PENGUMUMAN KBRI MENGENAI PENANGGUHAN KEWAJIBAN DAFTAR ULANG BAGI by lpx20272

VIEWS: 14 PAGES: 3

									PENGUMUMAN KBRI MENGENAI PENANGGUHAN KEWAJIBAN DAFTAR
 ULANG BAGI WARGANEGARA ASING DIBAWAH PROGRAM NSEERS,
            TERMASUK WARGANEGARA INDONESIA


 1. Pada tanggal 1 Desember 2003, U.S. Department of Homeland Security (DHS)
      telah mengumumkan penangguhan kewajiban daftar ulang (re-registrasi) bagi
      warganegara asing yang terkena program National Security Entry-Exit Registration
      System (NSEERS) atau Special Registration, termasuk Warganegara Indonesia
      (WNI).

 2. Mereka yang masuk dalam program NSEERS terbagi menjadi dua: (1) mereka
      yang didaftar melalui Kantor-kantor Imigrasi (call-in registration) maupun (2)
      mereka yang didaftar di pelabuhan udara/laut/tempat pemeriksaan imigrasi (port of
      entry/POE) ketika akan masuk ke wilayah Amerika Serikat.

 3.    Kewajiban daftar ulang yang ditangguhkan adalah: (1) kewajiban untuk melapor
      ke Kantor Imigrasi Amerika Serikat di hari ke-30 bagi mereka yang terkena
      pendaftaran di pintu masuk imigrasi (port of entry/POE) atau (2) kewajiban untuk
      mendaftar ulang seiap tahun bagi mereka yang telah terdaftar pada program
      NSEERS melalui pendaftaran di Kantor-kantor Imigrasi AS (call-in registration).

 4. Penangguhan ini merupakan revisi/perubahan terhadap ketentuan yang terdapat di
      pasal 264 ayat 1(f) pada UU Imigrasi dan Kewarganegaraan Amerika Serikat (US 8
      CFR Part 264). Untuk teks pasal tersebut, baik versi lama maupun baru dapat
      dilihat pada lampiran pengumuman ini.

 5. Berkaitan dengan ketentuan baru itu, KBRI meminta perhatian masyarakat
      Indonesia terhadap hal-hal berikut :

         a. Meskipun telah ditangguhkan, namun tidak berarti kewajiban daftar
            ulang dihapuskan sama sekali.

                      Daftar ulang memang tidak lagi diwajibkan secara massal, namun
                      secara kasus per kasus, DHS tetap akan mewajibkan individu
                      tertentu untuk melakukan verifikasi (dalam praktek tetap
                      merupakan daftar ulang). Mereka yang masih terkena kewajiban
                      ini akan diberitahukan oleh DHS, yang dapat melalui
                      pemberitahuan di Federal Register (Lembaran Negara Amerika
                      Serikat), melalui surat (pos atau diantar kurir) atau e-mail yang
                      ditujukan kepada alamat terakhir yang diberikan oleh individu
                      kepada DHS/Imigrasi ketika melakukan call-in registration atau
                      ketika didaftar di pelabuhan udara/laut/tempat pemeriksaan
                      imigrasi (Port of Entry/POE). Penentuan tanggal, tempat dan
                      waktu daftar ulang bagi individu tertentu ini dilakukan oleh DHS,
                      menurut ketentuan diberikan waktu tenggat 10 (sepuluh) hari bagi
           individu bersangkutan     untuk   memenuhi    perintah   daftar
           ulang/verifikasi.

           Bagi para WNI yang terdaftar pada NSEERS (baik call-in maupun
           POE), sangat penting sekali untuk tetap memperhatikan
           pengumuman maupun surat/e-mail dari DHS/Immigration and
           Custom Enforcement (ICE).

b. Bagi mereka yang telah mendaftar pada NSEERS (call-in dan POE),
   tetap wajib melaporkan keberangkatannya (departure) ke luar wilayah
   Amerika Serikat kepada pihak DHS, agar catatan keimigrasiannya tidak
   memiliki “cacat”, yang dapat mengakibatkan ditolak masuk kembali ke AS
   di masa depan. Mereka yang akan meninggalkan wilayah AS, harus: (1)
   berangkat melalui pelabuhan udara/laut/darat yang memang telah
   ditentukan (dapat dilihat pada situs www.ice.gov) dan (2) melaporkan
   keberangkatannya kepada petugas Customs and Border Protection
   (CBP) di pelabuhan tersebut.         Menyerahkan kartu I-94 (kartu
   kedatangan/keberangkatan atau kartu putih) kepada petugas maskapai
   penerbangan (airline), bukan merupakan tindakan melaporkan
   keberangkatan sebagaimana dimaksud oleh DHS.

c. Bagi mereka yang telah melakukan pendaftaran NSEERS di Kantor-
   kantor Imigrasi (call-in registration) dan sedang menghadapi removal
   proceedings (mendapat NTA/Notice to Appear/ panggilan sidang),
   ketentuan baru ini tidak memberikan keringanan apapun terhadap
   pelanggaran yang telah dilakukan maupun proses yang berjalan.
   Mereka yang mendapat NTA, tetap harus memenuhi panggilan persidangan.

d. Ketentuan baru ini secara tegas juga menyatakan tidak ada keringanan
   bagi mereka yang tidak pernah mendaftarkan diri pada NSEERS di
   Kantor Imigrasi (call-in) atau bagi yang didaftar di POE yang tidak
   mematuhi ketentuan daftar ulang setelah 30/40 hari berada di AS.

e. Pendaftaran di pelabuhan udara/laut/tempat pemeriksaan imigrasi
   (Port of Entry/POE) bagi mereka yang akan masuk ke wilayah AS tetap
   dilakukan oleh DHS, dan bagi WNI tetap terkena kemungkinan secara
   acak/random, sesuai wewenang (discretion) petugas imigrasi.

f. Mereka yang telah mendaftar pada program NSEERS (call-in maupun
   POE), tetap wajib melaporkan perubahan alamat, pekerjaan maupun
   institusi pendidikan kepada DHS.

g. Bagi mereka yang telah terdaftar dalam program SEVIS (Student and
   Exchange Visitor Information System), yaitu yang memiliki visa F, J,
   atau M, tidak perlu lagi melaporkan perubahan alamat tinggal atau
   institusi pendidikan secara terpisah kepada DHS, apabila dalam kurun
             10 (sepuluh) hari sejak perubahan itu telah melaporkan perubahan
             tersebut kepada SEVIS. Namun, perubahan alamat pekerjaan tetap harus
             dilaporkan kepada DHS secara tersendiri.

          h. Penting sekali bagi mereka yang telah terdaftar pada NSEERS untuk
             memiliki I-94 yang tertera FIN (Fingerprint ID Number) atau nomor
             sidik jari. Jika hilang atau rusak segera laporkan ke Kantor Imigrasi/ICE
             terdekat atau Kantor Imigrasi di mana melakukan pendaftaran NSEERS.

          i. Perlu diingat, ketentuan baru DHS tersebut meskipun berlaku sejak
             tanggal 2 Desember 2003, namun masih dapat berubah karena adanya
             tenggang waktu 60 (enam puluh) hari bagi masukan masyarakat.
             Dengan demikian, setelah 60 hari, ketentuan baru tersebut dapat berubah
             atau tetap apa adanya.

          j. KBRI mendorong masyarakat untuk memperhatikan dan mempelajari
             secara seksama ketentuan DHS ini. Pemerintah AS memberikan waktu
             60 (enam puluh) hari untuk masukan masyarakat. KBRI menghimbau
             masyarakat dan organisasi masyarakat yang memiliki masukan untuk
             memberikannya secara tertulis melalui KBRI atau langsung kepada
             pemerintah AS (Director, Regulations and Forms Service Division, US
             Citizenship and Immigration Services, DHS, 425 I Street, NW, Room 4034,
             Washington, D.C. 20536, dengan mencatumkan kode ICE No. 2301-03
             pada surat, atau melalui e-mail rfs.regs@dhs.gov dengan dituliskan pula
             ICE No. 2301-03 pada subject e-mail) . Masukan dapat diberikan secara
             tertulis kepada : Bidang Konsuler KBRI fax. 202 775 5315, atau melalui e-
             mail kepada:

             twardoyo@embassyofindonesia.org,
             irwan.sinaga@embassyofindonesia.org, hsantoso@embassyofindonesia.org.


Demikian disampaikan pengumuman ini, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.



                                                   Washington, D.C., 4 Desember 2003

								
To top