ANALISIS RISIKO PENCEMARAN PERTAMBANGAN TERHADAP KESEHATAN - PDF - PDF

Document Sample
ANALISIS RISIKO PENCEMARAN PERTAMBANGAN TERHADAP KESEHATAN - PDF - PDF Powered By Docstoc
					          ANALISIS RISIKO PENCEMARAN PERTAMBANGAN
         TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DESA TONGO,
      KECAMATAN SEKONGKANG, KABUPATEN SUMBAWA BARAT,
                     NUSA TENGGARA BARAT

             Inswiasri, Sukar, Athena Anwar, Imam Waluyo, Jerico Pardosi

Abstrak. Penelitian “analisis risiko pencemaran pertambangan terhadap kesehatan
masyarakat desa Tongo, kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat” bertujuan
untuk memperoleh gambaran risiko pencemaran kegiatan pertambangan terhadap
kesehatan masyarakat di sekitarnya. Penelitian dilakukan secara cross sectional study.
Untuk menggali informasi sosial ekonomi, sikap dan perilaku masyarakat dilakukan
wawancara terstruktur dan teknik Rural Rapid Appraisal (RRA). Pemeriksaan logam
berat dilakukan terhadap sampel lingkungan (air, sedimen), sampel rantai makanan (air
minum, sayur, buah dan ikan) dan biomarker (rambut, darah dan urine) dengan
menggunakan alat Atomic Absorbtion Spectrophotometer (AAS). Status gizi diukur
dengan indikator Indek Masa Tubuh (IMT) serta dilakukan pemeriksaan kesehatan
terhadap responden.Hasil pemeriksaan logam berbahaya di lingkungan (air sungai, air
laut dan sedimen) menunjukkan bahwa kadar logam berat As,Cd, Cu, Fe, Mn dan Hg
dalam batas normal. Kadar logam berbahaya dalam rantai makanan untuk ikan,
beberapa terdeteksi kadar As yang melebihi standar Badan POM, air untuk minum kadar
Hg di beberapa tempat melebihi standar Badan POM, kerang dengan kadar As yang
tinggi, biji-bijian dan sayuran (jagung dan daun kelor) terdeteksi kadar Hgnya melebihi
standar Badan POM. Rata-rata status gizi masyarakat (IMT) di wilayah tambang dan
kontrol adalah normal berkisar antara 20,73 – 22,91. Sosial ekonomi masyarakat
menunjukkan bahwa perilaku makan ikan dan pengeluaran(belanja) bulanan masyarakat
kontrol berbeda dengan masyarakat wilayah tambang (p < 0,05). Masyarakat Tua Nanga
(kontrol) pola makan ikan berkisar antara 0,02 – 0,2 kg/hari/orang dengan pengeluaran
untuk belanja berkisar antara Rp 50.000,- – Rp 300.000,-/bulan/keluarga, sedangkan
masyarakat wilayah tambang pola makan ikan berkisar antara 0,04 – 0,4 kg/hari/orang
dengan pengeluaran/belanja Rp 100.000,- – Rp 3.500.000,-/bulan /keluarga. Pengukuran
biomarker menujukkan bahwa tekanan darah sistol masyarakat Benete dan Tongo
berbeda dengan tekanan darah masyarakat wilayah lain dan kadar Hg dalam rambut
masyarakat wilayah tambang lebih tinggi dibanding kontrol yaitu 257 ppb – 6587 ppb
sedangkan kontrol 233 ppb – 1565 ppb. Kadar tersebut dalam batas normal. Hasil
pemeriksaan kesehatan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan yang berkaitan
dengan pajanan logam berbahaya akibat kegiatan petambangan. Dari 161 responden yang
diperiksa ditemukan gangguan kesehatan terbanyak adalah malaria 11,2% dan maag
7,5%. Walaupun kadar logam berbahaya dalam biomarker masih dalam batas normal dan
tidak ada gangguan kesehatan yang terkait dengan logam berbahaya akibat kegiatan
tambang, namun kadar Hg dalam rambut masyarakat di wilayah tambang lebih tinggi
dibanding kontrol dan perbedaan tersebut signifikan (p< 0,05). Oleh karena itu perlu ada
monitoring dari Pengelola Tambang dan Pemerintah terhadap lingkungan dan kesehatan
masyarakat sekitar tambang secara rutin. Kepada masyarakat perlu diinformasikan bahwa
tinggal di wilayah tambang memang ada risiko tetapi dapat diminimalkan.

Kata kunci: risiko, lingkungan, kesehatan, pertambangan