PROMOSI KESEHATAN DENGAN METODE PEER EDUCATION TERHADAP by bdj93780

VIEWS: 1,224 PAGES: 3

									PROMOSI KESEHATAN DENGAN METODE PEER EDUCATION TERHADAP
         PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMU DALAM
         UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS
                 DI KABUPATEN BELU – NTT




                            Tesis
            Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan
                 Mencapai Derajat Sarjana S-2


          Minat Utama Perilaku dan Promosi Kesehatan
           Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat
                 Jurusan Ilmu – Ilmu Kesehatan




                           OLEH :




                       Diajukan Oleh :

                    DJULIANUS TES MAU
                  NIM : 16816/PS/IKM/05



                           Kepada
                  SEKOLAH PASCASARJANA
                 UNIVERSITAS GADJAH MADA
                       YOGYAKARTA
                           2007



                                                          i
                                     INTISARI

Latar Belakang : HIV/AIDS merupakan penyebab kematian nomer tiga di dunia,
setelah penyakit TB. Paru dan malaria. Faktor yang memungkinkan tingginya
penyebaran HIV/AIDS adalah prostitusi, penyalahgunaan obat, seks di luar
nikah. Tiga puluh persen yang terkena HIV/AIDS adalah remaja. Diprediksi
terdapat sekitar 11,8 juta remaja usia 15 hingga 24 tahun hidup dengan AIDS.
Keadaan ini disebabkan tidak memadainya pengetahuan remaja tentang
penyakit menular seksual dan HIV/AIDS, dan penggunaan jarum suntik yang
tidak steril. Strategi pendidikan kesehatan yang diberikan lewat peer education
pada kelompok siswa SMU merupakan langkah efektif untuk bergulirnya
informasi kesehatan di kalangan siswa.

Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan dengan
metode peer education siswa SMU dalam upaya pencegahan penularan
HIV/AIDS di antara siswa SMU.

Metode Penelitian : Jenis penelitian quasi experiment dengan rancangan
pretest-posttest control group design. Sampel penelitian siswa SMU Negeri 1
Kimbana dan SMU Negeri 1 Atambua sebanyak 112 orang, dipilih secara
purposive. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur
pengetahuan dan sikap siswa SMU. Analisis data diolah menggunakan uji
statistik paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05.

Hasil : Ada pengaruh yang bermakna dalam peningkatan nilai pengetahuan
dan sikap siswa SMU setelah 2 bulan diberikan promosi kesehatan dengan
metode peer education. Selain itu, terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap
siswa SMU trentang pencegahan HIV/AIDS antara kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol. Hal ini dimungkinkan karena intensitas pertemuan peer
educator dalam promosi kesehatan yang dilakukan pada kelompok siswa secara
kontinyu dengan mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran dan
intensitas komunikasi yang dilaksanakan sehingga menumbuhkan sikap rasa
saling percaya dan menerima, merespon informasi kesehatan yang disampaikan
oleh peer educator dalam setiap kegiatan.

Kesimpulan : Promosi kesehatan dengan metode peer education efektif
meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SMU dalam upaya pencegahan
penularan HIV/AIDS.

Kata kunci : promosi kesehatan, peer education, HIV/AIDS




                                                                                  x
                                    ABSTRACT

Background: HIV/AIDS is the third greatest cause of death in the world after
lung tuberculosis and malaria disease. Factors leading to the widespread of
HIV/AIDS prostitution, drug abuse, premarital sex. Thirty percent of HIV/AIDS
infected group are teenagers. It is estimated that there are about 11.8 million
teenagers of 15 to 24 years of age living with AIDS. This is caused by limited
knowledge of teenagers about sexual infectious disease and HIV/AIDS and use
of non sterile hypodermic needle. Health education strategy through peer
education among senior high school students is an effective way to give health
information to students.

Objective: The aimed of this research was to find out the influence of health
promotion with peer education method to prevent HIV/AIDS infection among
senior high school students.

Method: The study was a quasi experiment with pretest – posttest control group
design. Samples of the study were 112 students of Kimbana 1 and Atambua 1
public senior high school chosen purposively. Data were obtained through
questionnaires to assess knowledge and attitude of senior high school students.
Data analysis used paired t-test and independent t-test at significance level
p<0.05.

Result: There was significant influence in the increase of knowledge and attitude
of senior high school students after 2 months of health promotion with peer
education methods. Beside that to different knowledge and attitude students
senior high school about prevention HIV/AIDS among experiment groups and
control groups. This cause is influenced by intencity of meeting of peer educator
in health promotion with done on groups students of senior high school
continyunity by integrating many kind of learning methods and communication
intensity held so that in grows trust each other students therefore it shows the
responsibility attitude and accept health information with as said by peer
educator in any activity.

Conclusion: Health promotion with peer education method had effective
knowledge and attitude of senior high school students to ward HIV/AIDS
prevention.

Keywords: health promotion, peer education, HIV/AIDS
1.
   Nursing Academy, Belu District, Nusa Tenggara Timur
2.
   Department of Medical Education, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University
3.
   Magister of Health Behavior and Promotion, Gadjah Mada University




                                                                                  xi

								
To top