhir pada tahun 2012. Keikutsertaan
AS dalam Bali Roadmap memberikan sinyal positif bagi keberhasilan menyatukan seluruh
bangsa dalam satu aksi bersama untuk menyelamatkan bumi.

Seperti yang kita ketahui, AS ialah negara emiten karbon dan negara industri yang sangat
besar. Jika tanpa keikutsertaan AS dalam Bali Roadmap, upaya penyelamatan bumi tidak akan
maksimal.Awalnya AS dalam sempat menolak Bali Roadmap forum tersebut, namun akhirnya
setuju setelah Presiden SBY dan Sekjen PBB,Ban Kimoon mengawal jalannya sidang. Pada
era Obama sekarang ini, Indonesia- AS dapat bekerja sama dalam mengawal Bali Roadmap
agar sesuai target yang diinginkan jelang konferensi Kopenhagen.

Penguatan Peran
Dalam spektrum diplomasi yang lebih luas, dapat disimpulkan bahwa kunjungan Clinton kali ini
seolah menjadi penegasan dari posisi Indonesia yang makin penting di panggung dunia.
Indonesia semakin didengar di forum-forum internasional, bahkan, kita adalah satu dari sedikit
negara yang diundang dalam G-20.

Indikasi lain, kalau kita pantau minggu-minggu ini, banyak sekali kunjungan menlu negara asing
ke Indonesia,mulai dari Menlu Thailand, Uzbekistan dan Solomon yang masih dijadwalkan.Ini
dapat diartikan bahwa peran Indonesia makin diakui di regional dan internasional.

Lompatan besar ini dipengaruhi oleh setidaknya dua faktor, pertama, kemajuan dan prestasi
Indonesia mendapat apresiasi dari masyarakat dunia. Kedua, terjadinya perubahan-perubahan
setelah berakhirnya pengotak-ngotakan dunia atas dua blok, Barat dan Timur, dan sejalan



                                                                                          2/3
DATANGNYA HILLARY CLINTON KE JAKARTA
Tuesday, 17 February 2009 21:02




dengan itu menguatnya multilateralisme.

Bukti dari kemajuan diplomasi itu adalah terpilihnya Indonesia pada sembilan organ-organ
penting di PBB dan organisasi internasional lainnya. Pada organ-organ penting itu Indonesia
terpilih dengan rata-rata angka dukungan sangat tinggi, sekitar 165 dari 192 anggota PBB.
Bahkan Indonesia juga dipercaya masuk ke dalam Dewan HAM PBB dan Dewan Keamanan
(DK).

Sesuatu yang di masa lalu sangat mustahil,mengingat rekam jejak kita yang dianggap sebagai
negara pelanggar HAM.Bahkan pada November 2007 lalu, Indonesia memimpinSidangDKPBB,
menggantikan Prancis. Besarnya dukungan masyarakat internasional itu merupakan
penegasan kembalinya Indonesia ke ”orbit” negara-negara strategis di dunia.

Sebuah ungkapan yang eksplisit dikatakan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa
Indonesia saat ini merupakan negara paling dinamis dan penting di Asia Pasifik. Kini kita patut
menunggu apakah setelah Clinton ke Jakarta, Presiden Obama juga akan datang. Kedatangan
Obama akan menegaskan pentingnya posisi Indonesia di mata AS dan dunia, khususnya
dalam mendorong tiga isu di atas.(*)




Penulis: Analis Politik di Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial




Sumber: Harian Seputar Indonesia, Selasa 17 Februari 2009




                                                                                          3/3