HALAMAN TANPA JUDUL

Document Sample
HALAMAN TANPA JUDUL Powered By Docstoc
					BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada masa abad 18 dan 19 muncul suatu kesadaran akan hak-hak asasi manusia yaitu mengenai hak untuk hidup. Perlindungan terhadap hak asasi manusia mulai diperjuangkan dan mencapai puncaknya pada abad ke-20, di mana sudah mulai muncul konvensi-konvensi dan deklarasi mengenai hak asasi manusia. Sebagai contoh International Commission of Jurists and Amnesty International, Universal Declaration of Human Rights 1948 dan International Covenant of Civil and Political Rights 1966. Perumusan penghormatan dan pengakuan norma-norma hak asasi manusia yang bersifat universal, non-diskriminasi dan imparsial telah berlangsung dalam sebuah proses sejarah yang sangat panjang. Dikatakan universal karena hak-hak ini dinyatakan sebagai bagian dari kemanusiaan setiap sosok manusia, tak peduli apapun warna kulitnya, jenis kelaminnya, usianya, latar belakang kultural dan agama atau kepercayaan

spiritualitasnya. 1 Hak-hak asasi manusia ini adalah sebuah konsep yang mempunyai riwayat yang lama dan panjang, diolah, disempurnakan dan merupakan
Soetandyo Wignjosoebroto, Hak Asasi Manusia Konsep Dasar dan Perkembangan Pengertiannya dari Masa Ke Masa, ELSAM, Jakarta, 2007, hal. 1.
1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Umum Terhadap Hak Asasi Manusia 1. Sejarah dan perkembangan hak asasi manusia Pengertian dan konsep-konsep hak asasi manusia tidak dapat dilepaskan dari perkembangan mata rantai dokumen-dokumen (instrumen hak asasi manusia) yang memuatnya. Diawali dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM), sebuah Deklarasi yang dirumuskan tahun 1948, dan merupakan dokumen hak asasi manusia tertulis pertama yang paling komprehensif dan dihasilkan oleh semua negara dan bangsa yang mewakili berbagai latar belakang budaya, kepercayaan, ideologi, dan orientasi politik. DUHAM 1948 merupakan akumulasi nilai dan prinsip kemanusiaan sejagat. Jauh sebelum deklarasi dan konvensi yang ada, sebenarnya pangkal utama perjalanan hak asasi manusia adalah setelah diterbitkannya suatu piagam yang bernama Magna Charta yang diterbitkan di Inggris tahun 1215, saat kepemimpinan Raja Henry I, yang memulai kepemimpinan di Inggris pada tahun 1154. Piagam ini berisi tentang hubungan antara warga Negara dengan kekuasaan Negara. Magna Charta merupakan cerminan dari kehendak

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1. Metode Pendekatan Penelitian ini menggunakan metode pendekatan secara normatif yaitu pendekatan dengan konsep legis positivistis. Konsep ini memandang hukum identik dengan norma-norma tertulis yang dibuat oleh lembaga atau pejabat negara yang berwenang. Selain itu konsep ini juga melihat hukum sebagai sistem normatif yang mandiri, bersifat tertutup dan terlepas dari kehidupan nyata di mana hukum dikonstruksikan sebagai pencerminan dari kehidupan masyarakat itu sendiri. 2. Spesifikasi Penelitian Spesifikasi yang digunakan adalah penelitian deskriptif yaitu dengan menggambarkan secara jelas objek yang menjadi permasalahan dan hasil gambaran objek tersebut. 3. Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:208
posted:1/13/2010
language:Indonesian
pages:3
Description: Skripsi mengenai Hukum internasional