Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

CDK 1 - Usia Tua

VIEWS: 565 PAGES: 19

									Pa Udin

Pa Abdulraji

Pa' Abdulroji dan Pa' Udin kedua-duanya berumur lebih kurang 90 tahun. Wajah Pa' Abdulroji menunjukkan rasa capai dan derita, sedangkan mata Pa' Udin menyinarkan kekuatan dan wibawa

EDITORIAL ARTIKEL ARTIKEL DUNIA KOSMETIKA OBAT BARU ALBERT SCHWEITZER PENGALAMAN PRAKTEK KAMI TELAH MEMBACA UNTUK ANDA UNIVERSITARIA KALBE FARMA AWARD
Alamat Redaksi :

Kata pengantar nomor pertama ........................................................ hal 4 Dapatkah proses menjadi tua dihambat atau dicegah ? ...................................................................................... hal 5 Pengaruh usia tua terhadap effek obat ............................................. hal 8 Perawatan kulit pada usia lanjut ....................................................... hal 10 Clindamycin........................................................................................ hal 11 Biografi seorang dokter tauladan ......................................................hal 14 Simpanlah obat-obat demikian rupa sehingga anak tak dapat mengambilnya sendiri . ........................................... hal 16 Abstrak-anstrak ...................................................................................hal 17 .......................................................................................................... ha122 .......................................................................................................... ha122

Majalah Cermin Kedokteran P.O. Box. 3105/Jkt. Jakarta. Penanggungjawab : Oen L.H. Dewan Redaksi : Oen L.H. B. Suharto S. Pringgoutomo No. ijin : 1565/K/DIT PP/IL 1a/1973 tgl 1 - Nopember - 1973

3

EDlTORIAL

Berkat kemajuan teknologi dewasa ini maka berbagai ilmu kedokteran ikut pula berkembang dengan pesatnya: Baik dalam lapangan basic sciences maupun dalam lapangan diagnostik dan terapi banyak sekali ditemukan hal-hal yang baru. mengikuti Justru oleh karena "medicine is life-long study" maka wajiblah seorang dokter perkembangan-perkembangan dalam ilmu kedokteran sehingga tidak tertinggal oleh "kereta pengetahuan"; Untuk maksud ini diperlukan hubungan yang erat antara para ahli dalam berbagai lapangan kedokteran baik melalui pertemuan-pertemuan maupun melalui publikasi-publikasi. Hingga kini hanya para dokter yang bertempat tinggal dipusat atau tak jauh dari pusat dapat memanfaatkan publikasi-publikasi yang berasal dari dalam negeri maupun yang datang dari luar negeri. Majalah-majalah ini sekarang mulai datang secara teratur dalam jumlah yang cukup besar. Kepadatan jadwal sehari-hari seorang dokter juga merupakan faktor penting yang berakibat tak banyak waktu terluang untuk membaca majalah-majalah ilmu kedokteran. Berdasarkan alasan-alasan diatas maka Medical lnformation Service, P: T. KALBE FARMA, menerbitkan majalah ini untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada para dokter dengan kesukaran-kesukaran tersebut diatas. dan Tujuan kami adalah untuk menyajikan kepada para dokter perkembangan-perkembangan penemuan-penemuan terbaru dalam berbagai lapangan kedokteran didalam satu bentuk singkat dan menarik sehingga mempermudah pembacaan. Topik-topik ilmu kedokteran yang cukup aktuil sekarang ini juga akan dibahas: Usul-usul, nasehat-nasehat dan pertanyaan-pertanyaan akan kami perhatikan sebaik-baiknya: Besar harapan kami bahwa penerbitan ini bermanfaat untuk para teman sejawat.

Editor.

4

Menjadi tua merupakan proses kemunduran semua fungsi tubuh yang berakhir dengan dengan kematian. Sejak zaman dahulu orang telah berusaha menghindari menjadi tua dan kematian . Ceriteraceritera yang berasal dari berbagai peradaban menunjukkan berbagai bangsa tersebut telah berusaha untuk memperoleh suatu " obat", baik yang berbentuk suatu cairan maupun yang berbentuk suatu tumbuhan atau binatang, yang dapat mencegah pemakan "obat" tadi menjadi tua atau mati. Untuk mendapat " obat" itu jalan yang harus ditempuh demikian sulit sehingga praktis tak mungkin akan tercapai. Hingga kini rahasia untuk tidak menjadi tua masih belum ditemukan. Usaha-usaha seperti operasi kosmetik dan terapi hormonal hanya merupakan jawaban untuk mengatasi sebagian dari persoalan yang kompleks ini. Proses kemunduran tersebut meliputi baik morfologi maupun fungsi hampir seluruh organ didalam tubuh yang berakibat kemampuan individu tersebut menurun. Untuk jaringan tertentu yang tak dapat melakukan regenerasi seperti jaringan syaraf, proses kemunduran dapat dianggap telah dimulai sejak masa kanak-kanak. Kemunduran fungsionil dapat dilihat pada tabel yang disajikan pada naskah : PENGARUH USIA TUA
TERHADAP EFFEK OBAT.

Bilamanakah seseorang mencapai usia lanjut (old age)? Di Inggeris usia lanjut ditetapkan mulai pada umur 60 tahun untuk wanita dan pada umur 65 tahun untuk pria. Di Indonesia umur 55 tahun dipergunakan sebagai usia untuk memulai pensiun. Akan tetapi umur menurut penanggalan (chronological age) tidak selalu sama dengan umur biologis (biological age) (lihat gambar kulit depan). Didalam kehidupan sehari-hari perbedaan antara kedua jenis umur , tersebut juga dapat ditemukan : orang-orang tertentu tampak cepat menjadi tua sedangkan orang-orang lain yang seusia memberi kesan awet muda. Oleh karena alasan ini maka usia menurut penanggalan saja tidak cukup untuk menilai usia biologis seorang individu. Tetapi bagaimana usia biologis seseorang dapat dinilai ? Ini memang sulit sekali akan tetapi F. VERZAR menemukan suatu cara yang cukup objektip. Kollagen merupakan sejenis protein yang terbanyak terdapat didalam tubuh binatang dan manusia. Zat ini merupakan bagian fibreus utama didalam jaringan-jaringan kulit, tendo, ligamen, tulang rawan, tulang dan lensa mata. Dengan menetapkan usia biologis serat kollagen yang berasal dari sesuatu individu maka usia biologis individu tersebut juga akan diketahui. Satu sifat kollagen yang telah diketahui sejak dahulu ialah bahwa serat kollagen (yang misalnya terdapat didalam jaringan tendo) mengkerut (kontraksi) bila serat tersebut dimasukkan didalam air panas. Prof. VERZAR didalam percobaan-percobaannya menggunakan serat-serat kollagen yang diambil dari ekor tikus laboratorium. Ditemukan oleh beliau bahwa daya kerut serat kollagen bertambah dengan usia tikusnya. Serat-serat kollagen yang telah berkerut akan memanjang kembali (relaksasi) bila suhu air diturunkan kembali. Serat-serat kollagen yang berasal dari tikus-tikus muda lebih cepat memanjang kembali dibanding dengan serat-serat kollagen yang berasal dari tikus tikus yang lebih tua. 5

Selain kemunduran-kemunduran jasmaniah terjadi pula perobahan-perobahan psychologis. Waktu reaksi meningkat, daya belajar menurun disertai berkurangnya daya ingat dan effisiensi mental. Semua kemunduran-kemunduran yang telah disebut diatas mengakibatkan seorang dengan usia lanjut kurang dapat menghadapi dan mengatasi stress dan kurang dapat menyesuaikan diri terhadap perobahanperobahan yang timbul didalam lingkungannya. Dapat difahami bahwa usia lanjut membawa persoalan-persoalan kepada individu dan kepada masyarakat. Persoalan usia lanjut terutama dirasakan dinegerinegeri yang telah maju dalam lapangan ekonomi dan lapangan kedokteran. Pengurangan angka kematian oleh penyakitpenyakit mengakibatkan penduduk dinegara-negara tersebut mencapai usia yang lebih lanjut (lihat tabel).

Sifat serat kollagen ini tidak hanya ditemukan pada kollagen tikus akan tetapi juga terdapat pada kollagen lain-lain binatang, termasuk manusia. Cara yang ditemukan oleh VERZAR ini dapat dipergunakan untuk menilai umur biologis seseorang, yaitu dengan menilai usia biologis serat-serat kollagen individu tersebut, misalnya serat kollagen yang diambil dari kulitnya. Perobahan sifat-sifat serat kollagen diatas dapat diterangkan oleh penambahan jumlah ikatan-ikatancovalent seperti ikatan ester dan ikatan hydrogen yang ditemukan didalam serat-serat kollagen tua. Penambahan jumlah ikatan-ikatan tersebut menyebabkan serat-serat menjadi kaku. Perobahan-perobahan serupa yang disebabkan oleh waktu juga ditemukan didalam makromolekul lain yang banyak terdapat dialam, yaitu karet. Oleh karena persamaan ini maka proses yang terjadi pada usia lanjut dianggap sebagai proses menjadi tuanya makromolekul (macromolecular ageing), sesuatu proses yang wajar. Hingga kini "obat mujarab" yang dapat mencegah seorang menjadi tua belum ditemukan. Akan tetapi banyak penyelidikan telah dilakukan untuk menetapkan perobahan-perobahan yang terjadi pada usia lanjut. Bila perobahan-perobahan ini telah diketahui maka usaha-usaha dapat diarahkan untuk mencegah atau menghambat proses menjadi tua. Faktor-faktor yang diketahui berperanan dalam proses menjadi tua adalah : A. Faktor keturunan. Bahwa faktor keturunan merupakan faktor penting untuk mencapai usia lanjut telah diketahui sejak dahulu. Ini dapat terlihat dengan jelas pada binatangbinatang. Kupu-kupu tak dapat hidup lebih lama dari 1 minggu dan tikus-tikus laboratorium hanya dapat hidup paling lama 3 tahun, sedangkan kura-kura dapat mencapai umur lebih dari seratus tahun. Untuk manusia faktor keturunan tak tampak sejelas ini akan tetapi diketahui bahwa suku-suku tertentu di Georgia (USSR) dan suku Maori di Selandia Baru dengan mudah mencapai umur 100 tahun. Diduga bahwa padasuku-suku yang dengan mudah mencapai umur 100 tahun terdapat sautu faktor 6

keturunan yang dapat mencegah atau menghambat proses menjadi tua. B. Faktor infeksi. Bangsa-bangsa yang telah dapat memberantas penyakit-penyakit infeksi dapat menurunkan angka kematian sehingga penduduk negara tersebut mempunyai life-expentancy yang lebih besar. (al. Denmark, Holland dan Jepang). Akan tetapi pemberantasan infeksi sendiri tidak dapat memperpanjang umur hingga misalnya 100 tahun. Umur tikus-tikus yang dibiakkan didalam kandang-kandang yang suci-hama (steril) dapat diperpanjang dengan 100 hari. C.Faktor makanan. Sejak dahulu faktor makanan telah dianggap penting dalam mencapai usia lanjut. Makanan sehari-hari pada suku-suku di Georgia (USSR), yang dengan mudah mencapai usia 100 tahun, tidak atau sedikit sekali mengandung asam lemak yang jenuh. Asam lemak jenuh pada umumnya berasal dari lemak-lemak binatang. Kini telah diketahui bahwa pengurangan asam lemak jenuh didalam makanan sehari-hari dapat menghindarkan atherosclerosis. Kelainan-kelainan didalam pembuluh-pembuluh darah otak dan jatung sering mengakibatkan kematian penderita dengan atherosclerosis. D. Faktor radikal-radikal bebas (free radicals) Radikal-radikal bebas adalah fragmen-fragmen yang berasal dari berbagai molekul dan dapat bereaksi secara aktip dengan molekul-molekul lain. Ini berakibat susunan molekul-molekul terakhir berobah sehingga tidak dapat berfungsi normal lagi. Fragmen-fragmen ini mudah ditimbulkan dengan penyinaran yang berionisasi (ionising radiation). Percobaan-percobaan dengan binatang-binatang menunjukkan bahwa penyinaran seluruh tubuh (whole body irradiation) dengan intensitas tertentu dapat mengurangi umur binatang-binatang tersebut.

E. Faktor mutasi spontan Nukleoprotein yang terdapat didalam chromosom kini dianggap sebagai cetakan untuk sintesa lainlain protein, seperti enzim, antibody dll. dan juga merupakan suatu makromolekul. Pada makromolekul DNA juga dapat timbul ikatan-ikatan tambahan secara spontan. Ini berakibat bahwa kode-kode yang harus disalurkan akan berobah dan akan menghasilkan proteinprotein yang tidak identik dengan yang semula. Oleh karena ini maka sel-sel akan mundur dalam kegiatan atau akan mati. Teori ini disokong oleh para penyelidik yang menganggap bahwa pada usia lanjut terjadi perobahan-perobahan pada DNA secara spontan sehingga lebih mudah tumbuh tumortumor ganas. Nyatalah pada uraian diatas bahwa banyak faktor dapat menyebabkan organisme menjadi tua, sehingga tidak mungkin untuk menemukan satu obat mujarab yang dapat mencegah atau menghambat semua perobahan-perobahan yang terjadi. Bila pada sesuatu hari ilmu kedokteran telah berhasil untuk memperpanjang hidup, maka usia lanjut yang akan dicapai harus usia lanjut yang bahagia. Dan rasa bahagia hanya dapat dicapai bila orangorang tua tersebut merasa masih dibutuhkan dan di cintai serta masih diperkenankan untuk menyumbang kan tenaga dan fikiran kepada masyarakat. Dengan demikian orang-orang tua tersebut akan merasa kepentingan dan wibawa dirinya. Bila usia lanjut yang akan dicapai kelak tidak disertai dengan rasa bahagia maka kemajuan ilmu kedokteran untuk memperpanjang hidup akan sia-sia belaka. OLH.

Kepustakaan. BERTOLINI, A.M., Enzymes and old age, Gazetta Sanitaria, XI, No. 6, 24—29, 1962. BURDETTE, W.J., Mutations and cancer, Gazetta Sanitaria, XII, No. 1/2 3-6, 1963 GROSS, J., CoUagen, Scientific American, May 1961 SCHLETTWEIN—GSELL, D., Are the limits of age flexible, Clinical Excerpts, 21, 760—764, 1970. SCHNEIDER, J., Old age, Ibid., 21, 757—759, 1970 SIRTORI, C., Senility index and quotient, Gazetta Sanitaria, XVI, No. 162, 38 — 39, I967 SOTGIU, G., Topics and problems of gastro-enterology in the senile age, Gazetta Sanitaria, XI, No. 4/5, 3 — 10, 1962 STORMER, A., The complaints of the aged; diseases of ageing; diseases in the elderly, Clinical Excerpts, 21, 765)772, 1970 TERIGI, A.T., Physiology of aging, Gazetta Sanitaria, XVI, No. 3, 84—86, 1967 VERZAR, F., The aging of collagen, Scientific American, April 1963 VERZAR, F., Collagen and biological age, Gazetta Sanitaria, XIII , No. 5/6, 5—7, 1964. The biology of Aging, WHO Chron., 24, 404 - 408, 1970 Japan Medical Gazette, 9, No. 8, 1972 ZAMBICKA, K., The Maori of New Zealand, Geriatrics, Nov. 1972, pp. 14-16.

7

PENGARUH USIA TUA TERHADAP EFFEK OBAT
Ibarat seorang yang telah berjalan jauh Dari nilai-nilai fisiologik tersebut nyata dan sedang dalam perjalanan kembali bahwa hampir semua proses reaksi dimendekati "rumahnya" dengan tubuh dalam sel berlangsung lebih lambat pada yang letih dan penuh bekas-bekas "luka", usia lanjut. Hal ini penting dan perlu demikian keadaan tubuh orang yang su- diketahui didalam klinik karena penafsiran penyakit, nilai-nilai laboratorium dan dah tua. Enam puluh, tujuh puluh, delapan puluh cara pengobatan harus disesuaikan dengan dan mungkin pula seratus tahun yang lalu umur penderita dan bukan hanya dibania meninggalkan "rumahnya" dengan se- dingkan dengan nilai-nilai normal hasil kedar bekal alat-alat tubuh dan kecerdas- penyelidikan pada anak-anak muda. an untuk pergi menempuh cita-cita yang Seperti diketahui besar efek suatu obat tidak diketahuinya . Berbagai jenis peng- tergantung pada beberaka faktor, antara alaman seperti trauma, infeksi, beban lain : 1) konsentrasi obat bebas disekitar pikiran, kurang makanan, hujan, panas, kelembaban dan kekeringan serta segala reseptor dan 2) kepekaan reseptor sendiri. beban jasmani yang melelahkan telah Disamping itu konsentrasi obat bebas dilaluinya dan segala-galanya telah me(bentuk obat yang aktif dan tak terikat ninggalkan bekas yang menetap pada tuprotein) ditentukan oleh berbagai faktor buhnya. Beberapa alat tubuhnya yang memang yaitu : absorpsi, derajat pengikatan oleh mungkin " baik" akan tetapi secara ke- protein plasma, biotransformasi dan seluruhan tidak mampu lagi ia memikul exkresi obat tersebut. Masalah perubahan kepekaan " resepbeban yang dahulu pernah dipikulnya. " Tubuhnya telah banyak berubah; per- tor obat pada usia lanjut masih belum diselidiki , sehingga belum dapat diuraikan tumbuhan badan telah berhenti, kulit telah keriput, rambut memutih, gigi geligi disini. telah banyak yang tan ggal, alat kelamin Pada dasarnya : secara kwalitatif obat telah mengalami involusi, alat indera ke- yang diberikan pada orang tua mengalami hilangan ketajamannya. Bentuk tubuhnya nasib yang sama dengan obat yang ditidak tegap lagi, otot-ototnya melemah berikan pada orang muda; akan tetapi dan koordinasi terganggu. Ia amat pelupa secara kwantitatif mungkin sekali terdan pandangan hidupnya menjadi kon- dapat perbedaan. Perbedaan ini dapat servatip dan kaku. Semua ini menunjuk- terjadi karena penurunan kemampuan tukan bahwa telah terjadi berbagai perubah- buh orang tua dalam absorpsi, pengikatan an fundamentil yang hebat. dengan protein plasma, metabolisme dan Menurut SCHOCK (1) antara umur 30 exkresi obat yang mungkin telah terjadi dan 75 tahun terjadi perubahan- baik karena pengaruh usia sendiri maupun perubahan seperti yang tampak pada ta- karena pengaruh penyakit yang pernah dialami. bel I.
Tabel I. Perubahan nilai-nilai fungsi fisiologik dari usia 30 tahun ke 75 tahun menurut SCHOCK. Fungsi jenis fisiologik % penurunan

"Max 0 2 uptake" selama latihan 60 47 Volume ventilasi max. paru-paru Kapasitas vital paru-paru 44 "Cazdiac output" (istirahat) 30 Aliran plasma ginjal 50 Kecepatan filtrasi glomerulus 31 Jumlah glomerulus 44 Aktivitas kel. adrenal dan kel. kelamin menurun Kecepatan metabolisme basal 16 "Body water content" 18 Kecepatan pemulihan keasaman ke normal setelah latihan 83 Berat otak 10 Aliran darah ke otak 20 Jumlah "taste buds" 64 Jumlah serabut dalam saraf 37 "Nerve conduction velocity" 10

Tractus digestivus Umumnya aktivitas motorik lambung pada orang tua tidak berubah secara nyata, sedangkan baik volume maupun kepekaan asam lambung berkurang (2). Hal ini tentu akan mempengaruhi absorpsi obat. Proses ionisasi obat (perubahan dari bentuk non-poler menjadi bentuk poler) oleh asam lambung terhambat. Ini terutama terjadi dengan obat yang bersifat alkalis, dan mengakibatkan peninggian absorpsi obat tersebut dalam lambung. Sedangkan terhadap obat yang bersifat asam mungkin pengaruh proses tersebut tidak begitu besar. Absorpsi Fe dan asam lambung. Frekwensi ulcus pepticum pada orang tua memang cukup tinggi; menurut suatu penyelidikan dirumah sakit di Amerika Serikat, 15% penderita ulcus pepticum yang dirawat dirumah sakit berumur lebih dari 60 tahun (2). Akan tetapi hal ini

mungkin berhubungan dengan semakin luasnya pemakaian obat yang potensiil dapat menyebabkan timbulnya tukak lambung seperti aspirin, reserpin, indomethacin, phenylbutazone dan preparat corticosterois. Perlu pula dinyatakan disini bahwa ulcus pepticum pada usia diatas 65 tahun biasanya lebih sukar disembuhkan. Ini tentu sehubungan dengan penurunan daya regerasi jaringan, gangguan vaskularisasi, nutrient dan mungkin pula disertai degenerasi maligne. Penderitapenderita itu sudah tentu sering memperoleh pengobatan antasida untuk keluhankeluhan lambungnya. Perubahan keasaman lambung oleh obatobat antasida pasti mempengaruhi absorpsi obat lain. Selain itu beberapa jenis obat misalnya antibiotika golongan tetracyclin telah terbukti dapat membentuk kompleks dengan ion-ion divalent dan trivalent seperti Ca++, Mg++ dan Al++ yang sukar diserap. Ion-ion ini sering terdapat didalam obat antasida, sehingga kadar terapeutik antibiotika dalam darah baru tercapai dengan pemberian dosis yang lebih tinggi (3). Kemampuan fungsionil usus halus yang berubah pada orang tua. Ini terbukti pada pengurangan absorpsi vit. B 1 , vit. B 12 , vit. A, carotene dan asam folat; sedangkan absorpsi vit. C tidak terganggu (2). Absorpsi lemak juga berkurang pada orang tua. Lemak yang tidak diserap itu dapat membentuk kompleks dengan Calcium yang tak larut dan sukar diserap, sehingga dapat menghambat pula absorpsi Ca. Absorpsi zat-zat lain yang larut dalam lemak juga ikut terganggu (4). Biotransformasi & Hepar Dalam tubuh obat mengalami biotransformasi melalui berbagai proses misalnya reduksi, oksidasi, hidrolisa dan konjugasi. Proses biotransformasi ini terjadi terutama didalam hepar dan sebagian juga didalam ginjal, plasma dan jaringan lain. Kini dianggap bahwa proses biotransformasi pada orang tua berlangsung lebih lambat. Ini ternyata antara lain pada metabolisme Digoxin yang menghasilkan kadar dalam plasma lebih tinggi dan lebih lama pada orang tua (3). Masalah ini mudah dipahami bila kita perhatikan keg g nyataan adanya penurunan nilai-nilai fisiologik pada orang tua (lihat tabel I). Baru-baru ini O 'MALLEY dkk. (5) membuktikan bahwa proses metabolisme antipyrine dan phenylbutazone pada orang tua (umur 70—100 tahun) berlangsung lebih lambat dari pada golongan

8

umur yang lebih muda (umur 20 — 50 tahun), seperti ternyata pada waktu paruh (half life) plasma obat-obat tersebut. (lihat tabel 2).
Table 2. Metabolisme obat pada orang tua "plasma half life"(jam) Golongan Antipyrine Phenylbutazone Kontrol 12,0 ± 3,5 5I,2 ± 19,4 Umur 20 — 50 th. Geriatrik Umur 70 — 100 th 17,4 ± 6,8 I04,6 ± 49,7

obat bebas yang aktip dalam darah, sehingga kemungkinan tumbulnya efek sampingan dan intoksikasipun semakin besar. Ginjal dan fungsi exkresi Telah diuraikan diatas bahwa pada orang tua terjadi pengurangan " kidney plasma flow " , " glomerular filtration rate" dan jumlah glomerulus secara nyata. Ini berarti bahwa kecepatan exkresi obat melalui ginjal akan ikut berkurang. Telah dibuktikan bahwa "penicillin half life" pada orang tua nyata lebih panjang dari pada pada orang muda. Seperti diketahui penicillin adalah suatu obat yang± 90% exkresinya dilakukan oleh tubuli renalis. Kenyataan diatas cukup membuktikan bahwa pada orang tua fungsi exkresi tubuli renalis telah berkurang (6,7). Dari semua peristiwa yang mungkin dialami oleh obat mulai dari absorpsi, metabolisme dan exkresinya akibat berbagai perubahan yang telah diuraikan diatas, dapatlah disimpulkan bahwa : 1. Pada usia lanjut telah terjadi berbagai perubahan degeneratif yang fundamentil (enzymatik seluler) yang mengakibatkan menurunnya kemampuan semua fungsi alat tubuh. 2. Penyakit-penyakit yang pernah diderita dapat memperburuk keadaan fungsi alat tubuh o rang tua.

3. Kemungkinan intoksikasi obat pada orang tua lebih besar daripada pada orang muda, sehingga perlu pertimbangan dan perhitungan yang jauh lebih teliti dalam memilih jenis dan menentukan dosis obat yang akan diberikan pada orang tua.

Kepustakaan : 1. The Aging Patient. Harrison's Principles of Internal Medicine, 6th. Ed. pp. 40 — 42, I971, Wintrobe et aL (Eds), Mc. Graw Hill. 2. BERMAN, P.M. and KIRSNER, J.B., Tha Aging Gut. Geriatrics, 27 : 84—90, I972 3. HARTSHORN, E.A., Handbook of Drug Interactions. Part I, pp. 37, 1970, Donald E. Francke, Cincinnati 4. REIFENSTEIN, E.C., Harrison's Principles of Internal Medicine, 2nd. Ed. 1953, Mc. Graw Hill, New York 5. O'MALLEY, K., et aL, The Effects of age and sex on human drug metabolism, Brit. Med. J., 3; 607, 1971 6. WEINSTEIN, L, The Penicillins in the Pharmacological Basis of Therapy, Goodman, L.S. and Gilman, A. (Eds.) 4th. Ed., pp. 1216, 1970, The Mac. Millan Co. Toronto 7. KAMPMANN, J. et aL, Factors influencing penicillin half-life, Clin. PharmacoL and Therap., 13 : 516—519, 1972

Berkurangnya volume ventilasi maximal, kapasitas vital, "cardiac output" dan "basal metabolic rate" sebenarnya telah cukup menggambarkan bahwa kemampuan biotransformasi tubuh menurun. Hal ini terbukti aktivitas obat akan bertambah lebih lama dan kemungkinan terjadinya " accumulation" serta intoksikasi oleh pemberian dosis yang berulang, diperbesar. Tentang perubahan derajat pengikatan protein yang terjadi pada orang tua belum diketahui; akan tetapi hal ini jelas tergantung pada kemampuan sintesa protein yang berkurang pada golongan usia lanjut tersebut. Semakin rendah kadar protein plasma semakin kurang jumlah obat yang terikat oleh protein dan semakin banyak

9

PERAWATAN KULIT PADA USIA LANJUT
KATA PENGANTAR Dalam praktek sehari-hari, seorang dokter mungkin berhadapan dengan wanita-wanita yang memerlukan pertolongan untuk perawatan kulitnya. Dibawah ini telah dibahas secara singkat anatomi dan fisiologi kulit serta pengaturan kadar lemak dan kadar air Lemak dan air merupakan dua zat penting yang sangat menentukan sifat-sifat kulit. Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman sejawat dalam menghadapi persoalan ini. Redaksi

Kulit manusia terdiri dari dua bagian; bagian atas yang disebut " epidermis" dan " bagian bawah yang disebut " endodermis " atau "dermis saja. Masing-masing bagian berapa lapisan. Yang terdiri lagi atas paling penting untuk pembahasan perawatan kulit ialah lapisan teratas epidermis yang bemama " stratum corneum". Stratum corneum atau lapisan tanduk terdiri atas sel-sel keratin yang mati dan tak berinti, yang secara periodik terlepas dari pennukaan kulit untuk digantikan dengan sel-sel lain berasal dari lapisanlapisan dibawahnya. Dalam kulit terdapat pori-pori untuk penyaluran keringat keluar dan folikelfolikel rambut yang memiliki kelenjarkelenjar lemak. Lemak atau sebum yang dibentuk oleh kelenjar-kelenjar tersebut selain meminyaki rambut yang bersangkutan juga berfungsi sebagai pelumas permukaan kulit disekitarnya. Pelumasan ini bertujuan membuat kulit halus dan fleksibel, sehingga mengurangi friksi dan mencegah kulit menjadi retak. Akan tetapi sebum tidak dapat mencegah kulit menjadi kering, oleh karena keringnya kulit adalah akibat rendahnya kadar air didalam stratum corneum. Selaput yang dibentuk diatas permukaan kulit tidak cukup oklusip untuk mencegah penguapan air melalui kulit. Fleksibilitas kulit berhubungan langsung dengan kadar air dalam stratum corneum. Air adalah plasticiser paling effektip bagi kulit dan kulit yang telah retak dapat menjadi nonnal kembali jika titik embun udara disekitarnya berada diatas suatu tingkat kritis. Titik embun adalah suhu udara dimana uap air mulai mengembun menjadi tetetesan-tetesan yang terlihat Berapa banyak air dibutuhkan kulit untuk bersifat tetap lunak dan fleksibel ?. Kulit mengandung antara 10 sampai 30 persen air. Untuk bersifat cukup lunak dan fleksibel stratum corneum harus mengandung paling sedikit 10 persen air. 10

Dibawah angka ini kulit akan mulai terasa kasar, bersisik dan rapuh. Masalah kulit kering pada dasarnya adalah masalah pengangkutan air secukupnya kedalam lapisan tanduk atau mencegah kehilangan terlalu banyak air yang berdifusi keluar. Bagaimana kulit menjaga keseimbangan airnya ? Air dapat berdifusi perlahan-lahan keatas dari jaringan-jaringan kulit yang lebih dalam atau dari lapisan-lapisan bawah epidermis. Kecepatan difusi ini diatur oleh suatu mekanisme yang tersusun rapih dan bagian utamanya merupakan suatu sekat epidermal yang kuat dan serupa plastik dengan tugas utama menahan air. Tampaknya lapisan penyekat itu adalah identik dengan stratum corneum. Difusi air adalah suatu proses keseimbangan; jika ada air meninggalkan permukaan kulit maka akan ada air lagi yang dibebaskan oleh kulit bagian bawah untuk menggantikannya. Sekat itu berperanan sebagai katup (valve), yang membuka dan menutup sesuai dengan perbedaan-perbedaan konsentrasi dan suhu pada kedua sisi selaput kulit. Pada suhu tinggi air akan ditarik kepermukaan sebagai keringat untuk mendinginkan kulit. Ini menghasilkan suatu kelembaban relatip yang tinggi, yang bertahan diatas permukaan kulit dan mencegah kehilangan air lebih banyak melalui epidermis. Untuk mengatur keseimbangan air secara effektip maka stratum corneum dilengkapi dengan komponen-komponen pengikat air, yang terdiri atas senyawasenyawa organik dan anorganik yang didalam air. Zat-zat ini membantu stratum corneum menahan air dan ikut menghindarkan kadar air turun dibawah batas minimal 10 persen itu. JACOBI menggambarkan campuran zatzat tersebut sebagai " faktor pembasah alamiah" . Menurut IDSON didalam stratum corneum masih terdapat " lipoidal

agents " yang berperanan mencegah zatzat higroskopik tersebut larut terbawa oleh air bila kulit dimasukkan kedalamnya. Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kulit sehat yang berfungsi normal memenuhi syara-syarat sebagai berikut. 1. Memiliki kelenjar lemak dalam jumlah yang wajar dan yang menghasilkan sekret (sebum) dalam batas-batas wajar pula; tidak terlalu berlebih hingga membuat kulit tampak berlemak atau bahkan sampai menimbulkan jerawat, tetapi juga tidak terlalu sedikit sehingga kulit tetap licin, halus dan fleksibel. cukup 2. Stratum corneum memiliki komponen-komponen pengikat air, sehingga kulit dapat mempertahankan kadar airnya yang wajar untuk bersifat tetap lunak dan plastis. Pada kulit tua terjadi degerasi kelenjar-kelenjar lemak, hingga sekresi sebum menjadi jauh berkurang. Ini berakibat pelumasan kulit terganggu dan kulit menjadi kasar dan bersisik. Disamping itu " lipoidal agents" yang melindungi komponen-komponen higroskopik didalam stratum corneum juga berkurang, sehingga stratum comeum tidak mampu lagi mempertahankan kadar air yang wajar didalam kulit. Ini berakibat jumlah air yang meninggalkan permukaan kulit melalui penguapan lebih besar daripada jumlah air yang dapat menggantikannya . Alhasil kulit akan menjadi kering dan retakretak. Salah satu usaha untuk mencegah stratum corneum kehilangan terlampau banyak air ialah dengan menutup permukaan kulit untuk menghambat penguapan air. Zat menutup atau oklusan paling effektp adalah vaselin, karena vaselin membentuk suatu selaput tipis yang kontinu dan bersifat hidrofob. Akan tetapi oleh karena vaselin memberi rasa berlemak pada

OBAT BARU
CLINDAMYCIN :

kulit, dan juga oleh karena vaselin sukar diemulsikan sehingga sukar dicuci dari kulit, maka dipandang dari sudut kosmetik vaselin kurang estetik untuk dipakai dalam bentuk aslinya. Okludan yang paling digemari dunia kosmetik adalah yang berbentuk cream. Cream adalah suatu emulsi yang terbentuk dari komponen-komponen minyak dan air. Emulsi ini dapat bersifat minyak dalam air atau O/W (oil in water) atau bersifat air dalam minyak atau W/O (water in oil). Bagian lemak didalam cream dapat membentuk suatu selaput oklusip diatas permukaan kulit sedangkan airnya dapat meresap kedalam stratum corneum dan membantu rehidrasi lapisan tanduk itu. Lagi pula lemaknya membantu sebum membuat kulit lebih halus dan lebih fleksibel. Pada kulit tua sekresi sebum sangat menurun. Cream semacam ini disebut " emollient cream". Disamping usaha rehidrasi kulit secara fisik seperti diatas dapat pula diusahakan terapi hormonal, yaitu dengan penambahan pregnenolon, suatu steroid dengan aktivitas estrogenik, pada cream tersebut. Pada umumnya steroid ini dipakai dalam kadar 0.5% dalam bentuk pregnenolon asetat. Telah terbukti bahwa zat ini dapat menghilangkan keriput-keriput melalui rehidrasi dan pengencangan kulit. Hormon lain yang juga sering dipergunakan adalah progesteron. Steroid ini dianggap dapat memperbaiki fungsi kelenjar-kelenjar lemak. PDU.
Kepustakaan : 1. IDSON, B. : Dry Skin & Emolliency, Drug & Cosmetic Industry, III, No. 2, 28, 1972. 2. BARNETT, G. : Cosmetics Science and Technology, 2nd. ed., VoL I, Wiley Interscience, New York, 1972, pp. 27 and 105. 3. HARRY, R.G.: Modern Cosmeticologu, 5th. ed., Leonard Hill, London, 1962, pp. 1 — 22. 4. DE NAVARRE, M.G. : The Chemistry and Manufature of Cosmetics, 2nd. ed., VoL II, D. Van Nostrand Coy, Inc., New York, 1962, pp. 278. 5. JAKOBI, O.K.: as quoted by IDSON (1972). ooOoo

– [7(S) - chloro - 7 - deoxylincomycin] – antibiotika derivat lincomycin – hasil-hasil percobaan in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa clindamycin effektip terhadap : vivo menunjukkan bahwa clindamycin effektip terhadap: – beta-hemolytic streptococci – diplococcus pneumonia – alpha-hemolytic strep tococci – sebagian besar strain-strain staph. aureus tidak effektip terhadap : – H. influenzae – N. gonorrheia – Strep. faecalis – semua bakteri Gram ( –) Clindamycin. HC1 telah disetujui oleh FDA untuk digunakan dalam klinik dan hanya tersedia untuk pemberian secara per oral; penyuntikan Clindamycin. HC 1 secara lM menimbulkan rasa nyeri hebat disebabkan iritasi lokal. Clindamycin–2–PO 4 sangat baik untuk penyuntikan secara lM akan tetapi clindamycin–2–PO 4 sendiri tidak memiliki sifat antibakteri; effek antibakteri ini baru timbul setelah senyawa itu dihidrolisa menjadi Clindamycin basa Pada bayi dan anak-anak Clindamycin–2–PO 4 yang diberikan secara suntikan IM diserap lebih cepat dan menghasilkan puncak kadar plasma yang lebih tinggi serta diexkresi lebih cepat dalam urine dari pada penyuntikannya pada orang dewasa Penggunaan Clindamycin sama dengan Lincomycin dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa 150 – 450 mg setiap 6 jam dan untuk anak-anak 8 – 20 mg untuk tiap-tiap kg berat badan sehari terbagi dalam beberapa dosis toksisitas : kadang-kadang timbul gejala-gejala gastro-intestinal akan tetapi lebih jarang menimbulkan diare dibanding dengan lincomycin dapat menimbulkan gejala-gejala a/lergi kepada mereka yang hypersensitip leucopenia yang bersifat semen tara dapat menaikkan nilai alkali phospha tase dan serum transaminase cross-resistance : dengan lincomycin

–

–

–

–

– –

–

– – – –

11

ALBERT SCHWEITZER

Siapakah di Indonesia yang telah, sedang atau akan mengikuti jejak Dr. Schweitzer ?. Masih terdapat banyak daerah di Indonesia dengan taraf kesehatan yang masih rendah; yang membutuhkan dokter-dokter idealis; dokter yang bersedia berkorban demi profesinya; yang tidak berfikir untuk mengumpulkan kekayaan materi sebesar-besarnya. Tanah air kita memerlukan puluhan dokter-dokter muda yang bersedia hidup sederhana dan hanya mempunyai satu tujuan didalam penghidupannya, ialah menolong sesama manusia, menolong mereka yang sedang menderita karena sakit. Albert Schweitzer lahir pada 14 Januari 1875 disebuah desa kecil Alsace, Gunsbach. Ayahnya adalah seorang pendeta yang sangat dihormati untuk keramah-tamahannya. Rumahnya senantaisa terbuka untuk mereka dengan kesulitankesulitan rochaniah, jasmaniah maupun untuk mereka yang sedang dalam kesulitan keuangan. Dalam keluarga dengan hidup sederhana tetapi cukup inilah A1bert Schweitzer tumbuh dan berkembang mengikuti jejak ayahnya. Ia bersekolah bersama-sama dengan anak-anak desa yang hidup dalam lingkungan serba kurang; yang kadang-kadang berpakaian jelek dan sebagainya. Melihat semua ini Albert mengambil kesimpulan bahwa iapun harus hidup seperti mereka. Karena itu ia menolak untuk berpakaian bagus; ia tidak mau menggunakan " overcoat " oleh karena teman-temannya juga tidak memakainya. Hal-hal seperti ini sering menimbulkan pertengkaran-pertengkaran dengan ibunya, walaupun ia baru berumur 10 tahun. Disekolah ia tidak begitu pintar dan ia memang tidak mau terlalu menonjolkan diri. la bahkan rela dan senang bilamana teman-temannya mengalahkannya dikelas . Akan tetapi dalam satu hal ia sangat menonjol, ialah kegemarannya akan musik. Pada umur lima tahun, ayahnya mengajarnya main piano dan dengan cepat ia sudah dapat membaca musik. Pada umur delapan tahun ia minta ijin untuk belajar organ dan ibunya sangat gembira karena ayahnya adalah seorang pemain organ yang cukup ternama. Dalam waktu satu tahun ia sudah pandai 14

main organ dan pada umur sembilan tahun ia kadang-kadang diminta untuk memainkan organ mengiringi kebaktian gereja. Kegemaran untuk main musik, terutama organ merupakan obsesi untuk Albert dan setiap waktu senggang dipergunakan untuk bermain musik. Tidaklah mengherankan bahwa waktu Albert mulai bekerja di Lambarene, sebuah desa terpencil dipedalaman Afrika, pada waktu senja dan matahari mulai terbenam, terdengarlah alunan suara merdu pianonya. Orang-orang desa disekitarnya akan berdudukan disekitar rumahnya untuk ikut menikmati suara piano yang dimainkan oleh Dr. Albert Schweitzer. Pada tahun 1895 sewaktu masih berumur 18 tahun, ia mengunjungi bibinya di Paris dan sang bibi memohon seorang guru musik ternama Charles Marie Widor untuk mendengarkan permainan organ Schweitzer. Widor seperti lain-lain guru yang termashur hanya bersedia menerima murid-murid yang sangat berbakat dan pada beberapa tahun akhir ini ia sudah tidak menerima murid baru. Akan tetapi waktu ia mendengar permainan organ Schweitzer, ia sedemikian kagum hingga sang gurulah yang menawarkan diri untuk mengajar Schweitzer lebih lanjut. Demikianlah dimulai karier musik Albert. Ia belajar bermain organ di St. Sulpice dan kemudian memainkan organ yang termashur di N9tre Dame. Setiap kali ia mendapat libur dari Universitas Strasbourg dimana ia menjadi mahasiswa jurusan Theologi, ia tentu pergi ke Paris untuk bertamu dan belajar musik lebih lanjut pada gurunya, Widor. Dengan demikian ia dikenal oleh dunia musik Paris. Pada tahun 1899 ia mendapatkan gelar doktor untuk jurusan Theologi dan satu tahun kemudian ia dinobatkan sebagai pendeta, mengikuti jejak ayahnya. Ia menulis buku tentang persoalan-persoalan agama antara lain " The Quest of the Historical Jesus" yang menimbulkan reaksi-reaksi tajam. Atas permintaan Widor ia menulis buku tentang J.S. Bach, seorang pengarang musik termashur dan Albert Schweitzer menjadi seorang ternama baik dalam bidang Theologi maupun dalam bidang musik. Dengan demikian waktu

kepala "St. Thomas' s Theological College" mengundurkan diri, pilihan sebagai penggantinya jatuh kepada Schweitzer, walaupun ia baru berumur 28 tahun. Orang-orang menduga bahwa Schweitzer sekarang akan terus memperdalam pengetahuannya dalam bidang Theologi dan musik dan akan menghadapi masa depan yang sangat baik. Akan tetapi hal ini tidak terjadi. Satu tahun setelah ia menjabat sebagai kepala St. Thomas, secara kebetulan ia membaca sebuah artikel yang berjudul "The Needs of the Congo Mission " dalam laporan "Paris Missionary Society " . Tertariklah hatinya kepada artikel tersebut yang menjelaskan tentang buruknya kesehatan di Kongo, tingginya angka-angka kematian dan betapa besarnya kebutuhan tenaga kesehatan untuk mengatasi kesengsaraan hidup yang disebabkan oleh merajalelanya berbagai macam penyakit. Setelah membaca artikel ini termenunglah Schweitzer; selama beberapa hari ia memikirkan tentang ketidak adilan didunia ini. Ia membandingkan kehidupan di Europa yang sudah serba cukup dengan kehidupan yang masih serba primitip dan sengsara di Afrika. Terketuklah hatinya dan segera ia menyadari bahwa missionnya bukanlah mengajar Theologi akan tetapi menolong sesama manusia yang masih hidup dalam alam kesengsaraan. Untuk ini dibutuhkan dokter-dokter dan ia mengambil keputusan untuk belajar lagi menjadi dokter. Dengan demikian, hanya oleh karena secara kebetulan ia membaca sebuah artikel dimulailah suatu karier baru, suatu karier penghidupan yang berakibat ribuan jiwa manusia tertolong dan sengsara yang selalu melanda mereka diperingan. Albert Schweitzer mengajukan permohonan berhenti sebagai kepala St. Thomas dan pada umur 29 tahun ia mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran di Strasbourg. Dalam waktu enam tahun ia lulus dan mendaftarkan diri sebagai sukarelawan pada "Missionary Society " . Walaupun mereka sangat membutuhkan dokter-dokter, akan tetapi oleh karena persoalan yang pernah timbul akibat "The Quest of the Historical Jesus " ia

ditolak. Albert tidak putus asa; dengan kata yang memberi harapan. Albert penuh keyakinan ia berbicara dengan Schweitzer bersama istrinya hidup sangat kepala "Missionary Society" dan pada sederhana dan penghidupan mereka haakhirnya ia diterima juga. Ia dikirim ke nya bertujuan : menolong sesama maParis untuk mempelajari Tropical Me- nusia. Tetapi dunia yang fana dengan dicine selama setahun. Pada waktu-waktu manusia-manusianya yang serba kompleks senggang ia memberi konser , untuk me- tak dapat membiarkan suami-istri ini bengumpulkan dana-dana karena ia telah kerja dengan tenang. Perang Dunia permengambil keputusan untuk membangun tama meletus di Europa. Walaupun Albert sebuah rumah sakit sendiri di Lambarene, Schweitzer bekerja untuk sebuah misi suatu kampung kecil ditepi kali Ogowe, Perancis akan tetapi karena ia dilahirkan di Jerman, maka pejabat-pejabat pemerinFrench Equatorial Africa. Pada tahun 1912 ia menikah dengan tah setempat menangkap kedua suamiseorang teman, Helen Breslan, dan pada istri. Jumaat Suci (Good Friday) 1913, berang- Albert Schweitzer tidak protes dan ia katlah ia ke Afrika bersama istrinya. menerima nasib dengan tenang. Ia meminSetibanya di Lambarene ia langsung be- ta kertas dan pena untuk mulai menulis kerja keras. Walaupun tidak terdapat tem- karangan-karangan tentang filsafah hiduppat selain sebuah rumah gubuk tua yang nya dan tentang berbagai masalah dunia. mirip kandang ayam, ia langsung member- Memang telah lama ia berhasrat untuk sihkannya dan beberapa hari kemudian menulis, akan tetapi tak pernah ada waktu. Sekarang ia cukup waktu. Tetapi mulaflah ia " membuka prakteknya " . Pada hari-hari pertama 30 — 40 orang hasrat untuk menulis tersebut tak dapat dilaksanakan . Disebabkan protes-protes sudah menunggu didepan"rumah sakit"penduduk setempat, yang merasa kehinya dan dengan penuh kesayangan dan pengertian diobatinya mereka. Dalam langan penolongannya, pejabat-pejabat sewaktu singkat ia menjadi terkenal sampai tempat terpaksa melepaskan Albert didaerah-daerah disekitarnya dan jumlah Schweitzer. Selama tiga tahun berikutnya mereka bekerja lagi siang dan malam. pasiennya terus meningkat. Dari pagi hari hingga malam ia terus Sejak pagi hari puluhan orang sakit sudah bekerja tanpa istirahat, dengan tak me- menunggu; mereka perlu segera ditolong ngenal lelah. Istrinya selalu mendampingi- dan diobati. Setiap hari pasti ada operasi. nya, mengurus kebutuhan-kebutuhan hi- Tanpa istirahat dan sering karena kedup yang sangat sederhana dan selanjut- sibukan menunaikan kewajiban-kewajiban nya juga membantu didalam kliniknya. tak terasa lagi rasa lapar. Akan tetapi Rumah sakitnya terus berkembang dan birokrasi dan peperangan masih belum bantuan-bantuan dari Paris mulai ber- juga membiarkan Schweitzer bekerja dedatangan. ngan tenang. Pada tahun 1917 mereka Dalam waktu 9 bulan ia telah mengobati ditangkap lagi dan dikirimkan ke Perancis ribuan pasien dengan berbagai macam sehingga akhir perang dunia pertama. penyakit. Setiap hari tanpa mengenal Didalam penjara Schweitzer menyelesaiwaktu ia selalu siap untuk menolong kan dua jilid tulisannya yang termashur pasien-pasien yang tidak dapat dibawa " The Philosophy of Civilization " . kerumah sakitnya. Ia selalu gembira dan Setelah bebas ia ingin kembali ke untuk setiap pasien ia mempunyai kata - Lambarene untuk meneruskan peker-

jaannya. Akan tetapi peraturan-peraturan birokrasi tak mengijinkannya. Tiga tahun kemudian ia bertekad bulat untuk kembali kerumah sakitnya. Ia merasa tidak tentram didalam hati karena terbayangbayang terus penderitaan di Africa yang belum teratasi; berbagai jenis penyakit yang masih berkecamuk disana. la memerlukan uang untuk dapat bekerja lebih baik dan selama empat tahun berikutnya ia bekerja keras dengan memberi kuliah-kuliah, konser-konser dan menghubungi berbagai badan sosial untuk mengumpulkan dana. Pada tahun 1925 mereka berangkat lagi ke Afrika dan dengan dana yang telah terkumpul suami istri Schweitzer mulai membangun rumah sakit yang lebih baik. Lambarene menjadi lebih terkenal; rumah sakitnya berkembang terus berkat ketekunannya. Dukungan dunia luar mulai datang mengalir dan pada 1953 Albert Schweitzer memperoleh hadiah Nobel untuk perdamaian. Seorang dengan jiwa besar telah membuktikan kepada dunia bahwa dengan ketekunan dan kemauan kerja yang besar kesengsaraan dapat di kurangi. Pada suatu waktu istrinya bertanya kepada Albert, bila ia akan berhenti kerja untuk pensiun, dan dijawabnya " selama saya masih bernafas saya akan bekerja terus karena didunia ini masih banyak sekali yang harus dikerjakan " . " Selama didunia ini masih terdapat kesengsaraan maka kita harus bekerja terus dan tidak ada waktu untuk istirahat " . Kembalilah ke Europa " tulis kawankawan mereka "kami membutuhkan engkau disini" . Albert Schweitzer menjawab dengan singkat " Lambarene lebih membutuhkan tenagaku "

15

SIMPANLAH OBAT-OBAT DEMIKIAN RUPA HINGGA ANAK- ANAK TIDAK DAPAT MENGAMBILNYA SENDIRI Dewasa ini banyak beredar obat-obat khusus untuk anak-anak dan telah dibuat demikian rupa hingga bentuk dan rasa banyak beda dengan permen. Disatu fihak ini memang mempermudah penerimaan obat oleh anak-anak tetapi dilain fihak ini juga merupakan suatu bahaya potensiil. Anak-anak akan menganggap obat berbentuk demikian sebagai permen yang enak rasanya dan akan berusaha untuk memakannya lebih banyak. Dibawah ini akan dilaporkan sesuatu peristiwa yang telah terjadi belum lama ini. Seorang ayah telah datang dengan tergopoh-gopoh kepada seorang dokter dan menceritakan dengan nafas tersengah-sengal bahwa anaknya yang berusia lebih kurang tiga tahun telah memakan "obat panas" sebanyak 10 butir. Ayah tersebut telah mendapatkan anaknya sedang dengan lahapnya menghabiskan tablet-tablet tersebut yang masih tertinggal didalam bungkusnya. "Obat panas" itu berbentuk tablet yang telah dibuat demikian rupa sehingga rupa dan rasa mirip dengan permen. Sewaktu kejadian ini dilaporkan kepada dokter, anak tersebut masih sehat-sehat saja. Dengan cepat anak tersebut dibawa kerumah sakit dan berkat tindakan-tindakan yang cepat dirumah sakit, anak tersebut dapat dipulangkan dalam keadaan sehat.

16

SEX-ROLE INVERSION PADA PEMAIN LUDRUK. Ludruk merupakan suatu kesenian rakyat yang berasal dari Surabaya dan sekitarnya. Salah satu ciri ludruk ialah : semua pemain terdiri dari laki-laki , termasuk mereka yang memainkan peranan sebagai wanita. Telah dilakukan penyelidikan atas 38 orang pemain ludruk yang memainkan peranan wanita, dengan umur antara 18—42 tahun. Hasil penyelidikan ini menunjukkan bahwa : — Semua pemain mempunyai male-chromatin pattern pada sex chromatin test; — 37.8% diantaranya memperlihatkan kehidupan emosi yang labil; — 49% diantaranya berasal dari keluarga dimana ayah dan ibu meninggal dunia sewaktu anak-anak masih kecil; — 34.2% diantaranya menunjukkan abnormal sexual behaviour. Berbeda dengan pandangan masyarakat yang menilai " banci-banci" di Jakarta secara negatip, maka masyarakat menilai pekerjaan pemainpemain ludruk sebagai suatu usaha yang " terhormat " . OLH.
T. Prasadio , O. Iskandar dan A. Adi Sukadana, DJIWA, V, 1, 7-20, 1972.

PSYCHIATRI

JUVENILE STROBILATA TAPEWORM DIDALAM MEDULA SPINALIS MANUSIA. Seekor cacing pita muda (Juvenile Strobilate tapeworm) telah ditemukan didalam medula spinalis seorang Muangthai yang telah menderita paraplegia selama beberapa bulan. Cacing yang ditemukan itu sepanjang 76 mm. dan pada scolexnya terdapat 4 pengisap dan 1 rostellum dengan kait-kait. Alat-alat reproduksi tidak ditemukan pada segmen-segmen yang terdiri dari 300 buah, akan tetapi alat genital primordium dapat ditemukan didalam banyak segmen. Karena cacing tersebut belum dewasa dan banyak kait-kaitnya telah hilang pada scolexnya maka indentifikasi menjadi sulut akan tetapi cacing tersebut termasuk golongan Taeniidae. Penemuan ini merupakan kasus kedua pada mana bentuk strobilate tapeworm ditemukan didalam jaringan extra-intestinal pada manusia. BS. Bamrungphol, et aL, Am. J. Trop. Med Hyg., 21, 435-439, 1972. PERINGATAN KEPADA PARA PENGGEMAR OTAK KAMBING. J.B. MORLEY dari Australia telah menemukan suatu korelasi positip antara para penderita disseminated sclerosis ( =multiple sclerosis) dan frekwensi memakan otak kambing. Beliau menduga bahwa penyebab penyakit ini adalah suatu virus yang memerlukan waktu lama sekali untuk tumbuh (slow virus). Dr. MORLEY melihat suatu persamaan antara penyakit kuru dan penyakit disseminated sclerosis. Penyakit kuru ditemukan di Irian dan diduga penyakit ini juga disebabkan oleh suatu slow virus yang ditularkan melalui kannibalisme, yaitu memakan daging manusia (dan otaknya). OLH.
Lancet, May 22, 1971, hal., 1065.
Catatan editor : Bila penemuan ini kelak terbukti kebenarannya, maka kita akan terpaksa menghindari suatu hidangan lezat, yaitu sop kambing (dengan otaknya).

PARASITOLOGI

NEUROLOGI

17

EFFEK BACTERICID RIFAMPICIN TERHADAP MYCOBACTERIUM LEPRAE. Pengobatan lepra dengan obat-obat lama seperti Dapsone, memerlukan waktu yang sangat lama. Pada lepra jenis lepromatosa terapi standard dengan Dapsone pada umumnya harus dilakukan lebih dari 5 tahun untuk menurunkan jumlah M. leprae sehingga pada pemeriksaan kulit secara mikroskopik memberi hasil negatip. Pengobatan untuk jangka waktu yang lebih pendek sering menyebabkan penyakit kambuh kembali. Oleh karena cara pengobatan yang demikian lama itu, maka jumlah penderita yang perlu diobati bertambah banyak terutama didaerah endemis. Juga penderita-penderita sering menghentikan terapi sebelum mereka sembuh betul. Rifampicin, suatu derivat sintetik Rivamycin, telah dilaporkan bersifat bactericid terhadap M. Leprae pada manusia dan mencit. Effek bactericid Rifampicin jauh lebih cepat dari pada Dapsone. Pada mencit pemberian Rifampicin selama 2 hari menghasilkan effek yang ekivalen dengan pemberian Dapsone selama 2 bulan atau lebih. Pada 5 orang penderita lepra lepromatosa yang telah diobati dengan 600 mg. Rifampicin/hari, "viability " bacil M. Leprae yang diperoleh dari kelainan kulit diuji dengan menginokulasinya pada mencit untuk mengukur daya infeksi basil-basil tersebut. Ditemukan bahwa daya infeksi kuman telah hilang sama sekali setelah pengobatan selama 7 hari (pada 4 orang penderita) dan setelah pengobatan selama 14 hari (1 penderita); sedangkan pada 4 orang penderita lain yang diberi Dapsone, daya infeksi kuman baru menghilang setelah waktu yang lebih lama bahkan pada seorang penderita daya infeksi masih ada, walaupun telah menurun, 112 hari setelah pengobatan. BS.
C.C. Shepard, et al., Am. J. Trop. Med. Hyg., 21, 446-449, 1972.

DERMATOLOGI

MENGUNYAH TEMBAKAU DAN CARIES. Penyelidikan di India atas 603 orang menunjukkan bahwa mengunyah tembakau dapat mengurangi caries. Makin sering seorang mengunyah tembakau makin sedikit jumlah caries pada giginya. Diduga bahwa pada pengunyahan tembakau lingkungan didalam rongga mulut berubah demikian rupa hingga proses glycolysis oleh kuman-kuman dihambat. Oleh penyelidik-penyelidik dikemukakan bahwa untuk masyarakat umum di India mengunyah tembakau merupakan cara yang lebih effektip untuk memberantas caries dibanding dengan cara-cara yang kini lazim dipergunakan. OLH.
Dental Abstracts, 17. 656-657, 1972. Catatan editor : Akan menarik sekali untuk menyelidiki frekwensi caries diantara penduduk Indonesia yang mengunyah daun sirih dan membandingkannya dengan frekwensi caries pada mereka yang tidak mengunyah daun sirih.

ILMU KEDOKTERAN GIGI

18

ADVANCEMENTS FLAPS UNTUK PENGOBATAN STRICTURA ANI. Strictura ani dapat dihilangkan dengan cara operasi, yaitu dengan membuat lateral advancement flaps. Caranya : membuat insisi bentuk Y disebelah lateral anus hingga sphincter terpotong (sphincterotomy). Kemudian luka insisi ini dijahit kembali menjadi bentuk V. Tekniknya mudah dan cepat sedangkan hasilnya sangat baik. Cara ini dapat digunakan pada strictura mucosa ani dengan atau tanpa strictura pada lapisan otot. Cara ini juga dapat digunakan untuk mencegah timbulnya strictura ani pada operasi-operasi didaerah anus. M.
W.B. Nickel and E. R. Woodward, Arch. Surg., 104, 223-224, 1972.

ILMU BEDAH

GANGGUAN PENGISIAN MIKROVASKULER SETELAH ISCHEMIA Pada kera, art. cerebri media dijepit untuk waktu yang berbeda-beda : selama 2 jam hingga seminggu Sesuatu suspensi karbon kemudian dimasukkan kedalam sistema pembuluh darah secara infus hingga kera mati. Otak dikeluarkan dan difixasi dengan formalin. Penyebaran karbon didalam jaringan otak diselidki. Didaerah dengan ischemia ternyata pengisian pembuluh darah kecil terganggu. Makin lama ischemia berlangsung, makin berat gangguannya. Hypotensi yang timbul selama oklusi art. cerebri media menyebabkan aliran darah terhenti sama seklai. Sebab-sebab gangguan aliran darah ini ialah : pembengkakan sel-sel endothel, pembengkakan sel-sel glia, oedema cerebri dan hemokonsentrasi. Gangguan pengisian ini dapat dikurangi dengan infus larutan dextran dengan berat molekul rendah, pemberian heparin atau dengan hyperventilasi. SMM.
R.M. Crowel and Y. Olsson, J. Neurosurgery, 36, 303, 1972.

NEUROLOGI

KERACUNAN DAUN OLEANDER Oleander adalah sejenis tumbuhan yang sudah dikenal sejak lama dan merupakan tanaman hias dihalaman rumah-rumah. Bunganya berwarna putih atau merah muda. Dipulau Jawa tumbuhan ini lebih dikenal dengan nama pohon mentega (boterboom). Dilaporkan suatu kasus keracunan pada seorang wanita setelah meminum jamu daun oleander sebanyak setengah gelas. Gambaran klinik adalah chas untuk keracunan digitalis. Cara membuat jamunya : 30 lembar daun dimasak dengan air sebanyak satu rantang. Jamu ini telah diminum dengan maksud untuk mencegah kehamilan. Daun oleander diketahui mengandung sejenis glikosida-digitalis. OLH.
I.G.K.G. Kaler dan P. Prabowo, Madj. I.Penj. Dalam, V, 3, 11-19, 1972 (F.K. UNAIR).

TOKSIKOLOGI

19

MIKROFLORA USUS HALUS PADA ANAK-ANAK DENGAN DIARE KRONIK. Diare kronik pada anak hingga kini masih merupakan problem yang sukar diatasi dan angka kematian untuk penyakit ini masih tinggi. Kalaupun anak tidak meninggal, biasanya ia menderita Protein Calory Malnutrition. Demikian hasil penyelidikan pada anak-anak penduduk asli (aborigines) di Australia. Penyebab diare kronik sangat kompleks, antara lain infeksi enteral, infestasi parasit dan malabsorpsi karbohidrat. Penyelidikan terakhir pada anak-anak dengan diare kronik di Australia menunjukkan bahwa pada penderita-penderita didapatkan "overgrowth" bakteri-bakteri, baik bakteri oral (Staphylococ, Streptococ), maupun faecal (Enterocci, E. Coli, Klebsiella, Pseudomonas, Lactobacili, dll.,). Pada anak-anak normal jumlah koloni diusus sebesar rata-rata 10 3 per ml. cairan usus, sedangkan pada anak-anak dengan diare kronik didapatkan jumlah koloni lebih dari 10 6 . Yang menyolok adalah bahwa pada anak-anak yang sakit didapatkan pula koloni Candida sebesar rata-rata 5 X 10 5 per ml. Jumlah penderita yang diselidiki terdiri atas : — 12 anak dengan diare kronik yang belum diobati . dengan antibiotika; — 14 anak dengan diare kroni yang telah diobati dengan antibiotika, akan tetapi tak sembuh; — 11 anak sehat sebagai kontrol. Ternyata jumlah koloni pada anak-anak yang belum dan yang telah diberi antibiotika hampir sama besar (5 X 10 6 berbanding 2 X 10 6 ). Walaupun jumlah penderita yang telah diselidiki belum cukup banyak akan tetapi hasil penyelidikan ini sangat berarti dan perlu mendapat perhatian para dokter dalam pengobatan penderita-penderita dengan diare kronik. Kuman-kuman yang digolongkan non-pathogen seperti Pseudomonas, Klebsiella, Lactobacillus dan juga kuman-kuman oral seperti Staphylococ dan Streptococ mungkin sekali memegang peranan penting. Akhirnya jangan dilupakan Candida, suatu jenis jamur yang juga dapat menyebabkan diare, justru pada penggunaan antibiotika yang luas dan sudah seperti rutin saja, seperti dewasa ini. SNT.
M. Gracey and D.E. Stone, Austr. N.Z.J. Med., 3, 215 — 2I9, 1972.

PEDIATRI

PENGARUH WARNA TABLET K. SCHAPIRA dkk. telah memberi tablet Oxazepam dalam 3 jenis warna yang berlainan; merah, kuning dan hijau, kepada empat puluh delapan pasien dengan anxietas. Setiap pasien mendapat pengobatan dengan setiap warna selama seminggu. Pemilihan pasien telah dilakukan secara at random. Penilaian setiap hari dan setiap minggu oleh para dokter telah memberi hasil yang kurang lebih sama. Hasil percobaan ini menunjukkan bahwa pada gejala anxietas dapat diperoleh kemajuan terbesar dengan warna hijau, sedangkan warna kuning menghasilkan respons baik untuk gejala depressi. Namun prevalensi warna-warna tersebut tidak mencapai nilai statistik yang berarti, kecuali untuk keadaan phobia, demikianlah penilaian para dokter-dokter tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis warna mungkin berperanan dalam respons pasien terhadap suatu obat. SKTD.
K. Schapira et al., Brit. Med. J. 2; 446, 1970.

FARMASI

20

KELUARGA BERENCANA. Keluarga berencana selain berarti dengan sadar membatasi jumlah anak, dapat pula diartikan dengan sadar berusaha mendapatkan anak. Lebih baik lagi, bila jenis kelamin anak yang dilahirkan nanti, sesuai dengan jenis kelamin yang diinginkan. Berdasarkan perbedaan-perbedaan sifat antara sperma yang kelak akan menghasilkan anak laki-laki dan sperma yang kelak akan menghasilkan anak perempuan, maka cara-cara dibawah ini dapat dicoba. Hal-hal yang memperbesar kemungkinan memperoleh keturunan laki-laki adalah : 1. Irigasi vagina dengan larutan-larutan garam setelah coitus. (penulis menganjurkan larutan garam fisiologis, larutan Tyrode atau larutan Locke). 2. Coitus dilakukan sesaat sebelum, sewaktu atau sesaat sesudah ovulasi. Banyak wanita dapat merasakan waktu ovulasi. Bila tidak, perlu pengamatan suhu badan. Pada umumnya sehari sebelum ovulasi suhu badan setinggi 36.5 C. Setelah ovulasi suhu akan naik diatas 37 C untuk berangsur-angsur menurun. 3. Tidak melakukan coitus (puasa sanggama) dari permulaan menstruasi sampai sebelum atau sesudah ovulasi. 4. Orgasme isteri sebelum orgasme suami. 5. Inseminasi langsung kedalam collum uteri. Hal-hal yang memperbesar kemungkinan memperoleh keturunan perempuan adalah : 1. Irigasi vagina dengan larutan asam (tidak boleh terlalu asam). 2. Coitus dilakukan lebih dini sebelum ovulasi, misalkan beberapa hari sebelum ovulasi. 3. Orgasme suami sebelum orgasme isteri. 4. Tak perlu puasa senggama. Mengenai kebenaran hal-hal yang diuraikan diatas, prakteklah yang akan membuktikannya, Silahkan coba. OLH.
Moh. Said, Madj. Kes. Abri, III, No. I, 19-22, 1971.

KELUARGA BERENCANA

12

UNIVERSITARIA
Dari Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNHAS, Ujung Pandang telah diterima berita : Oleh rapat Senat Fakultas Kedokteran UNHAS, telah terpilih pimpinan baru Fakultas Kedokteran UNHAS dengan susunan :

dr: Suprapto Hardjohusodo dr: Anwar Makkatutu

sebagai Dekan sebagai Sekretaris

KALBE FARMA AWARD
Mulai tahun akademi 1971 P.T. KALBE FARMA telah merintis suatu tradisi akademi yang baru. Untuk tiap dokter yang dinilai sebagai lulusan terbaik oleh pimpinan fakultasnya, pada setiap tahun akademi oleh P.T. KALBE FARMA disediakan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah): Penyediaan KALBE FARMA AWARD ini dimaksudkan terutama untuk merangsang dan menggairahkan semangat belajar dikalangan mahasiswa kedokteran. Selain itu diharapkan juga agar kebiasaan memberi penghargaan kepada orang-orang yang telah berhasil mencapai suatu prestasi dapat dihidupkan kembali. Pada tahun 1973 telah diserahkan KALBE FARMA AWARD kepada empat fakultas kedokteran (untuk kedua kalinya) dan kepada departemen farmasi ITB (untuk pertama kalinya). Mereka yang hingga kini beruntung menerima KALBE FARMA AWARD adalah : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS INDONESIA, JAKARTA 1071 1972 : : dr. Widyastuti dr. Aryanto Soewondo

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PAJAJARAN, BANDUNG 1971 : 1972 : dr. Jajat Sunarjat dr. Eko Antono dr. Ny. Sri Redjeki Sjaraswati

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GAJAH MADA, JOGJA 1971 : 1972 : dr. Salimi Achjadu Wirjosemito dr. Ny. Juli Armini lstiadjit

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ERLANGGA, SURABAYA 1972 : dr. Wahjudi dr. Soeharto dr. Martodiredjo S. Ralat hal. 22 dra. Nurmadjuzita Apt.

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG, BAGIAN FARMASI 1972 : 22 dra. Numadjusmita Apt.


								
To top