PEMAKAIAN KATA REFORMASI DALAM MEDIA MASSA JAWA POS by cometjunkie56

VIEWS: 0 PAGES: 11

									                                               Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 18, No. 35, 2006: 164-174


    PEMAKAIAN KATA REFORMASI DALAM MEDIA MASSA JAWA POS


                         Agus Budi Wahyudi dan Atiqa Sabardila
                                    PBSID-FKIP-UMS
                Jl. A. Yani Tromol Pos, Pabelan, Kartasura. Surakarta 57102
                                   Email: agus@ums.ac.id


                                          ABSTRACT

       The purpose of the research is to describe the appearance of the word “reform”,
   its position in a phrase, other word categories likely to combine, its meaning, and its
   growth of usage. The method of analysis used is comparison with the technique of
   referensial, pragmatic, and identification. The result shows that first, constituent cat-
   egories of reform word are three: word, phrase, and clause. Second, constituent cat-
   egory of reform word consisted of the word fundamental (reform), verb. (reform),
   and noun (reformism). Third, the phrase categories of the reform word consisted of
   the NP, VP, and Preposition P. Fourth, the clause categories consisted of the reform
   constituent as fillers of S function, P function, C function, O function, topic function,
   and as clause structure.

   Key words: reform, constituent, category, dan teknik baca markah.




1. Pendahuluan                                     reformasi ekonomi. Pembuktian ini melalui
      Peristiwa besar telah terjadi dalam bidang   kolokasi (collocation). Dalam Kamus Lingu-
politik dan pemerintahan di Indonesia, khusus-     istik (1992:87) kolokasi, sebagai berikut: (1)
nya perubahan-perubahan pada tahun 1997.           seluruh kemungkinan adanya beberapa kata
Peristiwa itu berupa perubahan tatanan kepe-       dalam lingkungan yang sama, misal: garam,
mimpinan dan pemerintahan dari Orde Baru           gula, lada, bumbu, sayur, daging, dan ikan
ke Orde Reformasi. Kata reformasi, berasal         berkolokasi dalam pembicaraan tentang dapur,
dari bahasa Inggris re form ‘memper-baiki’.        dan (2) asosiasi yang tetap antara kata dengan
Setelah berganti “arah jarum jam” sejarah In-      kata-kata tertentu lain. Berkaitan dengan yang
donesia kata tersebut, telah digunakan secara      terakhir ini akan dianalisis komponen makna
produktif dan bervariasi. Fenomena inilah yang     kata reformasi.Pencarian hubungan semacam
menarik untuk diteliti, khususnya tentang kedi-    (1) dan (2) mudah dilakukan apabila didahului
namisan satuan lingual (reformasi) dalam           analisis kategorial. Ditinjau dari bidang mor-
bahasa Indonesia.                                  fologi, kata reformasi tampak mengalami pe-
      Kajian ini berhubungan dengan situasi        rubahan kelas kata, baik bentuk maupun tanpa
kehidupan yang empiris pada masyarakat ba-         bentuk (transposisi maupun zero derivasion).
hasa. Misal: muncul konstruksi (a) sema-ngat             Permasalahan yang diteliti sebagai be-
reformasi, (b) kabinet reformasi, (c) kabinet      rikut: Dalam hierarkhi linguistik apakah kata
proreformasi, (d) komite reformasi, dan (e)        reformasi muncul? Bagaimanakah kedudukan

                                               164
Pemakaian Kata Reformasi dalam Media Masa Jawa Pos (Agus Budi W. dan Atiqa S.)


kata reformasi dalam frase? Kategori kata               menghasilkan satuan lingual frase yang variatif.
apakah yang bergabung dengan kata refor-                Analisis tataran kategorisasi ini berkenaan
masi? Bagaimanakah makna yang terjadi pada              dengan kata tersebut dari segi semantik.
kata reformasi? Bagaimanakah perkembangan                     Semantik adalah penelitian makna kata
pemakaian kata reformasi beserta turunan-               dalam bahasa tertentu. Menurut sistem peng-
nya?                                                    golongan makna kata (Fatimah-Djasudarma,
      Sebagaimana dinyatakan oleh Verhaar               1993:14), telah berkaitan dengan permasala-
bahwa ilmu morfologi menyangkut struktur in-            han makna referensial dari kata reformasi.
ternal kata (1991:11). Tataran morfologis ini           Makna referensial adalah makna yang ber-
berbicara tentang analisis kata yang melibatkan         hubungan dengan kenyataan atau referen (a-
morfem-morfem bahasa diproses menjadi se-               cuan). Konsep yang dimaksud disepakati oleh
buah kata. Satuan lingual kata yang dihasil-kan         masyarakat tutur dan beracuan sehingga
oleh proses pembentukan kata dengan                     bersifat kognitif. Leech (2003: 19) menyebut
sendirinya berwujud kata yang polimorfemik.             dengan istilah makna konseptual yang kadang-
Misalnya ialah kata reformasi mengalami                 kadang digunakan istilah makna denotatif atau
perubahan struktur internal menjadi dire-               makna kognitif. Makna ini merupakan faktor
formasi, proreformasi, mereformasi, pere-               sentral dalam komunikasi bahasa dan menjadi
formasian, dan tereformasi.                             makna terpenting dalam komunikasi bahasa.
      Frase (phrase) lazim didefinisikan se-                  Kata reformasi dalam hal ini berkolokasi
bagai satuan gramatikal yang berupa gabungan            dengan satuan lingual yang lain. Misal: brutal,
kata yang bersifat nonpredikatif (Chaer, 1990:          kerusuhan, bakar-bakaran, pembakaran,
222). Gabungan dua kata atau lebih yang si-             dan pengrusakan. Makna kolokasi terdiri atas
fatnya tidak predikatif tersebut dapat renggang,        asosiasi-asosiasi yang diperoleh suatu kata,
misal: gunung tinggi. Contoh tersebut meru-             yang disebabkan oleh makna kata-kata yang
pakan frase karena tergolong konstruksi non-            cenderung muncul di dalam lingkungannya
predikatif. Konstruksi ini berbeda dengan gu-           (Leech, 2003:30). Makna kolokasi bersifat
nung itu tinggi yang bukan frase karena                 idiosinkretik dalam bahasa tertentu. Misalnya
bersifat predikatif (Kridalaksana, 1983:46).            ialah sesepuh reformasi memiliki makna kolo-
Dalam penelitian ini kata reformasi dikaji daya         kasi ‘pelopor, penggerak, pejuang reformasi’.
potensi sebagai pembentuk frase. Dalam me-              Pencarian makna kolokasi dikaitkan dengan
nyusun frase yang berunsur satuan lingual re-           situasi pemakaian kata yang bersangkutan.
formasi dianalisis sampai pada kedudukan                Ada gaya tarik yang berbeda dalam penggu-
dalam fungsi sintaksis. Apakah frase tersebut           naan kata yang berkolokasi. Penggunaan ung-
menduduki fungsi S, P, O, K, atau Pel? Analisis         kapan yang mengandung makna kolokasi bila
ini memberikan gambaran yang mendalam                   dirasakan oleh pengguna bahasa, seperti tu-
tentang penggunaan kata reformasi dalam                 turan yang dihasilkan anak kecil. Misalnya ialah
kehidupan sehari-hari.                                  roda reformasi padahal yang sesuai dengan
      Kategorisasi (categorization) adalah (1)          makna konseptual adalah roda mobil.
proses dan hasil pengelompokan unsur-unsur                    Penelitian ini bertujuan (a) Mendeskripsi-
bahasa dan bagian-bagian pengalaman manusia             kan pemunculan kata reformasi dalam hierar-
yang digambarkan ke dalam kategori-kategori,            ki lingustik; (b) Menentukan kedudukan kata
(2) cara untuk mengungkapkan makna dengan               reformasi dalam frase; (c) Menentukan kate-
pelbagai potensi yang ada dalam bahasa (Krida-          gori kata yang bergabung dengan kata refor-
laksana, 1983: 78). Kata reformasi yang digu-           masi; (d) Mendeskripsikan makna yang ada
nakan oleh penutur BI ternyata produktif dan            pada konstituen yang mengandung kata re-

                                                    165
                                                 Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 18, No. 35, 2006: 164-174


formasi; (e) Mendeskripsikan perkem-bangan           Metode padan mempergunakan alat penentu
pemakaian kata reformasi; dan (g) Mendes-            di luar bahasa (langue) yang bersangkutan
kripsikan perkembangan pemakaian kata re-            (Sudaryanto, 1993:13). Teknik padan referen-
formasi beserta turunannya.                          sial untuk menentukan dimensi makna
     Manfaat yang dipetik sebagai berikut: (a)       reformasi pada setiap tataran. Selain itu, digu-
Memberikan deskripsi realitas kebahasaan, (b)        nakan metode agih berupa teknik lesap, sisip,
Satuan lingual reformasi yang dipungut terse-        dan perluas. Selanjutnya, penyajian hasil ana-
but digunakan secara dinamis dan produktif           lisis dilakukan dengan metode penyajian for-
dalam BI, (c) Memberikan deskripsi tentang           mal dan informal. Metode formal yaitu hasil
kedinamisan dan keproduktivan satuan lingual         penelitian disajikan dengan kaidah dan lambang
dalam tataran kebahasaan sehingga hasil ini          (Sudaryanto, 1993: 145). Adapun metode in-
dapat digunakan untuk bekal penelitian satuan        formal artinya hasil penelitian disajikan dengan
lingual yang lain. (d) Deskripsi secara menye-       pernyataan-pernyataan.
luruh, artinya seluruh tataran yang berkaitan
dengan penggunaan kata reformasi ini mem-            3. Hasil dan Pembahasan
berikan gambaran aktual tentang satuan lingual       3.1 Kategori Konstituen Reformasi
dalam bahasa. Keempat manfaat bagi pengem-                Ada 3 tataran yang penulis klasifikasi
bangan ilmu bahasa. Manfaat secara praktis,          berkaitan dengan konstituen reformasi yakni
hasil memberikan gambaran bahwa bahasa               kata reformasi (pokok kata), direformasi
memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan         (kata kerja), dan reformis (kata benda); frase
empiris. Deskripsi satuan lingual reformasi yang     (frase nominal, frase verbal, dan frase prepo-
dilakukan ini memiliki nilai historis bagi bangsa    sisional); serta klausa.
Indonesia, yaitu mengenai peristiwa besar pe-
rubahan tatanan kepemimpinan dan kepe-               3.1.1. Frase Nominal
merintahan yang terjadi tahun 1997-1998, Or-              Berdasarkan data berikut ditemukan kata
de Baru tumbang dan muncul Orde Reformasi.           reformasi membentuk struktur FN (frase
                                                     nominal) yang menduduki fungsi inti maupun
2. Metode Penelitian                                 atribut (penjelas). Untuk mendapatkan keje-
     Sumber data penelitian ini ialah media          lasan, perhatikan proses pembentukannya.
cetak Jawa Pos. Objek penelitian berupa kata         (1) Menpan Kabinet Reformasi Pemba-
reformasi dalam surat kabar yang digunakan                 ngunan (FN)
dalam semua tataran yang terbit pada tahun           (1a) Menpan (H) + Kabinet Reformasi
1998, saat reformasi bergulir di Indonesia.                Pembangunan (A)
Selanjutnya, ada tiga tahap pelaksanaan dilalui,     (1b) Menpan (H) + Reformasi Pembangunan
yakni (a) penyediaan data, (b) analisis data,              (A)
dan (c) penyajian hasil analisis data.               (1c) Reformasi (H) + Pembangunan (A)
     Penyediaan data dilaksanakan dengan             (2) Gerakan Reformasi yang digelorakan
metode simak (pengamatan), yaitu dengan                    mahasiswa
membaca surat kabar yang dimaksud dan                (2a) Gerakan Reformasi (H) + yang dige-
mencatat data, serta mengkartudatakan data.                lorakan mahasiswa (A)(2b) Gerakan (H)
Selanjutnya, dibuat klasifikasi, yakni klasifikasi         + Reformasi (A)
berdasarkan tataran kebahasaan kata refor-           (3) Reformasi yang belum usai
masi. Analisis data dilakukan dengan meman-          (3a) Reformasi (H) + yang belum usai (A)
faatkan metode padan dengan teknik padan             (4) Reformasi Total
referensial, padan pragmatis, dan baca markah.       (4a) Reformasi (H) + total (A)

                                                 166
Pemakaian Kata Reformasi dalam Media Masa Jawa Pos (Agus Budi W. dan Atiqa S.)


(5)   vokalis reformasi UGM (5a) vokalis                formasi sekarang ini, reformasi structural
      reformasi (H) + UGM (A) (5b) vokalis              pada reformasi structural di Indonesia be-
      (H) + reformasi (A)                               nar-benar mulai mengalir, masa reformasi
                                                        pada masa reformasi ini, langkah reformasi
3.1.2. Frase Verbal                                     pada langkah reformasi tersebut, proses re-
     Frase verbal ternyata tidak potensial da-          formasi pada proses reformasi yang kulmi-
lam pemakaian. Hanya 1 data yang muncul,                nasinya adalah pengunduran Soeharto, re-
yakni akan direformasi secara total. A-                 formasi pada Orde reformasi sekarang ini,
pakah kelangkaan pemakaian kata tersebut,               dan era reformasi pada era reformasi seperti
khususnya yang berwujud verba, dipengaruhi              sekarang. Adapun yang tidak inti tampak
oleh kebaruan kehadiran kata tersebut. Kata             pada reformasi dalam nafas reformasi, se-
reformasi masih dalam tataran konsep. Jadi,             mangat reformasi, tuntutan reformasi, dan
belum menjadi perilaku atau aktivitas konkrit.          pada era reformasi. Di samping itu, muncul
Karena itulah pembentukan kata yang dominan             pada reformasi total pada suksesnya re-
tampak pada bentuk nomina. Hadirnya verba               formasi total, reformasi pada aspirasi refor-
direformasi yang diberi kata tambah akan                masi, dan perpolitikan reformasi pada wa-
semakin memperjelas bahwa pengenalan kata               cana perpolitikan reformasi.
tersebut baru terbatas pada konsep. Konsep                   Kemampuan kata reformasi mengisi
ini dalam bahasa umumnya disampaikan                    konstituen inti maupun bukan inti (A) sehingga
dengan kelas nomina.                                    dikatakan kata reformasi tergolong produktif.
                                                        Hal ini juga ditunjukkan oleh kemampuannya
3.1.3. Frase Preposisional                              bergabung dengan kata-kata lain.
      Kata depan atau preposisi yang menandai
struktur FPrep. tampak pada pemakaian kata              3.1.4. Klausa
depan kepada, dengan, dari, untuk, pada,                     Kata reformasi mengisi berbagai fungsi,
bagi, melalui, dan dalam yang bergabung                 yakni (1) subjek, (2) predikat, (3) objek, (4)
dengan nomina atau frase nominal, seperti para          keterangan, dan (5) pelengkap. Dalam data
reformis, nafas reformasi, reformasi bidang             juga ditemukan kata reformasi mengisi topik.
politik, iklan reformasi sekarang ini, se-
mangat reformasi, tuntutan reformasi, era               a. Pengisi Fungsi Subjek
reformasi ini, dan suksesnya reformasi tota.            (1) Menpan Kabinet Reformasi Pemba-
Contoh frase nominal: kepada para reformis,                 ngunan M. Yunus (S) mengusulkan (P)
dengan nafas reformis, dari reformasi bidang                agar Deppen dibubarkan (K)
politik, dengan iklim reformasi sekarang ini,           (2) Perjuangan reformasi saat ini (S) baru
gerakan reformasi untuk Polri, dengan se-                   tahap awal yang tentunya akan diikuti
mangat reformasi, dengan tuntutan reformasi,                perjuangan yang lebih keras dan dahsyat
dari era reformasi, untuk reformasi structural              (P)
di Indonesia benar-benar mulai mengalir, pada           (3) Orientasi penampilan yang sesuai de-
masa reformasi ini, dan bagi suksesnya re-                  ngan nafas reformasi (S) adalah peni-
formasi total.                                              adaan jaring-jaring atau simpul birokrasi
      Kata reformasi atau hasil pembentukan                 yang menghambat upaya pemberdayaan
kata tersebut berkedudukan inti dan tidak inti.             masyarakat madani (civil society) (P)
Yang pertama tampak pada reformasi pada:                (4) Kekuatan kelompok reformasi (S) kini
para reformsi, reformasi pada reformasi bi-                 (K) mulai mengendur (P)
dang politik, iklim reformasi pada iklim re-            (5) Sekarang ini (K) satu-satunya komponen

                                                    167
                                              Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 18, No. 35, 2006: 164-174


     kekuatan reformasi yang masih tetap                 ngan rakyat (K3)
     konsisten (S) adalah mahasiswa (P)           (2)    Meski tanpa publikasi gencar (K) page-
                                                         laran tersebut (S) mampu menyedot (P)
b. Pengisi Fungsi Predikat                               ribuan massa (0) untuk kumpul bareng
      Predikat yang diisi konstituen reformasi           (K) merenungkan reformasi yang be-
atau turunannya tampak pada contoh berikut:              lum usai (K)
(1) Pada Munaslub nanti (K) Golkar (S)            (3)    Selain mendengarkan lantunan musik dan
      akan direformasi (P) secara total, baik            pembacaan puisi (K) massa (S) juga
      menyangkut AD ART maupun statusnya                 disuguhi (P) pidato reformasi (Pel) oleh
      menjadi parpol (K) kata Gafur                      vokalis reformasi UGM, Prof. Dr. Ich-
(2) Reformasi total itu (P) yang kita bu-                lasul Amal (K)
      tuhkan (S)                                  (4)    Meskipun harus tetap di tangan (K)
(3) Perampingan birokrasi (S) merupakan sa-              kampus (S) tetap terbuka (P) kerja sama
      lah satu tuntutan gerakan reformasi (P)            dengan pemerintah dan berbagai unsur
(4) Inikan (S) zamannya reformasi, (P) ya                dalam masyarakat yang tidak mempu-
      kita (S) reformasi lagi (P) ujarnya.               nyai conflict of interest dan tidak bisa
(5) Sekarang ini (S) era reformasi, era darah            untuk merumuskan, mewujudkan, dan
      muda, era darah baru, dan era kaum mu-             melaksanakan reformasi total, reformasi
      da (P)                                             menyeluruh (Pel)
(6) Idealnya (S) ketua umum mendatang             (5)    Arbi (S) mengusulkan (P), supaya arah
      dipimpin reformis seperti Sri Sultan atau          perjalanan bangsa tetap pada rel
      Adi Sasono (P)                                     reformasi harus ada perubahan yang
(7) Di pihak lain (K) norma-norma yang                   mendasar (K)
      dijagokan (S) adalah tokoh lama yang
      tidak lahir dari era reformasi (P)          d. Pengisi Fungsi Objek
(8) Memberantas “premanisme politik” (S)               Berdasarkan data berikut kata reformasi
      sama halnya usaha penegakan dan pem-        bersama konstituen-konstituen lain membentuk
      berantasan KKN yang sangat penting          struktur frase nominal yang tataran tersebut
      bagi suksesnya reformasi total secara       mengisi fungsi O. Dapat dipahami bahwa fungsi
      nasional (P)                                tersebut hadir menemani fungsi P yang
(9) Yang jelas (S) kalau Golkar menapikan         verbanya berkarakter transitif. Verba demikian
      kehendak rakyat dan menganggap sepi         ditunjukkan oleh kata melontarkan, me-
      arus reformasi, dia akan menjadi partai     ngembalikan, tahu (:mengetahui), menga-
      kerdil yang akan ditinggalkan pen-          takan, memanjatkan, memegang kembali,
      dukungnya (P)                               memegang, mempercepat, menggelar, me-
                                                  nganugerahi, menyebut, menjuluki, mener-
c. Pengisi Fungsi Keterangan                      jemahkan, mengatakan, membual, dan
     Konstituen reformasi sebagai unsur           (mem-)pertanyakan. Untuk mendapatkan
pengisi fungsi keterangan dapat diperhatikan      kejelasan tentang keseluruhan struktur fung-
kalimat berikut:                                  sional, perhatikan data (1) – (9).
(1) Sukma (S) juga mengingatkan (P) ke-           (1) saat berdiri di panggung, (K) dia (S) me-
     pada para reformis (K1) untuk colling              lontarkan (P) salam reformasi sebanyak
     down (K2) guna memberikan kesem-                   tiga kali disambut teriakan yang sama
     patan untuk perbaikan ekonomi, ter-                oleh massa (0)
     utama terhadap desakan pengadaan pa-         (2) semoga dengan kali ini (K) masyarakat

                                              168
Pemakaian Kata Reformasi dalam Media Masa Jawa Pos (Agus Budi W. dan Atiqa S.)


      dan mahasiswa yang masih menyiapkan               f. Pengisi Fungsi Pelengkap
      perjuangan selanjutnya (S) terhibur dan                Data berikut memperlihatkan bahwa kata
      menghilangkan (P) kepenatan (0) dan               reformasi beserta konstituen lain mampu
      mengembalikan (P) semangat reformasi              mengisi fungsi pelengkap. Untuk mengetahui
      (0) kata rector UGM tersebut.                     konstituen seluruh fungsi, amatilah contoh data
(3) Saya (S) tahu persis (P), pemegang ke-              berikut ini:
      kuatan yang baru belum bersungguh-                (1) Ryass (S) bertindak (P) sebagai Ketua
      sungguh untuk mewujudkan cita-cita                      Tim Pengkajian Undang-Undang Po-
      reformasi ini (0) tandasnya.                            litik dan Pemerintah dalam rangka
(4) Harmoko yang juga ketua DPR/MPR ini                       reformasi (Pel)
      (S) mengatakan (P) atmosfir doa sema-             (2) Dalam mengemban kedua tugas itu dan
      ngat reformasi saat mewarnai Golkar saat                tugas-tugas nasional yang lain (K) kita
      ini (O)                                                 semua (S) tampil (P) sebagai bagian
(5) Bersama dengan itu, (K) semua ini (S)                     dari Orde Reformasi (Pel)
      juga untuk memanjatkan (P) doa bagi               (3) (S) Jangan sampai (P) suasana demo-
      para pejuang reformasi (O) agar diberi                  kratis dalam alam reforamsi ini men-
      jalan lurus (K)                                         jadi anarkis lantaran merajalelanya
(6) Kaum intelektual terutama dunia kampus                    premanisme dalam poltik (Pel)
      (S) tetap harus memegang kembali (P)              (4) Seperti lazimnya sebuah perubahan (K)
      semangat reformasi total yang belakangan                berbagai kepentingan masyarakat dan
      ini tampak mulai tercabik-cabik (O)                     golongan, kelompok atau secara individu,
  (7) Sebagian masyarakat (S) sulit mengang-                  (S) berebut (P) berdesakan (P), ber-
      gap (P) pergantian tersebut sebagai                     usaha memasuki “kereta reformasi”
      jawaban telah berjalannya reformasi di                  (Pel)
      kalangan MPR (O)                                  (5) Golkar (S) harus diketuai (P) Reformis
  (8) Mensegneg Akbar Tandjung (S) menga-                     (Pel)
      takan (P) kepentingan Golkar mendatang            (6) Karena itulah,(K) diingatkan (P) kepada
      harus menjamin proses reformasi se-                     kaum reformis untuk tidak terjebak
      hingga tetap berjalan sesuai dengan jad-                dalam bujuk rayu iblis laknat me-
      wal dan jangkauan yang telah ditetapkan                 nyimpang dari tujuan murni dari ge-
      (O)                                                     rakan reformasi (Pel)
  (9) Lebih jauh Pius (S) mengatakan (P) bah-           (7) Dengan rumusan di atas (K) secara
      wa salah satu alasan yang membuatnya                    implisit (K) dapat ditangkap (P) secara
      kembali ke tanah air karena dia ingin ber-              gamblang (K) bahwa perjalanan
      juang untuk reformasi di tanah air (O)                  reformasi ini masih jauh dan sungguh
                                                              akan merupakan proses yang meletih-
e. Pengisi Topik                                              kan bahwa kadang penuh resiko,
    Yang menggunakan struktur topik –                         tetapi tetap memberikan terbitnya
komen ternyata hanya satu data.                               sang fajar baru di ufuk Timur (Pel)
(1) Soal sisi hukum dan konstitusi yang se-             (8) Meskipun harus tetap di tangan (K)
     lama ini dijadikan dasar pelaksanaan                     kampus (S) tetap terbuka (P) kerja sa-
     reformasi (Topik) hal itu tidak bisa                     ma dengan pemerintah dan berbagai
     dijadikan sebagai satu-satunya dasar                     unsur dalam masyarakat yang tidak
     atau acuan (Komen)                                       mempunyai conflict of interest dan ti-
                                                              dak bisa untuk merumuskan, mewu-

                                                    169
                                               Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 18, No. 35, 2006: 164-174


      judkan, dan melalsanakan reformasi           konstituen reformasi yang didahului dengan
      total, reformasi menyeluruh (Pel)            deskripsi morfologis dan dilanjutkan deskripsi
(9) Penyelesaian paket UU Politik (S) sung-        makna denotatif kata reformasi.
      guh amat mendesak (P) sebagai bagian
      yang penting dari reformasi bidang           3.2.1 Deskripsi Morfologis dan Makna
      politik (Pel)                                       Denotatif Kata Reformasi
(10) Presiden Habibie (S) berusaha (P) meng-             Deskripsi morfologis ini memberikan
      ganti tokoh-tokoh lama dengan                gambaran bahwa kata reformasi ternyata
      tokoh-tokoh baru yang diharapkan             diproses secara morfologis dan menghasilkan
      bisa sejalan dengan semangat refor-          bentukan yang baru. Sebelum mendeskripsikan
      masi (Pel)                                   makna denotatif kata reformasi, terlebih dahulu
                                                   disajikan analisis proses morfologis. Analisis
g. Struktur Anak Kalimat                           tentang proses pembentukan kata dilakukan
      Bahwa ujaran Dengan mengadakan               untuk mendapatkan gambaran yang jelas
reformasi total termasuk mengganti ok-             tentang kemungkinan morfologis penggunaan
num-oknum yang sudah puluhan tahun                 kata reformasi. Analisis ini bermanfaat untuk
menjabat sebelum rakyat yang menuntut              mengenal satuan lingual ini dalam lingkup
reformasi pada (1) di atas merupakan struktur      morfologisnya. Kata reformasi sebagai kata
yang tergolong anak kalimat dibuktikan melalui     pungut ternyata dapat diperlakukan seperti kata
hasil perluasan berikut:                           lain yang lebih dahulu dipungut dalam BI. Hanya
(1) Dengan mengadakan reformasi total,             saja proses pembentukan kata reformasi men-
       termasuk mengganti oknum-oknum              jadi hasil bentukan baru mengikuti aturan dalam
       yang sudah puluhan tahun menjabat           sistem morfologis BI.
       sebelum rakyat yang menuntut re-                  Kata reformasi menjadi satuan lingual
       formasi, bangsa Indonesia akan mampu        dalam BI dan pada masa reformasi digunakan
       memperbaiki tatanan hidup berma-            secara frekuentatif. Artinya, produktif kuanti-
       syarakat dan bernegara dalam semua          tatif dalam kesempatan bertutur penutur BI
       segi kehidupan.                             selalu menggunakan kata reformasi. Istilah ba-
                                                   hasa Jawa kata reformasi menjadi “kembang
h. Struktur Non Klausa                             lambe”, buah bibir setiap kesempatan ber-
(1) Urgensi reformasi lembaga kepre-               komunikasi. Hal ini tidak mengherankan sebab
      sidenan                                      penutur BI hanya mengenal paradigma Orde
     Adapun data Urgensi reformasi lem-            Lama dan Orde Baru. Orde Reformasi muncul
baga kepresidenan secara gamblang                  secara mengherankan. Seluruh elemen masya-
diketahui tatarannya, yakni frase. Data tersebut   rakat selalu mempergunakan kata reformasi
tergolong frase nominal yang intinya berupa        walaupun dengan arti seperti yang ada dalam
urgensi reformasi dan lembaga kepre-               pemahamannya. Kata reformasi dapat memi-
sidenan sebagai atribut. Bahwa kedudukan           liki makna ‘brutal, kekerasan, bakar-bakaran,
lembaga kepresidenan sebagai atribut               dan perilaku menentang pemerintah Orde
diperjelas lewat penyisipan kata depan di pada     Baru’. Artinya, yang dimiliki oleh kata refor-
konstruksi lembaga (di) kepresidenan.              masi dengan demikian sesuai dengan daya
                                                   makna yang dipahami oleh individu.
3.2 Deskripsi Makna Konstituen Re-                       Produktif yang kuantitatif terlihat bahwa
    formasi                                        pemakaian kata reformasi dapat dibuktikan
    Bagian ini mendeskripsikan makna               dengan hasil pembentukan kata tersebut,

                                               170
Pemakaian Kata Reformasi dalam Media Masa Jawa Pos (Agus Budi W. dan Atiqa S.)


misalnya: direformasi, tereformasi merefor-             negara. Padanan reformasi secara gampang
masi, antireformasi, dan proreformasi.                  diartikan sebagai pembaharuan menuju ke-
Bentuk morfologis yang lain sebenarnya hanya            adaan yang lebih baik. Pelaku tindakan refor-
terkendalai oleh proses morfologis semata,              masi disebut reformis. Dalam Kamus Besar
*reformasii, *direformasii, *memperefor-                Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan
masi. Jadi, parameter produktivitas peng-               dan Kebudayaan, 1999:826) kata reformis
gunaannya berdasarkan berterimanya bentuk               berarti ‘orang yang menganjurkan adanya
kata tersebut menjadi bentuk dasar dalam                usaha perbaikan (bidang politik, sosial, agama)
proses morfologis dalam BI. Apabila berat               tanpa kekerasan.
menerima penggunaan produktif dapat digu-                     Kata reformasi ternyata berasal dari ba-
nakan istilah kata tersebut telah bisa menjadi          hasa Inggris. Hasil analisis kata reformasi
bentuk dasar dalam proses pembentukan kata              berdasarkan kamus menunjukkan asal dan
dalam BI. Produktivitas yang berhubungan                makna denotatif. Kata reformasi menjadi
dengan penggunaan kata reformasi dalam                  tersohor di dalam kehidupan bangsa Indone-
struktur frase tidak dapat diragukan lagi.              sia setelah sekian lama Orde Baru menduduki
Memang kata reformasi ini menjadi salah satu            pemerintahan di bawah pimpinan presiden
satuan lingual yang bernilai sejarah bagi bangsa        Soeharto. Kata ini berasal dari bahasa Inggris
Indonesai. Boleh dikatakan pada setiap detik            re form berarti ‘memperbaiki’ atau ‘mening-
warga Negara Indonesia menggunakan kata                 galkan tindakan-tindakan jelek, jahat, dsb.
tersebut pada tahun 1998. Kata reformasi                menjadi orang baik, re form juga berarti
secara morfologi dapat dibentuk menjadi be-             ‘membentuk kembali’ atau ‘menyusun kembali’
berapa deretan morfologis yang merupakan                (Salim, 1991:1608-1609). Secara denonatif
turunannya, misal: direformasi, mereformasi,            reformasi memiliki arti ‘tindakan untuk
mereformasikan, tereformasi. Bentuk se-                 memperbaiki dengan menyusun kembali tin-
perti: antireformasi, proreformasi, dan                 dakan yang jelek menjadi tindakan yang baik’.
kontrareformasi menjadi bentuk morfologis               Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
yang masih berhubungan dengan bentuk dasar              (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
reformasi. Reformasi merupakan rentetan                 1999:826) kata reformasi (N) berarti
usaha mempersiapkan, bahkan menangkap                   ‘gerakan radikal untuk perubahan (bidang
masa depan melalui berbagai perubahan me-               sosial, politik atau agama) di suatu masyarakat
nyeluruh untuk mewujudkan masa depan yang               atau negara. Kata ini sudah menjadi nama ge-
kita kehendaki. Reformasi dilihat dari konteks          rakan, partai, semangat, cita-cita, dan seba-
kebudayaan merupakan rentetan upaya men-                gainya. Penggunaan kata ini seiring dengan
jadikan lingkungan sekitar kita dan variabel            semangat untuk mengubah tata kehidupan
yang ada di masyarakat berubah ke suatu tata-           bangsa Indonesia. Kata ini tampak memiliki
nan dan keadaan yang benar-benar diperlukan,            nilai yang penting dalam sejarah kehidupan
baik untuk jangka pendek maupun jangka                  bangsa Indonesia. Dalam pemakaian di ma-
panjang.                                                syarakat kata ini telah menunjukkan nilai his-
      Beberapa kata hasil bentukan dari dasar           toris, nilai hiroik, dan nilai politis.
kata reformasi: anti + reformasi; pro +
reformasi; di + reformasi; me + reformas;               3.2.2 Makna Kolokatif Kata Reformasi
dan reformasi (N)                                            Kata reformasi dikumandangkan di bumi
      Secara semantik kata tersebut masih               pertiwi disertai peristiwa demonstrasi, unjuk
merujuk pada usaha perbaikan di bidang sosial,          rasa massa, pengrusakan, pembakaran ge-
politik, dan agama suatu masyarakat atau                dung-gedung, penjarahan toko-toko, gerakan

                                                    171
                                              Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 18, No. 35, 2006: 164-174


massa yang tidak menerima status quo, tidak       Zamannya reformasi, Perjalanan reformasi,
percaya lagi kepada pemerintahan yang dike-       dan Gerakan reformasi.
mudikan oleh para pemimpin Orde Baru.                   Hubungan makna ini ditandai oleh satuan
Kondisi kehidupan masyarakat yang kacau           lingual reformasi. Permasalahan ini menarik
balau di segala bidang. Kondisi ini sebagai u-    dalam BI dan sebagai fenomena bagi peneliti
saha penciptaan atau kondisi logis dari peme-     berikut tentang model pendeteksian kata pu-
rintahan yang sedang mendapat desakan dari        ngut dalam BI. Proses pemungutan kata dari
masyarakat yang menginginkan adanya               bahasa lain memang dibutuhkan oleh penutur
perubahan.                                        BI dan bukan hal yang sepele atau latah. Apa-
     Peristiwa pemunculan kata yang disertai      bila kebutuhan penutur BI tidak mendalam,
oleh perilaku pribadi dan sosial yang sangat      maka kata yang dipungut mudah terlupakan
kontras dengan kondisi yang sebelumnya ini,       dan tidak frekuentatif penggunaannya. Di sam-
dalam sisi linguistik mendatangkan fenomena       ping itu, penutur bahasa tidak memiliki deretan
bermunculan makna konotatifnya. Makna             morfologis yang berhubungan dengan kata
konotatif tersebut berkolokasi. Seseorang yang    pungut tersebut.
mendengar kata reformasi seolah-olah di be-             Konstituen tersebut menandai penamaan
naknya bermunculan makna misal: pengrusa-         yang seluruhnya berpangkal pada reformasi.
kan, pembakaran, perilaku brutal, bertin-         Penamaan tersebut menarik dan menjadi bukti
dak dengan kekerasan, demo, turun ke ja-          bahwa penggunaan kata reformasi disertai
lan, tidak percaya kepada pimpinan, ingin         perkembangan bentukan baru telah terjadi
mengubah aturan yang sudah ada, dan se-           pada tahun 1997 hingga 2005. Artinya, kata
jenisnya.                                         reformasi bersanding dengan kata lain dalam
     Kata reformasi dan hasil turunannya          rangka membentuk kontstituen yang baru. Kata
memiliki makna bernuansa ‘segala sesuatu yang     reformasi dapat dibuktikan eksistensinya.
menginginkan perubahan, yakni perubahan dari      Kata-kata yang lain dapat digabungkan untuk
kondisi yang sudah ada’. Kondisi yang sudah       penamaan dari segala hal yang berhubungan
ada ini dinilai tidak menguntungkan bahkan        dengan reformasi. Hal ini menunjukkan hal
tidak berguna lagi. Kata reformasi ini juga di-   yang berterima seandainya kata reformasi
gunakan dalam rangka politik. Kata ini di-        tersebut diganti oleh kata demokrasi, libe-
gunakan dalam kancah pemerintahan yang            ralisasi, dan kolonialisasi. Dengan demikian,
memberikan pemahaman kepada pemakai               perkembangan penggunaan kata reformasi
bahasa pada aktivitas politik pemerintahan.       sejajar dengan kata lain yang dipinjam dari
                                                  bahasa Inggris dan sudah menjadi istilah dalam
3.2.3 Deskripsi Perkembangan Pema-                dunia politik.
       kaian Kata Reformasi                             Hasil ini merupakan pandangan baru
      Kata reformasi bersanding dengan kata       dalam perunutan kata reformasi. Reformasi
lain, baik kata dasar maupun kata berimbuhan.     berasal dari bahasa Inggris danproses pemu-
Konstituen yang terbentuk atau bentukan baru      ngutan dalam sejarah perpolitikan Indonesia
berupa FN. Perhatikan bentuk berikut: Salam       diperlukan. Gerakan pembaharuan di dunia
reformasi, Rel reformasi, Kereta reformasi,       politik di Indonesia memanfaatkan satuan lin-
Rangka reformasi, Alam reformasi, Orde re-        gual dari bahasa Inggris.Hal ini merupakan
formasi, Era reformasi, Masa reformasi,           bukti bahwa keinternasionalan bahasa Inggris
Gaung reformasi, Arah reformasi, Proses           telah terjadi nyata. Penggunaan bahasa dalam
reformasi, Emosi reformasi, Agenda refor-         dunia politik suatu negara telah membuktikan
masi, Atmosfir reformasi, Kaum reformasi,         adanya kecenderungan pemilihan unsur satuan

                                              172
Pemakaian Kata Reformasi dalam Media Masa Jawa Pos (Agus Budi W. dan Atiqa S.)


lingual yang dimaksud.                                  3.2.4 Deskripsi Perkembangan Pema-
      Kata reformasi menjadi bukti bahwa ada                    kaian Kata Reformasi dan Tu-
proses perubahan politik di Indonesia. Peru-                    runannya
bahan politik Indonesia dianalisis dari segi                   Pemakaian kata reformasi ini dalam BI
bahasa dari Orde Lama ke Orde Baru, Orde                tidak mengalami perkembangan. Era reformasi
Baru ke Orde Reformasi. Penggunaan kata                 telah bergulir dan tidak diimbangi oleh adanya
Lama dalam Orde Lama diganti dengan kata                kepercayaan masyarakat terhadap para peng-
Baru dalam Orde Baru. Kata Baru tidak                   gerak. Kata reformasi sudah digunakan sebagai
mungkin diganti dengan kata yang secara se-             penanda jaman dalam pemerintahan di Indone-
mantik ‘lebih baru’. Kata reformasi akhirnya            sia. Kata ini tidak diorbitkan lagi oleh penutur
dipilih sebagai istilah pengganti Orde Baru             yang dahulu berposisi sebagai pelaku perubahan
menjadi Orde Reformasi. Permasalahan se-                dari status quo yang menjadi sasaran reforma-
lanjutnya apakah pemunculan paradigma baru              si. Kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara
reformasi ini akan muncul paradigma baru lagi.          membuktikan memiliki pengaruh dalam peng-
Hal ini tergantung pada pandangan global dan            gunaan bahasa. Kata yang baru digunakan seca-
internasionalisasi dalam dunia politik. Kondisi         ra besar-besaran tidak lagi memiliki gaung da-
pemerintahan selanjutnyalah yang menentukan.            lam penggunaan sehari-hari. Kata reformasi
Apakah akan muncul paradigma baru? Pa-                  menjadi penanda era kehidupan pemerintahan
radigma apalagi yang diberlakukan dalam                 ini tercermin dalam bentuk: era reformasi,masa
pemerintahan di Indonesia. Bahasa melayani              reformasi, rezim reformasi, periode reforma-
masyarakat; bahasa menjadi sarana untuk                 si, dan jaman reformasi.
mengungkapkan kehidupan penutur bahasa.                        Kondisi kehidupan yang ditandai oleh
Bahasa menyediakan media komunikasi dalam               gerakan pembaharuan ini pun menggunakan
segala bidang. Bahasa menjadi sarana yang               penanda satuan lingual. Misal: denyut refor-
siap untuk mengungkapkan segala hal yang                masi, geliat reformasi, gelora reformasi,
dibutuhkan oleh penutur bahasa.                         lokomotif reformasi, rel reformasi, dan ger-
      Penelitian ini merupakan usaha baru               bong reformasi. Penutur BI menggunakan
sehingga dibutuhkan kecermatan yang men-                kata reformasi juga memiliki kecenderungan
dalam dalam menganalisis penggunaan kata                membawa kata tersebut kepada konstruksi
reformasi. Belum ada penelitian yang meng-              yang produktif tetapi tidak membawa kon-
khususkan diri pada pemantauan secara men-              sekuensi dalam perubahan kehidupan. Pro-
dalam terhadap satu kata yang ada dalam BI,             duktif hanya dalam tataran penggunaan bahasa,
lebih-lebih kata yang baru dan masuk menjadi            namun tidak digunakan sebagai penanda
kata dalam BI. Kata reformasi ini memiliki              peristiwa sosial yang nyata. Hal inilah yang
kemiripan dengan pemakaian kata Orde Lama               menjadikan suatu satuan lingual tidak lagi
dan Orde Baru yang seringkali digunakan pada            memiliki kejelasan makna dalam kehidupan
saat rezim berkuasa. Kata reformasi menjadi             masyarakat. Makna kata yang mulai tidak
reformis ‘orang yang melakukan reformasi”               terwujudkan dalam kehidupan nyata dalam
dapat ditemukan bentuk para reformis.                   masyarakat akan mengalami kekeringan dan
Konstituen tersebut secara morfologi me-                ditinggalkan oleh penutur bahasa. Kata ter-
mungkinkan hadirnya bentuk yang setipe, misal:          sebut menjadi hiasan dalam berkomunikasi.
kaum reformis, pejuang reformis, perilaku               Kata tersebut tidak memiliki konsekuensi
reformis.                                               perubahan dalam masyarakat. Penggunaan ka-
                                                        ta reformasi ini, karena bernuansa politik,
                                                        maka kelompok yang memiliki kepentingan

                                                    173
                                            Kajian Linguistik dan Sastra, Vol. 18, No. 35, 2006: 164-174


politik tersebutlah yang harus menggunakan      sebagai berikut:
terus-menerus dan mewujudkan langkah sesuai     Pertama, kategori konstituen reformasi tiga
dengan makna yang dikandung oleh satuan lin-    yakni kata, frase, dan klausa;
gual tersebut.                                  Kedua, kategori kata konstituen reformasi
      BI memiliki kondisi yang unik sebab       terdiri atas pokok kata, KK, dan KB;
pemakaian kata ditentukan oleh dukungan         Ketiga, kategori frase konstituen reformasi
penutur terhadap kata tersebut. Penutur yang    terdiri atas FN, FV, dan Fprep.;
cenderung mempunyai kepentingan dengan          Keempat, kategori klausa terdiri atas: kon-
kata tersebut akan secara sadar bahkan emo-     stituen reformasi sebagai pengisi fungsi S,
sional mempergunakan kata tersebut dalam        fungsi P, fungsi Ket., fungsi O, fungsi topik,
kehidupan sehari-hari. Bahkan, kesan yang       fungsi Pel., sebagai struktur anak kalimat;
ada penutur bahasa dapat berada di balik kata   Kelima, struktur non klausa ; dan
yang digunakan. Kata tersebut bisa juga digu-   Keenam, kata reformasi sebagai kata pungut
nakan untuk memperkokoh kekuasaan yang          ternyata dapat diperlakukan seperti kata lain
dimilikinya; kata tersebut dapat digunakan      yang lebih dahulu dipungut dalam BI. Kata
mengkonstruksi kehidupan sesuai dengan ke-      reformasi menjadi satuan lingual dalam BI dan
pentingannya.                                   pada masa reformasi digunakan secara fre-
                                                kuentatif. Artinya, produktif kuantitatif dalam
4. Simpulan                                     kesempatan bertutur penutur BI selalu meng-
     Berdasarkan hasil analisis terhadap kata   gunakan kata reformasi.
reformasi, maka dapat diambil simpulan



                                  DAFTAR PUSTAKA


Chaer, Abdul. 1990. Semantik Bahasa Indonesia. Bandung: Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi
      Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.
Fatimah-Djajasudarma. 1993. Semantik 2 Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: PT Refika
      Aditama.
Kridalaksana, Harimurti. 1983. Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia.
Leech, Geoffrey. 2003. Semantik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Salim, Peter. 1991. The Contemporary English-Indonesian Dictionary. Jakarta: Modern
       English Press.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana
      University Press.




                                            174

								
To top