FUNGSI DAN PERANAN HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL by fwc14500

VIEWS: 11,318 PAGES: 11

									PENGANTAR ILMU EKONOMI MAKRO
 Teori Perdagangan Internasional

              (Modul 11)




                  Oleh :
        Ir. Sahibul Munir, SE, MEc.




 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM KELAS KARYAWAN
   UNIVERSITAS MERCU BUANA
           2007/2008
   FUNGSI DAN PERANAN HUBUNGAN EKONOMI
               INTERNASIONAL

1. Arti dan Ruang Lingkup
         Ilmu ekonomi internasional adalah cabang ilmu ekonomi yang
   mempelajari segala sesuatu mengenai hubungan ekonomi antara negara.
   Sebagai cabang ilmu ekonomi, ilmu ekonomi internasional juga mempelajari
   keterkaotan ilmu ekonomi mikro (yang mempelajari tentang masalah penentuan
   harga-harga dan alokasi sumber daya yang langka) dan ilmu ekonomi makro
   (yang mempelajari tentang penentuan pendapatan nasional dan penggunaan
   sumber daya keseluruhan/agregat dan segala liku-likunya).
         Ilmu ekonomi internasional mengkaji keterkaitan antara ilmu ekonomi
   mikro dan ilmu ekonomi makro dengan jalan mempelajari aspek khusus yang
   tidak dipelajari secara mendalam pada teori ekonomi yang umum, disamping
   penerapan teori ekonomi itu sendiri pada hubungan ekonomi internasional. Atas
   dasar-dasar itulah materi ilmu ekonomi internasional, mengikuti tradisi klasik,
   dapat dikelompokkan kedalam kelompok materi yang berisikan teori-teori murni
   perdagangan internasional dengan segala kebijakan ekonomi yang terkait
   langsung dengan masalah perdagangan internasional serta kelompok materi
   yang berisikan teori-teori penyesuaian moneternya dengan segala kebijakan
   ekonomi yang tersangkut langsung kepadanya. Karena itu seperti cabang-
   cabang ilmu ekonomi yang lain yang juga bersifat terapan, masalah kebijakan-
   kebijakan   ekonomi    yang    terkait   langsung   dengan    hubungan     ekonomi
   internasional memegang peranan yang sangat penting, dan dalam hal ini
   jangkauannya jelas lebih luas dibandingkan dengan cabang-cabang ilmu
   ekonomi yang lain karena ruang lingkup studinya tidak dipagari oleh batas-batas
   negara yang ada. Keadaan ini menyebabkan sifat kebijakan ekonomi
   internasional lain dari sifat kebijakan ekonomi lain yang bersifat nasional.
         Hubungan ekonomi internasional menyangkut banyak aspek. Aspek-
   aspek itu dapat berupa pertukaran seperti komoditi, pertukaran jasa, pertukaran



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                    Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                       PENGANTAR EKONOMI MAKRO
   modal dan teknologi, pertukaran informasi dan komunikasi serta aspek yang
   membawa akibat terjadinya hak dan kewajiban seperti hubungan hutang-piutang
   dan hubungan sewa-menyewa. Pertukaran komoditas dan jasa antara penduduk
   satu negara dengan penduduk negara lain terjadi karena keperluan mereka
   untuk memperoleh barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan hidup yang tidak
   selalu dapat mereka hasilkan sendiri atau kalau dapat dihasilkan sendiri
   memerlukan biaya yang sangat tinggi. Hal ini terutama disebabkan karena
   hadiah alam kepada masing-masing negara tidak sama, baik dalam jenis
   maupun besarnya, di samping pertukaran komoditi dan jasa, setiap negara
   memerlukan pula modal dan teknologi untuk membantu merealisasi potensi
   sumber daya alam yang dimilikinya maupun untuk pengembangan industrinya.
   Modal dan teknologi yang dimiliki sesuatu negara mungkin sekali tidak cukup
   besar dan tidak cukup canggih untuk melaksanakan pembangunan ekonominya.
   Bagi negara-negara yang sedang berkembang pemasukan modal dan teknologi
   dari luar negeri memegang peranan tidak kecil dalam usaha untuk membangun
   ekonomi mereka. Termasuk dalam pengertian modal dan teknologi adalah
   tenaga-tenaga ahli, mesin, dana, komputer, teknik produksi, pengelolaan usaha
   dan kewiraswastaan. Dalam zaman modern ini kecuali barang dan jasa serta
   modal dan teknologi, pertukaran informasi dan komunikasi menduduki peranan
   yang penting pula. Penemuan-penemuan baru, proses produksi baru dan
   berbagai-bagai hal yang dapat memandang pembangunan lebih cepat yang
   berasal dari sesuatu negara dapat dengan mudah diinformasikan kepada
   negara-negara yang lain. Perkembangan saranan informasi dan komunikasi
   seperti kabel tangah laut, satelit, komputer dan sebagainya memungkinkan
   proses pemberian informasi ke negara lain dengan mudah, cepat dan sama.
   Keseluruhan    hubungan    ekonomi      itu   membentuk   hubungan   ekonomi
   internasional yang berupa pertukaran.
         Hubungan ekonomi lain yang tidak kalah pentingnya dan kadang-kadang
   terkait langsung dengan hubungan yang berupa pertukaran adalah hubungan
   yang menimbulkan hak      dan kewajiban yang menyangkut waktu. Hubungan
   seperti itu misalnya saja adalah hubungan hutang pitung. Hubungan seperti ini



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                     PENGANTAR EKONOMI MAKRO
   serigkali timbul sebagai akibat terjadinya hubungan pertukaran. Jikalau sesuatu
   negara membeli barang X dari negara lain dengan perjanjian membayar setelah
   jangka waktu tertentu (kredit), maka terjadilah hubungan hutang-piutang.
   Hubungan hutang piutang dapat berjangka pendek dapat pula berjangka
   panjang. Disamping hubungan hutang-piutang yang timbul sebagai akibat dari
   pertukaran, terdapat pula hubungan hutang-piutang yang bersifat langsung. Hal
   ini dapat terlihat pada pinjaman luar negeri seperti dilakukan oleh Indonesia
   kepada negara-negara IGGI (Inter Govermental Group on Indonesia). Kecual
   bantuan luar negeri yang berupa hibah, yaitu bantuan luar negeri yang berupa
   pemberian sehingga tidak perlu dikembalikan, semua hubungan yang
   menimbulkan hak dan kewajiban yang menyangkut waktu itu mempunyai
   konsekwensi pada posisi kredit sesuatu negara.
        Kedua bentuk hubungan ekonomi internasional itu, baik yang berupa
   pertukaran maupun yang berupa hutang piutang, menggambarkan kedudukan
   ekonomi suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain. Tetapi
   walaupun hubungan-hubungan itu menunjukkan posisi ekonomi internasional
   sesuatu negara, tidak berarti bahwa hubungan-hubungan itu lepas dari kondisi
   ekonomi didalam negeri. Keterkaitan antara hubungan internasional dan kondisi
   dalam negeri sesuatu negara dapat sangat penting dapat pula tidak, tergantung
   pada proporsi peranannya.
        Pada dasarnya ruang lingkup ilmu ekonomi internasional tidak jauh
   berbeda dengan ruang lingkup ilmu ekonomi pada umumnya. Kalau ilmu
   ekonomi umum terutama mempalajari berbagai masalah yang terjadi pada
   suatu negara saja, jadi terlepas dari kaitannya dengan negara lain, maka ilmu
   ekonomi internasional mempunyai jangkauan yang lebih luas, jadi lebih umum,
   dibandingkan dengan dengan ilmu ekonomi yang hanya mempelajari keadaan
   dan masalah suatu negara saja, sebuah ekonomi tertutup. Apabila tekanan
   diletakan pada hubungan ekonomi antar negara, maka sebenarnya jumlah
   negara yang saling berhubungan itu tidak lagi merupakan banyak negara dan
   banyak hubungan, tetapi tinggal satu hubungan saja. Dewasa ini hampir tidak
   ada lagi negara yang sepenuhnya mempunyai ekonomi yang tertutup.



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                 Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                    PENGANTAR EKONOMI MAKRO
         Dari uraian diatas, berikut ini disampaikan rincian dari ruang lingkup yang
    menjadi pokok bahasan ekonomi internasional yang meliputi :


    (1) Teori murni perdagangan (The pure theory of trade)
       Teori ini membahas dasar terjadinya perdagangan dan keuntungan-
       keuntungan dari perdagangan.


    (2) Teori kebijakan perdagangan (The theory of commercial policy)
       Teori yang mempelajari alasan serta akibat timbulnya pembatasan-
       pembatasan terhadap arus bebas perdangangan.


    (3) Neraca pembayaran (The balance of payment)
       Adalah dokumen (pembukuan) sistematis dari semua transaksi ekonomi
       antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain.


    (4) Penyesuaian dalam Neraca Pembayaran (Adjustment in the
        Balance of Payment)
       Yaitu   mekanisme    penyesuaian    terhadap    ketidakseimbangan     neraca
       pembayaran dibawah sistem moneter internasional yang berbeda.




Peranan Perdagangan Internasional
      Dalam dunia modern dewasa ini, jarang sekali ada negara yang mampu
memenuhi seluruh kebutuhan sendiri tanpa melakukan kerja sama dengan negara
lain. Melalui perkembangan teknologi yang cepat, pembagian kerja menjadi semakin
mantap, sehingga perkembangan spesialisasi menjadi semakin pesat pula.
Akibatnya semakin banyak pula barang dan jasa yang tersedia untuk dipertukarkan,
dan sejalan dengan itu transaksi yang menyangkut pertukaran sumber daya alam,



Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                   Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                      PENGANTAR EKONOMI MAKRO
sumber daya manusia dan teknologi juga berkembang semakin cepat. Dengan
demikian terlihat bahwa perdagangan internasional, yaitu perdagangan barang, jasa
dan aktiva merupakan mata rantai yang sangat kuat yang menghubungkan
perekonomian berbagai negara.


TEORI MURNI PERDAGANGAN INTERNASIONAL
1. Pandangan Merkantilis mengenai Perdagangan
       Filsafat ekonomi merkantilis yang populer dari abad XVI hingga
pertengahan abad XVIII, menyatakan bahwa cara yang terpenting bagi suatu
negara untuk menjadi kaya dan berkuasa ialah dengan mengekspor yang
melampaui impornya. Surplus pedagangan internasional diselesaikan dengan
pemasukan logam mulia terutama emas. Semakin banyak emas yang dimiliki suatu
negara, semakin kaya dan kuat negara tersebut. Sehingga suatu negara yang ingin
kaya dan kuat, ia harus merangsang ekspor dan membatasi impornya.



Ide pokok dari Markantilisme adalah :
(1) Agar suatu negara/raja menjadi kuat dan kaya raya maka negara/raja tersebut
   harus mengekspor sebanyak-banyaknya dan mengimpor sekecil mungkin (X>M).
(2) Dengan surplus yang besar dari selisih (X-M) tersebut, akan mendatangkan
   uang (logam mulia) yang banyak bagi negara tersebut.
(3) Logam mulia yang banyak tersebut dapat digunakan oleh raja (negara) untuk
   membiayai armada perang guna memperluas perdagangan luar negeri kemudian
   diikuti oleh adanya kolonialisasi dan penyebaran agama.


2. Absolute Adventage dari Adam Smith
      Adam Smith         yang terkenal dengan bukunya “aninquiry into the

nature and causes of the wealth of nation”. Mengkritik pandangan orang-
orang Merkantilis, dan sebaliknya menganjurkan perlunya dilakukan perdagangan




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                 Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                    PENGANTAR EKONOMI MAKRO
bebas sebagai suatu kebijaksanaan yang paling baik dan menguntungkan bagi
negara-negara didunia.


Smith berpendapat bahwa dengan pandangan bebas setiap negara dapat
berspesialisasi produksi pada barang (produk) yang mempunyai keunggulan absolut
dan mengimpor barang yang mengalami kerugian absolut (disadvantage absolute).
Dengan spesialisasi produksi ini, akan dapat menghasilkan pertambahan produksi
dunia yang dapat dimanfaatkan bersama-sama, melalui perdagangan antar negara
sehingga tidak ada negara yang dirugikan melalui/dalam perdagangan tersebut.
Dengan demikian keuntungan yang diperoleh suatu negara tidak dilakukan dengan
mengorbankan negara lain. Semua negara dapat memperoleh keuntungan secara
serentak.


Keuntungan absolute : suatu keuntungan yang diperoleh suatu negara
dari melakukan spesialisasi produksi terhadap suatu barang yang mempunyai
“efisiensi produksi” lebih tinggi dari produksi negara lain, dan kemudian
melakukan perdagangan internasional.
Teori absolute advantage dari Adam Smith secara sederhana menggunakan
teori nilai tenaga kerja ( labor theory of value) yang dapat dijelaskan dengan
contoh sebagai berikut :


Keuntungan multak (absolute advantage) ini dihitung (dinyatkaan) dengan
jumlah (banyaknya) jam kerja per-periode waktu yang dibutuhkan oleh unit tenaga
kerja untuk menghasilkan output (produk).
Keuntungan absolut ini akan dapat diperoleh suatu negara, apabila negara
tersebut mampu memproduksi suatu barang dengan jam kerja per periode waktu
yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan negara lain untuk jenis produksi yang
sama. (atau dengan jam kerja yang sama dapat menghasilkan output yang lebih
besar).




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                   PENGANTAR EKONOMI MAKRO
Didalam analisis perdagangan internasional dengan pendekatan absolute
advantage ini, menggunakan asumsi sebagai berikut;


    1. Hanya terdapat 2(dua) negara yang terlibat dalam perdagangan
       internasional.

    2. Masing-masing negara hanya dapat menghasilkan 2(dua) jenis
       barang yang sama

    3. Masing-masing negara hanya memiliki 2(dua) unit faktor
       produksi.


    4. Berlaku labor theory of value

    5. Proses produksi dalam kondisi constan return to scale ( constan
       cost), artinya harga barang per unit pada berbagai kondisi
       produksi adalah sama.

Berikut ini ditunjukan/diberikan contoh, bahwa Australia mempunyai keunggulan
absolut terhadap Indonesia dalam produksi Kain, dan Indonesia mempunyai
keunggulan absolute terhadap Australia dalam produksi beras.


            Tabel 1. Produksi (output) per unit TK per periode waktu
          NEGARA                     BERAS                      KAIN
        AUSTRALIA                   3000 Kw                    50 Yard
        INDONESIA                   5000 Kw                    25 Yard


Berdasarkan data pada tabel 1. diatas diketahui bahwa :
   Australia lebih efisien dalam menghasilkan kain bila dibandingkan dengan
    Indonesia (artinya Australia mempunyai keunggulan absulut dalam produksi
    kain dari pada Indonesia). Dengan demikian Australia, akan berspesialisasi
    dalam produksi kain.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                 Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                    PENGANTAR EKONOMI MAKRO
   Sebaliknya Indonesia lebih efisien dalam menghasilkan beras bila dibandingkan
    dengan Australia (artinya Indonesia mempunyai keunggulan absolut dalam
    produksi beras bila dibandingkan dengan Australia).


Setelah kedua negara masing-masing berspesialisasi dalam menghasilkan barang
yang mempunyai keunggulan absolut maka keduanya akan segera mengadakan
perdagangan (trade) untuk memperoleh keuntngan perdagangan (Gain of
Trade=GOT). Menurut Adam Smith dengan adanya perdaganan bebas, setiap
negara akan berspesialisasi dalam menghasilkan produksi yang mempunyai
keunggulan absolute (dapat berproduksi lebih efisien dibanding negara lain) dan
mengimpor     produk    yang    mengalami     kerugian    absolute    (absolute
disadvantage).


Spesialisasi Produksi
       Bila Australia dan Indonesia melakukan spesialisasi dalam memproduksi
produk yang mempunyai keunggulan absolut, maka Australia akan menggunakan
seluruh input faktornya yaitu sebanyak 2 unit (lihat asumsi nomor 3) untuk
menghasilkan kain dan akan diperoleh hasil sebanyak 100 yard kain. Begitu juga
Indonesia yang berspesialisasi dalam produksi beras, akan menghasilkan beras
sebanyak 10.000 kg.



Perdagangan Bebas yang Saling Menguntungkan
       Sesudah spesialisasi produksi dilaksanakan oleh masing-masing negara,
maka perdagangan bebas yang saling menguntungkan akan dapat dilangsungkan.
Sedangkan harga (TOT) dan jumlah komoditi yang diperdagangan tergantung
kepada kesepakatan antara negara-negara yang melakukan perdagangan bebas
tersebut.
       Agar perdagangan bebas tersebut menguntungkan
keduabelah pihak, maka kurs tukar (TOT) setelah dilakukan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                  Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                     PENGANTAR EKONOMI MAKRO
perdagangan harus terletak diantara TOT masing-masing
negara sebelum perdagangan bebas dilaksanakan (TOT
Before Trade)

Kurs tukar atau harga relatif perdagagan di Indonesia sebelum melakukan
perdagangan internasional dengan Australia adalah : 5000 Kw Beras = 25 Yard Kain
atau 1 Kain(K) = 200 Beras(B)



        TOT INDONESIA BEFORE TRADE : 1 K = 200 B


Kurs tukar atau Terms of Trade(TOT) di Australia sebelum dilakukan perdagangan
internasional adalah : 3000Kw Beras = 50 Yard Kain atau 1 Kain(K) = 60 Beras(B)


            TOT AUSTRALIA BEFORE TRADE : 1 K = 60 B

Agar perdagangan bebas ini menguntungkan kedua belah pihak maka dasar tukar
atau kurs (term of trade) yang disetujui kedua belah pihak harus terletak diantara

1 K = 60 B dan 1 K = 200 B. Yaitu misalnya 1   K = 100 B

Dalam perdagangan bebas ini dimisalkan Australia ingin mengimpor beras dari
Indonesia sebanyak 5000 kg yang akan ditukar dengan kain. Untuk memperoleh
beras sebanyak itu Australia harus mengekspor kain ke Indonesia sebanyak 50 yard
(karena TOT int’l    : 1 K = 100 B), ke Indonesia sehingga setelah dilakukan
perdagangan bebas keadaan kedua negara adalah sebagai berikut :



Keadaan Aftar Trade.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB                 Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                    PENGANTAR EKONOMI MAKRO
Tabel 2. Konsumsi dan Keuntungan Perdagangan yang dapat dinikmati oleh
Australia dan Indonesia setelah perdagangan int’l.
    Negara        Konsumsi         Konsumsi          TOTint’l  GOT (Gains
                    Beras            Kain                       of Trade)
   Australia       5000 kg          50 yard        1 K = 100 B  2000 kg
  Indonesia         5000 kg           50 yard                      25 yard


Jadi dengan adanya perdagangan bebas yang dilakukan setelah kedua belah pihak
melaksanakan spesialisasi produk yang memiliki keunggulan absolute, akan
memungkinkan suatu negara menikmati lebih banyak produk dari pada yang dapat
dihasilkan didalam negeri without trade.




Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB              Ir. Sahibul Munir SE, M.Si
                                                 PENGANTAR EKONOMI MAKRO

								
To top