Peranan Teknologi Informatika dalam Proses Belajar-Mengajar di by broverya77

VIEWS: 779 PAGES: 4

									April 2002
                                                        BEBERAPA PENELITIAN
                  SUPLEMEN                           DI DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA
                                                        INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG:
                  BERITA PENELITIAN                            SEBUAH SURVEY
                  ITB                                                 oleh:
                                                          Dr.Ir. Rila Mandala, M.Eng.


Para pembaca setia BP yang budiman,
Suplemen untuk bulan April 2002 ini mengetengahkan tentang beberapa penelitian (tepatnya
4 penelitian) yang dilakukan di lingkungan Departemen Teknik Informatika ITB dalam
beberapa waktu terakhir ini. Tulisan tersebut diharapkan dapat memberi informasi yang
berguna bagi para pembaca dan menjadi wahana saling memperkenalkan kegiatan penelitian
dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di departemen atau unit masing-masing, agar
masyarakat ITB saling mengetahuinya.


1. Pendahuluan

Departemen Teknik Informatika ITB, sebagai suatu departemen yang berkecimpung di bidang
teknologi informasi, telah banyak melakukan penelitian-penelitian yang hasilnya mungkin
telah banyak dikenal di institusi-institusi penelitian dan masyarakat informatika, tetapi tidak
begitu banyak diketahui oleh masyarakat ITB. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba untuk
melakukan survey terhadap penelitian-penelitian yang telah dan sedang dilakukan oleh para
staf pengajar di Departemen Teknik Informatika ITB, sehingga produk-produk yang
dihasilkan (yang hampir semua berbentuk produk yang free), dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat ITB.

2. FreeOffice : Pengganti Microsoft Office

Penelitian ini dibiayai oleh RUT VII KMNRT, dengan peneliti utama Dr.Ir. Inggriani Liem.
Penelitian ini dimotivasi oleh penggunaan perangkat lunak bajakan di Indonesia yang sudah
sangat meluas. Dari sekian banyak perangkat lunak bajakan, yang sering digunakan oleh
pemakai adalah perangkat lunak Microsoft Office. Penyebab penggunaan perangkat lunak
bajakan salah satunya adalah karena belum adanya hukum yang ketat mengenai hal ini dan
juga tidak tersedianya perangkat lunak yang dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia
dengan harga yang terjangkau.

Oleh karena itu, penelitian ini mencoba untuk mengembangkan perangkat lunak yang dapat
menggantikan fungsi-fungsi dari Microsoft Office. Perangkat lunak ini diberi nama
FreeOffice. Istilah “menggantikan” di sini bersifat two-way compatible dalam arti bahwa
pemakai FreeOffice kelak dapat mengolah dokumen yang dihasilkan oleh Microsoft Office,
dan sebaliknya, pemakai Microsoft Office dapat mengolah dokumen yang dihasilkan oleh
FreeOffice. Hal ini didasarkan pada pertimbangan agar pemakai dapat langsung beralih dari
Microsoft Office ke perangkat lunak FreeOffice. FreeOffice dirancang untuk berjalan secara
multi-platform, yaitu dapat berjalan pada berbagai jenis perangkat keras dan sistem operasi
pendukungnya.
D:/My Documents/Ardy-02/BP-ITB/Suplement Ap’02
                                                 1
Pembangunan FreeOffice akan dipusatkan pada pembangunan komponen-komponen MS-
Access, MS-Excell, MS-PowerPoint, dan MS-Word. Hal ini didasarkan pada pertimbangan
bahwa modul-modul tersebut lebih banyak/sering digunakan oleh pemakai dibandingkan
dengan modul-modul lainnya.

Perangkat lunak FreeOffice yang akan dibangun ini kelak akan disediakan secara cuma-cuma
kepada masyarakat Indonesia yang membutuhkannya. Dengan demikian, masyarakat
Indonesia dapat menggunakan perangkat lunak yang sah yang kemampuannya setara dengan
Microsoft Office dan berbahasa Indonesia.

3. Sistem Penerjemah Otomatis Perangkat Lunak Menjadi Aplikasi Komputer
   Berbahasa Indonesia

Penelitian ini dibiayai oleh dana Riset Unggulan Terpadu (RUT) IX KMNRT dengan peneliti
utama adalah Dr.Ir Rila Mandala, M.Eng. Penelitian ini dimotivasi oleh fakta bahwa
dibandingkan dengan negara-negara lain, penggunaan teknologi informasi di Indonesia masih
sangat kurang. Salah satu penyebab utamanya adalah kendala bahasa, karena hanya sebagian
kecil rakyat Indonesia yang mampu memahami bahasa asing.

Di era globalisasi, kemampuan untuk memahami bahasa asing sangat diperlukan. Teknologi
informasi dan internet telah memungkinkan seseorang berkomunikasi dan mencari informasi
di berbagai belahan dunia. Internet memuat banyak situs-situs yang memberikan banyak
informasi. Hal ini sebetulnya merupakan kesempatan emas bagi bangsa Indonesia untuk lebih
mencerdaskan dan meningkatkan kemampuan dan kompetensinya. Karena bahasa Inggris
adalah bahasa de fakto yang umumnya digunakan untuk berkomunikasi dalam era globalisasi
dan era teknologi informasi ini, maka kemampuan untuk memahami tulisan-tulisan dalam
bahasa Inggris mutlak diperlukan. Sayangnya hanya sebagian kecil rakyat Indonesia yang
mempunyai kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa
Inggris ini. Di lain pihak, bahasa Inggris mendominasi perangkat lunak yang ada di pasaran

Di negara-negara maju yang bahasa nasionalnya bukan bahasa Inggris seperti Jepang,
perangkat lunak asing yang masuk ke negara tersebut, antar-muka dan help-file-nya diubah
oleh vendor perangkat lunak tersebut ke dalam bahasa lokal, sehingga pemakai di negara
tersebut dapat lebih cepat menggunakan perangkat lunak tersebut, karena antar-muka dan
help-nya berbahasa lokal.

Berlainan dengan di Indonesia, para vendor perangkat lunak tidak mau mengeluarkan effort
untuk membahasa-Indonesiakan perangkat lunaknya, karena keuntungan yang akan diperoleh
tidak sebanding dengan effort yang harus dikeluarkan, dan juga berkaitan dengan pembajakan
perangkat lunak yang masih merajalela di negara kita tercinta ini.

Penelitian ini berusaha untuk membuat suatu sistem yang dapat menterjemahkan antar-muka
dan help-file suatu perangkat lunak secara otomatis tanpa mengetahui program sumber
(source-code)-nya. Dengan adanya perangkat lunak ini, kita bisa meminta izin kepada para
vendor perangkat lunak asing untuk dapat menterjemahkan perangkat lunak yang dikeluarkan

D:/My Documents/Ardy-02/BP-ITB/Suplement Ap’02
                                                 2
oleh vendor tersebut tanpa vendor tersebut mengeluarkan effort untuk menterjemahkan
ataupun tanpa harus menyerahkan program sumber-nya.

4. Sistem Pakar Kemahasiswaan

Penelitian ini dibiayai oleh RUT VIII dari KMNRT, dengan peneliti utama Dr.Ing. Farid
Wazdi. Penelitian ini dimotivasi oleh masalah yang berkaitan dengan dunia kemahasiswaan
khususnya bidang akademik dan non-akademik yang sangat beragam. Kegiatan pembinaan
kemahasiswaan serta pengupayaan suasana yang kondusif perlu dibangun untuk menunjang
proses belajar dan mengajar dalam rangka peningkatan kualitas mahasiswa. Semua informasi
kemahasiswaan bagi bidang akademik dan non-akademik yang merupakan solusi dari
masalah-masalah mahasiswa belum tersedia.

Pemanfaatan sistem terkomputerisasi berbasis pengetahuan (pakar) untuk masalah tersebut
perlu dikembangkan sebagai sarana untuk mengumpulkan berbagai informasi dari kegiatan
kemahasiswaan. Sistem pakar ini diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional pada
suatu institusi pendidikan sekaligus menunjang kegiatan pengembangan bidang
kemahasiswaan pada suatu institusi.

Sistem Pakar kemahasiswaan adalah perangkat lunak yang memiliki data-data dan
pengetahuan kepakaran yang didapat dari para pakar di bidang kemahasiswaan dan ditujukan
untuk dapat digunakan oleh mahasiswa maupun dosen untuk mencari atau mengkonsultasikan
solusi masalah-masalah yang ditemui dalam dunia kemahasiswaan. Sistem pakar ini
diharapkan dapat mendukung kegiatan operasional pada suatu institusi pendidikan sekaligus
menunjang kegiatan pengembangan bidang kemahasiswaan pada institusi tersebut.

Latar belakang munculnya kebutuhan Sistem Pakar Kemahasiswaan ini adalah:
   - Mahasiswa merupakan generasi penerus yang menentukan masa depan bangsa
       Indonesia.
   - Masalah yang berkaitan dengan kemahasiswaan khususnya akademik sangat beragam
       dan membutuhkan alternatif solusi yang juga sangat beragam.
   - Terbatasnya pakar atau orang-orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian khusus
       yang dapat memberikan solusi atau berkonsultasi dengan mahasiswa yang
       menghadapi masalah, khususnya akademik.

Dengan adanya perangkat lunak Sistem Pakar Kemahasiswaan ini, masalah akademik yang
sering ditemui mahasiswa dalam menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat
dikonsultasikan dan ditemukan alternatif solusinya, sehingga dapat membantu mahasiswa
dalam memperlancar studinya.

Dengan terbentuknya suatu perangkat lunak sistem pakar kemahasiswaan yang memadai,
maka perangkat lunak tersebut dapat digunakan sebagai sarana konsultasi permasalahan
akademik bagi mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan tinggi, dan juga kemudahan
dalam pemeliharaan dan pengembangan basis pengetahuan ataupun sistem di masa
mendatang.


D:/My Documents/Ardy-02/BP-ITB/Suplement Ap’02
                                                 3
5. Format Integrator : Perangkat Lunak Integrated Intelligent Datawarehouse

Penelitian ini mendapat dana dari RUT VIII KMNRT, dengan peneliti utama Dr.Ir. Benhard
Sitohang. Penelitian ini termotivasi oleh besarnya volume dan keragaman data yang perlu
diolah pada berbagai institusi di Indonesia. Pemanfaatan komputer untuk pengolahan data
tersebut tidak dapat dihindarkan lagi. Diharapkan dengan penggunaan komputer tersebut,
pengelolaan data menjadi lebih cepat, akurat, dan murah. Akan tetapi, pada sebagian besar
institusi, kondisi tersebut tidak terjadi. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya data yang
dikumpulkan tidak mengandung informasi yang berharga ataupun tidak relevan dengan
kebutuhan utamanya. Data semacam ini sering disebut sebagai garbage data. Kondisi terbaik
atau ideal yang seharusnya ada adalah tersedianya data yang lengkap dan relevan dengan
seluruh kebutuhan operasional, serta memiliki struktur sesederhana mungkin, hingga mudah
untuk diproses untuk berbagai kebutuhan. Penelitian ini mencoba untuk merancang dan
mengimplementasikan sebuah model gudang data yang dapat mendukung kegiatan
operasional, sekaligus dapat menunjang kegiatan pengembangan menuju kondisi ideal seperti
yang diharapkan.

Format Integrator adalah perangkat lunak yang dapat mengintegrasikan data operasional pada
suatu institusi sekaligus menunjang kegiatan pengembangan sistem pengolahannya, yang
pada akhirnya merupakan sumberdaya yang dapat mendukung secara nyata segala aktivitas
dalam institusi.

Dengan adanya perangkat Format Integrator, masalah sistem informasi di institusi yang tidak
menjalankan perencanaan dengan matang dapat terbantu dan mengatasi permasalahan secara
lebih cepat, mudah, dan murah, dalam kurun waktu ke depan yang relatif tidak terbatas.
Kegunaan dari penelitian ini adalah terbentuknya suatu model gudang data yang ideal dan
menjadi dasar proses aktivitas pengolahan informasi yang dapat digunakan sebagai gudang-
data bagi berbagai institusi strategis di Indonesia untuk mendukung pencapaian target-target
strategis, dan kemudahan dalam pemeliharaan dan pengembangan data ataupun sistem di
masa datang.



                                                 Dr.Ir. Rila Mandala, M.Eng.

                        SekBid Penelitian dan Ketua Lab/KBK Informatika Teori
                                    Departemen Teknik Informatika
                                       Institut Teknologi Bandung
                                   Jalan Ganesha 10 Bandung, 40132
                      Phone : 022-2508135, Fax : 022-2500940, HP : 08122121246
                                      e-mail : rila@informatika.org




D:/My Documents/Ardy-02/BP-ITB/Suplement Ap’02
                                                                4

								
To top