SIM TESIS BAB III

Document Sample
SIM TESIS BAB III Powered By Docstoc
					BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini, dalam perspektif keilmuan merupakan penelitian pendidikan. Tujuan dilakukannya penelitian pendidikan adalah "untuk menemukan prinsip-prinsip umum atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan dan mengendalikan kejadiankejadian dalam lingkungan pendidikan."73 Jika dilihat dari lokasi sumber datanya, penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research), yaitu peneliti terjun ke lapangan mempelajari suatu proses atau penemuan yang terjadi secara alami, mencatat, menganalisis, menafsirkan dan melaporkan serta menarik kesimpulan dari proses-proses tersebut,74 dan berusaha meneliti atau melakukan studi terhadap realitas kehidupan sosial masyarakat secara langsung,75 dan terbaru tentang masalah yang berkenaan, sekaligus sebagai cross checking terhadap bahanbahan yang telah ada.76 Sedangkan apabila ditinjau dari sifat-sifat datanya, maka penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kualitatif (kualitatif research) atau naturalistik.
Donald Ary, et. Al., Pengantar Penelitian dalam Pendidikan, Arief Furchan (terj.) (Surabaya: Usaha Nasional, 1982), 45 74 Nana Sudjana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan (Bandung: Sinar Baru, 1989), 199 75 Masykuri Bakri (Ed.), Metodologi Penelitian Kualitatif; Tinjauan Teoritis dan Praktis (Malang: Lembaga Penelitian UM bekerja sama dengan Visipress, 2002), 58 76 Suratno Arsyad Lincoln, Metodologi Penelitian Untuk Ekonomi dan Bisnis (Yogyakarta: UPP AMPYKPN,1995), 55
73

65

66

Disebut kualitatif, karena sifat data yang dikumpulkannya bercorak kualitatif, bukan kuantitatif yang menggunakan alat-alat pengukur yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.77. Oleh karena itu untuk mendapatkan data yang lengkap, mendalam dan memberi jawaban yang tepat terhadap masalah yang akan diteliti digunakan penelitian kualitatif.78 Bogdan dan Biklen mengemukakan lima karakteristik tentang penelitian kualitatif, yaitu : 1. Qualitative research has the natural setting as the direct of data and the researcher is the key instrument ; 2. Qualitative research is descriptive ; 3. Qualitative researchers are concerned with process rather than simply with outcome of products ; 4. Qualitative researchers tend to analyze their data inductively; 5. “Meaning” is of essential concern to qualitative approach.79

Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2002), 177 Saifudin Azwar, Metode Penelitian (Yogyakarta: Pustaka Pelajara, 2004), 6 79 Ada lima ciri penelitian kualitatif, yaitu : 1). Penelitian kualitatif dilakukan dengan latar alamiah (the natural setting) sebagai sumber data langsung dan peneliti sebagai instrumen kunci (key
78

77

67

Gambaran karakteristik yang dijelaskan tersebut sesuai dengan maksud dari penelitian ini, karena yang diamati adalah konsep interaksi manusia dengan computer, dimana Sistem Informasi Manajemen (activity), digunakan oleh user (actor) dalam hal ini yang ada di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro Kras (setting). Hal ini apabila menggunakan pendekatan kuantitatif kurang sesuai karena penelitian ini bersifat

independent, tidak berintegrasi langsung dengan subyek sehingga akan sangat sulit sekali diungkapkan proses kegiatan yang berlangsung. Nasution mengemukakan bahwa pada hakekatnya penelitian kualitatif mengamati orang dalam lingkungannya, berinteraksi dengan mereka dan berusaha memahami bahasa serta tafsiran mereka sendiri tentang dunia yang ada disekitarnya.80 Dengan menggunakan metode kualitatif dapat ditemukan data yang tidak teramati dan terukur secara kuantitatif, seperti nilai, sikap mental, kebiasaan, keyakinan dan budaya yang dianut oleh seseorang atau kelompok dalam lingkungan tertentu. Demikian pula Isaac dan Michael mengemukakan bahwa di dalam penelirtian kualitatif konsep dan kategorilah yang

instrument) 2) Bersifat deskriftif yaitu menggambarkan situasi tertentu atau data yang dikumpulkan lebih berbentuk kata-kata atau jawaban-jawaban dari pada angka-angka. 3) Lebih memperhatikan proses dari pada hasil atau produk semata. 4) Dalam menganalisa data, penelitian kualitatif cenderung memakai metode induktif. 5) Makna merupakan hal yang esensial bagi penelitian kualitatif. Lihat Bogdan dan Biklen, Qualitative Research For Education : An Introduction to Theory and Method, (Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1993), 88 80 Nasution, Metodologi Research Penelitian Ilmiah (Jakarta: Budi Aksara, 2002), 89

68

dipersoalkan bukan kejadian atau frekuensinya. Dengan kata lain penelitian kualitatif tidak meneliti suatu lahan kosong, tetapi ia menggalinya.81 Dalam kaitan ini Hamersly dan Atkinson yang dikutip oleh Wood, mengemukakan bahwa penelitian kualitative telah berkembang dalam beberapa versi, dan versi terakhir mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : 1. A preference for “ natural “ setting as the primary source of data; 2. A fidelity to the phenomena under study his requires a cultural description of meaning of phenomena to participant ; 3. The use of an inductivity methodology which avoid the premature testing of hypothesis.82 Jika ditinjau dari sudut kemampuan atau kemungkinan penelitian dapat memberikan informasi atau penjelasan, maka penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskriptifkan mengenai unit sosial tertentu yang meliputi individu, kelompok, lembaga dan masyarakat.83 Dalam hal ini peneliti berupaya mendeskripsikan secara mendalam bagaimana penerapan konsep sistem informasi manajemen dalam

pengembangan sistem informasi akademik.

81 S. Isaac Dan W.B. Michael, Handbook in Research and Evaluation (San Diego: Edits Publishers, 1981), 46 82 G. Wood, Fundamentals of Psychological Research (Boston: Little, Brown, and Company, 1977), 29 83 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), 64

69

Ada 4 tipe penelitian dalam penelitian deskriptif, yaitu penelitian survey, studi kasus, penelitian korelasional, dan penelitian kausal. Dan dalam hal ini, penelitian yang peneliti lakukan termasuk penelitian studi kasus (case research), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif mengenai unit-unit sosial tertentu, yang meliputi individu, kelompok, lembaga dan masyarakat.84 Penelitian studi kasus ini peneliti gunakan dengan alasan sebagaimana yang dikemukakan oleh Sevilla ed.all yang dikutip oleh Abdul Aziz, karena kita akan terlibat dalam penelitian yang lebih mendalam dan pemeriksaan yang lebih menyeluruh terhadap perilaku individu.85 Di samping itu studi kasus juga merupakan kajian dari suatu penelitian yang terdiri dari suatu unit secara mendalam, sehingga hasilnya merupakan gambaran lengkap atau kasus pada unit tersebut.86 Studi kasus juga berusaha mendeskripsikan suatu latar, objek atau suatu peristiwa tertentu secara mendalam.87 Pendapat ini didukung oleh Yin yang menyatakan bahwa studi kasus merupakan strategi yang dipilih untuk menjawab pertanyaan how dan why, jika fokus penelitian berusaha menelaah fenomena kontemporer (masa kini) dalam kehidupan nyata.88

Yatim Riyanto, Metodologi Penelitian Pendidikan ( Surabaya: Penerbit SIC, 2002), 24 Abdul Azis S.R., Memahami Fenomena Sosial melalui Studi Kasus; kumpulan Materi Pelatihan Metode Penelitian Kualitatif (Surabaya: BMPTS Wilayah VII, 1988), 2 86 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), 27 87 Bogdan dan Taylor, Introduction to Qualitatif Research Methods: Aphenomenologikal approach to the social sciences (New York: John Willy & Sons, 1982), 58 88 R.K. Yin, Studi Kasus: Desain dan Metode , Edisi Bahasa Indonesia (Jakarta: Raja Grafindo, 2002), 25
85

84

70

Adapun alasan peneliti menggunakan studi kasus dalam mengkaji bagaimana konsep Sistem Informasi Manajemen di MTsN Kanigoro dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut: 1) studi kasus dapat memberikan informasi penting mengenai proses-proses yang memerlukan penjelasan dan pemahaman yang lebih luas tentang sistem informasi manajemen. 2) studi kasus memberikan kesempatan untuk memperoleh wawasan mengenai konsep-konsep dasar sistem informasi manajemen. Dengan melalui penyelidikan peneliti dapat menemukan karakteristik yang mungkin tidak diharapkan dan diduga sebelumnya. 3) Studi kasus dapat menyajikan data-data dan temuan-temuan yang berguna sebagai dasar untuk membangun latar permasalahan bagi perencanaan penelitian yang lebih besar dan dalam rangka pengembangan sistem informasi manajemen.89 Dalam hal ini, peneliti akan mengumpulkan data dalam situasi yang wajar, langsung apa adanya tanpa dipengaruhi oleh unsur-unsur lain dari luar lingkungan. Untuk itu peneliti berhubungan langsung dengan situasi dan sumber data yang akan diselidiki. Peneliti tidak menggunakan angka-angka, tetapi mengumpulkan data deskriptif dalam bentuk laporan dan uraian untuk mencari makna, walaupun tidak menolak angka-angka sebagai penunjang penelitian. Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan analisis induktif dengan mengesampingkan hipotesis awal penelitian, tetapi mencari pola, bentuk dan tema-tema untuk dapat mengungkapkan data secara sistematis.
89

Abdul Azis S.R., Memahami Fenomena, 6

71

B. Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif bahwa peneliti itu sendiri sebagai instrumen utama, sedangkan intrumen non insani bersifat sebagai data pelengkap. Kehadiran peneliti merupakan tolak ukur keberhasilan atau pemahaman terhadap beberapa kasus. Peneliti bertindak sebagai instrunen utama dalam pengumpulan data.
90

Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data utama. Hal itu dilakukan karena jika memanfaatkan alat yang bukan manusia maka sangat tidak mungkin untuk mengadakan penyesuaian terhadap kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan. Selain itu hanya manusialah yang mampu memahami kaitan kenyataan-kenyataan di lapangan.91 Lebih jauh disebutkan bahwa kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit karena peneliti dalam hal ini sekaligus menjadi perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data dan pada akhirnya, peneliti menjadi pelapor hasil penelitiannya.92 Oleh karena itu kehadiran peneliti di lapangan sangat diperlukan, hal ini sejalan dengan karakteristik penelitian kualitatif yang mempunyai latar yang bersifat natural sebagai sumber data langsung, sedangkan peneliti merupakan instrumen utama. Karena peneliti sebagai instrumen kunci maka ia berusaha sebaik mungkin menunjukkan sikap yang seolah-olah tidak tahu apa yang terjadi, rendah hati namun percaya diri, selektif dan sungguh-sungguh dalam menjaring data sesuai
90 91

S. Nasution, Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif (Bandung: Tarsito, 1988), 9 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian, 65 92 Ibid.,

72

dengan kenyataan yang ada di lapangan, agar informasi yang terkumpul benarbenar relefan dan terjamin keabsahannya. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian di mulai dari tanggal 12 Mei sampai dengan 12 Juni 2009.

C. Lokasi Penelitian Dalam penelitian ini peneliti memilih Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri sebagai lokasi penelitian didasari dengan berbagai macam pertimbangan, antara lain: 1. MTsN Kanigoro merupakan satu-satunya lembaga pendidikan Islam yang ada di Kediri yang sudah mulai mengkaji dan menerapkan secara optimal terkait pengembangan akademik melalui penerapan sistem informasi manajemen (SIM) secara online; 2. MTsN Kanigoro merupakan madrasah unggulan bila dibandingkan dengan madrasah-madrasah yang ada di kabupaten Kediri; 3. MTsN Kanigoro sistem informasinya sudah berbasis komputer yang salah satu prestasi dari Madrasah Tsanawiyah Negeri Kanigoro adalah pada bulan Maret 2009 ini bekerjasama dengan telkomsel untuk menerapkan SMS School dalam sistem informasi akademiknya. Program SMS School di MTsN Kanigoro merupakan satu-satunya madrasah di propinsi Jawa Timur yang menerapkan SMS School dalam mengambil suatu keputusan;

73

4. MTsN Kanigoro

sedang mempersiapkan diri untuk menjadi Sekolah

Berstandart Internasional (SBI) yang sistem pembelajarannya berbasis komputer; 5. Lokasi penelitian MTsN Kanigoro adalah satu-satunya lokasi yang paling terdekat dengan peneliti.

D. Sumber Data Sumber data adalah subyek dari mana data diperoleh.93 Data yang diperlukan dalam penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi : 1) Sumber data primer atau sumber data utama Sumber data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara).94 Dengan memperhatikan jenis penelitian tersebut (kualitatif) di atas, maka sumber data primer atau sumber data utama dalam penelitian ini adalah sumber data yang diperoleh dan dikumpulkan langsung dari informan yang terdiri dari kata-kata dan tindakan Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri Kanigoro, Para Wakil Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, Para Guru, Staf dan pegawai serta para siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Kanigoro.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta, 1993), 102 94 Nana Sudjana Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan (Bandung: Sinar Baru, 1984), 4

93

74

Pemilihan informan dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan cara snowball sampling yakni informan kunci akan menunjuk orangorang yang mengetahui masalah yang akan diteliti untuk melengkapi keterangannya dan orang-orang yang ditunjuk akan menunjuk orang lain bila keterangan yang diberikan kurang memadai begitu seterusnya, dan proses ini akan berhenti jika data yang digali diantara informan yang satu dengan yang lainnya ada kesamaan sehingga data dianggap cukup dan tidak ada yang baru. Bagi peneliti hal ini juga berguna terhadap validitas data yang dikemukakan oleh para informan. 2) Sumber data sekunder atau sumber data pendukung Sumber data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).95 Adapun data sekunder atau data pendukung untuk penelitian ini diambil dari buku penunjang dan data hasil

observasi yang berkaitan dengan fokus penelitian. Sumber data sekunder atau data tambahan dalam penelitian ini adalah dokumen atau bahan tertulis serta bahan kepustakaan, yakni buku-buku, artikel, jurnal ilmiah, dokumen-dokumen (Buku Pedoman Sistem Informasi Manajemen dan sebagainya) dan koran yang relevan dengan penelitian ini. Sumber data pendukung lainnya adalah dokumentasi foto, misalnya foto-foto kegiatan yang dilakukan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri Kanigoro, segala
95

Marzuki, Metodologi Riset (Yogyakarta: BPFE-UII, 1991), 55

75

aktifitas maupun sarana prasarana yang ada, dan seluruh aktifitas yang dapat menunjang dalam memberikan gambaran pada aspek-aspek tertentu. Semua data tersebut diharapkan mampu memberikan deskripsi tentang penerapan sistem informasi manajemen di MTsN Kanigoro.

E. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian disamping perlu menggunakan metode penelitian yang tepat, juga perlu memilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif selain sebagai perencana sekaligus juga sebagai pelaksanan pengumpul data atau sebagai instrument.96 Penggunaan teknik operasional dan alat pengumpulan data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Teknik Observasi Partisipan Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap segala yang tampak pada objek penelitian.97 Metode observasi pada penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan fokus penelitian. Dalam hal ini peneliti berusaha melakukan suatu pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak di MTsN Kanigoro.

96 97

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian, 121 S. Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, Cet V, 2005), 159

76

Adapun dalam pelaksanaan teknik observasi pada penelitian ini adalah menggunakan observasi partisipan, menurut Burhan Bungin Obserbasi partisipan adalah pengumpulan data melalui observasi terhadap obyek pengamatan langsung dengan hidup bersama, merasakan serta berada dalam sirkulasi kehidupan obyek.98 Adapun tujuan dilakukannya observasi partisipan adalah untuk mengamati peristiwa sebagaimana yang terjadi di lapangan secara alamiah. Pada teknik ini, peneliti melibatkan diri atau berinteraksi secara langsung pada kegiatan yang dilakukan oleh subjek dengan mengumpulkan data secara sistematis dari data yang diperlukan. Menurut Guba dan Lincoln, sebagaimana dikutip oleh Lexy J. Moleong ada beberapa alasan mengapa dalam penelitian kualitatif, pengamatan dimanfaatkan secara optimal, karena : a. Teknik pengamatan didasarkan atas pengalaman secara langsung b. Teknik pengamatan sangat dimungkinkan pengamat melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian seperti keadaan yang sebenarnya. c. Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data lapangan. d. Pengamatan merupakan jalan terbaik untuk mengecek kepercayaan data.

Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial: Format-format Kuantitatif dan Kualitatif (Surabaya: Airlangga University Press, 2001), 146

98

77

e. Teknik pengamatan memungkinkan peneliti memahami situasi-situasi yang rumit dan perilaku yang kompleks. f. Teknik pengamatan dapat dijadikan alat yang sangat bermanfaat ketika teknik komunikasi lain tidak dimungkinkan.99 Pengamatan dapat diklasifikasikan atas pengamatan melalui cara berperan serta dan yang tidak berperan serta.100 Pada pengamatan berperan serta, pengamat melakukan dua peran sekaligus, yaitu sebagai pengamat dan sekaligus menjadi anggota resmi dari kelompok yang diamati. Sedangkan pengamatan tanpa berperan serta pengamat hanya melakukan satu fungsi, yaitu mengadakan pengamatan. Pada penelitian ini peneliti memposisikan sebagai pengamat yang berperan serta karena di samping sebagai peneliti, penulis juga secara resmi menjadi tenaga pengajar di MTsN Kanigoro Kediri. Pada teknik pengumpulan data ini, peneliti mengadakan observasi tentang : a. Kegitan guru dalam mengimput data nilai harian, nilai blok, nilai semester. b. Kegiatan wali kelas dalam mengimput rapot elektronik c. Kegiatan guru dalam mengimput data analisis hasil ulangan harian.

99

100

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian, 174-175. Rakhmat, Jalaluddin, Metode Penelitian Komunikasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1997),

83

78

d. Kegiatan tenaga administrasi kurikulum dalam menginput daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). e. Kegiatan tenaga adminstrasi kurikulum dalam memproses hasil nilai tryout kelas 9. f. Kegiatan tenaga administrasi kurikulum dalam memprose input data dalam penelusuran siswa unggulan tingkat SD/MI wilayah kawedana Ngadiluwih dan sekitarnya melalui nilai rapot kelas 4, kelas 5 dan kelas 6. g. Kegiatan tenaga administrasi kesiswaan dalam memproses input data pelanggaran siswa seminggu sekali. h. Kegitan tenaga administrasi kesiswaan dalam memproses input data tentang pelanggan yang menjadi member/anggota SMS School sebagai salam satu kegiatan sistem informasi manajemen. i. Kegiatan tenaga administrasi keuangan dalam memproses input data tentang gaji pendidikan dan tenaga kependidikan. 2. Teknik Wawancara atau Interview Mendalam Metode wawancara atau interview adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka dengan pihak yang bersangkutan.101. Percakapan dilakukan antara peneliti yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu.102 Metode wawancara atau interview untuk

101 102

Nasution, Metodologi Research Penelitian Ilmiah (Jakarta: Budi Aksara, 2002), 113 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian, 186

79

penelitian ini digunakan sebagai pedoman dalam melakukan penelitian. dalam hal ini peneliti memakai teknik wawancara mendalam (in deep interview), yaitu dengan menggali informasi mendalam mengenai sistem informasi manajemen di MTsN Kanigoro. Peneliti akan mewawancarai kepala sekolah MTsN Kanigoro, dan tenaga kependidikan guna memperoleh data tentang sistem informasi manajemen. Patton sebagaimana dikutip Mantja mengemukakan bahwa pilihan teknik wawancara, yaitu : a. Wawancara pembicara informal (the informal conversational interview). Pertanyaan yang diajukan sangat tergantung pada pewawancara itu sendiri dan sponanitasnya dalam mengajukan pertanyaan. Wawancara dilakukan pada apa yang terdapat pada pikiran orang lain. b. Menggunakan petunjuk umum wawancara (the general interview guide approach). Wawancara dilakukan berdasar pada kerangka dan garis besar pokok-pokok yang dituangkan dalam pertanyaan disesuaikan dengan keadaan informan dalam konteks wawancara sebenarnya. c. Wawancara baku terbuka (the standardized open-ended interview). Wawancara ini menggunakan seperangkat pertanyaan baku. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan terjadinya bias-bias atau

“kemencengan”.103

W. Mantja, Etnografi: Desain Penelitian Kualitatif dan Manajemen Pendidikan (Malang: Wineka Media, 2005), 57

103

80

Dalam penelitian ini teknik wawancara yang digunakan adalah teknik pertama dan kedua. Wawancara informal banyak digunakan dengan para user (pemakai) yang menggunakan SIM di MTsN Kanigoro Kediri, baik itu kepada para jajaran pimpinan di Madrasah, admin, guru dan siswa. Begitu juga terhadap mereka dilakukan wawancara dengan menggunakan panduan wawancara. Pada teknik pengumpulan data ini, peneliti mengadakan interview tentang : 1) Tanggapan Kepala Madrasah terhadap sistem informasi manajemen, SMS School, raport elektronik. 2) Tanggapan Kepala Tata Usaha terhadap sistem informasi manajemen, SMS School, raport elektronik. 3) Tanggapan guru terhadap pelayanan akademik 4) Tanggapan guru terhadap jabatan fungsional akademik 5) Tanggapan guru terhadap pelayanan gaji sebagai pendidikan. 6) Tanggapan siswa terhadap pelayanan informasi nilai akademik siswa. 3. Teknik Dokumentasi Metode dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, agenda atau lain sebagainya.104 Mantja menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif data dokumen biasanya dianggap sebagai data
104

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 1993), 20

81

sekunder/data tambahan, karena data primer/data utama adalah data yang diperoleh langsung dari tangan pertama yaitu subyek penelitian, partisipan dan informan.105 Pada penelitian ini, teknik dokumentasi digunakan sebagai sumber data tambahan. Di samping itu data dokumentasi diperlukan untuk melengkapi data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Peneliti

dalam hal ini menggunakan teknik dokumentasi untuk memperoleh data yang berupa arsip-arsip, catatan-catatan, buku-buku yang berkaitan dengan penerapan sistem informasi manajemen dalam pengembangan akademik. Dokumen yang dimaksud bisa berupa foto-foto, dokumen madrasah, transkrip wawancara, dan dukumen tentang sejarah madrasah serta perkembangnya, ke semua dokumentasi ini akan dikumpulkan untuk di analisis demi kelengkapan data penelitian. Dalam hal ini peneliti mengambil foto-foto yang berkaitan dengan penerapan sistem informasi manajemen. Pada teknik pengumpulan data ini, peneliti menggunakan dokumentasi tentang : 1) Dokumen sejarah berdirinya madrasah 2) Foto kegiatan kerjasama Madrasah dengan Telkomsel dalam SMS School. 3) Foto kegiatan kepala Madrasah dalam mengoptimalkan sistem informasi manajemen. 4) Foto kegiatan tenaga kependidikan dalam sistem informasi manajemen 5) Foto kegiatan wali kelas dalam input data raport elektronik
105

Mantja, Etnografi, 69

82

6) Foto kegiatan tim IT Madrasah dalam mengelola sistem informasi manajemen. F. Teknik Analisis Data Penelitian kualitatif menekankan pada analisis secara induktif, sehingga data yang dikumpulkan bukan untuk mendukung atau menolak hipotesis yang diajukan sebelum penelitian dilakukan, tetapi data dikumpulkan dan dikelompokkan dalam pola, tema atau kategori untuk selanjutnya ditarik suatu kesimpulan sementara dengan cermat dan hati-hati. Selanjutnya kesimpulan sementara dirumuskan secepat mungkin menjadi kesimpulan-kesimpulan yang kokoh, kuat dan mengandung makna sebelum data tersebut tertumpuk. Kesimpulan tersebut bertujuan untuk menjawab pertanyaanpertanyaan penelitian serta dapat dijadikan sebagai temuan-temuan penelitian yang bermanfaat. Teknik analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.106 Pada tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan atau persoalan-persoalan yang diajukan dalam penelitian. Adapun

106

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian, 248

83

metode yang digunakan untuk mengelola data kualitatif adalah dengan menggunakan metode induktif. Metode induktif adalah berangkat dari fakta yang khusus, peristiwa yang konkret, kemudian dari fakta atau peristiwa yang konkret itu ditarik generalisasi yang mempunyai sifat umum.107 Alur pemikiran ini digunakan untuk memperoleh suatu pendapat yang terdiri dari beberapa pendapat bersifat khusus. Dengan cara menghubungkan pendapat tersebut kemudian ditarik kesimpulan secara umum. Secara praktis, metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik, yaitu uraian naratif mengenai suatu proses tingkah laku subyek sesuai dengan masalah yang diteliti.108 Analisis data ini dilakukan melalui beberapa tahapan, pertama pemrosesan satuan (unityzing) dengan penandaan jenis informan (Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha), penandaan jenis lokasi (kantor, ruang kelas), dan penandaan teknik pengumpulan data (wawancara, pengamatan atau dokumentasi). Kedua, kategorisasi yaitu menyusun kategori dan memasukkan data ke dalam kategori yang telah dibuat. Ketiga, menyuguhkan dan mendiskripsikan serta menganalisis data (analizing) yang muncul dari kategori-kategori tersebut, sehingga terwujud suatu model atau teori-teori yang meliputi aspek yang dibahas dalam penelitian ini. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan secara terus menerus selama pengumpulan data berlangsung sampai pada akhir penelitian atau
Sutrisno Hadi, Metodologi Research 1 Penulisan Peper, Skripsi, Teshis, dan Disertasi (Yogyakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1986), 87 108 Nana Sudjana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian, 202
107

84

penarikan kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini mengikuti alur yang dinyatakan oleh Miles dan Huberman, bahwa analisis data dilakukan melalui empat kegiatan utama, yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.109 Teknik Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur Analisa data ke dalam empat langkah, yaitu : 1. Pengumpulan data Data yang telah terakumulasi selanjutnya dianalisa dengan

menggunakan metode analisis dengan mengacu pada pendapat Bogdan dan Biklen seperti dikutip oleh Noeng Muhadjir.110 Adapun analisis selama pengumpulan data meliputi : a. Menetapkan fokus penelitian, apakah tetap sesuai rencana atau perlu dirubah, b. Penyusunan temuan-temuan sementara berdasarkan data yang telah dikumpulkan, c. Pembuatan rencana pengumpulan data berikutnya berdasarkan temuantemuan pengumpulan data sebelumnya, d. Pengembangan pertanyaan-pertanyaan analitik dalam rangka

pengumpulan data berikutnya yang dianggap perlu pendalaman,

109 110

Mantja, Etnografi, 87 Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian, 143-144.

85

e. Penetapan sasaran-sasaran pengumpulan data berikutnya.111

2. Reduksi data Reduksi maksudnya adalah sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Oleh sebab itu reduksi data berlangsung terus menerus selama penelitian berlangsung. Dalam proses ini, peneliti merangkum dan memilih data yang dianggap pokok serta difokuskan sesuai dengan fokus penelitian. Dalam mereduksi data, semua data lapangan ditulis sekaligus dianalisis, direduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya, sehingga disusun secara sistematis dan lebih mudah dikendalikan. 3. Penyajian data (data display) Maksudnya menyajikan sekumpulan informasi yang tersusun, yang memungkinkan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Data yang disajikan dalam penelitian adalah data yang sebelumnya sudah dianalisa, tetapi analisis yang dilakukan masih berupa catatan untuk kepentingan peneliti sebelum di susun dalam bentuk laporan. 4. Menarik kesimpulan dan verifikasi

Bogdan dan Taylor, Introduction to Qualitatif Research Methods : Aphenomenologikal approach to the social sciences (New York: John Willy & Sons, 1982),

111

86

Sejak memulai pengumpulan data analisis kualitatif sudah dilakukan yaitu dengan kegiatan mencari arti, pola-pola, penjelasan, konfigurasi-konfigurasi yang mungkin, alur sebab akibat, dn proposisi. Selain itu penarikan kesimpulan pada hakikatnya sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Singkatnya makna-makna yang muncul dari data harus diuji kebenarannya, kekokohannya dan kecocokannya yang sekaligus menjadi Validitasnya. Pada langkah ini, peneliti menyusun secara sistematis data yang sudah disajikan, selanjutnya berusaha untuk menarik kesimpulan dan datadata tersebut sesuai dengan fokus penelitian. Teknik analisa data yang digunakan adalah metode interaktif, yaitu antara proses pengumpulan data, reduksi data (penyusunan data dalam pola, kategori, pokok permasalahan tertentu), penyajian data (penyusunan data dalam bentuk matrik, grafik, jaringan, bagan tertentu) dan pengambilan kesimpulan, tidak di pandang sebagai kegiatan yang berlangsung secara linier, namun merupakan siklus yang interaktif.112 Berikut adalah “model imteraktif” yang di gambarkan oleh Miles dan Huberman, seperti yang dikutip oleh Ibrahim113:

112 A. Maicel Huberman and B Miles Mathew, Anlisa data kualitatif, buku sumber tentang metode-metode baru, penerjemah; tjetjep rohendi rohidi (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1992), 16-20 113 Ibrahim Bafadal, Teknik Analisa Data Penelitian Kualitatif (dalam Metodelogi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Teoritis dan Praktis) (Malang: Unisma, tt), 72

87

Pengumpulan data

Penyajian data

Reduksi data

Kesimpulan-kesimpulan Penarikan/verifikasi

Gambar. 3.1 Model interaktif

G. Pengecekan Keabsahan Data Agar data yang ditemukan di lokasi penelitian bisa memperoleh keabsahan data, maka dilakukan teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan beberapa teknik pemeriksaan tertentu yaitu: 1. Perpanjangan Kehadiran Pada penelitian ini penulis menjadi instrumen penelitian keikutsertaan penulis dalam mengumpulkan data tidak cukup bila dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perpanjangan kehadiran pada latar penelitian agar terjadi peningkatan derajat kepercayaan atas data yang dikumpulkan. Perpanjangan kehadiran dalam penelitian ini dilakukan dengan pertimbangan situasi dan kondisi di lapangan serta data yang telah terkumpul. Dengan perpanjangan kehadiran tersebut peneliti dapat mempertajam fokus penelitian dan diperoleh data yang lengkap. Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian di mulai dari 12 Mei sampai dengan 12 Juni 2009, kemudian peneliti memperpanjang kehadiran dari 12 Juni sampai dengan 12 Juli 2009.

88

2. Triangulasi Yang dimaksud dengan triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Menurut Denzin yang dikutip oleh Moleong dalam bukunya “Metode Penelitian Kualitatif” membedakan 4 macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, penyidik dan teori.114 Pada penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi dengan sumber, triangulasi teori dan triangulasi dengan metode. Pertama, penulis menerapkan triangulasi dengan sumber, penulis membandingkan dan mengecek balik informasi yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data yang berbeda. Hal ini dapat dicapai dengan jalan: 1) Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, 2) Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara abadi pribadi, 3) Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu, 4) Membandingkan keadaan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang, 5) Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.115 Dalam hal ini penulis membandingkan data hasil wawancara antara informan yang satu dengan

114 115

Ibid., 330 Ibid., 331

89

informan yang lain, atau dengan membandingkan data hasil pengamatan (observasi) dengan data hasil wawancara. Kedua, penulis menerapkan triangulasi dengan teori sebagai penjelasan pembanding. Menurut Linclon dan Guba yang dikutip oleh

Moleong, berdasarkan anggaran bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori. Di pihak lain Patton berpendapat lain, yaitu bahwa hal itu dapat dilaksanakan dan hal itu dinamakannya penjelasan pembanding.116 Ketiga, peneliti menggunakan triangulasi metode, yaitu untuk mencari data yang sama digunakan beberapa metode yang berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan sebagainya.117 Dalam hal peneliti hasil wawancara dengan kepala madrasah dikroscekkan dengan tenaga kependidikan, data dengan teknik wawancara dikroscekkan dengan observasi/dokumentasi. 3. Pembahasan Sejawat Melalui Diskusi Teknik ini dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat. Dengan melakukan pembahasan sejawat yang memiliki pengetahuan umum yang sama tentang apa yang diteliti, sehingga bersama mereka diharapkan

Ibid. H.B Sutopo, pengumpulan dan pengolahan Data dalam Penelitian Kualitatif dalam (Metodelogi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Teoritis dan Praktis), (Malang:Lembaga Penelitian Universitas Islam Malang, tt), 133
117

116

90

nantinya dapat meriveuw persepsi, pandangan dan analisis yang dilakukan, sehingga dapat dijadikan suatu pembanding. Diskusi teman sejawat ini: 1) Untuk membuat agar peneliti tetap memperhatikan sikap terbuka dan kejujuran dalam diskusi sejawat tersebut. Kemencengan peneliti disingkap dan pengertian mendalam ditelaah yang nantinya menjadi dasar bagi klarifikasi penafsiran. 2) Dengan diskusi sejawat dapat memberikan suatu kesimpulan awal yang baik untuk mulai menjajaki dan menyusun hipotesa awal yang muncul dari pemikiran peneliti. Ada kemungkinan hipotesa yang muncul pada benak peneliti dapat dikonfirmasikan, tetapi dalam diskusi analitik ini, mungkin sekali dapat pemikiran terungkap peneliti. segi-segi Sekiranya lainnya peneliti yang tidak justru dapat

membongkar

mempertahankan posisinya, maka perlu mempertimbangkan kembali arah pemikirannya itu.118 Dalam penelitian ini, peneliti berdiskusi dengan teman-teman yang memiliki pengetahuan dalam bidang sistem informasi manajemen (SIM), sistem informasi dan komputer ataupun metodologi penelitian, yang bisa diajak bersama-sama membahas data yang ditemukan peneliti. Dalam

pembahasan atau diskusi ini juga dapat dipandang sebagai usaha untuk mengenal persamaan dan perbedaan terhadap data yang diperoleh teman-

A. Maicel Huberman and B Miles Mathew, Qualitatif data Analisis, Edisi Bahasa Indonesia, (Jakarta: UII Press, 1992), 32

118

91

teman.

Dalam hal ini peneliti berdiskusi dengan team yang menangani

Sistem Informasi Manajemen (SIM) di MTsN Kanigoro, yaitu HM. Akoh Istifa’, Saiful Ali, M. Zusfar Irham Hani, Miftahul Nurhuda, Moh. Shohib, Iwan Hermawan, Moh. Asrori, dan Enik Yuliana.

H. Tahapan Penelitian Proses penelitian yang akan penulis laksanakan diharapkan dapat selesai dalam 4 bulan, mulai dari seminar usulan penelitian sampai menyelesaikan laporan tesis. Jadwal penelitian sebagai berikut : Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan Penelitian

N o

Kegiatan

April 3 4

Mei

Juni

Juli

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 PERENCANAAN a. Ujian Proposal b. Revisi Proposal 2 PELAKSANAAN a. Penyusunan wawancara b. Mengadakan wawancara mendalam c. Analisis dan Pengolahan Data d. Penulisan Laporan Tesis e. Bimbingan Tesis

92

3 PELAPORAN/UJIAN a. Bimbingan Akhir Tesis b. Perbaikan Tesis c. Sidang Tesis d. Revisi Tesis e. Penyetoran Hasil Tesis

Penentuan tahapan kegiatan penelitian serta lamanya waktu yang dibutuhkan merupakan pedoman yang harus dilakukan selama pelaksanaan penelitian berlangsung. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan penelitian terarah dengan baik dan sesuai dengan prosedur penelitian yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Dalam penelitian ini ada tiga tahapan yang di tempuh oleh peneliti yaitu: 1) Tahap Perencanaan Pada tahapan perencanaan banyak hal yang telah dilakukan oleh peneliti, mencari permasalahan penelitian dan mencari referensi terkait. Dan peneliti mencoba mengangkat permasalahan tersebut dengan menentukan judul penelitian Sistem Informasi Manajemen di MTsN Kanigoro. Pada waktu semester tiga, peneliti mulai memfokuskan pada tema tersebut di atas, peneliti mengajukan tema tersebut untuk kemudian diujikan ke majelis ujian proposal. Berdasarkan hasil ujian tersebut banyak masukanmasukan baik dari dosen pembimbing proposal tesis maupun dosen penguji proposal tesis berkaitan dengan judul tesis peneliti. Dan dari hasil ujian proposal tesis tersebut, menyatakan bahwa proposal tesis layak untuk

93

dilanjutkan dengan catatan-catatan revisi dari dosen penguji ujian proposal tesis. Akhirnya peneliti mulai melakukan konsultasi dengan para dosen pembimbing. Setelah mendapatkan persetujuan akhirnya peneliti mulai melakukan studi pendahuluan di lokasi objek penelitian. Setelah usulan penelitian dianggap cukup layak, maka peneliti mengajukan permohonan surat izin penelitian ke Program Pascasarjana STAIN Tulungagung. 2) Tahap Pelaksanaan Peneliti mulai memasuki objek penelitian setelah mendapatkan izin penelitian dengan didampingi oleh salah satu staf pengajar di MTsN Kanigoro. Pada minggu pertengahan bulan Mei 2009 tepatnya pada tanggal 15 Mei 2009, peneliti akan mengadakan kegiatan orientasi lapangan antara lain untuk menyampaikan maksud dan tujuan berdasarkan surat dari Pasca Sarjana (PPs) STAIN Tulungagung sekaligus menyerahkan proposal penelitian tesis. Bapak Kepala Madrasah dengan sepenuh hati bersedia membantu pelaksanaan peneletian. Setelah kegiatan orientasi dianggap cukup, maka peneliti mulai melakukan wawancara kepada subjek penelitian. Wawancara pertama dilakukan dengan kepala Madrasah, yang dilanjutkan dengan para waka madrasah, para tenaga pengajar, serta pegawai MTsN Kanigoro. Untuk mendapatkan data yang lengkap dan terpercaya, di samping wawancara mendalam, peneliti juga melakukan studi dokumentasi. Studi dokumentasi berkaitan dengan pelaksanaan sistem informasi manajemen dan

94

kelengkapannya, hasil dokumentasi ini kemudian di analisis dan dibuat ringkasan. Kegiatan pengumpulan data baik melalui wawancara mendalam, observasi mupun dokumentasi kurang lebih dilakukan selama 4 bulan, yaitu mulai selama pengumpulan data berlangsung, juga dilakukan analisis data, hal ini dilakukan untuk (1) Mengkaji kembali apakah data-data yang dihasilkan sesuai dengan fokus. (2) Membuat rencana pengumpulan data berikutnya. (3) Mengembangkan pertanyaan berikutnya dan (4) Secepat mungkin membuat transkrip wawancara, lembar pengamatan serta menganalisis dokumendokumen yang telah ditemukan agar tidak mudah lupa. 3) Tahap Penyusunan Laporan Setelah semua data dianalisis, kemudian kegiatan penelitian dilanjutkan dengan penyusunan laporan penelitian. Laporan tersebut diserahkan kepada para dosen pembimbing untuk direvisi. Berdasarkan masukan-masukan dari dosen pembimbing kemudian direvisi kembali oleh peneliti. Kegiatan ini terus dilakukan oleh peneliti sehingga pembimbing menyatakan hasil penelitian ini siap untuk diujikan.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5031
posted:1/13/2010
language:Indonesian
pages:30