Docstoc

Proposal Analisis Positioning Teh Botol Sosro

Document Sample
Proposal Analisis Positioning Teh Botol Sosro Powered By Docstoc
					BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pada masa kemajuan teknologi dan persaingan pasar yang sangat kompetitif ini, setiap pelaku bisnis yang ingin memenangkan persaingan harus memberikan perhatian pada penerapan strategi pemasaran yang tepat dan pemahaman yang terjadi di lingkungan pemasaran. Konsumen adalah salah satu pelaku dalam lingkungan pemasaran. Perusahaan harus memperhatikan, memahami dan menanggapi dengan cepat perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen untuk dapat menjadi pemenang dalam persaingan yang ketat tersebut. Memilih pasar sasaran dan melayaninya dengan baik, perusahaan harus menerapkan pasar sasaran karena pemasaran sasaran sangat membantu perusahaan dalam menentukan peluang pemasarannya. Pemasaran sasaran mengharuskan pemasar melakukan tiga langkah utama yaitu : segmentasi pasar guna mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin meminta produk, penerapan pasar sasaran untuk memilih satu atau lebih segmen pasar yang dimasuki, juga penetapan posisi pasar dengan maksud membentuk dan mengkomunikasikan manfaat utama yang membedakan produk dalam pasar. Pemasaran sasaran dapat membidik satu atau lebih segmen, kemudian memposisikan produknya bedasarkan keunggulan dan perbedaan yang dimiliki produk tersebut. Tersedianya berbagai pilihan produk sejenis yang masing-masing menawarkan keunggulannya, menyebabkan konsumen menjadi semakin kritis dalam mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhannya. Sukses tidaknya penawaran sebuah produk pada pasar sasaran yang dipilih tergantung pada seberapa baik produk tersebut diposisikan dalam pasar. Dalam melakukan positioning, manfaat-manfaat utama atau keunggulan yang dimiliki produk harus dikomunikasikan secara tepat pada pasar sasaran.

Pesaing terdekat perusahaan adalah perusahaan lain yang mengejar pasar sasaran yang sama dengan menerapkan strategi yang sama pula. Konsumen hanya mengingat pesan yang menyampaikan bahwa produk memiliki keunggulan yang berbeda dari pesaingnya dan bahwa keunggulan produk tersebut dapat membangun kebutuhan konsumen. Keunggulan tersebut bisa membangun persepsi yang positif dan sesuai yang diinginkan oleh perusahaan. Suatu produk diciptakan sebaik mungkin untuk menghasilkan ideal brand sesuai dengan kebutuhan konsumen. Produk memiliki atributatribut yang dapat menciptakan image yang baik. PT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang agroindustri yang memproduksi berbagai macam produk dengan menggunakan pucuk daun teh sebagai salah satu bahan baku utamanya, dimana salah satu produknya adalah Teh Botol Sosro. Teh Botol Sosro merupakan produk teh siap minum pertama di Indonesia yang dikemas dalam botol dan telah dikenal oleh masyarakat luas. Sebagaimana ter dari survei SWA kali ini – dengan survey terhadap sekitar 50 praktisi senior dan pakar pemasaran – Bisnis Indonesia terdapat beberapa merek yang sudah bisa disebut merek legendaris. Berdasarkan survei, 10 merek paling legendaris di Indonesia itu berturut-turut ialah Teh Botol Sosro, Indomie, Dji Sam Soe, Bango, Kijang, Gudang Garam, Aqua, Kompas, Sariayu, dan Citra (lihat: Tabel 1.1).

Tabel 1.1 10 Merek Paling Legendaris Di Indonesia (Agustus 2008) Ranking 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Merek Teh Botol Sosro Indomie Dji Sam Soe Bango Kijang Gudang Garam Aqua Kompas Sariayu Citra Produk Kategori Teh Kemasan Mie Instan Rokok Kretek Kecap Kendaraan Rokok Kretek Air Mineral Media Cetak Kosmetik Kosmetik

(Swa Sembada: 2008)

Persaingan yang begitu ketat terlihat dari banyaknya teh dalam kemasan botol yang beredar di pasaran. Berdasarkan data pada PT. Sinar Sosro terdapat tujuh merek teh dalam kemasan botol yang beredar di Indonesia, yaitu Teh Botol Sosro, Fruit Tea, TEBS, S-tee, Frestea, Tekita, dan Indo Teh. Dari beberapa merek tersebut, yang menjadi pesaing Teh Botol Sosro adalah Frestea,Tekita, dan Indo Teh.. Pesaing Sosro kini bukan hanya terbatas pada kategori minuman teh dalam kemasan saja, melainkan melebar ke industri minuman secara umum. Pembagian pasar untuk kategori besar industri minuman, yaitu air mineral (40%), teh (30%), minuman ringan berkarbonasi (20%), dan minuman lainnya seperti jus (10%). Pasar di ketiga kategori besar industri minuman ini ternyata dikuasai oleh para pemain basar, dimana pada kategori air mineral, Aqua menguasai pasar sekitar 50%; pada kategori teh, Teh Botol Sosro menguasai pasar sekitar 90%; dan untuk kategori minuman ringan berkarbonasi, Coca-Cola menguasai pasar sekitar 90%. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari segi volume penjualan, Teh Botol Sosro telah mampu melampaui multinasional Coca-Cola yang sudah terlebih dahulu mendistribusikan produknya di Indonesia, yaitu sejak 1930 (Djatmiko, 2005: 31). Berdasarkan informasi dari PT. Sinar Sosro Kantor Penjualan Wilayah Bali dan Nusa Tenggara tahun 2003, untuk penjualan di Bali, merek Teh Botol Sosro masih menguasai pangsa pasar, yaitu lebih dari 75%. Dengan demikian PT. Sinar Sosro juga termasuk perusahaan yang mampu mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya

1.2 Identifikasi Masalah

PT. Sinar Sosro pada saat ini dihadapkan pada berbagai saingan produk minuman ringan ( teh) yang tidak hanya dari pesaing lokal (Indonesia), namun juga pesaing

asing yang dapat memungkinkan pelanggan untuk beralih ke merek tersebut, terlebih lagi jika merek tersebut membuat suatu perubahan dan menawarkan karakteristik produk yang lebih unggul dari berbagai sudut atributnya. Persaingan berbagai merek teh dalam kemasan botol membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam merancang strategi pemasarannya. Salah satu cara agar dapat merebut pangsa pasar adalah dengan memposisikan produknya lebih baik dari pada pesaing dalam benak konsumen.

Perusahaan akan berhasil memperoleh pelanggan dalam jumlah yang banyak apabila dinilai memiliki citra baik dalam benak konsumen. Terciptanya citra baik dalam benak konsumen akan menumbuhkan kepuasan pelanggan yang dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya hubungan antara perusahaan dan konsumen menjadi harmonis, memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang, membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut yang menguntungkan perusahaan dan terciptanya loyalitas pelanggan. (Tjiptono, 1997: 24) Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan masalah, yaitu Bagaimana Penentuan Posisi (Positioning) Produk Teh Botol Sosro dalam benak konsumen ?


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:7440
posted:1/23/2010
language:Indonesian
pages:4