PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2005 - PDF by mgb63241

VIEWS: 958 PAGES: 11

									                                                                  No. 09 / IX / 15 Februari 2006


     PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2005

                   PDB INDONESIA TAHUN 2005 TUMBUH 5,60 PERSEN

    ??Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2005 dibanding tahun 2004 mencapai
      5,60 persen. Pertumbuhan PDB terjadi di hampir semua sektor ekonomi di mana
      pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 12,97
      persen, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 8,59 persen, dan sektor
      bangunan 7,34 persen.
    ??Perekonomian Indonesia tahun 2005 yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga
      berlaku mencapai Rp 2.729,7 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp
      1.749,5 triliun.
    ??Secara triwulanan, pertumbuhan PDB triwulan IV tahun 2005 dibandingkan dengan PDB
      triwulan III tahun 2005 (q-to-q) menurun sebesar minus 2,18 persen. Kemudian PDB
      triwulan III dibanding triwulan II meningkat sebesar 3,05 persen, dan PDB triwulan II
      terhadap triwulan I meningkat sebesar 1,69 persen.
    ??Selanjutnya, perbandingan PDB riil triwulanan tahun 2005 dengan triwulan yang sama
      tahun 2004 (year-on-year) menunjukkan laju pertumbuhan triwulan IV mencapai 4,90
      persen, triwulan III 5,63 persen, triwulan II sebesar 5,63 persen, dan triwulan I 6,25 persen.
    ??Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah
      tangga sebesar 3,95 persen, konsumsi pemerintah sebesar 8,06 persen, pembentukan modal
      tetap bruto sebesar 9,93 persen, kemudian ekspor sebesar 8,60 persen; selain itu dipengaruhi
      juga oleh pertumbuhan impor sebesar 12,35 persen.
    ??Ditinjau dari sisi penggunaan, sebagian besar PDB digunakan untuk memenuhi konsumsi
      rumah tangga sebesar 65,41 persen, konsumsi pemerintah 8,24 persen, pembentukan modal
      tetap bruto atau investasi fisik 21,97 persen serta ekspor 33,54 persen dan impor sebesar
      29,21 persen.
    ??PDB per-kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2005 mencapai Rp 12.450,7 ribu yang
      mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2004 yang sebesar Rp 10.453,4 ribu.
      Kemudian PNB per-kapita tahun 2005 sebesar Rp 12.061,4 ribu yang juga meningkat
      dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
    ??PDB lebih banyak diciptakan di KBI (sekitar 83%) dari pada di KTI (17%). Di KBI sendiri,
      propinsi-propinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat merupakan 3 propinsi yang
      memberikan kontribusi terbesar kepada PDB Indonesia. Sedangkan di KTI, propinsi-propinsi
      Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua merupakan 3 propinsi yang memberikan
      kontribusi terbesar (dengan porsi lebih kecil) kepada PDB Indonesia.


Berita Resmi Statistik No 09 / IX / 15 Februari 2006                                              1
                             I. PERTUMBUHAN EKONOMI TAHUN 2005

        Perekonomian Indonesia pada tahun 2005 mengalami pertumbuhan sebesar 5,60 persen
dibanding tahun 2004. Nilai PDB atas dasar harga konstan pada tahun 2005 mencapai Rp
1.749,5 triliun, sedangkan pada tahun 2004 sebesar Rp 1.656,8 triliun. Bila dilihat berdasar harga
yang berlaku, PDB tahun 2005 naik sebesar Rp 468,0 triliun, dari Rp 2.261,7 triliun pada tahun
2004 menjadi sebesar Rp 2.729,7 triliun pada tahun 2005.

                                     TABEL 1
                         NILAI PDB TAHUN 2004 & 2005 DAN
                 PERTUMBUHAN TAHUN 2005 MENURUT LAPANGAN USAHA


                                                             Atas Dasar               Atas Dasar              Laju
                                                        Harga Berlaku             Harga Konstan 2000       Pertumbuhan
             LAPANGAN USAHA
                                                        (Triliun Rupiah)           (Triliun Rupiah)          (persen)
                                                      2004           2005          2004       2005            2005
                       (1)                             (2)            (3)           (4)        (5)             (6)

  1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan     331,5             365,6      248,2         254,4          2,49
  2. Pertambangan dan Penggalian                        196,1             285,1      160,1         162,6          1,59
  3. Industri Pengolahan                                639,7             766,0      470,0         491,7          4,63
  4. Listrik, Gas dan Air Bersih                         22,1              25,0       10,9          11,6          6,49
  5. Bangunan                                           143,1             173,4       96,3         103,4          7,34
  6. Perdagangan, Hotel dan Restoran                    357,9             429,9      271,1         294,4          8,59
  7. Pengangkutan dan Komunikasi                        142,3             181,0       96,9         109,4         12,97
  8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan            194,4             228,1      151,2         162,0          7,12
  9. Jasa-jasa                                          234,6             275,6      152,1         160,0          5,16

     PDB                                              2.261,7         2.729,7     1.656,8     1.749,5             5,60
     PDB TANPA MIGAS                                  2.060,6         2.427,6     1.506,6     1.604,2             6,48



          Selama tahun 2005, hampir semua sektor ekonomi yang membentuk PDB mengalami
pertumbuhan. Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang
mencapai 12,97 persen, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran 8,59 persen, sektor
bangunan 7,34 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 7,12 persen, sektor
lisrtrik, gas dan air bersih 6,49 persen, sektor jasa-jasa 5,16 persen, sektor industri pengolahan
4,63 persen, sektor pertanian 2,49 persen, serta sektor pertambangan dan penggalian 1,59 persen.
Selanjutnya jika dilihat secara total, pertumbuhan PDB tanpa migas tumbuh lebih cepat yaitu
sebesar 6,48 persen pada tahun 2005 dibandingkan tahun 2004.



 2                                                     Berita Resmi Statistik No. 09 / IX / 15 Februari 2006
                                 GRAFIK 1
             LAJU PERTUMBUHAN PDB ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000
                                TAHUN 2005


          15,00
                                                                                         7. Pengangkutan dan
                                                                                              Komunikasi
          13,00

          11,00

           9,00                                                                 6. Perdagangan

                                                                      5. Bangunan                       8. Keuangan
           7,00                                              4. LGA
                                                                                                                                     PDB
                                                                                                                      9. Jasa-jasa
                                               3. Industri
           5,00

           3,00    1. Pertanian

                             2. Pertambangan

           1,00

           -1,00



            II. PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN IV TAHUN 2005


       Kinerja perekonomian Indonesia pada triwulan IV tahun 2005 yang digambarkan oleh
Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan 2000 menurun sebesar minus 2,18 persen
dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Penurunan tersebut masih mengikuti pola tahun-tahun
yang lalu yaitu mengalami kontraksi pada triwulan IV setelah terjadi kenaikan pada triwulan III.
Pertumbuhan negatif pada triwulan IV tahun 2005 ini terutama karena sektor pertanian
mengalami penurunan cukup besar, yaitu minus 19,86 persen karena siklus panenan dan sektor
perdagangan, hotel dan restoran minus 0,26 persen. Sedangkan sektor-sektor lainnya selama
triwulan IV mengalami pertumbuhan positif. Sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 4,42
persen, sektor bangunan tumbuh 1,83 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh 1,79
persen, sektor jasa-jasa tumbuh 1,73 persen, sektor industri pengolahan tumbuh 0,53 persen,
sektor listrik, gas dan air bersih tumbuh 0,39 persen, dan sektor keuangan, persewaan dan jasa
perusahaan tumbuh 0,18 persen.


Berita Resmi Statistik No 09 / IX / 15 Februari 2006                                                                                       3
                                         TABEL 2
                            LAJU PERTUMBUHAN PDB TRIWULANAN
                                 MENURUT LAPANGAN USAHA
                                         (persen)

                                                                 Tri III 2005 Tri IV 2005 Tri IV 2005
                  LAPANGAN USAHA                                     Thd          Thd         Thd
                                                                 Tri II 2005 Tri III 2005 Tri IV 2004
                              (1)                                     (2)           (3)            (4)


 1. Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan              6,89   (19,86)            5,46
 2. Pertambangan dan Penggalian                                             3,79      4,42            1,92
 3. Industri Pengolahan                                                     1,42      0,53            2,91
 4. Listrik, Gas dan Air Bersih                                             1,29      0,39            6,13
 5. Bangunan                                                                3,03      1,83            6,86
 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran                                         2,66    (0,26)            6,01
 7. Pengangkutan dan Komunikasi                                             4,27      1,79           10,78
 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan                                 2,39      0,18            5,21
 9. Jasa-jasa                                                               1,80      1,73            5,97

                           PDB                                              3,05    (2,18)               4,90
                     PDB TANPA MIGAS                                        3,20    (2,35)               5,70




         Selanjutnya perekonomian Indonesia pada triwulan IV tahun 2005 bila dibanding dengan
triwulan IV tahun 2004 (year-on-year) mengalami pertumbuhan sebesar 4,90 persen.
Pertumbuhan tersebut terjadi pada semua sektor ekonomi, dimana sektor pengangkutan mencapai
pertumbuhan tertinggi sebesar 10,78 persen, sektor bangunan 6,86 persen, sektor listrik, gas dan
air bersih 6,13 persen, perdagangan, hotel dan restoran 6,01 persen, sektor jasa-jasa 5,97 persen,
sektor pertanian 5,46 persen, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 5,21 persen, sektor
industri pengolahan 2,91 persen, dan sektor pertambangan dan penggalian 1,92 persen.


                         III. STRUKTUR PDB MENURUT SEKTOR TAHUN 2005


        Data PDB menurut sektor atas dasar harga berlaku juga menunjukkan peranan sektor dan
perubahan struktur ekonomi dari tahun ke tahun. Tiga sektor utama yaitu sektor pertanian,
industri pengolahan, dan perdagangan mempunyai peranan sebesar 57,20 persen tahun 2005.
Sektor industri pengolahan memberi kontribusi sebesar 28,05 persen, sektor perdagangan, hotel
dan restoran 15,74 persen, dan sektor pertanian 13,41 persen.



 4                                                       Berita Resmi Statistik No. 09 / IX / 15 Februari 2006
                                       TABEL 3
                                    STRUKTUR PDB
                        MENURUT LAPANGAN USAHA TAHUN 2004 - 2005
                                      (Persentase)


                       LAPANGAN USAHA                              2004             2005
                                  (1)                               (2)               (3)

 1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan                        14,66             13,41
 2. Pertambangan dan Penggalian                                            8,67             10,44
 3. Industri Pengolahan                                                   28,28             28,05
 4. Listrik, Gas dan Air Bersih                                            0,98              0,92
 5. Bangunan                                                               6,32              6,35
 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran                                       15,83             15,74
 7. Pengangkutan dan Komunikasi                                            6,28              6,63
 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan                                8,60              8,36
 9. Jasa-jasa                                                             10,38             10,10

                               PDB                                   100,00             100,00
                         PDB TANPA MIGAS                               0,96               0,97



        Dibandingkan dengan peranan pada tahun 2004, pada tahun 2005 terjadi perubahan
peranan pada beberapa sektor ekonomi yaitu penurunan pada sektor pertanian, sektor industri
pengolahan, sektor listrik gas dan air bersih, sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor
keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan sektor jasa-jasa. Penurunan yang cukup besar
terjadi pada sektor pertanian dari 14,66 persen pada tahun 2004 menjadi 13,41 persen di tahun
2005. Peranan sektor industri pengolahan menurun dari 28,28 persen menjadi 28,05 persen,
sektor listrik, gas, dan air bersih menurun dari 0,98 persen menjadi 0,92 persen, sektor
perdagangan, hotel dan restoran menurun dari 15,83 persen menjadi 15,74 persen, sektor
keuangan, persewaan dan jasa perusahaan menurun dari 8,60 persen menjadi 8,36 persen dan
sektor jasa-jasa menurun dari 10,38 menjadi 10,10 persen. Sementara sektor pertambangan naik
peranannya dari 8,67 persen di tahun 2004 menjadi 10,44 persen di tahun 2005, sektor bangunan
naik dari 6,32 persen menjadi 6,35 persen dan sektor pengangkutan dan komunikasi naik dari
6,28 persen menjadi 6,63 persen pada tahun 2005. Selanjutnya jika dilihat secara total, peranan
PDB tanpa migas naik sedikit dari 0,96 persen pada tahun 2004 menjadi 0,97 persen pada tahun
2005.



Berita Resmi Statistik No 09 / IX / 15 Februari 2006                                        5
                         Gambar 2. Struktur PDB Nasional Tahun 2005 (%)


                                         9. Jasa-jasa
                                                                        1. Pertanian



                          8. Keuangan

                                                                                         2. Pertambangan

              7. Pengangkutan dan
                   Komunikasi




                       6. Perdagangan
                                                                                       3. Industri



                                        5. Bangunan
                                                         4. LGA




                             IV. PDB MENURUT PENGGUNAAN


       PDB atas dasar harga berlaku tahun 2005 senilai Rp 2.729,7                           triliun, sebagian besar
digunakan untuk konsumsi rumah tangga yaitu sebesar Rp 1.785,6 triliun. Komponen
penggunaan lainnya meliputi pengeluaran untuk konsumsi pemerintah sebesar Rp 225,0 triliun,
pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik sebesar Rp 599,8 triliun, perubahan inventori
sebesar Rp 7,2 triliun, transaksi ekspor sebesar Rp 915,6 triliun dan impor sebesar Rp 797,3
triliun. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2004), peningkatan PDB harga berlaku dari Rp
2.261,7 triliun menjadi Rp 2.729,7               triliun tersebut didukung oleh kenaikan pada seluruh
komponen penggunaan, seperti terlihat pada tabel berikut:




 6                                                      Berita Resmi Statistik No. 09 / IX / 15 Februari 2006
         TABEL 4. NILAI DAN LAJU PERTUMBUHAN PDB MENURUT PENGGUNAAN
                                TAHUN 2004 DAN 2005


                                            Atas Dasar                      Atas Dasar                    Laju
                                          Harga Berlaku                 Harga Konstan 2000            Pertumbuhan
          Komponen Penggunaan             (triliun rupiah)                (triliun rupiah)                2005
                                                                                                        (persen)
                                        2004                2005         2004           2005
                   (1)                   (2)                 (3)          (4)            (5)               (6)
     1. Konsumsi Rumah Tangga             1.532,9             1.785,6    1.004,1         1.043,8                 3,95
     2. Konsumsi Pemerintah                 191,1               225,0      126,2           136,4                 8,06
     3. Pembentukan Modal Tetap             492,8               599,8     354, 6           389,8                 9,93
        Bruto
     4. a. Perubahan Inventori               34,5                 7,2       23,5             4,3                    -
        b. Diskrepansi Statistik            -95,4                -6,2       12,9            48,5                    -
     5. Ekspor                              729,3               915,6      680,5           739,0                 8,60
     6. Dikurangi: Impor                    623,5               797,3      545,0           612,3                12,35
           Produk Domestik Bruto         2.261,7             2.729,7    1.656,8         1.749,5                 5,60


       Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2005 tercatat sebesar 5,60 persen.
Pertumbuhan ini didukung oleh semua komponen PDB penggunaan, yakni konsumsi rumah
tangga yang tumbuh sebesar 3,95 persen, konsumsi pemerintah sebesar 8,06 persen, pembentukan
modal tetap bruto sebesar 9,93 persen, serta ekspor maupun impor barang dan jasa, yang masing-
masing meningkat sebesar 8,60 persen dan 12,35 persen. Pertumbuhan PDB tahunan tersebut
merupakan pertumbuhan kumulatif dari PDB triwulanan yang terbentuk pada tahun yang
bersangkutan dengan rincian sebagai berikut.

        TABEL 5. LAJU PERTUMBUHAN PDB MENURUT KOMPONEN PENGGUNAAN
                            TRIWULANAN, TAHUN 2005

                                               Triwulan III, 2005       Triwulan IV, 2005          Triwulan IV, 2005
            Komponen Penggunaan                    Terhadap                 Terhadap                   Terhadap
                                               Triwulan II, 2005        Triwulan III, 2005         Triwulan IV, 2004
                     (1)                              (2)                        (3)                      (4)


1.      Konsumsi Rumah Tangga                         1,66                       1,10                    4,18
2.      Konsumsi Pemerintah                          20,22                      33,22                   29,98
3.      Pembentukan Modal Tetap Bruto                 3,21                      -4,75                    1,78
4.      Ekspor                                        5,08                       2,49                    7,41
5.       Dikurangi: Impor                             3,55                      -3,40                    3,74




Berita Resmi Statistik No 09 / IX / 15 Februari 2006                                                               7
          Pertumbuhan masing-masing komponen penggunaan        pada triwulan III terhadap triwulan
II tahun 2005 mengalami peningkatan. Laju pertumbuhan yang tertinggi terjadi pada konsumsi
pemerintah dan transaksi ekspor yang masing-masing meningkat sebesar 20,22 persen dan 5,08
persen. Sedangkan konsumsi rumah tangga tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Selanjutnya semua komponen PDB pada triwulan IV terhadap triwulan III yang mengalami
peningkatan kecuali komponen pembentukan modal tetap bruto dan impor yang masing-masing
turun sebesar minus 4,75 persen dan minus 3,40 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada konsumsi
pemerintah yang meningkat sebesar 33,22 persen.


          Dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan yang sama tahun sebelumnya (2004) secara
umum pada triwulan IV tahun 2005 semua komponen penggunaan menunjukkan peningkatan.
Tingkat pertumbuhan yang tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah yang mencapai
29,98 persen, diikuti oleh komponen ekspor sebesar 7,41 persen. Di samping itu konsumsi rumah
tangga juga mengalami peningkatan yang cukup berarti sebesar 4,18 persen.


          Dilihat pola distribusi PDB penggunaan, tampak bahwa konsumsi rumah tangga masih
merupakan penyumbang terbesar dalam penggunaan PDB Indonesia; meskipun porsinya
cenderung mengalami penurunan dari 67,78 persen pada tahun 2004 menjadi sebesar 65,41
persen pada tahun 2005. Sebaliknya, masih dalam periode yang sama porsi komponen
penggunaan lainnya menunjukkan peningkatan, di antaranya pembentukan modal tetap bruto dari
21,79 persen menjadi 21,97 persen, dan ekspor barang dan jasa dari 32,25 persen menjadi sebesar
33,54 persen.     Demikian pula dengan kegiatan impor barang dan jasa yang porsinya juga
mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya (2004) dari 27,57 persen menjadi 29,21
persen.




 8                                            Berita Resmi Statistik No. 09 / IX / 15 Februari 2006
         TABEL 6. DISTRIBUSI PERSENTASE PDB MENURUT PENGGUNAAN,
                      ATAS DASAR HARGA BERLAKU (Persen)


               Komponen Penggunaan                     2004               2005
                       (1)                              (2)                 (3)
1. Konsumsi Rumah Tangga                                      67,78            65,41
2. Konsumsi Pemerintah                                          8,45             8,24
3. Pembentukan Modal Tetap Bruto                              21,79            21,97
4. a. Perubahan Inventori                                       1,53             0,26
   b. Diskrepansi Statistik                                   - 4,22           - 0,23
5. Ekspor Barang dan Jasa                                     32,25            33,54
6. Dikurangi: Impor Barang dan Jasa                           27,57            29,21

          Produk Domestik Bruto                          100,00             100,00




          V.     PDB DAN PRODUK NASIONAL BRUTO (PNB) PER-KAPITA

       PDB/PNB per-kapita yang merupakan PDB/PNB (atas dasar harga berlaku) dibagi dengan
jumlah penduduk pertengahan tahun, merupakan indikator kemajuan pembangunan.      Pada tahun
2005 angka PDB per-kapita diperkirakan mencapai Rp 12.450,7 ribu dengan laju peningkatan
sebesar 19,11 persen dibandingkan dengan PDB per-kapita tahun 2004. Sementara itu PNB per-
kapita juga meningkat dari Rp 10.091,0 ribu pada tahun 2004 menjadi Rp 12.061,4 ribu pada
tahun 2005, atau bertambah sebesar 19,53 persen.


                     TABEL 7. PDB DAN PNB PER-KAPITA INDONESIA
                                 TAHUN 2004 DAN 2005

                    Rincian                            2004                2005
                       (1)                              (2)                 (3)

PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku
  - Nilai (ribu rupiah)                                 10.453,4           12.450,7
  - Indeks Peningkatan (persen)                             9,62              19,11
  - Nilai (US$)                                          1.160,7            1.308,1
PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku
  -    Nilai (ribu rupiah)                              10.091,0           12.061,4
  - Indeks Peningkatan (persen)                            10,01              19,53
  - Nilai (US$)                                          1.120,5            1.267,2



Berita Resmi Statistik No 09 / IX / 15 Februari 2006                                    9
                                  VI.       KINERJA EKONOMI REGIONAL

        PDB lebih banyak diciptakan di KBI (sekitar 83%) dari pada di KTI (17%). Di KBI
sendiri, propinsi-propinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat merupakan 3 propinsi yang
memberikan kontribusi terbesar kepada PDB Indonesia. Sedangkan di KTI, propinsi-propinsi
Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua merupakan 3 propinsi yang memberikan
kontribusi terbesar (dengan porsi lebih kecil) kepada PDB Indonesia.


        Laju pertumbuhan PDRB di KBI relatif lebih tinggi daripada di KTI; disamping itu,
kontribusi terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak diciptakan oleh KBI dari
pada KTI, dan kecenderungannya kontribusi KBI semangkin meningkat.


       TABEL 8. STRUKTUR SERTA KONTRIBUSI PERTUMBUHAN TERTIMBANG
                             DI KBI DAN KTI (%)



                                                                          Kontribusi Pertumbuhan
                 Kawasan                    Struktur                            Tertimbang

                               2001 2002 2003 2004 2001                        2002    2003      2004
                   (1)            (2)      (3)       (4)       (5)      (6)     (7)      (8)       (9)

                  KBI          82.7        82.6     82.7      82.9     76.59   86.49    87.18     87.71
                   KTI         17.2        17.4     17.3      17.1     13.41   13.51    12.82     12.29
                                                                       100.00 100.00   100.00    100.00


            TABEL 9. PROPINSI-PROPINSI YANG MEMBERIKAN KONTRIBUSI
                TERBESAR KEPADA PEREKONOMIAN INDONESIA (%)*

                         KBI                                                     KTI

      Propinsi     2001    2002         2003      2004          Propinsi       2001    2002     2003      2004
 DKI Jakarta       16.97   17.04        17.16     17.37      Kal-Tim           6.14    5.98     5.82      5.67

 Jawa Timur        14.96   14.87        14.90     15.07      Sul-Sel           2.30    2.29     2.31      2.32
 Jawa Barat        14.46   14.38        14.38     14.45      Papua             1.71    1.72     1.67      1.54
 Jumlah 3 Prop     46.39   46.29        46.44     46.89      Jumlah 3 Prop     10.15   9.99     9.80      9.53
* Persentase terhadap Indonesia


 10                                                        Berita Resmi Statistik No. 09 / IX / 15 Februari 2006
                                  Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

                                DIREKTORAT NERACA PRODUKSI
                                            u.p. Supriyanto
                                    Telepon 3810291-5, Pes. 6100
                                  E-mail: supriyan@mailhost.bps.go.id

                                                   dan

                                DIREKTORAT NERACA KONSUMSI
                                         u.p. Abdul Rachman
                                   Telepon 3810291-5, Pes. 6200
                                 E-mail: arachman@mailhost.bps.go.id




                                BADAN PUSAT STATISTIK

                         Jl. Dr. Sutomo No.6-8, Kotak Pos 1003, Jakarta - 10010
                                  Telepon: 3841195, 3842508, 3810291-5
                                Teleks: 45159, 45169, 45325, 45375, 45385
                                  Faks: 3857046, E-mail: bpshq@bps.go.id
                                      Homepage: http://www.bps.go.id



Berita Resmi Statistik No 09 / IX / 15 Februari 2006                              11

								
To top