PROBLEMATIKA KETERAMPILAN MENULIS DALAM PENGAJARAN BAHASA by cometjunkie56

VIEWS: 852 PAGES: 4

									            PROBLEMATIKA KETERAMPILAN MENULIS DALAM
               PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP

                                                   Aimansyah


                   SMP Negeri 14 Balikpapan, Jl. Kutilang Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan
                                                      e-mail: -


        Abstract: The learning of Bahasa Indonesia for linguistic aspects namely listening, speaking,
        reading, and writing. Of all the four skills, writing is the most complex. The regulation of
        writing in Bahasa Indonesia stated in Ejaan Umum Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
        (EYD) in its development, has been through many obstacles such as variatios of form, func-
        tional deviation and some writing peculiarities cause by habid, unawareness, lack of condi-
        tioning, performance, and lack of care of many parties. Mistakes in writing skill surely will
        give bad effect toward the learning results of Bahasa Indonesia. It would be unfortunate if our
        young generations were unaware of the determined writing rules. In this case, the teacher has
        a role as the key to solve the problems in Bahasa Indonesia writing.

        Key Words: writing skills, finding, solution


       Menulis merupakan keterampilan keempat atau              PERMASALAHAN MENULIS
yang terakhir dalam tingkatan kemampuan berbaha-
sa. Setelah anak melalui proses menyimak atau men-                     Menulis merupakan suatu kegiatan yang pro-
dengarkan sesuatu, biasanya akan diikuti dengan akti-           duktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis, penulis
vitas membaca dan menirukan apa yang diucapkan                  haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur
melalui berbicara. Pada usia tertentu, setelah alat ber-        bahasa, dan kosa kata. Akan tetapi dalam pembelaja-
pikirnya berkembang maka akan timbul keingintahu-               ran Bahasa Indonesia hal ini merupakan suatu kesuli-
annya tentang lambang-lambang bunyi yang tertera                tan yang dialami siswa. Kesalahan-kesalahan yang
dan tertangkap oleh penglihatannya. Melalui suatu               ditemukan oleh guru dalam penulisan yang dilakukan
proses, maka dapatlah dia mengucapkan lambang-                  oleh siswa menggambarkan bahwa kemampuan siswa
lambang tersebut sesuai dengan bunyinya. Pada ting-             dalam menulis masih perlu mendapatkan perhatian
katan ini, seorang anak sudah masuk pada tingkatan              yang serius.
membaca. Langkah terakhir yang dilakukannya ada-                       Kesalahan-kesalahan penulisan yang dilakukan
lah menirukan lambang-lambang yang terbaca tadi                 oleh siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia je-
dalam tulisan yang sama melalui aktivitas menulis.              las sangat mengganggu keberhasilan dalam pengaja-
       Selanjutnya, setiap keterampilan itu erat pula           ran Bahasa Indonesia. Kesalahan-kesalahan itu harus
berhubungan dengan proses-proses yang mendasari                 mendapat penanganan demi tercapainya tujuan pem-
bahasa. Bahasa seseorang mencerminkan pikirannya.               belajaran Bahasa Indonesia secara maksimal. Kesala-
Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin ce-               han yang berlanjut dan tanpa penanganan dari guru
rah dan jelas pula jalan pikirannya. Keterampilan ha-           sebagai pengajar maupun pihak lainnya akan menye-
nya dapat diperoleh dan dikuasi dengan jalan praktik            satkan kemampuan siswa dalam pelajaran Bahasa
dan banyak latihan. Melatih keterampilan berbahasa              Indonesia. Lambat laun, ketentuan kebahasaan yang
berarti pula melatih berpikir termasuk menulis.                 berlaku akan samar atau tidak jelas.



                                                           88
                           Aimansyah, Problematika Keterampilan Menulis dalam Pengajaran Bahasa Indonesia Di SMP   89

       Dalam evaluasi pembelajaran Bahasa Indone-          tersebut, dapatlah kita katakan bahwa menulis bukan
sia, sasaran evaluasi adalah hasil dan proses pembela-     sesuatu yang tidak mungkin, tetapi untuk bisa dan
jaran Bahasa Indonesia. Hasil belajar merupakan            berhasil haruslah melalui beberapa tahap. Kesalahan
tingkah laku yang dapat diubah dari proses pembela-        dalam menulis adalah hal yang wajar dalam pembela-
jaran sedangkan proses pembelajaran merupakan ke-          jaran, tetapi dari kesalahan itu kita harus berusaha un-
giatan yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan             tuk memperbaikinya. Percuma isi tulisan bagus dan
yang diharapkan.                                           menarik tetapi aturan kebahasan tentang tulisan di-
       Sebagian orang mengatakan bahwa menulis itu         langgar. Beberapa kesalahan yang sering ditemui da-
mudah. Sekali duduk mereka dapat menulis hingga            lam aktivitas menulis dapat dilihat pada tabel 1.
selesai. Hasil tulisan mereka sangat bagus, tetapi apa-
kah tulisan itu sudah sesuai dengan kaidah yang ber-       PENYEBAB TIMBULNYA KESALAHAN
laku? Sebaliknya, banyak juga orang yang merasa ta-        MENULIS BAGI SISWA
kut untuk memulai menulis. Segala yang diangan-
angankan sulit untuk dituliskan. Ide cemerlang yang              Setelah melalui pengamatan dan wawancara,
mereka tuangkan ternyata bertele-tele, karena meng-        maka penulis menemukan penyebab munculnya kesa-
gunakan diksi sehingga kalimatnya tidak terstruktur.       lahan menulis bagi siswa. Pertama, kurang pahamnya
       McCrimmon (dalam Depdiknas, 2002b) me-              siswa tentang penulisan huruf dan tanda baca. Siswa
ngatakan bahwa menulis itu merupakan suatu proses.         beranggapan bahwa semua huruf itu sama dan tanda
Sebagai suatu proses, menulis itu dilakukan secara         baca itu tidak terlalu mempengaruhi isi bacaan se-
bertahap, yaitu perencanaan tulisan (pra menulis), pe-     hingga ketidakmengertian siswa bukan menjadi peng-
nulisan, dan revisi. Dengan memperhatikan pendapat         hambat/penghalang dalam menulis. Dari sinilah tim-


Tabel 1    Kesalahan dalam Keterampilan Menulis


 No.                Jenis Kesalahan                                             Contoh
  1    Kesalahan penulisan huruf kapital:
       a. Huruf pertama kata pada awal kalimat.     a. tidak biasanya kami gelisah menunggu ibu pulang.
       b. Ungkapan yang berhubungan dengan          b. ■ Saat hari waisak semua siswa libur sekolah.
          keagamaan, kitab suci, dan nama ganti        ■ Selain alquran, islam juga punya hadist.
          Tuhan.                                       ■ Memohonlah padanya dalam berdoa.
       c. Huruf pertama kata penunjuk hubungan      c. ■ Mengapa saudara tidak datang saat kejadian itu?
          kekerabatan sebagai kata sapaan).            ■ Hari ini ayah mau pergi kemana?
  2    Kesalahan penggunaan huruf kapital
       a. Jabatan tanpa nama orang.                 a. Kemarin Presiden membuka MTQ tingkat nasional.
       b. Di tengah kata.                           b. denGan, tiDak, iBu, beRasal, aTuran, baPak
  3    Kesalahan pada pemutusan kata.               den-gan, ya-ng, menggan-ggu, ketidakadila- n
  4    Penyingkatan kata yang tidak dibenarkan.     yg, tdk, dpt, dlm, u/, kepunyaanx, hrs, ber7an
  5    Kesalahan pada tanda baca:
       a. Penempatan tanda baca titik.              a. Mulyo Budi. C, Hikayat Abu Nawas.
       b. Koma yang salah setelah kata hubung.      b. Kita harus menjaga sekolah dan tempat-tempat lain dari sam-
                                                       pah karena, sampah dapat merusak keindahan kota.
       c. Tidak menggunakan tanda baca pada         c. ■ Dengan hormat (,)
           bagian tertentu dalam penulisan surat.      ■ Hari/tanggal: Sabtu / 18 - Agustus - 2007
  6    Penggunaan huruf dan tanda baca yang         Lihat tabel 2 dan tabel 3.
       beraneka ragam.
  7    Kesalahan penulisan di dan ke sebagai im-    ■ Buku itu di beli ibu ditoko buku kemarin.
       buhan dan kata depan.                        ■ Kemarin kekasihnya berangkat keluar negeri.
  8    Kesalahan struktur kalimat dalam pengem-     Lingkungan Bersih
       bangan paragraf.                             Di rumah saya halamannya bersih dan beberapa tanaman bunga
                                                    disekitarnya. Setiap hari saya selalu menyiram makanya bunga
                                                    yang saya tanam subur. Setelah saya siram kadang-kadang saya
                                                    memandanginya. Kalau daunnya guguran saya memungutnya dan
                                                    saya membuangnya ditempat sampah, lalu saya membakarya.
90      Jurnal Pendidikan Inovatif, Jilid 4, Nomor 2, Maret 2009, hlm. 88-91

bul tulisan asal-asalan atau sejadinya saja. Selain itu             nya. Penggunaan huruf cetak memang tidak disalah-
kekurangpahaman siswa terhadap tanda baca dan hu-                   kan. Namun, siswa kurang menyadari bahwa penggu-
ruf juga karena kurang dimasyarakatkannya EYD ke-                   naan huruf cetak dapat mengakibatkan ketidakkonsis-
pada siswa.                                                         tenan dalam penempatan huruf besar. Tidak jarang
       Kedua, bervariasinya bentuk huruf yang dimili-               dijumpai peletakan huruf besar di tengah ataupun di
ki oleh siswa dalam menulis. Siswa berlomba mem-                    akhir suatu kata yang tentu saja ini menyalahi aturan
percantik tulisan dengan huruf yang unik. Padahal                   penulisan Bahasa Indonesia.
bentuk tulisan yang unik tersebut belum tentu benar
atau sesuai dengan aturan penulisan yang berlaku.                   LANGKAH-LANGKAH MENUNTASKAN
Tabel 2 dan tabel 3 memperlihatkan beragam variasi                  MASALAH KESALAHAN MENULIS
penulisan huruf dan tanda baca oleh siswa.
                                                                           Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk
Tabel 2        Variasi Huruf                                        mengurangi kesalahan siswa dalam menulis adalah
                                                                    meningkatkan pengetahuan guru Bahasa Indonesia
                               Huruf                                tentang penulisan yang baik dan benar. Guru adalah
 Asli            Variasi          Asli          Variasi             faktor penunjang utama untuk memperbaiki kesala-
  A                                  a                              han penulisan siswa. Bagaimana mungkin penulisan
  B                                 b
  C                                  c
                                                                    siswa akan menuju ke arah yang benar jika seorang
  D                                 d                               guru kurang memahami penulisan yang sesuai kaidah
  E                                  e                              penulisan Bahasa Indonesia.
  F                                  f                                     Berikut adalah beberapa langkah yang dapat
  G                                 g                               ditempuh guru untuk mengembangkan kemampuan
  H                                 h
  I                                  i                              penulisan yang baik dan benar. Langkah-langkah ter-
  J                                  j                              sebut adalah: (1) mengadakan pertemuan guru Bahasa
  K                                 k                               Indonesia untuk membicarakan kesalahan penulisan
  L                                  l                              siswa beserta penyelesaiannya. (2) Bertukar pikiran
  M                                 m                               antara guru dari jenjang yang sama atau antar jenjang
  N                                 n
  O                                 o                               seperti guru SD dengan guru SMP. (3) Mengikuti
  P                                 p                               lomba karya ilmiah, seminar, maupun diskusi-disku-
  Q                                 q                               si. (4) Penyebaran buku-buku Pedoman Penulisan
  R                                  r                              Bahasa Indonesia ke sekolah-sekolah. (4) Memasya-
  S                                  s
                                                                    rakatkan lagi penulisan huruf latin/berkait pada setiap
  T                                  t
  U                                 u                               jenjang pendidikan. Hal ini paling tidak dapat me-
  V                                 v     -                         ngurangi tingkat kesalahan penulisan dalam pengaja-
  W                                 w                               ran Bahasa Indonesia. (5) Mengharapkan guru bidang
  X       -                         x     -                         studi lain untuk turut andil dalam membantu untuk
  Y                                 y
  Z                                  z
                                                                    memperbaiki tulisan siswa sehingga kesalahan da-
                                                                    lam. penulisan dapat ditekan seminimal mungkin. (6)
Tabel 3        Variasi Tanda Baca                                   Mengoreksi kesalahan penulisan siswa. (7) Memberi-
                                                                    kan hukuman untuk kesalahan yang terulang seperti
                                                                    pengurangan nilai dari pekerjaan siswa. Hal ini di-
        Nama          Simbol Asli        Variasi Simbol             maksudkan agar timbul kesadaran siswa tentang ke-
 Titik                        .                                     salahannya. (8) Memberikan tugas tambahan yang
 Koma                         ,                                     berhubungan dengan menulis.
 Tanda hubung                 -
 Tanda kurung              ( ... )                                  SARAN

       Ketiga, kurang penekanan penggunaan huruf                          Hendaknya setiap guru Bahasa Indonesia dan
latin atau huruf berkait pada setiap penulisan dalam                guru mata pelajaran lainnya secara bersama-sama se-
pengajaran Bahasa Indonesia. Sebagian besar siswa                   nantiasa memperhatikan dan memperbaiki kesalahan
menggunakan huruf cetak disetiap aktivitas menulis-                 penulisan siswa.
                         Aimansyah, Problematika Keterampilan Menulis dalam Pengajaran Bahasa Indonesia Di SMP   91

DAFTAR RUJUKAN

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Ka-               ya: Usaha Nasional.
    mus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Ja-          Pophan, J. 1992. Teknik Mengajar Secara Sistematis.
    karta: Balai Pustaka.                                     Jakarta: Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002a. Pelatihan         Tarigan, H. G. 1986. Menulis sebagai Suatu Kete-
    Terintegrasi Berbasis Kompetensi: Evaluasi Pem-           rampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
    belajaran. Jakarta: Depdiknas.                       Tarigan, H. G & Tarigan, D. 1990b. Pengajaran Ana-
Departemen Pendidikan Nasional. 2002b. Pelatihan              lisis Kesalahan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
    Terintegrasi Berbasis Kompetensi: Menulis. Ja-       Tarigan, H. G & Tarigan, D. 1990b. Teknik Pengaja-
    karta: Depdiknas.                                         ran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angka-
Nurkancana, W. 1986. Evaluasi Pendidikan. Suraba-             sa.

								
To top