Laporan Praktek Lapangan
Description
MAKALAH LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN FAKULTAS EKONOMI
Shared by: ayuwiz
-
Stats
- views:
- 7133
- posted:
- 1/26/2010
- language:
- Indonesian
- pages:
- 7
Document Sample


KATA PENGANTAR ASSALAMU ALAIKUM WR WB Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kesempatan dan kekuatan kepada penulis dalam upaya menyelenggarakan dan menyelesaikan laporan praktek lapangan pada dinas kependudukan dan catatan sipil kota ba-bau walaupun dengan sedikit hambatan. Salam serta shalawat senantiasa tercurah kepada nabi junjungan kita, nabi muhamad SAW yang atas berkat bimbingan dan usaha beliau sehingga dapat membawa kita kealam kebahagiaan seperti yang kita rasakan sekarang ini. Pada dasarnya laporan praktek lapangan ini, jauh dari kesempurnaan namun penulis tetap optimis dan berusaha untuk menyajikannya dengan sebaik-baiknya walaupun dengan berbagai tantangan yang dihadapi. Kemudian ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya Penulis sampaikan kepada : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Suhufan S.Ag Sekretaris Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Maktubu, S.Sos Kabid Bina Pendaftaran La Ode MUslimin Hibali, SE. M.Si Supervisor Siak Rusli La Marae Dekan Fakultas Ekonomi Rafiuddin SE. M.Si Ibu Wa Ode Nur Ainun, SE. M.Si dan Bapak Drs. La muma La Suna, MM selaku Dosen Pembina mata kuliah 7. Serta teman-teman mahasiswa yang sudah banyak membantu hingga selesainya tulisan ini. Akhirnya, tiada kata yang terindah selain Alhamdulillah hirrabbil alamin, dan semoga bermanfaat. Bau-bau, Januari 2010 Penulis Andi Ayu rahmawati DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Kegunaan Penelitian BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. B. C. D. E. Pengertian Manajemen Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Pentingnya Pengembangan Dan Pelatihan Penilaian Kebutuhan Pelatihan (Assending Training Needs) BAB III GAMBARAN UMUM A. B. Pembagian Urusan Pemerintah Tentang Kependudukan Dan Catatan Sipil Struktur Organisasi Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil BAB IV PEMBAHASAN A. B. C. D. Penerapan Fungsi Manajerial Manajemen Sdm Pada Dinas Kependudukaan Dan Capil Kota Bau-Bau Program Pelatihan Siak Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Bau-Bau Identifikasi Kebutuhan Pelatihan Pengelola Siak Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Penentuan Kebutuhan Pelatihan Pengelola Siak Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil BAB V PENUTUP A. B. Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manajemen pada umumnya, dapat dikatakan sebagai ilmu dan seni dalam menggerakkan orang-orang dalam hal ini orang yang berada di dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi satu sama lain demi mencapai suatu tujuan tertentu di dalam sebuah organisasi. Manajemen dikatakan sebagai suatu ilmu, artinya bahwa teori manajemen dapat diajarkan kepada siapapun objektif serta sistematis sedangkan Manajemen sebagai suatu seni terletak pada bagaimana mengaplikasikan fungsi-fungsi pada teori manajemen. Banyak diantara para pakar manajemen di dunia yang mengemukakan pengertian dan fungsi-fungsi Manajemen. Beberapa pakar tersebut antara lain menurut Gr Tery, fungsi manajemen dibedakan menjadi empat fungsi utama yakni perencanan, Pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan serta masih banyak pakar lainnya yang mengemukakan tentang fungsi-fungsi manajemen ini. Fungsi-fungsi manajemen aplikasinya hanya dilakukan secara utuh melalui sebuah organiasasi, mengapa demikian? Hal ini sangat berkaitan erat dengan bagaimana mengatur mengarahkan dan mengawasi seluruh orang-orang yang ada di dalam suat organisasi sehingga seluruh orang yang ada di dalam suatu organisasi dapat bekerjasama dalam meraih tujuan tertentu yang telah disepakati sebelumnya yakni demi meraih Maksimisasi Profit. Pada manajemen perusahaan terdapat empat divisi penting yang saling terintegrasi dalam artian saling tersistem, artinya bahwa satu sama lain saling membutuhkan apabila satu terganggu maka akan terganggu seluruh system yang ada di dalam perusahaan. Fungsi-fungsi tersebut yakni divisi keuangan, divisi operasioanal, divisi marketing serta divisi HRD. Pada program study manajeman perusahaan, fakultas ekonomi universitas dayanu ikhsanuddin bau-bau, ke-4 fungsi ini digunakan sebagai batu loncatan bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah konsentrasi, karena pada dasarnya masing-masing mahasiswa mempelajari teorinya selama 2 semester hingga habis mata kuliah yang diambil pada semester genap maupun semester ganjil. Pada semester ganjil dalam hal ini khusus bagi mahasiswa semester 7 yang telah melakukan praktek lapang wajib membuat laporan hasil praktek lapang sesuai dengan konsentrasi yang siambil pada paket keahlian manajerial pada program studi manajemen Perusahaan Fakultas Ekonomi Unidayan. Sementara itu, Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Bau-bau merupakan salah satu Dinas yang bergerak dibidang Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman No. (Eks Rumah Umum Daerah Kota Bau-Bau). Keberhasilan instansi ini sangat dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia yang dimiliki dalam melaksanakan seluruh kegiatan operasionalnya. Sumber daya tersebut disamping para kepala bidang dan kepala sub bidang serta staf, dinas juga memiliki sumber daya manusia yang di didik professional dalam mengelola SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) yang lebih dikenal dengan Operator Siak. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis mengangkat sebuah judul laporan praktek lapang yakni, PENENTUAN KEBUTUHAN PELATIHAN PENGELOLA SIAK PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KOTA BAU-BAU. B. Rumusan Masalah Pengamatan lapangan yang dilakukan pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Bau-Bau, maka penulis mengajukan masalah pokok dalam penulisan ini adalah: bagaiman penentuan kebutuhan pelatihan pengelola siak pada Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Bau-Bau. C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penentuan kebutuhan pelatihan pengelola siak pada dinas Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Bau-Bau. D. Kegunaan Penelitian Diharapkan dari praktek lapang ini, maka akan menghasilkan penelitian yang dapat berguna bagi semua pihak, yaitu: a. Sebagai bahan masukan bagi kepala Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil dalam menentukan kebijakan. b. Sebagai acuan tambahan bagi peneliti-peneliti lain yang akan melakukan penelitian dan mengambil objek yang sama. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Manajemen Manajemen adalah Ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan Sumber daya dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu (Malayu Hasibuan). Pada dasarnya manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Dedngan manajemen, maka daya guna dan hasil guna, unsur-unsur manajemen dapat ditingkatkan. Adapaun unsur-unsur manajemen terdiri dari Man, Money, Methode, Materialsdan Market. Maka secara otomatis timbul pertanyaan apa sebenarnya yang di menej, mengapa harus dimenej, siapa yang memenej, dan bagaimana memenej itu semua? Maka secara otomatis kita dapat menjawabnya: 1. 2. 3. 4. 5. yang dimenej adalah semua unsur manajemen Tujuannya agar lebih berhasil guna dan berdaya guna Agar dapat membawa manfaat yang optimal Yang mengatur adalah pemimipin Melakukannya dengan melakukan kegiatan urutan fungsi-fungsi manajemen Dengan demikian urutan fungsi-fungsi manajemen tersebut dapat digambarkan pada table perbandingan fungsi-fungsi manajemen oleh beberapa ahli: Gr Tery Planning Organizing Actuating Controlling Hendry Fayol Planning Organizing Commanding Coordinating Controlling John f Mee Planning Organizing Motivating Controlling HAROLD Konts Cryl O’ donel Planning Organizing Staffing Directing Controlling Luis a Allen Leading Planning Organizing Controlling Drs P Siagian Planning Organizing Motivatin Controlling Evaluation Mc Namara Planning Programming Budgeting System Prof. Drs. Oey Liang Lee Perencanaan Pengorganisasian Pengarahan Pengkoordinasian pengontrolan B. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang daaaari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian. Proses ini terdapat dalam fungsi-fungsi produksi, pemasaran, keuangan maupun kepegawaian. Karena sumber daya manusia (SDM) dianggap semakin penting peranannya dalam pencapaian tujuan perusahaan, maka berbagai pengalaman dan hasil penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan secara sistematis dalam kajian Manajemen Sumber Daya Manusia. Istilah “manajemen” mempunyaio arti sebagai kumpulan tentang bagaimana memanage (mengelola) sumber daya manusia itu sendiri (Veitzal Rivai, 2003:1). Menurut Garry Dessler (2003 : 2) manajemen sumber daya manusia adalah kebijakan dan praktek yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menjalankan aspek “orang” atau sumber daya manusia dari posisi seorang manajer meliputi perkrutan, penyaringan, pelatihan, pengimbalan dan penilaian. Selanjutnya menurut Malayu S.P. hasibuan (2005 : 10) manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. C. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Veitzal Rivai, fungsi manajerial manajemen sumber daya manusia meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian. 1. Perencanaan Perencanaan (Human Resources Planning) adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu ter wujudnya tujuan. Perencanaan dilakukan dengan menetapkan program kepegawaian. Program kepegawaian meliputi pengorganisasian, pengendalian, pengembangan dan pelatihan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan dan pemberhentian karyawan. Program kepegawaian yang baik akan membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. 2. Pengorganisasian Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasi dengan bagian organisasi (organizational chart). Organisasi hanya alat untuk mencapai tujuan. Dengan organisasi yang baik akan membantu terwujudnya tujuan yang efektif. 3. Pengarahan Pengarahan (directing) kegiatan untuk mengarahkan karyawan agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dan efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Pengarahan dilakukan pimpinan dengan menugaskan bawahan agar mengerjakan tugasnya dengan baik. 4. Pengendalian Pengendalian (controlling) adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan agar mau mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai rencana. Apabila terdapat penyimpangan atau kesalahan, akan dilakukan tindakan perbaikan dan penyempurnaan rencana. Pengendalian karyawan meliputi kehadiran, kedisiplinan, perilaku, kerja sama, pelaksanaan pekerjaan, dan menjaga situasi lingkungan. D. Pentingnya Pengembangan Dan Pelatihan Veitzal Rivai (2003:226) mengemukakan pelatihan adalah proses secara sistematis mengubah tingkah laku pegawai untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan berkaitan dengan keahlian dan kemampuan pegawai untuk melaksanakan pekerjaan saat ini. Pelatihan memiliki orientasi saat ini dan membantu pegawai untuk mencapai keahlian dan kemampuan tertentu agar berhasil dalam melaksanakan pekerjaannya. Kemudian Gary Dessler (2003:63) mengemukakan bahwa pelatihan adalah proses mengajarkan karyawan baru atau karyaan yang ada sekarang keterampilan dasaar yang mereka butuhkan untuk menjalankan pekerjaan mereka. Sementara pengembangan (development) adalah suaatu usaha untuk meningkatkan kemampuan tekhnis teoritis konsptual dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan latihan (Malayu Hasibuan, 2005:69). E. Penilaian Kebutuhan Pelatihan (assessing Trining Needs) Adalah lebih sulit untuk menilai kebutuhan-kebutuhan pelatihan bagi para pekerja yang ada, dari pada mengorientasikan para pegawai yang baru. Dari satu segi kedua-duanya adalah sama. Tujuan menentukan kebutuhan pelatihan ini adalah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan guna mengetahui dan menentukan apakah perlu tidaknya pelatihan dalam organisasi. Jika pelatihan tersebut perlu, maka pengetahuan khusus yang bagaimana, kemampuan-kemapuan yang seperti apa, kecakapan-kecakapan jenis apa, dan karakteristik-karakteristik lainnya yang bagaimana yang harus diberikan kepada para peserta selama pelatihan tersebut dilaksanakan. Semua informasi yang berkisar pada hal-hal tersebut akan diperoleh melalui analisis pada level organisasi, level pekerjaan dan level individu. Dengan kata lain pada tahap ini, terdapat tiga macam kebutuhan akan pelatihan yakni: 1. General Treatment Need, yaitu penilaian kebutuhan pelatihan bagi semua pegawai dalam suatu klasifikasi pekerjaan tanpa memperhatikan data mengenai kinerja dari seorang pegawai tertentu. Misalnya semua supervisor yang baru diangkat diharuskan untuk mengikuti pelatihan dalam metode-metode supervise atau misalnya para pegawai yang kerjanya secara intensif berhubungan langsung dengan publuk diharuskan untuk mengikuti pelatihan komunikasi. 2. Observable Performance Discreapancies yaitu jenis penilaian kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada hasil pengamatan terhadap berbagai permasalahan, wawancara, daftar pertanyaan dan evaluasi/penilaiankinerja dan dengan cara meminta para pekerja untuk mengawasi (to keeptrack) sendiri hasil kerjanya. Permasalahan seperti tidak dipatuhinya standar pelaksanaan kerja, beberapa penilaian yang rendah atas laporan evaluasi, tingginya tingkat pergantian, penggunaan banyak metode untuk melaksanakan pekerjaan yang sama batas waktunya tidak dipenuhi, dll. 3. Future Human Resources Needs, jenis keperluan pelatiha ini tidak berkaitan dengan ketidak sesuaian kinerja tetapi lebih berkaitan dengan keperluan sumber daya manusia untuk waktu yang akan datang misalnya pelatihan para pegawai yang ada bagi pengguna mikro computer jadi pelatihan sejenis ini tidak didasarkan pada ketidaksesuaian kinerja tetapi lebih berkaitan dengan sumber daya manusia untuk waktu yang akan datang. Misalnya pelatihan para pegawai yang ada bagi pengguna mikro komputer. Jadi pelatihan jenis ini tidak didasarkan pada ketidaksesuaian kinerja, tetapi lebih sebagai antisipasi kemungkinan ketidak sesuaian diwaktu yang akan datang karena adanya perubahan-perubahan dalam misi dan kemajuan teknologi yang harus diantisipasi dengan latihan-latihan.
Related docs
Get documents about "