ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI JAMU BATUK DI PT. AIR

Document Sample
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI JAMU BATUK DI PT. AIR Powered By Docstoc
					ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI JAMU
BATUK DI PT. AIR MANCUR PADA TAHUN 2006 DENGAN
      MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL C



                        TUGAS AKHIR
      Diajukan dalam rangka menyelesaikan studi Diploma III
                Untuk mencapai gelar ahli madya




                         Oleh :
              Nama          : Puryanti
              NIM           : 4151304031
              Prog. Studi   : Statistika Terapan dan Komputasi
              Jurusan       : Matematika




 FAKULTAS METEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
            UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                              2007
                        HALAMAN PENGESAHAN



        Tugas Akhir berjudul “ Analisis Pengendalian Kualitas Produksi

Jamu Batuk di. PT. Jamu Air Mancur Selama Bulan April Tahun 2007

Dengan Menggunakan Diagram Kontrol C” telah dipertahankan dihadapan

siding ujian FMIPA pada:

        Hari       :

        Tanggal    :

                             Panitian Ujian

Ketua                                         Sekretaris



Drs. Kasmadi Imam S. M.S                      Drs. Supriyono, M. Si
NIP. 130781011                                NIP. 130815345



Pembimbing I                                  Penguji I



Drs Arief Agoestanto, M.Si                    Drs. Sugiarto
NIP. 132046855                                NIP. 130686732



Pembimbing II                                 Penguji II



Drs. Sugiarto                                 Drs Arief Agoestanto, M.Si
NIP. 130686732                                NIP. 132046855




                                   ii
                                ABSTRAK

       Puryanti, Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Jamu Batuk di
PT. Air Mancur pada tahun 2007 dengan menggunakan diagram kontrol C

        Kualitas menjadi faktor yang paling mempengaruhi pilihan konsumen
untuk berbagai jenis produk dan jasa. Kecacatan adalah ketidak sesuaian
terhadap beberapa spesifikasi. Suatu produk dikatakan cacat (defektif) jika
produk itu tidak memenuhi suatu syarat. Secara umum dalam grafik
pengendalian C yang diperhatikan adalah mengenai adanya cacat pertiap unit
obyek atau barang.
        Berdasarkan latar belakang masalah diatas, permasalahan pada penelitian
adalah sebagai berikut: Bagaimana proses pengendalian kualitas produksi jamu
di PT. Air Mancur tersebut? faktor–faktor apa saja yang mempengaruhi proses
pengendalian kualitas produk di PT. Air Mancur ? apakah produksi jamu di PT.
Air Mancur setelah digunakan diagram kontrol C akan berada pada
pengontrolan ?
        Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses pengendalian kualitas
produksi jamu di PT. Air Mancur, untuk mengetahui faktor–faktor yang
mempengaruhi proses pengendalian kualitas produksi jamu di PT Air Mancur
dan untuk mengetahui proses produksi jamu di PT. Air Mancur akan berada
dalam pengontrolan atau tidak setelah digunakan diagram kontrol C.
        Penelitian dilakukan pada proses produksi jamu batuk di PT. Jamu Air
Mancur Palur. Analisis datab dilakukan berdasarkan data-data yang diperoleh
pada waktu melaksanakan penelitian yaitu tanggal 25 sampai tanggal 30 april
2007 pada bagian produksi PT. Jamu Air Mancur. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara, metode
kepustakaan dan metode dokomentasi. Dari hasil penelitian diperoleh beberapa
ketidak sesuaian yang diakibatkan salah pengguntingan, kelebihan takaran atau
berat dan kerusakan pada perekatan kemasan, dengan nilai BKA = 43,323, GT =
27,571 dan BKB = 11,818 dengan nilai prosentase masing-masing tiap
kecacatan yaitu salah pengguntingan sebesar 0,058%, kelebihan takaran atau
berat sebesar 0,064% dan kerusakan pada perekatan (kemasan) sebesar 0,054%.
Hal ini menyebabkan bahwa proses pengendalian berada dalam batas
pengontrolan, dan pada proses produksi jamu batuk dalam keadaan terkendali
meskipun masih ada kecacatan namun tidak begitu besar.
        Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa spesifikasi ketidaksesuaian
pada proses produksi jamu batuk yang paling banyak adalah karena adanya
kelebihan berat pada waktu pengemasan yang disebabkan oleh faktor tenaga
kerjanya yang kurang teliti. Dari penelitian yang dilakukan dapat disarankan
agar PT. Jamu Air Mancur dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap
kualitas prodiksi jamu batuk agar untuk selanjutnya dapat lebih baik.




                                     iii
                    MOTTO DAN PERSEMBAHAN


MOTTO:
Raihlah ilmu setinggi mungkin karena dalam hidup tiada yang lebih berguna selain ilmu
dan pengalaman.
Pelajaran paling berharga dalam hidup adalah pengalaman.
                                                                             (penulis)




                           PERSEMBAHAN:

                  Bapak dan Alm. Ibuku tercinta berkat do’a dan Kasih sayangnya serta
                  dukungan dan motivasinya.
                  Paman dan Bibiku yang telah rela untuk membanting tulang sehingga
                  dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi
                  Segenap keluargaku yang ada di Ngawi maupun Solo
                  Adik-adikku (Antok dan Galih) yang selalu membuatku marah ’n’
                  ketawa
                  My    Luv    Qomar    yang    selalu   berada    disampingku   karena
                  kesabaran,kesetiaan dan kasih sayangnya sehingga aku selalu
                  bersemangat dalam mengerjakan tugas akhir ini.
                  Sahabat2 ku (Retno, Ticha, Leli, T_Go3h, V3, Tina ’N’ Rina) I Luv U
                  Anak2 Alief Kost yang super rame…piss, love, and gaul…
                  Teman Seperjuanganku Staterkom 6A (Yang Super Cute ‘n’ Gaul)
                  Almamater_Ku




                                         iv
                        KATA PENGANTAR



       Dengan mengucap puji syukur ke hadirat Tuhan YME atas segala

Rahmat dan Karunia-Nya yang telah dilimpahkan pada kita semua, sehingga

laporan Tugas Akhir ini dapat terselesaikan. Laporan Tugas Akhir ini

mengambil judul “Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Jamu Batuk

Di PT. Jamu Air Mancur Selama Bulan April 2007                    Dengan

Menggunakan Diagram Kontrol C” yang dimaksudkan untuk memenuhi

syarat kelulusan Program Diploma Tiga dengan Program Studi Statistika

Terapan dan Komputasi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri

Semarang.

       Penulis menyadari selama pembuatan laporan Tugas Akhir ini tidak

jauh dari segala hambatan dan rintangan. Namun hal tersebut dapat diatasi

berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu Penulis mengucapkan terima

kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.   Prof. Dr. H.Sudijono Sastroatmodjo, M.Si, Rektor Universitas Negeri
     Semarang.
2.   Drs. Kasmadi Imam S, M. S, Dekan FMIPA Universitas Negeri

     Semarang.

3.   Drs. Supriyono, M.Si, Ketua Jurusan Matematika Universitas Negeri
     Semarang
4.   Dra. Nurkaromah D, M.Si, Ketua Program Studi Statistika Terapan dan
     Komputasi.
5.   Drs.Arief Agoestanto,M.Si Dosen Pembimbing Terima kasih atas saran,

     bimbingan, dan arahan selama pembuatan Laporan Tugas Akhir


                                      v
6.    Drs. Sugiarto, Dosen Pembimibing yang telah memberikan saran dan

      arahan dalam pembuatan laporan Tugas Akhir.

7.    Kedua orang tuaku yang telah memberikan do’a, perhatian,motivasi dan

      dukungan sehingga Tugas akhir ini dapat selesai tapat pada waktunya.

8.    Paman dan bibiku yang telah membanting tulang sehingga aku dapat

      melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi

9.    Adik-adiku serta teman-teman tercinta terima kasih atas dukungan serta

      motivasinya.

10.   Bapak Sutardi personalia PT. Air Mancur yang telah memberikan ijin

      penelitian dalam pembuatan Tugas Akhir.

11.   Maz Qomar yang telah memberiku support, dukungan serta semangat

      dalam pembuatan Tugas Akhir ini.

             Pada kesempatan ini Penulis juga ingin menyampaikan maaf atas

segala kekurangan dan kesalahan yang telah di lakukan selama pembuatan

laporan Tugas Akhir ini, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.

Dan dengan segala kekurangan semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat

bagi semua pihak yang membutuhkan. Kritik dan saran selalu penulis

harapkan.



                                                Semarang,        Juli 2007




                                                       Penulis



                                   vi
                                                 DAFTAR ISI




HALAMAN JUDUL..................................................................................               i

HALAMAN PENGESAHAN....................................................................                       ii

ABSTRAK .................................................................................................   iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................................................                         iv

KATA PENGANTAR ...............................................................................               v

DAFTAR ISI..............................................................................................    vii

DAFTAR TABEL......................................................................................          ix

DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................                x

BAB I           PENDAHULUAN

                A. Latar belakang....................................................................        1

                B. Rumusan masalah dan Pembatasannya..............................                           6

                C. Tujuan dan Manfaat ...........................................................            6

                D. Penegasan Istilah................................................................         8

                E. Sistrmatika Penulisan Tugas Akhir....................................                     9

BAB II          LANDASAN TEORI

                A. Sejarah dan Perkembangan perusahaan .............................                        11

                B. Lokasi Perusahaan..............................................................          13

                C. Struktur Organisasi Perusahaan .........................................                 14

                D. Proses produksi pengolahan bahan baku............................                        17

                E. Pengendalian mutu bahan baku PT. Jamu Air Mancur......                                   19



                                                         vii
               F. Kualitas ..............................................................................      21

               G. Pengendalian kualitas.........................................................               26

               H. Pengendalian kualitas proses statistik untuk data

                     variabel...............................................................................   29

               I. Pengendalian kualitas proses statistik untuk data areibut ..                                 30

               J. Barang tidak sesuai dan ketidak sesuaian ..........................                          31

               K. Grafik pengendali...............................................................             32

               L. Diagram kontrol C .............................................................              34

BAB III        METODE PENELITIAN

               A. Ruang Lingkup...................................................................             36

               B. Variabel ..............................................................................      36

               C. Metode pengumpulan data .................................................                    37

               D. Metode analisis data...........................................................              37

BAB IV         HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

               A. Hasil Penelitian ..................................................................          40

               B. Pembahasan........................................................................           48

BAB V          PENUTUP

               A. Simpulan ............................................................................        51

               B. Saran...................................................................................     53

DAFTAR PUSTAKA ...............................................................................                 54

LAMPIRAN..............................................................................................         55




                                                          viii
                                 DAFTAR TABEL




Tabel 1 Prosentase ketidak sesuaian ..........................................................   49




                                                    ix
                                     DAFTAR LAMPIRAN




Lampiran 1. Data produksi jamu batuk pada bulan April 2007....................                               55

Lampiran 2. Data jumlah BKA, GT dan BKB..............................................                        56

Lampiran 3. Surat Ijin Penelitian ke PT. Jamu Air Mancur..........................                           57

Lampiran 4. Surat Ijin melakukan penelitian dari PT.Jamu Air Mancur......                                    58

Lampiran 5. Surat telah melakukan penelitian dari PT.Jamu Air

              Mancur .....................................................................................   59




                                                       x
                                        BAB I

                              PENDAHULUAN



A. Latar belakang

          Persaingan sektor industri dihadapkan pada tantangan yang semakin

   berat seiring dengan kemajuan peradaban manusia baik itu produk industri

   penghasil barang maupun jasa. Supaya suatu organisasi bisnis seperti

   perusahaan dapat berkembang, tumbuh atau paling tidak bertahan hidup

   (survive).   Organisasi   tersebut    harus   mampu   menghasilkan    produk

   (barang/jasa) yang mutumya lebih baik, harga lebih murah, tingkat

   penampilan lebih tinggi dan pelayanan lebih baik dari pesaingnya. Dalam hal

   ini dilakukan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen, sehingga dapat

   meningkatkan kepercayaan konsumen.

          Kebutuhan konsumen terhadap barang dan jasa bukan hanya dari segi

   kualitas tetapi juga kuantitas. Karena kualitas menjadi faktor utama dalam

   pengambilan keputusan konsumen sebelum membeli barang dan jasa,

   akibatnya kualitas merupakan faktor utama dalam keberhasilan suatu produk

   dipasaran. Konsumen bersedia membayar dengan harga tinggi terhadap

   produk yang memberikan fungsi lebih baik dan tingkat penampilan yang

   bagus, serta kualitas yang memadai. Oleh karena itu banyak teknik dan praktik

   jaminan kualitas perlu perubahan dan inovasi. Kualitas sebagai kata kunci

   dalam persaingan industri, secara strategis dapat dijaminkan sebagai segala

   sesuatu yang memenuhi keinginan atau kebutuhan pelanggan (konsumen).



                                          1
                                                                            2



Sebab itulah dalam suatu perusahaan perlu diadakan pengendalian atau

pengontrolan kualitas terhadap suatu produk atau barang. Kontrol kualitas

sangat diperlukan dalam memproduksi suatu barang untuk menjaga kestabilan

mutu, kontrol kualitas secara statistik berbeda dengan kontrol kualitas secara

kimia atau fisika. Kualitas secara statistik kualitas yang diinginkan adalah

yang memenuhi permintaan konsumen.

       Produsen yang baik tentu akan mempertahankan mutu. Kualitas suatu

produk ditentukan oleh cirri-ciri produk itu, sedangkan pengendalian kualitas

adalah aktivitas keteknikan dan manajemen, yang dengan aktivitas itu di ukur

cirri-ciri kualitas produk, membandingkannya dengan spesifikasi atau

persyaratan dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada

perbedaan antara penampilan sebenarnya dengan yang standar. Pengendalaian

kualitas merupakan teknik dan manajemen, mengukur karakteristihk kualitas

dari output (barang dan jasa) kemudian membandingkan hasil pengukuran itu

dengan spesifikasi output yang diinginkan pengguna, serta mengambila

tindakan perbaikan yang tepat apabila ditemukan perbedaan antara performasi

aktual dan standar. Dalam mengendalikan proses kita berusaha menyelidiki

dengan cepat bila terjadi gangguan proses dan tindakan pembetulan dapat

dilakukan sebelum terlalu banyak unit yag tak sesuai dengan produk.

Perusahaan akan berusaha menjaga atau meningkatkan mutu produk yang

dihasilkannya. Pengendalian mutu atau pengawasam kualitas dilakukan oleh

perusahaan didalam proses pembuatan produk yang dihasilkannya. Usaha-

usaha ini diarahkan untuk memberikan pengawasan kualitas terhadap
                                                                             3



komponen-komponen proses pembuatannya serta hasil akhirnya, sehingga

diperoleh suatu output yang bermutu baik. Masalah pengendalian kualitas juga

menyangkut kebijakan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar, kebutuhan

investasi, kemampuan menghasilkan kembali, persaingan, kualitas dan desain

teknis, standar bahan baku, proses dan kemampuan kerja barang yang

bersangkutan serta kualitas barang yang dipakai, operasi yang digunakan dan

daya barang yang dibuatnya, Pengendalian kualitas merupakan upaya untuk

menghasilkan produk yang sesuai dengan standar kualitas produk yang

ditetapkan oleh perusahaan. Agar suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan

baik, maka perlu dilakukan suatu perencanaan terlebih dahulu. Walaupun

semua proses produksi telah direncanakan dengan baik, sering kali masih

terjadi beberapa kesalahan sehingga dihasilkan produk yang baik sesuai

dengan standar yang diperlukan. Hal ini disebabkan karena ada hal-hal yang

tidak diperhitungkan atau diluar kekuasaan untuk mencegahnya. Oleh karena

itu diperlukan suatu pengendalian kualitas dalam melaksanakan pekerjaan

sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dapat diketahui secara dini

dan diarahkan kejalan yang telah ditetapkan sebelumnya, dengan kata lain

pengendalian kualitas sangant penting peranannya terhadap kesuksesan

kegiatan produksi dan kegiatan perusahaan. Teknik yang dilakukan dalam

pengontrolan kualitas secara statistik adalah dengan menggunakan diagram

kontrol shew chart/grafik kendali.

       Grafik kendali adalah teknik pengendalian proses pada jalur yang

digunakan secara luas. Diagram kontrol/grafik pengendali adalah suatu grafik
                                                                           4



pengendalian kualitas statistik yng digunakan untuk mengendalikan produk

yang cacat yang tidak memenuhi syarat spesifikasi kualitas dari produk yang

dihasilkan dalam suatu proses produksi. Untuk proses diagram variasi kualitas

secara probabilistik dan memenuhi spesifikasi tertentu, dikatakan bahwa

proses berjalan dalam kontrol. Dalam hal ini proses dibiarkan terus berjalan

dan tidak terganggu. Akan tetapi jika terjadi hal yang bersifat eratik, maka

dikatakan bahwa proses diluar kontrol dan harus ditemukan penyebabnya lalu

dihilangkan. Dengan kata lain, proses yang keluar dari kontrol harus

dihentikan dan diperbaiki supaya proses berada dalam kontrol.

       Agar proses berada dalam kontrol maka digunakan cara-cara tertentu

misalnya, menyeleksi dengan ketat produksi yang digunakan, melakukan

training terhadap operator untuk meningkatkan kemampuan, menggunakan

mein-mesin berteknologi mutakhir dan mengadakan seleksi secara ketat pada

produk yang akan dipasarkan sehingga produk tersebut dapat diterima oleh

konsumen. Jika proses produksi berada dalam kontrol maka memberikan

jaminan terhadap konsumen bahwa barang yang dibeli memiliki kualitas yang

baik dan layak dikonsumsi. Apabila barang yang dipasarkan laku dijual dan

memungkinkan penjualan meningkat maka keuntungan penjualan juga akan

meningkat. Apabila barang produksi mengalami kerusakan atau tidak

memenuhi spesifikasi yang ditentukanmaka produk tersebut mengalami

kecacatan.

       Kecacatan adalah ketidak sesuaian terhadap beberapa spesifikasi.

Suatu produk dikatakan cacat (defektif) jika produk itu tidak memenuhi suatu
                                                                         5



syarat. Oleh karena barang atau produksi yang mengalami ketidak sesuaian

perlu diadakan pengendalian, agar dapat diketahui sebab adanya ketidak

sesuaian tersebut. Pada waktu penelitian, peneliti memperoleh data selama

satu bulan dan data tersebut terdapat adanya jumlah kecacatan pertiap unit,

maka dalam pengendalian produksi jamu ini menggunakan bantuan grafik

pengendalian kontrol C. Karena secara umum dalam grafik pengendalian C

yang diperhatikan adalah mengenai adanya cacat pertiap unit obyek atau

barang. Penelitian diadakan di PT. Jamu Air Mancur karena tempatnya tidak

jauh ari tempat peneliti dan merupakan perusahaan besar yang memproduksi

jamu mulai dari bahan mentah sampai bahan jadi, sehingga peneliti dapat

memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan dialamn dunia kampus, selain

hal tersebut tujuan utama dari penelitian di PT. Jamu Air Mancur ini adalah

untuk mengetahui adanya kecacatan produksi jamu batuk di PT. Jamu Air

Mancur, bagaimana cara mengendalikan kualitas produksi jamunya dan faktor

apa sajakan yang mempengaruhi proses pengendalian kualitas serta apakah

proses produksi berada dalam batas-batas pengontrolan ataukah tidak. Dalam

menerapkan konsep statistik kendali mutu dan berdasarkan persoalan diatas

maka penulis akan mengambil judul TA “ ANALISIS PENGENDALIAN

KUALITAS PRODUKSI JAMU BATUK DI PT. JAMU AIR MANCUR

SELAMA      BULAN      APRIL     2007     DENGAN       MENGGUNAKAN

DIAGRAM KONTROL C “
                                                                               6



B. Rumusan masalah dan pembatasannya

   1. Rumusan masalah

                Dalam uraian diatas maka permasalahan dalam penelitian ini

   adalah:

             a. Bagaimanakah proses pengendalian kualitas produksi jamu di PT.

                Jamu Air Mancur tersebut?

             b. Faktor–faktor   apa    sajakah   yang    mempengaruhi     proses

                pengendalian kualitas produk di PT. Jamu Air Mancur ?

             c. Setelah menggunakan diagram kontrol C apakah produksi jamu di

                PT. Jamu Air Mancur berada pada proses pengontrolan?

   2. Pembatasan Masalah

                Dalam penulisan ini hanya akan membahas proses pengendalian

      kualitas produksi jamu di PT. Jamu Air Mancur berada dalam

      pengontrolan atau tidak, dan grafik yang akan digunakan dalam

      pembahasan adalah grafik cacat dan analisis yang dilakukan berdasarkan

      data – data yang diperoleh pada waktu menyelesaikan penelitian.



C. Tujuan dan Manfaat.

             Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeproleh bukti yang

    empiris yaitu:

      1. Untuk mengetahui proses pengendalian kualitas produksi jamu di PT.

             Jamu Air Mancur
                                                                        7



2. Untuk    mengetahui       faktor–faktor   yang    mempengaruhi   proses

   pengendalian kualitas produksi jamu di PT. Jamu Air Mancur.

3. Mengetahui proses produksi jamu di PT. Jamu Air Mancur akan

   berada dalam pengontrolan atau tidak setelah menggunakan diagram

   kontrol C.

Adapun manfaat yang diperoleh dalam penelitian ini adalah:

1. Bagi penulis

        Agar penulis dapat menerapkan ilmu yang telah didapat

   dibangku perkuliahan, khususnya tentang pengendalian kualitas suatu

   produksi sehingga dapat menunjang kesiapan untuk tujuan kedalam

   dunia usaha atau kerja.

2. Bagi jurusan

        Dapat dijadikan sebagai bahan studi kasus bagi pembaca dan

   acuan bagi mahasiswa serta dapat memberikan bahan referensi bagi

   pihak perpustakaan.

3. Bagi PT. Jamu Air Mancur

        Dapat     dijadikan      sebagai     bahan   pertimbangan   dalam

   meningkatkan kualitas mutu suatu produk secara berarti serta

   mengurangi bagian yang rusak (spoilage) atau pengerjaan ulang

   (rework) dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam penghitungan

   pengendalian kualitas sutu produk yamg dihasilkan.
                                                                               8



D. Penegasan Istilah

           Adapun dalam penulisan TA ini menggunakan beberapa istilah yang

   antara lain :

       a. Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara

           pengumpulan data, pengolahan atau penganalisisannya dan penarikan

           kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang

           dilakukan. (Sudjana, 1989:3)

       b. Mutu adalah keseluruhan ciri serta sifat produk yang berpengaruh pada

           kemampuannya memenuhi kebutuhan yang dinyatakan atau yang

           tersirat. Definisi ini berpusat pada pelanggan, dimana pelanggan punya

           kebutuhan dan pengharapan tertentu. Selain itu mutu dapat diartikan

           jaminan kesetiaan pelanggan, pertahanan terbaik melawan saingan dari

           luar dan satu-satunya jalan menuju pertumbuhan dan pendapatan yang

           langgeng.(google.com)

       c. Kualitas adalah keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang

           meliputi marketing, engineering, manufaceture, dan maintenance,

           dalam mana produk dan jasa tersebut dalam pemakaiannya akan sesuai

           dengan kebutuhan dan harapan pelanggan. (Dorothea, 2004:3)

       d. Kecacatan adalah suatu produk yang tidak sesuai untuk dipasarkan,

           atau tidak memenuhi syarat-syarat tertentu karena ada sesuatu sebab

           sehingga produk tersebut tidak bisa dipasarkan lagi.

       e. Pengendalian kualitas proses statistik untuk data variabel seringkali

           disebut sebagai peta pengendali (control chart) untuk data variabel.
                                                                                9



          Peta pengendali (control chart) adalah metode statistik yang

          membedakan adanya variasi atau penyimpangan karena sebab umum

          dank arena sebab khusus. Penyimpangan karena sebab khusus

          biasanya berada diluar batas pengendalian, sedang yang disebabkan

          oleh sebab umum biasanya berada dalam batas pengendalian.



E. Sistematika Penulisan Tugas Akhir

          Secara garis besar Tugas Akhir (TA) ini dibagi menjadi tiga bagian,

      yaitu:

   bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian akhir.

   1. Bagian Pendahuluan Tugas Akhir, terdiri dari : Halaman sampul, kata

                pengantar, daftar isi, daftar tabel, dan daftar lampiran.

   2. Bagian Isi Tugas Akhir, terdiri dari:

      BAB I       Pendahuluan

                  Merupakan pendahuluan yang akan menguraikan mengenai ,

                  Latar    belakang      Masalah,      Rumusan       masalah   dan

                  Pembatasannya, Tujuan dan Manfaat, Penegasan Istilah dan

                  Sistematika Penulisan Tugas Akhir.

      BAB II      Kajian Teori

                  Kajian teori ini terdiri dari sejarah dan perkembangan

                  perusahaan, lokasi perusahaan, struktur organisasi perusahaan,

                  proses produksi pengolahan bahan baku, penyediaan bahan

                  baku di PT. Jamu Air Mancur, Kualitas, Pengendalian kualitas
                                                                             10



              statistik, proses pengendalian kualitas statistik untuk data

              variabel, proses pengendalian kualitas untuk data atribut,

              barang tidak sesuai dan ketidaksesuaian dan grafik pengendali.

   BAB III    Metode Penelitian.

              Dalam metode penelitian ini terdiri dari Ruang lingkup,

              variabel-variabel, metode pengambilan data dan metode

              analisis data.

   BAB IV     Hasil Kegiatan dan Pembahasan

              Mengenai analisis penelitian dengan menggunakan alat analisis

              yang telah ditentukan dalam mengalisis data.

   BAB V      Penutup

              Penutup     yang     akan   memberikan        kesimpulan,   saran,

              keterbatasan dan implikasi keterbatasan yang telah ditentukan

              pada hasil penelitian yang telah dilakukan.

3. Bagian akhir Tugas Akhir, berisi: Daftar Pustaka dan Lampiran-lampiran.
                                   BAB II

                            LANDASAN TEORI

A. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan

            PT. Jamu Air Mancur pada mulanya merupakan industri rumah tangga

   yang dirintis oleh Lambertus Wono Santoso yang didirikan di Pucang Sawit

   Surakarta dengan tenaga kerja hanya berjumlah 11 orang. Pada awal

   berdirinya proses sortasi, pembersihan bahan, penggilingan dan pengemasan

   masih dikerjakan secara manual. Produk kemudian dipasarkan di Jakarta oleh

   L.W. Santoso, dan karena terinspirasi dengan sebuah air mancur yang ada di

   Jakarta maka perusahaan ini dinamakan ” Air Mancur”.

            Tanggal 23 Maret 1963, L.W. Santoso mengajak dua orang rekannya

   yaitu Kimun Ongkosandjojo dan Rudi Hindrotonojo untuk memperbesar

   usaha dengan menyewa sebuah pabrik lengkap dengan mesin giling yang

   terletak di Wonogiri. Pada tanggal 23 Desember 1963 industri rumah tangga

   ini resmi berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT. Air Mancur

   yang berkedudukan di Wonogiri. Pada tanggal 1 Januari 1964 seluruh kegiatan

   dipindahkan dari Pucang Sawit ke Wonogiri dengan tenaga kerja berjumlah 50

   orang.

            Tahun 1969 jumlah karyawan mencapai 68 orang sehingga ruangan

   menjadi sempit. Oleh karena itu perusahaan mendirikan gedung baru di jalan

   pelem Wonogiri yang mulai digunakan pada tanggal 5 Oktober 1969,

   sementara Pucang Sawit digunakan sebagai gudang bahan baku. Pesatnya




                                     11
                                                                         12



kemajuan yang dialami perusahaan diimbangi dengan mendatangkan mesin-

mesin giling dan mesin tumbuk baru.

       Jumlah tenaga kerja terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu

sehingga pada tahun 1973 telah mencapai sekitar 1000 karyawan. Pada tahun

ini mulai dibangun pabrik lagi di Palur tepatnya di Dusun Tegalharjo,

kelurahan Dagen Kecamatan Jaten Karanganyar, karena keperluan ruangan

kerja yang mendesak maka pada tanggal 24 Februari 1974 L.W. Santoso

segera meresmikan pabrik di Karanganyar itu walaupun sebenarnya

pembangunannya belum selesai seluruhnya. Pada perkembangan selanjutnya

dibangun lagi pabrik baru pada tahun 1976 di Desa Jajar, Kleco dalam Kota

Surakarta. Peresmian pabrik baru di Kleco yang disediakan untuk kegiatan

logistik dan laboratorium penelitian dan pengembangan ini dilakukan oleh

Departemen Kesehatan RI pada tanggal 10 Desember 1976. pada tahun 1978

di bangun lagi pabrik baru di Desa Giriwono, kira-kira 4 km dari arah

Wonogiri kota ke arah Solo.

       Dari tahun ketahun PT. Jamu Air mancur terus mengalami kemajuan

yang cukup berarti, pada tahun 1995 dibangun lagi perusahaan di Jetis khusus

untuk memproduksi kosmetika. Namun PT. Jamu Air Mancur bukan berarti

tanpa masalah, karena pada tahun 1997 mendapat musibah dimana salah satu

bagian dari pabrik yang terletak di Palur yaitu bagian pengemasan mengalami

kebakaran sehingga untuk proses pengemasan di pindahkan ketempat terdekat

dengan Unit Palur yaitu Celep yang terletak ± 400m dari Unit Palur. Karena

kota Solo semakin padat maka lingkungan kota tidak boleh didirikan industri
                                                                          13



   lagi. Oleh karena itu pabrik Unit Jajar yang telah berdiri yang digunakan

   sebagai pengolahan bahan baku di pindahkan ke Unit Palur.

B. Lokasi Perusahaan

          PT. Jamu Air Mancur mempunyai beberapa Unit yang lokasinya

   berbeda-beda sesuai dengan fungsinya masing-masing. Kantor Pusat PT. Jamu

   Air Mancur berada di Unit Palur yang terletak di Jalan Raya Solo-Sragen Km

   7 desa Tegal Rejo, Dagen, Jaten Kabupaten Karang Anyar. Luas areal tanah

   perusahaan di Unit Palur sekitar ± 4 ha.

      Lokasi Unit yang ada di PT. Jamu Air Mancur beserta proses yang

   dilakukan antara lain:

   1. Unit Produksi Palur, untuk proses pengolahan jamu serbuk dan obat luar

      dalam bentuk padat.

   2. Unit Produksi Jetis, untuk pengolahan produk kosmetik.

   3. Unit Produksi Pelem, untuk pengolahan produk makanan dan minuman.

   4. Unit Produksi Klampisan, Wonogiri, untuk pengolahan produk makanan

      dan minuman.

   5. Unit Produksi Celep, untuk proses pengemasan jamu serbuk dan obat luar

      dalam bentuk padat dengan menggunakan mesin.




C. Stuktur Organisasi Perusahaan
                                                                         14



     Manajemen PT. Jamu Air Mancur yang berhubungan dengan aktivitas

langsung dengan aktifitas produksi di Unit Produksi Palur dibagi menjadi

beberapa departemen yang bertangung jawab kepada masing-masing General

Manager (GM). Berikut ini adalah bagian dari masing-masing pembagian

beserta dengan tugasnya:

1. Departemen Plan Manager.

   a. Merencanakan, mengarahkan dan mengevaluasi seluruh proses

       produksi sesuai target yang telah ditentukan.

   b. Menyusun dan melaksanakan rencana mingguan berdasar surat

       perintah mingguan.

   c. Mengatur kebutuhan karyawan seperti makan siang, poliklinik, dan

       penggajian.

2. Departemen Quality Control.

          Departemen Quality Contol (QC) merupakan departemen yang

   akan mengontrol kualitas produk di PT. Air Mancur. Dan bertanggung

   jawab terhadap mutu produk yang dihasilkan, departemen ini juga

   merangkap sebagai penanggung jawab atas sanitasi perusahaan, pemberian

   nomor batch, melaksanakan pemeriksaan bahan baku jamu dan bahan

   bantu jamu secara makroskopis dan mikroskopis, dan lain sebagainya.




3. Departemen Technical
                                                                           15



      Bertanggung jawab dalam hal perawatan mesin dan memperbaiki jika

   ada kerusakan.

4. Departemen SSH ( Safety, Sanitasi, Hygene)

   a. Membentuk gugus keselamatan kerja di seluruh Unit PT. Jamu Air

      Mancur.

   b. Mengkoordinir pemeriksaan air produksi bekerjasama dengan QC dan

      PDAM.

   c. Pemeliharaan fasilitas MCK.

   d. Menangani sanitasi Pabrik.

5. Departemen Treasury

   a. Mengarahkan dan mengawasi proses pengolahan seluruh keuangan

      berkaitan dengan kebutuhan perusahaan

   b. Melaksanakan pembayaran hutang piutang perusahaan, penggajian,

      dan penydiaan kas beku untuk tiap unit.

   c. Melaksanakan kegiatan administrasi keuangan berkaitan dari agen dan

      distributor, meliputi data-data tagihan dan surat-surat pembekuan.

6. Departemen Accounting

   a. merencanakan ,mengarahkan dan mengawasi seluruh administrasi

      pembekuan perusahaan dan distributor.

   b. Melaksanakan pengolahan administrasi dan perhitungan pajak

      perusahaan.

   c. Menyiapkan faktur pajak standar untuk agen jamu.

7. Departemen Purchasing
                                                                          16



      a. Merencanakan dan mengawasi semua proses pengadaan bahan

         kebutuhan perusahaan meliputi bahan produksi dan non produksi.

      b. Pengadaan Etiket dan Non Produksi.

      c. Pengadaan bahan Simplisia dan Farmasi.

   8. Departemen PSO (Product Supply Operation)

      a. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan penyimpangan

         bahan baku

      b. Bertanggung jawab terhadap penyimpangan Etiket.

   9. Departemen Informasi dan teknologi.

      a. Merencanakan, mengarahkan dan mengawasi proses teknologi

         informasi di seluruh PT. Jamu Air Mancur.

      b. Mengkoordinir dan mengendalikan pemakaian, pemeliharaan dan

         perbaikan hardware dan software.

      c. Melaksanakan perawatan dan perbaikan program pengggajian pada

         SDM di seluruh Unit/Lokasi.

      d. Perawatan seluruh program data resep jamu dan semua produk PT.

         Jamu Air Mancur. (PT. Jamu Air Mancur, 1999:5-7)




D. Proses Produksi Pengolahan Bahan Baku.
                                                                        17



       Pengolahan bahan baku yang ada di PT. Air Mancur lebih jelasnya

adalah sebagai berikut:

 1. Sortasi

           Sortasi adalah suatu kegiatan untuk menghilangkan suatu kotoran

     atau benda-benda lain yang ada pada bahan. Sortasi dilakukan dengan

     tujuan untuk memisahkan bahan baku dan kotoran yang terbawa pada

     saat penerimaan awal, misalnya kotoran tersebut berupa tanah, kerikil,

     debu atau benda asing lainnya dan bahan baku yang tidak sesuai SAM

     juga dipisahkan dan begitu juga dengan bahan yang cacat, bahan yang

     berjamur.

 2. Pencucian

           Pencucian yang dilakukan di PT. Jamu Air Mancur terdiri dari 2

     tahap. Pencucian pertama dengan air bersih dilakukan sebanyak tiga

     sampai berulang kali mengunakan bak bertingkat. Sedangkan untuk

     pencucian kedua mengunakan cairan disenfektan.

 3. Penyaringan

           Penggorengan yang dilakukan pada bahan baku adalah jenis

     goreng sangrai yaitu penggorengan tanpa memakai minyak. Contoh

     bahan yang disangrai antara lain botor dan kedawung. Proses

     penggorengan kedawung bertujuan untuk mengelupas kulit.




 4. Pengeringan
                                                                         18



            Pengeringan yang dilakukan di PT. Jamu Air Mancur digunakan

       pada bahan yang mengalami proses pencucian. Bahan-bahan tersebut

       adalah umbi-umbian, akar-akaran dan jenis rimpang. Tujuan dari proses

       pengeringan adalah untuk menghasilkan keseragaman kadar air dari

       bahan-bahan tersebut yaitu kurang dari 10%.

    5. Pengecilan Ukuran

            Pengecilan ukuran bertujuan untuk memenuhi standar keseragaman

       bahan dan untuk memudahkan proses selanjutnya. Pengecilan ukuran

       dilakukan agar bahan mempunyai ukuran yang sama.

    6. Standarisasi bahan

            Untuk mencapai bahan yang sesuai ddengan standar yang

       ditetapkan oleh PT. Jamu Air Mancur dilakukan proses yang disebut

       standarisasi bahan. Bahan yang biasa dilakukan proses standarisasi

       adalah bahan yang telah dilakukan pengecilan ukuran yaitu daun-

       daunan, akar-akaran, umbi-umbian dan rimpang.

    7. Peracikan.

            Bahan baku yang telah melalui proses-proses diatas, selanjutnya

       masuk dalam proses peracikan. Peracikan bahan baku dilakukan

       berdasarkan order dan bagian produksi sesuai perencanaan dari PPC

       (Plan Product Control). (PT. Jamu Air Mancur, 1999:26-32)



E. Pengendalian Mutu Bahan Baku di PT. Jamu Air Mancur.
                                                                           19



       PT. Jamu Air Mancur melakukan pengendalian mutu terhadap bahan

baku meliputi:

1. Pemeriksaan Mutu

          Bahan baku yang berupa Simplisia yang ditawarkan oleh levensiar

     kepada perusahaan akan dilakukan pemeriksaan keaslian atau kemurnian

     bahan, kandungan berkhasiat dalam bahan, kadar air, kandungan minyak

     atsiri, kadar tanin, kandungan abu tak larut dalam air dan sari dalam

     etanol. Jika memenuhi syarat maka bahan baku akan diterima oleh

     perusahaan     dalam   jumlah   yang   besar.   Kemudiaan    dilakukan

     pemeriksaan yang kedua bahan yang lolos pada pemeriksaan ini akan

     masuk ke gudang kantor. Sebelum masuk proses produksi bahan yang

     disortasi, untuk bahan yang lolos akan digunakan untuk proses

     selanjutnya. Sedang yang tidak lolos dibuang.

2. Sortasi dan pencucian.

          Sortasi bertujuan untuk memisahkan bahan baku yang cacat untuk

     diperoleh bahan yang baik. Pencucian bertujuan untuk menghilangkan

     kotoran yang terbawa oleh bahan baku pada saat pengangkatan dan

     penyimpanan. Pencucian dilakukan 2-3 kali tergantung dari tingkat

     kekotoran bahan tersebut. Pencucian di PT. Jamu Air Mancur melakukan

     pencucian bahan baku yang digunakan untuk bahan jamu dengan dua

     tahap pencucian dengan air bersih dan pencucian dengan desinfektan.

3. Formalinisasi.
                                                                               20



          Formalinisasi dilakukan digudang kantor tempat penyim[anan

     bahan baku yang baru diterima dari pemasok. Biasanya dilakukan setiap

     2 minggu sekali dengan cara memanaskan kristal formalin diatas kompor

     listrik dalam ruang tertup selama 10 jam. Tujuan formalinisasi adalah

     membunuh         mikroorganisme,     serangga,       dan    mengusir   hewan

     pengganggu.       Setelah    dilakukan      formalinisasi    akan   dilakukan

     pemeriksaan oleh laboratorium mikrobiologi. Jika formalin tidak kontak

     langsung dengan bahan baku maka dianggap tidak bahaya.

4. Fumigasi.

          Fumigasi akan dilakukan sesekali ketika ada permintaan. Tujuan

     fumigasi adalah untuk membunuh serangga dan tikus. Fumigasi yang

     dilakukan di PT. Jamu Air Mancur menggunakan fastototiksin dalam

     bentuk tablet.

5. Penggudangan.

          Bahan yang telah dibeli disimpan dalam gudang untuk menunggu

     proses selanjutnya. Pengendalian mutu yang dilakukan dengan cara

     pengaturan keluar masuk bahan baku. Di PT. Jamu Air Mancur

     menggunakan metode FIFO. Penggunaan bahan baku juga tidak

     langsung bersentuhan dengan lantai tetapi ditaruh diatas kayu. (PT. Jamu

     Air Mancur, 1999:48-57).

     Selain    pengendalian      mutu   diatas    masih    banyak    pengendalian-

pengendalian mutu yang lain yaitu Pengendalian mutu proses yang mencakup

proses penggilingan, proses pengayakan, proses pencampuran, proses
                                                                             21



   pemeriksaan laboratorium, pembuatan adonan, dan pengemasan. Dan adalagi

   proses pengendalian mutu produk dan keamanan.



F. Kualitas

          Kendali mutu atau disebut juga pengendalian kualitas merupakan salah

   satu usaha untuk menentukan faktor-faktor yang menyebabkan kurang

   lancarnya fungsi dalam produksi. Dan sangat diperlukan untuk menjaga

   kestabilan mutu. Kualitas suatu produk adalah keadaan fisik, fungsi dan sifat

   suatu produk bersangkutan yang dapat memenuhi selera dan kebutuhan

   konsumen dengan memuaskan sesuai dengan nilai uang yang di keluarkan.

   Ada dua segi umum tentang kualitas yaitu:

   1. kualitas rancangan.

   2. kualitas kecocokan.

          Kualitas kecocokan adalah seberapa baik produk itu sesuai dengan

   spesifikasi dan kelonggaran yang dui isyaratkan oleh rancangan itu

   ( Montgomery, 1990:2).

          Kualitas kecocokan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk

   pemilihan proses pembuatan, latihan dan pengawasan tenaga kerja. Jenis

   sistim jaminan kualitas (pengendalian proses, uji, aktivitas pemeriksaan, dan

   sebagainya.) yang digunakan seberapa jauh prosedur jaminan kualitas diikuti

   dan motivasi angkatan kerja untuk mencapai kualitas. Kualitas rancangan

   adalah semua barang dan jasa dihasilkan dalam berbagai tingkat kualitas dan

   variasi dalam tingkat kualitas ini memang disengaja, kualitas menjadi faktor
                                                                        22



dasar keputusan konsumen dalam memilih prodak dan jasa. Akibatnya

kualitas adalah faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis dan

peningkatan posisi bersaing.

       Tiap produk mempunyai sejumlah unsur-unsur yang bersama-sama

menggambarkan kecocokan penggunaanya. Parameter-parameter ini biasanya

dinamakan ciri-ciri kualitas, yang terdiri dari:

1. Fisik. Panjang, berat, voltase, kekentalan.

2. Indera. Rasa, penampilan,warna.

3. Orientasi waktu. Keandalan (dapat dipercaya), dapatnya dipelihara,

   dapatnya dirawat.

       Banyak ahli yang mendefinisikan kualitas yang secara garis besar

oreintasinya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan tujuan perusahaan

atau organisasi yang berorientasi pada kualitas. Dari beberapa definisi

terdahulu dapat dikatakan bahwa secara garis besar, kualitas adalah

keseluruhan cirri atau karakteristik produk atau jasa dalam tujuannya untuk

memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. (Dorothea, 2004: 5). Pelanggan

yang dimaksud disini bukan pelanggan atau konsumen yang hanya dating

sekali untuk mencoba dan tidak pernah dating kembali lagi, melainkan mereka

yang dating berulang-ulang untuk membeli dan membeli. Ada beberapa

dimensi kualitas untuk industri manufaktur dan jasa. Dimensi ini digunakan

untuk melihat dari sisimanakah kualitas dinilai. Yang dimaksud dimensi

kualitas tersebut telah di uraikan oleh Garvin (1996) untuk industri

manufaktur meliputi:
                                                                       23



1. Performance yaitu kesesuaian produk dengan fungsi utama produk itu

   sendiri atau karakteristik operasi dari suatu produk.

2. Feature yaitu ciri khas produk yang membedakan dari produk lain yang

   merupakan karakteristik pelengkap dan mampu menimbulkan kesan yang

   baik bagi pelanggan.

3. Reliability yaitu kepercayaan pelanggan terhadap produk karena

   kehandalannya atau karena kemungkinan kerusakan yang rendah.

4. Conformance yaitu kesesuaian produk dengan syarat atau ukuran tertentu

   atau sejauh mana karakteristik desain dan operasi memenuhi standar yang

   telah ditetapkan.

5. Durability yaitu tingkat ketahanan atau awet produk atau lama umur

   produk.

6. Serviceability yaitu kemudahan produk itu bila akan diperbaiki atau

   kemudahan memperoleh komponen produk tersebut.

7. Aesthetic yaitu keindahan dan daya tarik produk tersebut.

8. perception yaitu fanatisme konsumen akan merek suatu produk tertentu

   karena citra atau reputasi produk itu sendiri.

           Kualitas pada industri manufaktur selain menekan pada produk

   yang dihasilkan, juga perlu diperhatikan pada proses produksi. Adapun

   faktor–faktor yang menentukan kualitas antara lain:

   1. Faktor Utama

       a. Faktor bahan baku.

       b. Peralatan dan teknologi.
                                                                    24



   c. Sarana fisik.

   d. Manusia yang mengerjakan.

2. Faktor Pendukung

   a. Persaingan Pasar.

   b. Tujuan Organisasi.

   c. Pengujian produksi dan desain produk.

   d. Proses produksi.

   e. Kualitas Input.

   f. Perawatan peralatan.

   g. Standar kualitas.

   h. Umpan balik dari pelanggan.

       Maksud dan tujuan dari pengendalian mutu untuk memasukkan

bahwa suatu oprasi mamapu memproduksi barang dan jasa dengan tingkat

mutu yang diharapkan, dibutuhkan pemeriksaan atas beberapa atau semua

unsur. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mendeteksi secara tepat produk

yang cacat. Pengendalian mutu dalam suatu perusahaan pada dasarnya

merupakan alat manajemen pada bagian produksi dengan maksud untuk

memperbaiki kualitas produk bila diperlukan, mempertahankan kualitas

yang sudah ada dan mengurangi jumlah bahan yang rusak. Dalam

meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, perusahaan perlu

mengadakan    pengendalian   kualitas   terhadap   bahan   baku   yang

digunakandalam proses produksi serta pengawasan produk akhir. (Susanti,

2006:45)
                                                                             25



      1. Pengendalian kualitas bahan baku.

                  Bahan baku merupakan faktor yang sangat penting terhadap

          kualitas produk jadi atau produk akhir. Untuk perusahaan tertentu,

          pengaruh produk akhir ditentukan oleh kualitas bahan bakunya.

          Dengan demikian pengendalian kualitas bahan baku tidak bisa

          ditinggalkan.

      2. Pengawasan selama proses produksi.

                  Proses produksi merupakan kegiatan utama dalam perusahaan

          untuk menghasilkan suatu produk. Proses produksi perli diawasi secara

          efektif agar produk akhir yang di hasilkan mempunyai kualitas yang

          baik.

      3. Pengendalian kualitas produk akhir.

                  Keberhasilan suatu perusahaan banyak tergantung terhadap

          tingkat kepuasan konsumen terhadap pemakaian produk yang

          dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Produk akhir yang dihasilkan oleh

          perusahaan ialah yang akan berpengaruh terhadap penilaian konsumen

          terhadap produk yang dihasilkan. Pengendalian kualitas produk akhir

          sangat diperlukan sehingga dapat diperoleh produksi akhir yang

          memiliki mutu baik.




G. Pengendalian Kualitas Statistik.
                                                                             26



         Pengendalian kualitas statistik merupakan teknik penyelesaian

masalah yang digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis,

mengelola dan memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-metode

statistik. Dalam sistem pengendalian mutu statistik yang mentolerir adanya

kesalahan atau cacat, produk kegiatan pengendalian mutu dilakukan oleh

departemen pengendali mutu yang ada pada penerimaan bahan baku, selama

prose dan pengujian produk akhir. Selanjutnya pengendalian kualitas secara

statistik secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua, yaitu pengendalian

proses statistik (statitstical process contrli) atau yang sering disebut dengan

chontrol Chart dan rencana penerimaan sampel produk atau sering dikenal

dengan acceptance sampling. acceptance sampling merupakan proses evaluasi

bagian produk dan seluruh produk yang dihasilkan untuk menerima seluruh

produk yang dihasilkan tersebut. Manfaat utama sampling adalah pengurangan

biaya inspeksi.

         Pengendalian kualitas adalah kombinasi semua alat dan tenik yang

digunakan untuk mengontrolkualitas suatu produk dengan biaya seekonomis

mungkin untuk memenuhi syarat pemasaran. (Praptono, 1986:3)

         Pengendalian kualitas adalah aktivitas keteknikan dan manajemen

yang   dengan     aktivitas   itu   kita   ukur   ciri-ciri   kualitas   produk,

membandingkannya dengan spesifikasi atau persyaratan dan mengambil

tindakan penyehatan yang sesuai apabilaada perbedaan antara penampilan

yang sebenarnya dan standar. (Montgomery, 1990:3)
                                                                          27



Pengendalian kualitas statistik adalah pengendalian kualitas yang dilakukan

dengan metode statistik yaitu memberikan cara-cara dalam pengambilan

sampel produk, pengujian dan evaluasinya dan informasi didalam sampel

tersebut untuk mengendalikan dan meningkatkan proses produksi agar

diperoleh hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. (Sefriyan, 2006: 56)

       Peningkatan produktivitas haruslah tetap terkait dengan pengendalian

kualitas pada produk yang dihasilkan. Suatu produk harus dibuat sedemikian

rupa sehingga dapat sesuai dan memenuhi spesifikasi, standar dan kreteria

standar kerja yang disepakati. Menurut Hendra kusuma dalam bukunya

”Perencanaan dan Pengendalian Produksi” bahwa kualitas kesesuaian ini

berkaitan dengan tiga macam bentuk pengendalian kualitas yaitu:

1. Pencegahan cacat

2. Mencari kerusakan, kesalahan atau kecacatan.

3. Analisa dan tindakan korelatif.

           Tujuan utama mengadakan pengendalian kualitas adalah untuk

menyelidiki apakah proses produksi berada dalam batas-batas kontrol sesuai

dengan standar yang ditetapkan perusahaan dan untuk mencapai kepuasan

pelanggan. Dalam mengendalikan kualitas maka diperlukan sebuah gambaran

yang jelas yaitu dengan menggunakan grafik pengendali. Selanjutnya,

pengendalian proses statistik dikatakan berada dalam batas pengendalian

apabila hanya terdapat kesalahan yang disebabkan oleh sebab umum.

         Menurut (Gryna:2001) dalam bukunya Dorothea hal: 6, hal ini

memberikan manfaat penting yaitu:
                                                                          28



1. Proses memiliki stabilitas yang akan memungkinkan organisasi dapat

   memprediksi perilaku paling tidak untuk jangka pendek.

2. Proses memiliki indentitas dalam menyusun seperangkat kondisi yang

   penting untuk membuat prediksi masa datang.

3. Proses yang berada dalam kondisi, ”berada dalam batas pengendalian

   statistik” beroprasi dengan variaabilitas yang lebih kecil daripada proses

   yang memiliki sebab khusus. Variabilitas yang rendah penting untuk

   memenangkan persaingan.

4. proses mempunyai penyebab khusus merupakan pross yang tidak stabil

   dan memiliki kesalahan yang berlebihan yang harus ditutup dengan

   mengadakan perubahan untuk mencapai perbaikan.

5. dengan mengetahui bahwa proses berada dalam berada dalam batas

   pengendali statistik akan membantu karyawan dalam menjalankan proses

   tersebut. Atau dapat dikatakan, apabila data berada dalam batas

   pengendali, maka tidak perlu lagi dibuat penyesuaian atau perubahan. Hal

   ini disebabkn penyesuaian atau perubahan kembali yang tidak diperlukan

   justru akan menambah kesalahan, bukan mengurangi.

6. Dengan mengetahui bahwa proses berada dalam batas pengendalian

   statistik, akan memberikan petunjuk untuk mengadakan pengurangan

   variabilitas proses jangka panjang. Untuk mengurangi variabilitas proses

   tersebut, sistim pemprosesan harus dianalisis dan diubah oleh manajer

   sehingga karyawan dapat menjalankan proses.
                                                                              29



   7. Analisis pengendalian statistik mencakup penggembaran data produksi

      akan memudahkan dalam mengidentifikasi kecenderungan yang terjadi

      dari waktu kewaktu.

   8. Proses yang stabil atau yang berada dalam batas pengendali statistik juga

      dapat memenuhi spesifikasi produk, sehingga dapat dikatakan proses

      dalam kondisi terawat dengan baik dan dapat menghasilkan produk yang

      baik. Kondisi ini dibutuhkan sebelum proses diubah dari tahap

      perencanaan ketahap prod uksi secara penuh.



H. Pengendalian Kualitas Proses Statistik Untuk Data Variabel.

          Pengendalian kualitas proses statistik untuk data variabel seringkali

   disebut dengan metode peta pengendali (control chart) untuk data variabel.

   Metode ini digunakan untuk menggambarkan variasi atau penyimpangan yang

   terjadi pada kecenderungan memusat dan penyebaran observasi. Metode ini

   juga dapat menunjukkan apakah proses dalam kondisi stabil atau tidak. Dalam

   peta pengendali (control chart) seringkali terjadi kekacauan antara batas

   pengendali   dengan   batas   spesifikasi.   Sementara   itu,   dalam   proses

   pengendalian, peta pengendali statistik mendeteksi adanya sebab khusus

   dalam ketidak sesuaian yang terjadi. Apabila data sampel berada diluar batas

   pengendali, maka data sampel tersebut disebut berada diluar batas pengendali

   statistik (out of statistical) begutu juga sebaliknya. Selanjutnya, apabila

   produk tidak memenuhi spesifikasi, ada beberapa tindakan yang diperlukan,

   antara lain merubah nilai rata-rata, mengurangi variabilitas, mengubah
                                                                              30



   spesifikasi, melakukan pensotiran terhadap suatu produk dan sebagainya.

   Apabila produk memenuhi spesifikasi, alternatif tindakan yang dapat diambil

   misalnya, menggunakan proses dengan tepat, mengurangi variabilitas, namun

   dapat juga tidak dilakukan tindakan apapun. Peta pengendali (control chart)

   adalah metode statistik yang membedakan adanya variasi atau penyimpangan

   karena sebab umum dan karena sebab khusus. Penyimpangan yang disebabkan

   oleh sebab khusus biasanyaberada diluar batas pengendalian, sedang yang

   disebabkan oleh sebab umum biasanya berada dalam batas pengendalian.



I. Pengendalian Kualitas Proses Statistik Untuk Data Atribut

            Atribut dalam pengendalian kualitas menunjukkan karakteristik

   kualitas yang sesuai dengan spesifikasi atau tidak sesuai dengan spesifikasi.

   Atribut digunakan apabila ada pengukuran yang tidak memugkinkan untuk

   dilakukan, misalnya goresan, kesalahan, warna, atau ada bagian yang hilang.

   Selain itu atribut digunakan apabila ada pengukuran dapat dibuat tetapi tidak

   dibuat karena alasan waktu, biaya tau kebutuhan. Sementara itu, definisi

   kesalahan atau cacat sama, kecuali berkaitan dengan penggunaan atau

   kepuasan. Kesalahan atau cacat akan tepat digunakan apabila evaluasi yang

   dilakukan berkaitan dengan penggunaan. Disisi lain, ketidaksesuaian akan

   tepat apabila digunakan untuk kesesuaian dengan spesifikasinya. Pengendali

   proses statistik untuk data atribut ini digunakan sebagai pengganti pengendali

   kualitas proses statistik untuk data variabel. Hal ini dapat terjadi apabila

   pengukuran seperti kesalahan warna, adanya bagian yang hilang, dan
                                                                                31



   seterusnya tidak dapat diukur. Pengendali kualitas proses statistik untuk data

   atribut dapat digunakan pada semua tingkatan dalam organisasi, perusahaan,

   departemen, pusat-pusat kerja, dan mesin-mesin. Selain itu, Pengendali

   kualitas proses statistik untuk data atribut dapat membantu mengidentifikasi

   akar permasalahan baik pada tingkat umum maupun pada tingkat yang lebih

   mendetail. Selanjutnya ada dua kelompok besar peta pengendali kualitas

   proses statistik untuk data atribut, yaitu berdasarkan distribusi Binomial dan

   yang berdasarkan distribusi Poisson. Yang berdasarkan distribusi Binomial

   merupakan kelompok pengendali untuk unit-unit ketidaksesuaian, seperti p-

   chart yang menunjukkan proporsi ketidak sesuaian dalam sampel atau sub

   kelompok. Peta pengendali lain dalam kelompok ini adalah banyaknya ketidak

   sesuaian (np-chart). Kelompok yang kedua menggunakan distribusi Poisson,

   terdapat c-chart dan u-chart. C-chart menunjukkan bagian ketidaksesuaian

   dalam unit yang diinspeksi.



J. Barang Tidak Sesuai dan Ketidaksesuaian

              Barang yang tidak sesuai adalah barang yang dalam beberapa hal

   gagal memenuhi satu atau lebih spesifikasi yang ditetapkan setiap kejadian

   dan kurangnya kesesuaian barang terhadap spesifikasi adalah ketidak sesuaian.

   Setiap bidang yang tidak sesuai bervariasi satu atau lebih dari ketidak sesuaian

   tersebut. (Grant dan leavenvront, alih bahasa kandah jaya, 1998:271).

K. Grafik Pengendali
                                                                         32



           Grafik pengendali adalah teknik pengendali proses pada jalur yang

digunakan secara luas yang biasanya digunakan untuk menaksir parameter

suatu proses produksi, menentukan kemampuan dan memberi informasi yang

berguna dalam meningkatkanproses itu. (Montgomery, 1990:120)

           Grafik pengendali merupakan grafik suatu karakteristik kualitas

yang telah diukur atau dihitung dari sample terhadap nomor sampel atau

waktu. Grafik pengendali adalah alat untuk menggambarkan dengan cara yang

tepat apa yang dimaksudkan dengan pengendali statistik. Dimana bentuk ini

sangat sederhana yang terdiri atas tiga buah garis mendatar dan sejajar.

(Montgomery,1990:120)

           Grafik kendali adalah alat untuk menggambarkan dengan cara yang

tepat apa yang dimaksudkan dengan pengendalian statistik, maka dari itu

dapat digunakan beberapa cara. Grafik pengendali digunakan untuk

pengawasan pada jalur proses produksi dimana data sampel dikumpulkan dan

digunakan untuk membentuk grafik pengendali dan apabila data sampel jatuh

pada batas pengendali dan tidak memperhatikan sesuai pola sistematik,

dikatakan proses dalam keadaan terkendali pada tingkat yang ditunjukkan

grafik.

           Beberapa alasan mengapa digunakan grafik pengendali dalam

pengendalian kualitas statistik yang antara lain ada lima yaitu:

1. Grafik pengendali adalah teknik yang telah terbukti guna meningkatkan

   produktifitas.
                                                                            33



      Suatu program grafik pengendali berhasil akan mengurangi buangan dan

      pembuatan ulang yang merupakan pembunuh produktifitas yang utama

      dalam setiap operasi.

   2. Grafik pengendali mencegah penyesuaian yang tidak perlu.

      Grafik pengendali dapat membedakan antara gangguan dasar dan varlasi

      abnormal. Tidak ada alat lain termasuk operator manusia yang sama

      efektifnya dengan peta kendali ini.

   3. Grafik pengendali efektif dalam pencegahan cacat.

      Grafik pengendali membantu pemeliharaan proses itu terkendali, yang

      konsisten dengan falsafah ” kerjakan dengan benar sejak awal”.

   4. Grafik pengendali memberikan informasi diagnostik.

      Sering kali pola titik-titik dalam peta kendali akan memuat informasi

      bernilai diagnostik bagi operator atau insinyur yang berpengalaman.

   5. Grafik pengendali memberikan infiormasi tentang kemampuan proses.




L. Grafik Kontrol C

             Kontrol C atau peta kendali C digunakan untuk mengadakan

   pengujian terhadap kualitas proses produksi dengan mengetahui banyaknya

   kesalahan pada satu unit produk sebagai sampelnya. Tetapi apabila sampel

   yang diambil bervariasi atau memang seluruh produk yang dihasilkan akan di

   uji, maka digunakan peta kendali banyaknya kesalahan dalam satu unit yang

   berbeda U chart, akan tetapi biasanya suatu kecacatan produk yang dalam
                                                                         34



bentuk per unit diuji menggunakan peta pengendali C ( control C ).

(Dorothea,2004 :152)

       Salah satu alat yang terpenting dalam pengendalian mutu statistik

adalah bagan kendali shewhart (shewhart control chart) atau diagram control.

Diagram kontrol C adalah salah satu bagan kendali yang digunakan untuk

menggambarkan penghitungan jumlah ketidak sesuaian/ kecacatan dari suatu

produk tertentu. Pada umumnya penggunaan diagram control C ini untuk

mengukur ketidak sesuaian/ kecacatan per unit suatu produk/ barang.

Adapun manfaat dari diagram kontrol C ini adalah:

1. Untuk penghitungan jumlah ketidaksesuaian seperti cacat pada daerah

   tertentu.

2. Untuk pemeriksaan unit-unit yang dirakit secara cukup rumit yang banyak

   membuka kemungkinan untuk timbulnya berbagai tipe ketidak sesuaian

   dan jumlah total dari semua tipe ketidak sesuaian per unit yang di

   ketemukan oleh pemeriksa dicatat untuk tiap-tiap unit.

3. Untuk mendeteksi hadir atau tidak hadirnya sebab-sebab keragaman

   ketidaksesuaian tersebut yang selanjutnya dapat memberitahukan kapan

   harus mengambil tindakan pada suatu proses.

4. Memberikan informasi yang paling mutahir kepada manajemen mengenai

   tingkatan   mutu     dan   menambah      keseragaman     produk    dengan

   memperhatikan titik-titik yang ada pada diagram pengendali C.

   (E. Grant,1998 : 7-8).
                                                                          35



       Apabila proses produksi ketidak sesuaian berada dalam batas-batas

pengontrolan maka bisa dikatakan bahwa kualitas produksi tersebut terkendali.

Apabila berada di luar batas-batas kendali maka harus dicari penyebabnya dan

diujikan ulang. Indikator-indikator pengendalian ini adalah:

1. Kualitas dikatakan terkendali apabila batas berada pada daerah

   pengontrolan yaitu diantara BKA dan BKB.

2. Adanya ketidak sesuaian atau kecacatan pada produksi dalam bentuk per

       unit.

3. Adanya defek (ketidaksesuaian) pada kelompok yang besarnya tetap.
                                     BAB III

                            METODE PENELITIAN.



A. Ruang lingkup

              Ruang lingkup dalam penelitian TA ini adalah di PT. Air Mancur.

   Dalam penulisan TA ini peneliti akan mengambil data dari PT.Air Mancur dan

   data yang akan penulis ambil adalah data tentang produksi jamu dan jumlah

   yang cacat dalam proses pengendalian kualitas produksi tersebut.penulis juga

   memperoleh bahan-bahan dan sumber-sumber dengan cara mempelajari buku-

   buku literatur terutama hal-hal yang ada hubungannya dengan pengendalian

   kualitas statistic dan mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam

   penelitian ini, sehingga muncul ide atau gagasan yang pada akhirnya menjadi

   landasan teori untuk melakukan penelitian.

              Dalam penghitungan data ini penulis menggunakan diagram control

   C untuk mengetahui apakah proses berada dalam kontrol atau tidak.



B. Variabel

          Variable-variabel yang digunakan dalam penyusunan TA ini adalah

   data produksi jamu dan jumlah produk yang cacat atau tidak sesuai dalam

   proses pengendalian kualitas produksi di PT. Air Mancur yang nantinya akan

   dihitung dengan menggunakan rumus diagram kontrol C dengan jumlah

   sample yang tidak sama dalam tiap kelompok unit.

C. Metode pengumpulan data
                                       36


                                      36
                                                                             37



           Untuk memperoleh data atau teknik pengumpulan data maka dalam

   penelitian ini penulis menggunakan metode-metode antara lain:

   1. Metode Observasi

        Metode ini dilakukan untuk mendapatkan data-data, khususnya pada saat

        proses kerja sedang berlangsung dengan cara melakukan pengamatan

        langsung ke perusahaan. Dalam hal ini penulis langsung melakukan

        pengamatan di PT. Air Mancur.

   2. Metode wawancara

        Untuk mendapatkan data dan keterangan yang lebih jelas dilakukan

        dengan cara tanya jawab secara langsung kepada pegawai atau karyawan

        di PT. Air Mancur.

   3. Metode kepustakaan

        Yaitu dengan mengumpulkan literature dari buku yang dapat membantu

        dalam penelitian.

   4.   Metode dokumentasi

        Yaitu dengan memperoleh data dengan cara mengambil dari dokumen-

        dokumen yang ada.



D. Metode Analisis Data

           Metode analisis data adalah satu-satunya metode yang dipergunakan

   untuk mengolah data baru hasil penelitian guna memperoleh suatu

   kesimpulan. Dalam tahap ini dilakukan pengkajian data berdasarkan teori-teori

   yang ada khusunya yang berkaitan dengan aplikasi statistic kendali mutu.
                                                                                38



Adpun langkah-langkah yang digunakan dalam menganalisis data adalah

sebagai berikut:

                        −
1. Menghitung nilai C (nilai sentral) yang juga digunakan untuk menghitung

   nilai BKA (Batas Kontrol Atas) dan BKB (Batas Kontrol Bawah), dengan

                        −
   penghitungan nilai C =
                              ∑C   i
                                       dengan:
                              n

    −
    C        = Rata–rata banyak cacat yang terdapat dalam tiap unit produksi

             (Garis Tengah)

    ∑C   i   = Jumlah banyaknya produksi yang cacat

   n         = Banyaknya sample yang diteliti

   Apabila cacat atau ketidak sesuaian terjadi dalam unit pemeriksaan, maka

                                                      e −C C x
   menurut distribusi poisson di rumuskan: P(X) =              , x = 0,1,2...
                                                         x!

   e = 0,718282

   e adalah angka eksponensial.

   Dengan x adalah banyaknya ketidak sesuaian dan P(X) adalah Peluang

   Parameter distribusi poisson ke X, dengan C>0. Dengan demikian, grafik

   pengendali untuk ketidaksesuaian dengan batas–batas 3 sigma dibentuk

   oleh garis –garis:

        BKA                 = C +3 C

        Garis tengah        =C

                                         −
        BKB                 = C -3 C
                                                                           39



         C               = Rata–rata banyak cacat yang terdapat dalam tiap

                           unit produksi (Garis Tengah)

       Dengan anggapan nilai standar untuk C tersedia. Jika hitungan ini

       menghasilkan nilai BKB yang negatif, maka ambil BKB = 0.

       Akan tetapi biasanya nilai ini jarang sekali digunakan oleh karena itu

       untuk menghitung batas – batas pengontrolan dilakukan:

                           −
     BKA         =C+3 C

                     −
     Sental       =C

                           −
     BKB          =C-3 C

     C            = Rata–rata banyak cacat yang terdapat dalam tiap unit

                     produksi (Garis Tengah)

     (Montgomery, 1990:169-170)

2. Membuat grafik kontrol C untuk menentukan batas kendali dimana proses

   produksi benar – benar terkendali.

3. Menyimpulkan dari hasil analisis yang telah dihitung.
                                    BAB IV

                HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Hasil Penelitian

        Penelitian dilakukan di PT. Jamu Air Mancur palur pada tanggal 25

   sampai dengan 30 April tahun 2007, dalam penelitian ini data yang diperoleh

   meliputi jumlah produksi jamu batuk dan jumlah cacat produksi. Data

   produksi jamu batuk akan dihitung dengan menggunakan diagram kontol C

   dengan jumlah sampel yang tidak sama dalam kelompok tiap unit. Data

   tersebut dihitung untuk mengetahui apakah proses produksi jamu batuk

   tersebut akan berada dalam kontrol atau tidak.

          PT. Jamu Air Mancur Palur melakukan beberapa tahapan dalam

   melakukan pengendalian kualitas yaitu: pengendalian mutu bahan baku,

   pengendalian mutu produk, pengendalian mutu proses dan pengendalian mutu

   produk jadi. Proses pengendalian mutu produksi jamu di PT. Jamu Air

   Mancur Palur sebagian besar dilakukan oleh bagian produksi. Proses

   pengendalian kualitas dilakukan untuk menjaga kualitas atau mutu bahan baku

   terutama karena kualitas jamu sangat mudah menurun sehingga dapat

   berpengaruh pada produk yang dihasilkan, karena keberhasilan suatu

   perusahaan banyak tergantung kepada tingat kepuasan konsumen terhadap

   pemakaina produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Produk akhir yang

   dihasilkan oleh perusahan inilah yang akan berpengaruh terhadap penilaiian

   konsumen pada produk yang dihasilkan. Pengendalian kualitas produk akhir



                                       40
                                                                          41



sangat diperlukan sehingga dapat diperoleh produk akhir yang memiliki mutu

baik.

         Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengendalian kualitas pada

PT. Jamu Air Mancur Palur adalah faktor manusia, bahan baku, mesin,

pengangkutan, pengguntingan dan pembungkusan barang. Dan Proses

pengendalian kualitas produksi jamu PT. Jamu Air Mancur Palur sebagian

besar dilakukan oleh Departemen Quality Control (QC), merupakan

departemen yang akan mengontrol kualitas produk di PT. Jamu Air Mancur.

Dan bertanggung jawab terhadap mutu produk yang dihasilkan, departemen

ini juga bertanggung jawab atas senitasi perusahaan, pemberian nomor batch,

melaksanakan bahan baku jamu dan bahan bantu jamu secara makroskopis

dan mikroskopis. Proses-proses atau pengawasan produksi yang terjadi di

departemen tersebut sangat berperan dalam mengurangi produk cacat yang

dihasilkan. Selain itu di PT. Jamu Air Mancur ini melakukan proses

pengendalian kualitasnya dimulai dari pengendalian mutu bahan baku,

pengendalian mutu proses, pengendalian mutu produk hingga pengawasan

mutu produk jadi.

        Berdasarkan hasil pemeriksaan ketidak sesuaian pada proses produksi

jamu batuk di PT. Jamu Air Mancur terdapat beberapa ketidak sesuaian yang

terjadi pada proses produksi jamu batuk tersebut, berikut ini adalah beberapa

definisi jenis-jenis ketidak sesuaian pada proses produksi yaitu:
                                                                            42



a. Salah pengguntingan

   Ketidak sesuaian proses produksi jamu batuk dimana pengguntingan pada

   kemasannya tidak lurus,melebihi batas yang ditentukan sehingga

   bentuknya tidak merata.

b. Kelebihan takaran atau berat

   Ketidak sesuaian proses produksi jamu batuk dimana pada saat mengemas

   jamu takaran atau beratnya mengalami kelebihan, sehinnga jamu tersebut

   perlu ditimbang lagi sesuai dengan takaran yang telah ditentukan.

c. Kerusakan pada perekatan (kemasan)

   Ketidak sesuaian proses produksi jamu batuk dimana panas pada mesin

   pengemasan tidak merata sehingga ada kemasan yang tidak rekat, atau

   kemasannya mengalami kerusakan.

           Untuk mengetahui apakah produk yang cacat masih dalam batas-

batas pengendalian dilakukan perhitungan dengan menggunakan grafik

pengendali C dengan batas pengendali 3 sigma. Analisis data untuk

pengendalian kualitas statistik dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut:

1. Mengumpulkan data jumlah unit yang akan diperiksa dan jumlah produk

   yang cacat.

   Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan lampiran 1 hal53,

   diperoleh data-data produk yang sesuai dan yang tidak sesuai (cacat)

   dalam proses produksi jamu batuk di PT. Jamu Air Mancur selama 1 bulan

   yaitu bulan April tahun 2007.

2. Menghitung garis tengah grafik pengendali C produk cacat.
                                                                     43



   Dari tabel lampiran 1 hal 53 didapat:

    21

   ∑C
    i =1
           i   = 579 jadi,


                                  −           Ci
   GT (Garis Tengah) = C = ∑
                                              n

                                              579
                                          ∑    21
                                                  = 27,571


3. Menghitung batas pengendali.

                                                             −
   Dari perhitungan diatas diperoleh nilai garis tengahnya   C = 27,571,

   kemudian dihitung nilai BKA dan BKBdengan perhitungan sebagai

   berikut:

                             −        −
               BKA     = C+ 3 C


                             27,571+ 3 27,571

                       = 43,323

                             −
                GT     =C

                       = 27,571

                             −    −
               BKB     = C− 3 C


                        27,571− 3 27,571

                      = 11,818



4. Menggambarkan grafik kualitas statistik.
                                                                    44



Setelah diperoleh harga-harga BKA, GT, dan BKB maka akan dibuat

grafik pengendali cacat yang akan diolah dengan bantuan SPSS dengan

langkah sebagai berikut:

a. Klik Start

b. Pilih program SPSS

c. Klik variabel View (lalu isi dengan No_Group, hari, jml_inspeksi, a,

   b, c, dan Jml_cacat) seperti tampilan berikut:




d. Lalu klik data view dengan tampilan seperti berikut:
                                                                45




e. Lalu pilih menu Graphs dengan tampilan seperti berikut




f. Pilih menu Control akan muncul kotak dialog Menu Control Chart
                                                                  46




•   Pilih grafik c,u

•   Pada data organization pilih cases are units (karena datanya

    dalam bentuk perunit)

•   Lalu pilih define, kemudian akan muncul kotak dialog seperti

    berikut:




•   Pada menu c, u: Cases Are Units masukkan jml_cacat pada

    Characteristic dan pada pilihan Sub Group defined by isi dengan

    variabel hari.

•   Pilih title ketik nama grafik yaitu Grafik Pengendalian Kontrol C

    Jamu Batuk Air Mancur.

•   Klik Option isi number of sigma sebesar 3, Continue

•   Klik OK
                                                                                                                                47



                             Setelah melakukan langkah diatas maka didapat prin out grafik

                   pengendali cacat untuk Jamu Batuk Air Mancur yang di tunjukkan pada

                   gambar berikut:


                         Grafik Pengendali C jamu Batuk
                    50



                    40
    Jumlah cacat




                    30
                                                                                                                      JML_CACA

                                                                                                                      UCL
                    20
                                                                                                                      =43.32

                                                                                                                      Center = 27.57
                    10

                                                                                                                      LCL
                     0                                                                                                =11.82
                         1        3        5       7       9        11        13        15        18        20
                              2       4        6       8       10        12        14        17        19        21

                          Sigma level: 3




                                  Gambar 1.1 Grafik Pengendali Produksi Jamu Batuk

B. Pembahasan

                         Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus diagram

  cacat maka didapat nilai Batas Kontrol Atas (BKA) adalah sebesar 43,323

  dengan nilai Garis Tengah (GT) adalah sebesar 27,571 dan nilai Batas Kontrol

  Bawah (BKB) sebesar 11,818. Dan dari gambar 1.1 terlihat bahwa tidak ada

  titik yang jatuh diluar kontrol baik diluar Batas Kontrol Atas (BKA) maupun

  Batas Kontrol Bawah (BKB), hal ini menunjukkan bahwa kontrol berada

  dalam proses terkendali. Sehingga tidak perlu diadakan adanya perbaikan

  batas pengendali. Hal ini dapat dikatakan bahwa pada PT. Jamu Air Mancur
                                                                           48



Palur dalam memproduksi dan mengendalikan kualuitas sudah baik, walaupun

dalam melakukan proses produksi masih ada kecacatan akan tetapi kecacatan

atau kerusakan yang dialami oleh proses produksi Jamu Batuk Air Mancur ini

tidak begitu besar. Sehingga dapat dikatakan bahwa proses pengendalian yang

dibuat sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Pada PT.

Jamu Air Mancur banyaknya jumlah cacat adalah pada kelebihan takaran atau

berat yang dilakukan pada saat proses pengemasan Jamu Batuk yaitu sebesar

205, kemudian kecacatan karena adanya salah pengguntingan yaitu sebesar

190 dan yang terakhir kecacatan yang diakibatkan karena kerusakan pada

perekatan kemasan yang diakibatkan panas yang tidak merata sebesar 178.

walaupun dalam proses pengendalian ini sudah dalam keadaan terkendali

namun PT. Jamu Air Mancur ini tidak akan membiarkan proses produksinya

akan mengalami kecacatan lagi untuk bulan kedepannya. Untuk mengatasi

kecacatan dalam proses produksi karyawan diharuskan memiliki keahlian

khususnya dalam bidang pengguntingan, perekatan, dan dalam melakukan

takaran.

           Untuk mengetahui dengan jelas berapa besar persentase masing-

   masing ketidaksesuaian (Kecacatan) maka peneliti akan membuat tabel

   pemeriksaan sebagai berikut:

  No       Jenis ketidak sesuaian         Jumlah Cacat   Jumlah cacat dalam
                                                                  persen
  1.       Salah pengguntingan            190            0,058%

  2.       Kelebihan takaran atau berat   211            0,064%

  3.
                                                                      49



    Kerusakan pada perekatan 178                   0,054%

    (kemasan)

              (Tabel 1 prosentase ketidak sesuaian )

     Dari tabel pemeriksaan terlihat ketidak sesuaian yang sering muncul

(paling banyak adalah ketidak sesuaian pada kelebihan takaran atau berat

yaitu sebesar 211 (0.064%), dan ketidak sesuaian salah pengguntingan dan

kerusakan pada perekatan (kemasan) tidaklah terlalu sering terjadi,

kerusakan tersebut sebesar 190 (0,058%) dan 178 (0,054%).

     Dari data diatas maka perusahaan PT. Jamu Air Mancur ini harus

mencari solusi untuk mengurangi tingkat ketidaksesuaian pada ketiga jenis

ketidak sesuaian tersebut karena apabila dibiarkan terus menerus akan

mengurangi penjualan hasil produksi yang mengakibatkan hasil penjualan

produksi akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan.

Sehingga untuk bulan kedepan nantinya mutu atau kualitas produk yang

dihasilkan akan menjadi lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya.
50
                                 BAB V

                               PENUTUP



A. Simpulan

       Dari hasil penelitian dan pembahasan pada proses produksi PT. Jamu Air

  Mancur dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Proses pengendalian kualitas produksi jamu PT. Jamu Air Mancur Palur

     sebagian besar dilakukan oleh Departemen Quality Control (QC),

     merupakan departemen yang akan mengontrol kualitas produk di PT. Jamu

     Air Mancur. Dan bertanggung jawab terhadap mutu produk yang

     dihasilkan, departemen ini juga bertanggung jawab atas senitasi

     perusahaan, pemberian nomor batch, melaksanakan bahan baku jamu dan

     bahan bantu jamu secara makroskopis dan mikroskopis. Proses-proses atau

     pengawasan produksi yang terjadi di departemen tersebut sangat berperan

     dalam mengurangi produk cacat yang dihasilkan. Selain itu di PT. Jamu

     Air Mancur ini melakukan proses pengendalian kualitasnya dimulai dari

     pengen dalian mutu bahan baku, pengendalian mutu proses, pengendalian

     mutu produk himgga pengawasan mutu produk jadi.

  2. Faktor-faktor yang     mempengaruhi ketidak sesuaian pada proses

     pengendalian kualitas produksi jamu batuk PT. Jamu Air Mancur Palur

     antara lain faktor manusia yaitu tenaga kerjanya, karena dalam melakukan

     pengguntingan manusia sering teledor atau kurang hati-hati dalam

     merapikan pembukus jamu sehingga jamu tersebut tidak dapat diproduksi



                                    51
                                                                          52



     keluar secara langsung, faktor lain adalah adanya salah penimbangan atau

     pada saat memasukkan jamu kedalam pembungkus melebihi takaran yang

     ditentukan, selain itu faktor yang lain adalah keteledoran operator saat

     melekukan perekatan jamu dalam penyetelan suhu pada mesin sehingga

     menyebabkan kerusakan pada saat merekatkan pembukus yang sebabkan

     oleh panas yang tidak teratur yang menyebabkan kemasan tidak rekat, atu

     kadang lengket. Dan spesifikasi ketidaksesuain pada proses produksi jamu

     batuk PT. Jamu Air Mancur Palur yaitu ketidak sesuaian adanya salah

     pengguntingan,kelebihan takaran atau berat, dan kerusakan pada perekatan

     (kemesan).

  3. Dengan menggunakan diagram Kontrol C proses produksi Jamu PT.Jamu

     Air Mancur palur sudah terkendali secara setatistik hal ini dibuktikan

     dengan menggunakan diagram kontrol C bahwa proses berada dalam batas

     pengontrolan dengan nilai BKA (Batas Kontrol Atas) = 43,323; GT (Garis

     Tengah) = 27,571 dan BKB (Batas Kontrol Bawah) = 11,818 dengan batas

     3 sigma. Gambaran tersebut dapat dilihat pada gambar 1.1 pada

     pembahasan. Walaupun pada waktu pemprosesan produksi masih

     mengalami kecacatan akan tetapi kecacatan yang terjadi tidaklah terlalu

     banyak sehingga dapat diatasi untuk pemprosesan kedepannya.




B. Saran
                                                                             53



     Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan:

1. Dalam melakukan pengontrolan kualitas PT. Jamu Air Mancur Palur

   sudah dalam keadaan terkendali namun perlu lebih ditingkatkan lagi agar

   proses produksi untuk bulan-bulan berikutnya lebih baik dari bulan ini.

2. Hendaknya PT. Jamu Air Mancur perlu mengadakan pelatihan kerja yang

   meliputi berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan produk bermutu

   baik atas barang yang dihasilkan, tata letak mesin-mesin proses produksi

   yang perlu diperbaiki, pengendalian mutu bahan sebaiknya dilakukan sejak

   pembelian bahan baku, dan produk akhir harus diawasi mutunya sejak

   keluar dari proses produksi hingga tahap pembungkusan sampau produksi

   benar-benar siap untuk dipasarkan.

3. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi perusahaan

   sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan terutama

   berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas produk. Sehingga untuk

   bulan kedepan mutu atau kualitas produk yang dihasilkan akan menjadi

   lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya.
                             DAFTAR PUSTAKA



Dorothea. Ariani. W.2004. Pengendalian Kualitas Statistik. Yogyakarta: Andi

Grant, E.L, dan Leaven worth. R. 1998. Pengendalian Mutu Statistik jilid 1.
        alih bahasa : kandah jaya. H. Jakarta: Erlangga

Grant, E.L, dan Leaven worth. R. 1998. Pengendalian Mutu Statistik jilid 2.
        alih bahasa : kandah jaya. H. Jakarta: Erlangga

Montgomery. D.C. 1990. Pengantar Pengendalian Kualitas Statistik. Alih bahasa
:
      zan zawi. S, Yogyakarta: UGM

Praptono. 1986.Statistika Pengawasan Kualitas. Jakarta: Universitas Terbuka

Sefriyan. 2006. Pengendalian Mutu Kualitas Produk Akhir di PT. Jamu Air
       Mancur Solo. Yogyakarta: Institut Teknologi Industri AKPRIND

Sudjana, 1989. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Susanti, Indah. 2006. Analisis Pengendalian Kualitas Produksi Tekstil Di PT.
       Sendi Pratama Pekalongan tahun 2006 dengan menggunakan diagram
       kontrol C. Semarang : UNNES

Sutardi. 1999. Sejarah Perkembangan berdirinya PT. Jamu Air Mancur Solo.
       Wonogiri: PT. Jamu Air Mancur

-------. 1999. Panduan Pembuatan atau PengolahanProduk Jamu PT. Jamu Air
         Mancur. Wonogiri: PT. Jamu Air Mancur




                                       54
                                                                               55




Lampiran 1



       Data berupa jumlah produk cacat untuk jenis produk Jamu Batuk Air

Mancur, data diperoleh dari PT. Jamu Air Mancur.

       (tabel 1. Data Jumlah Produksi Jamu Batuk bulan April 2007)

       Jml_sub               JumIah    Cacat       Cacat    Cacat
                     Hari                                            Jml_Cacat
        grup                Inspeksi    A           B        C
           1       senin     16460      12          9        5          26
           2      selasa     16200      7           7        10         24
           3       rabu      16600      6           12       5          23
           4      kamis      16820      11          8        9          28
           5      jum'at     15900      10          13        8         31
           6       senin     17100      15          4        5          24
           7      selasa     16500      4           20       5          29
           8       rabu      15850      17          11       4          32
           9      kamis      16900      2           16       11         29
          10      jum'at     16370       4          14        6         24
          11       senin     16000      14          8        10         32
          12      selasa     15980      12          12       2          26
          13       rabu      16500      16          5        11         32
          14      kamis      17400      13          17       1          31
          15      jum'at     16450       6          10        9         25
          16       senin     16050      2           16       5          23
          17      selasa     16800      6           5        17         28
          18       rabu      15950      11          7        11         29
          19      kamis      17200      6           3        18         27
          20      jum'at     16660       5           5       20         30
          21       senin     16300      11          9        6          26
          Jumlah              329530      190         211      178           579
       Sumber: Bagian Produksi PT. Jamu Air Mancur Palur

       Keterangan:

   d. Cacat A: Salah pengguntingan

   e. Cacat B: Kelebihan takaran atau berat

   f. Cacat C: Kerusakan pada perekatan (kemasan)

Lampiran 2.
                                                                   56




( tabel 2. Data Jumlah BKA, GT, dan BKB)

Jml_sub              JumIah
            Hari               Jml_Cacat    BKA      GT     BKB
 grup               Inspeksi
    1       senin    16460        26       43,32   27,57   11,81
    2      selasa    16200        24       43,32   27,57   11,81
    3       rabu     16600        23       43,32   27,57   11,81
    4      kamis     16820        28       43,32   27,57   11,81
    5      jum'at    15900        31       43,32   27,57   11,81
    6       senin    17100        24       43,32   27,57   11,81
    7      selasa    16500        29       43,32   27,57   11,81
    8       rabu     15850        32       43,32   27,57   11,81
    9      kamis     16900        29       43,32   27,57   11,81
   10      jum'at    16370        24       43,32   27,57   11,81
   11       senin    16000        32       43,32   27,57   11,81
   12      selasa    15980        26       43,32   27,57   11,81
   13       rabu     16500        32       43,32   27,57   11,81
   14      kamis     17400        31       43,32   27,57   11,81
   15      jum'at    16450        25       43,32   27,57   11,81
   16       senin    16050        23       43,32   27,57   11,81
   17      selasa    16800        28       43,32   27,57   11,81
   18       rabu     15950        29       43,32   27,57   11,81
   19      kamis     17200        27       43,32   27,57   11,81
   20      jum'at    16660        30       43,32   27,57   11,81
   21       senin    16300        26       43,32   27,57   11,81
                                                                                                                 57




                     DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
                     UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES)
                     FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
                   ALAM
                       Gedung D, Kampus Sekaran Gunungpati Semarang (50229)
                       Telp. TU (024) 850811 Dekan 8508005, Mat 8508032, Fis 8508034, Bio 8508033, Kim 8508035
                       Website: http://mipa.unnes.ac.id . Email: mipa@unnes.ac.id


Yth. Dekan FMIPA UNNES
Up. Pembantu Dekan Bid. Akademik
Di –
Semarang

Sesuai dengan surat penetapan pembimbing penyusunan Tugas Akhir nomor
134/J.40.1.4.2/PP/2007 dengan ini saya laporkan, bahwa Tugas Akhir yang disusun oleh:

Nama / NIM                : Puryanti/ 4151304031
Tempat / Tgl. Lahir       : Ngawi/ 14 Juli 1986
SKS yang telah lulus      : 110 SKS
Judul Tugas Akhir         : “Analisis Pengendalian Kualitas Produksi    Jamu
                             Batuk di PT. Jamu Air Mancur selama bulan April
                             2007 dengan menggunakan diagram kontrol C”

Telah selesai dan sip diujikan.

Pembimbing Pembantu                                                                 Pembimbing Utama



Drs. Sugiarto                                                                       Drs. Arief Agustanto,
M.Si
NIP. 130686732                                                                      NIP. 132046855


                              Mengetahui / Mengusulkan penguji
                                 Ketua Jurusan Matematika


                                        Drs. Supriyono, M.Si
                                        NIP. 130815345

Jadwal Ujian:

Hari / Tanggal :
Jam            :

Susunan Pengurus:
   1. ……………….(Penguji Utama)
   2. ……………….(Anggota)
   3. ……………….(Anggota)

				
DOCUMENT INFO