pancasila

Document Sample
pancasila Powered By Docstoc
					BAB II PEMBAHASAN

2. PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn, Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma.

Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Dengan demikian, paradigma

sebagai alat bantu para illmuwan dalam merumuskan apa yang harus dipelajari, apa yang harus dijawab, bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut.

Suatu paradigma mengandung sudut pandang, kerangka acuan yang harus dijalankan oleh ilmuwan yang mengikuti paradigma tersebut. Dengan suatu paradigma atau

sudut pandang dan

kerangka acuan tertentu, seorang ilmuwan dapat menjelaskan

sekaligus menjawab suatu masalah dalam ilmu pengetahuan. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan, tetapi pada bidang lain seperti bidang politik, hukum, sosial dan

ekonomi. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir, kerangka tujuan. kerangka, Dengan bertindak, Sesuatu acuan, acuan, orientasi, paradigma parameter, sumber, berarti arah, tolok ukur, parameter, itu dari dan dijadikan sebuah penting arah dan

dijadikan tolok ukur,

sesuatu dan tujuan tinggi

sebagai kegiatan. dalam

demikian,

paradigma

menempati

posisi

melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. 2.1. Pancasila sebagai paradigma pembangunan Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Indonesia Hal atas ini sebagai konsekuensi dasar atas negara pengakuan dan dan

penerimaan

bangsa

Pancasila

sebagai

ideologi

nasional. Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia, sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup

manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan. Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. Kodrat manusia yang

monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri, antara lain: a. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga b. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial c. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan. Berdasarkan itu, pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan

harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa, raga,pribadi, sosial, dan aspek ketuhanan. Secara singkat, pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas. Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Pembangunan, meliputi bidang politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. Pancasila menjadi paradigma

dalam pembangunan politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan. a. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik Manusia pelaku Indonesia politik selaku warga negara objek harus politik. ditempatkan Pancasila sebagai bertolak subjek dari atau kodrat

bukan

sekadar

manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek

harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. Kekuasaan adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sistem politik Indonesia yang sesuai

pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter Berdasar kerakyatan didasarkan itu, secara hal (sila pada itu, IV sistem politik Indonesia harus dikembangkan adalah pancasila. atas asas politik karena moral moral negara

Pancasila). moral sistem

Pengembangan daripada politik

selanjutnya pada

sistem Oleh atas dan

asas-asas

sila-sila Indonesia

berturut-turut moral

dikembangkan kerakyatan,

ketuhanan, keadilan.

kemanusiaan, politik, baik

moral dari

persatuan, warga negara

moral

Perilaku

maupun

penyelenggara

dikembangkan

atas

dasar

moral

tersebut

sehingga

menghasilkan

perilaku

politik

yang santun dan bermoral. b. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. Secara khusus, sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I

Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang

berperikemanusiaan. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia, baik selaku makhluk individu, sosial, makhluk pribadi maupun makhluk tuhan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan tanpa sistem ekonomi pada liberal yang lain. hanya Sistem

menguntungkan

individu-individu

perhatian

manusia

ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu. Pancasila Oleh bertolak itu, dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. dan

karena

sistem

ekonomi

harus

dikembangkan

menjadi

sistem

pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan dari kekeluargaan. moral diri dari Sistem ekonomi Indonesia Pembangunan persaingan juga tidak dapat harus dan dipisahkan mampu bentuk

nilai-nilai

kemanusiaan. bentuk-bentuk

ekonomi

menghindarkan

bebas,

monopoli

lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan, ketidakadilan, penderitaan, dan kesengsaraan warga negara. c. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila dari pada hakikatnya dan bersifat humanistik manusia yang adil karena itu dan memang Hal pancasila ini Oleh bertolak

hakikat

kedudukan sila

kodrat

sendiri.

sebagaimana karena itu,

tertuang

dalam

Kemanusiaan

beradab.

pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia, yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan bertentangan manusia-manusia dengan cita-cita biadab, menjadi kejam, manusia brutal adil dan dan bersifat beradab. anarkis Manusia jelas tidak

cukup

sebagai

manusia

secara

fisik, dapat

tetapi

harus

mampu

meningkatkan dari tingkat

derajat homo

kemanusiaannya. menjadi human.

Manusia harus

mengembangkan dirinya

Berdasar sila persatuan Indonesia, pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam si

seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial

berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. Dengan demikian, pembangunan sosial budaya tidak

menciptakan kesenjangan, kecemburuan, diskriminasi, dan ketidakadilan sosial. d. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Pertahanan Keamanan Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab Indonesia secara tidak hanya oleh penyelenggara Atas dasar negara saja, sistem tetapi juga rakyat dan

keseluruhan.

tersebut,

pertahanan

keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). Sistem pertahanan yang bersifat semesta lainnya, melibatkan seluruh warga negara, oleh

wilayah, dan sumber pemerintah dan

daya nasional

serta dipersiapkan terpadu,

secara dini dan

diselenggarakan

secara

total

terarah,

berlanjut

untuk menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara, serta keyakinan pada

kekuatan sendiri. Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila, di mana

pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela telah negara. diterima Pancasila bangsa sebagai paradigma sebagaimana Dalam pada

pembangunan tertuang

pertahanan UU tersebut

keamanan 3

Indonesia

dalam

No.

Tahun

2002

tentang

pertahanan negara

Negara. tolak

undang-undang

dinyatakan

bahwa

pertahanan

bertitik

falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan

Undang-Undang Dasar 1945. 2. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Pada saat ini Indonesia tengah berada pada era reformasi yang telah

diperjuangkan sejak tahun 1998. ketika gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruh tatanan kehidupan Pada dan era praktik politik ini, pada bangsa era Orde Baru ingin dan banyak menata sejahtera.

mengalami kembali

keruntuhan.

reformasi yang

Indonesia adil,

(reform)

tatanan

kehidupan

berdaulat,

aman,

Tatanan kehidupan yang berjalan pada era orde baru dianggap tidak mampu memberi kedaulatan dan keadilan pada rakyat. Reformasi memiliki makna, yaitu suatu gerakan untuk memformat ulang, menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan ingin adalah nilai-nilai ideal yang dicita-citakan kehidupan pada yang rakyat. lebih dasar

Apabila baik,

gerakan tiada

reformasi lain

menata

kembali

tatanan

jalan

mendasarkan

kembali

nilai-nilai

kehidupan yang dimiliki bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar kehidupan yang baik itu sudah terkristalisasi dalam pancasila sebagai dasar dan ideologi negara.

Oleh karena itu, pancasila sangat tepat sebagai paradigma, acuan, kerangka, dan tolok ukur gerakan reformasi di Indonesia. Dengan pancasila sebagai paradigma reformasi, gerakan reformasi harus diletakkan dalam kerangka perspektif sebagai landasan sekaligus sebagai cita-cita. Sebab

tanpa suatu dasar dan tujuan gerakan anarki, kerusuhan,

yang jelas, reformasi dan akhirnya

akan mengarah pada suatu mengarah pada kehancuran

disintegrasi,

bangsa. Reformasi dengan paradigma pancasila adalah sebagai berikut : a. Reformasi yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, gerakan reformasi

berdasarkan pada moralitas ketuhanan dan harus mengarah pada kehidupan yang baik sebgai manusia makhluk tuhan. b. Reformasi yang berperikemanusiaan pada moral yang adil dan yang beradab. luhur Artinya, sebagai gerakan upaya

reformasi

berlandaskan

kemanusiaan

dan

penataan kehidupan yang penuh penghargaan atas harkat dan martabat manusia.

c. Reformasi menjamin

yang

berdasarkan

nilai dan

persatuan. Artinya, bangsa Indonesia

gerakan reformasi sebagai satu

harus

tetap

tegaknya

negara

kesatuan.

Gerakan reformasi yang menghindarkan diri dari praktik dan perilaku yang dapat menciptakan perpecahan dan disintegrasi bangsa. d. Reformasi yang berakar pada asas kerakyatan. Artinya, seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dapat menempatkan rakyat sebagai subjek dan pemegang kedaulatan. Gerakan reformasi bertujuan menuju terciptanya

pemerintahan yang demokratis, yaitu rakyat sebagai pemegang kedaulatan. e. Reformasi yang bertujuan pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya, gerakan reformasi sosial harus bagi memiliki seluruh visi rakyat. yang jelas, yaitu demi bahwa

terwujudnya

keadilan

Perlu

disadari

ketidakadilanlah penyeban kehancuran suatu bangsa.