Pemasaran by boystrip

VIEWS: 1,131 PAGES: 8

									KONSUMERISME DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Oleh: Moh. Qosim (05120037) Titus Manesin Kelbulan (06120024)

Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Gajayana Malang 2009

BAB I PENDAHULUAN
Dalam beberapa dasawarsa terakhir, sebuah gerakan sosial telah muncul untuk memastikan bahwa suara konsumen didengar dan diberi respon. Gerakan ini dikenal sebagai konsumerisme, yang didefinisikan di sini sebagai kebijakan dan aktivitas yang dirancang untuk melindungi kepentingan dan hak konsumen ketika mereka terlibat dalam suatu hubungan tukar-menukar dengan organisasi jenis apapun. Definisi ini benar-benar mencakup keseluruhan, mengikuti pimpinan aaker dan day, untuk mereflesikan kenyataan bahwa konsumen menerima pertukaran dari banyak organisasi selain organisasi bisnis. Rumah sakit, Perpustakaan, dan Badan Pemerintahan adalah contohnya. Menurut mantan senator Illionis charles H. Percy, juga mantan Presiden Bell & Howell, konsumerisme, dalam amalisis akhir, ” adalah reaksi mayarakat luas terhadap kelalaian birokrasi dan ketidak pedulian perusahaan terhadap masyarakat.” Dalam pembahasan kali ini fokus kitaakanterletak pada tanggung jawab sosial dari perusahaan terhadap konsumen. Sebagaimana dinyatakan oleh Robin dan Reidanbach, ada kontrak sosial diantara perusahaan dan tanggung jawab untuk menanggapi secara serius seperangkat ” hubungan yang diterima secara umum, kewajiban dan tugas yang berhubungan dengan dampak perusahaan pada kesejahteraan masyarakat.

BAB II PEMBAHASAN
Konsumerisme adalah kebijakan dan aktivitas yang dirancang untuk melindungi kepentingan dan hak konsumen ketika mereka terlibat dalam suatu hubungan tukarmenukar dengan organisasi jenis apapun. Almarhum presiden Amerika serikat John F. Kennedy menyebutkan hak dasar konsumen yang diterima secara umum sebagai inti dalam kontrak sosial ini adalah: 1. Hak akan keselamatan 2. Hak untuk diberi informasi 3. Hak untuk memilih 4. Hak untuk didengar (diberi ganti rugi) Dua hak lagi yang ditmbahakan oleh konsenseus sosial pada dasawarsa yang berikutnya, menjadikan keseluruhannya enam buah hak: 5. Hak untuk menikmati lingkungan yang bersih dan menyehatkan 6. Hak orang miskin dan minoritas lain untuk dilindungi kepentingannya.  PERKEMBANGAN KONSUMERISME

Konsumerisme memiliki akar yang menjangkau jauh melewati dua dasawarsa terkhir, ketika nama ini diberikan pada aktivitas dari para pemimpin terkenal seperti Ralph Nader. Pada masa mereka, Thomas Aquinas, Martin Luther, John Calvin, dan para tokoh reformasi lain juga mewakili semacam konsumerisme. Serangan spesifik dilakukakn pda praktek penjualan yang menipu. Sebagai contoh, konsep ”harga yang wajar” diajukan sebagi kontras dengan penetapan harga berdasarkan apa yang dapat ditanggung oleh pasar. Analisis histori mengungkapkan bahawa konsumerisme meningkat paling tajam ketika suatu era kenailkan penghasilan dengan pesat dengan diikuti dengan penurunan daya beli riil yang mncul karena harga-harga naik. Sebagai tambahan, lingkungan harus mendukung munculnya pemimpin untuk gerakan tersebut, yang umumnya berpusat dikalangan orang-orang dengan kekayaan dan penghasilan lebih besar dari pada rata-rata. Alienasi adalah faktor pencetus utama. Alienasi terjadi ketika sebab-sebab dasar yang mendorong ketidakpuasan konsumen tidak ditangani secara memuaskan atau kelegaan yang bersifat sementara. Sejarah konsumerisme berawal pada tahun 1900an, tidak gagal menangkap pelajaran yang esensial: Konsumerisme timbul karena kelalaian perusahaan atau organisasi lain dalam hubungan pertukaran untuk memenuhi dan berespons sebelum alienasi menjadi meluas. Awal Tahun 1900-An (Era Membuka Korupsi) Era konsumerisme pertama adalah era membuka korupsi (1905-1920). Pada tahun 1905 Upton Sinclair menulis buku yang berjudul “The Jungle”, yang menunjukan kondisi yang tidak sopan pada saat itu berada dalam industri pengemasan daging di Chicago. Kemarahan publik yang timbul mengenai pengungkapan buku tersebut membangkitkan kesadaran nasional akan perlindungan konsumen. Kemudian kongres mngeluarkan Pure

Food and Drug Act (1906), The Federal Meat Inspection Act (1907), The Federal Trade Commissinon Act, dan perundang-undangan lain yang berorientasi kepada konsumen. Tahun 1930-An (Era Informasi) Muncul buku “Your Money’s Worth”, focus buku ini pada periklanan dan pengemasan yang dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan produk dan bukan membantu konsmen dalam memilih produk. Tahun 190-An ( Era Kepdulian Berlanjut_) Segera setelah era pasca perang dunia ke-II. Kongers mengeluarkan Fur Products Labeling Act (membuat ketentuan wajib yang berhubungan dengan pelabelan dan periklanan produk-produk dari bulu) Tahun 1980-An ( Gerakan Konsumen Modern) Yaitu yang dimulai dengan perhitungan empat hak konsumen oleh Presiden John F. Kennedy pada tahun 1962, yaitu Hak keselamatan, Hak untuk mendapat informasi, Hak untuk memperoleh ganti rugi, dan Hak untuk memilih.  MEMAHAMI KONSUMEN DAN MEMBERI RESPONS TERHADAP HAK-HAK

 Hak Akan Keselamatan Bagian penting pertama dalam Rancangan Undang-undang mengenai Hak konsumen yang diajukan Oleh Presiden Jhon F. Kennedy, ”Konsumen mempunyai hak untuk dilindungi dari produk dan jasa yang berbahaya bagi kesehatanan kehidupan”. Hak akan keselamatan mempunyai dua fungsi: Pertama, mendokumentasikan pola pemakaian produk, khususnya bahaya yang tidak terduga atas keselamatan. Kedua, menegakan probabilitas yang sudah diduga mengenai cedera atau tingkat keamanan.  Hak Untuk Mendapatkan Informasi Rancagan Undang-undang Kennedy mengenai hak konsumen menyokong bahwa konsumen memiliki hak ”untuk didlindungi dari informasi, iklan, pelabelan, atau praktek lain yang curang, menipu, atau menyesatkan, dan usaha untuk diberi fakta yang dia perlukan guna membuat pilihan berdasarkan informasi.”  Hak Untuk Memilih ”Konsumen mempunyai hak atas akses yang terjamin, sedapat mungkin, ke bermacam produk dan jasa dengan harga yang kompetitif. Di dalam industri-industri itu dimana persaingan tidak berlangsung, peraturan pemerintah diganti untuk memastikan mutu dan jasa yang memuaskan dengan harga yang wajar.” Begitulah bunyi bagian ketiga dalam Rancangan Undang-undang Mengenai Hak Konsumen.

 Hak Untuk Didengar (Ganti Rugi) Bagian keempat dari Rancangan Undang-undang Kennedy Mengenai Hak Konsumen berbuny, ”Konsumen Mempunyai Hak untuk diyakinkan bahwa kepentingan konsumen akan mendapat pertimbangan penuh dan sipatik dalam perumusan kebijakan pemerntahan dan perlakuan adil dan cepat dalm pengambilan administratifnya.” Sayangnya, fokusnya secara keseluruhan ditujukan pda peilaku pengaturan, dan harus diperluas utnuk mencakup tindakan pemasaran yang bertanggung jawab pula. Ganti rugi dapat dicapai dengan tiga cara: 1. Pencegahan Yang dimaksud dengan pencegahan antara lain: Tata laku, Penyingkapan Persyaratan dan Penggantian klaim. 2. Restitusi Yang dimaksud dengan Restitusi antar lain: Penyingakapan afirmatif iklan koreksi, Pembayaran kebali, Limitasi pada kontrak dan Arbitrasi. 3. Hukuman Yang dimaksud dengan Hukuman antara lain: Denda dan kurungan, Kehilangan laba, Gugatan hukum.  Hak Untuk Menikmati Lingkungan yang Bersih Dan Sehat Polusi lingkungan adalah produk sampingan yang patut disayangkan dari stanfard kehidupan yang tinggi dan meningkat di dalam abad teknologi.  ETIKA ORGANISASI DAN KONSUMERISME Perusahaan kontemporer-bisnis dan non bisnis-dihadapkan dengan realitas yang sedang berubah. Kebutuhannya adalah untuk pendekatan preventif terhadap konsumerisme ketimbang pendekatan reaktif. Bagaimanapun konsumerisme pada hakikatnya bukanlah anti-bisnis.  Dasar Etika Suasana kompetitif dapat menimbulkan masalah bagi para pengambil keputusan yaitu tekanan riil untuk mengkompromikan etika pribadi. Undang-undang atas dasar itu mendefinisikan serta mengkodifikasi garis dasar etika. Bahkan kespesifikasian yang lebih besar muncul di dalam kode perusahaan. Akan tetapi semua menjadi benar-benar operasional (atau non operasional) pada tingkat pengambil keputusan individual.  Pembentukan Tahapan Dalam Etika dan Tanggung Jawab Sosial Ke dalam Perencanaan Pemasaran Nilai perusahaan mengenai laba dan efisiensi akan mendominasi kecuali jika ada tambahan nilai etis yang balas mengimbangi.  Sistem Manajemen Konsumerisme Konsumerisme tidak akan pudar dan harus dimanajemeni dengan cara yang sama seperti setiap tantangan lingkungan lain.

Berikut adalah langkah-langkah dalam suatu sistem manajemen yang dapat dikerjakan sekaligus bertanggung jawab: 1. Mengorientasikan manajemen atas ke dunia konsumen. 2. Mengoordinasi untuk tindakan responsif. 3. Memperbaiki kontak pelanggan. 4. Memberi ganti rugi untuk keluhan. 5. Memberi informasi dan pendidikan pada konsumen.  Orientasi Manajemen Atas Dewan komisaris maupun manajemen atas harus berkenalan dengan dunia konsumen. Tingkat pengetahuan ini harus didukung secara konsisten dengan suatu komitmen untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab ketika diperlukan. Menurut Peters dan Austin mengatakan bahwa “faktor utama yang membedakan perusahaan yang efektif dengan yang tidak adalah manajemen dengan berjalan keliling.” Yaitu suatu komitmen terus menerus untuk mempertahankan kegiatan mendengarkan secara pribadi dan langsung pada tingkat karyawan biasa.  Mengorganisasi Tindakan Yang Bertanggung Jawab Titik tolak yang logis adalah kebijakan hak konsumen tertulis yang menyebutkan secara rinci apa yang perusahaan siap kerjakan dalam pelaksanaan ketika terjadi kekurangan. Adanya departemen urusan konsumen yang diberi kekuasaan untuk memiliki suara riil dalam pengambilan keputusan pemasaran dan tanggung jawab untuk menberikan ganti rugi merupakan hal yang sangat penting. Kepala departemen urusan konsumen merupakan anggota dari manajemen atas yang bertanggung jawab dan berwewenang untuk memastikan bahwa mutu dan keselamatan produk dipertahankan, bahwa strategi promosi benar dan tidak menyesatkan, dan tidak ada penipuan dalam fase-fase lain program pemasaran.  Meningkatkan Kontak Pelanggan Salah satu strategi terbaik adalah program pemonitoran keputusan pelanggan secara terus-menerus, sehingga memungkinkan diadakan perbaikan segera begitu diperlukan. Program pemonitoran dijalankan dalam pengertian penuh bahwa pelanggan paling tidak puas tidak akan mengeluh tetapi malah akan mengalihkan bisnis mereka ke tempat lain.  Memberikan Ganti Rugi Perusahaan mutlak perlu merespon keluhan dan cedera. Ini memerlukan sarana segera dan langsung untuk beraksi terhadap keluhan dan pertanyaan melalui departemen urusan konsumen.

 Memberi Informasi dan Pendidikan Kepada Konsumen Fokusnya terletak pada gerakan keluar dari bentuk promosi yang biasa, walaupun ini memang penting, keupaya yang jelas dirancang untuk membantuk konsumen membeli dengan bijaksana. Diantara aktivitas pendidikan konsumennya adalah mengajarkan materi untuk kelas-kelas pendidikan konsumen, membeli pedoman yang berisi informasi produk yang objektif, staf ahli ekonomi rumah tangga yang menyajikan program pendidikan di toko-toko lokal, dan usaha pendidikan konsumen koperatif di uversitas-universitas.

BAB IV KESIMPULAN
Mayoritas masyarakat mengembangkangkan pengertian yang tinngi tentang kekerasan moran atas kekurangan politik dan ekonomi. Untuk itu, tentu saja, ini diekspresikan melalui protes-protes, tetapi sebagian besar membawa komitmen pada tindakan yang bertanggung jawab secara etis kedalam kehidupan profesional mereka. Konsumerisme adalah bagian pokok dari agenda sosial generasi manajer bisnis itu, dan banyak dari tindakan perusahaan yang paling terpuji telah datang dari inisiatif mereka. Keyakinan kita bahwa tiap individu harus mempertimbangkan kepentingan terbaik konsumen sewaktu mempelajari perilaku konsumen.


								
To top