STANDAR PROFESI DAN SERTIFIKASI by byrnetown71

VIEWS: 3,366 PAGES: 11

									                                                        Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                        Dokter Spesialis Patologi Klinik



                    STANDAR PROFESI DAN SERTIFIKASI
               DOKTER SPESIALIS PATOLOGI KLINIK INDONESIA

                                         BAB I

                                   PENDAHULUAN

Upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah
maupun swasta dalam bentuk pelayanan medik, baik yang umum maupun spesialistik
dan subspesialistik tidak mungkin tercapai dengan baik tanpa adanya pelayanan medik
penunjang yang memadai. Salah satu bentuk pelayanan medik penunjang adalah
pelayanan Patologi Klinik yang merupakan pelayanan terpadu dalam bidang
hematologi, hemostasis, mikrobiologi klinik dan penyakit infeksi, metabolic-endokrin,
alergi-imunologi, onkologi, respirasi dan kardiovaskuler, urology, hepato-
gastroenterologi dan lain-lain.

Pelayanan Patologi Klinik berperan dalam primary, secondary, dan tertiary prevention.
Primary prevention antara lain meliputi kegiatan promosi kesehatan, medicalcheck up,
pra/pasca vaksinasi, identifikasi fakor resiko, maupun penapisan penyakit. Secondary
prevention mencakup menegakan diagnosis dan pemantauan hasil terapi maupun
menentukan prognosis. Sedangkan upaya pengendalian factor resiko supaya tidak
mendapatkan serangan penyakit yang sama atau mencegah kekambuhan berikutnya
merupakan upaya tertiary prevention.

Pelayanan Patologi Klinik tidak hanya berfungsi menunjang diagnosis klinik dan
penatalaksanaan penderita, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk memastikan
diagnosis. Dokter Speialis Patologi Klinik mempunyai peran medis, teknis
danmanajerial. Peran medis meliputi memberi saran jenis pemeriksaan
laboratoriumyang sesuai untuk kepentingan klinik (deteksi dini, diagnosis, pemantauan
terapi maupun penentuan prognosis)

Dokter Spesialis Patologi Klinik juga berperan menjadi anggota tim medis yang
bertugas dalam pengambilan keutusan klinik untuk seorang pasien. Peran tehnis
meliputi pengawasan mutu pada tahap pra analisis, analisis maupun pasca analisis.
Menjaga mutu hasil pemeriksaan laboratorium melaui program pemantapan mutu
internal dan eksternal, dan juga melalui penilaian medis atas hasil analisis. Peran
manajerial Dokter Spesialis Patologi Klinik meliputi manajemen sisten informasi,
manajemen system inventory, manajemen sumber daya manusia, manajemen
keuangan, manajemen pelayanan kepada pasien, mengembangkan dan melaksanakan
business plan, dan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Karena kedudukan yang strategis
tersebut, maka tanggung jawab pelayanan Dokter Spesialis Patologi Klinik makin lama
makin besar, baik tanggung jawab professional, tanggung jawab teknis, maupun
tanggung jawab manajerial di suatu laboratorium.

Mengingat peran Dokter Spesialis Patologi Klinik tersebut cukup penting dan harus
dilandasi oleh profesionalisme yang dapat dipertanggungjawabkan, maka diperlukan
suatu standar profesi bagi seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik yang akan menjaga
mutu profesionalisme tersebut.

Penanggung jawab laboratorium haruslah seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik,
agar didapatkan hasil pelayanan Patologi kinik yang optimal dan profesionalisme dalam
memimpin suatu laboratorium klinik tetap dapat dipertahankan.

Usaha untuk menentukan kesetaraan kemampuan profesi minimal Dokter Spesialis
Patolpgi Klinik telah diusahakan dangan adanya kurikulum nasional pendidikan Dokter
Spesialis Patologi Klinik, akreditasi pusat pendidikan dan dilakukannya ujian nasional
yang harus diikuti oleh calon Dokter spesialis Patologi Klinik, yang dilanjutkan dengan
dilakukannya sertifikasi awal oleh Pehimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik
Indonesia.




www.pdspatklin.or.id                                                     Halaman    1
                                                         Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                         Dokter Spesialis Patologi Klinik



Kompetensi seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik harus selalu mengikuti
perkembangan ilmu, sehingga diperlukan sertifikasi ulang oleh Perhimpunan Dokter
Spesialis Patologi Klinik Indonesia secara periodic sebagai komitmen untuk menjamin
mutu pelayanan medis kepada masyarakat. Sertifikasi ulang dilaksanakan berdasarkan
pada standar profesi patologi klinik yang dapat diukur.

Standar profesi sangat terkait dengan etika profesi yang berlaku bagi semua Dokter
Spesialis Patologi Klinik.

                                        BAB II

                                      LANDASAN

Landasan yang digunakan dalam penyusunan dan penetuan standar profesi Dokter
Spesialis Patologi Klinik (SpPK) adalah :

       a. Undang-undang nomor 23 tahun 1992, tentang Kesehatan
       b. Peraturan pemerintah no. 23 th 1996, tentang Tenaga Kesehatan
       c. Kode Etik Kedokteran Indonesia
       d. Anggaran Dasar Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik (PDS-
          PATKLIN) BAB III pasal 6, tentang tujuan dan usaha peningkatan derajat
          kesehatan rakyat ndonesia mengenai perkembangan ilmu Patologi Klinik
          dan kemampuan profesi, sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan
          dan teknologi
       e. Anggaran Rumah Tangga PDS-PATKLIN BAB IV pasal 18, mengenai
          kolegium Patologi Klinik Indonesia dan BAB II pasal 3 mengenai
          peningkatan mutu Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Dokter Spesialis
          Patologi Klinik Konsultan lulusan Indonesia, serta mengenai penilaian
          terhadap Dokter Spesialis Patologi Klinik / Spesialis Patologi Klinik Konsultan
          lulusan luar negeri.
       f. Anggaran Rumah Tangga PDS-PATKLIN BAB II pasal 3, mengenai usaha
          untuk mempertinggi derajat keahlian serta ilmu-ilmu yang berhubungan
          Patologi Klinik.
       g. Hasil Kongres Nasional PDS-PATKLIN tahun 2001 di Bandung mengenai
          persetujuan terhadap Usulan Standar Pelayanan dan Standar Profesi Dokter
          Spesialis Patologi Klinik.
       h. Hasil Konker PDS-PATKLIN tahun 2003 di Bali mengenai penyempurnaan
          Standar Profesi Dokter Spesialis Patologi Klinik.

Standar Profesi Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia ini dibuat oleh Perhimpunan
Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia, dan merupakan satu kesatuan yang tidak
terpisahkan dengan Pedoman Pelaksanaan Standar Profesi Dokter Spesialis Patologi
Klinik di Indonesia, berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter
Spesialis Patologi Klinik Indonesia Nomor : 166/Ket/XI/2004 tanggal 1 November 2004
yang disahkan penerapannya pada KONAS PDS-PATKLIN V di Medan.

                                       BAB III

                                 STANDAR PROFESI

III.1. DEFINISI UMUM

Standar profesi :

Adalah suatu criteria mengenai kemampuan dalam pengetahuan, ketrampilan dan
sikap professional dari keahlian spesialistik minimal yang harus dikuasai oleh seorang
spesialis profesi tertentu.




www.pdspatklin.or.id                                                     Halaman     2
                                                        Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                        Dokter Spesialis Patologi Klinik



Sertifikasi :

Adalah bukti pemberian pengakuan setelah memenuhi criteria penilaian yang
ditetapkan dalam petunjuk pelaksanaan standar profesi.

Dokter Spesialis Patologi Klinik (DSPK)

Adalah Dokter Spesialis yang dinilai telah memenuhi standar profesi dan mampu
melakukan kegiatan profesi, sesuai kurikulum Program Pendidikan Dokter Spesialis
bidang Patologi Klinik.

Dokter Spesialis Patologi Klinik Konsultan (DSPK-K)

Adalah dokter spesialis yang dinulai telah memenuhi standar profesi PATOLOGI KLINIK
dan mampu melakukan kegiatan profesi sesuai kurikulm Program Pendidikan Dokter
Spesialis Patologi Klinik dan subspesialis Patologi Klinik Konsultan.

III.2. STANDAR DOKTER SPESIALIS PATOLOGI KLINIK

Seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik untuk dapat melakukan profesinya sebagai
Spesialis Patologi Klinik dan Spesialis Patologi Klinik Konsultan, harus memenuhi
kriteria-kriteria yang telah ditetapkan sebagai berikut :

III.2.1. Standar Umum :

       a. Mempunyai sikap dan perilaku insani Pancasila dan menjunjung tinggi etika
          kedokteran Indonesia
       b. Mempunyai kompetensi untuk memberikan pelayanan dan memimpin
          laboratorium klinik secara professional
       c. Mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan, dengan
          menggunakan sumber yang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
          teknologi yang telah ada.
       d. Mampu mengembangkan pengetahuan, ketrampilan dalam memimpin
          laboratorium klinik secara mandiri sesuai dengan tuntutan kebutuhan
          masyarakat.
       e. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam mendidik dan
          melaksanakan penelitian maupun apresiasi atas hasil penelitian.

III.2.2. Standar Dokter Spesialis Patologi Klinik

       a. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam pelayanan
          kepada pasien mulai dari kegiatan pra analisis, analisis dan pasca analisis.
       b. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam kegiatan
          manajerial laboratorium Patologi Klinik.
       c. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam memberikan
          keterangan ahli kepada para pelanggan.
       d. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam melakukan
          penelitian maupun apresiasi atas hasil penelitian untuk mengembangkan
          laboratorium dan diri sendiri secara berkesinambungan.
       e. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam mendidik
          tenaga analis dan administrasi untuk mengembangkan laboraorium dan
          mengembangkan system kerja.

III.2.3. Standar Dokter Spesialis Patologi Klinik Konsultan

       a. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam pelayanan sub-
          spesialistik kepada pasien mulai dari kegiatan pra analisis, analisis dan
          pasca analisis.
       b. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam kegiatan
          manajerial laboratorium Patologi Klinik.




www.pdspatklin.or.id                                                     Halaman    3
                                                     Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                     Dokter Spesialis Patologi Klinik



       c. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam memberikan
          keterangan ahli kepada para pelanggan.
       d. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam melakukan
          penelitian maupun apresiasi atas hasil penelitian untuk mengembangkan
          laboratorium dan diri sendiri secara berkesinambungan.
       e. Memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap profesional dalam mendidik
          tenaga analis dan administrasi untuk mengembangkan laboraorium dan
          mengembangkan system kerja.

III.3.1. STANDAR KEMAMPUAN

Kemampuan seorang DSPK DAN DSPK-K adalah sebagai berikut :

III.3.1.1. Pada Bidang Medis

       a. Merumuskan dan memcahkan masalh yang berkaitan dengan penentuan
          diagnosis, evaluasi pengobatan, prognosi dan pencegahan penyakit, melalui
          pendekatan dari bidang laboratorium dalam bidang hematologi, hemostasis,
          mikrobiologi klinik dan penyakit infeksi, metabolik-endokrin, alergi-
          imunologi, onkologi, respirasi dan kardiovaskuler, urology, hepato-
          gastroenterologi dan lain-lain.
       b. Mampu menganalisis dan menginterprestasikan hasil pemeriksaan
          laboratorium Patologi Klinik.
       c. Memberi penjelasan kepada sesama rekan dokter tentang keterbatasan
          (limitation) tehnik pemeriksaan yang digunakan.
       d. Memberikan pelayanan konsultasi
       e. Memiliki kemampuan a s/d d ditambah kemampuan khusus sesuai dengan
          bidang spesialisasi masing-masing.

III.3.1.2. Pada Bidang Teknik

Seorang DSPK/DSPK-K harus menguasai berbagai teknik pemeriksaan laboratorium
agar dapat mandiri dan paripurna dalan melaksanakan pelayanan laboraorium.
Ketentuan yang harus diikuti adalah sebagai berikut :

       a. Mampu melaksanakan pemeriksaan laboratorium.
       b. Mampu mengidentifikasi dan menganalisa masalah pada kesulitan teknik
          mengenai metodologi, peralatan, reagen spesimen maupun pasien.
       c. Mengambil tindakan perbaikan pada metode laboratorium.
       d. Menatalaksanakan pemantapan kualitas intra dan antar laboratorium.
       e. Memiliki kemampuan a s/d d ditambah kemampuan khusus sesuai dengan
          bidang spesialisasi masing-masing.

III.3.1.3. Pada Bidang Pengelolaan.

Seorang DSPK/DSPK-K harus mempunyai kemampuan dalam :

       a. Menentukan jenis pemeriksaan yang paling tepat dilakukan dalam segi
          metodologi dan peralatan.
       b. Menentukan jenis dan jumlah sarana, prasarana dan tenaga laboratorium.
       c. Mengatur dan mengawasi kelancaran pelayanan laboratorium
       d. Menentukan fungsi dan tugas masing-masing tenaga laboratorium.
       e. Menentukan Kebijakan Keselamatan erja terhadap petugas laboratorium
          dan pasien serta mencegah pencemaran lingkungan dan infeksi.
       f. Mengatur penggunaan dan pemeliharaan alat serta reagen.
       g. Menganalisis data kegiatan laboratorium dan mengevaluasinya.
       h. Menyesuaikan sarana dan prasarana serta pelayanan laboratorium dengan
          perkembangan ilmu dan teknologi serta kebutuhan sesuai dengan tingkat
          kemampuan masyarakat setempat.
       i.  Membuat     perencanaan     kegiatan   pelayanan  dan    pengembangan
          laboratorium.




www.pdspatklin.or.id                                                 Halaman      4
                                                       Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                       Dokter Spesialis Patologi Klinik



III.3.2. PERILAKU

Sebagai insan yang berjiwa Pancasila, seorang SDPK/DSPK-K harus menunjukan
perilaku yang memenuhi krioteria sebagai berikut :

III.3.2.1. Kewajiban

       a. Dokter Spesialis Patologi Klinik baik kedudukannya sebagai anggota tim
          klinik atau secara individual mampunyai kewajiban memberikan keterangan
          ahli (professional expertise) yang berhubungan dengan hasil pemeriksaan
          laboratorium ataui pemeriksaan laboratorium lanjutan.
       b. Dokter Spesialis Patologi Klinik bertanggung jawab atas mutu hasil
          pemeriksaan laboratorium.

III.4. SIKAP DAN ETIKA PROFESI

Seorang DSPK/DSPK-K harus bersikap sesuai dengan kode Etik Kedokteran Indonesia
dan Etika Profesi Spesialis Patologi Klinik.

III.5. PERSYARATAN DAN HAK PELAKSANAAN FUNGSI PROFESI

III.5.1. PERSYARATAN

Untuk dapat melaksanakan tugasnya, seorang SDPK/DSPK-K membutuhkan beberapa
persyaratan yang ditentukan sebagai berikut :

       a. Sarana, Prasarana dan sumber dayamanusia harus memadai, sesuai dengan
          persyaratan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta
          kebutuhan masyarakat luas.
       b. Penyimpanan rekam medik atau arsip labortorium, termasuk sediaan harus
          disimpan sesuai peraturan Depkes.
       c. Peraturan dan aturan Pemerintah, IDI, PDS-PATKLIN dan peraturan lainnya
          yang berkaitan dengan Profesi Patologi Klinik hendaknya menunjang fungsi
          Dokter Spesialis Patologi Klinik.

III.5.2. HAK PELAKSANAAN PROFESI




Dalam menjalankan fungsinya, soerang DSPK mempunyai hak sebagai berikut :

       a. mendapatkan jasa profesi sesuai dengan ketentuan yang disepakati oleh
          organisasi setempat, yang terdiri dari:

           1. Jasa medis : antara 5 –10% dari bruto ( atau jasa medis yang dihitung
              per pasien berdasarkan klasifikasi pemeriksaan)
           2. Jasa tetap: Minimal Rp 1.500.000/bulan. Peraturan jasa tetap ditinjau
              tiap tahun sesuai dengan aturan yang berlaku di instansi terkait.
           3. Jasa konsultasi per pasen sesuai tariff konsultasi profesi lain setempat.
              Penetapan jasa profesi disahkan dengan Perda/SK Diredsi.

       b. Seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik mempunyai hak melepaskan
          tanggung jawabnya apabila Standar Profesi Patologi Klinik tidak dipatuhi.

III.6. PENGEMBANGAN DIRI & PROFESI SECARA BERKSESINAMBUNGAN

Seorang SDPK/DSPK-K mempunyai kewajiban mengembangkan diri dibidang
profesinya agar dapat terus mengikuti perkembangan ilnu pengetahuan dan teknologi,
khususnya dibidang ilmu kedokteran dan hal itu diatur sebagai berikut :




www.pdspatklin.or.id                                                    Halaman    5
                                                         Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                         Dokter Spesialis Patologi Klinik



        a. Seorang Doktr Spesialis Patologi Klinik wajib mengikuti perkembangan ilimu
           dan teknologi kedokteran khususnya bidang Patologi Klinik, dengan cara :

           1. mengikuti pendidikan kedokteran berkelanjutan (PKB)
           2. mengikuti symposia, seminar, lokakarya atau pertemuan ilmiah lainnya
              yang berkaitan dengan profesinya
           3. mempelajari artikel dan/atau publikasi mengenai bidangnya.
           4. mempresentasikan dan mempublikasikan karya ilmiah di bidang Patologi
              Klinik, dalam majalah terakreditasi sesuai subspesialisasinya.

        b. Berperan serta dalam pengembangan ilmu Patologi Klinik dengan berbagai
           penelitian dan pendidikan.
        c. Dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
           kedokteran, wajib menapis dan menyesuaikan dengan kebutuhan profesi.
        d. Menerapkan perkembanganilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran
           yang diperolehnya untuk meningkatkan pelayanan dengan berperan serta
           dalam memberikan professional expertise pada penatalaksanaan pasien,
           ikut serta dalam ronda pasien, diskusi ilmiah dan sebagainya.

Pelaksanaan pengembangan diri dan profesi secara rinci diatur dalam Pedoman
Kegiatan Pengembangan Profesi Berkesinambungan (KPPB).

BAB IV

                                      SERTIFIKASI

IV.1. SASARAN SERTIFIKASI

Sasaran sertifikasi yang ditentukan adalah sebagai berikut :

   a.      Dokter Spesialis Patologi Klinik

                  1. Sertifikasi Awal
                  2. Sertitikasi Ulang

   b.     Dokter Spesialis Patologi Klinik Konsultan :

                  1. Sertifikasi Awal
                  2. Sertitikasi Ulang

   c.     Penyesuaian Sertifikasi DSPK/DSPK-K lulusan Luar Negeri

                  1. Dokter Spesialis Patologi Klinik
                  2. Dokter Spesialis Patologi Klinik Konsultan

IV.2. PERSYARATAN SERTIFIKASI

Pemberian sertifikat pada DSPK dan DSPK-K lulusan dalam negeri dan luar negeri dia
atur dengan :

IV.2.1. SERTIFIKASI AWAL

Sertifikasi awal diwajibkan untuk DSPK, DSPK-K lulusan dalam negeri dan luar negeri,
dengan ketentuan sebagai berikut :

IV.2.1.1. Dokter Spesialis Patologi Klinik lulusan luar negeri :

        a. Telah mengikuti pendidikan terstruktur di Lembaga Pendidikan de dalam
           negeri yang terakreditasi dan dibuktikan dengan adanya ijazah Ujian
           Nasional Dokter Spesialis Patologi Klinik.




www.pdspatklin.or.id                                                     Halaman     6
                                                       Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                       Dokter Spesialis Patologi Klinik



       b. Telah mendapatkan pembekalan mengenai standar profesi kode etik dan
          standar pelayanan medik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik.

IV.2.1.2. DSPK-K lulusan dalam negeri :

Pemberian sertifikat pada DSPK-K dapat berbentuk :

       a. Pemberian sertifikat Konsultan pada periode transisi, yang diberikan
          berdasarkan pedoman yang telah disepakati sebelumnya.
       b. Pemberian sertifikat pada DSPK yant telah lulus pada ujian Nasional
          Spesialis Patologi Klinik Konsultan.

 IV.2.1.3. DSPK lulusan luar negeri

DSPK lulusan luar negeri dapat berstatus WNI atau WNA.

Pada DSPK lulusan luar negeri WNI maupun WNA sertifikat dapat diberikan dengan
syarat :

       a. Mempunyai Ijazah Dokter Spesialis Patologi klinik dari perguruan tinggi
          negara bersangkutan.
       b. Sertifikat/verikasi Dokter Spesialis Patologi Klinik dari Organisasi Profesi
          Negara yang bersangkutan.
       c. Memenuhi standar profesi Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia.
       d. Lulus ujian bahsa Indonesia oleh institusi Bahsa Indonesia yang berwenang.
       e. Mempunyai surat ketenagaan dokter dalam keadaan sehat sesuai dengan
          kriteria sehat WHO.
       f. Mengikuti psikotes dan wawancara cultural yang diselengarakan dalam
          Bahsa Indonesia.
       g. Telah mengikuti proses adaptasi sesuai dengan perAaturan yang berlaku.
       h. Lulus Ujian Nasional yang diselengarakan oleh Kolegium Patologi Klinik
          Indonesia.

IV.2.1.4. DSPK-K lulusan luar negeri

Pada DSPK-K lulusan luar negeri sertifikat dapat diberikan dengan syarat :

       a. Mempunyai Ijazah Dokter Spesialis Patologi Klinik Konsultan yang
          diekluarkan oleh negara yang bersangkutan.
       b. Mempunyai sertifaikasi/verifikasi Dokter Spesialis Patologi Klinik dari
          Organisasi Profesi Negara yang bersangkutan.
       c. Mempunyai serfikat keahlian percabangan keilmuan (fellowship) tertentu.
       d. Memenuhi standar Profesi Dokter Spesialis Patologi Klini Konsultan
          Indonesia.
       e. Lulus ujian bahsa Indonesia oleh institusi Bahsa Indonesia yang berwenang.
       f. Mempunyai surat ketenagaan dokter dalam keadaan sehat sesuai dengan
          kriteria sehat WHO.
       g. Mengikuti psikotes dan wawancara cultural yang diselengarakan dalam
          Bahsa Indonesia.
       h. Telah mengikuti proses adaptasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
       i.  Lulus Ujian Nasional yang diselengarakan oleh Perhimpunan Patologi Klinik
          Indonesia.

IV.3.1. DSPK lulusan dalam negeri dan luar negeri.


Pada saat melakukan sertifikasi ulang, seorang DSOK lulusan dalam neegri dan luar
negeri harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

       a. Menjadi anggota IDI
       b. Menjadi anggota PDS-Patklin




www.pdspatklin.or.id                                                    Halaman    7
                                                        Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                        Dokter Spesialis Patologi Klinik



       c. Mengumpulkan sejumlah nilai Satuan Kredit Partispasi (program terstrutur)
          dalam bidang ilmu Patologi Klinik dan seminar.
       d. Menunjukkan data kinerja profesi spesifik, serta peran sertanya dalam
          pengabdian masyarakat.
       e. Memperlihatkan bukti kinerja pengembangan keilmuan spesifik (misalkan
          pembicara dalam pertemuan seminar, penelitian, keterangan sebagai
          manager laboratorium, dosen dsb)
       f. Memperlihatkan bukti karya publikasi ilmiah yang diterbitkan dalam majalah
          terakreditasi.
       g. Tidak mempunyai masalah/pelanggaran etika profesi yang dinyatakan oleh
          Komite MKKI.
       h. Dalam keadaan sehat sesuai dengan WHO.

IV.3.2. DSPK-K lulusan dalam negeri dan luar negeri.

Pada saat melakukan sertifikasi ulang, seorang DSPK-K lulusan dalam negeri dan luar
negeri harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

       a. Menjadi anggota IDI
       b. Menjadi anggota PDS-Patklin
       c. Mengumpulkan sejumlah nilai Satuan Kredit Partispasi (program terstrutur)
          dalam bidang ilmu Patologi Klinik dan seminar sesuai dengan
          subspesialisasinya.
       d. Menunjukkan data kinerja profesi spesifik sesuai sub-spesialisasinya, serta
          peran sertanya dalam pengabdian masyarakat.
       e. Memperlihatkan bukti kinerja pengembangan keilmuan spesifik sesuai
          subspesialisasi.
       f. Memperlihatkan bukti karya publikasi ilmiah sesuai sub-spesialisasi yang
          diterbitkan dalam majalah terakreditasi.
       g. Tidak mempunyai masalah/pelanggaran etika profesi yang dinyatakan oleh
          Komite MKKI.
       h. Dalam keadaan sehat sesuai dengan WHO.

IV.4. TATA CARA SERTIFIKASI

Tata cara dalam melakukan sertifikasi diatur sebagai berikut :

       1. Mendapat surat rekomdasi dari PDS-PATKLIN CABANG.
       2. Mengisi borang/formulir “selfassesment” sertifikasi ulang         yang   telah
          disediakan oleh perhimpunan

Dilakukan evaluasi oleh tim penilai yang telah ditentukan oleh perhimpunan.


IV. 5. HASIL EVALUASI

Untuk sertikasi awal dan sertifikasi ulang bagi Dokter Spesialis Patologi Klinik dan
Dokter Spesialis Patologi Klinik Konsultan lulusan dalam negeri dan lulusan luar negeri,
sertifikasi yang diberikan dapat berbentuk:

       a. Diberikan sertifikasi ulang tanpa syarat
       b. Diharuskan mengikuti program remedial terlebih dulu sebelum diberi
          sertifikat.
       c. Tidak diberi sertifikat karena ditolak/degradasi oelh tim sertifikasi
          (degradasi khusus untuk DSPK-K)

IV.6. PERIODISASI

Sertifikasi bagi seorang DSPK dan DSPK-K baik lulusan dalam negeri maupun luar
negeri dilakukan setiap 5 tahun sekali, sedangkan untuk DSPK dan DSPK-K lulusan
luar negeri yang WNA dilakukan 2 tahun sekali.




www.pdspatklin.or.id                                                     Halaman    8
                                                         Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                         Dokter Spesialis Patologi Klinik



IV.7. PENYAMPAIAN HASIL EVALUASI

Hasil evaluasi diberikan secara tertulis kepada yang bersangkutan, dengan ketentuan
apabila tidak ada keberatan dalam 2 waktu minggu, maka akan dikirimkan tembusan
de cabang PDS-PATKLIN sesuai dengan domisili, institusi tempat kerja dan kepada IDI.

IV.8. ORGANISASI DATA DAN TATA LAKSANA SERTIFIKASI

Pengelolan program sertifikasi ulang dilakukan oleh Komisi Sertifikasi. Anggota komisi
ini terdiri dari anggota PDS-PATKLIN Indonesia yang ditentukan oleh PP PDS-PATKLIN
dengan masa bakti sesuai periode Pengurus Pusat PDS-PATKLIN. Selanjutnya, Komisi
Sertifikasi dapat membentuk beberapa tim evaluasi sesuai dengan kebutuhan dan
tingkatan sertifikasi.

Masing-masing tim evaluasi, terdiri dari 3 – 5 orang, yang diangkat dengan surat
keputusan Pengurus Pusat PDS-PATKLIN. Ketua tim evaluasi harus anggota Komisi
Sertifikasi, sedangkan anggota tim terdiri dari unsure anggota biasa PDS-PATKLIN
yang bekerja di institusi pendidikan dan/atau praktisi dengan kinerja profesi yang baik.

IV.9. PENDANAAN

Pendanaan dalam melakukan sertifikasi ditanggung oleh peserta sertifikasi

                                         BAB V

                                       PENUTUP

Pelaksanaan praktek sebagai DSPK dan DSPK-K hendaknya selalu berpedoman pada :

       a.   KODEKI
       b.   Kode Etik dan standar Profesi DSPK
       c.   KODERSI
       d.   Standar Pelayanan Medis Dokter Spesialis Patologi klinik




                                     LAMPIRAN I

    PEDOMAN PELAKSANAAN DAN PENILAIAN KEGIATAN PENGEMBANGAN
          PROFESI BERKESINAMBUNGAN (KPPB) PDS-PATKLIN

Penilaian Sertifikasi Ulang Dokter Spesialis Patologi Klinik di Indonesia dituangkan
dalam bentuk Pedoman Pelaksanaan Dan Penilaian Kegiatan Pengembangan
Profesi Berkesinambungan (KPPB) PDS-PATKLIN

1. Definisi Kegiatan Pengembangan Profesi Berkesinambungan (KPPB)

KPPB adalah kegiatan untuk meningkatkan dan memperbarui ilmu pengetahuan dan
ketrampilan serta sikap Dokter Spesialis Patologi klinik yang diperlukan dalam
pekerjaannya.

Istilah Pengembangan Profesi Berkesinambungan (KPPB) lebih tepat daripada istilah
Pedidikan Kedokteran Berkesinambungan, karena peran dokter spesialis pada mutu
pelayanan kesehatan,seperti pendidikan, penelitian dan manajemen.

Tujuan Pengembangan Profesi Berkesinambungan adalah untuk meningkatkan semua
aspek kinerja dokter spesialis Patologi Klinik, sehingga memenuhi standar yang
ditentukan untuk mencapai mutu yang diharapkan.




www.pdspatklin.or.id                                                     Halaman       9
                                                         Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                         Dokter Spesialis Patologi Klinik



2. Jenis Kegiatan Pengembangan Profesi Berkesinambungan

Kegiatan Pengembangan Profesi Berkesinambungan terdiri dari :

   1. Kegiatan pengembangan profesi berkesinambungan pribadi
   2. Kegiatan pengembangan profesi berkesinambungan internal
   3. Kegiatan pengembangan profesi berkesinambungan eksternal

2.1.Kegiatan pengembangan profesi berkesinambungan pribadi meliputi :

        Jenis kegiatan              Kriteria penilaian          Dokumentasi    Nilai
                                                                sebagai bukti
Melakukan pencarian informasi    Sumber data nasional        Rangkuman dan nama 5
yang berhubungan dengan          atau internasional          sumber data
pekerjaan
Membaca jurnal dan buku teks     Dari publikasi ilmiah yang Rangkuman dan jurnal     5
serta menjawab soal untuk self   ada peer-review
assessment
Melaksanakan proyek penelitian  Dipublikasikan dalam         Jurnal                  20
                                jurnal yang ada peer
                                review
Membuat makalah tinjauan        Untuk publikasi ilmiah       Majalah atau jurnal     10
pustaka atau artikel            yang ada peer review
Menjadi editor atau peer review Untuk publikasi ilmiah       Artikel dan hasil       10
                                                             review
Mempresentasikan makalah         KONAS, Konferensi           Sertifikat              10
dalam seminar, PIT, konggres     internasional, PIT
Belajar jarak jauh pada pusat    Pusat pendidikan yang       Tanda lulus             5
pendidikan yang diakui           diakui
Mendapatkan kualifikasi          Pusat pendidkan yang        Tanda lulus             15
tambahan                         diakui
Menjadi anggota kelompok         Kelompok kerja atau         Surat keputusan         5
kerja atau komite                komite yang berkaitan       institusi
                                 dengan bidangnya
Menjadi auditor internal dan     Diminta oleh institusinya   Surat keputusan dan     15
eksternal                        atau badan lain yang        rangkuman hasil audit
                                 berwenang
Memimpin rapat dalam             Rapat internal            Notulen dan daftar        2
institusinya                                               hadir rapat
Memberi penilaian kinerja        Untuk institusi tempat    Surat keputusan dan       5
stafnya                          bekerja                   rangkuman hasil
                                                           penilaian
Membuat perencanaan dan          Untuk institusinya        Rangkuman                 15
analisis SWOT                                              perencanaan
Melakukan kunjungan              Ke pusat unggulan yang Surat keputusan dan          5
pendidikan                       diakui secara nasional    laporan kunjungan
Memberikan kuliah di institusi   Untuk kegiatan organisasi Surat keputusan atau      10
pendidikan atau pelatihan        profesi atau institusi    permintaan dari
                                                           organisasi
Membimbing anak didik untuk                                Abstrak makalah yang      10
melakukan penelitian dan                                   ditandatangani KPS
membuat makalah
Menjadi instruktor pelatihan   Untuk kegiatan organisasi Surat keputusan atau        10
                               profesi atau institusi     permintaan dari
                                                          organisasi
Menulis soal ujian dan menguji Untuk institusi pendidikan ujian                      10
                               yang diakui secara
                               nasional




www.pdspatklin.or.id                                                       Halaman   10
                                                        Standar Profesi dan Sertifikasi
                                                        Dokter Spesialis Patologi Klinik



Menjadi nara sumber dalam     Untuk institusi sendiri      Surat undangan atau       10
presentasi kasus              atau institusi lain          penunjukan
Menjadi penyelenggara program Untuk institusi yang         Surat keputusan dari      10
pemantapan mutu               diakui secara nasional       institusi

2.2. Kegiatan pengembangan profesi berkesinambungan internal meliputi
:

        Jenis kegiatan              Kriteria penilaian           Dokumentasi        Nilai
                                                                 sebagai bukti
Berpartisipasi dalam ronde besar Diakui sebagai kegiatan       Topik                 2
                                 internal ditempatnya
                                 bekerja
Berpartisipasi dalam kegiatan    Diakui sebagai kegiatan       Topik                 3
audit                            internal ditempatnya
                                 bekerja
Berpartisipasi dalam kegiatan    Diakui sebagai kegiatan       Topik                 2
lokakarya                        internal ditempatnya
                                 bekerja
Berpartisipasi dalam kegiatan    Diakui sebagai kegiatan       Topik                 1
seminar                          internal ditempatnya
                                 bekerja
Berpartisipasi dalam pembacaan Diakui sebagai kegiatan         Topik                 2
jurnal clubs,X-ray/histologi dsb internal ditempatnya
                                 bekerja
Berpartisipasi dalam diskusi     Diakui sebagai kegiatan       Topik                 2
kasus/kasus kematian dsb         internal ditempatnya
                                 bekerja

2.3. Kegiatan pengembangan profesi berkesinambungan eksternal meliputi
:

  Jenis kegiatan                              Kriteria          Dokumentasi         Nilai
                                              penilaian         sebagai bukti
  Menghadiri konferensi                       Diakui sebagai    Bukti partisipasi    1
                                              kegiatan
                                              eksternal
  Menyelesaikan jawaban berbagai              Diakui sebagai    Bukti partisipasi
  pertanyaan dari jurnal yang berasal dari    kegiatan
  suatu pusat pendidikan untuk menilai diri   eksternal
  sendiri




www.pdspatklin.or.id                                                     Halaman    11

								
To top