Model Intrusi Garam 2D Vertikal di Sungai Upang, Sumatera by mgb63241

VIEWS: 86 PAGES: 2

									      Dadang Kurniadi Mihardja, Dantje Kardana Natakusumah, Yadi Nurhayadi.

      Model Intrusi Garam 2D Vertikal di Sungai Upang, Sumatera
      Selatan


Abstrak
Penelitian yang ditulis dalam paper ini adalah model intrusi garam di Sungai
Upang, Sumatera Selatan, dengan menggunakan model matematika 2 dimensi
vertikal. Model matematika 2D ini terdiri dari model hidrodinamika dan transport
adveksi-difusi. Persamaan model diselesaikan dengan menggunakan metoda
beda hingga 2D vertikal skema leap-frog (Crean-Murty-Stronach, 1989).
Data masukan untuk model bersumber dari data survei lapangan yang dilakukan
oleh Direktorat Penyelidikan Masalah Air (DPMA) Bandung bulan Nopember
1981. Data tersebut meliputi data debit, elevasi muka air, salinitas, dan
penampang melintang sungai.
Model memberikan hasil simulasi hidrodinamika terbaik pada penerapan skenario
lebar sungai yang bervariasi secara vertikal, koefisien Eddy horisontal dengan
parameter Horcon 0,1, koefisien Eddy vertikal dengan konstanta 0,54e-7,
koefisien gesekan lateral dengan rentang harga 0,001-0,005, koefisien difusi
dengan rentang harga 350-425 m2/detik, koefisien difusi vertikal dengan
konstanta 3,24e-4, dan debit air sungai di hulu 400 m3/detik.
Model transport garam menunjukkan jangkauan intrusi air laut dapat mencapai
hulu Sungai Upang, dengan besar salinitas 0-0,25 PSU (Practical Salinity Unit).
Saat kondisi pasut di hilir menuju surut terbentuk lidah garam yang panjangnya
dapat mencapai 25 km. Secara umum hasil simulasi model transport garam telah
dapat menunjukkan dengan baik mekanisme proses intrusi air laut di estuari
yang dipengaruhi pasut.

Kata-kata kunci: model hidrodinamika, model transport adveksi-difusi, intrusi
garam.


Abstract
Research written in this paper is salt intrusion model in Upang River, South
Sumatera, by using vertically two dimensional mathematical model. The model
consists of hydrodynamic and advection-diffusion transport model in two
dimensional form. The model equations are solved by using vertically 2D finite
difference method, leap-frog scheme (Crean-Murty-Stronach, 1989).
Source of input datas are from survey of Direktorat Penyelidikan Masalah Air
(DPMA) Bandung on November, 1981. Those datas consist of water discharge,
water level elevation, salinity, and river cross section.
The model gives best result for hydrodynamic simulation on conditions vertically
variation river width, horizontal Eddy coefficient with Horcon parameter of 0.1,
vertical Eddy coefficient with constant of 0.54e-7, lateral friction coefficient with
values range of 0.001-0.005, horizontal diffusion coefficient with values range of
350-425 m2/s, vertical diffusion coefficient with constant of 3.24e-4, and
upstream river discharge of 400 m3/s.
Salt transport model shows that seawater intrusion can reach upstream with
salinity of 0-0.25 0/00. The length of salt wedge can be 25 km, when tide
condition at downstream moves to low level. In general salt transport model has
shown good mechanism of seawater intrusion in tidal estuary.


Keywords: hydrodynamic model, advection-diffusion transport model, salt
intrusion.

								
To top