Wawan Wicaksono A. L2K050252 Akhir Pekan XXIII TUGAS AKHIR

Document Sample
Wawan Wicaksono A. L2K050252 Akhir Pekan XXIII TUGAS AKHIR Powered By Docstoc
					Wawan Wicaksono A.
L2K050252
Akhir Pekan / XXIII
TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Di era new economy sekarang ini, awalnya, banyak orang percaya dapat memanfaatkan
Teknologi Internet untuk suatu model bisnis yang dapat mendatangkan revenue dengan
cepat dan mudah. Kepercayaan ini segera mereka realisasikan dengan membuka sebuah
situs web. Pemanfaatan situs web yang mereka kembangkan bervarasi sekali. Misalnya,
untuk media iklan dalam bentuk banner bagi perusahaan-perusahaan lain. Ada juga yang
memanfaatkannya untuk toko virtual, yang menyajikan barang atau jasa. Yang paling
semarak dalam pemanfaatan situs web, adalah untuk breaking news provider (penyedia
berita online).


Untuk model bisnis yang manapun, awalnya banyak sekali para kapital ventura (venture
capitalists) yang bersedia menyuntikkan dana jutaan dollar. Bahkan, sampai ada yang berani
mengalokasikan budget untuk marketing programnya saja sampai US 2 juta lebih. Para
pemilik modal ini berhasil diyakinkan oleh para cyberpreuner yang menjual konsep dan mimpi
mereka untuk memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan Teknologi Internet. Mereka
yakin, karena menurut perhitungan, setelah satu atau dua tahun berjalan, mereka akan dapat
menjual bisnis dotcom ini ke publik melalui IPO (Initial Public Offering) dan memperoleh dana
segar kembali sebagai ROI (Return on Investment) atau untuk pengembangan bisnis.


Namun belum lagi euphoria ini berlangsung genap dua tahun, para pemilik modal (venture
capitalists) sudah mulai gamang terhadap kepercayaan mereka semula. Mereka mulai ragu
dengan model bisnis seperti itu, karena mereka mengharapkan model bisnis dotcom yang
telah menjamur dan berhasil di Amerika dan Eropa, akan juga dapat dengan mudah
diterapkan dengan berhasil di negara-negara Asia, termasuk di Indonesia.


Ada bebarapa catatan dari pengalaman para pemain dotcom di Asia yang dapat dijadikan
pelajaran berharga.


Pertama, sesungguhnya Teknologi Internet tidak sepenuhnya merubah konsep kita dalam
berbisnis. Melainkan sifatnya memberi nilai tambah terhadap proses bisnis. Sehingga, jika
kita sudah memiliki dua hal yang esensial dari berbisnis, yaitu: produk dan pembeli (pasar),
maka kita sudah dapat melakukan bisnis dan (kemungkinan besar) sudah untung. Sehingga
Teknologi Internet haruslah diterapkan sebagai sesuatu yang memberikan nilai tambah.
Misalnya, sebagai teknologi andalan untuk berkomunikasi melaui pemanfaatan situs web
sebagai wahananya. Jadi, untuk dapat sukses sebagai perusahaan dotcom, kita tetap dituntut
untuk memiliki Produk yang akan diperjual-belikan, dan Pembeli atau pasar yang siap
menerima produk atau jasa kita. Dengan demikian, situs web perusahaan Anda sifatnya akan
lebih kepada memberi nilai tambah perusahaan untuk semakin kompetitif, karena lebih
Wawan Wicaksono A.
L2K050252
Akhir Pekan / XXIII
TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


mudah dijangkau dan mempercepat proses komunikasi yang lebih baik dengan pelanggan,
maupun dengan mitra usaha Anda secara transparan.


Kedua, mengingat jumlah pemakai internet yang ada di Indonesia sama sekali jauh dari
menjanjikan (hanya lebih sedikit dari 1 juta), maka model bisnis yang memanfaatkan situs
web akan lebih menguntungkan, jika ditujukan untuk berkolaborasi antar perusahaan. Hal itu
sering disebut sebagai model bisnis dotcom dalam bentuk B2B (Business to Business).
Model B2B akan memberikan nilai transaksi lebih besar, walau secara kuantitas penggunaan
intenetnya lebih sedikit daripada B2C (Business to Customer).


Ketiga, setiap perusahaan yang akan online perlu memiliki rencana yang cukup matang
terhadap pertumbuhan yang terjadi dan juga terhadap budget. Seringkali, para pemimpin
perusahaan dotcom adalah mereka-mereka yang mantan bankir, mantan konsultan, atau
mantan wartawan. Jika mereka kurang memiliki pengalaman di TI dan tidak merencanakan
budget dengan baik dalam menjalankan perusahaan yang berbasis internet ini, maka yang
umumnya terjadi adalah pengeluaran yang tak terkontrol. Sehingga, ketika terjadi penciutan
budget, maka cenderung akan mematahkan semangat dari para pekerja sebagai sebuah
kelompok (team). Misalnya, sebuah portal (TOM.COM) yang dilahirkan oleh seorang
billionaire sekelas Li Ka-shing sekalipun terpaksa harus mengurangi 80 pekerjanya tidak lama
setelah mereka melaunch web-site mereka. Di lain pihak perencanaan pertumbuhan juga
sangat penting. Terutama rencana untuk mengontrol tahapan-tahapan pertumbuhan
perusahaan dan prioritas-perioritas di masa depan. Jangan sampai karena lemahnya
perencanaan terhadap perioritas apa yang harus dilakukan di masa depan menyebabkan
terjadinya executive overload. Hal ini akan kurang menguntungkan perusahaan.


Keempat, pastikan bahwa dengan go-online Anda akan memperoleh keuntungan (revenue).
Ace.com, misalnya, walaupun telah menelan biaya US$ 20 juta untuk usaha melelang
mainan dan menjual newsletter secara online, namun tetap sulit memperoleh keuntungan.
Usaha dotcom B2C ini kemudian beralih ke B2B setelah diambil alih oleh Richard Li melalui
perusahaan Pacific Century CyberWork (PCCW). Dari kasus ini kita memaahami bahwa
seringkali sebuah harapan optimis yang berlebihan terhadap perkembangan e-commerce
dapat menjadi sumber permasalahan yang terjadi.


Kelima, untuk dapat berkompetisi di bisnis online, kita harus focus kepada hal-hal yang
mendasar. Hal ini terutama disebabkan model bisnis online masih tergolong baru dan belum
ada reference internasionalnya. Sehingga kita perlu hati-hati dan lebih focus kepada core
bisnis kita. Konsekuensi logis yang terjadi adalah terjalinnya kemitraan (partnership) dengan
pihak lain yang memang memiliki kemampuan di bidangnya.
Wawan Wicaksono A.
L2K050252
Akhir Pekan / XXIII
TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Keenam, harus fleksibel. Model bisnis yang dijalankan perusahaan-perusahaan dotcom harus
fleksibel. Alasannya adalah bahwa komunitas investor sangat skeptis terhadap sebuah
rencana bisnis (business plan) yang tidak jelas secara detil kapan akan memperoleh
keuntungan. Hal ini mengakibatkan sebuah perusahaan besar sekalipun terpaksa merubah
rencana mereka kembali, seperti yang dilakukan oleh Sohu.com, sebuah Internet portal
terbesar di China. Dengan demikian, untuk tetap mendatangkan keuntungan dan
berkompetisi dengan baik, merubah rencana strategi dari suatu perusahaan dotcom saat ini
adalah menjadi hal yang sangat lumrah. Kita dapat cermati strategi Asia Online yang semula
menargetkan untuk menjadi AOL di Asia. Namun, kini malah menyediakan solusi bisnis untuk
perusahaan-perusahaan.


Ketujuh, hal teraakhir yang patut diperhatikan oleh setiap perusahaan yang akan online
adalah bersiap-siap untuk hal yang terburuk. Kenapa? Karena nampaknya pasar Internet di
Asia sedang mengalami konsolidasi besar. Kasus pengakuisisian ChinaRen.com, portal ke-9
terbesar di China, oleh Sohu.com adalah menjadi suatu bukti bahwa di era new economy
sekarang ini, yang namanya acquisition, buyouts, stock swaps, dan mergers akan terjadi
secara mengejutkan. Jadi, siap-siap saja perusahaan dotcom Anda, yang sudah memberikan
keuntungan, kepemilikannya akan dengan mudah dan cepat berpindah.




REFERENSI
1. Barometer Pengembangan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Indonesia
2. CBN Portal
3. Dotcom Indonesia
4. E-commerce - Infrastruktur Untuk Ekonomi Global
5. Friendster - Pesona Baru Dunia Online
6. JobsDBsuccess
7. Kreativitas
8. Membangun Brand Dengan Memanfaatkan Blog
9. Pelajaran Berharga
10. Pelajaran Dari Mendirikan Perusahaan Start-up
11. Perebutan Kue DetikCom Yang Menggiurkan
12. Pergolakan Informasi Di Indonesia Akan Sia-sia
13. Prinsip Dasar E-learning - Teori Dan Aplikasinya Di Indonesia
14. Reformasi ICT
15. Strategi Marketing Di Era New Economy
Wawan Wicaksono A.
L2K050252
Akhir Pekan / XXIII
TUGAS AKHIR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


16. Sukses Dengan Email
17. Teknologi Informasi Sebagai Kebudayaan Modern Dalam Perencanaan Pembangunan
18. Terangnya Keterbukaan Dan Optimisme Asing
19. UKM Indonesia Menantang Dunia
20. Virtual » Blog Internet Marketing Indonesia » Siapa Bilang Orang Tua Enggan
21. Menangkap Peluang Bisnis Outsourcing IT
22. Model Naif Aplikasi Internet
23. Nikah Yuu..k! Online Reality Show
24. Pasang Surut Dotcom
25. Telur Kolombus

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:52
posted:1/14/2010
language:Indonesian
pages:4