modul-8 MANAJEMEN JAMINAN MUTU PELAYANAN GIZI INSTITUSI by broverya76

VIEWS: 1,828 PAGES: 18

									        MODUL VIII

MANAJEMEN JAMINAN MUTU
 PELAYANAN GIZI INSTITUSI

           Oleh:


     Ir. SUYATNO, MKes
   Bagian Gizi FKM-UNDIP
           Semarang
              Mutu Pangan
• Mutu pangan dapat didefinisikan sebagai sekelompok
  sifat atau faktor pemuas yang melekat pada suatu
  pangan yang membedakan tingkat pemuas atau
  tingkat penerimaannya bagi pembeli atau konsumen.
• Mutu suatu barang timbul karena barang tersebut
  dimanfaatkan manusia dan barang itu memiliki
  perbedaan nilai pemuas dalam pemanfaatannya.
  dibanding yang lain.
• ISO 8402: keseluruhan karakteristik dari suatu
  produk/jasa yang mendukung kemampuannya dalam
  memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat
 Karakteristik Utama pangan:
– Karakteristik fisik/tampak:
   -   warna
   -   flavor
   -   aroma
   -   tekstur/rasa dimulut
   -   viskositas/konsistensi, dll
– Karanteristik tersembunyi:
   - Nilai Gizi
   - Keamanan Mikrobiologis (keamanan pangan),
     dll
Batas Mutu dan Konsistensi Mutu :

– Mutu tertinggi ---------------------------------------

            Daerah Mutu

                              Kisaran mutu         Beban Produsen
– Batas mutu

            Lewat Mutu                              Beban Konsumen

– Mutu terendah ---------------------------------------
       Penyimpangan mutu:
• Pencemaran :
  – yaitu adanya benda asing (kontaminan) baik yang
    terlihat maupun yang tidak terlihat dalam suatu
    komoditas pangan.
  – bentuk bahan pencemarnya, yaitu fisik, kimia,
    mikrobiologi dan biologik.
• Pemalsuan:
  – yaitu jika benda asing sengaja ditambahkan pada
    produk pangan dengan maksud untuk menambah
    volume atau untuk menutupi mutu yang kurang.
  – Mutu pangan turun, tidak boleh dijual.
Prinsip-prinsip dalam pengendalian
                mutu

• Adanya suatu Sistem Standarisasi Mutu
• Menetapkan Mutu Baku
• Sosialisasi Baku Mutu dan Penegakan
  Hukum
Tahap-tahap pengembangan
       Standar Mutu
– Pemilihan Komoditas
– Pengumpulan Data Teknis
– Penyusunan Konsep Standar
– Pertemuan Teknis
– Forum Konsensus
– Penetapan Standar Mutu
– Pengenalan Standar Mutu
– Evaluasi Standar Mutu
– Penyempurnaan
– Penerapan Standar Mutu Nasional
   Manajemen Jaminan Mutu
• Penjaminan Mutu Pelayanan Gizi adalah
  proses penetapan dan pemenuhan
  standar mutu pengelolaan
  penyelenggaraan makanan secara
  konsisten dan berkelanjutan sehingga
  stakeholders memperoleh kepuasan
• Penyelenggaraan bermutu/berkualitas:
  – Mampu menetapkan dan mewujudkan visinya
    melalui pelaksanaan misinya
      Siapa pelanggan kita?
• Pelanggan eksternal
  – Pembeli
  – Pemakai
  – Pembuat keputusan
  – Penyandang dana
• Pelanggan internal (langsung):
  – Yang menerima output dari proses kita
    (next process is your customer)
 Mutu dan Kepuasan Konsumen
Kepuasan Konsumen ditentukan:
• Mutu produk/pelayanan
• Harapan atas produk tersebut

Kepuasan Pelanggan = Mutu yg diberikan – Harapan pelanggan
    Undang-Undang No.7/1996 Tentang
               Pangan
Bab III. Mutu dan Gizi Pangan
Pasal 24
•   Pemerintah menetapkan standar mutu pangan
•   Terhadap       pangan     tertentu  yang
    diperdagangkan,       pemerintah   dapat
    memberlakukan dan mewajibkan pemenuhan
    standar mutu pangan yang ditetetapkan
    berdasarkan ketentuan sebagaimana yang
    dimaksud ayat (1)
  Undang-Undang No.7/1996 Tentang
             Pangan
Pasal 26

Setiap orang dilarang memperdagangkan :
• Pangan tertentu sebagaimana dimaksud
   dalam pasal 24 ayat (2), apabila tidak
   memenuhi standar mutu yang ditetapkan
   sesuai dengan peruntukannya
 Undang-Undang No.7/1996 Tentang
            Pangan
Pasal 27
•  Pemerintah menetapkan dan menyelenggarakan
   kebijakan dibidang gizi bagi perbaikan status gizi
   masyarakat.
•  Dalam hal terjadi kekurangan dan atau
   penurunan status gizi masyarakat, pemerintah
   dapat menetapkan persyaratan bagi perbaikan
   atau pengayaan gizi pangan tertentu yang
   diedarkan.
•  Setiap orang yang memproduksi pangan,
   sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat
   (3), wajib memenuhi persyaratan tentang gizi
   yang ditetapkan.
    Undang-Undang No.8/1999 Tentang
        Perlindungan Konsumen
BAB IV. Perbuatan yang Dilarang Bagi Pelaku Usaha
Pasal 8
•  Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau
   memperdagangkan barang dan/atau jasa yang :
   a. Tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan
   standar yang dipersyaratkan dan ketentuan
   perundang-undangan.
•  Pelaku usaha yang melakukan pelanggaran pada
   ayat (1) dan ayat (2) dilarang memperdagangkan
   barang dan/atau jasa tersebut serta wajib menarik
   dari peredaran
     Undang-Undang No.8/1999 Tentang
         Perlindungan Konsumen

Bab XIII. Sanksi
Pasal 62

(1) Pelaku usaha yang melanggar ketentuan
    sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8, pasal
    9, pasal 10, pasal 13 ayat (2), pasal 15, pasal 17
    ayat (1), huruf a, huruf b, huruf c, ayat (2) dan pasal
    18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5
    (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp.
    2.000.000.000 (dua milliar rupiah)
(2) Label, sebagaimana yang dimaksud pada
    ayat (1) memuat sekurang-kurangnya
    keterangan mengenai

           Nama produk
           Daftar bahan yang digunakan
           Berat bersih atau isi bersih
           Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau
           memasarkan pangan kedalam wilayah Indonesia
           Keterangan tentang halal dan
           Tanggal, bulan dan tahun kadulawarsa
      Strategi Penjaminan Mutu

• Institusi menetapkan Pedoman Penjaminan
  Mutu
• Institusi menggalang komitmen
• Institusi memilih dan menetapkan standar
  mutu
• Institusi menjalankan mekanisme
  penjaminan mutu
• Institusi melakukan benchmarking mutu
     Standar Mutu -------- ISO...?

• International Organization for
  Standardization
• Suatu badan International yang
  beranggotakan organisasi standar nasional
  lebih dari 120 negara
• Sekretariat berlokasi di Jenewa Swiss
• Mengembangkan Standard International
• Menyebarkan informasi tentang Standard
• Mempromosikan pengunaan Standard
  Internasional

								
To top