Pengertian Teori Akuntansi

Document Sample
Pengertian Teori Akuntansi Powered By Docstoc
					Disusun oleh: Retno Wulan Sari 06403241013 Ratna Pancawati 06403241017 Fitriyah 06403241018 Anisa Rahmansari 06403241048 Tanti Nurhidayah 06403241051

Pend. Akuntansi - UNY





Theory is a torch that casts upon practice the illumination of principles. Teori merupakan obor yang menerangi praktek dengan prinsip-prinsip yang masuk akal. (Allan W. Wright, 1984) Di balik praktik akuntansi sebenarnya terdapat seperangkat gagasan-gagasan yang melandasi praktik tersebut berupa asumsi-asumsi dasar, konsep-konsep, penjelasan, deskripsi, dan penalaran yang keseluruhannya membentuk bidang pengetahuan teori akuntansi. Teori akuntansi menjelaskan mengapa praktek akuntansi berjalan seperti yang diamati sekarang. Teori akuntansi membahas perlakuanperlakuan dan model-model alternatif yang dapat menjadi jawaban atas masalah-masalah yang dihadapi dalam praktek.





Teori akuntansi merupakan bagian penting dari praktek. Pemahamannya oleh praktisi dan penyusun standar akan sangat mendorong pengembangan serta perbaikan menuju praktek yang sehat. Teori akuntansi menjadi landasan untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi secara beralasan atau bernalaryang secara etis dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Kalau masalah akuntansi dipecahkan sematamata atas alasan pragmatik atau taktik cerdik, dapat dipastikan bahwa hasilnya tidak akan memadai dan tidak akan menuju ke praktik yang sehat.





Kebutuhan untuk menjelaskan (to explain) dan membenarkan (to justify) praktek dan fenomena akuntansi yang berjalan telah menumbuhkan berbagai gagasan akademik, teori, dan riset ilmiah di bidang akuntansi yang dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperbaiki praktek akuntansi. Pengetahuan teknis akuntansi tetap merupakan pengetahuan dasar yang diajarkan kepada dan harus dikuasai oleh peserta didik di perguruan tinggi. Pengetahuan yang sama bahkan dapat ditawarkan dan diajarkan oleh lembaga-lembaga kursus keterampilan yang menekankan aspek teknis. Sebagai agen pengembangan dan perubahan, perguruan tinggi diharapkan lebih banyak berperan dalam pengembangan akuntansi. Pendidikan dan pengajaran akuntansi tidak hanya membatasi pada apa yang nyatanya dipraktekkan (aspek teknis) tetapi juga memasukkan alternativealternatif dan penalarannya sehingga peserta didik nantinya dapat menerapkan gagasan alternative yang menuju ke perbaikan praktis.

Mengamati praktisi dan mengidentifikasi apa yang dipraktekkan.

Lulusan mempraktekkan apa yang nyatanya dipraktekkan.

Mengkodifikasi apa yang dipraktekkan sebagai pengetahuan

Mengajarkan apa yang nyatanya dipraktekkan.



 

Dalam kenyataannya, proses pengajaran yang ideal ini tidak selalu dapat terlaksana karena berbagai factor. Gambar di atas menggambarkan keadaan yang menggambarkan proses pengajaran yang bersifat menguatkan praktek tetapi tidak akan mengembangkan praktek . Proses seperti dilukiskan dalam gambar di atas, jelas akan menghambat perubahan yang menuju ke perbaikan. Sterling menegaskan bahwa hubungan antara praktek dan pendidikan adalah harmonis tetapi antara pendidikan-praktek dan riset adalah terisolasi. Pendidik akuntansi hanya mengajarkan apa yang nyatanya dipraktekkan karena kecenderungan mereka untuk menyiapkan peserta didik agar segera memperoleh pekerjaan. Masukan yang digunakan dalam pengajaran akuntansi hanyalah praktek yang nyatanya dipraktekkan dan bukan gagasan-gagasan alternative hasil pemikiran akademik. Pengajar cenderung untuk menghindari konflik antara apa yang nyatanya dipraktekkan dan apa yang seharusnya dipraktekkan.

RISET

Teori deskriptif

Masalah praktis idea

solusi

Aturan dan praktek PENGAJARAN Pengetahuan profesional PRAKTEK



Praktek akuntansi akan mengalami perkembangan yang pesat dan memuaskan apabila terjadi interaksi yang baik antara ketiga aspek di atas. Aliran yang berlawanan dengan arah jarum jam (aliran luar) menunjukkan kontribusi riset terhadap pengajaran/pendidikan yang pada gilirannya pengajaran menambah pengetahuan professional untuk meningkatkan kualitas praktek. Aliran panah searah jarum jam (aliran dalam) menunjukkan kemampuan pengajar untuk mengevaluasi apa yang nyatanya dipraktekkan dan apa yang secara normative atau ideal harus dipraktekkan sehingga timbul gagasan-gagasan baru untuk pengembangan praktek. Gagasan-gagasan baru ini harus merupakan bahan penelitian dan pembahasan di tingkat akademik sehingga dihasilkan praktek-praktek alternative yang dapat menjadi solusi bila ditemukan masalah dalam praktek atau bila solusi tersebut lebih baik daripada apa yang nyatanya dipraktekkan.





Sebagai seperangkat pengetahuan, akuntansi dapat didefinisikan sebagai: seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan Negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) infoormasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik. Dalam arti sempit, sebagai proses, fungsi atau praktik, akuntansi dapat didefinisi sebagai: proses pengidentifikasian, pengesahan, pengukuran, pengakuan, pengklasifikasian, penggabungan, peringkasan dan penyajian data keuangan dasar (bahan olah akuntansi) yang terjadi dari kejadian-kejadian, transaksi-transaksi, atau kegiatan operasi suatu unit organisasi dengan cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang relefan untuk pihak-pihak yang berkepentingan.





Kalau akuntansi disebut sebagai seni maka yang dimaksud adalah cara menerapkannya bukan sifatnya sebagai seperangkat pengetahuan. Seperangkat pengetahuan akuntansi yang kita pahami dewasa ini tidak dapat dikatakan sebagai sains. Tujuan akuntansi adalah menghasilkan atau menemukan prinsip-prinsip umum untuk menjustifikasi kebijakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu (tujuan pelaporan keuangan) bukan untuk mendapatkan kebenaran penjelasan (teori). Meskipun akuntansi bukan merupakan sains, tetapi bukan berarti akuntansi tidak ilmiah, pendekatan atau sikap ilmiah tetap dapat diterapkan karena sikap tersebut dapat memberikan keyakinan yang tinggi terhadap apa yang dihasilkan akuntansi.





Sudibyo menjelaskan bahwa dengan mengenali karakteristik akuntansi, seperangkat pengetahuan akuntansi sebenarnya lebih merupakan suatu teknologi ( paling tidak teknologi lunak) dan oleh karenanya harus dikembangkan sesuai dengan sifat teknologi tersebut agar lebih bermanfaat dan mempunyai pengaruh nyata dalam kehidupan social tertentu. Karena akuntansi masuk dalam bidang pengetahuan teknologi, akuntansi dapat di definisi sebagai: rekayasa informasi dan pengendalian keuangan. Sebagai teknologi, akuntansi dapat memanfaatkan teori-teori dan pengetahuan yang dikembangkan dalam disiplin ilmu yang lain untuk mencapai tujuan tertentu tanpa harus mengembangkan teori tersendiri.





Perekayasaan adalah proses terencana dan sistematis yang melibatkan pemikiran, penalaran, dan pertimbangan untuk memilih dan menentukan teori, pengetahuan yang tersedia, konsep, metoda, teknik, serta pendekatan untuk menghasilkan suatu produk. Pelaporan keuangan adalah struktur dan proses tentang bagaimana informasi keuangan untuk semua unit usaha dan pemerintahan harus disediakan dan dilaporkan dalam suatu negara untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomik.



Tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi. Menjelaskan berarti menganalisis dan memberi alasan mengapa fenomena dan fakta seperti yang diamati. Memprediksi berarti memberi keyakinan bahwa kalau asumsi-asumsi atau syarat-syarat yang diteorikan dipenuhi besar kemungkinan suatu fenomena atau fakta. Jadi, teori akuntansi berisi semua analisis dan komponen-komponennya yang menjadi sumber acuan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala atau peristiwa dalam akuntansi. Apa yang dibahas dan dinilai teori ini harus memenuhi kriteria sains yaitu bebas nilai, koheren, universal, dan dapat diuji secara empiris.



Penalaran logis berisi asumsi, dasar pikiran, konsep, dan argument yang saling berkaitan dan yang membentuk suatu rerangka pikir yang logis. Teori akuntansi sering dimaksudkan sebagai suatu penalaran logis yang memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu dan tentang struktur akuntansi yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu.

Penalaran logis melalui proses perekayasaan. Dituangkan dalam bentuk

Rerangka konseptual

Mengevaluasi dan membenarkan Praktik Akuntansi

Mempengaruhi dan mengembangkan

Praktik Akuntansi

berjalan

Masa datang

 



Aspek Sasaran Teori Aspek Tataran Semiotika  Teori Akuntansi Semantik  Teori Akuntansi Sintaktik  Teori Akuntansi Pragmatik Aspek Pendekatan Penalaran  Penalaran deduktif  Penalaran induktif

Aspek Sasaran Teori Aspek sasaran (goal) mendasari pembedaan teori akuntansi menjadi teori akuntansi positif dan normatif.




Teori akuntansi positif 1. Berisi pernyataan tentang sesuatu (kejadian, tindakan, atau perbuatan) seperti apa adanya sesuai dengan fakta atau apa yang terjadi atas dasar pengamatan empiris. 2. Diarahkan untuk member jawaban apakah sesuatu pernyataan itu benar atau salah (true or false) atas dasar criteria ilmiah. Teori akuntansi normative 1. Berisi pernyataan dan penalaran untuk menilai apa-apa sesuatu itu baik atau buruk (good or bad) atau relevan atau takrelevan (relevant or irrelevant) dalam kaitannya dengan kebijakan ekonomik atau social tertentu. 2. Diarahkan utnuk mendukung atau menghasilkan kebijakan politik sehingga bersifat pembuatan kebijakan (policy making)



Akuntansi keuangan yang dikenal luas sekarang ini dikembangkan atau direkayasa atas dasar premis bahwa investor dan kreditor adalah pihak yang dituju informasi. Perekayasa akuntansi berteori pada tiga tataran yaitu semantik, sintaktik, dan pragmatik dalam rangka menghasilkan suatu struktur pelaporan keuangan dalam negara tertentu.



Teori Akuntansi Semantik Teori ini menekankan pembahasan pada masalah penyimpulan dunia nyata atau realitas (kegiatan perusahaan) ke dalam tanda-tanda bahasa akuntansi (elemen statemen keuanagn) sehingga orang dapat membayangkan kegiatan fisis perusahaan tanpa harus secara langsung menyaksikan kegiatan tersebut. Teori ini banyak membahas pendefinisian makna elemen (objek), pengidentifikasian atribut atau karakteristik elemen sebagai pendefinisian, dan pennentuan jumlah rupiah (pengukuran) elemen sebagai salah satu atribut.



Teori Akuntansi Sintaktik Teori akuntansi sintaktik adalah teori yang berorientasi untuk membahas masalah-masalah tentang bagaimaa kegiatan-kegiatan perusahaan telah disimbolkan secara semantik dalam elemen-elemen keuangan dapat diwujudkan dalam bentuk statemen keuangan. Teori sintaktik meliputi pula hubungan antara unsure-unsur yang membentuk struktur pelaporan keuangan atau struktur akuntansi dalam suatu negara yaitu manajemen, entitas pelapor (pelaporan), pemakai informasi, system akuntansi, dan pedoman penyusunan laporan (prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principles). Dengan kata lain, dari segi sintaktik, teori akuntansi berusaha untuk member penjelasan dan penalaran tentang apa yang harus dilaporkan, siapa melaporkan, kapan dilaporkan, dan bagaimana melaporkannya.



Teori Akuntansi Pragmatik Teori ini memusatkan perhatiannya pada pengaruh informasi terhadap perubahan perilaku pemakai laporan. Dengan kata lain, teori ini membahas reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi. Informasi aktansi dikatakan bermanfaat apabila informasi tersebut benar-benar atu seakan –akan digunakan dalam pengambilan keputusan oleh pemakai yang dituju. Teori pragmatic akan banyak berisi pengujian – pengujian teori tentang hubungan natara variable akuntansi dengan variable perubahan atau perbedaan perilaku pemakai. Subyek atau pemakai yag dikur perilakunya dapat berupa para akuntan, pelaku pasar modal, manajer, dan auditor. Bial dikaitkan dengan pmbidangan positif – normative, teori sintaktik dan semantic pad umumnya bersifat normative sedangkan teori pragmatic akan lebih bersifat poitif. Karena pokok bahasan terori pragmatic pada umunya dlah perilaku manusia dalam kaitanya dngan iformasi, teori inisering diklasifikasikan swbagai akntansi keperilakuan (behavioral accounting).



Penalaran adalah proses berpiir logis dan sistematis untuk memmbentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan (belief) terhadap suatu pernyataan atau pejelasan. Peryataan dap brupa teori tentang suatu kejadian alam atau social. Teori (penjelasan) yang disusun dengan penalaran yang baik akan mempunyai validitas yang tinggi. Penalaran memiliki peranan penting dalam rangka menerima atau menolak kebenaran (validitas) suatu teori. Proses penyimpula yang menghasilkan peryataan atau penjelasan sebagai tepri dapat bersifat deduktif maupu induktif.



Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang disepakati (disebut premis) ke peryataan khusus sebagai simpualan (konklusi). Peryataan yang disepakatu dan menjadi basis penalaran dapat berasal dari teori , prinsip, konsep, doktrin. Atau norms ysng disnggsp benar, baik, atau relevan, dalasm kaitannya dengan tujaun penyimpulan dan situasi khusus yang dibahas. Penalaran deduktif dalam akntansi digunakan untuk member penjelasan dan dukungan terhadap kelayakan suatu pernyataan akuntansi.



Penalaran ini berawal dari suatu pernyataan atau keadaan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang merupakan generalisasi (perampatan) dari keadaan khusus tersebut. Dalam penalaran induktif, kebenaranpremis tidak selalu menjamin kebenaran konklusi yang bersifat perampatan atau generalisasi. Kebenaran konklusi hanya dapat dijamin dengan tingkat keyakinan.





Pada praktiknya, penalaran induktif dalam akuntansi tidak dapat dilaksanakan terpisah dengan penalaran deduktif atau sebaliknya. Kedua penalaran tersebut saling berkaitan. Premis dalam penalaran deduktif, misalnya, dapat merupakan hasil dari suatu penalaran induktif. Demikian juga, proposisiproposisi akuntansi yang diajukan dalam penelitian biasanya diturunkan dengan penalaran deduktif. Bila diakitkan dwengan perspektif yang lain. Teori akuntansi normatif biasanya berbasis penalaran deduktif sedangkan teori akntansi positif sebagai biasanya berbsis penalaran induktif. Secara umum dapat dikatakan bahwa teori akuntansi sebagai penalaran logis bersifat normatif, sintaktik, semantik, dan deduktif sementara teori akuntansi sebagai sains bersifat positif, pragmatik, dan induktif.



Agar menyakinkan, suatu teori harus benar (valid). Verifikasi teori merupakan prosedur untuk menentukan apakah suatu teori valid atau tidak. Pendekatan utuk mengevaluasi validitas teori bergantung pada sasaran dan tataran teori yang diverifikasi. Teori akuntansi normatif dievaluasi validitasnya atas dasar kesepakatan terhadap asumsi atau tujuan kemudian diturunkan suatu kaidah atau prisnsip akuntansi tertentu. Validitas dapat dinilai dengan menentukan apakah asumsi – asumsi yang digunakan masuk akal. Penalaran logis menjadi kriteria validitas karena teori normatif dalam banyak hal tidak atau belum menghasilkan fakta atau observasi untuk mendukungnya. Sering dikatakan bahwa teori normatif tidak mempunyai muatan empiris.





Teori akuntansi positif dinilai validitasnya biasanya atas dasar kesesuaian teori dengan fakta atau apa yang nyatanya terjadi. Validitas teori akuntansi positif banyak dilakukan dengan penelitian empiris.karena teori akuntansi positif bebas nilai, verifikasi diabatasi pada apa yang nyatanya dipraktikkan tetapi tidak diarahkan untuk untuk menentukan apakah teori tersebut baik atau tidak bila dijadikan sebagai basis untuk menentuka kebijakan. Teori akuntansi sintaktik biasanya tidak berkaitan lagsung dengan fakta (tidak mempunyai kandungan empiris) sehingga veifikasi validitasnya mengandalkan pealaran logis semata-mata. Baru setelah teori tersebut dipraktikandalam bentuk kebijakan, pengujian secara empiris dapat dilakukan untuk menguji penalaran (teori) yang mendasarinya.





Teori akuntansi semantic melibatkan penyimbolan fakta/realitas sehingga mengandung unsure empiris. Oleh karenanya, validitas teori dapat diverifikasi secara empiris dengan pengamatan. Teori akuntansi pragmatis mempunyai kandungan empiris yang besar karena teori ini banyak memanfaatkan fakta atau data empiris perilaku pasar/individual sebagai reaksi terhadap informasi akuntansi. Verifikasi teori ini dapat dilakukan dengan penelitian empiris yang didasarkan atas asumsi bahwa informasi dianggap bermanfaat bila pemakai berbuat atau bertindak seakan-akan menggunakan informasi tersebut. Teori akuntansi pragmatik merupakan focus teori akuntansi positif.



Daya perdiksi sering digunakan sebagai kriteria validitas teori, asumsi, atau premis akuntansi. Suatu teori mempunyai daya prediksi yang tinggi bila Sesutu yang diharapkan dari kebijakan yang didasarkan atas teori tersebut. Karena teori akuntansi semantic, sintaktik, dan pragmatic tidak berdiri sendiri tetapi saling mendukung dan melengkapi, semua pendekatan pengujian bisanya dilakukan untuk memverifikasi suatu teori. Jadi sedapat-dapatnya teori harus diverifikasi validitisanya atas dasar penalaran logis, bukti empiris, daya prediksi, dan pertimbangan nilai yang telah disepakati.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:33240
posted:1/19/2010
language:Indonesian
pages:29