PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2008 by lpx20272

VIEWS: 1,265 PAGES: 8

									                    BADAN PUSAT STATISTIK


                                                                       No. 11/02/Th. XII, 16 Februari 2009



PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TAHUN 2008

      Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2008 meningkat sebesar 6,1 persen terhadap tahun 2007,
      terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi
      16,7 persen dan terendah di sektor pertambangan dan penggalian 0,5 persen. Pertumbuhan PDB tanpa
      migas pada tahun 2008 mencapai 6,5 persen.
      Besaran PDB Indonesia pada tahun 2008 atas dasar harga berlaku mencapai Rp4.954,0 triliun, sedangkan
      atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.082,1 triliun.
      Secara triwulanan, PDB Indonesia triwulan IV-2008 dibandingkan dengan triwulan III-2008 (q-to-q) menurun
      sebesar minus 3,6 persen, dan bila dibandingkan dengan triwulan IV-2007 (y-on-y) tumbuh sebesar 5,2
      persen.
      Dari sisi penggunaan, PDB digunakan untuk memenuhi konsumsi rumah tangga sebesar 61,0 persen,
      konsumsi pemerintah 8,4 persen, pembentukan modal tetap bruto atau investasi fisik 27,7 persen, ekspor
      29,8 persen dan impor 28,6 persen.
      Semua komponen PDB penggunaan mengalami pertumbuhan pada tahun 2008, dengan pertumbuhan
      tertinggi pada pembentukan modal tetap bruto sebesar 11,7 persen, diikuti oleh pengeluaran konsumsi
      pemerintah 10,4 persen, impor 10,0 persen, ekspor 9,5 persen, serta pengeluaran konsumsi rumah tangga
      sebesar 5,3 persen.
      Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2008 sebesar 6,1 persen didukung oleh sumber utama pertumbuhan
      komponen ekspor 4,6 persen, diikuti konsumsi rumahtangga 3,1 persen, pembentukan modal tetap bruto 2,6
      persen, dan konsumsi pemerintah 0,8 persen.
      PDB per kapita atas dasar harga berlaku pada tahun 2008 mencapai Rp21,7 juta (US$2.271,2), sementara
      tahun 2007 sebesar Rp17,5 juta (US$1.942,1).
      Struktur perekonomian Indonesia secara spasial masih didominasi oleh Pulau Jawa yang memberikan
      kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 57,9 persen, kemudian diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 23,4
      persen, Pulau Kalimantan 10,0 persen, Pulau Sulawesi 4,5 persen dan lainnya sebesar 4,2 persen.



1.   Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2008
      Perekonomian Indonesia pada tahun 2008 mengalami pertumbuhan sebesar 6,1 persen dibanding
tahun 2007. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan pada tahun 2008 mencapai
Rp2.082,1 triliun, sedangkan pada tahun 2007 sebesar Rp1.963,1 triliun. Bila dilihat berdasarkan harga



                                       Berita Resmi Statistik No. 11/02/Th. XII, 16 Februari 2009        1
berlaku, PDB tahun 2008 naik sebesar Rp1.004,7 triliun, yaitu dari Rp3.949,3 triliun pada tahun 2007
menjadi sebesar Rp4.954,0 triliun pada tahun 2008.

                                                Tabel 1
                        Nilai PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007--2008 dan
                                     Laju Pertumbuhan Tahun 2008
                                                Atas Dasar          Atas Dasar         Laju      Sumber
                                              Harga Berlaku     Harga Konstan 2000 Pertumbuhan Pertumbuhan
               Lapangan Usaha
                                             (Triliun Rupiah)     (Triliun Rupiah)     2008        2008
                                              2007      2008      2007       2008    (Persen)    (Persen)
                       (1)                     (2)       (3)       (4)      (5)       (6)          (7)

  1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan
                                             541,6     713,3     271,4     284,3      4,8          0,7
     Perikanan
  2. Pertambangan dan Penggalian             441,0     543,4     171,4     172,3      0,5          0,0
  3. Industri Pengolahan                    1 068,7   1.380,7    538,1     557,8      3,7          1,0
  4. Listrik, Gas dan Air Bersih              34,7      40,8      13,5      15,0     10,9          0,1
  5. Konstruksi                              305,2     419,3     121,9     130,8      7,3          0,5
  6. Perdagangan, Hotel dan Restoran         589,3     692,1     338,8     363,3      7,2          1,2
  7. Pengangkutan dan Komunikasi             264,3     312,5     142,3     166,1     16,7          1,2
  8. Keuangan, Real estat dan Jasa Persh.    305,2     368,1     183,7     198,8      8,2          0,8
  9. Jasa-jasa                               399,3     483,8     182,0     193,7      6,4          0,6

        Produk Domestik Bruto (PDB)         3 949,3   4 954,0   1 963,1   2 082,1     6,1          6,1
               PDB Tanpa Migas              3 532,8   4 426,4   1 820,5   1 939,3     6,5                -


       Selama tahun 2008, semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi
pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 16,7 persen, diikuti oleh sektor listrik, gas dan
air bersih 10,9 persen, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan 8,2 persen, sektor konstruksi 7,3
persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 7,2 persen, sektor jasa-jasa 6,4 persen, sektor pertanian 4,8
persen, dan sektor industri pengolahan 3,7 persen, serta sektor pertambangan dan penggalian 0,5 persen.
Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2008 mencapai 6,5 yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan
PDB secara keseluruhan yang besarnya 6,1 persen.
         Sektor pengangkutan dan komunikasi, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran yang
mengalami pertumbuhan sebesar 16,7 persen dan 7,2 persen masing-masing memberikan kontribusi
terbesar yang sama terhadap total pertumbuhan PDB yaitu sebesar 1,2 persen. Selanjutnya sumber
pertumbuhan yang cukup besar yaitu sektor industri pengolahan sebesar 1,0 persen, sektor keuangan, real
estat dan jasa perusahaan sebesar 0,8 persen dan sektor pertanian sebesar 0,7 persen (Tabel 1).




 2       Berita Resmi Statistik No.11/02/Th. XII,16 Februari 2009
                                                   Grafik 1
                         Laju dan Sumber Pertumbuhan PDB Atas Dasar Harga Konstan 2000
                                                  Tahun 2008
                  20,0

                  18,0                                                                                           16,7
                  16,0

                  14,0
                  12,0                                               10,9
     Persentase




                  10,0
                                                                                                                              8,2
                   8,0                                                               7,3             7,2
                                                                                                                                          6,4
                   6,0    4,8
                                                     3,7
                   4,0
                   2,0          0,7                        1,0                                             1,2          1,2         0,8
                                        0,5 0,0                             0,1            0,5                                                  0,6
                   0,0
                         Pertanian    Pertambangan   Industri          LGA          Konstruksi     Perdagangan   Angkutan     Keuangan    Jasa-jasa


                                                                 Laju Pertumbuhan                Sumber Pertumbuhan




2.            Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2008
      Kinerja perekonomian Indonesia pada triwulan IV-2008 yang digambarkan oleh PDB atas dasar
harga konstan 2000 menurun sebesar minus 3,6 persen dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q).
Penurunan tersebut mengikuti pola triwulanan yang lalu yaitu mengalami kontraksi pada triwulan IV
setelah terjadi kenaikan pada triwulan III. Pertumbuhan negatif pada triwulan IV-2008 ini terutama
karena sektor pertanian mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu minus 22,9 persen karena siklus
musiman. Sektor lainnya yang mengalami penurunan yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran minus
2,6 persen, sektor industri pengolahan minus 2,5 persen, dan sektor pertambangan dan penggalian minus
0,0 persen (pada subsektor pertambangan migas sebesar minus 1,6 persen). Sedangkan sektor-sektor
lainnya selama triwulan IV mengalami pertumbuhan positif. Sektor pengangkutan dan komunikasi
tumbuh 4,8 persen, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan tumbuh 2,0 persen, sektor konstruksi
tumbuh 1,9 persen, sektor jasa-jasa tumbuh 1,7 persen, dan sektor listrik, gas dan air bersih tumbuh 0,8
persen (Tabel 2).




                                                           Berita Resmi Statistik No. 11/02/Th. XII, 16 Februari 2009                                 3
                                                 Tabel 2
                         Laju Pertumbuhan PDB Triwulanan Menurut Lapangan Usaha
                                              (persentase)
                                                         Triw III-2008   Triw IV-2008    Triw IV-2008
                      Lapangan Usaha                      Terhadap        Terhadap        Terhadap
                                                         Triw II-2008    Triw III-2008   Triw IV-2007
                               (1)                            (2)             (3)             (4)

     1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan        7,2           -22,9             4,7
     2. Pertambangan dan Penggalian                           1,9            -0,0             2,1
     3. Industri Pengolahan                                   3,1            -2,5             1,8
     4. Listrik, Gas dan Air Bersih                           2,3             0,8             9,3
     5. Konstruksi                                            3,2             1,9             5,7
     6. Perdagangan, Hotel dan Restoran                       4,9            -2,6             5,6
     7. Pengangkutan dan Komunikasi                           4,5             4,8            15,8
     8. Keuangan, Real estat dan Jasa Perusahaan              1,8             2,0             7,4
     9. Jasa-jasa                                             1,1             1,7             6,0
                Produk Domestik Bruto (PDB)                   3,7            -3,6             5,2
                      PDB Tanpa Migas                         3,9            -3,8             5,6


      Selanjutnya, perekonomian Indonesia pada triwulan IV-2008 bila dibandingkan dengan triwulan
IV-2007 (year-on-year) mengalami pertumbuhan sebesar 5,2 persen. Pertumbuhan tersebut terjadi pada
semua sektor ekonomi yaitu sektor pengangkutan dan komunikasi mencapai pertumbuhan tertinggi
sebesar 15,8 persen, sektor listrik, gas dan air bersih tumbuh 9,3 persen, sektor keuangan, real estat dan
jasa perusahaan tumbuh 7,4 persen, sektor jasa-jasa tumbuh 6,0 persen, sektor konstruksi tumbuh 5,7
persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 5,6 persen, sektor pertanian tumbuh 4,7 persen,
sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 2,1 persen dan sektor industri pengolahan tumbuh 1,8
persen.

3.       Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008
        Distribusi PDB menurut sektor ekonomi atau lapangan usaha atas dasar harga berlaku
menunjukkan peranan dan perubahan struktur ekonomi dari tahun ke tahun. Tiga sektor utama yaitu
sektor industri pengolahan, sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran mempunyai
peranan sebesar 56,3 persen tahun 2008. Sektor industri pengolahan memberi kontribusi sebesar 27,9
persen, sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran mempunyai peranan masing-masing
sebesar 14,4 persen dan 14,0 persen.




 4          Berita Resmi Statistik No.11/02/Th. XII,16 Februari 2009
                                                   Tabel 3
                           Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007--2008
                                                (persentase)

                         Lapangan Usaha                                 2007                       2008
                                  (1)                                    (2)                        (3)

     1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan                   13,7                       14,4
     2. Pertambangan dan Penggalian                                      11,2                       11,0
     3. Industri Pengolahan                                              27,1                       27,9
     4. Listrik, Gas dan Air Bersih                                       0,9                        0,8
     5. Konstruksi                                                        7,7                        8,4
     6. Perdagangan, Hotel dan Restoran                                  14,9                       14,0
     7. Pengangkutan dan Komunikasi                                       6,7                        6,3
     8. Keuangan, Real estat dan Jasa Perusahaan                          7,7                        7,4
     9. Jasa-jasa                                                        10,1                        9,8
                    Produk Domestik Bruto (PDB)                         100,0                      100,0
                         PDB Tanpa Migas                                 89,5                       89,3


        Dibandingkan dengan tahun 2007, pada tahun 2008 terjadi penurunan pada semua sektor kecuali
sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan sektor konstruksi. Peranan sektor pertambangan dan
penggalian turun dari 11,2 persen menjadi 11,0 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran menurun
dari 14,9 persen menjadi 14,0 persen, sektor jasa-jasa dari 10,1 persen menjadi 9,8 persen, sektor
keuangan, real estat dan jasa perusahaan menurun dari 7,7 persen menjadi 7,4 persen, sektor
pengangkutan dan komunikasi dari 6,7 persen menjadi 6,3 persen, dan sektor listrik, gas dan air bersih
dari 0,9 persen menjadi 0,8 persen. Sementara sektor pertanian naik dari 13,7 persen di tahun 2007
menjadi 14,4 persen di tahun 2008, sektor industri pengolahan naik dari 27,1 persen menjadi 27,9 persen,
dan sektor konstruksi naik dari 7,7 persen menjadi 8,4 persen. Selanjutnya jika dilihat secara total,
peranan PDB tanpa migas turun dari 89,5 persen pada tahun 2007 menjadi 89,3 persen pada tahun 2008.


4.       PDB Menurut Penggunaan
        PDB atas dasar harga berlaku tahun 2008 senilai Rp4.954,0 triliun, sebagian besar digunakan
untuk konsumsi rumah tangga sebesar Rp3.019,5 triliun. Komponen penggunaan lainnya meliputi
pengeluaran untuk konsumsi pemerintah sebesar Rp416,9 triliun, pembentukan modal tetap bruto atau
investasi fisik sebesar Rp1.369,6 triliun, perubahan inventori sebesar Rp7,7 triliun, transaksi ekspor
sebesar Rp1.474,5 triliun dan impor sebesar Rp1.418,1 triliun. Dibandingkan dengan tahun 2007, PDB
atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp3.949,3 triliun menjadi Rp4.954,0 triliun. Hal tersebut
didukung oleh kenaikan pada seluruh komponen penggunaan, seperti terlihat pada tabel berikut:




                                                    Tabel 4
                              Nilai PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007--2008 dan
                                         Laju Pertumbuhan Tahun 2008

                                                  Berita Resmi Statistik No. 11/02/Th. XII, 16 Februari 2009   5
                                               Atas Dasar                    Atas Dasar         Laju      Sumber
                 Lapangan Usaha              Harga Berlaku               Harga Konstan 2000 Pertumbuhan Pertumbuhan
                                            (Triliun Rupiah)               (Triliun Rupiah)     2008        2008
                                             2007      2008                2007       2008    (Persen)    (Persen)
                         (1)                  (2)            (3)            (4)              (5)           (6)                 (7)
 1. Konsumsi Rumah Tangga                   2 510,5         3 019,5       1 130,8       1 191,2                  5,3           3,1
 2. Konsumsi Pemerintah                      329,8           416,9         153,3             169,3          10,4               0,8
 3. PMTB                                     986,2          1 369,6        441,6             493,2          11,7               2,6
 4. a. Perubahan Inventori                     -1,1                7,7       -0,2                  3,9   -1 690,1              0,2
     b. Diskrepansi Statistik                 -35,8            83,9         52,1              25,4                 -                 -
 5. Ekspor                                  1 163,0         1 474,5        942,4        1 031,9                  9,5           4,6
 6. Dikurangi: Impor                        1 003,3         1 418,1        756,9             832,8          10,0               3,9
          Produk Domestik Bruto (PDB)       3 949,3         4 954,0       1 963,1       2 082,1                  6,1


      Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2008 tercatat sebesar 6,1 persen. Pertumbuhan ini
didukung oleh semua komponen PDB penggunaan, yakni konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,3
persen, konsumsi pemerintah sebesar 10,4 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar         11,7
persen, serta ekspor barang dan jasa sebesar 9,5 persen. Sementara impor sebagai komponen pengurang
juga meningkat sebesar 10,0 persen. Pertumbuhan PDB tahunan tersebut merupakan pertumbuhan
kumulatif dari PDB triwulanan yang terbentuk pada tahun yang bersangkutan (Tabel 4).
      Pertumbuhan ekonomi tahun 2008 sebagian besar bersumber dari komponen ekspor barang dan
jasa. Dari 6,1 persen pertumbuhan tahun 2008, 4,6 persen bersumber dari komponen ekspor barang dan
jasa. Komponen terbesar PDB yaitu konsumsi rumah tangga hanya memberikan sumbangan sebesar 3,1
persen. Sementara pembentukan modal tetap bruto serta pengeluaran konsumsi pemerintah memberikan
kontribusi terhadap pertumbuhan masing-masing sebesar 2,6 persen dan 0,8 persen.

                                                   Tabel 5
                             Laju Pertumbuhan PDB Triwulanan Menurut Penggunaan
                                                (persentase)

                                            Triwulan III-2008               Triwulan IV-2008                Triwulan IV-2008
          Komponen Penggunaan                  Terhadap                         Terhadap                        Terhadap
                                            Triwulan II-2008                Triwulan III-2008               Triwulan IV-2007
                       (1)                            (2)                             (3)                               (4)
1. Konsumsi Rumah Tangga                              1,9                              1,7                               4,8
2. Konsumsi Pemerintah                                5,6                            25,6                              16,3
3. Pembentukan Modal Tetap Bruto                      5,2                             0,8                               9,1
4. Perubahan Inventori                                98,2                          -227,6                             -60,8
5. Ekspor                                             -0,1                            -5,5                               1,8
6. Dikurangi: Impor                                    0,8                           -11,7                              -3,5
        Produk Domestik Bruto (PDB)                   3,7                             -3,6                               5,2




        Pertumbuhan masing-masing komponen penggunaan, q-to-q pada triwulan IV-2008 dibandingkan
dengan triwulan III-2008 mengalami perlambatan kecuali konsumsi pemerintah yang mengalami
percepatan, sedangkan komponen ekspor dan impor mengalami kontraksi. Laju pertumbuhan tertinggi
pada triwulan IV-2008 terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yaitu sebesar 25,6


 6         Berita Resmi Statistik No.11/02/Th. XII,16 Februari 2009
persen, konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto masing-masing meningkat sebesar
1,7 persen dan 0,8 persen. Sedangkan komponen ekspor dan impor mengalami kontraksi masing-masing
sebesar minus 5,5 persen dan minus 11,7 persen.
        PDB menurut penggunaan pada triwulan IV-2008 terhadap triwulan IV-2007 mengalami
peningkatan. Tingkat pertumbuhan yang tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah yang
mencapai 16,3 persen, diikuti oleh komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 9,1 persen. Di
samping itu konsumsi rumah tangga dan ekspor juga mengalami peningkatan yaitu masing-masing
sebesar 4,8 persen dan 1,8 persen. Sementara impor mengalami kontraksi sebesar minus 3,5 persen.
        Dilihat dari pola distribusi PDB penggunaan, konsumsi rumah tangga masih merupakan
penyumbang terbesar dalam penggunaan PDB Indonesia sekalipun mengalami penurunan dari 63,6
persen pada tahun 2007 menjadi sebesar 61,0 persen pada tahun 2008. Komponen lainnya mengalami
peningkatan yaitu pengeluaran konsumsi pemerintah dari 8,3 persen menjadi 8,4 persen pada tahun 2008.
Pembentukan modal tetap bruto meningkat dari 25,0 persen menjadi 27,7 persen. Ekspor meningkat tipis
dari 29,4 persen menjadi 29,8 persen pada periode yang sama, sementara impor mengalami peningkatan
yang lebih besar dibandingkan ekspor yaitu dari 25,4 persen menjadi 28,6 persen.

                                                    Tabel 6
                               Struktur PDB Menurut Penggunaan Tahun 2007--2008
                                                 (persentase)

                            Komponen Penggunaan                                       2007                 2008
                                           (1)                                         (2)                  (3)


     1.    Konsumsi Rumah Tangga                                                      63,6                  61,0
     2.    Konsumsi Pemerintah                                                         8,3                   8,4
     3.    Pembentukan Modal Tetap Bruto                                              25,0                  27,7
     4.    a. Perubahan Inventori                                                     -0,0                   0,1
           b. Diskrepansi Statistik                                                   -0,9                   1,6
     5.    Ekspor Barang dan Jasa                                                     29,4                  29,8
     6.    Dikurangi: Impor Barang dan Jasa                                           25,4                  28,6


                         Produk Domestik Bruto (PDB)                              100,0                    100,0




5.        PDB DAN PRODUK NASIONAL BRUTO (PNB) PER KAPITA
        PDB/PNB per kapita merupakan PDB/PNB (atas dasar harga berlaku) dibagi dengan jumlah
penduduk pertengahan tahun. Pada tahun 2008 angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp21,7 juta
(US$2.271,2) dengan laju peningkatan sebesar 23,6 persen dibandingkan dengan PDB per kapita tahun
2007 sebesar Rp17,5 juta (US$1.942,1). Sementara itu PNB per kapita juga meningkat dari Rp16,8 juta
pada tahun 2007 menjadi Rp20,9 juta pada tahun 2008 atau terjadi peningkatan sebesar 24,3 persen.
                                              Tabel 7
                     PDB dan PNB Per Kapita Indonesia Tahun 2007--2008

                                           Uraian                              2007                2008
                                             (1)                                (2)                  (3)
           PDB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku
                   - Nilai (juta rupiah)                                         17,5                21,7


                                                    Berita Resmi Statistik No. 11/02/Th. XII, 16 Februari 2009     7
              - Indeks Peningkatan (persen)                         16,8             23,6
              - Nilai (US$)                                       1 942,1         2 271,2
       PNB Per Kapita Atas Dasar Harga Berlaku
              - Nilai (juta rupiah)                                 16,8             20,9
              - Indeks Peningkatan (persen)                         16,9             24,3
              - Nilai (US$)                                       1 862,2         2 190,6



6.   PROFIL SPASIAL EKONOMI INDONESIA TRIWULAN IV-2008
       Struktur perekonomian Indonesia secara spasial masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau
Jawa yang memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto sebesar 57,9 persen, kemudian diikuti
oleh Pulau Sumatera sebesar 23,4 persen, Pulau Kalimantan 10,0 persen, dan Pulau Sulawesi 4,5 persen
serta lainnya 4,2 persen.
       Di Pulau Jawa, sumbangan masing-masing provinsi terhadap pulau tersebut berturut-turut adalah:
DKI Jakarta (28,7 persen), Jawa Timur (25,6 persen), Jawa Barat (25,1 persen), Jawa Tengah (14,0
persen), Banten (5,1 persen), dan DI Yogyakarta (1,6 persen).
       Setelah Pulau Jawa, Pulau Sumatera merupakan penyumbang terbesar kedua. Tiga penyumbang
terbesar terhadap Pulau Sumatera adalah Riau (30,0 persen), Sumatera Utara (22,1 persen), dan Sumatera
Selatan ( 12,6 persen).
       Provinsi penyumbang terbesar di Pulau Kalimantan adalah Kalimatan Timur, yaitu sebesar 69,5
persen terhadap pulau tersebut, sedangkan provinsi penyumbang terbesar di Pulau Sulawesi adalah
Sulawesi Selatan, yaitu sebesar 46,1 persen terhadap pulaunya.
       Berdasarkan perbandingan antar provinsi, tiga provinsi yang terbesar kontribusinya adalah DKI
Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat, dimana ketiganya memberikan konstribusi sebesar 46,0 persen
terhadap Indonesia.




 8     Berita Resmi Statistik No.11/02/Th. XII,16 Februari 2009

								
To top