SURATKU BUAT RI 1-2 Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan

Document Sample
SURATKU BUAT RI 1-2 Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Powered By Docstoc
					SURATKU BUAT RI 1-2: "Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Ekonomi" (272)

Oleh : Zainal Abadi Jay
Kamis, 01 Oktober 2009 16:49




 




 




Tembilahan, 29 September 2009




Kepada Yang Terhormat,




Bapak Presiden Republik Indonesia




Di Istana Negara




Bapak Presiden RI yang saya Hormati,




Hari ini ku kirimkan surat buat Bapak, sebagai aspirasi dari Gagasan dan Harapanku pada
Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014), dengan tama “Menjadikan Mandiri”.




                                                                                    1/6
SURATKU BUAT RI 1-2: "Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Ekonomi" (272)

Oleh : Zainal Abadi Jay
Kamis, 01 Oktober 2009 16:49

Jutaan Hektar hutan ku hilang, sejak jalan umum dibangun beberpa tahun yang lalu banyak
mobil mewah masuk kekampungku, jika kulihat nomor Polisinya jelas mereka bukanlah
penduduk setempat, bagi sebab masyarakat setempat kononlah akan menyetir mobil, melihat
dan membelipun baru-baru ini.




Terdengar saja sekarang bahwa tanah jutaan Ha sudah dibeli oleh konglongmerat dari Pusat,
padahal sejak lahir aku di sini tak sejengkal tanahpun milikku kecuali sertifikat tanah milik
Pemerintah yang boleh dihuni dan dibangun rumah oleh pemilik sertifikat.




Jutaan Ha tanah itu dibangun pabrik sawit, masyarakat tetap bersyukur karena dapat memiliki
lahan kerja, sehingga anak-anaknya lebih disuruh bekerja di Pabrik ketimbang menempuh
pendidikan, sebab dengan bekerja di pabrik gajinya mampu untuk kredit motor.




Bagi masyarakatku tak peduli baginya jutaan Ha tanah yang dia sendiri tak pernah
menginjaknya itu sudah milik konglongmerat yang jelas mereka bisa bekerja dengan dapat
gaji.




Sekarang setelah aku kembali dari pendidikan selama setahun, berbeda yang terjadi,
karyawan yang diterima oleh pabrik hanya dilakukan dengan sistem kontrak, dengan demikian
pabrik tak mau membuang uang untuk memberikan jaminan buat karyawannya baik berupa
pesangon, pensiun, bahkan tak menyediakan asuransi di luar jam kerja.




Sisi lain, dengan pembukaan besar-besaran lahan sawit, harga Kopra (sejenis isi kelapa yang
sudah dikeringkan) menurun drastis, kopra selama ini menjadi sumber penghasilan masyrakat
setempat tak bisa begitu diharapkan lagi, masyarakat menjerit sehingga pedagangpun
merasakan hilangnya daya beli ikut menanggung rugi.




Melihat harga sawit yang melonjak masyarakat berbondong-bondong menukar lahannya yang
semula kelapa, padi, jagung ditukar dengan menanami sawit, masyarakat dengan menunggu
tiga tahun mendapatkan hasilnya, namun tak lama, harga sawitpun menurun di iringi dengan
kelangkaan pupuk.




                                                                                          2/6
SURATKU BUAT RI 1-2: "Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Ekonomi" (272)

Oleh : Zainal Abadi Jay
Kamis, 01 Oktober 2009 16:49

Harga-harga itupun seakan dipermainkan bagi mereka yang punya modal, masyarakat
kehilangan arah, keahlian hampir semua masyarakat tergantung pada apa yang sudah
dikerjakan oleh kakek moyangnya dulu.




Bapak Presiden yang saya hormati, itu adalah salah satu dari sekian banyak gambaran
masyarakat yang tidak mandiri, tidak mandiri karena tidak berdaya, tidak berdaya karena tidak
didampingi oleh orang ahli.




Orang ahli yang di Dinaskan-pun menjadikan itu sebagai kesempatan untuk memperkaya diri,
kalaulah ingin berbaik sangka keberadaan orang ahli belum menjangkau jumlah masyarakat,
yang akhirnya masyarakat terlalu lama untuk mandiri dan berdaya sehingga tetap hanyut
dalam kemiskinan, dengan masyarakat yang tidak mandiri ini mustahil kita akan mampu
mengejar ketertinggalan dari bangsa lain Bapak Presiden Yang Terhormat.




Tidak bermaksud menggurui, ada beberapa usul dan gagasan yang ingin kusampaikan kepada
Bapak jika berkenan mendengarkan dan memerintahkannya.




Paling tidak menurut pengamatan ku ingin kusimpulkan tiga hal ketidakberdayaan masyarakat
yang membuat masyarakat tidak mandiri yaitu Pertama, tidak berdaya dalam sosial dimana
masyarakat belum mampu mengaplikasikan nilai-nilai universalnya (Ikhlas, amanah, toleran,
menjungjung tinggi cita-cita sosial) kedalam hubungan masyarakat, sehingga masyarakat tidak
 mengutamakan kebersamaan, masyarakat hanya sibuk bersaing memperkaya diri, kelak jika
datang badai besar seluruh masyarakat hancur. Pemerintahpun demikian, tidak
menjunjungtinggi nilai-nilai universal ini sehingga tak mewujudkan transparansi dan
akuntabilitas sehingga masyarakat yang sudah bosan dengan permainan ala elit masyarakat
tak mau tau dengan pemerintah, tak mau ikut himbauan pemerintah, muncullah kepasrahan
masyarakat,




Kedua, ketidakberdayaan Lingkungan, masyarakat tidak mampu mempelajari lingkunganya
saperti          trial and error, sehingga masyarakat hanya bergantung dan melanjutkan
dengan apa yang mereka lihat selama ini, tidak mau melakukan inovasi, dengan persaingan
yang tinggi masyarakat inipun ketinggalan, kasus di atas saja contohnya dari keseluruhan
harga kelapa hanya buahnya saja yang bisa menjadi penghasilan masyarakat yang lain tidak
begitu prioritas, padahal serabut, daun, batok dengan keterampilan ditambah pula teknologi
bisa menjadi produksi.




                                                                                         3/6
SURATKU BUAT RI 1-2: "Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Ekonomi" (272)

Oleh : Zainal Abadi Jay
Kamis, 01 Oktober 2009 16:49

Ketiga, ketidak berdayaan ekonomi, masyarakat yang tenggelam dalam lingkaran kemiskinan
umumnya adalah masyarakat yang tidak memiliki ekonomi produktif dan hanya mengharapkan
ekonomi musiman. Masyarakat seperti ini umumnya tidak memiliki tabungan dan harus
berhutang sana-sini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, setelah tiba musim menghasilkan,
biasa penghasilan selain di keluarkan untuk membayar utang juga masyarakat cenderung
boros. Dengan ini masyarakat tak memiliki jaminan pendidikan dan jaminan kesehatan.




Bapak Presiden yang terhormat,




Masyarakat kita butuh informasi, kekayaan informasi ini yang tidak dimilikinya, untuk itu
menurutku perlu gerakan pemberdayaan berkala menuju masyarakat mandiri dilakukan lebih
dari PNPM Mandiri.




Kita butuh orang orang ahli untuk itu, Ada beberapa potensi yang tidak terjamah untuk
melakukan pemberdayaan itu yaitu selama ini pemerintah selalu menerima Pegawai Negeri
Sipil setiap tahun, segala bidang dan segala keahlian. Bukankah itu potensi, bukankah mereka
mendapat jaminan hidup seumur hidup, bukankah mereka wajib memberikan pendidikan,
bukankah kesejahteraan mereka ikut ditingkatkan. Sebelum SK mereka dikeluarkan bukankah
mereka harus bekerja ikhlas dan belum menerima gaji palingtidak setahun dulu, bagaimana
kalau mereka harus mentransformasi ilmu mereka dulu terjun kemasyarakat sebelum di
aktifkan di kantor atau bisa juga diwajibkannya dalam jangka waktu tertentu bagi mereka untuk
melakukan itu.




Barangkali jika semua PNS tidak mungkin ikut terjun kemasyarakat, paling tidak bisakah
akademisi saja melakukan itu, kita sudah memiliki ribuan jutaan Master, Ribuan Profesor
yanbg tersebar di berbagai bidang, bidang yang bisa meningkatkan keberdayaan masyarakat,
semua itu harus dilaporkan secara tertulis agar bisa dilanjutkan oleh pihak yang turun
dikemudian hari, bukankah mereka juga banyak yang menjadi dosen, bukankah dosen butuh
permasalahan, diharapkan permasalah yang mereka tuntaskan adalah permasalahan Publik
Oriented,
sehingga kelak berbagai kemampuan dimiliki msyarakat dan masyarakat menjadi mandiri.




 




                                                                                        4/6
SURATKU BUAT RI 1-2: "Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Ekonomi" (272)

Oleh : Zainal Abadi Jay
Kamis, 01 Oktober 2009 16:49

Demikianlah surat ini saya sampaikan kepada Bapak dengan harapan bapak dapat
memakluminya.




Tembilahan, 29 September 2009




Hormat Saya,




 




 




 




Zainal Abadi, S.Psi.I




 




Biodata




Nama               :           Zainal Abadi, S.Psi.I




Ttl                    :           Enok, 08 April 1984




Pekerjaan         :           Kepala Divisi Yayasan Sosiety Empowerment and Development



                                                                                          5/6
SURATKU BUAT RI 1-2: "Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Ekonomi" (272)

Oleh : Zainal Abadi Jay
Kamis, 01 Oktober 2009 16:49

Institue




Hand phone    :           081363330024




Email               :           zainalzainalabdi@yahoo.co.id




 




 




 




 




 




 




 




 




Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!



                                                                                6/6

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:16
posted:1/13/2010
language:Indonesian
pages:6