SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN KUOTA 2006 RAYON 12 by byrnetown71

VIEWS: 182 PAGES: 2

									                        Universitas Negeri Semarang | Semarang State University | http://www.unnes.ac.id




SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN KUOTA 2006 RAYON 12
Selasa, 02 Oktober 2007 10:40:26


Semarang, unnes.ac.id. Terlaksananya program sertifikasi guru yang dilakukan
pemerintah adalah berdasarkan Undang-undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005
dan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Nasional No. 18 tahun 2007. Dalam Permen
tersebut menyatakan bahwa sertifikasi bagi guru dalam jabatan dilaksanakan melalui uji
kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Uji kompetensi tersebut dilakukan
dalam bentuk penilaian portofolio, yang merupakan pengakuan atas pengalaman
profesional guru dalam bentuk penilaian terhadap kumpulan dokumen yang
mencerminkan kompetensi guru.



Universitas Negeri Semarang sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan
(LPTK) induk (Rayon 12) dengan Universitas Mitra yaitu IKIP PGRI Semarang,
Universitas Muh. Purwokerto, Universitas Muria Kudus, dan Universitas Kristen Satya
Wacana Salatiga melaksanakan penilaian sertifikasi guru 2006 di gedung H lantai 4
Rektorat Kampus Sekaran Gunungpati.



Menurut Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr. Supriadi Rustad, M.Si. sertifikasi guru ini
melibatkan 248 Asesor di ikuti oleh 1.609 peserta guru SD dan SMP dari Wilayah
Pantura yaitu Kab. Grobogan, Kab. Blora, Kab. Rembang, Kab. Pati, Kab. Kudus, Kab.
Jepara, Kab. Demak, Kab. Semarang, Kab. Kendal, Kab. Pekalongan, Kab. Pemalang,
Kab. Brebes, Kab. Batang, Kab. Tegal, Kota Semarang, Kota Tegal, dan Kota Salatiga.



Dr. Supriadi Rustad, M.Si berpesan kepada para Asesor, “lakukanlah penilaian portofolio
peserta sertifikasi guru ini dengan sejujurnya sesuai dengan pedoman/panduan yang
telah ditetapkan oleh Dirjen Dikti sehingga pada akhir penilaian nanti, antara jumlah nilai
Asesor I dan nilai Asesor II seimbang” katanya.



Sertifikasi guru dalam jabatan dilakukan dalam bentuk portofolio, penilaiannya dipilah
menjadi 3 unsur yaitu unsur A meliputi komponen: kualifikasi akademik, pengalaman
mengajar, serta perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran; unsur B meliputi
komponen: pendidikan dan pelatihan, penilaian dari atasan dan pengawas, prestasi
akademik, dan karya pengembangan profesi; unsur C meliputi komponen: keikutsertaan
dalam forum ilmiah, pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, serta
penghargaan yang releven dengan bidang pendidikan.




                                                        Halaman 1/2
                         Universitas Negeri Semarang | Semarang State University | http://www.unnes.ac.id




Hasil penilaian portofolio sertifikasi guru dilaporkan ke Dirjen Dikti tanggal 25 September
2007. Peserta dinyatakan lulus apabila hasil penilaian portofolio minimal (850 poin) dia
berhak memperoleh sertifikat pendidik, dan tunjangan profesi 1 kali gaji pokok.



Sedangkan peserta yang tidak lulus, mereka harus mengikuti pendidikan dan pelatihan
profesi guru (Diklat profesi guru) yang diakhiri dengan ujian. Apabila peserta tersebut
lulus, mereka memperoleh sertifikat pendidik, tetapi apabila tidak lulus peserta diberi
kesempatan ujian ulang sampai 2 kali dengan tenggang waktu 2 minggu. Setelah
mengikuti ujian ke dua ternyata tidak lulus juga, maka peserta tersebut diserahkan
kembali ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. (Sh)



dikirim oleh: sihono (humas), dibaca: 4236




Komentar:
Tidak ada komentar untuk berita ini.




                                                         Halaman 2/2

								
To top