RANGKUL SAYA PAK by jumanb

VIEWS: 31 PAGES: 2

More Info
									RANGKUL SAYA PAK... Oleh: Jum’an Banyak rangkaian peristiwa dalam hidup ini yang kita lewatkan begitu saja. Tanpa kita renungkan kesan dan pesannya. Tidak kita baca maknanya dan tidak pernah kita beri arti. Seperti dagang yang terus menerus merugi, sulit bertemu pria atau gadis idaman ataupun memperoleh keberuntungan yang tak disangkasangka. Kalau mimpi yang khayal kita cari-cari takwilnya, kenapa peristiwaperistiwa yang nyata tidak kita rangkai dan coba membaca artinya. Kalau rangkain peristiwa yang saya alami pada hari Senin awal bulan ini tidak saya beri arti, hari itu pasti sudah berlalu sebagai salah satu hari sial belaka. Pada saat meeting mingguan baru dimulai, pandangan saya terasa kabur, kepala terasa seperti berputar dan rasa badan tidak jelas disertai keringat dingin. Tanpa minta izin, saya keluar ruangan dan kembali kemeja kerja sambil mengajak seorang office-boy untuk menemani. Takut kalau-kalau pingsan tidak ketahuan. Seperempat jam kaki dan tengkuk saya dipijatnya tetapi kesadaran saya tidak bertambah fokus bahkan mulai timbul rasa gelisah dan panik. Saya minta tolong dipanggilkan seorang sopir yang tahu rumah saya untuk mengantarkan pulang. Dengan sempoyongan saya pegang tangan sopir itu berjalan menuju kemobil. Dia berkata: ”Rangkul saya Pak”, maksudnya agar saya merangkulnya dan tidak terjatuh. Benar sekali. Dengan merangkulnya saya berjalan lebih stabil dipapah dan direbahkan di jok belakang. Diperjalanan, sementara saya mengatur nafas agar tidak pingsan (begitu harapan saya), sambil mengemudi dia menguhubungi rumah untuk menyampaikan bahwa saya sakit dan sedang dibawa pulang. Sesampai disana sudah siap mba Yati yang dalam waktu satu jam memulihkan kebugaran saya dengan mengurut kaki, punggung dan pundak saya. ” Bapak kurang tidur dan tidak sarapan ya pak”. Mbak Yati adalah tukang urut dari Kebon Pala yang dipercayai punya healing-power turunan dari ibu dan neneknya. Tebakannya tepat, penyembuhannya instan. Sayapun kembali utuh seperti saya yang kemarin-kemarin. Dalam organization chart perusahaan, kotak nama saya terletak agak diatas. Maklum sudah tahunan ”mengabdi”. Office-boy, sopir, mana ada kotaknya. Mereka ada dikelompok paling bawah. Gaji sayapun berlipat-lipat dari mereka. Dan mba Yati, dia mengontrak rumah bedeng di gang kecil. Entah kapan bisa punya rumah sendiri. Tetapi hari ini, merekalah juru selamat saya. Merekalah yang mengurus, menuntun dan memapah serta menghilangkan penderitaan saya. Tanpa lewat tangan mereka mungkin saya sudah terkapar pingsan atau bahkan bablas tewas. Hari ini saya memperoleh pelajaran bahwa kita membutuhkan ”mereka” yang tidak punya tempat dalam bagan organisasi dan tidak punya rumah hak milik.

Kelak kita : saya dan anda, juga akan diurus oleh para penggali kubur yang ratarata miskin. ”Rangkul saya Pak..” Ya kita harus merangkul mereka. Dengan tulus dan ikhlas.


								
To top