STRATEGI PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU by ylx48163

VIEWS: 681 PAGES: 6

									                                                   Infokop Nomor 29 Tahun XXII, 2006


           STRATEGI PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU

                               Dr. Reza Pahlevi, SE, MSi*

Latar Belakang                                usaha besar. Berkenaan dengan hal di-
                                              maksud sudah selayaknya pemerintah
    Terjadinya kenaikan harga BBM men-        memberikan perhatian yang lebih besar
dorong meningkatnya biaya produksi            dan iklim yang kondusif bagi UMKM agar
yang berdampak naiknya harga-harga,           dapat mengejar ketertinggalannya dan
turunnya daya beli masyarakat, bertam-        sekaligus pemerataan hasil-hasil pem-
bahnya pengangguran, dan semakin              bangunan.
meningkatnya jumlah penduduk miskin.
Hal tersebut mengakibatkan pertumbuh-         Sasaran Pengembangan
an lapangan kerja lebih lambat di-            Kewirausahaan
bandingkan dengan pertumbuhan
angkatan kerja sehingga terjadi                  Dalam kurun waktu lima tahun men-
pengangguran yang berdampak terhadap          datang (2005-2009) Pemerintah telah me-
terjadinya kemiskinan.                        nargetkan untuk mencetak sebanyak
                                              enam juta wirausaha baru. Langkah-lang-
   Untuk mengatasi keterbatasan ke-           kah yang ditempuh untuk mencapai tar-
mampuan pemerintah dalam mencipta-            get tersebut adalah melalui 3 (tiga) jalur
kan lapangan kerja, maka salah satu           yang meliputi: (a) jalur pendidikan; (b) jalur
upaya untuk mengatasi semakin mening-         pengusaha; dan (c) jalur kelompok pem-
katnya jumlah pengangguran dan pen-           bina.
duduk miskin adalah dengan member-
dayakan masyarakat menjadi wirausaha             Melalui jalur pendidikan total wira-
melalui pengembangan usaha mikro,             usaha baru yang ditargetkan per tahun
usaha kecil, dan usaha menengah               yaitu 917.840 orang, maka selama lima
(UMKM).                                       tahun sebanyak 4.623.400 orang. Mela-
                                              lui jalur pengusaha (inkubator,
    UMKM di Indonesia sebanyak                BDS,UPTD) sebanyak 278.320 orang,
44.693.759 atau 99,84 % dari unit usaha       maka selama lima tahun 1.308.600
secara keseluruhan (BPS, 2005)                orang. Jalur kelompok pembina, total
menyerap tenaga kerja sebesar 82,2 juta       wirausaha yang ditargetkan adalah
tenaga kerja (88,64%) dari jumlah             14.000 orang, maka selama 5 tahun
tenaga kerja yang ada di Indonesia.           sebanyak 68.000 orang. Total target di
Ironisnya kontribusi UMKM terhadap pem-       seluruh Indonesia per tahun dapat men-
bentukan PDB sebesar hanya 5,6 %              cetak wirausaha baru sebanyak
selebihnya merupakan peran usaha              1.209.760 orang. Selama 5 tahun ditar-
besar yang jumlahnya hanya 0,16 %. Hal        getkan dapat mencetak wirausaha baru
tersebut menggambarkan bahwa pereko-          sebanyak 6.000.000 orang secara rinci
nomian nasional masih dikuasai oleh           pada tabel berikut.

*
    Asdep Urusan Pengembangan Kewirausahaan



42
Infokop Nomor 29 Tahun XXII, 2006

                         Target Pencetakan Wirausaha Baru Melalui
                             Jalur Pengembangan 2005-2009
                                                                           Target 5
                 Pengelola dan Jenis    Jumlah      Target       Total
      No.                                                                   Tahun
                     Kegiatan            (unit)    (org/thn)   (org/thn)
                                                                           (orang)
       I    Pendidikan Formal :
            1. Pendidikan Menengah      13 353           40     534 120    2 670 600
            2. Pendidikan Tinggi         1 370          100     137 000      685 000
                    Sub Jumlah                                  671 120    3 355 600
            Pendidikan Informal :
            1. lnkubator                    56          120        6 720      68400
            2. Unit Pelaksana
               Teknis Daerah              2000          120     240 000    1 200 000
               (UPTD) Kabupaten
                    Sub Jumlah                                  246 720    1 268400
                      SubTotal                                  917 840    4 623400
       II   Pengusaha :
            1.    Inkubator                 56           80        4 480      59900
            2.    Business
                  Development              423           80       33 840      51700
                  Service (BDS).
            3.    Unit Pelayanan
                  Teknis Daerah          2 000          120     240 000    1 200 000
                  (UPTD) Kabupaten
                      SubTotal                                  278 320    1 308 600
      III   Kelompok Pembina :
            1. Unit Pelaksana
                                              5          80          400       3250
                Teknis (UPT) Pusat
            2.    Unit Pelaksana
                  Teknis Daerah
                                           165           80       13 200     64 750
                  (UPTD) Propinsi Sub
                  Total III
                   Sub Total                                      14 000     68 000
                     Total                                     1 209 760   6 000 000



   Sasaran penumbuhan wirusaha baru               (19 persen) dan sektor jasa 668.278
tersebut dibagi berdasarkan sektor usa-           orang (12 persen). Sedangkan, berdasar-
ha terdiri dari pada sektor industri yang         kan skala usaha wirausaha target penum-
mencapai 4.185.814 orang (69 persen),             buhan wirausaha baru dapat dikelompok-
sektor perdagangan 1.172.908 orang                kan menjadi menengah, kecil dan mikro.



                                                                                       43
                                                Infokop Nomor 29 Tahun XXII, 2006

Jalur Pengembangan                         dan terkait dengan pengembangan
Kewirausahaan                              kewirausahaan serta bagi yang ingin
                                           mengetahui, menghayati lebih mendalam
    Strategi penumbuhan wirausaha baru     dianjurkan untuk mengikuti kegiatan
dilakukan melalui tiga strategi yaitu :    pembudayaan kewirausahaan.

   Strategi Umum Pengembangan              2. Membudayakan kewirausahaan
Kewirausahaan
                                               Membudayakan kewirausahaan ialah
   Strategi umum digunakan untuk men-      mengarahkan wirausaha terutama kepa-
capai tujuan pengembangan kewirausa-       da kegiatan ekonomi yang rasional,
haan antara lain:                          menguntungkan, berkelanjutan, dan
                                           dapat ditiru oleh masyarakat. Langkah
1. Meningkatkan kemampuan                  untuk pencapaiannya dilakukan melalui:
   kewirausahaan                           (1) Kegiatan ekonomi yang rasional ter-
                                           utama kegiatan-kegiatan yang ditangani
   Untuk meningkatkan kemampuan            atau diorganisasikan dalam perusahaan.
kewirausahaan dilakukan melalui langkah-   Dengan demikian, sifat rasional dari ke-
langkah: (a) mengembangkan kewirausa-      giatan tersebut dapat diukur dengan
haan bagi para pengusaha dan calon         ukuran kinerja yang lazim; (2) Menawar-
pengusaha untuk meningkatkan kinerja       kan kegiatan pada masyarakat yang
perusahaan terutama melalui peningkat-     menguntungkan bagi peserta program dan
an etos kerja, kreativitas dan inovasi,    masyarakat pada umumnya; (3) Menawar-
produktivitas, kemampuan membuat           kan kegiatan yang berkelanjutan dan
keputusan dan mengambil risiko, serta      dapat ditiru oleh masyarakat.
kerjasama yang saling menguntungkan
dan dengan menerapkan etika bisnis;            Di samping itu membudayakan
(b) Meningkatkan kinerja perusahaan        kewirausahaan harus secara intensif,
yang bermanfaat bagi masyarakat dan        komprehensif, dan terpadu, yang penca-
perekonomian nasional terutama melalui;    paiannya dilakukan melalui : (1) Skala
penciptaan lapangan kerja baru, pen-       prioritas sasaran; (2) Persiapan dan
ciptaan barang dan jasa yang lebih ber-    perencanaan yang baik, dengan memper-
mutu dan atau lebih beragam, peningkat-    hatikan efektivitas dari berbagai kegiatan;
an daya saing perusahaan, baik di pasar    (3) Kegiatan secara komprehensif dan ter-
dalam negeri ataupun di pasar Interna-     padu, mencakup kegiatan pra pelatihan,
sional; (c) Mengembangkan kewirausa-       pelatihan, bimbingan dan konsultasi, ma-
haan masyarakat luas yang diharapkan       gang dan studi banding, promosi dan temu
akan mendorong peningkatan kegiatan        usaha, serta peningkatan akses pasar dan
dan kinerja usaha dan ekonomi masyara-     pemberian bantuan perkuatan secara
kat melalui peningkatan etos kerja,        selektif, (4) Penekanan pada kesesuaian
disiplin efisiensi, dan produktivitas      kondisi dinamis masing-masing peserta
nasional; (d) Menyebarluaskan asas         atau kelompok peserta program yang di-
pokok kewirausahaan sebagai pedoman        bina, (5) Kegiatan peningkatan semangat,
praktis bagi semua pihak yang berminat     sikap dan perilaku kewirausahaan.



44
Infokop Nomor 29 Tahun XXII, 2006

3. Memberdayakan sumber daya               sendiri melalui upaya pengembangan diri
                                           sambil melaksanakan kegiatan usaha
    Mendayagunakan sumberdaya ada-         atau learning by doing.
lah menggunakan sumber daya yang
tersedia, baik yang ada pada Departemen    5. Memberdayakan Koperasi Simpan
maupun Instansi yang terkait dan              Pinjam dan Lembaga Keuangan
masyarakat serta teknologi informasi.         Mikro
Langkah-langkah yang dilakukan:
(a) Sumberdaya yang tersedia di berbagai      Dalam upaya mempermudah akses
Departemen/Instansi Pemerintah berupa      calon wirausaha baru terhadap sumber-
aparat pembina (termasuk penyuluh, kon-    sumber permodalan untuk modal kerja,
sultan dan widyaswara), sarana dan         sebaiknya lembaga keuangan mikro dan
prasarana, serta anggaran perlu dike-      koperasi simpan pinjam diberdayakan.
rahkan dan didayagunakan dengan baik       Dengan tersebarnya koperasi-koperasi
untuk melaksanakan dan menunjang           diharapkan kesulitan permodalan yang
pengembangan kewirausahaan sesuai          dihadapi oleh wirausaha. Oleh karena itu
dengan peraturan perundang-undangan        lembaga keuangan mikro perlu diberdaya-
yang berlaku; (b) Sumberdaya utama un-     kan agar lebih mampu melayani calon ang-
tuk membudayakan kewirausahaan pada        gota, dan anggotanya.
para pengusaha kecil dan koperasi pada
khususnya adalah para pengusaha itu        Strategi Khusus Pengembangan
sendiri melalui upaya pengembangan diri    Kewirausahaan
sambil melaksanakan kegiatan usaha
atau learning by doing.                      Strategi khusus dilakukan melalui jalur
                                           pengembangan kewirausahaan, yang
4. Mendayagunakan sumberdaya               meliputi :

    Menggunakan sumber daya yang           1. Jalur Pendidikan dan Latihan
tersedia, baik yang ada pada Departemen         Pengembangan kewirausahaan mela-
maupun Instansi yang terkait dan           lui jalur pendidikan teridiri dari jalur pen-
masyarakat serta teknologi informasi.      didikan formal dan non formal.
Langkah-langkah yang dilakukan:            a. Pendidikan Formal
(a) Sumberdaya yang tersedia di berbagai        Jalur pendidikan formal terdiri dari :
Departemen/Instansi Pemerintah berupa
aparat pembina (termasuk penyuluh, kon-    1) Pendidikan Dasar dan Menengah
sultan dan widyaswara), sarana dan            Untuk pendidikan dasar dan pen-
prasarana, serta anggaran perlu dikerah-      didikan menengah ditekankan pada
kan dan didayagunakan dengan baik un-         4 kecakapan, yaitu : (1) Kecakapan
tuk melaksanakan dan menunjang                mengenal diri (self awareness) atau
pengembangan kewirausahaan sesuai             kecakapan personal (personal skill),
dengan peraturan perundang-undangan           (2) Kecakapan berpikir rasional (think-
yang berlaku; (b) Sumberdaya utama un-        ing skill, (3) Kecakapan sosial atau
tuk membudayakan kewirausahaan pada           kecakapan interpersonal (social skill),
para pengusaha kecil dan koperasi pada        (4) Kecakapan vokasional (vocational
khususnya adalah para pengusaha itu           skill)


                                                                                     45
                                                  Infokop Nomor 29 Tahun XXII, 2006

2) Pendidikan Tinggi                            (1) Lembaga Pemerintahan :
   Pengembangan kewirausahaan pada              (2) Lembaga Non Pemerintahan :
   pendidikan tinggi dilakukan selain 4
   “kecakapan hidup” yang disampaikan            Pengembangan kewirausahaan untuk
   pada program pendidikan dasar dan         jalur pengusaha UMKM, juga dilakukan
   menengah ditambah 1 (satu) kecakap-       melalui program-program :
   an yakni kecakapan akademik (aca-         (1) Pembentukan kelompok usaha/
   demic skill) atau kemampuan berpikir          klaster.
   ilmiah. Selain itu, untuk jalur pen-      (2) Pengguliran Modal Awal Padanan
   didikan tinggi program pengembangan           (MAP).
   karakter kewirausahaan (budaya            (3) Pengembangan kemitraan.
   kewirausahaan) meliputi 5 (lima) ke-      (4) Pengembangan UMKM berorientasi
   giatan yang saling terkait yaitu:             ekspor.
   (a) Kuliah Kewirausahaan (KWU),           (5) Pengembangan UMKM melalui
   (b) Magang Kewirausahaan (MKU),               pemanfaatan inovasi/teknologi lokal
   (c) Kuliah Kerja Usaha (KKU), (d) Kon-        atau Teknologi Tepat Guna (TTG).
   sultasi Bisnis dan Penempatan Kerja       (6) Penyertaan UMKM dalam kegiatan
   (KBPK), (5) Inkubator Wirausaha Baru          promosi.
   (INWUB).
                                             3) Jalur Kelompok Pembina
b. Pendidikan Informal                          Program-program yang dilakukan
   Melalui jalur ini, ada beberapa program   dalam pengembangan kewirausahaan
   yang dicanangkan untuk menumbuh-          melalui jalur kelompok pembina, meliputi:
   kan wirausaha baru, yaitu: (a) Program    (1) Pendidikan dan pelatihan, (2) Bim-
   Pelatihan, (b) Program Magang,            bingan, konsultasi, dan tutor pola belajar
   (c) Program Kursus.                       mandiri, (3) Pertemuan ilmiah dan sare-
   Institusi/lembaga yang dijadikan ujung    sehan, (4) Studi perbandingan, (5) Penye-
   tombak pengembangan wirausaha             baran publikasi.
   baru adalah : Lembaga Pemerintah-
   an, dan Lembaga Non Pemerintahan.
   Secara garis besar kurikulum ini          Penutup
   minimal berisikan: Pengetahuan dan
   Wawasan, Motivasi dan Sikap,                  Pemberdayaan masyarakat menjadi
   Keterampilan Manajerial, dan Peren-       wirausaha baru dapat dilakukan melalui
   canaan Usaha.                             jalur strategi umum, dan strategi khusus.
                                             Strategi umum dengan meningkatkan
1.) Jalur Pengusaha                          kemampuan kewirausahaan,membuda-
    Ada beberapa program yang dicanang-      yakan kewirausahaan, dan memberda-
    kan untuk menumbuhkan wirausaha          yakan sumberdaya. Strategi khusus
    bagi pengusaha (UMKM), yaitu mela-       pengembangan kewirausahaan dilakukan
    lui: Program Pelatihan, Program Kur-     dengan melalui jalur pendidikan, jalur
    sus, dan Program Pendampingan            pengusaha, dan jalur kelompok pembina.
    Institusi/lembaga yang dijadikan ujung
    tombak pengembangan wirausaha ini           Penumbuhan wirausaha baru sebaik-
    adalah :                                 nya lebih selektif dan mengutamakan


46
Infokop Nomor 29 Tahun XXII, 2006

kualitas dibandingkan kuantitas. Dengan    arah dan harapan yang akan mereka ca-
menumbuhkembangkan wirausaha baru          pai.
yang berkualitas dapat dijadikan sebagai       Untuk mengatasi keterbatasan per-
patron untuk pengembangan wirausaha.       modalan yang dihadapi oleh wirausaha
Jadi bentuk dulu wirausaha yang berkua-    sebaiknya lembaga keuangan mikro
litas untuk dapat dijadikan sebagai per-   diberdayakan agar dapat lebih mampu
contohan kemudian dapat direplikasikan     melayani para anggota dan calon anggo-
ke daerah lain. Dengan demikian dapat      ta sehingga dapat mendorong tumbuh-
meyakinkan calon wirausaha bahwa ada       nya wirausaha-wirausaha baru.




                                                                              47

								
To top