180 Siswa Terampil Wirausaha

Document Sample
180 Siswa Terampil Wirausaha Powered By Docstoc
					SMA Negeri I Jampang Kulon, Sukabumi, Jabar:

180 Siswa Terampil Wirausaha
      Bantuan Yayasan Damandiri dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dari keluarga kurang
mampu, sangat dirasakan oleh siswa SMA Negeri I Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak
180 siswa dari keluarga kurang mampu, kini telah memiliki ketrampilan wirausaha. Mereka
mendapatkan pelatihan perakitan komputer, otomotif, menjahit sampai sablon. Semua itu berkat
dukungan Yayasan Damandiri dan pembinaan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Institut
Pertanian Bogor (IPB) dalam menggerakkan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) berbasis sekolah.




D
        ALAM upaya mengejar ketertinggalan               ‘’Setiap orang membutuhkan pakaian, jadi
        di bidang pendidikan, kesehatan dan         keterampilan menjahit menjadi kebutuhan dasar       Membuat buletin sekolah
        ekonomi, Kabupaten Sukabumi, Jawa           membangun wirausaha juga. Kebetulan ada guru        (kiri) dan pelatihan komputer
        Barat akan terus membangun strategi         yang biasa memberikan pelatihan,’’ cetusnya.        menjadi modal
pembangunan yang lebih baik. Strategi yang               Selain menjahit, ada pula keterampilan         pengembangan kepribadian
belum lama ini dilakukan antara lain dengan         sablon, sehingga siswa memiliki keahlian mem-       siswa menjadi pribadi
menjadikan peran Posdaya berbasis sekolah           buat spanduk. ‘’Setelah mereka lulus, diharapkan    mandiri dan terampil
sebagai kunci pembangunan sumber daya               mampu mandiri, bisa berwirausaha. Alhamdu-
                                                                                                        wirausaha.
manusia di Sukabumi.                                lillah, lulusan tahun 2007 kemarin juga sudah
   ‘’Posdaya merupakan gagasan yang sangat          membuka usaha sendiri,’’ ungkap Iyep.               [FOTO-FOTO: UYA]

bagus. Karena menyentuh sasaran yang tepat, yaitu        Pada tahun 2007 itu, SMA Negeri I Jampang
siswa yang kebetulan kurang mampu secara            Kulon membina 20 siswa yang terdiri dari 10 laki-
ekonomi,’’ ujar Iyep Budiman, penanggung jawab      laki dan 10 perempuan. Delapan orang di
program Posdaya di SMAN I Jampang Kulon.            antaranya, memilih keterampilan sablon dan 12
   Selama dua tahun berjalan, keberadaan            orang menjahit. ‘’Sebenarnya ada satu program
Posdaya diakui Iyep, telah mendorong siswa          lagi yang diikuti siswa yaitu membuat kue.
SMAN I Jampang Kulon untuk melanjutkan ke           Bahkan dengan dorongan orang tua siswa,
perguruan tinggi. Hal tersebut didukung dengan      selama setahun itu juga kita sempat membuka
pemberian life skill vokasional, antara lain        bengkel,’’ ungkap Iyep bangga.
keterampilan menjahit.                                   Partisipasi mengisi Posdaya berbasis sekolah

                                                                                Gemari Edisi 95/Tahun IX/Desember 2008         9
                                                                                             berikan keterampilan untuk mendesain-
                                                                                             nya sampai proses penyablonan.
                                                                                                Untuk Tata busana, ungkap Dudin,
                                                                                             siswa diberikan pelatihan cukup extra.
                                                                                             Mulai dari bahan dasar, pembuatan pola,
                                                                                             cara pengukuran, pengguntingan sampai
                                                                                             pada proses penjahitan. Selain bisa
                                                                                             dipakai sendiri, hasil ketrampilan tata
                                                                                             busana ini juga siswa bisa membuatkan
                                                                                             untuk para orang tuanya. ”Hasil
                                                                                             produksi siswa ini pun, bisa dijual ke
                                                                                             masyarakat,” cetus Dudin.
                                                                                                Selain memberikan berbagai program
                                                                                             keterampilan, para pembina siswa SMA
                                                                                             Negeri I Jampang Kulon juga meng-
                                                                                             arahkan siswanya untuk membuat
                               ini memang bukan hanya antusias pihak sekolah,       sebuah buletin sekolah yang sarat informasi.
      Ketersediaan mesin       tetapi juga dukungan masyarakat sekitar              ”Hal ini tentu saja sangat dibutuhkan siswa.
     jahit kian dilengkapi     sekolah. Dalam hal ini, selain memberikan            Apalagi, dalam buletin ini memuat beragam
        oleh pihak sekolah     pelatihan keterampilan setiap minggunya, pihak       informasi seputar pendidikan, kesehatan, tek-
      guna meningkatkan        sekolah juga ikut memberi bantuan mesin jahit        nologi terbaru dan hiburan,” tukas Dudin.
           produksi siswa.     untuk meningkatkan produksi. Pelatihan                   Guna menyerap ilmu pengetahuan lebih ba-
                               menjahit dilakukan selama 2 jam untuk materi         nyak, pihak sekolah juga mendatangkan bidan
                               dan 3 jam praktek setiap minggunya. ‘’Dengan         puskesmas memberikan pelajaran seputar
            [FOTO-FOTO: UYA]


                               bantuan Yayasan Damandiri kita mampu mem-            kesehatan reproduksi remaja. ”Remaja adalah
                               beli alat jahit dan bahannya,’’ cetus Iyep.          sumberdaya manusia yang berpotensi tinggi.
                                   Dalam pelatihan otomotif, Iyep mengakui          Kesadaran mereka tentang kesehatan reproduksi
                               agak terhambat diberikan kepada siswa karena         penting untuk ditumbuhkan,” ujar Dudin.
                               masalah pembiayaan dan kurangnya pembina.                Penyuluhan seputar kesehatan reproduksi
                               Dia juga berharap adanya pelatihan untuk melatih     remaja di lingkungan sekolah yang mempunyai
                               perakitan komputer di bidang software hardware       nama di provinsi Jawa Barat sebagai sekolah
                               yang masih terkendala. ‘’Rencana kami ke depan       yang menjuarai banyak kejuaraan di cabang bola
                               adalah tetap melanjutkan program yang sudah          voli dan bidang seni ini, telah dilakukan seba-
                               ada, tapi juga ada penambahan di bidang IT. Selain   nyak tiga kali penyuluhan. ”Pertama, kita meli-
                                                      siswa ahli dalam pemo-        hat risiko dan konsekuensi yang mungkin terjadi.
                                                      graman install, dengan pe-    Risiko yang dihadapi seperti kehamilan tidak
                                                      latihan ketrampilan ini ju-   diinginkan (KTD), IMS termasuk HIV/AIDS,
                                                      ga siswa diharapkan mam-      kekerasan seksual dan kegiatan seksual yang ti-
                                                      pu merakit sendiri dan        dak diinginkan. Sedang konsekuensi yang harus
                                                      menjualnya,” jelas Iyep.      ditanggung adalah dari segi medis, psikologis,
                                                                                    sosial dan ekonomis,” papar Iyep.
                                                     Berbuah hasil                      Isu-isu remaja merupakan masalah yang
                                                         Menurut Wakil Kepala       menarik untuk dibahas. Data menunjukkan,
                                                     SMA Negeri I Jampang           kurang lebih 37 % dari jumlah penduduk di In-
                                                     Kulon, Dudin, dari hasil       donesia adalah remaja. Masa remaja adalah masa
                                                     pembuatan sablon telah         transisi dari anak-anak menuju dewasa,
                                                     menghasilkan beragam           mempunyai kesempatan dan risiko terhadap
                                                     keuntungan. Antara lain,       kesehatan reproduksinya.
                                                     pembuatan seragam olah-            Hal kedua yang dibahas dalam penyuluhan
                                                     raga untuk siswa. Proses       itu adalah tentang masa subur dan aspek-aspek
                                                     pembuatan seragam ini          kesehatan penting lainnya yang perlu diper-
                                                     tentunya di mulai dari         hatikan oleh siswa. ”Dari pendampingan Pos-
                                                     mulai bahan dasar sampai       daya ini, kita harapkan masyarakat akan lebih
                                                     jadi satu kaos yang di mu-     dinamis dalam mengelola potensi mereka, dan
                                                     lai dari disainnya di bikin    bersama-sama mengembangkan diri khusus-
                                                     sendiri, bahkan penjahi-       nya pada bidang pendidikan, kesehatan dan
                                                     tannya juga di lakukan         kewirausahaan/ekonomi masyarakat,” ujar
 Dudin                                               oleh siswanya. Dalam me-       Dudi yang berharap program Posdaya ini terus
                                                     nyablon, siswa juga di         berlanjut. UYA/RW

10    Gemari Edisi 95/Tahun IX/Desember 2008