Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Sertifikasi tenaga Ahli Minyak dan Gas Bumi di Indonesia by byrnetown71

VIEWS: 1,252 PAGES: 4

									                   Sertifikasi Ahli Teknik Migas langkah a wal
                   IATMI dalam menjawab tantangan global
                                Sunoto Murbini*, Priyo Hutomo**




1. Pendahuluan.

        Persaingan tenaga kerja profesional Indonesia dengan tenaga kerja asing (TKA)
pada profesi yang sama secara fakta sebenarnya terlah berlangsung sejak dibukanya kran
investasi asing ke Indonesia. Pertumbuhan ekonomi yang sejalan dengan perkembangan
teknologi, memperlihatkan dengan dilapangan bahwa baik investor asing maupun investor
lokal, yang menggunakan manajemen dengan teknologi tinggi, relatif memilih TKA untuk
menempati beberapa posisi kunci. Hal ini mungkin karena persepsi bahwa TKI kurang
mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan.

       Dalam sidang WTO, Juni 2002 , Indonesia telah menerima initial request dari
beberapa negara, dimana secara umum meminta Indonesia meninjau kembali peraturan-
peraturan yang berhubungan dengan masuknya tenaga kerja profesional bidang jasa ke
Indonesia.dan khususnya meminta Indonesia memberikan kebebasan bagi movement of
natural person, mode 4 dalam komitmen liberalisasi bidang jasa.

        Hingga saat ini komitmen Indonesia bersifat horisontal dalam WTO ,dan hanya
terfokus pada pemberian ijin masuknya TKA pada kualifikasi Manajer, Direktur dan Technical
expert. Sejalan dengan tersebut diatas, dalam kegiatan dan pengusahaan minyak dan gas
bumi, pemerintah telah menerbitkan daftar jabatan yang bisa diisi maupun yang tidak bisa
diisi TKA.

       IATMI sebagai salah satu Assosiasi Profesional dibidang minyak dan gasbumi,
melangkah untuk mempersiapkan Sertifikasi keahlian dan kompetensi bagi para profesional
di bidang migas, untuk menjawab tantangan yang dihadapi di era globalisasi, dan dengan
peningkatan Kompetensi bagi tenaga Ahli        migas Indonesia     maka akan memacu
peningkatan pendapatan pemerintah dari produksi migas nasional serta merialisasikan
Indonesian Development and Participation (IDAP) bagi tenaga kerja Indonesia.




2. Registrasi dan Sertifikasi Insinyur Profesional Ahli Teknik Migas

Sistem pendidikan tinggi nasional kita di Indonesia dewasa ini hanya mengenal kualifikasi
akademik berupa ‘Sarjana Teknik’ (ST). Secara internasional (APEC/Asia Pacific Economic
Cooperation), istilah ‘Insinyur’ (Engineer) adalah sebutan profesi yang diberikan oleh
Asosiasi Profesional bidang Rekayasa/ Keteknikan dan Teknologi yang berwenang di suatu
daerah/ negara kepada para lulusan (graduate) program akademik dari suatu pendidikan
tinggi bidang rekayasa dan/atau teknologi berdasarkan penilaian atas serangkaian
pengalaman praktek yang teruji/terukur dan/atau berdasarkan prestasi kelulusan dalam
menjalani program pengembangan profesi yang diakui oleh kelompok masyarakat
profesional di daerah/ negara tertentu.
Seorang Insinyur Profesional (IP, atau P.E./ ‘Professional Engineer’) adalah seorang sarjana
teknik yang telah terdaftar dan diakui sebagai ‘Insinyur’ oleh Asosiasi Profesional setempat,
dan telah berkarya di bidangnya selama sekurang-kurangnya lima (5) tahun dan telah
menjalani proses Sertifikasi Keahlian berdasarkan hasil penilaian atas Kompetensi yang
diselenggarakan oleh asosiasi profesional setempat (misalnya IATMI, SPE, PII dsb.),
sehingga berhak menyandang sebutan IP, Insinyur Profesional atau P.E.,Professional
Engineer.

Proses Registrasi Insinyur Profesional (IP) bukan dimaksudkan untuk menghasilkan
tingkatan, gelar atau sebutan baru bagi para praktisi rekayasa yang memenuhi
syarat tertentu. Terutama bagi industri, bisnis dan organisasi komersial, registrasi calon IP
merupakan suatu sistem penjamin mutu (Quality Assurance) atas kapabilitas dan
kompetensi para profesionalnya. Mereka yang telah terdaftar sebagai Insinyur Profesional
(IP) selama perioda tertentu berarti telah dijamin kompetensi profesionalnya oleh
Masyarakat Profesional yang berwenang / diakui publik dan negara/internasional.

Adapun kriteria dasar yang berlaku untuk mengikuti proses registrasi IP ini adalah :
Calon telah menyelesaikan pendidikan tinggi kesarjanaan (S1) pada suatu perguruan tinggi
yang terakreditasi,
Calon telah memiliki pengalaman kerja, minimal 5 tahun, atau dapat diakselerasi menjadi 3
tahun dalam suatu program pengembangan profesi yang terstruktur dan terbimbing.
Calon memiliki kompetensi profesional yang memenuhi ketentuan sesuai dengan bakuan
kompetensi yang ditetapkan. Dalam hal inilah sangat diperlukan proses penilaian yang
seksama atas kompetensi tsb. Bila diperlukan program pembinaan (mentoring), kursus
singkat pelatihan kerja yang spesifik dsb, perusahaan tempat bekerja calon bersama
Komisariat IATMI setempat harus mampu menyediakannya.

Lembaga Sertifikasi Ahli Teknik Minyak dan gas bumi Indonesi (LSATMI), mengacu pada
hasil rancangan Standardisasi Kompetensi Insinyur Profesional minyak dan gas bumi yang
dihasilkan oleh Panitia Teknik Standardisasi Direktorat Migas, telah menyusun Tahap
Sertifikasi sesuai dengan jenjang kapabilitas dan kompetensi dalam 3 tahap serta merujuk
kualifikasi IP atau “P.E.” dari PII (Persatuan Insinyur Indonesia) sebagai berikut :

 1. IP – Insinyur Profesional Muda, ‘Associate Professional Engineer’ , ‘Engineer in Trainee’
 2. IPM – Insinyur Profesional Madya,, ‘Professional Engineer’, ‘Registered Engineer’
 3. IPU – Insinyur Profesional Utama.,’Senior Professional Engineer’, ‘Profesional Engineer’


3. Pemahaman Kompetensi dalam kegiatan Migas

Kompetensi adalah kemampuan yang harus dimiliki sesorang untuk melakukan suatu
tugas atau pekerjaan tertentu yang ditunjang atas dasar Sikap kerja atau Etika busines
( Ethic ), Pengetahuan (Knowledge), Keahlian dan ketrampilan (Skill ) yang sesuai
dengan unjuk kerja profesi yang ditetapkan dan yang dipersyaratkan.

Etika busines dan profesi (Ethic), berintikan tanggung jawab atas kehadirannya
ditempat kerja tersebut (Responsibility), dengan integritas pribadi ( Integrity) yang terkait
dengan nilai-nilai moral yang baik (moral and values). Sembilan prinsip business Ethic , hasil
Simposium IATMI 2002 merupakan pedoman Etika kerja yang dianut oleh LSATMI dan harus
dipahami oleh pemegang Sertifikat LSATMI. Etika kerja berpengaruh baik dalam profesi
maupun dalam busines yang dilakukan dalam bidang pekerjaan . Faktor ini yang saat ini
sangat diperlukan dalam menata kualitas sumber daya manusia di Indonesia, bahkan
khususnya dalam kegiatan minyak dan gas bumi diseluruh strata pekerjaan
Pengetahuan (Knowledge), adalah pengetahuan dasar dan spesifik yang sangat penting
dalam pekerjaan. Masalah Lingkungan ( Environmental issues) , yang saat ini dikembangkan
dengan Manajemen Lingkungan sangat mempengaruhi pelaksanaan rencana kerja yang
telah disusun. Semua kemampuan dan kapabilitas ilmu yang dimiliki diperoleh melalui
pendidikan formal Akademis , Kursus ataupun dari buku bacaan.

Keahlian dan Ketrampilan ( Skill ), adalah kemampuan berkomunikasi dengan baik
(Langguage & Communication) dalam memperkaya ketrampilan diri, kemampuan teknis dan
kemampuan mengelola ketrampilan tersebut dalam pekerjaan. Kesemua ketrampilan
tersebut, diperoleh dari kumpulan akumulasi pengalaman yang didapat selama menjalani
masa kerja da, ditambah juga dari pendidikan dan pelatihan yang diberikan perusahaan
tempat bekerja, pepatah “pengalaman adalah guru yang terbaik”.

Definisi Kompetensi yang dipahami oleh beberapa Badan Sertfikasi di Indonesia mempunyai
pendekatan kesamaan arti, dan pemahamannya art. Ketiga Komponen tersebut tetap
merupakan bagian pokok dari pembentukkan Kompetensi.


4. Sistem Penilaian dan Persyaratan Program Sertifikasi

Sistem penilaian dalam proses registrasi IP dilakukan berdasarkan pendekatan ‘Peer Review’
dan ‘Assessor Review & Audit’. Rujukan penilaian bukanlah bersumber pada pendekatan
akademik atau ilmiah, akan tetapi semata-mata pada Kode Etika dan Bakuan Kompetensi,
yang merupakan pokok-pokok acuan untuk menilai keseimbangan terpadu dari para calon
dari segi integritas akhlak, etika, pengetahuan dasar rekayasa, ketrampilan karsa dan karya
rekayasa, ‘profesionalisme’ dan kemampuan memutuskan / melaksanakan komitmen.
Dalam paket kerjasama IATMI-SPE, SPE akan melakukan pelatihan kepada para Majelis
Penilai dan Badan Kejuruan (BK) Migas yang dibentuk khusus di setiap Komisariat IATMI.
Majelis Penilai, yang merupakan satu-satunya kelompok ahli yang melakukan penilaian
proses seleksi IP di setiap komisariat, terdiri dari para ‘registered professional engineers’
pada SPE, atau mereka yang benar-benar telah diseleksi IATMI dan SPE untuk memenuhi
kriteria Kelompok Penilaian Profesional (berdasarkan kriteria ABET, APEC/PII, IATMI /SPE) –
yang tidak diragukan lagi integritasnya dan sanggup memberikan komitmen / dedikasi untuk
melaksanakan penilaian.

Persyaratan Peserta Program Sertfikasi, untuk dapat mengikuti proses registrasi calon IP,
seorang lulusan program S1 bidang Teknik (terutama Perminyakan, Gas, Energi, dan bidang
Teknik lain yang relevan) harus terdaftar sebagai anggota (aktif) salah satu asosiasi profesi
seperti misalnya IATMI, SPE atau lainnya, kemudian menyerahkan :
• CV (Curriculum vitae), berisi riwayat karier calon yang harus terfokus pada kompetensi
   teknis yang dikuasainya,
• EPR (Engineering Practice Report), yang menonjolkan beberapa bagian dari karya calon
   tsb. yang ‘significant’ untuk dapat di-klaim kompetensinya yang paling relevan,
• PI (Professional Interviews) – data umum yang memungkinkan penilaian atas
   kepribadian, etika, akhlak calon tersebut, sekaligus untuk menilai kemampuan
   humaniora, komunikasi, manajemen dsb.
• CPD (Continuing Professional Development) – berisi upaya terus-menerus pemutakhiran
   keahliannya dalam bidang kejuruan dan praktek bisnis yang relevan. Bagi mereka yang
   bekerja di suatu institusi, atasan langsung atau pejabat pembinaan karier professional
   yang ditunjuk harus membubuhkan tanda tangan persetujuan atas keikutsertaannya
   melakukan registrasi profesional ini.
  Selanjutnya Majelis Penilai akan melakukan evaluasi dan interview untuk dapat menetapkan
  tingkat IP, IPM atau IPU setelah mengikuti workshop, pelatihan dan pengujian yang
  ditetapkan oleh lembaga pelatihan yang terpisah dari Lembaga Sertifikasi.

  Kelompok Kompetensi didalam LSATMI , akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dalam
  penyediaan Ahli Profesional baik dibidang Utama Migas maupun dibidang Jasa Penunjang
  Migas

  5. Grand Desain IDAP Tenaga Ahli Profesional Migas

  Tersedianya tenaga ahli profesional dibidang Migas akan meningkatkan,
  kesanggupan tenaga ahli Indonesia mengikuti perkembangan pasar Kompetisi
  secara global. Untuk memperkirakan dan meningkatkan tenaga Ahli Profesional,
  baik kualitas maupun kuantitas , dirasa perlu IATMI bersama stake dolder yang
  lain dalam bidang Tenaga Kerja Migas , untuk memnyusun suatu Grand Desain d
  Tenaga Kerja di Migas Indonesia.

  Penyusunan Grand Desain Ketenaga Kerjaan Migas Indonesia harus melihat
  kedalam dan keluar. Perubahan sistem ketatanegaraan didalam negeri dari
  sistem Sentralisasi menuju sistem Desentralisasi merupakan reformasi kearah
  tatanan perdagangan. Sedangkan pengaruh dari luar adalah arus globalisasi
  yang ditandai dengan perdagangan bebas dengan meningkatnya teknologi
  informasi, komunikasi dan transportasi.

  Kesepakatan dibidang perdagangan dan ekonomi seperti AFTA, APEC dan WTO
  menunjukan bahwa Indonesia tidak dapat menghindarkan dari perybahan dan
  perkembangan yang melanda dunia.

  Kegiatan industri migas sebenarnya adalah kegiatan perdagangan yang sudah
  bersifat global, berteknologi tinggi dan Sumber Daya Manusia mempunyai
  kompetensi merupakan salah satu pilar yang menunjang keberhasilan.

  Daftar Referensi:
1. Priyo Hotomo,Dyan Dwistiadi, Untung Surayanto, Standard Kompetensi Profesional Migas dalam proses Perumusan
   Nasional , Forum Komunikasi IV Pertamina BPPKA 2000.
2. Sunoto Murbini, Potensi Perguruan Tinggi berbasis kompetensi menunjang pengembangan daerahdalam teknologi kegiatan
   operasi migas, Seminar Teknik Mesin ITS , 2002
  * Ketua Lembaga Sertifikasi Ahli Teknik Minyak dan Gas bumi Indonesia,berkarier sebagai Tehnical Adviser Petrogas Wira Jatim
  ** Pelaksana Harian Lembaga Lembaga Sertifikasi Ahli Teknik Minyak dan Gas bumi Indonesia; berkarier sebagai Konsultan
  Health Safety and Enviroment DuPnt Indonesia

								
To top