TUNTAS RINTISAN WAJAR 12 DAN UNGGUL DALAM MUTU PENDIDIKAN by upo12230

VIEWS: 678 PAGES: 39

									                 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

BAGIAN I
STRATEGI PEMBANGUNAN SKPD DINAS
PENDIDIKAN
A.   VISI DINAS PENDIDIKAN
          Visi adalah cara pandang jauh ke depan, kemana instansi pemerintah harus dibawa
     agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi juga menggambarkan tantangan keadaan
     dimasa depan yang diinginkan dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan
     tantangan dan peluang serta mempertimbangkan budaya yang tumbuh dan berkembang
     di masyarakat.
     Sehubungan dengan hal tersebut, visi Dinas Pendidikan Kabupaten Subang adalah :
     ” KABUPATEN SUBANG TUNTAS RINTISAN WAJAR                    12 TAHUN       DAN UNGGUL
     DALAM MUTU PENDIDIKAN PADA TAHUN 2014”
          Visi tersebut memiliki makna bahwa orientasi pendidikan memiliki tiga sasaran utama
     yang tidak dapat dipisahkan yakni pertama pendidikan harus membuka kesempatan
     seluas-luasnya kepada setiap warga masyarakat untuk memperoleh pendidikan. Orientasi
     yang pertama merupakan dimensi antisipatif dengan telah Tuntasnya Wajardikdas 9
     tahun setara pendidikan SD dan SLTP. Perlu dibuka kesempatan seluas-luasnya akses
     bagi bagi warga masyarakat dan lulusan SD dan SLTP ke jenjang yang lebih tinggi setara
     pendidikan SLTA dengan tetap melakukan penguatan pada aspek pemerataan dan
     perluasan akses pendidikan dasar 9 tahun.
          Orientasi kedua berdimensi normatif bagaimana seharusnya penyelenggaraan
     pendidikan dilaksanakan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP).
     Dimensi ini mengisyarakatkan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat dalam
     pendidikan harus diimbangi dengan peningkatan mutu penyelengaraan pendidikan,
     dengan demikian maka diharapkan subtansi tujuan pendidikan dapat diwujudkan untuk
     semua jenis, jalur dan jenjang pendidikan.
              Sementara dimensi ketiga berdimensi Aplikatif, bahwa pendidikan harus memiliki
     fungsi individual dan fungsi sosial. Fungsi individual dimaksud    yaitu    bahwa dalam
     pendidikan harus terjadi character building pada peserta didik untuk mecapai tujuan
     pendidikan nasionla sesuai Bab II Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
     Sistem     Pendidikan   Nasional   (Depdknas,    2003:11)   yang    menyatakan bahwa
     pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
     menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
     berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
     yang demokratis serta bertanggung jawab; dan pada Rencana Strategis 2009-2014
     salah satu tujuan ini, yaitu Mandiri dijadikan salah satu fokus perencanaan pembangunan;
                                                                                           1
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
               DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

    sedangkan Fungsi sosial adalah bahwa pendidikan harus dapat mejadi fasilitator setiap
    individu untuk dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif dan memiliki wawasan
    kerakyatan dengan memberikan pengalaman kolektif masa            lalu dan sekarang yang
    berdasar pada tata nilai luhur masyarakat sebagai jiwa bangsa yaitu Gotong Royong.
B. STRATEGI PEMBANGUNAN DAERAH DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN
  SUBANG
  B.1. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG
          Kebijakan pembangunan adalah penjabaran tujuan dan sasaran misi dengan
    berdasarkan kepada perkembangan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya dan kondisi
    real yang ada sekarang. Mengacu kepada        kebijakan pokok pembangunan pendidikan
    nasional, yaitu pemerataan dan perluasan akses; peningkatan mutu, relevansi dan
    daya saing; dan penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik; maka
    kebijakan pembangunan pendidikan Kabupaten Subang adalah :
    1. Penguatan Pemerataan dan perluasan akses pendidikan dasar 9 tahun;dan
    2. Rintisan Pemerataan dan Perluasan Akses pendidikan 12 tahun;
    3. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing; serta
    4. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.
          Kebijakan pertama dari pemerintah di bidang pendidikan adalah penguatan wajar
    dikdas 9 tahun yang sudah tercapai tahun 2008. Kebijakan kedua, pemerintah
    merencanakan untuk merintis program wajar 12 tahun yaitu dari SD/MI sampai tingkat
    SMA/MA/SMK. Kebijakan ketiga, dirasakan masih perlu adanya peningkatan mutu,
    relevansi dan daya saing bidang pendidikan. Kebijakan keempat adalah penguatan tata
    kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik yang telah dicapai sebelumnya. Keempat
    kebijakan ini tentu membawa konsekuensi logis yang harus ditindaklanjuti.
B.2. STRATEGI PENCAPAIAN PEMBANGUNAN TAHUN 2009 – 2014
    B.2.1. Desa Mandiri Gotong Royong sebagai Strategi Pembangunan Pendidikan
         Pembaharuan sistem pendidikan nasional dilakukan untuk memperbaharui visi, misi,
    dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Pendidikan nasional mempunyai visi
    terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk
    memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang
    berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu
    berubah.
         Dengan visi pendidikan tersebut, pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut:
    1. mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan
         yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
    2.   membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak
         usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;


                                                                                            2
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
               DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

    3. meningkatkan      kesiapan    masukan    dan      kualitas   proses    pendidikan   untuk
         mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;
    4.   meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat
         pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai
         berdasarkan standar nasional dan global; dan
    5.   memberdayakan      peran    serta   masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan
         berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.
         Berdasarkan visi dan misi pendidikan nasional tersebut, pendidikan nasional berfungsi
    mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
    bermartabat    dalam    rangka   mencerdaskan       kehidupan   bangsa,    bertujuan   untuk
    berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
    kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
    dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
          Pelaksanaan Pembangunan Pendidikan di Kabupaten Subang secara umum
    menunjukan keberhasilan, namun demikian disadari bahwa Pendidikan adalah suatu
    proses yang berlangsung terus menerus dari satu kondisi menuju kondisi berikutnya yang
    sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, ekonomi,sosial, budaya dan sebagainya. Selain
    dari pada itu adalah suatu fakta bahwa sebagian besar pendanaan Pembangunan
    Pendidikan ditopang oleh dana dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, oleh
    karena itu dalam kerangka percepatan dan penguatan Program-program pembangunan
    Pendidikan di Kabupaten Subang dipandang perlu segera merintis pembentukan basis
    penggerak utama pembangunan pendidikan di masyarakat Kabupaten Subang dalam
    bentuk Desa Mandiri Gotong Royong dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan yang
    diamanatkan dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
              Strategi tersebut diatas   menengandung dua konsepsi strategis, Pertama,
    sebagai efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pembangunan pendidikan, dengan strategi
    Desa Mandiri Gotong Royong maka          proses pembangunan Pendidikan di Kabupaten
    Subang akan lebih difokuskan di tingkat Desa dengan melibatkan sebanyak mungkin
    segenap potensi Sumber Daya Manusia di pedesaan. Hal itu didasari atas asumsi bahwa
    apabila strategi ini dapat dilaksanakan sesuai rencana maka diharapkan terjadi
    peningkatan peran serta masyarakat desa dalam bentuk penyelenggaran pendidikan,
    pendanaan dan penyediaan sarana dan prasarana secara swadaya dan swadana,
    memaksimalkan potensi SDM dan SDA yang ada di desa dengan cara gotong royong,
    maka dengan sendirinya pembangunan di tingkat Kabupaten akan berhasil. Pada konsepsi
    ini Pemerintah Desa     memiliki peranan strategis sebagai lembaga pemerintahan yang
    memiliki akses langsung dengan masyarakat, dan Dinas Teknis terkait mengambil peranan
    sebagai fasilitator sesuai Tugas pokok dan fungsinya.


                                                                                              3
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
                 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

                Landasan yuridis konsepsi ini adalah Pasal 6 UU No. 20 Tahun 2003 tentang
    Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 13 PP No. 47 Tahun 2008 tentang yang
    menegaskan bahwa setiap warga negara bertanggung jawab terhadap keberlangsungan
    penyelenggaraan pendidikan dan Masyarakat berhak dan berkewajiban mendukung
    penyelenggaraan program wajib belajar.
    Bentuk pelaksanaan hak masyarakat, antara lain:
    a. ikut memberikan masukan untuk pelaksanaan program;
    b. mengikut sertakan anaknya yang berusia 7 sampai dengan 15 tahun untuk mengikuti
          program wajib belajar;
    c.     ikut memantau, mengawasi pelaksanaan wajib belajar, memantau anak usia wajib
          belajar yang belum mengikuti wajib belajar, menyelenggarakan program wajib belajar
          di sekitar tempat tinggalnya;
    d. ikut memberi penilaian tentang keterlaksanaan program wajib belajar, mendata anak
          usia wajib belajar, ikut serta dalam proses pembelajaran dan penilaian, serta
          keberlangsungan program wajib belajar.
    Bentuk pelaksanaan kewajiban masyarakat, antara lain:
    a. sebagai orangtua memberikan pendidikan dasar bagi anaknya         yang sesuai program
          wajib belajar;
    b.     berperanserta dalam bentuk pemberian dukungan sumberdaya (dana, sarana dan
          prasarana, tenaga, penyelenggaraan, manajemen) menjadi orang tua asuh
         Bentuk pelaksanaan kewajiban masyarakat, antara lain:
    a. sebagai orangtua memberikan pendidikan dasar bagi anaknya         yang sesuai program
          wajib belajar;
    b.     berperanserta dalam bentuk pemberian dukungan sumberdaya (dana, sarana dan
          prasarana, tenaga, penyelenggaraan, manajemen) menjadi orang tua asuh


             Kedua, sebagai upaya Sinergitas antara Pemerintah dan Masyarakat Desa dalam
    pencapaian tujuan pendidikan yang secara garis besar bertujuan pada pembangunan
    karakter     peserta didik (Character Building),   hal ini mengandung arti pada satu sisi
    pendidikan membutuhkan peran masyarakat sebagai media dan sumber pembelajaran,
    dan pada sisi lain pendidikan juga harus mampu berperan membentuk karakter lulusan
    pendidikan formal maupun non formal yang mampu menyumbangkan ilmu, wawasan,
    keahlian dan sikap diri kepada desa/masyarakat untuk mewujudkan dan memperkuat
    kemandirian desa yang dijiwai semangat gotong royong.
          Tantangan pada konsepsi ini adalah menanamkan, menumbukan dan mengembang
    nilai-nilai luhur jiwa bangsa yaitu Jiwa Mandiri dan Jiwa Gotongroyong, sehingga menjadi
    karakter yang dapat dtemui pada setiap siswa lulusan satuan pendidikan di Kabupaten


                                                                                           4
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
               DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

    Subang. Karakter ini pada gilirannya diharapkan sebagai engine growth atau lokomotif
    pembangunan di desa masing-masing.
       Gotong royong disini adalah sebuah kesadaran bahwa kita semua adalah putra-putri
    ibu pertiwi yang memiliki hak dan kewajiban untuk saling mendorong dan saling membantu
    memberdayakan diri agar-kemudian mampu secara bersama-sama, bergandengan tangan
    menggali, mengolah, dan mengembangkan segenap potensi yang dimiliki daerah/desa
    untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat secara bersama-sama pula; Setidak-tidaknya
    Gotongroyong berarti bahwa setiap siswa dan lulusan satuan pendidikan mampu
    memberdayakan diri sendiri sehingga tidak menjadi beban bagi orang lain. Sehingga
    berarti juga, ketika ada teman atau tetangga yang yang mengalami kesusahan, dia mampu
    membantu temanya tersebut supaya mampu memberdayakan dirinya mengatasi
    kesusahannya.
       Dalam pada itu John C. Bock, dalam Education and Development: A Conflict
    Meaning     (1992),   mengidentifikasi   peran   pendidikan   tersebut   sebagai   :   a)
    memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio-kultural bangsa, b) mempersiapkan tenaga
    kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan sosial, dan c)
    untuk meratakan kesempatan dan pendapatan. Peran yang pertama merupakan fungsi
    politik pendidikan dan dua peran yang lain merupakan fungsi ekonomi.
              Pendidikan sebagai suatu proses tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dan
    dinamika masyarakatnya. Dunia pendidikan senantiasa mengkaitkan proses pendidikan
    dengan masyarakatnya pada umumnya, dan dunia kerja pada khususnya. Keterkaitan ini
    memiliki arti bahwa prestasi peserta didik tidak hanya ditentukan oleh apa yang mereka
    lakukan di lingkungan sekolah, melainkan prestasi perserta didik juga ditentukan oleh apa
    yang mereka kerjakan di dunia kerja dan di masyarakat pada umumnya.
              Pengalaman selama ini menunjukkan, pendidikan nasional sistem persekolahan
    tidak bisa berperan sebagai penggerak dan loko pembangunan, bahkan Gass (1984)
    lewat tulisannya berjudul Education versus Qualifications menyatakan pendidikan
    telah menjadi penghambat pembangunan ekonomi dan teknologi, dengan munculnya
    berbagai kesenjangan: kultural, sosial, dan khususnya kesenjangan vokasional dalam
    bentuk melimpahnya pengangguran terdidik.
              Untuk itu maka proses pendidikan formal sistem persekolahan diarahkan
    sebagai berikut: 1) Pendidikan lebih menekankan pada proses pembelajaran (learning)
    dari pada mengajar (teaching), 2) Pendidikan diorganisir dalam suatu struktur yang
    fleksibel; 3) Pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memiliki
    karakteristik khusus dan mandiri, dan, 4) Pendidikan merupakan proses yang
    berkesinambungan dan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan.
                 Dengan demikian Pendidikan tidak bisa lagi dilihat sebagai suatu dunia
    tersendiri, melainkan pendidikan harus dipandang dan diberlakukan sebagai bagian dari

                                                                                           5
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
               DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

    masyarakatnya. Oleh karena itu, proses pendidikan harus memiliki keterkaitan dan
    kesepadanan     secara    mendasar     serta   berkesinambungan    dengan    proses   yang
    berlangsung di dunia kerja dan di masyarakat.
             Pelaksanaan Pembangunan Pendidikan melalui Desa Mandiri Gotong Royong
    dilakukan dengan beberapa Tahap, dan masing-masing Tahapan ini merupakan proses
    yang bersinergi dengan strategi pembangunan pendidikan lainnya secara holistik dan
    berkelanjutan dimulai tahun 2010 dengan mengaplikasikannya di 30 Desa dan 30
    Kecamatan.     Desa      percontohan     dipilih   berdasarkan    kesiapan   desa     untuk
    melaksanakannya. Selanjutnya pada tahun ke-2 (2011) akan diaplikasikan sebanyak 60
    desa, tahun ke-3 (2012) sebanyak 60 Desa. Tahun ke-4 (2013) sebanyak 60 dan tahun
    terakhir 43 desa. Dengan demikian sampai tahun 2014 semua desa (253 desa/kelurahan)
    telah diaplikasikan menjadi desa mandiri gotong royong. Pada setiap tahapan, secara
    bersamaan akan dilaksanakan evaluasi keberhasilan. Berikut Tahapan pelaksanaan
    Pembangunan Pendidikan melalui Desa Mandiri Gotong Royong :
    1. Tahap Persiapan dan Perencanaan Model Desa Mandiri Gotong Royong (April –
         Desember 2009);
    2. Tahap Pelaksanaan (Aplikasi) Model Desa Mandiri Gotong Royong (Tahun 2010);
    3. Tahap Evaluasi dan Replikasi Model Desa Mandiri Gotong Royong (Tahun 2011-2014).


    B.2.2. Rencana Implementasi Pembangunan Pendidikan berbasis Desa Mandiri
            Gotong Royong.
             Faktor penentu keberhasilan Strategi Desa Mandiri Gotong Royong adalah peran
    aktif dua unsur utama yaitu perangkat pemerintah Desa dan Masyarakat desa. Hal ini
    menuntut adanya kesadaran yang kuat pada dua unsur tersebut terhadap, pertama, Hak
    dan Kewajiban     dalam penyelenggaraan pendidikan, Kedua, pentingnya pendidikan
    sebagai investasi sumber daya manusia yang terdidik dan terlatih yang pada gilirannya
    diharapkan dapat menjadi tulang punggung pembangunan di desa dimana meraka tinggal
    dengan karakter yang tidak tercerabut dari akar budaya masyarakat dimana dia tinggal.
             Untuk itu dilakukan proses Sosialisasi, Koordinasi, Sinkronisasi antara program
    pembangunan Desa Model yang berkaitan dengan program Dinas pendidikan sehingga
    diharapkan terjadi sinergitas dalam pelaksanaan program tersebut. Target dari proses ini
    adalah terbentuknya Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) yang dituangkan dalam
    sebuah Peraturan Desa (Perdes) dimana Kepala Desa diharapkan menjadi Penanggung
    Jawabnya. Komponen Forum ini terdiri atas :
    1.    Komite –Komite Sekolah yang ada di Desa;
    2.    Tokoh Agama;
    3.    Tokoh Masyarakat;
    4.    Tokoh Pemuda;

                                                                                             6
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
               DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

    5.    Anggota Karang Taruna, seksi terkait;
    6.    Masyarakat yang peduli pendidikan;
    7.    Mahasiswa yang ada di Desa.
           Secara umum Forum ini berperan, pertama, sebagai lembaga masyarakat yang
    mendata,        mengidentifikas   potensi   dan   kebutuhan   pendidikan,   dan   menyusun
    rencana/program kegiatan pembanguna pendidikan di Desanya disesuaikan dengan
    potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang ada. Kedua, sebagai
    lembaga yang menggerakan warga desa untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan
    program pembangunan pendidikan di desa tersebut; Ketiga, sebagai pengawas
    pelaksanaan pendidikan dan program pembangunan pendidikan di desanya. Untuk
    keperluan tersebut Forum ini menyusun Tugas Pokok dan Fungsi sesuai kebutuhan dan
    kompleksitas kondisi pendidikan di Desa.
          Output keseluruhan proses ini adalah sebagai berikut :
    -    Terbentuknya lembaga-lembaga pendidikan Formal semua jenjang, Non Formal
         termasuk PKBM dan Informasuk PAUD secara gotong royong, swadaya dan swadana
         di Desa;
    -    Terbentuknya Badan Hukum Pendidikan Masyarakat (BHPM) yang dimiliki oleh
         Pemerintah Desa;-
    -    Meningkatnya animo masyarakat desa untuk mendukung program Wajardikdas dan
         rintisan Kabupaten Subang sebagai Kabupaten Vokasional dengan menyekolahkan
         anak-anaknya pada semua jenjang dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yang
         diselenggarakan oleh Desanya sendiri.;
    -    Meningkat partisipasi masyarakat dalam pemberantasan buta huruf, penuntasan Paket
         A,B, dan C;
          Pada setiap proses kerja FMPP ini, Dinas Pendidikan berperan sebagai Motivator,
    Fasilitator dan Konsultan Teknis dibantu oleh instansi teknis lainnya melalui pelatihan-
    pelatihan, dan pendampingan baik dalam segi Sumber Daya Manusia, sarana dan
    prasarana, maupun dari pendanaan dengan tata cara dan teknis yang sedemikian rupa
    sehingga menumbuhkan kemandirian FMPP dan sesuai peraturan perundang-undangan
    yang berlaku.


    B.2.2.1. Pola Pendidikan
              1). Sekolah pada tiap Desa memberdayakan SDM masyarakat sekitar;
              2). Pendidikan diselenggarakan berbasis kultur Desa dan Kearifan Lokal;
              3). Pengembangan potensi anak pada semua jenjang pendidikan;
              4). Pemanfaatan dan pengolahan Sumber Daya Alam yang ada di Desa;
              5). Penggunaan Metode SWOT untuk menggali dan dan menganalisis Potensi
                    Desa

                                                                                             7
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
                DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

              6). Hasil Pendidikan harus dirasakan manfaatnya dan memberi nilai tambah bagi
                  pemberdayaan ekonomi rakyat;
              7). Arah pendidikan pada peningkatan life skill pada semua jenjang;
              8). Pengembangan kultur/kebiasaan membaca;
              9). Desain Pembelajaran diarahkan pada Pembentukan karakter sesuai tujuan
                  Pendidikan pada UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas.


     B.2.2.2. Desain Pembelajaran
           Desain pembelajaran disini diartiakan sebagai sistem dan sebagai proses. Sebagai
     Sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan
     sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu
     belajar.
            Desain pembelajaran sebagai proses, merupakan pengembangan sistematis
     tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori
     belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses
     keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya.
            Dalam Konsteks Desa Mandiri Gotong Royong sebagai strategi pembangunan
     pendidikan maka dipandang perlu dibuat desain pembelajaran yang diarahkan pada
     pembentukan karakter sesuai tujuan pendidikan. Berikut rancangan Desain rancangan
     dimaksud :
     1).    Proses Pembelajaran bermuatan Kemandirian; Tugas-tugas terstruktur yang
            berbeda bagi tiap murid disesuaikan dengan kemampuan, potensi dan karakter
            siswa.
     2).    Pembelajran diarahkan dengan mengembalikan anak pada lingkungannya;
     3).    Proses Pembelajaran dilengkapi dengan pemaknaan materii pelajaran yang
            diarahkan pada pembentukan karakater yang diharapkan (Character building);
            Misalnya:
            Pengajaran               : Proses tumbuhnya sebuah Tanaman;
            Materi                   : Penjelasan tahapan dari biji, Kecambah, pohon kecil
                                       (seedling), Pohon, Berbunga, berbuah, buah jatuh, dst.
            Pendidikan /Pemaknaan :
                                       - Segala sesuatu membutuhkan proses, dan pada
                                         setiap proses terdapat tahapan yang harus dilalui
                                         untuk bisa mencapai tujuan;
                                       - Berbuat/berkarya harus sabar, tekun, dan ulet;
                                       - Berbuat /berkarya, dalam sunyi, tidak banyak omong,
                                         tapi hasilnya nyata, biarlah karya yang berbicara,


                                                                                            8
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
              DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

                                         seperti pohon disekeliling kita tahu-tahu sudah besar,
                                         berbunga dan berbuah.
                                       - Orang yang baik adalah orang yang bisa berkarya
                                         sesuai kodrat, potensinya, dan pendidikannya, seperti
                                         pohon, pohon Jambu yang baik adalah pohon Jambu
                                         yang berbuah jambu bukan sekedar tumbuh dan
                                         berbunga. Dst
     4).   Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar dikondisikan secara aktif, kreatif dan
           menyenangkan dengan multi metode dan multi media.
     5).   Proses pembelajaran tidak secara kaku menggunakan metode klasikal, tetapi juga
           dilakukan diluar kelas sesuai materi pelajaran: Misalnya, Mengamati prilaku hewan,
           mengamati aktivitas masyarakat, mengamati keindahan alam.
     6).   Lingkungan dan Masyarakat dijadikan sebagai media dan Sumber pembelajaran;
     7).   Mengembangkan kelas terbuka, pada kelas terbuka guru hanya menjalankan
           peranan komplementer dan tidak begitu banyak mengontrol perlengkapan, materi,
           tugas, kecepatan dan evaluasi. Oleh karena itu siswa mempunyai kesempatan
           yang besar dalam mengadakan interaksi, siswa mempunyai hak otonomi
           pengaturan waktu belajar di sekolah, kegiatan belajar menjadi beraneka ragam.
           Situasi kehidupan kelas terbuka lebih menyerupai situasi kehidupan pada
           masyarakat bila dibandingkan dengan kelas tradisional.
     8).   Penyelenggaran SMK murah, dengan pemberdayaan guru/sarjana/Praktisi yang
           ada di desa dan telah berhasil;
     9).   Pada jenjang tertentu dirintis proses Belajar sambil Bekerja;


     B.2.2.3. Indikator Keberhasilan
     1).   Tidak ada warga masyarakat yang tidak sekollah atau menyelesaikan pendidikan
           baik secara formal maupun Non Formal;
     2).   Tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan sebagai
           investasi;
     3).   Meningkatnya RLS dan AMH;
     4).   Peningkatan profesionalisme dalam berbagai bidang usaha di desa;
     5).   Menguatnya jiwa Nasionalisme pada warga masyarakat;
     6).   Terbentuknya kepribadian masyarakat yang religius;
     7).   Meningkatnya jumlah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan
           berbasis kearifan lokal;
     8).   Meningkatnya jiwa kewirausahaan;
     9).   Tumbuhnya jiwa kepemimpinan;
     B.2.2.4. Pendidikan berbasis Desa Mandiri Gotong Royong tiap Bidang Pendidikan

                                                                                             9
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
                DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

          1. Bidang TK/SD
          Desa mandiri Gotong royong pada Bidang TK/SD adalah suatu upaya pada anak
          didik sejak dini untuk mempunyai karakter :
          1. Mengenal potensi lingkungan;
          2. Menyarankan orang tua agar mengenalkan anak pada kebiasaan Gotong
                Royong; Misalnya sesekali mengajak anak bermain di tempat              kerja bakti
                dimana       orang   tuanya   bekerja   bakti,   mengajak   anak   melayat   orang
                sakit/meninggal, membantu hajatan dsb.
          3. Membiasakan diri untuk punya rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas
                keseharian di lingkungan rumahnya dengan diberikan tugas , Misal :
                -      Menyapu halaman
                -      Mencuci piring
                -       Menyiram bungan,
                -      Dsb
          4. Mencintai pola hidup bersih, peduli dan peka terhadap situasi lingkungan
                rumahnya;
          5. Mendidik anak tidak boros, misalnya :
            -       Anak diajak menyusun daftar jajan jajanan yang berguna ;
            -       Membiasakan anak menggunakan barang/buku/alat sekolah yang masih
                    layak pakai, Misalnya : Memakai sepatu kakaknya, menggunakan Buku
                    kakak/saudaranya.
          6. Mengenalkan gemar menabung, misalnya :
            -       Mengenalkan celengan;
            -       Membiasakan menabung disekolah;
            -       Mengajak anak menabung ke Bank;
            -       Membuatkan tabungan anak di Bankl;
          7. Patuh dan taat terhadap peraturan, dimulai dengan dikenalkan pada aturan
                keluarga : Bangun pagi, mandi, shalat subuh, sarapan,berangkat sekolah
          8. Anak dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan sehat produksi desa/sendiri
                (combro, putri noong,dsb) menghindari makanan yang mengandung zat
                pengawet dan pewarna
          9. Menyarankan kepada orang tua untuk sesekali membuat makanan khas daerah
                bersama anak-anaknya. Misalnya : membuat karedok, lotek, pincok, sambil
                menikmati keindahan alam/di kebunnya, bagi yang punya kebun
    2. Desa Mandiri Gotong Royong Bidang Dikmenumjur
       1. Desa yang bisa menggali potensi dari desa tersebut
       2. Mencerdaskan, masyarakat sadar akan pendidikan
       3. Meningkatkan/menggali kemampuan anak pada karakternya

                                                                                               10
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
              DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

          Misal:
          1). Bidang pertanian
          2). Perdagangan/wirausaha
          3). Bidang peternakan
          4). Bidang tata boga, dsb
       4. Mengembangkan potensi desa
       5. Pendataan yang akurat
       6. Masyarakat bisa hidup mandiri dengan menggali/mengembangkan kekayaan yang
          ada di desa/tidak ketergantungan
       7. Merubah karakteristik/pembenahan karakteristik
    3. Desa Mandiri Gotong Royong Bidang Pendidikan Non Formal
          Desa mandiri gotong royong dibidang pendidikan baik di pendidikan formal,
       nonformal, dan informal.
          Bidang pendidikan nonformal dan informal perlu diciptakan kesetaraan dalam
       beberapa hal antara lain :
        I. Informal
            Perlu     terciptanya    kesadaran   masyarakat   dalam   menumbuhkan   karakter
        terciptanya pembelajaran dan pendidikan di lingkungan keluarga. Contoh:
            a. Membawa anak ke dunia kerja sehari-hari para orang tua
            b. Memperkenalkan lingkungan kepada anak melalui nasihat, dorongan, dll
        II. Nonformal
                Perlu terciptanya kesadaran masyarakat dalam menumbuhkan karakter
            terciptanya pembelajaran dan pendidikan di lingkungan antara lain
                a. Mengadakan pembelajaran yang sifatnya rutin di masyarakat yang
                      ditambah dengan pemberantasan buta aksara seperti pengajian dan
                      majlis talim
                b. Menciptakan dunia pendidikan yang mengarah wajar diknas untuk
                      mencapai setara SD/paket A, setara SMP/paket B.
        B.2.2.5. Sasaran Pendidikan Berbasis Desa Mandiri Gotong Royong
                Sasaran pembangunan pendidikan berbasis Desa Mandiri Gotong Royong
        dalam jangka waktu lima tahun kedepan adalah AMH dan RRLS dan dilaksanakan
        dengan titik berat pada hal-hal berikut :
        1. Penurunan Angka DO dan Buta Aksara
                Penurunan Angka DO dan Buta Aksara diwujudkan dengan adanya
            kemitraan antara masyarakat desa yang peduli terhadap pendidikan dengan
            SKPD lingkup Pendidikan, sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa putus
            sekolah pada usia sekolah (7 – 15 tahun). Siswa yang rawan putus sekolah
            tersebut diidentifikasi permasalahannya, apabila masalahnya adalah ekonomi

                                                                                         11
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
              DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

            maka SKPD Pendidikan wajib membebaskan semua biaya termasuk biaya untuk
            penyediaan buku, sementara untuk ongkos sekolah dapat dibantu dari
            masyarakat desa melalui dana talangan pendidikan dari kas APBD Desa dan
            bantuan pemerintah kabupaten sebagai stimulan untuk sumbangan peduli
            pendidikan, apabila permasalahannya adalah budaya maka perlu adanya
            pendekatan persuasif kepada orang tua tersebut dan tidak ada lagi buta huruf
            pada usia produktif (15 – 45 tahun).
         2. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
                Untuk anak di bawah usia SD, terdapat pelayanan pendidikan berupa TPA,
            PAUD atau TK. Selain itu siswa SD wajib mengikuti pendidikan keagamaan di
            sekolah madrasah melalui SD Plus, pagi digunakan untuk sekolah formal dan
            siang digunakan untuk sekolah madrasah.
         3. Kesetaraan
                Untuk penduduk yang lewat usia sekolah dan masih buta huruf maka PKBM
            Paket A, B dan C harus dioptimalkan dalam mengatasi permasalahan tersebut.
         4. Life Skill
                Selain capaian yang bersifat formal, bidang pendidikan akan terus berupaya
            meningkatkan kewirausahaan siswa melalui pendidikan kewirausahaan di
            sekolah-sekolah sehingga kedepan lulusan sekolah memiliki alternatif lain selain
            melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Seiring dengan itu pula Dinas Tenaga
            Kerja akan berupaya meningkatkan pelatihan-pelatihan yang berorientasi pasar
            guna memenuhi bursa kerja dalam menghadapi peningkatan investasi di
            Kabupaten Subang.


    B.2.3. Simulasi Rencana Model Pembangunan Pendidikan berbasis Desa Mandiri
         Gotong     Royong   Bidang    Pendidikan     Menengah    Umum      dan   Kejuruan
         (DIKMENUMJUR)


    B.2.3.1. Rencana Alur Pengkondisian Desa Model
    - Pada desa dikondisikan memiliki 30 orang petani tanaman pangan dan 10 orang petani
     tanaman perkebunan/kehutanan yang masing-masing memiliki 2 ekor sapi atau 10 ekor
     domba, 10 orang peternak sapi, 10 orang peternak kambing / domba, 100 orang
     peternak unggas (ayam kampung, itik, entog, angsa), 1 orang UKM Perbengkelan
     (sepeda motor, las), 5 orang teknisi bangunan, dan 10 orang pedagang eceran yang
     berpendidikan SMK. Di desa2 tertentu ditambah dengan 10 orang petani ikan, 1 orang
     UKM Pengolahan Hasil Pertanian, serta lebih dari 1 orang UKM Perbengkelan (sepeda
     motor, las).


                                                                                         12
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
              DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

    - Kondisi tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem agribisnis terpadu berbasis
     organik karena setiap petani memproduksi sendiri pupuk organik dari limbah pertanian
     dan peternakannya untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Dengan demikian mereka dapat
     diarahkan untuk memproduksi tanaman pangan (padi, palawija, sayuran) organik secara
     terorganisir. Pengembangan pertanian, perkebunan, dan kehutanan berbasis organik
     akan memperbaiki ekosistem, keanekaragaman hayati dan sumber daya lingkungan
     (hutan, tanah, air, dan udara).
    - Perbaikan kondisi sumber daya       lingkungan desa akan menumbuh-kembangkan
     keanekaragaman pangan sumber karbohidrat selain padi, jagung, dan singkong, yaitu
     suweg, iles2, garut, dan ganyong. Umbi2an ini merupakan bahan baku tepung organik
     yang sangat baik untuk mie, roti, dan kue. Selain untuk konsumsi sendiri tepung ini juga
     diperlukan oleh Jepang, Korea, dan China.       Dengan demikian      dapat mengurangi
     konsumsi terigu yang berbahan baku gandum dan dapat mengekspor tepung organik
     yang berbahan baku suweg, iles2, garut, dan ganyong.
    - Selain itu para peternak juga akan menjadi produsen pupuk organik aktif yang akan
     digunakan untuk mengembangkan kebun-kebun rumput di sepanjang jalan, sepanjang
     sungai, pinggir kebun, pinggir hutan sehingga tidak ada sapi yang digembalakan.
     Dengan demikian di desa tersedia hijauan pakan sapi yang berkualias dan dalam jumlah
     yang cukup sehingga tidak merusak tanaman lain untuk memenuhi kebutuhan pakan
     sapi. Selain itu sapi     memperoleh pakan yang berkualitas dan cukup sehingga
     pertumbuhan dan perkembagannya memenuhi syarat ekonomi dan kualitas dagingnya
     baik.
    - Kondisi lingkungan pedesaan seperti tersebut di atas akan menumbuh-kembangkan biota
     tanah yang akan menyuburkan tanah dan sangat baik untuk pengembangan ternak
     unggas khususnya ayam kampung dan atau itik di setiap keluarga. Dengan demikian
     akan banyak dihasilkan telur ayam kampung dan daging ayam kampung yang 100%
     organik, sehingga memudahkan       pengelolaannya secara agro-industri.     Selanjutnya
     mereka akan diorganisir dalam suatu unit usaha terpadu yang dikelola secara
     profesional.
             Bagaimana menyiapkan petani, peternak, petani ikan, petani perkebunan dan
     kehutanan, pedagang sarana produksi dan ritel, serta pengelola bengkel umum dan
     bengkel sepeda motor lulusan smk ?          Bagaimana proses pembelajarannya dan
     bagaimana menumbuh-kembangkan kepedulian dan peran aktif masyarakat desa dalam
     proses pembelajaran ?
    - Sebagian besar mereka adalah pemuda yang kalau sekolah tidak bisa makan kalau bisa
     makan tidak bisa sekolah, serta terkendala oleh jarak, topografi dan kondisi jalan yang
     jelek. Untuk itu mereka harus sekolah sambil bekerja atau bekerja sambil sekolah tanpa


                                                                                          13
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
              DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

     harus meninggalkan desanya dan terdiri dari lulusan SLTP yang sudah 1 – 7 tahun lalu
     tidak sekolah yang ada di desa – desa.
    B.2.3.2. Model Pembelajaran
             Dinas Pendidikan dan SMK Induk berperan mendesain kurikulum implementatif,
     mendesain program latihan dasar ketarunaan, mendesain instrumen monitoring dan
     evaluasi implementasi nilai-nilai kecakapan hidup, memonitor dan mengevaluasi,
     mengendalikan mutu dan menjamin mutu pembelajaran. Model Pembelajaranya dengan
     dua jenis yaitu :
     Kelas Reguler ;
            Mereka disiapkan dari lulusan SLTP yang sudah 1 – 7 tahun lalu tidak sekolah
             yang ada di desa - desa.
            Pembelajaran kelompok mata pelajaran normatif dan adaptif akan melibatkan
             takmir masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, Guru SD / SMP yang ada di desa
             tersebut.
            Sedangkan untuk proses pembelajaran produktif diintegrasikan dengan kegiatan
             petani / peternak / petani ikan / petani perkebunan dan kehutanan dan kegiatan
             dinas terkait yang ada di desa tersebut.
         Dengan demikian sejak masih menjadi siswa mereka sudah tercatat sebagai
         kelompok binaan dinas sehingga setelah lulus langsung menjadi pelaku usaha
         mandiri dan kelompok usaha mandiri.
         Kegiatan produksinya pada kelas reguler diarahkan pada :
         1. Pertanian Organik
             - produksi pupuk organik aktif,
             - produksi pestisida organik,
             - pengembangan organisme / predator alami,
             - sayuran organik, beras organik, jagung manis organik,
             - daging sapi / domba / kambing organik, susu sapi organik,
             - ayam kampung potong organik, ikan gurame / mas / nila / lele / patin organik,
               belut organik,
             - pewarna makanan organik, pengharum makanan organik,
             - tepung garut / ganyong / suweg / iles2 organik.
         2. Bisnis Ritel dan Bisnis Sarana Produksi
             Diarahakkan pada bengkel umum dan bengkel otomotif yang akan mendukung
             bisnis pertanian organik dan Pada desa-desa tertentu akan ada siswa SMK Tata
             Busana, SMK Tata Boga, maupun siswa SMK Kerajinan.




                                                                                               14
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

        Kelas Industri.
        1). Khusus untuk desa-desa atau kecamatan-kecamatan yang ada pabrik atau
            industrinya yang memiliki pekerja tamatan SLTP
        2). SMK Kelas Industri sistem pembelajarannya juga berbasis produksi tetapi
            penuntasan kompetensi normatif dan adaptifnya menggunakan sistem monitoring
            dan evaluasi kecakapan hidup serta pembelajaran termediasi berbasis teknologi
            informasi.
        3). Selain itu akan diterima juga siswa yang sudah berusia 16 -18 tahun yang sudah
            bekerja pada suatu industri untuk dididik dan dilatih sebagai siswa sekaligus
            pekerja industri.   Setelah lulus mereka langsung direkrut sebagai pekerja sesuai
            peraturan perundangan yang berlaku.
        Dengan demikian mereka tetap bisa bekerja sesuai standar perusahaan dan tetap
        sebagai siswa SMK yang akan tamat dalam 3 tahun pembelajaran.
            Data Dinas Pendidikan Kabupaten Subang menunjukkan bahwa jumlah lulusan
     SLTP 5 tahun terakhir sebanyak 86.386 orang. Dari jumlah tersebut yang melanjutkan
     hanya 55.000 orang, sehingga masih ada 31.386 orang yang tidak melanjutkan.        SMK
     Negeri 2 Subang dengan 9 SMK Termediasinya pada 5 tahun yang akan datang
     berharap dapat berkembang menjadi 300 Kelas Termediasi yang dikelola oleh 15 SMK
     Negeri dengan rincian sebagai berikut :
       1.   2009/2010 , 1 SMK Negeri dengan 9 SMK Termediasi dan 54 Kelas Termediasi
       2.   2010/2011, 3 SMK Negeri dengan 6 SMK Ternediasi dan 108 Kelas Termediasi
       3.   2011/2012 , 9 SMK Negeri dengan 180 Kelas Termediasi
       4.   2012/2013 , 12 SMK Negeri dengan 240 Kelas Termediasi
       5.   2013/2014, 15 SMK Negeri dengan 300 Kelas Termediasi
        Dengan 15 SMK Negeri dan 300 Kelas Termediasi diharapkan pada Tahun 2015
     dapat melayani pendidikan dan pelatihan berbasis produksi sebanyak 27.000 orang
     dengan rincian 9.000 orang di SMK Induk dan 18.000 orang Kelas Termediasi. Setiap
     SMK Induk akan memiliki siswa sebanyak 1.800 orang dengan rincian 600 orang siswa
     di SMK Induk dan 1.200 orang di Kelas Termediasi.
        Jumlah tersebut tersebar di 253 desa dengan 300 kelas termediasi dan akan
     dilaksanakan secara bertahap sebagai berikut :
        1. 2009/2010, 1.080 orang dari 54 desa/54 Kelas Termediasi
        2. 2010/2011, 3.480orang dari 108 desa/120 Kelas Termediasi
        3. 2011/2012 , 7.480 orang dari 180 desa/220 Kelas Termediasi
        4. 2012/2013 , 12.000 orang dari 253 desa/300 Kelas Termediasi
        5. 2013/2014, 15.600 orang dari 253 desa/300 Kelas Termediasi
        6. 2014/2015, 17.600 orang dari 253 desa/300 Kelas Termediasi
        7. 2015/2016, 18.000 orang dari 253 desa/300 Kelas Termediasi

                                                                                          15
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG


       B.2.3.3. TUJUAN
       1.   Meningkatkan jumlah Siswa SMK Pertanian yang dididik dan dilatih berbasis
            produksi pertanian organik yang didukung oleh Siswa SMK Bisnis Manajemen
            dan Siswa SMK Teknologi yang sehat, kuat, disiplin, dan berbudaya serta
            mampu membiayai biaya pendidikan dan pelatihannya sendiri
       2.   Menjadikan Tamatan SMK Pertanian sebagai Petani Organik yang sejahtera,
            mandiri, taat azas dan istiqomah serta terorganisir dan        dikelola secara
            profesional sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan
       3.   Menjadikan desa-desa di Kabupaten Subang sebagai Desa Pertanian Organik
            yang Sejahtera, Lestari, dan Berkesinambungan sehingga meningkatkan kualitas
            lingkungan hidupnya dan kualitas hidup masyarakatnya
       4.        Menjadikan desa-desa di Kabupaten Subang sebagai Desa Berwawasan
            Lingkungan dan Ramah Lingkungan sehingga menumbuh-kembangkan kearifan
            lokal dan budaya lokal sebagai wahana pembentukan karakter masyarakatnya
       5.   Menjadikan desa-desa di Kabupaten Subang sebagai Kawasan Wisata Terpadu
            Berbasis Pertanian Organik yang didukung oleh Kearifan Lokal dan Budaya Lokal
            yang Religius dan Humanistis
       6.   Berperan aktif dalam menuntaskan Wajib Belajar 12 Tahun Berbasis Produksi
            yang lestari dan berkesinambungan dengan memanfaatkan sumber daya
            lingkungan dan sumber daya masyarakat
       7.   Meningkatkan jumlah siswa SMK non Pertanian yang dapat belajar sambil
            bekerja dan bekerja sambil belajar sehingga setelah tamat langsung bekerja
            pada perusahaan atau berwirausaha
       8.   Mendorong tamatan SD yang tidak melanjutkan ke SLTP dan telah berusia 17 –
            21 tahun untuk menamatkan Paket B dan selanjutnya mengikuti pendidikan dan
            pelatihan berbasis produksi di SMK.
       B.2.3.4     SASARAN
            1. Tamatan SLTP di desa yang berusia 17 – 24 tahun untuk dididik dan dilatih
                 menjadi Petani / Peternak / Petani Ikan / Petani Perkebunan dan Kehutanan
                 yang berbasis organik, menjadi pedagang sarana produksi dan ritel, menjadi
                 pengelola bengkel umum dan otomotif
            2. Sumber daya lingkungan dan sumber daya masyarakat desa
            3. Dinas / Instansi / Perusahaan / Industri yang terkait


        B.2.3.5. TARGET
            1. 18.000 orang Tamatan SLTP Tahun 2002 – 2006
            2. 9.000 orang Tamatan SLTP Tahun 2007 – 2009

                                                                                        16
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
            DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

           3. 9.000 orang Tamatan SLTP Tahun 2010 dan seterusnya
           4. 18.000 orang petani / peternak / petani ikan / petani perkebunan dan
              kehutanan berbasis organik pada Tahun 2015
           5. 1.265 orang pedagang sarana produksi dan ritel
           6. 253 orang UKM Bengkel Umum dan Sepeda Motor pada Tahun 2015
           7. 253 Desa Mandiri Berbasis Pertanian Organik
           8. 6 Kawasan Wisata Terpadu Berbasis Pertanian Organik dan Kearifan Lokal
              serta udaya Lokal yang religius dan humanistis
           9. 8 dinas, 18 Perusahaan / industri
           10. Peningkatan kualitas hidup masyarakat desa berbasis pertanian organik dan
              peningkatan kualitas lingkungan serta kearifan lokal kepedulian masyarakat
              terhadap pembangunan desanya




                                                                                     17
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
                DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG



 BAGIAN II
 PROGRAM PEMBANGUNAN
 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG


5.1   PROGRAM       PEMBANGUNAN         DAN    INDIKATOR       KINERJA      MASING-MASING
      PROGRAM
             Program pembangunan pendidikan sangat erat hubungannya dengan issue
      strategis. Issue-issue strategis dapat bersumber dari Kebijakan Pemerintah; atau
      merupakan permasalahan yang teridentifikasi ketika suatu Program/Kegiatan sedang/telah
      dilaksanakan. Issue yang bersumber dari Kebijakan pemerintah umumnya merupakan
      respon terhadap perubahan sosial budaya akibat perubahan eksternal ataupun akibat
      perubahan internal masyarakat itu sendiri dan dijadikan sebagai kehendak pemerintah
      sebagai sasaran pembangunan masyarakat sehingga terkendali dan terarah untuk
      sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.
             Dalam hal ini Issue strategis yang dimaksud adalah        yang bersumber atau
      merupakan permasalahan atau kondisi yang teridentifikasi akibat dilaksanakannya
      Program/Kegiatan. Pada satu sisi bisa merupakan dampak (outcome) yang diharapkan
      dari keberhasilan Program/Kegiatan yang telah dilaksanakan dan karena itu memerlukan
      tindak lanjut berupa pengembangan, penguatan atau perluasan; atau bisa juga merupakan
      dampak   (outcomes)   yang   tidak   diharapkan   yang   disebabkan   kegagalan   suatu
      Program/Kegiatan, sehingga perlu segera dilakukan recovery program atau rehabilitasi
      sehingga dampak tersebut tidak meluas pada sector lain yang berkaitan. Karena itu Issue
      strategis memiliki urgensi untuk segera ditindak lanjuti dengan suatu Program dan
      Kegiatan yang sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang ada.
             Berikut ini disajikan Program dan Kegiatan Prioritas sebagai bentuk respon
      antisipatif pemerintah terhadap permasalahan, issue strategis dan atau kondisi yang
      berkembang dibidang pendidikan di Kabupaten Subang, selain dari Program-program dan
      kegiatan indikatif lainnya yang merupakan implementasi dari Tugas Pokok dan Fungsi
      Dinas Pendidikan.
      1. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun
         Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan dan perluasan pelayanan
         pendidikan yang bermutu dan terjangkau, melalui jalur formal maupun nonformal yang
         mencakup Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta PNF kesetaraan
         sekolah dasar atau bentuk lain yang sederajat,serta SMP,MTs dan SMP Terbuka, dan

                                                                                          18
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

      pendidikan nonformal baik kesetaraan SMP, atau bentuk lain yang sederajat sehingga
      seluruh anak usia 7 – 12 tahun baik laki-laki maupun perempuan, dan anak-anak yang
      memerlukan perhatian khusus      dalam memperoleh pendidikan, dapat memperoleh
      pendidikan setidak-tidaknya sampai sekolah menengah pertama atau sederajat.
      Sasaran Program
       b. Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan 9 tahun
          Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
          jumlah lulusan SD yang melanjutkan ke SMP dan meningkatnya Jumlah lulusan
          SMP yang melanjutkan ke Sekolah Menengah, meningkatnya rasio guru : murid,
          rasio ruang kelas : sekolah, terpenuhinya kebutuhan ruang kelas, meningkatnya
          jumlah ruang kelas baik, menurunnya jumlah rua ng kelas rusak.
          Kegiatan Prioritas :
          1). Penyediaan   ruang    kelas   yang   layak   pakai,   sehingga   PBM    dapat
             dilaksanakan dengan baik dan nyaman. Kebutuhan rehabilitasi ruang kelas
             merupakan masalah yang substansial, maka ditargetkan pada tahun 2014
             seluruh ruang kelas SD, SMP, dalam kondisi layak pakai, untuk itu pada tahun
             2009 kegiatan rehabilitasi ditargetkan 400 ruang kelas terehabilitasi dari dana
             DAK Pendamping dan Penunjang DAK Pendidikan.
          2). Penyediaan Sarana Prasarana TK/RA ,SD/MI yang dimaksudkan untuk
             meningkatkan keterlayanan anak usia dini pada pendidikan TK melalui
             pembangunan USB TK dengan target 1 TK negeri di tiap 1 Kecamatan untuk
             mencapai APK TK 23,04%. Target rencana tahun 2010 adalah pembangunan
             7 TK baru.
          3). Penyediaan Sarana Prasarana SMP/MTs; Walaupun capaian                  Angka
             Partisipasi Murni (APM) satuan pendidikan SMP/MTs pada Tahun 2008
             sebesar 81,33 %       telah mencapai target yang direncakan namun karena
             problem disparitas pendidikan pada jenjang SMP masih terjadi, khususnya
             pada daerah kecamatan dengan APM dibawah rata-rata Kabupaten Subang
             pada tahun 2009        masih dianggap perlu penambahan USB dan RKB
             SMP.Mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunann
             USB dan RKB SMP ini, maka masalah pendanaan diatasi melalui sharing dana
             antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kab/Kota.
          4). Penyelenggaraan TK-SD-SMP Satu Atap; penyelenggaraan TK-SD dan SD-
             SMP Satu Atap ini berfungsi untuk mengatasi kelebihan daya tampung SD di
             Kabupaten Subang. Dengan kondisi rata-rata siswa per kelas 28 orang,
             menjadi 30 orang per kelas pada tahun 2010, perlu diprogramkan TK-SD dan
             SD-SMP satu atap guna mengatasi kekurangan lahan pembangunan USB TK
             maupun SMP, dengan memanfaatkan sejumlah ruang kelas SD yang

                                                                                         19
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

             mengalami kekurangan siswa. Indikator keberhasilannya adalah rasio siswa per
             sekolah mencapai 184 dan rasio siswa per kelasnya adalah 30.
          5). Pemberian bea siswa / bantuan biaya pendidikan; hal ini dilakukan dengan
             harapan pada tahun 2010 diharapkan angka putus sekolah SD dapat ditekan
             sampai 0,9%, SMP 0,11% serta angka melanjutkan pada jenjang pendidikan
             SD-SLTP 104,00 %, dan SLTP-SMA 76,64 %.


       c. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing
          Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
          kualitas lulusan dilihat dari rata-rata nilai UN meningkatnya jumlah sekolah
          SBN/SBI, meningkatnya ketersediaan perpustakaan, tersedia nya buku pelajaran,
          sumber belajar dan media belajar.
          Kegiatan Prioritas :
          1). Pemberian insentif bagi guru-guru yang melaksanakan program jam
             tambahan / remedial, serta pelaksanaan Pra UN. Indikator keberhasilan
             kegiatan ini adalah pada tahun 2014 Rata-Rata nilai US SD 6,5; Rata-Rata nilai
             UN SMP/MTs adalah 7,24.
          2). Penyediaan Dana Pengembangan sekolah untuk SD/MI dan SMP/MTS,
             yaitu untuk penyediaan buku untuk Pendidikan Dasar diprioritaskan pada
             penyediaan buku muatan lokal dan budi pekerti. Indikator keberhasilan kegiatan
             ini adalah pada tahun 2014 Rata-Rata nilai US SD 6,5; Rata-Rata nilai UN
             SMP/MTs adalah 7,24.
          3). Pembinaan minat dan bakat kreativitas siswa-siswi SD/MI, SMP/MTS
             melalui   Tes IQ, bakat dan minat siswa kelas III SMP dan MTs. Ini
             dimaksudkan untuk memberikan masukan kepada orang tua dan anak dalam
             memilih program studi Sekolah Menengah yang sesuai dengan kemampuan,
             bakat dan minat anak. Dengan demikian anak akan dapat meningkatkan
             perhatiannya dalam belajar dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.Target
             Kegiatan ini adalah meningkatnya Prestasi Non-Akademik pada tingkat
             Nasional, Regional dan Internasional.
          4). Penyediaan Dana Pendamping SSN/SBI, dalam rangka meningkatkan jumlah
             sekolah yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan, dan diharapkan pada
             tahun 2014 terdapat 22 SD/MI SSN/RSBI, dan 30 SMP/MTs SSN/SBI;
       d. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik
          Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
          jumlah sekolah yang menerapkan MBS.
          Kegiatan Prioritas :


                                                                                        20
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
            DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

          1). Peningkatan penyediaan anggaran dan pengawasan pemanfaatan dana
             BOS dan BKM sehingga akses anak untuk bersekolah dapat terbuka seluas-
             luasnya. Indikator Kegiatan ini adalah ketersediaan dana Bantuan Operasional
             Sekolah      sesuai dengan perkembangan jumlah siswa tiap tahun dan
             perkembangan beban sekolah.


                                 Tabel 4.1. TARGET INDIKATOR CAPAIAN
                          PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR
                    Indikator Capaian      KONDISI
              No                                     2009     2010     2011     2012     2013     2014
                    Program                 2008

               1    APK SD/MI/Sederajat     102.59   103.50   104.54   105.08   106.64   107.7    108.78
               2    APM                     96.25    95.60    96.17     96.74   97.31    97.88    98.50

                    SD/MI/Sederajat
                    APK                     99.15    100.14   101.14   102.15   103.18   104.21   105.25

                    SMP/MTs/Sederajat
                    APM                     80.41    81.21    82.03    82.85    83.67    84.51    85.36

                    SMP/MTs/Sederajat
               3    % Jumlah DO SD/MI       0.120    0.100    0.095    0.090    0.085    0.080    0.075

                    /Sederajat
                    % Jumlah DO             0.210    0.205    0.200    0.195    0.190    0.185    0.180

                    SMP/MTs /Sederajat
               4    Jumlah DO SD /MI         130      110      90       70       50       30       10
                    /Sederajat
                    Jumlah DO SMP/MTs        17       15       13       11        9        7        5
                    Sederajat
               5    % Jumlah Siswa            5        4      3,20     2,56     2,05     1,64     1,31
                    SD/MI Penerima
                    Beasiswa dari Jumlah
                    DO
                    % Jumlah Siswa            5        4      3,20     2,56     2,05     1,64     1,31
                    SMP/MTs Penerima
                    Beasiswa dari Jumlah
                    DO
               6    % AMS SD/MI–            98.70    98.80    98.90    99.00    99.10    99.20    99.30

                    SMP/MTs
                    % AMS SMP/MTs –         70.190   70.892   71.601   72.317   73.040   73.770   74.508

                    SMA/MA/SMK
               7    Rata-rata UAN/NEM        7.53     7.63    7.73     7.83     7.93       8        8
                    SD/MI/Ssederajat
               8    Rata-rata UAN           6.10     6.25     6.40     6.55     6.70     6.85     7.00
                    SMP/MTs/Ssederajat
               10   Rasio Ruang Kelas         6        6        8        8       10       10       12
                    Sekolah
                    SD/MI/Sederajat


                                                                                                     21
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
            DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG
              11   Rasio Ruang Kelas        13      14      14      15      16      17      18
                   Sekolah
                   SMP/MTsI/Sederajat
              12   Rasio Guru : Murid       17      20      20      22      24      26      28
                   SD/MI/Sederajat
              13   Rasio Guru : Murid       19      20      20      22      22      24      24
                   SMP/MTsI/Sederajat
              14   Rasio Kelas : Murid      30      25      25      26      26      28      28
                   SD/MI/Sederajat
              15   Rasio Kelas :            38      29      28      28      28      28      28
                   SMP/MTsI/Sederajat
                   Murid
              16   Jumlah Ruang Kelas       3793   4631    5066    5501    5936    6371    6806

                   Baik SD/MI/Sederajat
              17   Jumlah Ruang Kelas       1617   3039    3575    4111    4647    5183    5719

                   Baik
                   SMP/MTsI/Sederajat
              18   Jumlah Ruang Kelas       1387   946     1066    1186    1306    1426    1546

                   Rusak Sedang
                   SD/MI/Sederajat
              19   Jumlah Ruang Kelas       175    701     821     941     1061    1181    1301

                   Rusak Sedang
                   SMP/MTsI/Sederajat
              20   Jumlah Ruang Kelas       608    1,109   887     665     443     221      0

                   Rusak Berat
                   SD/MI/Sederajat
              21   Jumlah Ruang Kelas       140     0       0       0       0       0       0
                   Rusak Berat
                   SMP/MTs/Sederajat
              22   Kebutuhan Ruang          695    -482    1,493   1,400   3,555   3,522   5,856

                   Kelas
                   SD/MI/Sederajat
              23   Kebutuhan Ruang          49     516     280     408     596     844     1152

                   Kelas SMP/MTs/
                   Sederajat
              24   Jumlah SSN/SBI           20      20      20      21      21      22      22
                   SD/MI/Sederajat
              25   Jumlah SSN/SBI           25      25      27      27      28      28      30
                   SMP/MTsI/Sederajat
              26   Sarana Penunjang
                   Belajar
                   SD/MI/Sederajat:
                    a.     Jumlah           502    602     702     804     904     1020    1184
                           Perpustakaan
                    b.     Buku Pelajaran   0.5     1       1       1       1       1       1
                           Sekolah per

                                                                                             22
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG
                         siswa
               27   Sarana Penunjang
                    Belajar
                    SMP/MTsI/Sederajat
                    a. Jumlah Lab IPA         4       6       12      18      24      30      36
                    b. Jumlah Lab             2       3       6       9       12      15      18
                       Bahasa
                    c. Jumlah Lab             5       6       12      18      24      30      36
                       Multimedia
                    d. Jumlah                274     304     334     364     394     424     454

                       Perpustakaan
                    e. Buku Pelajaran        31236   26410   28027   30548   33068   35588   38108

                       Sekolah
               28   % Siswa SD/MI,            25      30      40      50      60      70      80
                    SMP/MTs Melek
                    Baca Al-Quran



    2. Program Pendidikan Menengah
      Pada dasarnya sasaran program pendidikan menengah tidak jauh berbeda dengan
      program pendidikan dasar, hanya terdapat beberapa sasaran yang berbeda karena
      lebih tingginya kompleksitas yang harus dimiliki oleh tingkat SMA/SMK/MA.
      Sasaran Program
       a. Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan 9 tahun dan 12 tahun
          Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
          jumlah siswa lulusan SMP yang ditampung di SMA/MA/SMK, Meningkatnya jumlah
          lulusan SMA/MA/SMK,          meningkatnya rasio guru : murid, rasio ruang kelas :
          sekolah, terpenuhinya kebutuhan ruang kelas, meningkatnya jumlah ruang kelas
          baik, menurunnya jumlah ruang kelas rusak.
          Kegiatan Prioritas :
          1). Pembangunan Gedung Sekolah SMA/SMK dengan target pembangunan
             Gedung Sekolah pada 2009 adalah 3 SMA dan 3 SMK. Target 2010 adalah
             pembangunan 1 SMA dan 4 SMK baru. Kegiatan ini juga merupakan upaya
             untuk mewujudkan target tahun 2014 perbandingan jumlah SMA dan SMK
             diharapkan 40 : 60. Hal ini dimaksudkan untuk penyiapan lebih banyak tenaga
             kerja menengah yang profesional. Upaya            meningkatkan jumlah SMK di
             Kabupaten Subang ini diharapkan dapat dilakukan melalui dana Pusat, APBD
             Provinsi maupun dana APBD Kabupaten.
          2). Rehabilitasi sedang/ berat ruang kelas sekolah dengan target pada tahun
             2014 seluruh ruang kelas SMA dan SMK dalam kondisi layak pakai, untuk itu
             pada tahun 2009 segera akan dilaksanakan rehabilitasi ruang kelas melalui
             sharing dana antara pemerintah pusat, propinsi dan kab/kota.
                                                                                               23
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

          3). Penyediaan beasiswa bagi keluarga tidak mampu dengan harapan pada
             tahun 2010 angka putus sekolah Sekolah Menengah 0,41%. dan diperkirakan
             pada saat ini masih banyak siswa Sekolah Menengahi keluarga kurang mampu
             yang belum terlayani oleh program ini. Untuk itu intensitas pemberian bantuan
             biaya pendidikan ini terus ditingkatkan.
          4). Pembinaan SMK Kelas Jauh dengan tujuan mendorong partisipasi SMK
             Negeri maupun Swasta untuk menyelenggarakan pendidikan menengah
             kejuruan dengan memperluas catchment area ke kecamatan yang belum
             memiliki SMK. Tahun 2014 diharapkan perbandingan 40 : 60 dapat 100 %
             terpenuhi.
          5). Penyebarluasan Berbagai Informasi Pendidikan Menengah dengan fokus
             kampanye kepada siswa SMP/MTs dan Masyarakat umum lainya agar animo
             bersekolah dan/atau menyekolahkan anaknya ke Sekolah Menengah Kejuruan
             meningkat, target dari kegiatan ini adalah meningkatnya jumlah siswa SMK 75
             %.
       b. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing
          Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
          kualitas lulusan dilihat dari rata-rata nilai UN, meningkatnya jumlah sekolah
          SBN/SBI, meningkatnya ketersediaan perpustakaan, tersedianya buku pelajaran,
          sumber belajar dan media belajar, persentase lulusan SMK yang berusaha sendiri/
          berwirausaha, Meningkatnya kewirausahaan sekolah, dan lulusan SMA/SMK melek
          baca Al Qur’an.
          Kegiatan Prioritas :
          1). Pemberian insentif bagi guru-guru yang melaksanakan program jam
             tambahan / remedial, serta pelaksanaan Pra UN dalam rangka menunjang
             kegiatan belajar mengajar. Indikator keberhasilan kegiatan ini adalah pada
             tahun 2014 Rata-Rata nilai UN SMA/MA/SMK adalah 7,83.
          2). Penyediaan sarana, fasilitas PBM dan buku pokok. Ketersediaan sarana
             dan fasilitas pendidikan sampai tahun 2010 tetap menjadi perhatian. Fasilitas
             dimaksud meliputi penyediaan peralatan laboratorium,dan peralatan praktek
             SMK.
          3). Penyediaan Dana Pendamping SSN/SBI, dalam rangka meningkatkan jumlah
             sekolah yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan, dan diharapkan pada
             tahun 2014 terdapat 72 sekolah SSN/SBI.
       c. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik
          Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
          jumlah sekolah yang menerapkan MBS.
              Tabel 4.2. TARGET INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH

                                                                                       24
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
               DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG
                  Indikator capaian         KONDISI
           No                                         2009    2010     2011     2012     2013     2014
                         program             2008
           1     APK
                                             58.07    64.48   67.05    69.63    72.20    74.78    77.35
                 SMA/MA/SMK/Sede
                 rajat
           2     APM SMA/MA/SMK                                                                   51.77
                                             48,31    38.90   41.474   44.048   46.622   49.196
                 /Sederajat                                                                         0


           3     %        Jumlah     DO
                                              0.49    0.44     0.39     0.34     0.29     0.24    0.19
                 SMA/MA/SMK
                 /Sederajat
           4     Jumlah              DO
                                              67
                 SMA/MA/SMK             /              60      57       54       52       49       47
                 Sederajat
           5     %       Jumlah    Siswa
                 Penerima Beasiswa             5       4      3,20     2,56     2,05     1,64     1,31
                 dari Jumlah DO
           6     %                  AMS
                 SMA/MA/SMK            –
                                              28       30      31       32       33       34       35
                 Universitas            :
                 Universitas
           7     Rata-rata UAN/NEM           5.25     5.50    5.75     6.00     6.25     6.50     6.75
           8     Jumlah           Bekerja     40
                                                       44     48.40    53.24    58.56    64.42    70.86
                 /Semua Lulusan
           10    Rasio Ruang Kelas:
                                               5       6        7        9       10       12       15
                 Sekolah
           11    Rasio Guru : Murid           24       24      24       24       20       20       20
           12    Rasio Kelas : Murid          28       28      30       32       32       32       32
           13    Jumlah Ruang Kelas           829     582      672      762      852      942     1032
                 Baik
           14    Jumlah Ruang Kelas
                                              53       57      87       117      147      177     207
                 Rusak Sedang
           15    Jumlah Ruang Kelas
                                              27       0        0        0        0        0       0
                 Rusak Berat
           16    Kebutuhan         Ruang
                                              153      45      91       175      307      498     762
                 Kelas
           17    Jumlah SSN/SBI                9       9       11       11       13       13       15
           18    Jumlah SMK                   43       47      51       56       61       66       72
           19    Rasio        SMK       :
                                              3.5     3.8      4.2      4.5      4.9      5.4      5.9
                 Kecamatan
           20    Rasio        SMA       :
                                              1.4     1.45    1.48     1.50     1.52     1.54     1.57
                 Kecamatan
           21    Sarana      Penunjang
                 Belajar :
                 a. Jumlah Lab IPA            12       14      16       18
                                                                                 20       22       24


                                                                                                    25
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG
                  b. Jumlah         Lab
                                           10         12      14      16      18      20     22
                      Bahasa
                  c. Jumlah         Lab
                                           15         18      21      24      27      30     33
                      Multimedia
                  d. Jumlah
                                           98         102     105     108     111     114    117
                      Perpustakaan
                  e. Buku      Pelajaran   3080      3192    3540    3904    4032    4160    4288
                      Sekolah
           22     %    Siswa       Melek   40         50      55      60      65      70     75
                  Baca Al-Quran
           23     Jumlah           Paket    4          4       4       5       5       6      6
                  Keahlian



    3. Program Pendidikan Non Formal
      Sasaran Program
       a. Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan
          Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah berkurangnya angka
          buta huruf, menambah jumlah kecamatan yang bebas buta huruf; meningkatnya
          angka partisipasi Paket A,B,C; meningkatnya jumlah PKBM dan lembaga kursus;
          dan meningkatnya kegiatan pendidikan keterampilan bagi masyarakat.
          Kegiatan Prioritas :
          1). Pengembangan Pendidikan Keaksaraan Fungsional dengan penuntasan
                Buta Huruf sisa garapan dari jumlah 50.919 orang pada 2007/2008, dengan
                asumsi bahwa tiap tahun           dapat digarap sejumlah 10.000 orang buta huruf,
                maka diharapkan pada tahun 2014             95 % permasalahan Buta Huruf dapat
                dituntaskan. Selain itu diharapkan pada tahun 2014 sejumlah 5 Kecamatan
                Bebas Buta Huruf.
          2). Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Non Formal melalui kampanye
                pemberantasan buta huruf untuk mendorong keterlibatan masyarakat secara
                indidu dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam
                Penuntasan masalah Buta Huruf, baik secara langsung maupun tidak langsung.
                Target dari kegiatan ini adalah,            pertama, tersosialisasikanya Program
                pemberantasan Buta Huruf sehingga diharapkan masyarakat dapat secara aktif
                mendorong warga disekitarnya yang masih buta huruf untuk aktif mengikuti
                program ini. Kedua,             terbentuknya kader-kader masyarakat/ kelompok
                masyarakat         yang secara sukarela membantu pemerintah dalam program
                Pemberantasan Buta Huruf.
       b. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing
          Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
          kualitas PKBM dan kualitas lulusan dilihat dari rata-rata nilai Ujian.

                                                                                              26
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
               DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

            Kegiatan Prioritas :
            1). Pemberdayaan          Tenaga        Pendidik    Non      Formal,     dimaksudkan       untuk
               meningkatkan kompetensi Tenaga Pendidika melalui pelatihan-pelatihan;
            2). Pembinaan pendidikan Kursus dan Kelembagaan, dimaksudkan untuk
               meningkatkan kualitas lulusan melalui pelatihan-pelatihan ;
            3). Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill) bagi Warga
               Belajar Kejar Paket A, B. Dan C;
       c. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik
            Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
            jumlah sekolah yang menerapkan MBS.


             Tabel 4.3. TARGET INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM PENDIDIKAN NON FORMAL
                  Indikator capaian        KONDISI
        No                                             2009     2010      2011     2012     2013     2014
                        program             2008
        1     Jumlah Buta Aksara           50,919      42,915   42,415   37,915    27,915   17,915   7,915
        2     % Angka Buta Aksara            8.83       8.62     8.33     7.91      7.41     6.97    6.39
        2     Jumlah Kecamatan Bebas          0
                                                         0        1        2         3        4       5
              Buta Huruf
        3     Angka Partisipasi Peserta
                                             20         30       40        50       60       70       80
              Paket A
        4     Angka Partisipasi Peserta
                                             20         30       40        50       60       70       80
              Paket B
        5     Angka Partisipasi Peserta
                                             20         30       40        50       60       70       80
              Paket C
        6     % Penanganan Penduduk
              Usia Sekolah yang tidak         9          13       18
                                                                           25       35       48       68
              tertangani          dengan
              Pendidikan Formal
        7     % PKBM yang terbina            30         50       55        60       65       70       75
        8     % Pengelola/ % Kursus
                                             10         30       40        50       60       70       80
              yang terbina
        9     Jumlah KBU                     120        150      180      210       240      270     300



    4. Program Pendidikan Usia Dini
       Sasaran Program
       a. Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan
            Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya nilai
            APK PAUD, meningkatnya daya tampung PAUD / TK.
            Kegiatan Prioritas :
            1). Penyediaan Sarana Prasarana TK/RA melalui pembangunan USB TK dengan
               target 1 TK negeri untuk 1 Kecamatan dan APK TK 23,04%. Target tahun 2010
               dibangun 7 TK baru.
                                                                                                             27
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
               DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

            2). Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini dengan target            keterlayanan
               anak usia 0 – 3 tahun di TPA 5%, dan keterlayanan anak usia 3 – 4 tahun di
               KB 6,94%. Target 2009 adalah 25 desa 50 kelompok rintisan PAUD yang
               mencakup 3000 anak usia 0-6 tahun.
       b. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing
            Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah terpenuhinya sumber
            dan media belajar.
             Penyediaan Sumber dan Media belajar, berupa alat praktek dan peraga siswa,
             dan sarana bermain;
       c. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik
            Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
            jumlah sekolah yang menerapkan MBS.
             Tabel 4.4. TARGET INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM PENDIDIKAN USIA DINI
                                          KONDISI
        No    Indikator capaian program             2009   2010     2011   2012   2013   2014
                                           2008
        1     Rasio PAUD/TK/Sederajat :      1       1      2        2      3      4      5
        2     % APK
              Desa : 15 %;                24.83%    5%     25%      30%    25%    40%    45%


        3     % Alat Peraga atau alat       10       30     40       50     60     70     80
              Sekolah



    5. Program Pendidikan Luar Biasa
       Sasaran Program
       a. Pemerataan dan Perluasan Akses Pendidikan
            Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
            jumlah pendidikan khusus (PK) dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK)., hal ini
            penting diperhatikan, meskipun berdasarkan PP. N0.25 Tahun 2001, penanganan
            anak-anak berkelainan fisik melalui pendidikan Luar Biasa (PLB) merupakan
            kewenangan wajib dan tugas pokok propinsi, maka Dalam pelaksanaannya Dinas
            Pendidikan membantu memfasilitasi Program dan Kegiatan Dinas Pendidikan
            Provinsi dalam pengembangan pendidikan Khusus.
       b. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing
            Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
            sumber dan media belajar, meningkatnya kompetensi guru PK dan PLK, serta
            meningkatnya pelatihan kewirausahaan siswa.          Kegiatan berikut adalah bentuk
            kepedulian dan partisipasi aktif Dinas Pendidikan Kab. Subang terhadap
            peningkatan mutu dan kualitas Pendidikan Luar Biasa.
            Kegiatan Prioritas :
             1). Pengadaan Alat Peraga Sekolah , 1 paket 100%.

                                                                                                28
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
                DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

              2). Pengadaan Perlengkapan Sekolah, 1 paket 100%.


       c. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik
             Sasaran yang diukur dan termasuk ke dalam aspek ini adalah meningkatnya
             jumlah sekolah yang menerapkan MBS.


     Tabel 4.5. TARGET INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM PENDIDIKAN LUAR BIASA
               Indikator capaian      KONDISI
       No                                         2009    2010      2011       2012   2013   2014
                       program          2008
        1     % keterlayanan            3.39%    17.20%   30%        50%       65%    80%    100%
        2     % Peningkatan            16.85%    28.73%   40%        55%       75%    85%    100%
              Kompetensi Guru
        3     % Alat                     10        30      40        50
                                                                                60     70     80
              Peraga/Sekolah
        4     Jumlah Paket
                                         1         2       2          3         3      4       4
              Keahlian



    6. Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
       Sasaran Program
       Pada Program ini sasaran yang ingin ingin dicapai adalah meningkatnya Kompetensi
       pendidik, Jumlah Guru           berkualifikasi S1, meningkatnya guru yang mendapatkan
       sertifikasi, pemahaman penyelenggara tentang Manajemen Berbasis Sekolah (MBS),
       dan meningkatnya wawasan pendidik tentang Kurikulum berikut pengembangannya.
       Kegiatan Prioritas :
       1).    Pelatihan bagi pendidik untuk memenuhi standar kompetensi yang bertujuan
              untuk peningkatan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan melalui uji
              kompetensi guru, Diklat Profesi. Target 2009 yaitu 25 guru SD, 25 guru SMP, 15
              guru SMA,15 guru SMK dan 10 Pengawas TK/SD.
       2).    Penyediaan Beasiswa Kualifikasi Tenaga Pendidik dengan peningkatan
              jumlah/kuota peserta kualifikasi pendidikan guru dan tenaga kependidikan dari
              berbagai sumber dana. Pada tahun 2009 diharapkan 90 % guru SD sudah
              berpendidikan Diploma IV atau S1, sedangkan untuk guru SMP, SMA dan SMK
              dengan kualifikasi Diploma IV atau S1 sebesar 100 %.
       3).    Sertifikasi Guru dan Pengawas dengan target pada tahun 2014 100% guru
              mengikuti program sertifikasi dan ada mekanisme pembinaan lebih lanjut, dan
              pada tahun 2013 Pengawas tersertifikasi. Target pada tahun 2009 adalah 800
              guru, dan tahun 2010 1000 guru dan 15 Orang Pengawas.
       4).    Pengembangan             Mekanisme Peralihan Jabatan Kepala Sekolah yang
              mencakup           penyusunan     mekanisme,       sosialiasi,    Bimbingan     Teknis,   dan
              implementasinya.Target kegiatan ini            diharapkan pada 2010            telah tersusun
                                                                                                         29
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
                DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

              mekanisme dan tersosialisasikan; dan pada 2014 dapat dilaksakan secara
              optimal 100%




        Tabel 4.6. TARGET INDIKATOR CAPAIAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIK
                                             DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
                                              KONDISI
        No     Indikator capaian program                2009    2010    2011    2012    2013    2014
                                               2008
         1     % Guru Memenuhi
               Kualifikasi
               a. SD Sederajat                 16.85             40
                                                        28,73            55      75      85     100

               b. SLTP Sederajat               64.33    69.42    85
                                                                        100     100     100     100

               c. SMA Sederajat                70.39    74.63
                                                                100     100     100     100     100

         2     Jumlah Guru yang                 808     800     1,030   1,960   1,962   1,950   1,938
               mendapatkan Sertifikasi
         3     % Guru Memenuhi sertifikasi
               a. SD Sederajat                  3.39    17.20    30      50      65      80      100


               b. SLTP Sederajat               13.30    26.18    40      55      70      85      100


               c. SMA Sederajat                10.70    23.46    35      50      65      80      100


         4     % Sekolah yang                   10
                                                         30      40      50      60      70      80
               mengimplementasikan MBS
         5     % Pendidik tentang               30
                                                         50      60      70      80      90     100
               pemahaman Kurikulum



  7.   Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
       Sasaran Program
                Sasaran yang ingin dicapai pada program ini adalah meningkatnya sinergitas
       pelayanan pendidkan yang berbasis kualitas, dan meningkatnya pelayanan data/
       informasi pendidikan.
       Kegiatan Prioritas :
       1). Pengadaan Sarana prasarana Sistem Informasi Manajemen dengan target
             adanya ketersediaan sarana SIM tiap Bidang, dan pada tahun 2012 Sistem
             Informasi Manajemen Satuan Dinas Pendidikan sudah terintegrasi secara optimal
             menyeluruh dan pada tahun 2014 pada tingkat UPTD ke tingkat Kabupaten 100%.
       2). Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola SIM melalui Pelatihan, dan supervisi
             Teknis pengelolaan SIM, diharapakan pada tahun 2012 terlatih 10 orang Operator


                                                                                                        30
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
                DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

             SIM dan 5 orang Teknisi; dan pada tahun 2014 30 UPTD memiliki masing-masing
             2 orang operator dan 1 orang Teknisi SIM.
       3). Pengembangan Sistem Pendataan Data Pokok Pendidikan,                                      dilaksanakan
             dengan menyelenggarakan pemutakhiran data pokok pendidikan secara periodik
             sehingga diharpakan tersedia data pokok pendidikan yang akurat sebagai bahan
             pengambilan keputusan.
       4). Pengembangan Sistem Pembinaan, Pengawasan dan Evaluasi Kinerja
             Aparatur, Dilaksanakan secara bertahap dan diharakan dapat dilakasanakan
             secara penuh pada tahun 2010, sehingga prosentase temuan BPK dibawah 0,050
             % dan Opini BPK Wajar tanpa syarat pada tahun 2010


                                           Tabel 4.7. TARGET INDIKATOR CAPAIAN
                                  PROGRAM MANAJEMEN PELAYANAN PENDIDIKAN
                   Indikator capaian           KONDISI
         No                                               2009       2010       2011     2012       2013     2014
                         program                2008
         1     % Sinergitas Layanan              45         65           75       85         95      100         100
               Berbasis Kualitas
         1     % Layanan Kebutuhan               45         65           75       85         95      100         100
               Data dan Informasi
         2     % Aspek Penanganan                30         50           60       70         80       90         100
               UAS/USBN
         3     Opini BPK atas Laporan           Wajar     Wajar      Wajar      Wajar    Wajar      Wajar    Wajar
               Keuangan Depdiknas               dengan    tanpa      tanpa      tanpa    tanpa      tanpa    tanpa
                                                syarat    syarat     syarat     syarat   syarat     syarat   syarat
         4     Persentase Temuan BPK            0,55%     Kurang     Kuran      50 %     Kuran      50 %     Kuran
               tentang Penyimpangan di                   dari 0,50   g dari              g dari              g dari
               Depdiknas terhadap Objek                     %        0                   0                   0
               yang Diperiksa
         5     Sertifikat ISO 9001:2000 yang     60%     80 % unit    80 %      80 %      80 %      80 %      80 %
               diraih Unit Kerja Depdiknas                utama          unit    unit        unit    unit        unit
               (Kumulatif)                               mempero     utama      utama    utama      utama    utama
                                                         leh ISO     memp       memp     memp       memp     memp
                                                          9001 :     eroleh     eroleh   eroleh     eroleh   eroleh
                                                           2000          ISO     ISO         ISO     ISO         ISO
                                                                     9001 :     9001 :   9001 :     9001 :   9001 :
                                                                      2000       2000     2000       2000     2000



5.2   KEGIATAN INDIKATIF DARI BERBAGAI SUMBER PENDANAAN
              Program pembangunan pendidikan dijabarkan dalam bentuk kegiatan indikatif.
      Berikut ini disajikan Kegiatan Indikatif dari setiap program sebagai bentuk realisasi
      pemerintah terhadap permasalahan dan atau kondisi yang berkembang dibidang
      pendidikan, selain itu juga program-program dan kegiatan indikatif lainnya yang
      merupakan implementasi dari Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pendidikan. Pada periode
      2009 ini kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai berikut :
                                                                                                                        31
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

     A.   Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
     1.   Penyediaan Jasa Surat Menyurat
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Dana Surat Menyurat
           Target Sasaran    :             :
                                 Optimalisasi       Pelayanan      Administrasi    Surat
                                 Menyurat
     2.   Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya Air dan Listrik
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Dana Bagi Pengguna Jasa Komunikasi,
                                 Sumberdaya       air   dan     Listrik    Yang     Akan
                                 Meningkatkan Pelayanan
           Target Sasaran    :   Pelayanan :Jasa Listrik, komunikasi dan Air
     3.   Penyediaan Jasa Peralatan dan Perlengkapan Kantor
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Jasa Peralatan dan Perlengkapan
                                 kantor Yang Mendukung Berlangsungnya Kegiatan
           Target Sasaran    :   Optimalnya:      Pemeliharaan        Peralatan      dan
                                 Perlengkapan Kantor




     4.   Penyediaan jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas / Operasional
           Indikator Sasaran :              :
                                 Terpeliharanya     Kondisi   Fisik       dan   Perizinan
                                 Kendaraan Dinas/Operasional
           Target Sasaran    :             :
                                 Pemeliharaan, Perijinan Kendaraan Dinas
     5.   Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terlaksananya Pengelolaan keuangan SKPD dan
                                 sekolah
           Target Sasaran    :             :
                                 Meningkatnya Pelayanan Administrasi Keuangan
     6.   Penyediaan Jasa Kebersiahan kantor
           Indikator Sasaran :              :
                                 Terpeliharanya Kebersihan Kantor
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Pelayanan Administrasi Kantor Melalui
                                 Kebersihan
     7.   Penyediaan Alat Tulis kantor
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya ATK Untuk Operasional Kegiatan Dinas
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Pelayanan Administrasi Perkantoran
                                 Melalui Pelayanan ATK
     8.   Penyediaan Barang Cetakan dan Pengadaan
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Barang Cetakan dan Pengadaan
           Target Sasaran    :             :
                                 Ketersediaan barang Cetakan dan Pengadaan
     9.   Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan kantor
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Instalasi Listrik/Penerangan kantor

                                                                                            32
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
              DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

           Target Sasaran    :             :
                                 Terlayaninya Penerangan Gedung Kantor
     10.   Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan kantor
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Peralatan dan Perlengkapan
           Target Sasaran    :             :
                                 Tersedianya Peralatan dan perlengkapan
     11.   Penyediaan Peralatan Rumah Tangga
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Peralatan rumah tangga
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Ketersediaan Peralatan Rumah Tangga
     12.   Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Peruandang-Undangan
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya    Bahan    Bacaan     dan       Peraturan
                                 Perundang-Undangan
           Target Sasaran    :             :
                                 Tersedianya    Bahan    Bacaan     dan       Peraturan
                                 Perundang-Undangan
     13.   Penyediaan Makanan dan Minuman
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Jamuan Makan Dan Minum Untuk
                                 Rapat dan Tamu
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Pelayanan     kantor   Melalui    Jamuan
                                 Makan dan Minum
     14.   Rapat-rapat Kordinasi dan Konsultasi Keluar daerah
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terlaksananya Rapat Kordinasi dan Konsultasi
                                 Program
           Target Sasaran    :              :
                                 Sinergitas Program dan Kegiatan Dinas Pendidikan
     15.   Penyediaan Jasa Tenaga Pendukung Administrasi Perkantoran/Teknis
           Perkantoran (Honor TKK)
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Jasa Tenaga Pendukung Administrasi
                                 Perkantoran/Teknis Perkantoran (Honor TKK)
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Pelayanan Administrasi Melalui Jasa
                                 Tenaga Pendukung Administrasi Perkantoran/Teknis
                                 Perkantoran (Honor TKK)
     16.   Penyediaan Dana Pengelolaan Guru PNS SD/MI dan Guru Bantu Daerah
           Terpencil
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Dana Pengelolaan Guru PNS SD/MI
                                 dan Guru bantu Daerah Terpencil Kepada Yang
                                 Bersangkutan
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Kegiatan Pengelolaan Guru PNS SD/MI
                                 dan Guru Bantu Daerah Terpencil


     B.    Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
       1. Pembangunan Gedunga Kantor

                                                                                          33
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Gedung Kantor Kacadin Yang Memadai
           Target Sasaran    :           :
                                 Pembangunan        Gedung    Kantor   Cabang   Dinas
                                 Pendidikan Kecamatan
       2. Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Air dan Listrik
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Kendaraan Dinas Operasional
           Target Sasaran    :   Kebutuhan :Kendaraan Operasional Bagi Pejabat
       3. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor
           Indikator Sasaran :              :
                                 Terpeliharanya Gedung Kantor
           Target Sasaran    :             :
                                 Pemeliharaan Kondisi Gedung Kantor
       4. Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan dinas Operasional
           Indikator Sasaran :              :
                                 Terpeliharanya Kendaraan Dinas Operasional
           Target Sasaran    :             :
                                 Pemeliharaan Kendaraan Dinas Operasional
       5. Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Kantor
           Indikator Sasaran :              :
                                 Terpeliharanya Perlengkapan kantor
           Target Sasaran    :             :
                                 Pemeliharaan Perlengkapan kantor


     C.   Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
       1. Bimbingan Teknis Aparatur
           Indikator Sasaran :              :
                                 Terpeliharanya Angka Kredit dan Pengiriman Guru
                                 Berprestasi Tk.Propinsi Jawa Barat
           Target Sasaran    :             :
                                 Peningkatan    Kinerja      Sumber    Daya   Aparatur
                                 Pendidik dan Tenaga Kependidikan Melalui Angka
                                 Penilaian Kredit Jabatan Fungsional dan Pemilihan
                                 Guru Berprestasi
       2. Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD
           Indikator Sasaran :             :
                                 Adanya laporan Pelaksanaan Kinerja dan Realisasi
                                 Kinerja SKPD
           Target Sasaran    :            :
                                 Laporan capaian kinerja dan Ikhtisar Realisasi
                                 Pelaksanaan Kegiatan
       3. Penyusunan Laporan Keuangan Sementara
           Indikator Sasaran :            :
                                 Adanya Laporan Keuangan Semesteran
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Pelayanan Kantor
       4. Penyusunan Laporan Prognosis Realisasi anggaran
           Indikator Sasaran :            :
                                 Adanya Laporan Prognosis Realisasi Anggaran
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Pelayanan Kantor
       5. Penyusunan Laporan KeuanganAkhir Tahun
           Indikator Sasaran :            :
                                 Adanya Laporan Keuangan Akhir Tahun
           Target Sasaran    :   Optimalnya: Pelayanan Kantor

                                                                                         34
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

       6. Revitalisasi dan Refungsionalisasi SIM Dinas Propinsi Jawa Barat
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Data Pendidikan
           Target Sasaran    :              :
                                 Data Statistik dan Profil Pendidikan


     D.   Program Pendidikan Anak Usia Dini
       1. Rehabilitas Sedang/Berat Bangunan Sekolah
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Rehabilitas Bangunan Sekolah
           Target Sasaran    :             :
                                 Anak Usia Dini yang bersekolah
       2. Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini
           Indikator Sasaran :             :
                                 Bersekolahnya    Anak    Usia    Dini   Yang    Belum
                                 Mendapatkan Pelayanan pendidikan di 253 Desa
           Target Sasaran    :            :
                                 Penyelenggaraan Pelayanan Pendidikan Anak Usia
                                 Dini
       3. Penunjang Kegiatan Belajar Mengajar
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Penunjang Kegiatan Belajar Mengajar
           Target Sasaran    :             :
                                 Tersalurkannya     Penunjang      Kegiatan     Belajar
                                 Mengajar


     E.   Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun
       1. Pengadaan Alat Peraktek dan Peraga Siswa
           Indikator Sasaran :            :
                                 Adanya Alat Praktek/Peraga TK/SD Satu Atap dan
                                 SMP Terbuka
           Target Sasaran    :            :
                                 Penyediaan Alat Praktek dan Peraga Siswa TK/SD
                                 Satu Atap dan SMP Terbuka




       2. Pengadaan Mebelair Sekolah
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Kebutuhan Mebelair Sekolah SD/MI
           Target Sasaran    :             :
                                 Terpenuhinya Kebutuhan Mebelair di Sekolah SD/MI
       3. Rehabilitas Sedang/Berat Bangunan Sekolah
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terlaksananya     Rehabilitas   Bangunan       Sekolah
                                 SD/MI dan SMP/MTs
           Target Sasaran    :            :
                                 Bangunan Gedung Untuk Anak Usia Wajar Diknas 9
                                 Tahun
       4. Pembinaan SMP Terbuka
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Guru Pamong SMP Terbuka Yang
                                 Terlatih
           Target Sasaran    :   Pembinaan: SMP Terbuka

                                                                                          35
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

       5. Penyediaan Dana Pembangunan Sekolah Untuk SD/MI dan SMP/MTs
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terselenggaranya Program Wajib Belajar 9 Tahun
           Target Sasaran    :            :
                                 Penyelenggaraan       dan    Pembinaan        Pendidikan
                                 Sekolah Dasar
       6. Penyelenggaraan Paket B setara SMP
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terselenggaranya Paket B setara SMP
           Target Sasaran    :             :
                                 Terselenggaranya program kelompok belajar Paket
                                 B setara SMP
       7. Pembinaan minat , bakat dan kreativitas siswa
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terselenggaranya seleksi siswa peserta lomba yang
                                 akan dikompetisikan
           Target Sasaran    :            :
                                 Siswa SD/SMP peserta kreativitas siswa SD dan
                                 SMP
       8. Penyebarluasan dan sosialisasi berbagai informasi pendidikan dasar
           Indikator Sasaran :           :
                                 Cabang Dinas, Kepala Sekola, Komite sekolah
                                 mengetahui     informasi    kebijakan    dan    program
                                 pendidikan
           Target Sasaran    :              :
                                 Informasi kebijakan dan Program Pendidikan Dasar
                                 tersampaikan
       9. Penyelenggaraan akreditasi sekolah dasar
           Indikator Sasaran :             :
                                 Dilaksanakannya akreditasi untuk SD dan TK
           Target Sasaran    :             :
                                 Optimalisasi    penyelenggaraan         dan    pelayanan
                                 Pendidikan Dasar
       10. DAK, Pendamping dan Penunjang DAK Pendidikan
           Indikator Sasaran :             :
                                 Sekolah sasaran menerima dana DAK, Pendamping
                                 dan Penunjang DAK
           Target Sasaran    :             :
                                 Peningkatan pelayanan pendidikan dasar melalui
                                 rehabilitasi fisik sekolah dan pengadaan sarana
                                 pendidik


       11. Penunjang Kegiatan Belajar Mengajar
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya penunjang kegiatan Belajar Mengajar
           Target Sasaran    :             :
                                 Tersalurkannya     penunjang      Kegiatan       Belajar
                                 Mengajar
       12. Pendamping Bantuan Pemerintah Pusat untuk RKB/Rehabilitasi SMP/MTs
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya dana bantuan Pemerintah Pusat untuk
                                 RKB/Rehabilitasi SMP/MTs
           Target Sasaran    :             :
                                 Tersalurkannya dana bantuan Pemerintahan Pusat

                                                                                            36
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

                                 untuk RKB/Rehabilitasi SMP/MTs
       13. Penunjang Operasional manajemen BOS
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terlaksananya Pelatihan bendahara dana BOS
           Target Sasaran    :   Terlatihnya: 60 orang Bendahara pengelola dana
                                 BOS


     F.   Program Pendidikan Menengah
       1. Penambahan Ruang Kelas Sekolah
           Indikator Sasaran :            :
                                 Adanya tambahan ruang kelas
           Target Sasaran    :           :
                                 Sekolah menengah yang masih kurang ruang
                                 kelasnya mendapatkan tambahan ruang kelas
       2. Pembangunan labolatorium dan ruang pratikum sekolah (labolatorium
          bahasa, komputer, IPA, IPS dan lain-lain)
           Indikator Sasaran :            :
                                 Adanya gedung labolatorium
           Target Sasaran    :            :
                                 Sekolah yang belum mempunyai labolatorium dan
                                 ruang       pratikum      mendapatkan        bantuan
                                 pembangunan
       3. Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terlaksananya rehabilitasi bangunan sekolah
           Target Sasaran    :             :
                                 Kualitas penyelenggaraan Pendidikan Menengah
                                 meningkat
       4. Rehabilitasi sedang/berat bangunan sekolah
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terlaksananya rehabilitasi ruang kelas sekolah
           Target Sasaran    :             :
                                 Optimalisasi     penyelenggaraan        pembelajaran
                                 persekolahan di Tingkat Menengah
       5. Penyelenggaraan paket C setara SMU
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terselenggaranya program paket C setara SMU
           Target Sasaran    :           :
                                 Warga masyarakat DO SLTA dan Lulusan SLTP
                                 yang tidak melanjutkan sekolah mengikuti paket C
                                 setara SMU
       6. Pembinaan minat dan bakat kreativitas siswa SMA/SLTA/SMK
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terselenggaranya       lomba-lomba   untuk       siswa
                                 SMA/SMK
           Target Sasaran    :           :
                                 Mengembangkan minat dan bakat kreativitas
       7. Penunjang Kegiatan Belajar Mengajar (BKM)
           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya Penunjang Kegiatan Belajar Mengajar
           Target Sasaran    :             :
                                 Tersalurkannya     Penunjang     Kegiatan     Belajar
                                 Mengajar

                                                                                          37
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
                DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG


     G.      Program Pendidikan Non Formal
          1. Pemberdayaan tenaga Pendidikan non formal
              Indikator Sasaran :             :
                                    Terselenggaranya pelatihan untuk tenaga pendidik
                                    dan kependidikan non formal
              Target Sasaran    :            :
                                    Tenaga pendidik dan kependidikan non formal yang
                                    berkualitas


     H.      Program Pendidikan Luar Biasa
          1. Pengadaan alat praktek dan alat peraga siswa
              Indikator Sasaran :             :
                                    Adanya alat praktek dan alat peraga siswa
              Target Sasaran    :            :
                                    Penyediaan alat praktek dan peraga bagi siswa


     I.      Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
          1. Pelaksanaan sertifikasi pendidikan
              Indikator Sasaran :            :
                                    Adanya guru yang bersertifikasi
              Target Sasaran    :             :
                                    Peningkatan      kualitas    Sumber      Daya     Tenaga
                                    Pendidikan
          2. Pelatihan bagi pendidik untuk memenuhi standar kompetensi
              Indikator Sasaran :             :
                                    Terselenggaranya        pelatihan     bimbingan    teknis
                                    kompetensi untuk guru
              Target Sasaran    :   Optimalnya: kualitas tenaga pendidik
          3. Pembinaan kelompok kerja guru (KKG)
              Indikator Sasaran :             :
                                    Terlaksananya      pelatihan   guru     pemandu     mata
                                    pelajaran
              Target Sasaran    :                 : Penerapan      program      Pembinaan
                                                   Profesionalisme melalui wadah KKG di
                                                   kab. Subang


          4. Pengembangan mutu dan kualitas Program Pendidik dan pelatihan bagi
             pendidik dan tenaga kependidikan
              Indikator Sasaran :             :
                                    Terlaksananya seleksi calon kepala sekolah dan
                                    bimbingan      teknis   penyelenggaraan      pendidikan
                                    persekolahan
              Target Sasaran    :             :
                                    Peningkatan kemampuan dalam pengelolaan dan
                                    penyelenggaraan pendidikan persekolahan
          5. Pengembangan sistem pendataan dan pemetaan pendidikan dan tenaga
             kependidikan

                                                                                                38
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014
             DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUBANG

           Indikator Sasaran :             :
                                 Tersedianya data pendidikan
           Target Sasaran    :               :
                                 Data statistik dan profil Pendidikan


     J.   Program Manajemen Pelayanan Pendidikan
       1. Pengendalian dan Pengawasan penerapan azas efisiensi dan efektifitas dan
          dekonsentrasi dan dana pembantuan
           Indikator Sasaran :             :
                                 Dilaksanakannya kegiatan pengawasan penerapan
                                 azas efisiensi dan efektifitas dan dekonsentrasi dan
                                 dana pembantuan
           Target Sasaran    :   Dana yang :bersumber dari Dana Dekonsentrasi
       2. Pembinaan Dewan Pendidikan
           Indikator Sasaran :             :
                                 Dilaksanakannya pembinaan Dewan Pendidikan
           Target Sasaran    :             :
                                 Optimalisasi sosialisasi Dewan Pendidikan


     K.   Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan
       1. Diklat Paskibraka dan Pembentukan POK Paduan Suara
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terselenggaranya Diklat Dasar Paskibraka dan
                                 terbentuknya POK Panduan Suara
           Target Sasaran    :            :
                                 Pembentukan anggota PASKIBRAKA dan POK
                                 Paduan Suara melalui Diklat Dasar


     L.   Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga
       1. Pembibitan dan Pembinaan Olahragawan Berbakat
           Indikator Sasaran :             :
                                 Dilaksanakannya      pembibitan        dan   pembinaan
                                 olahragawan berbakat
           Target Sasaran    :   Pembibitan: dan Pembinaan Olahragawan berbakat
       2. Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga
           Indikator Sasaran :             :
                                 Terlaksananya even kompetisi olahraga
           Target Sasaran    :             :
                                 Meningkatnya bibit atlet pelajar potensial melalui
                                 penyelenggaraan kompetisi olahraga




                                                                                          39
EKSPOSE RENSTRA RANCANGAN KEDUA TAHAP AKHIR DINAS PENDIDIKAN 2009-2014

								
To top