KREDIT MODAL USAHA BERLABEL KTP (KEUANGAN, TRAINING, PROMOSI by mgb63241

VIEWS: 0 PAGES: 3

									             KREDIT MODAL USAHA BERLABEL KTP
                  (KEUANGAN, TRAINING, PROMOSI)
 SEBAGAI USAHA PERCEPATAN PERTUMBUHAN USAHA
       PEREKONOMIAN MASYARAKAT KELAS BAWAH

                                      Disusun oleh
                                    Agustinus Suyoto
                  Litbang Kelompok Tani Ikan Gurami Mino Tumangkar
            dusun Sawo, desa Sendang Agung, Minggir, Sleman, Yogyakarta




       Ada tiga persoalan dasar yang menghambat pertumbuhan usaha dari kelompok
usaha kelas menengah dan kelas bawah. Tiga persoalan tersebuat adalah permodalan
yang minim, jiwa kewirausahaan yang setengah-setengah, dan terbatasnya jalur-jalur
pemasaran hasil usaha.
       Sebagian besar pelaku usaha kelas menengah terutama kelas bawah biasanya
melakukan usaha secara turun temurun hanya bermodalkan keahlian memproduksi tanpa
berani melakukan investasi. Hal itu disebabkan oleh tidak tersedianya dana untuk
melakukan investasi. Akibatnya, skala usaha yang dimiliki dari tahun ke tahun tetap
sama, yang pada akhirnya kalah dengan pihak lain yang melakukan usaha di sektor yang
sama tetapi berani melakukan investasi. Ini biasanya dilakukan oleh “pemain” baru yang
memiliki modal lebih banyak.
       Ketidakberanian masyarakat menengah ke bawah dalam melakukan investasi
yang lebih besar dalam usahanya sedikit banyak dipengaruhi oleh kurang terpupuknya
jiwa kewirausahaan masyarakat. Sebagian besar masyarakat melakukan praktik-praktik
usaha tanpa dilandasi strategi-strategi bisnis. Mereka terbiasa ikut-ikutan. Jika seseorang
membuka usaha toko kelontong dan laris, maka beberapa orang ikut-ikutan membuka
usaha yang sama. Jika ada orang yang berhasil membudidayakan ikan gurami dan
hasinya   cukum    menggembirakan,      maka    banyak    masyarakat    yang ikut-ikutan
membudidayakan.


                                            1
        Akibat gaya usaha yang bersifat ikut-ikutan ini terjadilah model usaha massal.
Bisa jadi dalam satu lokasi terdapat lebih dari lima toko sembako, bisa jadi seluruh
keluarga di suatu dusun beternak ikan gurami. Akibatnya, terjadi persaingan usaha yang
tidak sehat yang ujung-ujungnya adalah jor-joran harga. Ada yang memberikan diskon
khusus, ada yang memberikan cindera mata, dan ada yang banting harga. Lama-kelamaan
keuntungan usaha yang diperoleh menjadi sangat sedikit dan pada akhirnya usahanya
stagnant alias macet.
        Selama ini usaha yang dilakukan oleh perbankan dan pihak lain dalam membantu
masyarakat kelas bawah hanya terbatas pada pemberian kemudahan pemberian kredit.
Berbagai kemudahan mulai dari masalah agunan, masalah bunga pinjaman, sistem
pengembalian telah dilakukan untuk membantu masyarakat kelas bawah memang telah
mampu mengatasi masalah permodalan. Namun biasanya hal itu tidak bertahan lama
karena hal mendasar dari suatu usaha adalah diperolehnya keuntungan usaha yang cukup
berarti. Jika tidak, seiring dengan waktu pengembalian kredit, modal usaha juga akan
terkikis, yang pada akhirnya tetap saja usaha masyarakat kelas bawah mengalami
kemandegan, tidak berkembang.
        Yang menjadi pertanyaan adalah bantuan usaha macam apa yang dapat dilakukan
oleh pihak perbankan untuk memotong lingkaran setan sistem usaha masyarakat kelas
bawah ini?
        Satu model bantuan yang kiranya tidak menyimpang dari model bisnis perbankan
adalah pemberian pinjaman usaha dengan fasilitas plus. Konsepnya adalah pinjaman
usaha berlabel KTP (Keuangan, Training, Promosi). Paket pinjaman usaha yang
diberikan untuk masyarakat bawah harus meliputi tiga hal yang secara bersama-sama
diberlakukan pada kreditor.
        Pertama, keuangan/permodalan. Faktor ini merupakan faktor yang terpenting
karena pelaku usaha kelas bawah tidak mungkin mampu mengembangkan usaha tanpa
bantuan modal dari pihak lain. Di samping itu, bunga pinjaman merupakan penyumbang
keuntungan terbesar usaha perbankan.
        Kedua, training. Setiap kali pihak perbankan memberikan persetujuan atas kredit
usaha   masyarakat      bawah   sebaiknya   pihak   perbankan   melakukan   pembinaan
kewirasusahaan bagi kreditor yang bersangkutan. Pembinaan kewirausahaan ini dapat



                                            2
dilakukan oleh pihak bank atau pihak bank melakukan kerjasama dengan pihak lain.
Yang terpenting adalah bahwa inisiatif memberikan pendidikan kewirausahaan harus
datang dari pihak perbankan dan dibiayai oleh pihak perbankan. Jika tidak, kecil
kemungkinan masyarakat kelas bawah memiliki kesadaran akan pentingnya pengetahuan
kewirausahaan.
        Ketiga, promosi usaha. Pihak perbankan sebaiknya memberikan fasilitas promosi
usaha setiap kali menyetujui permohonan kredit dari masyarakat bawah. Promosi ini
dapat dilakukan dengan cara secara berkala (bisa dua bulan sekali) pihak perbankan
menerbitkan media komunikasi (majalah, bulletin) khusus yang berisi liputan berbagai
usaha masyarakat yang bermitra dengan perbankan, analisis sederhana perkembangan
usaha, dan sebagainya.
        Jika setiap persetujuan kredit usaha disertai fasilitas training dan promosi besar
kemungkinan kegiatan usaha yang dilakukan oleh masyarakat kelas bawah akan
berkembang lebih cepat dan tidak mengalami kemandegan. Jika usaha masyarakat
berkembang lebih cepat dan mereka memiliki jiwa kewirausahaan pastilah mereka akan
berusaha mengembangkan usahanya menjadi lebih besar, dan pastilah untuk itu mereka
membutuhkan permodalan yang lebih besar lagi. Bukankah ini yang diharapkan, suatu
pola kemitraan yang saling menguntungkan dan saling mengembangkan antara
masyarakat bawah sebagai pelaku usaha dan pihak perbankan sebagai penyedia
permodalan.
        Satu pertanyaan mendasar : bersediakah BDE Bhakti Daya Ekonomi ikut campur
tangan dalam memotong lingkaran setan usaha perekonomian masyarakat kelas bawah
dengan cara mengeluarkan sedikit biaya tambahan dengan memberikan bantuan
permodalan (kredit modal kerja) yang disertai fasilitas training dan promosi ini?


*) Naskah pemenang Harapan II Lomba Penulisan Artikel Bank BDE kerjasama dengan SKH Kedaulatan
Rakyat, April 2006




                                              3

								
To top